The Heart of Genius | EP1 | Lin Zhaoxi dan Ji Jiang kembali ke masa lalu | iQIYI Indonesia

Xixi. Mobil ini? Bagaimana? Naik. Tidak bisa. Ini mobil baru. Aku baru dapat SIM, takut nanti mobilnya lecet. Takut apa? Ada aku. Tidak apa-apa, pakai saja. Ada asuransi. Ayo. Lin Zhaoxi, ‘kan? Aku Zhu. Terima kasih. Pakailah. Sampai jumpa, Sayang. Nanti kutelepon. Xixi, bisa lebih cepat tidak? Tambah kecepatan, pakai gigi dua.

Menaikkan gigi harus bertahap dan lancar. 9 dari 10 kecelakaan adalah karena kecepatan. Kelumpuhan dapat terjadi karena lalai. Kamu sedang berdoa? Rumus mengemudi. Ajaran pelatih. Ini mobil matic, kamu anggap mobil manual. Hebat. Itu, Meng, ada kertas di tasku. Tolong ambilkan. Ini? Apa ini? Peta. Hebat. Magang, menyiapkan pelajaran, ikut perjodohan, beli baju,

Belajar masak, ujian mengemudi. Begitu tamat kuliah, kamu seakan menjadi orang yang berbeda. Kamu sudah memutuskan tidak akan mencari Pei Zhi lagi? Kamu bisa menyetir atau tidak? Maaf, kami pengemudi baru. Ini jalan keluarga kalian? Ma, maaf. Maaf. Aku salah, tidak seharusnya mengungkit dia. Ayo kita jalan. Mesinnya mati. Mesinnya mati. Sayangku, ini mobil matic.

Kalau kamu rem, mesinnya mati. Ini, ini, ini. Kiri atau kanan? Bantu aku lihat peta. 48. 75. 28. Kamu gila, ya? Ini Lin, Lin Zhaoxi. Guru magang baru sekolah kita. Kalian mengobrollah. Aku pergi ke mall di seberang. Baik. Aku sudah memesan sedikit makanan, semoga cocok dengan seleramu. Baik, terima kasih. Kata bibiku,

Kamu belajar filsafat, ya? Sungguh kebetulan, aku lumayan tertarik dengan filsafat. Sungguh? Daripada menghina keburukan, lebih baik memilih kesempurnaan. Hidup boleh kecil, dunia harus lebar. Orang keras kepala berjalan paling jauh, karena dia tidak takut apa pun, hanya takut tidak bisa mencapai tujuan. Filosofi inilah yang menuntunku melewati kehidupanku. Yang kamu katakan ini

Adalah isi dari Chicken Soup for the Soul. Apa bedanya? Apa dosen jurusan filosofi kalian bisa mengatakan hal yang lebih masuk akal dari ini? Kata bibiku, kamu seorang yang sangat berusaha. Aku paling suka orang seperti ini. Kuberi contoh. Kamu tahu? Saat kecil, Einstein sebenarnya adalah seorang yang bodoh. Kujelaskan. Saat sekolah,

Nilai matematikanya hanya 1. Orang yang nilai matematikanya hanya 1, IQ-nya pasti sangat rendah. Tapi melalui usahanya, dia menjadikan dirinya sebagai seorang ilmuwan yang mulia. Apa ini? Ini hasil dari usaha. Teman. Tapi, sistem penilaian di Jerman nilai terendah 6, lalu nilai tertinggi 1, jadi… Dia dari Jerman? Tidak mungkin. Seingatku…

[12 Agustus 2018, 2 Juli] Ayah. Kenapa duduk di sini? Kamu lupa membawa kunci? Apa yang kamu lakukan hari ini? Belajar mengemudi. Lalu? Pulang. Ayo, aku sudah lelah. Lelah ikut perjodohan? Aku melihatnya. Mari, ayo mengobrol. Pei Zhi sudah lulus, ‘kan? Apa dia sudah kembali? Tidak tahu. Kamu suka padanya, ‘kan? Dia tanpa kabar

Pergi ke Jerman untuk belajar. Empat tahun tidak ada kabar sama sekali, apa yang kusuka darinya? Bukankah dulu kamu ribut ingin keluar negeri mencarinya? Tapi, aku sudah menyerah sekarang. Aku sudah dewasa. Tidak ada hal sulit di dunia. Asal bersedia menyerah, itu namanya dewasa? Dewasa itu belajar berkompromi, ‘kan? Kamu begitu muda, untuk apa berkompromi?

Kalau suka kejarlah, kerjakan apa yang kamu inginkan. Kamu merasa jarakmu dengan ujian masuk pascasarjana, jarakmu dengan Pei Zhi, lebih jauh dari mempelajari masalah P NP? Sudahlah, Ayah. Aku muak mendengar soal Chicken Soup hari ini. Bahkan bersendawa pun juga berbau sup ayam. Aku tidak ingin mendengarnya lagi. Siapa? 12 Agustus 2018. Lin Zhaoxi, halo.

Kita akan segera bertemu. Saat kecil, kepalamu besar sekali. Ini termasuk besar? Memangnya tidak? Apa buruknya berkepala besar? Tidak ada. Lucu sekali. Mana foto saat kecilmu? Kenapa? Bukankah kita sudah berjanji? Janji apa? Itu… Kamu ingin ingkar janji? [Direktur Gao] Halo, Direktur. Lin, kamu ada waktu malam ini? Ada masalah apa? Keponakanku memujimu.

Katanya kamu sangat sopan dan polos. Ingin mengajakmu nonton malam ini. Bertemulah di mall jam 7 nanti. Direktur, aku… sepertinya kami kurang cocok. Lin, aku tahu ekonomi keluargamu biasa saja, wajah juga tidak terlalu cantik. Tapi jangan minder, kamu tamatan sekolah ternama. Keluarga kami sangat mementingkan hal ini. Kamu punya kesempatan. Anda salah paham,

Bukan itu maksudku. Dasar. Lin Zhaoxi, kamu memarahiku? Direktur, bukan, Direktur. Aku bukan memarahi Anda. Bukan, aku… Bagaimana kamu mengemudi? Maaf, maaf. Lin Zhaoxi. – Aku… – Aku… Anda jangan berbicara dulu, ya? Dasar. Nanti kutelepon lagi. Ada apa ini? Itu… Mobilku bahkan tidak bergerak. Maaf. Aku bertanggung jawab penuh. Ji Jiang, wartawan sudah mengejar.

Cepat. Jangan foto. Naik, naik mobil ini. Apa maksudmu? Kenapa naik mobilku? Kamu menabrak mobilku. Bukan. Tolong jalan. Bukan. Jelaskanlah dulu. Kenapa naik mobilku? Aku… Siapa kamu? Aku. Kamu tidak mengenalku? Lihat, lihat. Aku. Dia. Lihat. Aku adalah dia, dia adalah aku. Ji… Ji Jiang? Sekarang sudah bisa jalan? Kita satu alumni. Cepat jalan.

Kumohon, cepat. Gawat. Cepat, cepat. Tutupi wajahmu. Injak kopling pelan-pelan. Lu, mobilnya di Jalan Baihua. Sisanya kuserahkan padamu. Selalu aku yang membereskan masalahmu. Aku bukan ayahmu! Sudah kubilang, jangan ke hotel, jangan ke hotel! Beri tahu aku, untuk apa mencocokkan naskah di hotel? Kamu menyuruhku ke hotel? Aku tidak percaya diri, jadi ingin latihan sebentar.

Apa tidak bisa latihan di perusahaan? Sudah kutanya, kamu sudah setuju. Kamu menyalahkanku? Jika tidak salahmu, salah siapa? Jelaskanlah pada orang lain. Berhenti. Itu, kamu harus ganti rugi mobilku sebelum pergi. Jalan. Jika tidak jalan, aku tidak akan ganti rugi. Ji Jiang. Jalan. Ji Jiang! Jalan. Ji Jiang! Pria berengsek. Berikan nomor teleponmu dan alamatmu.

Setelah mobil diperbaiki, aku akan menggantinya. Ini mobil pinjaman. Bagaimana jika kamu langsung kontak pemilik mobil? Berhentilah di depan. Aku tidak ingin berhubungan dengan orang lain, aku hanya mengenalmu. Sebentar. Telepon, alamat, nama. Ini. Mobilmu tidak rusak parah, diperbaiki paling hanya 300 yuan. Kuberi kamu 1000 yuan. Selebihnya

Sebagai tanda terima kasih telah membantuku kabur. Lalu untuk apa meminta nomor telepon dan alamatku? Percakapan kita di mobil adalah privasiku. Sekarang aku tahu kamu siapa, tinggal di mana. Jika kamu sembarangan berbicara di internet, kucari pengacara untuk menuntutmu. Bukan, apa maksudmu? Sungguh aneh. Kenapa begitu malam? Jangan ungkit lagi. Ayah ke mana?

Aku ke kantor sebentar. Nasi kuletakkan di meja. Untuk apa ke kantor selarut ini? Aku segera kembali. Sudah membawa kunci? Sudah. Ayah. Halo. Halo. Sekarang belum bisa diprediksi kapan dia bisa siuman. Baik, nanti jika keluarganya datang… Ayah. Ayah. Ayah. Apakah kamu keluarga Lin Zhaosheng? Iya, aku putrinya. Bagaimana keadaannya sekarang? Bagian kepalanya terluka parah.

Kami sudah menjahit lukanya. Tidak ada perubahan abnormal yang parah pada tengkorak. Dilihat dari kondisi saat ini, ada kemungkinan gegar otak. Dia akan koma untuk sementara waktu. Menyusahkanmu. Kemarin malam dia masih baik-baik, kenapa mendadak… Jangan panik. Bagini. Tadi pagi sekitar jam 6, siswa menemukan ayahmu tidak sadarkan diri di kantor keuangan sekolah.

Kantor keuangan kehilangan 17.000 yuan. Menurut analisa awal kami, kemarin malam teman kerja ayahmu, Sun Peigen, meneleponnya, memintanya ke kantor keuangan untuk menutup jendela. Ketika itu, ada yang membuntuti dan menyerangnya, lalu membawa uang itu. Halo, Meng. Ayahku kecelakaan. Bisakah kamu ke rumah sakit bantu aku menjaganya? Ada apa dengan Paman Lin?

A… aku tidak bisa jelaskan dalam waktu singkat. Tapi aku harus pulang mengambil uang, bisakah? Bantu aku menjaganya. Dia di bagian rawat inap Rumah Sakit Renmin No.2, kamar nomor 916. Baik. Terima kasih. 5 Januari 1998, Xixi umur 3 tahun. Mei 2001, Xixi umur 5 tahun setengah, mendapat mainan di restoran cepat saji. Desember 2001,

Membawa Xixi jalan-jalan ke Beijing. Tahun 2002, Gunung Dingyue, Anping, bertamasya bersama Xixi. 8 Juli 2017, Xixi tamat S1, akan segera bekerja. Sekolah kehilangan uang, kami tidak menyalahkan ayahmu, sudah sangat bagus. Tapi biaya berobat… harus mengandalkanmu. Tapi, apa salah ayahku? Merahasiakan penyakitnya. Itu mempengaruhi pekerjaan. Ceroboh. Pikirkanlah. Jendela kantor keuangan pun

Dia bahkan lupa menutupnya. Mana mungkin tidak terjadi masalah? Penyakit apa? Ayahmu mengidap penyakit Alzheimer. Lupa ingatan pada orang tua. Sebagai anggota bagian keuangan, dia tidak segera melaporkan hal ini ke sekolah, itu sudah melanggar peraturan bagian keuangan. Dia baru umur 45, mana mungkin lupa ingatan? Iya. Kami juga baru tahu subuh ini saat mengunjunginya.

Ayahmu menjaga rahasia kerja dengan baik. Untuk detailnya, tanyalah pada dokter. Ayahmu tidak pernah memberitahumu? Lima tahun lalu, dia sudah mulai berobat di sini. Meng, bisa bantu aku menjawabnya? Baik. Beberapa bulan ini, penyakitnya memburuk. Kejadian ini ada pengaruh dari penyakit ayahmu. Sangat sulit diprediksi. Aku tidak bisa mendiagnosa kapan dia akan siuman.

Kamu juga harus mempersiapkan mental. Xixi. Pulanglah. Malam ini aku yang jaga. Kamu sudah menjaganya sangat lama. Dengarkan aku. Pulang dan mandilah. Tidurlah baik-baik. Jika kamu jatuh sakit, siapa yang akan menjaga ayahmu? Ayah. Kamu sudah pulang? Aku tidak lulus. Tidak lulus ya sudah, hanya kemah musim panas. Masuklah. Aku masak untukmu. Cepat.

Akhirnya aku menemukanmu. Bisa bantu aku? Apa yang kamu tangisi? Ada apa denganmu? Aku belum memberitahumu aku mau minta bantu apa. Jangan menangis. Tidak apa-apa. Bukan masalah besar. Bukankah ini… Kenapa kamu punya foto ini? Kamu tahu ini? Ini adalah foto bersama Pelatihan Zhang Shuping. Aku pernah ikut. Lihat, ini aku. Zhang Shuping, Pei Zhi.

Siapa mereka berdua? Ada yang salah dengan foto ini. Tentu saja. Karena ini editan ayahku. Aku tidak pernah ikut pelatihan. Dia pasti sangat kecewa padaku. Matematika. Matematika. Aku tidak pandai matematika. Kamu mau ke mana? Tenanglah. Tenanglah. Aku sungguh tidak pandai matematika. Tenanglah. Meski aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi semuanya bisa dibicarakan.

Jika tidak ingin membantuku, kamu tidak perlu membantu. Sungguh tidak apa-apa. Ka, kamu, tenanglah. Kamu ini… Jangan sentuh aku! Siapa yang menyuruhmu lapor ke guru? Katakan! Katakan! Katakan! Kamu! Guru Li datang. Ada apa? Kenapa berkerumun di sini? Lin Zhaoxi memukul orang. Dia memukul Pangsit. Benar, itu dia. Dia memukul Pangsit. Sudah.

Dia memukul Pangsit. Pangsit, apa dia memukulmu? Dia… Dia memukulku. Iya, semua karena dia. Karena dia. Semua karena dia. Hentikan. Dia memukul Pangsit. Lin Zhaoxi, jelaskan. Katakan. Guru menyuruhmu bicara, katakan. Kenapa kamu kabur? Lin Zhaoxi! Ada apa denganmu? Kamu tidak enak badan? Lin Zhaoxi. Lin Zhaoxi. Lin Zhaoxi. Lin Zhaoxi! Lin, Lin Zhaoxi!

Lin Zhaoxi, apa yang kamu lakukan? Apa kamu tidak enak badan? Ada apa denganmu? Ada apa, Lin Zhaoxi? Lin Zhaoxi. Lin Zhaoxi! Lin, Lin Zhaoxi! Lin Zhaoxi. Ada apa denganmu? Apa kamu tidak enak badan? Ada apa denganmu? Sudah. Ada apa, Lin Zhaoxi? Lin Zhaoxi. Bukan, lepaskan aku. Kamu siapa? Ada apa denganmu? Lin Zhaoxi.

Ada apa denganmu hari ini? Aku tidak ada waktu bermain denganmu. Kamu instropeksi diri di kantorku. Bukan, Bibi. Dengarkan aku. Aku tidak mengenalmu. Aku orang dari tahun 2018. Tahun ini umur 23 tahun. Tadi aku masih berdiri di depan rumahku. Entah kenapa aku sekarang ada di sini. Lin Zhaoxi, saat ini adalah tahun 2006.

Jangan terus membaca novel. Biasanya kamu adalah anak yang sangat patuh. Kenapa kamu jadi berbohong? Kenapa kamu tidak percaya? Aku percaya apa? Percaya kamu naik mesin waktu, kembali ke masa lalu? Tidak ada mesin waktu. Aku menutup mata, lalu membukanya, aku sudah di sini. Kamu… Aku tahu, aku mengerti kamu tidak percaya.

Aku sendiri juga tidak percaya. Tapi sekarang aku ingin pulang. Siapa kamu sebenarnya? Kenapa mengurungku di sini? Sejak kecil kamu tinggal di panti asuhan kita. Sudah bertahun-tahun, kamu tidak menganggap ini rumah lagi? Kamu sungguh membuatku sedih. Panti asuhan? Mana mungkin aku tinggal di panti asuhan? Aku punya ayah! Lin Zhaoxi, tidak boleh berbohong.

Tidak tahu ada apa denganmu hari ini. Kenapa kamu mengarang hal seperti itu? Kuberi tahu. Kuharap kamu berpikir baik-baik di kantorku. Jangan pergi! Buka pintu! Buka pintu! Aku lapor polisi, ya! Ini penculikan wanita, penculikan anak-anak! Buka pintu! Lepaskan aku! Buka pintu! Nomor telepon Ayah. Halo, nomor yang Anda tuju tidak terdaftar. Mohon periksa kembali.

Maaf… [Lin Zhaoxi] 25 Februari [Bukti Pengadopsian Anak] tahun 1995. Kota Anping, Provinsi Anning. Panti Asuhan Hongxing. Ketika Kepala Panti, Dang Aiping, keluar membeli barang, menemukan bayi di depan pintu. Saat ditemukan, sang anak berada dalam kereta bayi. Tubuhnya ditutupi selembar kertas. Di atasnya tertulis nama, Lin Zhaoxi. Orang tua kandung tidak diketahui.

Apa yang terjadi? Ini adalah foto bersama Pelatihan Zhang Shuping. Aku pernah ikut. Lihat, ini aku. Zhang Shuping, Pei Zhi. Siapa mereka berdua? Ada yang salah dengan foto ini. Ji Jiang? Apa ini berhubungan dengannya? Kepala Panti menyuruhku mengantar makanan untukmu. Olimpiade Musim Dingin ke-24 dilaksanakan di mana? Beijing. Orang sendiri. Aku Ji Jiang.

Kamu sungguh adalah Ji Jiang? Iya, aku Ji Jiang. Kamu yang melakukannya? Apa yang kulakukan? Kamu yang membawaku kemari? Apa tujuanmu? Bukan aku. Aku saja ingin tanya padamu. Aku di depan pintu rumahmu, mendadak jadi anak kecil kembali. Seharusnya kamu memberiku penjelasan. Aku adalah korban, untuk apa kuberi penjelasan? Akulah korban. Aku ke rumahmu,

Ingin kamu membuktikan sesuatu, akhirnya malah kembali ke masa lalu. Dari seorang yatim piatu, berusaha sampai sekarang, itu tidak mudah. Bukankah kelak aku harus melewati masa sulit itu kembali? Kamu yatim piatu? Iya. Kamu tumbuh besar di panti asuhan ini? Iya. Aku tidak melihatmu di berkas ini. Ini dokumenku. Dang Aimin. [Dokumen]

Panggilanku Roti Kukus. Setelah diadopsi orang tua asuhku, baru namaku diubah jadi Ji Jiang. Aku… Itu… Meski aku kembali ke tahun 2006, aku tidak seharusnya berada di panti asuhan, tahu tidak? Aku punya keluarga. Sejak kecil aku tumbuh bersama ayahku. Kenapa aku bisa di sini? Aku juga bingung. Tadi saat kemari, kukira sedang bermimpi.

Lalu aku berkeliling. Semuanya sama dengan memoriku. Kecuali 2 hal. Satu adalah kamu. Seingatku panti asuhan kami tidak ada kamu, Lin Zhaoxi. Karena aku memang bukan yatim piatu. Satu lagi, foto ini ada di tubuhku. Sungguh bukan kamu? Sudah kubilang berapa kali? Sungguh bukan aku. Jika bilang begitu lagi, aku curiga ini perbuatanmu.

Aku akan membuat perhitungan. Maaf. Menurutmu, ini bisa dilakukan manusia? Aku merasa kenapa foto ini ikut kamu kemari? Ini sangat aneh. Mana aku tahu? Bukankah ini punyamu? Aku baru pertama melihatnya. Aku pulang ke rumah, lalu membuka kotak surat, melihat ada sebuah foto. Inilah foto itu. Entah siapa yang meletakkannya. Kukira ayahku. Sekarang kelihatannya

Bukan ayahku yang meletakkannya. Tapi, omong-omong, jika foto ini ikut bersama kita kemari, ini sungguh aneh. Waktu itu, aku melihat foto. Lalu kamu datang mencariku. Lalu aku mencoret rumus. Mencoret… Memangnya karena mencoret rumus? Mana aku tahu? Waktu itu aku melihatmu menangis, lalu aku menghiburmu. Aku tidak melakukan apa-apa. Foto ini tidak ada hubungannya denganku.

Ada kamu di foto ini, Dang Aimin. Kenapa tidak ada hubungan? Aku memang ikut Pelatihan Zhang Shuping. Tapi kami tidak mendapat medali emas di olimpiade matematika. Lagi pula, lihatlah Pei Zhi. Belum sampai 2 hari Pei Zhi ikut pelatihan, dia keluar karena bermasalah dengan Zhang Shuping. Dia sama sekali tidak ikut lomba.

Kenapa dia ada di foto ini? Kamu kenal Pei Zhi? Kami sama-sama kelas 1 SMA. Tapi, aku tidak akrab dengannya. Dia anti sosial. Yang dapat… Yang dapat medali emas adalah Zhang Liang, Pei Zhi, aku. Ini adalah Liu Xu, Lu Zhihao. Masalahnya, aku tidak pernah ikut pelatihan ini. Aku juga tidak pernah ikut lomba.

Dan juga, ayahku. Kenapa ayahku ada di foto ini? Sebenarnya apa yang menyebabkan munculnya foto ini? Rumus? Apa lagi? Menurutku, kita jangan pikirkan bagaimana ini bisa muncul. Pikirkanlah bagaimana caranya kita kembali. Apa kita masih bisa kembali? Kenapa kalian masih berada di sini? Sudah begitu malam, masih tidak tidur? Ibu Li, kami segera pergi.

Lin Zhaoxi, kelak jangan berbohong lagi. Maaf, Ibu Li. Aku sudah tahu salah. Tidurlah. Mari. Aku sudah mencari tahu. Di kamar 303, ranjang bawah dekat jendela di sisi kanan pintu. Kenapa sembunyi-sembunyi? Bukankah ini sangat menarik? Menarik apanya? Sekarang dunia belum tahu rahasia kita ini. Pengalaman ini sangat penting. Sebagai seorang aktor,

Aku harus merasakannya baik-baik. Seperti film mata-mata. Ingat. Jangan membocorkan identitas kita. [Olimpiade Matematika SD] [Contoh Soal] Semoga ini hanyalah mimpi. Setelah bangun, semua akan kembali normal. Lin Zhaoxi, Lin Zhaoxi. Bangun. Mimpi, mimpi, mimpi. Aku pasti sedang bermimpi. Mimpi apanya? Cepat bangun, ke sekolah. Bangun. Aku sudah mencari tahu, sekolah kita di SD Hongxing,

Kelas 5-2. Ayo. Cepat gosok gigi, kalau tidak nanti terlambat. Untuk apa aku ke sekolah? Aku orang dewasa, untuk apa ke sekolah SD? Berhenti. Keraskanlah lagi suaramu, teriaklah di jalanan. Aku orang dewasa, aku dari tahun 2018. Coba lihat Ibu Li akan mengurungmu lagi, atau langsung mengantarmu ke rumah sakit jiwa.