I’ve Fallen for You | EP14【INDO SUB】 Dua Kekasih| iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] I’ve Fallen for You Episode 14 Tuan Muda Bai. Tuan Muda Bai. Tuan Muda Bai sedang apa? – Ya. – Betul. Kami pergi dulu. Tuan Muda He. Tuan Muda Bai. Kamu bengong disana sedang apa? Oh, sedang menunggu aku. Saya bukan, saya tidak, Anda jangan sembarangan bicara.

Kalau begitu kamu sedang menunggu siapa? Saya sedang menunggu… matahari terbenam Matahari terbenam sangatlah indah, tetapi senja segera tiba. Matahari terbenam dan permukaan air menjadi satu, langit di musim gugur dipenuhi warna-warna yang indah. Matahari terbenam… Baik, kamu tunggulah matahari terbenam. Aku pergi dulu. Ah, Tuan Muda He. Kenapa? Saya ingin bertanya, Anda akhir-akhir ini

Pergi ke mana saja? Kenapa semalaman tidak kembali ke rumah? Aku tentu saja pergi menginspeksi Kompleks Utara. Aku tentu saja pergi menginspeksi Kompleks Utara. Kamu pikir aku pergi bermain? Kalau begitu Anda sebaiknya juga membawa saya sekalian. Anda pikir baik-baik, Anda ini seorang pria lemah, jika di luar sana bertemu perampok,

Melihat orang yang begitu cantik, mereka akan berpikir untuk berbuat jahat pada Anda. Bagaimana cara Anda menanganinya? Bai si Ayam Rebus, kamu sedang bicara sembarangan apa? Aku seorang laki-laki, takut apa? Jangan cerewet. Cerewet? Saya siang dan malam mengkhawatirkan keselamatan Anda, tidakkah Anda jugamengkhawatirkan keselamatan sa… kami seluruh anggota keluarga Kediaman Bai dan Nona Sanqi?

Ini… saya ada urusan, saya pamit dulu. ♫ Jantung berdebar-debar ♫ Sakitmu baru saja sembuh, tapi tidak mau banyak istirahat dulu. Kamu benar-benar seperti anak kecil saja. Aku bukanlah anak kecil lagi. Baik, kalau begitu permen ini kusimpan lagi. Kalau kamu merasa obatnya pahit, jangan mencari aku meminta permen. Xuewei. Ya.

Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu. Baik. Kamu lihat, setiap tahun sejak kepergianmu, aku selalu mengukir satu guratan di pohon. Ini sudah berlangsung selama delapan tahun lamanya. Aku tahu kamu selalu menungguku selama ini. Bahkan khawatir aku tidak akan kembali lagi. Tetapi, aku sekarang berdiri baik-baik di hadapanmu. Aku jamin,

Mulai saat ini tiap menit, tiap detiknya, tidak akan berpisah denganmu lagi. Sudah delapan tahun. Kita sudah tidak bisa kembali ke masa lalu lagi. Kamu sedang bicara hal bodoh apa? Sekarang kita berdiri di bawah pohon ini, semuanya sama persis dengan dulu. Aku sudah kembali, semuanya kembali lagi seperti dahulu. Ya.

Aku juga pernah berpikir begitu. Asalkan kamu kembali, kita akan dapat kembali lagi seperti dulu. Tetapi sekarang muncul hal tidak terduga dalam hidupku, merusak semua rencanaku. Aku benar-benar tidak bisa kembali ke masa lalu lagi. Hal tidak terduga yang kamu maksud, adalah He Jinxin bukan? Maafkan aku. Kamu tahu dengan jelas,

Ia menikah denganmu hanyalah karena sebuah kecelakaan. Ia kebetulan muncul pada saat kamu membutuhkan aku menemanimu saja. Sekarang ia telah pergi. Tidak ada halangan lagi antara kita berdua. Betul. Aku pikir asalkan si pembawa sial ini pergi, kita bisa kembali lagi seperti dahulu. Tapi setelah aku benar-benar mengusirnya, aku lalu merasa tidak nyaman.

Aku benar-benar ingin ia selalu ada di sisiku. Xuewei, aku tidak ingin membohongi diri sendiri lagi. Kita benar-benar tidak bisa kembali ke masa lalu. Tidak, tidak benar. Pandang aku! Kamu sekarang hanya merasa bingung. Kita masih bisa kembali seperti dahulu lagi. Kita masih bisa mencari kembali perasaan kita berdua seperti dahulu lagi.

Semuanya masih belum terlambat. Aku sudah jatuh cinta padanya. Kamu jatuh cinta padanya? Sungguh menggelikan. Zhao Cuo, buka matamu lebar-lebar, lihat yang jelas. He Jinxin punya keunggulan apa dibandingkan denganku? Bagaimana mungkin aku bisa kalah dari anak liar itu? Aku beri kesempatan terakhir kali untukmu. Siapa sebenarnya yang kamu pilih?

Betul, apa yang kamu katakan itu betul. Gadis seperti dia, di luaran sana banyak sekali. Pemarah dan keras kepala, tidak mau mendengarkan siapa pun. Tidak lembut, tidak perhatian. Tidak sedikit pun memiliki sifat seperti anak gadis. Aku juga berpikir bahwa mungkin aku sudah gila. Tapi mau bagaimana? Ini adalah dia. Jika dia tidak seperti itu,

Mungkin aku juga tidak akan menyukainya. Apakah kamu tahu, gadis yang kamu sukai ini, sekarang selalu bersama dengan Bai Yifei sepanjang hari? Di sisinya masih ada Tuan Muda He. Tanyakan lagi pada dirimu, apakah dia mencintaimu? Tidak apa-apa. Aku harus berusaha lebih giat lagi. Ia pasti akan menyukaiku. Ia bahkan tak perduli nyawamu,

Ia tak akan kembali ke sisimu lagi. Kalau begitu aku akan menebalkan muka lagi. Tak peduli bagaimanapun, meskipun harus memanggulnya, aku juga akan panggul ia kembali. Zhao Cuo, kamu harus berpikir baik-baik. Apa yang telah kuyakini, seumur hidup tak akan berubah. Benar-benar gila cinta. Jadi kamu telah bersalah padaku. Bagaimana kamu akan menebusnya? Aku tahu.

Kamu pergi ke Chisang mempelajari ilmu pengobatan selama delapan tahun demi aku. Hal ini aku tidak sanggup membayarnya padamu. Oleh karena itu, satu guratan pisau untuk menebus satu tahun. Hutangmu padaku. Bukan. Hutang kalian padaku, selamanya tidak bisa dilunasi. Wah, bukankah kamu menjalani hidup bahagia di Kediaman Zhao? Kenapa hari ini bisa ingat

Untuk menanyakan tentang kantong sutra? Batas waktu 30 hari telah tiba. Aku harus menepati janji untuk mencarimu. Tetapi, kantong sutra ini maksudnya apa? Kalau begitu akan kuberi tahu sejujurnya. Waktu itu kupikir Zhao Cuo menderita penyakit yang tak dapat disembuhkan. Hanya memiliki sisa umur satu bulan saja. Juga tidak tahu apakah ini betul atau bohong.

Oleh karena itu aku memintamu untuk menggantikanku menikah dengannya. Satu bulan kemudian, kamu pura-pura mati. Tidak ada lagi He Jinxin di dunia ini. Tetapi hal yang tidak kuduga adalah, Zhao Cuo ini bukan hanya tidak memiliki penyakit, tapi juga sangat tampan tidak terkira. Aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya. Oleh karena itu…

Oleh karena itu bagaimana? Oleh karena itu, harus tetap berjalan sesuai dengan rencana awal. Kamu makan dulu pil obat ini, kemudian pura-pura mati. Lalu, aku akan berkata kamu telah menculikku, dan mengancam orang tuaku. Ingin masuk ke Kediaman Zhao menggantikanku. Lalu, rahasia terbongkar keluar, diketahui orang-orang. Kamu kemudian bunuh diri. Dengan begini,

Aku kemudian bisa terang-terangan menikah masuk ke Kediaman Zhao dengan status sebagai He Jinxin yang sebenarnya. Mengejar kembali calon suami idamanku. Kamu! Aku menggantikanmu menikah dengannya, kamu malah menjebakku. Tidak hanya begitu saja, kamu juga harus mati di Kediaman Zhao. Kamu harus membiarkan Zhao Cuo menyaksikan dengan kedua matanya sendiri, agar putus harapan terhadapmu..

Dasar kamu penipu besar, aku tidak mau! Kamu tidak mau? Tidak! Ah… kamu yakin tidak mau pikir-pikir lagi, Nyonya Muda Pimpinan Kota? Kamu… apa yang kamu katakan? Kamu jangan pura-pura lagi. Hari itu aku melihatmu mengenakan baju pengantin yang indah sekali, bersembunyi di dalam kediamanku. Kebetulan di hari yang sama, Nyonya Muda Pimpinan Kota menghilang.

Kamu sendiri juga berkata, kamu adalah orang desa Shifang. Di dunia ini, apa ada kebetulan seperti ini? Kulihat Nona berpakaian begitu indah. Kuduga Nona pastilah menikah dengan orang keluarga besar. Ya, betul, menikah dengan orang dari keluarga yang lumayan besar. Kalau begitu kenapa harus melarikan diri? Aku… ah..

Pokoknya ini adalah hal yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kudengar logat Nona juga tidak seperti logat orang daerah sini. Apakah Nona berasal dari jauh? Ya. Aku datang dari desa Shifang. Mau menikah dengan orang dari ibukota. Ibukota. Oh. Ah, Nyonya Muda Pimpinan Kota, Aku memegang rahasiamu ini, hanyalah demi hari ini.

Melarikan diri dari perkawinan adalah kejahatan dengan hukuman mati. Mau benar-benar mati atau pura-pura mati? Pikir sendiri dengan jelas. Begini juga bagus. Kalau pura-pura mati, bisa mengembalikan kembali ke titik awal lagi. Ada apa denganku ini? Kenapa aku begitu gila? Tidak. Aku tidak mungkin menyukainya. Tenang… Tenang… Siapa itu? Bai si Ayam Rebus, buka pintu.

Ah… Ada apa? Bai si Ayam Rebus, cepat buka pintu! Tidak. Kamu jangan ganggu aku lagi, mengacaukan hatiku. Ah, kamu bilang apa? Oh, saya bilang, Tuan Muda He ada urusan apa? Katakan saja langsung. Besok di tepi sungai, ada rahasia yang ingin kuberitahukan padamu. Rahasia? Jangan-jangan ia juga suka laki-laki? Oh, Langit… Jodoh yang buruk.

Tuan Muda. Tuan Muda. Istri Tuan Muda sudah kembali. Tuan Muda. Tuan Muda, apa kabar. Jinxin. Sudah beberapa hari tidak bertemu. Apa sakitmu sudah baik? Sudah baik. Melihatmu, aku semuanya baik. Kenapa kamu ke.. kembali lagi? Memangnya kenapa aku tidak kembali lagi? Betul, betul…. Duduklah, duduk, duduk. Apakah kamu sudah makan?

Apakah kamu haus? Apakah kamu lapar? Aku tuangkan sedikit air untukmu. Kali ini aku kembali, adalah untuk mengucapkan perpisahan denganmu. Aku akan meninggalkan Provinsi Selatan. Perpisahan ini, mungkin selamanya kita tidak akan bertemu lagi. Aku tidak setuju. Kamu sudah kembali, tidak boleh pergi lagi. Pokoknya, aku akan meninggalkan tempat ini selamanya. Meninggalkan Provinsi Selatan.

Kamu harus menjaga diri baik-baik, jangan membuat Tuan marah lagi. Dan juga Xuewei. Kamu jangan menyebut orang lain. Kamu sudah kembali, aku tidak akan membiarkanmu pergi. Zhao Cuo. Aku tidak salah. Aku selalu betul. Kamu sudah kembali, jangan berpikir untuk pergi lagi. Aku tidak peduli. Dengarkan aku. Aku tidak mau dengar perkataanmu.

Apakah kamu tidak bisa tinggal di sini? Aku… aku mulai sekarang tidak akan menindasmu lagi. Dan juga, kamu pernah berjanji padaku, akan menjadi istriku. Kamu harus menepati janjimu. Betul bukan? Ada lagi, sekarang sekujur tubuhku terasa tidak enak. Kamu juga telah berjanji pada Dewa Kecil. Kamu kalau jadi orang harus menepati janji kan.

Baik, aku tahu. Kamu tidak akan pergi? Saya tidak akan pergi. Betul? Baiklah. Aku akan terus disini. Tidak akan pergi ke mana-mana. Aku merasa sedikit lelah. Aku ingin istirahat sebentar. Baik. Istirahat. Istirahat, istirahat, istirahat…. Mari, mari,beristirahatlah. Sanqi. He Jinxin. Apa Jinxin masih ada disitu? Ah… Matahari sudah terbit lama sekali,

KKamu masih belum mau bangun juga? Cuaca hari ini cukup baik. Apakah kamu mau pergi berkencan denganku? Zhao Cuo, saat kamu membaca surat ini, aku seharusnya sudah meninggalkan dunia ini selamanya. Aku pernah berkata padamu, menjadi istri orang haruslah menepati janji. Asalkan aku adalah istrimu sehari saja, aku pasti akan menolongmu. Menjadi istri orang,

Yang paling penting adalah menepati janji. Percayalah padaku. Tetapi, kali ini, aku justru tidak bisa menepati janji. Maafkan aku. Sebenarnya aku telah membohongimu. Namakubukan He Jinxin. Aku telah mencuri identitasnya dan menikah denganmu. Kakak Dewa, akhirnya aku menemukanmu. Tetapi, kali ini anggap saja kita sudah impas. Karena sejak hari pertama kita bertemu,

Kamu selalu menggangguku dengan berbagai macam cara. Kamu bilang aku buruk rupa. Memiliki penampilan sejelek ini, kepala gemuk, telinga besar, perut juga besar. Kamu membohongi aku untuk membakar api. Dan juga selalu galak padaku. Aku bisa membiarkanmu mengikuti di belakangku. Aku menyuruhmu berjalan ke timur, kamu tidak boleh berjalan ke barat.

Karena aku orang yang pemaaf, baru bisa berteman denganmu. Sebenarnya, kamu adalah orang baik. Zhao Cuo. Tolong kamu jangan jadi orang yang semena-mena lagi. Apa kalian belum makan? Kalian sekumpulan sampah! Jangan pukul lagi, jangan pukul lagi. Sekarang aku akhirnya akan pergi. Mohon jangan menyalahkanku. Jika masih bisa ada kesempatan sekali lagi,

Aku sangat berharap bisa menggunakan identitasku sebagai Tian Sanqi untuk mengenalmu. [Guratan pena terakhir Tian Sanqi.] Bangunlah, Sanqi, Sanqi…. Cepat bangun. Bangunlah, Sanqi. Sanqi, kamu bilang kamu akan pergi. Bukan pergi seperti ini, kan? Sanqi. Sanqi. Bukannya kamu sangat ahli membohongiku? Ayo, bohongi aku. Bohongi aku seumur hidupku. Aku mohon kamu jangan tinggalkan aku. Betul.

Mulai saat ini, aku akan mengikutimu tanpa tahu malu. Aku akan mengejarmu tanpa tahu malu, sampai kamu mau menjadi istriku. Sanqi. Nanti jika di luar, aku akan mengikuti di belakangmu, ya? Kamu menyuruh aku berjalan ke timur, aku tidak akan berjalan ke barat. Kamu ingin aku berbuat apa pun boleh, asalkan kamu sekarang sadar kembali.

Boleh kan, Sanqi? Boleh kan? Aku sudah berbuat salah. Aku mohon padamu, cepatlah sadar kembali. Kumohon. Aku yang salah. Aku perintahkan kamu sadar kembali! Sanqi. Baguslah! Sudah sadar, sudah sadar. Baguslah. Kenapa kamu menangis? Tambah satu syarat lagi, jadi suamiku hanya boleh tertawa bodoh. Baik. Tidak boleh menangis. Baik, baik. Kamu mau aku bagaimana,

Apa pun juga boleh. Asalkan kamu tidak meninggalkan aku. Syukurlah kamu sudah sadar kembali. Benar-benar membuatku takut. Apa… apa bisa jangan terlalu erat? Biarkan aku bernafas dulu. Baik, baik, baik. Kamu masih berani tertawa. Kamu tahu kamu sudah membuatku takut. Hei. Kenapa kamu sudah berubah sikap lagi? Janji yang tadi kamu katakan,

Aku bisa hafalkan semuanya. Kalau kamu kusuruh berjalan ke timur… Baik, baik, baik. Asalkan kamu tidak pergi, kamu mau aku berjanji apa punboleh. Lain kali, jangan membuatku takut lagi. Bagaimana kamu tahu aku adalah Tian Sanqi? Saat itu kamu diculik oleh para perampok, perkataan yang kamu ucapkan pada si perampok, aku tahu semuanya. Dan juga,

Masalahmu dengan He Jinxin, aku juga tahu semuanya. Kalau begitu kenapa kamu tidak membongkarnya? Memangnya aku bodoh? Kalau kubongkar, bukankah malah memberimu alasan untuk meninggalkanku? Aku tak sebodoh itu. Jadi, hari ini sebenarnya ada masalah apa? Soal pura-pura mati ini adalah perjanjianku dengan He Jinxin. Setelah satu bulan, aku akan bertukar identitas dengannya.

Licik juga dia. Kalau begitu, kenapa kamu menyetujuinya? Kuceritakan sebuah cerita mengenai Kakak Dewa padamu. Baik. Dupa ini kenapa lama sekali terbakarnya. Tian Sanqi, kamu tunggu aku! Tunggu dupa terbakar habis, aku pergi mengambil mayatmu. Sangat mengharukan. Melakukan begitu banyak hal, semuanya demi Kakak Dewa di masa lalu. Berani-beraninya menyebut pria lain di hadapanku.

Masih begitu tegas dan terang-terangan. Hei… Setiap hal harus mempertimbangkan siapa yang datang duluan dan siapa yang belakangan. Bisa tidak? Aku sudah bertemu dengannya sejak umur sepuluh tahun. Aku tidak perduli. Siapa suruh dia mengisi posisi tapi tidak berbuat apa-apa. Seperti jongkok di kamar kecil tapi tidak buang air saja.

Walau kalian sudah dijodohkan sejak sebelum lahir pun, aku tetap tidak terima. Hei, Zhao Cuo! Siapa yang kamu ibaratkan seperti kamar kecil? Coba bilang sekali lagi! Baik, baik, baik. Sudahlah. Kalau begitu aku bertanya satu hal padamu. Jika sekarang dia muncul, kamu mau bagaimana? Aku… Kuberi tahu ya, kamu hanya milikku seorang. Tian Sanqi!

Kamu kenapa masih belum mati? Aku beritahu kamu. Meskipun kamu mati, ia juga tidak akan mati. Tuan Muda. Tuan Muda, Anda jangan mau dibohongi olehnya. Hari ini saya akan memberi tahu Anda hal yang sebenarnya. Saya… saya adalah He Jinxin yang sebenarnya. Dia adalah He Jinxin palsu. Kamu.. ikut denganku ke pengadilan!

Kamu adalah He Jinxin? Betul. Dia adalah Tian Sanqi? Betul. Kamu berani memberi obat pada istriku? Aku dari dulu sudah ingin memukulmu. Berani-beraninya kamu datang ke Kediaman Zhao! Aku Zhao Cuo tidak memukul wanita. Pergi kamu! Tuan Muda, apakah Anda tahu identitas aslinya? Saya sarankan Anda jangan mencari masalah. Aku Zhao Cuo sendiri adalah masalah.

Aku tahu identitas aslinya. Ia adalah istriku. Siapa yang berani membuatnya tidak senang, orang itu cari mati. Tian Sanqi. Kamu tunggu saja! Pergi! Kenapa kamu tidak menjaga pintu dengan baik! Kamu tidak apa-apa? Baguslah kalau tidak apa-apa. Mari kita lanjutkan lagi. Pergi, pergi, pergi! Ada bagusnya juga kalau tidak datang. Tuan Muda Bai.

Nona, Anda adalah…? Kenapa, aku hanya mengganti baju saja kamu sudah tidak mengenaliku? Hah? Tuan Muda He? Anda adalah seorang wanita? Bukankah kamu dulu pernah bertanya padaku, apakah gadis-gadis Kota Taoyuan memiliki kebiasaan menyamar menjadi laki-laki? Sekarang menurutmu bagaimana? Bagus sekali. Baguslah kalau wanita. Baguslah kalau wanita.

Kenapa Tuan Muda Bai melihat aku adalah seorang wanita, malah bereaksi seperti itu? Apakah kamu lebih menyukai aku yang dulu berpakaian seperti laki-laki? Jangan sembarangan bicara. Aku adalah laki-laki yang normal. Bagaimana mungkin penyuka sesama jenis. Ternyata kamu mengkhawatirkan hal ini. Anda ini… Tuan Muda He, tidak hanya membohongi saya, bahkan mengejek saya.

Ayo, apa yang bisa kamu perbuat padaku? Aduh. Ayah. Aduh. Baguslah kamu sudah pulang. Baguslah kamu sudah pulang. Baguslah kamu sudah pulang. Baguslah kamu sudah pulang. Saya juga sudah pulang Aih, kamu membawanya pulang, ini hasil kerja kerasmu. Kami juga sudah pulang. Eh, siapa kamu? Anda sudah tidak mengenali Petugas ini lagi? Betul.

Ia adalah Tuan Muda He. Oh, bukan, ini adalah Nona He. Tuan… Tuan Muda He… adalah seorang wanita? Wanita ydengan perawakan sebesar ini? Ini namanya orang pintar, tahu! Lapor Tuan Muda Pimpinan, Di luar ada seorang wanita yang memaksa untuk bertemu dengan Anda. Ia bilang ada hal yang sangat mendesak yang ingin ia laporkan.

Aku sekarang sedang sibuk. Tidak ada waktu untuk bertemu dengannya. Tetapi ia bilang… ia bilang ada kabar mengenai Nyonya Muda Pimpinan Kota. Bawa ia masuk. Baik. Hamba He Jinxin, datang menghadap Tuan Muda Pimpinan Kota. Berdirilah. Dengar-dengar, kamu memiliki kabar mengenai Nyonya Muda? Betul. Nyonya Muda Pimpinan Kota sekarang berada di Provinsi Selatan.

Ia tidak saja melarikan diri dari pernikahan, tapi juga berencana merebut suami hamba. Mohon Tuan Muda Pimpinan Kota membantu hamba. Berdiri dan bicaralah. Tuan Muda Pimpinan Kota , jika Anda tidak membantu hamba, hamba tidak akan berdiri. Kamu memiliki bukti apa bahwa ia adalah Nyonya Muda Pimpinan Kota? Ini adalah simbol nama Nyonya Muda.

Mohon Tuan Muda. Tuan Muda Pimpinan Kota. Tuan Muda, simbol nama ini, memang benar sesuai dengan simbol nama Nyonya Muda yang diserahkan oleh pihak Provinsi Selatan. Kamu jelaskan padaku secara terperinci. Bagaimana Nyonya Muda Pimpinan Kota ini merebut suamimu? Baik. Apa ini? Ini adalah simbol namaku. Bukankah kamu selalu ingin memilikinya? Sekarang identitasmu sudah kembali,

Juga telah menjadi istri Zhao Cuo. Sudah seharusnya ini diserahkan padamu. Ternyata aku memang salah, simbol nama ini bukan milik Kakak. Kamu bilang Nyonya Muda Pimpinan Kota ini adalah Tian Sanqi, yang dilahirkan di Yizhuang, Desa Shifang? Betul. Kenapa aku tidak tahu hal ini? Lapor Tuan Muda Pimpinan,

Selama ini Anda tidak terlalu aktif dalam urusan pernikahan ini. Nyonya Muda ini adalah jodoh yang dipilihkan oleh Tuan Pimpinan Kota bagi Anda. Bahkan beliau sudah memberikan hadiah pertunangan. Tetapi, Anda tidak pernah bertanya lebih lanjut. Jadi maksudnya, kamu mengetahui hal ini? Benar. Oh iya, pada saat melarikan diri, bukankah ia meninggalkan sepucuk surat buatku?

Benar. Cepat ambilkan surat itu kemari. Tuan Muda Pimpinan Kota yang terhormat, walau belum pernah bertemu muka dengan Anda, tetapi saya sudah melarikan diri dari janji pernikahan. Saya benar-benar minta maaf. Ketika saya berusia 10 tahun, saya hidup di kampung halaman saya, Desa Shifang. Di bawah sebatang pohon Sophora tua di tepi sungai,

Saya pernah bertukar simbol nama dengan orang lain. Saya adalah orang yang sudah memiliki janji pernikahan. Oleh karena itu saya tidak dapat menikah dengan Anda. Semoga Anda dapat memilih pasangan lain yang lebih baik. Tian Sanqi. Pohon Sophora Japonica tua. Rupanya kamu. Siapkan kereta kuda. Aku akan pergi ke Provinsi Selatan sendiri. Baik. Nak,

Aduh, Nak, kamu jangan menyulam lagi. Zhenzhu memberitahu aku, katanya He Jinxin telah pergi ke ibukota. Entah untuk apa dia ke sana. Kupikir pasti pergi mencari Tuan Muda Pimpinan Kota. Memberitahukan kabar keberadaanku di Provinsi Selatan kepadanya. Kalau begitu, carilah tempat untuk bersembunyi sementara. Tidak mungkin bersembunyi selamanya bukan? Harus mencari cara pemecahannya.

Ada cara apa? Tidak ada. Hadapi saja langkah demi langkah sesuai keadaan. Tetapi tak peduli bagaimanapun juga, aku tidak boleh melibatkan Zhao Cuo. Tuan Muda, Nona He. Tuan Muda, apa kabar. Ada urusan apa? Nona He, ada surat untuk Anda. Pergilah. Hal apa yang membuatmu begitu senang? Kakakku bilang, beberapa hari lagi,

Ia akan datang dari ibukota untuk melihatku. Kakak Anda di ibukota? Apa pekerjaannya? Kakakku adalah seorang pejabat besar. Bai Yifei. Nanti setelah kakakku datang, aku mau memintanya mengizinkan aku menikah denganmu. Ekspresimu ini apa maksudnya? Kamu tidak mau? Aku sebagai seorang gadis sudah berkata akan menikah denganmu, kamu tidak membalas sepatah kata pun, apa maksudnya?

Kalau kamu tidak menjawab, maka aku akan pergi saja. Eh… aku rela. Asalkan adalah kamu, tidak peduli apakah di kehidupan ini, atau di kehidupan yang akan datang. Aku rela. Sebal! Aku mau memberitahu Sanqi tentang hal ini. Sampai jumpa. Dipikir-pikir bagaimanapun, tidak disangka aku bisa jatuh cinta pada Zhao Cuo. Jika nanti Kakak muncul kembali,

Apa yang harus kulakukan? Sekarang juga masih ada Tuan Muda Pimpinan Kota. Aku harus mencari Ruoyao untuk bicara dengan jelas dulu. Aku baru saja mau mencarimu. Ada hal yang ingin kusampaikan padamu. Kenapa? Ternyata masih ada hal seperti ini. Jadi demi janjimu dengan Sang Kakak itu,

Kamu memilih melarikan diri dari janji pernikahan dengan Tuan Muda Pimpinan Kota. Lalu tanpa sengaja malah bertemu dengan Zhao Cuo, dan juga Bai Yifei. Iya betul. Tetapi untungnya sekarang, sudah menyisihkan Tuan Muda Bai. Aku yakin ia bukanlah Kakak yang kucari. Tetapi aku sekarang sangat bingung. Jika nantinya, Kakak yang sebenarnya muncul, aku harus bagaimana?

Ah.. apa yang harus kamu khawatirkan? Pertama, apakah kamu yakin, si Kakakmu itu masih hidup? Ia bertahun-tahun tidak pernah muncul. Bisa jadi, ia sudah menikah dan punya anak di Kota Taoyuan. Bagaimanapun, kalian tidak pernah bertemu selama bertahun-tahun. Meskipun kamu selalu memikirkan dia, tapi belum tentu dia juga memikirkanmu.

Lagipula hal ini sudah berlalu 8 tahun lamanya. Bisa jadi… bisa jadi ia bahkan sudah melupakan hal ini. Kamu berkata seperti itu, rasanya masuk akal juga. Betul. Oleh karena itu, jika cinta sejatimu adalah Zhao Cuo… Ssstt… Jika kamu benar-benar mencintainya… maka kamu jangan melepaskan Zhao Cuo lagi! Tian Sanqi! Eh, aku berkata serius.

Kalau ragu-ragu terus, malah nanti melewatkan kebahagianmu sendiri. Mengenai masalah dengan kakakku, tenang saja, aku akan membantumu memperjuangkannya. Benarkah? Tetapi ia tetaplah seorang Tuan Muda Pimpinan Kota. Tidak apa-apa. Meskipun ia adalah Tuan Muda, tapi selama ini ia selalu pengertian dan mau memahami orang. Apalagi, bukankah di sini masih ada aku, adik perempuannya ini?

Ia selalu memanjakanku. Ia pasti akan menyetujuinya. Semoga begitu. Oh ya, Ada hal lain apa yang ingin kamu beritahukan padaku? Sebenarnya ini juga ada hubungannya denganmu. Yaitu… Kakakku, ia… akan datang ke Provinsi Selatan. Tampaknya Zhao Cuo dan Bai Yifei bukanlah sasaran kita. Kalian terus ikuti Tian Sanqi. Begitu menemukan sasaran baru, segera bergerak. Baik.

Lalu, bagaimana mengatasi Zhao Cuo dan Bai Yifei? Lebih baik salah bunuh daripada salah melepaskan orang. Baik. Urusan besar sudah akan dilaksanakan. Saat ini tidak boleh ada kesalahan sedikit pun. Pimpinan sudah bilang, orang-orang yang ada hubungannya dengan masalah waktu itu, semuanya harus dimusnahkan. Baik.