I’ve Fallen for You | EP17【INDO SUB】 Seribu Racun| iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] I’ve Fallen for You Episode 17 Bagaimana, Tabib? Apakah dia akan siuman? Seharusnya tidak membahayakan nyawanya, hanya karena terluka pada bagian pundak, membutuhkan waktu untuk pulih. Terima kasih, Tabib. Li Jia. Sanqi, cepatlah siuman, banyak yang ingin kukatakan kepadamu. Sanqi! Saat ini tidak baik untuk mencari masalah, cukup kami yang menjaganya,

Kamu tenang saja. Aku, aku, aku… Shhh, harus menurut. Ai, kamu… Kalian… kalian… Kalian… kalian sakit jiwa ya… kalian… Maaf, maaf. Tidak melihat. Orang yang tidak sopan itu, dia menarik tangan istriku. Apa yang sedang kalian lakukan? Aduh, tutup mulut. Kecilkan suaramu. Leluhur kecilku, kepalamu tidak dipenggal,

Itu karena leluhur keluarga kita telah membakar banyak dupa . Penggal kepalaku? Apa kehebatannya? Tutup mulutmu. Apakah kamu mengetahui siapa yang berada di dalam? Siapa dia? Jika memang hebat, sebutkan nama. Dia adalah He Zhen. Tuan Muda Pimpinan Kota Taoyuan, kakakku. Tuan Muda Pimpinan Kota, Tuan Muda… Tuan Muda Pimpinan Kota.

Baik, kamu katakan dia adalah kakakmu, lalu siapa dirimu? Panggilanku adalah Jinyan. Sesuai aturan, kalian semua seharusnya memberi hormat kepadaku. Tu… Tu… Tu… Tuan. Cepat bangun, tidak perlu, tidak perlu. Baik, yang di dalam adalah kakakmu, bukan? Masuk dan uruslah dia. Walau dia adalah Tuan Muda Pimpinan Kota Taoyuan,

Juga tidak boleh sembarangan menarik tangan istri orang lain. Apa yang kamu katakan? Jelas-jelas kamu yang telah merampas istri dari kakakku. Apakah kamu tidak salah? Tidak ada hubungannya. Sampai sekarang kamu masih belum mengetahui, status Sanqi yang sebenarnya? Status apa yang bisa dia miliki? Dia adalah Nyonya Tuan Muda Pimpinan Kota

Yang dipilih sendiri oleh ayahku. Apakah kamu tidak salah? He Ruoyao, dia hanya sekedar menggantikan status He Jinxin saja. Sejak kapan berubah menjadi Nyonya Tuan Muda Pimpinan Kota? Sanqi adalah putri tunggal dari keluarga Tian, tempat penampungan mayat di Desa Shifang. Lamaran yang ditetapkan oleh ayahku untuk kakakku, memang benar adalah Nona Tian Sanqi.

Ketika itu surat lamaran sudah diantar ke rumah, juga sudah naik ke atas kereta pengantin. Tak disangka pada akhirnya Sanqi melarikan diri saat hari pernikahan, selanjutnya dia menyamar sebagai He Jinxin, menikah ke keluarga kalian. Sebab itu sesuai aturan, kamulah yang merebut istri kakakku. Sanqi melarikan diri dari pernikahan?

Lari dari pernikahan dengan Tuan Muda Pimpinan Kota? Berita yang begitu besar, mengapa aku tidak mengetahuinya? Apakah kamu mengetahuinya? Apakah kamu mengetahuinya? Betul tidak, kakakmu adalah Tuan Muda Pimpinan Kota, lari dari pernikahannya, bukankah dia akan menggeledah habis seluruh kota Taoyuan? Kakakku sebenarnya tidak mau menikahinya, lari dari pernikahan adalah tepat sesuai keinginannya.

Sungguh bagus kalau begitu, sekarang kamu bawa kakakmu pergi, aku pergi mencari istriku. Jangan. Tetapi kamu lihatlah kondisinya sekarang ini sepertinya sudah bersedia. Berdasarkan apa? Dia mengatakan bersedia maka bersedia. Masih ada aturan tidak? Shhh, kecilkan suaramu. Dasar anak kura-kura, Dia adalah Tuan Muda Pimpinan Kota Taoyuan, dialah aturannya. Kamu ini, berduka-cita saja.

Ya, sesuaikan dengan kondisi. Hmm. Ada apa dengan dirimu? Tanyakanlah apa yang hendak diketahui. Aku hanya merasa, semua urusan di dunia ini bukan sekedar sebuah kata cinta yang bisa menyelesaikannya. Berpikir sampai di sini, dalam hati sangat berduka. Omong kosong, aku katakan, yang terbesar di dunia ini adalah kata cinta. Aduh, Bai Yifei,

Apa yang ingin kamu katakan, katakan saja, jangan berputar-putar di sini. Aku… Baiklah, aku yang akan katakan, aku adalah Putri Jinyan dari kota Taoyuan, sedangkan kamu hanyalah seorang putra dari Pejabat Kantor Pemerintahan yang sangat kecil. Kamu khawatir status di antara kita terlalu jauh perbedaannya, ke depan akan banyak rintangan, betul tidak? Betul.

Di dunia ini banyak sekali orang yang dikarenakan perbedaan derajat, sehingga tidak bisa menjadi satu. Bai Yifei, sebenarnya apakah kamu menyukai aku atau tidak? Tentu, hati yang tulus milikku, Bai Yifei, ada di sini. Jika kamu ingin melihatnya, aku keluarkan untukmu. Baru menyelesaikan kasus menarik “mengeluarkan hati”, kamu sekarang juga ingin mengeluarkan hati dan lever?

Ganti yang lain. Aku bersalah. Baik. Jika memang kamu mempunyai hati yang tulus, aku mempunyai niat yang tulus, yang lain sudah tidak penting. Jika kamu mengkhawatirkan status kita yang selisih terlalu jauh, aku akan memohon kepada ayahku, aku tidak ingin menjadi Putri Jinyan lagi. Seterusnya, kita akan menjadi rakyat jelata, menjadi sepasang kekasih dewata. Benarkah?

Aku, aku sungguh sangat senang. Kalau begitu kamu menggosok tinta, aku melukis. Aku bercocok-tanam, kamu membuat kain, baikkah? Tetapi Pimpinan Kota hanya mempunyai seorang putri saja yaitu kamu, apakah dia tidak akan bersedih? Dia menganggap kamu adalah permata, pepatah mengatakan, pria sejati tidak merebut kesayangan orang. Kamu ini kutu buku,

Kamu tidak pernah bertemu ayahku, dari mana kamu mengetahui dia tidak menyetujui? Begini, aku bawa kamu menemuinya. Jika dia tidak menyetujui, aku akan menangis, menangis tidak berhasil, aku akan… Aku tidak akan membiarkan kamu menangis. Sejak kecil ayah dan kakakmu menganggap kamu adalah permata, di tempatku ini, aku pasti berlipat ganda untuk menyayanginya.

Sejak saat ini, kamu adalah permata tak ternilai milikku. Kamu tidak akan tidak mau aku, kan? Tentu tidak. Mengapa kamu mengkhawatirkan ini? Aku masih khawatir, kamu tidak mau aku. Aduh, apakah kamu bodoh? Jika aku tidak menginginkan dirimu, bagaimana jika kamu ditindas orang? Maka lebih baik aku mau. Aku mau. Buddha melindungi aku.

Nyonya Muda sudah siuman. Tuan Muda, setelah Nyonya Muda siuman, Hal pertama yang aku lakukan adalah langsung lari untuk melaporkan kepadamu. Untung kamu cekatan. Sepatu, sepatu, sepatu. Tuan Muda, pada waktu ini kamu ke sana, apakah tidak gegabah? Lebih baik besok saja menjenguknya. Tuan, Anda pelan sedikit. Tuan Muda, Anda tidak perlu tergesa-gesa.

Kali ini kita pasti berhasil menjadi nomor satu. Ayo. Bocah, pintar. Diampuni satu kali. Tenang saja, mana mungkin ada yang lebih cepat dari kita? Anda katakan, betul tidak? Ah, Kamu ini… Aku… ke kamar mandi. Kamar mandi ada di sebelah sana. Kamu ini… Oh, aku agak lapar, mau ke dapur. Dapur ada di sebelah sana.

Pergi! Nyonya. Istri. Kamu sudah siuman? Kamu beo? Meniru orang lain berbicara terus. Aku datang menjenguk nyonya-ku, apa hubungannya denganmu? Apa itu nyonyamu? Jelas-jelas adalah istriku. Dilihat dari siapa yang datang terlebih dahulu, juga aku yang lebih dulu memberikan surat lamaran, bukankah begitu? Aku katakan kepadamu, kami berdua telah menjalankan upacara pernikahan.

Apa yang disebut dengan pernikahan resmi, pahamkan? Apa itu pernikahan resmi? Apakah ada salah besar telah melaksanakan pernikahan? Aku katakan kepadamu… Kalian jangan bertengkar lagi. Kalian datang dari mana? Apa itu datang dari mana? Ini adalah kediaman Zhao, apakah kamu lupa ingatan? Oh, tidak apa-apa. Istri, kamu hanya perlu mengingat

Aku adalah suami yang paling kamu cintai, itu sudah cukup. Nyonya, tidak ada apa-apa. Siapakah dia, sama sekali tidak penting, kamu hanya perlu mengingat aku, aku adalah suamimu, He Zhen, Tuan Muda Pimpinan Kota Taoyuan. Dia juga tidak penting, kamu tidak perlu mengingatnya, kamu hanya perlu mengingat diriku saja. Tidak apa-apa,

Kamu hanya perlu mengingat aku. Kehilangan ingat apakah? Apakah kalian bisa diam? Suara apa itu? Istri, kamu pasti sudah lapar, salahku tidak merawatmu baik-baik. Kita makan sedikit otak babi, makan otak mengobati otak, baikkah? Teman, makan otak babi apa? Kita makan yang lebih sehat, sirip hiu, sarang burung, juga tanduk rusa maw.

Betul, betul, betul, bagaimana kalau paha ayam? Ibu Ling baru membawanya dari Desa Shifang, ayam kampung asli, dagingnya masih segar, aroma kampung halaman. Paha ayam ini, masih terlalu berminyak, lebih baik kita minum bubur sehat. Kamu tunggu. Aku turun tangan masakkan untukmu. Kamu tunggu, aku masakkan untukmu. Hei, kalian… Ah, jangan mengganggu aku,

Apakah boleh membiarkan aku menenangkan diri sebentar? Ini aku. Oh. Hari ini kedua-duanya tidak ada? Hari ini Toko makanan ringan di Provinsi Selatan mengeluarkan satu produk baru, mereka pergi sendiri untuk membelinya. Aku juga merasa heran, kamu katakan, Zhao Cuo berbuat begini bisa diterima, mengapa Tuan Muda Pimpinan Kota juga begitu?

Sebenarnya aku juga merasa heran, dulu kakakku dingin seperti gunung es, telah dilumerkan olehmu. Sebelumnya yang mengatakan tidak ingin menikah adalah dia, sekarang yang begitu ingin mengambil hati juga adalah dia. Hah, lalu bagaimana ini? Tidak bisa, aku telah menikah dengan Zhao Cuo, tidak boleh mengingkarinya. Sanqi, kamu harus tahu,

Di dunia ini tidak ada wanita yang diinginkan kakakku yang tidak bisa didapatkannya. Sebab itu jika dia benar-benar menginginkan dirimu, kamu pasti tidak bisa menolak. Tidak bisa, aku dan Zhao Cuo telah menjadi suami-istri , aku hanya bisa menjadi istrinya. Kamu dan Zhao Cuo adalah suami-istri seperti apa? Kalian berdua belum… belum itu, betul tidak?

Kami… Untuk apa kamu memeluk aku? Apa yang telah kamu lakukan terhadap aku? Nyonya, tentu saja melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh suami-istri. Pokoknya… kira-kira… mungkin… seperti terjadi begitu. Tetapi juga seperti tidak terjadi seperti… Kamu ini bodoh, kah? Kamu sendiri melakukan apa pada malam itu atau tidak, kamu tidak jelas? Aku bertanya kepadamu,

Apa maksudnya itu? Sebelumnya aku pernah mendengar orang lain mengatakannya. Itu yaitu… Itu yaitu… Apakah dia membuka bajumu, lalu mengelitik ketiakmu sehingga hatimu tergelitik? Tidak! Syukurlah, syukurlah. Dulu aku pernah mendengar orang mengatakan, anak lahir dari ketiak. Artinya kamu masih suci. Tenang saja. Si busuk Zhao Cuo membohongi aku lagi. Lalu,

Apakah Tuan Bai terhadap dirimu, melakukan… Mana mungkin? Aku ini kolot. Ya, kalau begitu kita harus menjaga baik-baik ketiak kita, menjaga hingga garis akhir. Jaga. Kamu berani menyerang aku diam-diam, Tian Sanqi. Oh ya, aku hampir melupakan satu hal, hal yang sangat penting. Kakakku mengajakmu berbincang di paviliun.

Katanya ada hal yang sangat penting yang ingin disampaikan kepadamu. Hmm, boleh juga, jelaskan baik-baik, supaya masalah tidak berkepanjangan. Ada masalah apa Tuan Muda Pimpinan Kota mencariku? Ya. Ada sebuah cerita yang ingin aku ceritakan kepadamu. Delapan tahun yang lalu, di bawah pohon Sophora tua di Desa Shifang, ada seorang gadis kecil,

Karena ditindas oleh anak-anak lain dari desa itu, dia hanya bisa berteman dengan pohon Sophora tua. Suatu hari dia meminta dewa memberikan dia seorang teman, tak disangka, dewa benar-benar telah mengabulkannya dengan seorang anak lelaki kecil. Kamu… Bagaimana kamu bisa mengetahui cerita ini? Akhirnya di bawah pohon besar itu, anak laki-laki kecil dan gadis kecil

Berjanji akan berteman. Mereka bermain bersama, membuat gaduh bersama, memetik dan memakan buah bersama, menyanyikan lagu bersama, juga menganggap kunang-kunang sebagai kembang api. Anak laki-laki kecil bersumpah, tidak akan membuat gadis kecil ditindas lagi. Kamu… siapa sebenarnya kamu? Kemudian anak laki-laki kecil harus pergi kembali ke tempat asalnya. Sebelum pergi, gadis kecil menangis,

Anak laki-laki kecil memberikan dia sebuah simbol nama yang terbuat dari potongan bambu kecil. di atasnya terukir gambar yang merupakan milik dia. Simbol namamu… Kembalikan kepadamu. Masih ada satu lagi. Sudah delapan tahun, tidak tahu apakah nona masih mengenali. Simbol nama ini… simbol nama milik kakak, mengapa bisa berada padamu? Apakah kamu masih ingat?

Perkataan yang aku ucapkan ketika aku memberikan simbol nama kepadamu? Aku ingat. Aku mengambil potongan bambu dan membuat simbol namaku, sekarang kuberikan kepadamu. Kita telah ditakdirkan untuk menjadi satu, tunggu hingga kamu berumur delapan belas tahun, aku pasti kembali untuk mencarimu. Tunggulah aku. Ya, aku menunggumu. Pohon Sophora tua sebagai saksinya.

Pohon Sophora tua sebagai saksinya. Maaf, ketika itu aku pergi tanpa berpamit, hanya meninggalkan topeng itu, untuk memberitahukan kepadamu bahwa aku masih hidup. Membiarkan dirimu menunggu hingga delapan tahun. Beberapa tahun ini aku tidak bisa pergi mencarimu, hanya bisa berkali-kali kembali ke bawah pohon Sophora tua di dalam mimpi, berbicara denganmu. Sanqi, maaf,

Telah membuatmu menunggu lama. Nyonya. Li Jia! Tuan Muda. Ada apa? Mana Nyonya Muda? Ini… Hamba melihat Nyonya berada di paviliun di taman bunga. Apakah kamu tidak tahu Nyonya muda menderita sakit? Tabib sudah mengatakan agar dia banyak beristirahat, jangan banyak berjalan. Tuan Muda, lebih baik kita jangan pergi dulu, Nyonya Muda bukan seorang diri.

Li Jia, sekarang nyalimu sudah besar, berani mengatakan istriku bukan… Bukan ini. He Zhen? Betul. Tuan Muda, ki… ki… kita tidak boleh pergi. Mereka berdua berada di sana. Sekarang kamu menghalangi aku, mengapa dari awal tidak menghalangi dia? Balik badan! Tuan Muda, dia adalah Tuan Muda Pimpinan Kota, bagaimana aku bisa menghalanginya?

Mengapa kamu tidak berbicara, hanya melihat aku begitu rupa? Apakah kamu masih meragukan perkataanku? Aku… Baiklah, masih ada satu hal lagi, jika kamu bisa berjanji kepadaku, maka aku akan menerimamu. Katakanlah. Apakah boleh, biarkan aku melihat pinggangmu? Apakah yang ingin kamu lihat adalah sebuah tanda lahir? Benar. Ikutlah aku. Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu.

Bukankah kamu memintaku untuk memperlihatkan kepadamu? Aku… Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak. Aku belum mengenal hingga begitu dekat denganmu. Pakailah bajumu. Sanqi, kita memang adalah suami-istri, tidak perlu memperdulikan hal seperti ini. Setelah kamu melihat dengan jelas, maka kamu jangan meragukan perkataanku lagi. Urusan sudah begini, lihatlah yang jelas, berhasil atau gagal tergantung tindakan ini.

Ayo, mari. Kamu, kamu… kamu sudah selesai… belum? Sudah. Sanqi, apakah yang kamu ingin lihat adalah ini? Benar. Inilah tanda lahir kakak. Sanqi, kamu sudah bersedia mengenal aku. Kakak, beberapa tahun ini pergi ke manakah dirimu? Mengapa tidak muncul lebih awal, tetapi justru pada saat ini? Sanqi, aku menjamin,

Lain kali tidak akan membuat dirimu susah lagi. Setelah badanmu sehat, kita segera pulang untuk melangsungkan pernikahan. Aku tahu, begitu lama kita tidak pernah bertemu, tiba-tiba memintamu ikut bersamaku, sulit diterima saat ini. Tidak apa-apa, kita pelan-pelan saja, baiklah? Teh jenis ini harus dalam kondisi paling panas baru bisa mencium aromanya yang paling baik.

Apakah enak diminum? Iya. Ini masih ada kue terbaru dari Rumah Nanxin, cepat cicipi. Aku katakan, bisakkah kalian berdua tidak pamer? Pertimbangkan, perasaan aku yang akan segera menjadi seorang diri, bolehkah? Zhao Cuo, kami bukan pamer, ini adalah reaksi dari naluri seorang pria terhadap orang yang dicintainya. Makan jeruk. Baik. Aku kupaskan sebuah jeruk. Baik.

He Ruoyao, cepat beritahukan kepadaku, sebenarnya kakakmu telah menyembunyikan Sanqi di mana? Aku katakan, Zhao Cuo, kamu ini, tidak sabar… juga percuma, karena aku juga tidak mengetahui, kakakku telah menyembunyikan Sanqi di mana. He Ruoyao. Dia galak kepadaku. Jangan pedulikan dia. Asalkan kamu memberitahu aku, aku akan memanggil semua lelaki tampan

Dari Provinsi Selatan ke sini, terserah kamu mau utus ke mana. Bagaimana? Benarkah? Ehem. Apakah aku adalah orang yang menyukai ketampanan lelaki? Bukan. Aduh, Zhao Cuo, aku sungguh tidak bisa membantumu. Pada awalnya, ketika aku mengetahui status Sanqi, juga ingin menolongnya. Betul, aku juga tidak ingin dia menikah hingga ke ibukota. Tetapi siapa yang mengetahui,

Kakakku ini sungguh aneh, mengatakan berubah langsung berubah. Lagi pula, awalnya aku mengira, kakakku tidak tertarik terhadap Sanqi. Akhirnya siapa yang tahu, dia sekarang datang sendiri ke Provinsi Selatan. Kamu katakan, dia orangnya ini, bisakah aku mengontrolnya? Tidak bisa mengontrolnya. Zhao Cuo, daripada sakit berkepanjangan, lebih baik kamu matikan perasaanmu saja. Aduh, Tuan Muda.

Tuan Muda. Aku katakan, kamu jangan emosi. Katakan. Aku mendengar pelayan mengatakan Nyonya Muda berada di kamar Tuan Muda Pimpinan Kota, sampai sekarang belum keluar. Li Jia. Ah? Ambil golokku. Ah? Akan aku penggal dia, akan aku penggal dia, Tuan Muda, Tuan Muda duduklah. Itu adalah hukuman mati, jangan. Hukuman mati? Apa hubungannya hukuman mati?

Di siang hari dia berani merampas istri orang, aku katakan kepadamu. Jika Sanqi tidak baik-bak, untuk apa aku memiliki nyawa ini? Aduh, Tuan Muda, ternyata kamu mengkhawatirkan hal ini? Kamu tenang saja, aku mengutus pelayan mencuri dengar di sana. Mereka mengatakan sedang berbincang. Berbincang pun tidak boleh. Aku akan memenggal dia sekarang.

Tuan Muda, Tuan Muda, Tuan Muda, jangan menerobos masuk. Di sana semuanya orang yang silatnya tinggi. Silatnya tinggi? Lalu kamu katakan kepadaku harus bagaimana? Menunggu mati? Dengarkanlah aku, saat ini yang lebih kita butuhkan adalah menenangkan diri, jangan nekat. Kita tenangkan diri, kita gunakan akal, tenang. Tenang, cari akal, aku mencari akal. Li Jia,

Apakah aku tampan? Tampan. Apakah aku adalah lelaki tertampan di Provinsi Selatan? Lelaki yang disukai puluhan ribu gadis, dicintai semua orang yang melihat, bunga pun kalau melihat akan mekar. Angin Puyuh Provinsi Selatan. Betul. Hmm, lalu bagaimana dibandingkan dengan He Zhen? Tidak berani berbicara. Betul juga. Kamu takut menyinggung Tuan Muda Pimpinan Kota itu,

Karena aku jauh lebih tampan dari dirinya. Ini… tidak… aku tidak mengatakannya, aku tidak mengakuinya. Sebenarnya kalau berpikir begini, memang kamu menang sedikit daripada Tuan Muda Pimpinan Kota itu. Tidak peduli ujung mata, daun telinga kita harus sedikit jauh lebih tampan dari Tuan Muda Pimpinan Kota. Peperangan Besar Memperebutkan Istri Tuan Muda ini,

Jangan berebut istri dengan Tuan Muda Pimpinan Kota, bisa dipenggal. Wah, kapan pakainya? Huh, kamu, muka adil, He Ruoyao, semuanya tidak bisa diandalkan. Jika memang tidak bisa dengan cara keras, maka harus dengan akal. Baik, semoga Tuan Muda berhasil. Aku kabur dulu. Jangan panik. Karena sudah menjadi pengikutku yang paling setia,

Ada sebuah tugas mulia yang akan kuberikan kepadamu. Wah, dikeluarkan dari mana? Hmm, mulai dari sekarang, sama sekali tidak memperbolehkan He Zhen dan Sanqi, mempunyai waktu berdua. Setiap setengah jam, antarkan buah kepada mereka. Apakah aku boleh menolak? Tidak boleh. Oh. Kamu kentang jelek, mau berebut wanita denganku, kamu masih terlalu hijau.

Apakah kamu masih ingat, ketika itu kita memetik dan memakan buah di atas pohon? Ingat. Tuan Muda Pimpinan Kota, Nyo… Nyonya Muda Pimpinan Kota, aku telah menyiapkan buah, kalian makanlah pelan-pelan. Letakkan di sini. Buah itu aku tidak pernah melihat lagi. Apa namanya, kurma hijau? Kurma hijau, bunyi gigitannya kres kres.

Apakah kamu masih ada urusan? Maaf. Sungguh bagus. Tuan Muda Pimpinan Kota, ini adalah daftar menu hari ini, kita lihat bersama. Tamu mengikuti kemauan tuan, tamu mengikuti kemauan tuan. Maaf. Tuan Muda Pimpinan Kota, menurut kamu siapa yang lebih menarik antara Ibu Ling dan Ahu? Terima kasih. Oh, maaf.

Apakah kamu masih ingat ketika kita masih kecil ketika di Desa Shifang, ketika itu kita… Desa Shifang, ya? Tuan Besar Kecil, adik ipar kedua dari Kepala Desa Shifang, sebelumnya dengan aku… Li Jia, dalam waktu empat jam, aku tidak ingin melihat dirimu lagi. Oh, maaf. Kembali. Ah? Enam jam. Oh, maaf. Apa yang kamu katakan?

Mereka berdua di dalam kamar sedang berbincang mengenang masa kecil, gerakannya mesra, dan sangat bahagia? Tidak salah. Tidak benar. Mereka berdua tidak seharusnya mempunyai kenangan bersama semasa kecil. Li Jia selidiki lagi. Tuan Muda, sudah tidak bisa menyelidiki lagi, Tuan Muda Pimpinan Kota telah mengatakan, dalam waktu enam jam tidak ingin melihat aku lagi.

Kamu tidak mau pergi? Aku pergi sendiri. Tidak boleh pergi ke mana pun juga! Aku umumkan, rencana peperangan besar memperebutkan istri harus dihentikan. Li Jia, kamu si pengkhianat. Hal begini saja kamu laporkan kepada Tuan? Untuk apa kamu menendang Li Jia? Dia berbaik hati. Hei, Ayah, ketika itu kamu yang memaksa aku menikahi Sanqi.

Itu adalah menantumu sendiri, sekarang direlakan kepada orang lain? Ketika itu aku tidak mengetahui status Sanqi, sekarang sudah mengetahuinya. Kalau kamu berebut istri dengan Tuan Muda Pimpinan Kota, akan dipenggal. Anakku, Ayah ini sungguh sulit, umur hampir seratus, tapi mendekati puber kedua, aku ingin bersama Ling-ku melewati masa tua yang tenang dan bahagia.

Apakah kamu ingin menghancurkan kehidupan masa tua Ayahmu sendiri? Apakah kamu akan menghancurkan kebahagiaanku yang masih muda ini? Tuan Muda, Tuan Muda, dunia ini aroma bunga berpuluh-puluh ribu, untuk apa kamu hanya merindukan setangkai bunga ini? Ketika itu kalian memaksaku menikahinya, sekarang mengatakan kepadaku bahwa bunga ada di mana-mana, apakah kalian kerasukan setan? Bukan,

Cinta sejati mungkin tidak hanya sekali saja, betul tidak? Masih ada yang kedua. Lihatlah Provinsi Selatan begitu banyak bunga segar, puluhan ribu. Andai kamu jatuh cinta lagi kepada bunga terompet [Petunia], bunga menarik kerbau [Morning Glory], bunga ekor anjing apa itu. Kalian yang bunga terompet! Aku hanya mau dia, aku akan ke sana sekarang.

Tidak usah mengatakan apa pun juga, kamu berdiam di sini dengan tenang, jangan pergi ke mana pun juga, terutama tidak boleh mengganggu Tuan Muda Pimpinan Kota dan Sanqi. Ah, Li Jia. Diam di sini. Betul, betul, betul. Aku tidak peduli, aduh. Aku katakan kepadamu, awasi Tuan Muda. Jika dia bersitegang dengan Tuan Muda Pimpinan Kota

Karena Sanqi, maka habislah sudah. Itu adalah Tuan Muda Pimpinan Kota, membuat dia marah, maka kita sekeluarga akan dipenggal. Paham tidak? Tetapi Tuan, apakah Anda merasa Tuan Muda bisa diawasi? Ini… memang agak sulit, tetapi… tergantung orang. Kami mempercayai dirimu, kami mengandalkan dirimu. Lebih baik kalian jangan mempercayai aku. Ya, ya, ya.

Tetapi seluruh pikiran Tuan Muda sekarang ini tertuju untuk merebut Nyonya. Atau begini saja, kita mengemas barang dan melarikan diri. Melarikan diri apa ya, sanggupkah lari keluar dari kota Taoyuan? Oh, Betul, aku bertanya kepadamu, sejak Cuo memperistri… Phui, phui, phui, sejak bertemu dengan Sanqi,

Apakah dia sudah jarang pergi ke rumah bordil dan kedai arak? Sepertinya begitu. Aduh, jika tidak sanggup dijaga, lebih baik biarkan dia pergi main. Kamu ini, lanjutkan, bawa Cuo pergi bermain ke tempat perjudian dan rumah bordil. Bertemu lagi dengan teman-teman berandal yang dulu, pasti akan bisa melupakan Sanqi. Tuan hebat. Tetapi harus… Ayo.

Tunggu sebentar, tunggu sebentar, sudah cukup, ah. Baik, baik, baik. Cepat pergi, cepat pergi, cepatlah pergi. Mengandalkan kamu. Sempurna. Apa maksudnya ini? Biaya kegiatan yang diberikan oleh Tuan. Betul, biaya untuk melakukan kegiatan. Mulut mengatakan tidak memperboleh aku pergi, ini malah memberikan uang untuk mendukung aku. Betul tidak, ayo kita pergi.

Tuan telah mengatakan, Tuan Muda ini sudah lama tidak pergi ke rumah bordil dan tempat perjudian di Provinsi Selatan, mereka sudah menjadi sepi. Demi perkembangan ekonomi Provinsi Selatan, sengaja meminta aku membawa Anda pergi ke sana. Keliling sebentar untuk memeriksa ke rumah bordil dan tempat perjudian di Provinsi Selatan, bangkitkan semangat orang-orang, bangkitkan biaya pengeluaran.

Aku lihat, kamu yang ingin pergi, ambil uangnya, pergi sendiri! Tuan Muda, pergilah. Anda tenang saja, kali ini bukan Tuan Besar yang telah memasang perangkap, tidak akan ada yang menghalangimu. Tuan Muda, pergilah. Sudah kukatakan tidak mau pergi. Pergi. Pergilah. Baik. Kalian bukan gerombolan orang baik, ada dana, ada rencana.

Sungguh bagus, akhirnya tidak perlu minum obat lagi. Beberapa hari ini terluka, tidak bisa lari dan tidak bisa loncat, aku sudah sangat bosan. Masih harus hati-hati. Walau tabib mengatakan, kamu sudah sembuh, tetapi harus menjaga kesehatan. Aduh, tidak mengapa, aku bukanlah nona besar yang lemah tubuhnya, tidak begitu lemah. Bagaimana? Sekarang badanmu sudah sehat,

Apakah sudah kamu pikirkan, kapan akan ikut bersamaku kembali ke ibukota? Ah? Ayah sakit parah, aku tidak bisa tinggal terlalu lama di Provinsi Selatan. Jika kamu masih belum mempertimbangkannya, aku akan pulang sendiri dulu. Hanya… Asalkan kamu pulang. Aku akan menunggu hingga hari perjumpaan kembali denganmu, sungguh telah menunggu terlalu lama,

Aku tidak ingin terulang lagi. Se… sebab itu… Apa yang sebenarnya terjadi delapan tahun yang lalu? Mengapa kamu tiba-tiba pergi? Sejak kecil, aku telah dikirim keluar rumah untuk menghindari perang, mengikuti Jenderal Besar yang mengantar aku, berkelana. Demi menyembunyikan statusku agar tidak diketahui orang. Sebelum berumur sepuluh tahun, aku saja tidak mengetahui siapa diriku sebenarnya.

Ternyata kamu terus bersembunyi dari incaran pembunuhan oleh musuhmu? Betul. Jenderal mengatakan kepadaku, orang-orang di dunia ini ingin membunuhku. Tugasku adalah menjaga diri baik-baik agar tidak terbunuh. Sebenarnya, aku tidak takut mati, aku lebih takut hidup. Mengapa? Kamu tahu, perasaaan hanya ada kamu seorang diri di dunia ini? Sejak kecil aku harus bersembunyi ke mana-mana,

Tidak boleh berhubungan dengan siapa pun. Seorang teman pun aku tidak punya. Tidak boleh menangis, tidak boleh tertawa. Kakak, ternyata aku tidak mengetahui kamu mempunyai masa lalu seperti ini. Semua orang merasa, Tuan Muda Pimpinan Kota di bawah pimpinan satu orang, di atas puluhan ribu orang, tak terhingga kemuliaannya. Tetapi mereka tidak mengetahui

Seumur hidup aku tidak pernah mengetahui apa yang dimaksudkan dengan menetap. Sanqi, waktu-waktu yang dilalui bersamamu adalah hari yang paling membahagiakan diriku. Aku tidak ingin berpisah denganmu. Ikutlah aku, maukah? Suatu hari, aku harus pulang kembali ke tempat asalku. Tidak mengapa, kamu masih mempunyai Sanqi, aku akan menemanimu terus. Jangan sampai terlihat orang lain.

Telah bertukar simbol nama. Kita akan bersama seumur hidup. Kamu bersedia pulang bersamaku? Iya.