Love The Way You Are | EP2【INDO SUB】Xu Guangxi ke rumah Yin Ye untuk makan malam | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Sweet On] ♫ Wujud dari cinta ♫ ♫ Seharusnya seperti burung kenari yang bernyanyi sembari terbang menuju mentari ♫ ♫ Sayangku ♫ ♫ Saat kau berjalan di sisiku ♫ ♫ Aku merasa, semua masalah menghilang ♫ ♫ Jika kau menginginkanku, aku pun begitu juga ♫

♫ Siapa yang masih peduli apa pada pemikiran orang lain? ♫ ♫ Aku mendengar lonceng gereja berdenting ♫ ♫ Saat aku memilikimu dan kau memilikiku ♫ ♫ Bunga mawar bermekaran dalam mimpi kita ♫ ♫ Sekarang, aku akan menciummu ♫ [Love The Way You are] [Episode 2] Kau sudah memesan mobil? Halo, mau ke mana?

Pak Sopir, ke itu… Bund Finance Center. [Yin Yike] Yin Yike. Tidak terlihat, sekarang Li Zelin cukup berani. Jangan bahas dia lagi. Dia tidak pulang hari itu. Boleh juga, sekarang pikiranmu sudah terbuka. Apa yang kau pikirkan? Bulu matamu jatuh. Ayo, cepat ke toilet. – Ayo. – Tidak. Ceritakan secara terbuka. Ayo.

Kemudian, mereka berdua seperti itu? Kau jangan salah paham. Kisah yang tadi kuceritakan padamu adalah seorang temanku. Aku mengerti. Setiap orang pasti punya seorang teman yang selingkuh. Menurutmu situasinya ini… dia… dia… termasuk selingkuh? Selingkuh. Setiap orang definisi orbitnya itu berbeda-beda. Ada yang merasa selingkuh fisik baru termasuk selingkuh. Bagaimanapun, hormon menghilang dan gairah memudar.

Yang ini, sesekali berkhayal juga bisa dipahami. Ini termasuk ada motif melakukan kejahatan, tapi tidak ada fakta perbuatannya. Jadi, tidak bisa dihukum karena itu. Lalu, tipe satunya lagi? Satunya lagi, orang itu merasa selingkuh secara pikiran baru benar-benar selingkuh. Kenapa di sini? Masih ada satu tipe lagi. Cinta menjadi sangkar, tubuh dan jiwa pun selingkuh.

Yakin sepenuhnya kalau orang yang lebih cocok untuk diri sendiri telah muncul. Ini barulah benar-benar keluar batas. Jadi, temanmu ini termasuk yang mana? Nanti kubantu kau tanyakan padanya. Ini sudah siang, sudah mau terlambat bekerja. Ayo, cepat pergi kerja. Kau juga bergegaslah. Aku mengerti. Pagi. Pagi. Kak Yike, pagi. Pagi. Kak Yike, pagi. Pagi.

[Masih punya muka menambahkan WeChat?] Shen Xin. Hadir. Beri tahu semua orang di departemen pemasaran kita rapat lima menit lagi. Baik. Yike. Cepat kau siapkan data promosi produk yang dilakukan oleh duta merek. Baik. Kujelaskan sebentar kenapa kita menggunakan Li untuk menjadi duta merek. Produk “Bahasa Cinta” ini adalah transformasi dari merek kita.

Target pasarnya adalah orang-orang yang relatif profesional dan memiliki pendidikan tinggi. Aku tahu sekarang di pasaran ada banyak sekali produk kosmetik dan merek parfum yang menggunakan boyband. Namun, menurutku mereka hanya ingin menghasilkan uang cepat. Sama sekali tidak sesuai dengan karakter produk mereka. Bicara tentang penilaian risiko, sebenarnya beberapa tahun ini

Kelakuan buruk boyband juga kerap terjadi. Menyimpulkan dari dua hal, akhirnya aku memilih Li. Silakan masuk. Pagi, Frank. Pagi, Direktur Zheng. Direktur Kong, data promosi yang Anda inginkan sudah kuselesaikan. Shen Xin. Aku sudah kirim ke surel kantor, tolong bantu aku bukakan. Karena semuanya merasa perbedaan risikonya tidak jauh, maka aku akan bicara dengan data.

Ini data statistik idola populer saat ini, Chen Zicheng, membawakan barang promosi dari merek lain. Kalian bisa melihatnya. Jumlah penjualannya cukup bagus. Membicarakan moral bisa membuat orang kelaparan. Selain itu, yang ingin kukatakan adalah merek internasional saat ini juga akan memilih idola pria. Hal ini bukan disebut menghasilkan uang cepat. Ini adalah demi meningkatkan

Lebih banyak vitalitas muda pada produk lokal. Selain itu, kata siapa siklus kehidupan idola pria pasti pendek? Latar belakang Chen Zicheng sudah pernah kami periksa. Tidak ada berita negatif. Menurut situasi saat ini, jika terus berkembang, mungkin saja akan menjadi topik populer selanjutnya. Statistik promosi Chen Zicheng memang bagus. Berikan rangkaian parfum padanya. Rangkaian parfum

Masih Li, ‘kan? Jiang Man. Seingatku manajer Chen Zicheng bukankah tahun kemarin pernah mengejar duta merek kita? Kau hubungi dia. Baik, aku punya nomor manajernya. Tunggu sebentar. Direktur Zheng, sebaiknya kau yang hubungi saja. – Frank. – Karena tidak ada pendapat lain, jalankan saja. Baik. Aku sungguh tidak mengerti. Kenapa ada orang

Yang setiap kali patah hati akan memasang ekspresi seperti ini? Ekspresi seperti apa? Ekspresi aneh yang seperti ini. Bukankah patah hati itu seperti ini? Bagi orang normal memang seharusnya begitu. Namun, dengan tingkat keseringanmu putus cinta, terlalu menyiksa tubuh. Malam ini pergi pesta, maukah menemaniku pergi menyembuhkan diri? Memangnya kubilang itu untukmu?

Malam ini aku ada urusan. Membantu diri sendiri akan lebih membahagiakan. Ada yang aneh denganmu. Pakaianmu tidak diganti. Tidur semalaman di luar. Kau bukan dengan kakak itu… kalian berdua… Nona ini boleh juga. Ini. Luar biasa. Kita benar-benar mengadakan makan malam kelas atas. Benar tidak, Teman-teman? [Makin banyak kau minum,] [makin kau segar.]

Hari ini minum agak terlalu banyak. Kuantar kau pulang. Kau ini. Suasana baru memanas sudah mau pergi. Adik Kecil, maksud bosmu adalah tak peduli bagaimanapun hari ini semuanya tidak boleh pergi. – Benar. – Benar, ‘kan? Tidak boleh pergi. Dengar tidak? Semuanya satu keluarga. Kuberi tahu padamu, ini namanya isyarat psikologis di tempat kerja.

Jika dia bilang satu keluarga, berarti memberitahumu bagaimanapun bos mengejekmu kau harus menerimanya. Jika dia bilang kau temannya, berarti lembur selamanya tanpa gaji. Benar tidak? – Benar. – Benar. Kenapa mengangguk? Tidak mengangguk. Kenapa sudah tumbang? Ayo bangun. Kawan, bukankah mau minum bersamaku? Kenapa kau sudah tumbang? [Rekam apa? Senang sekali.] Bos, semuanya kerabat dekat,

Bagaimana jika dihapus setelah dilihat? Mana bisa dihapus? Kemarin dia masih bilang aku memberi isyarat psikologis di tempat kerja. Minum segelas lagi, lihat. Kau kenal dia? Termasuk kenal. Kalau begitu… Kalian sedang apa? Tidak usah kerja? Nona ini sangat akrab. Bonus. Duduk, duduk. Bicara sambil duduk. Sekarang situasinya adalah kau kenal nona ini.

Kau ingin aku menghapus videonya, ‘kan? Benar. Tidak sulit. Menghapus video ini perkara mudah. Hanya saja, belakangan ini bosmu menemui beberapa kesulitan. Bos menemui kesulitan apa? Begini. Ada seorang klien yang melemparkan proyek padaku. Proyek itu sangat mudah, hanya memecahkan kebiasaan dan berkreasi dengan cinta. Apa kau mengerti? Aku tahu bagimu dengan konsep kreasimu

Agak sedikit bertentangan. Namun, masalah ini juga tidak seharusnya kukatakan padamu. Kau… kau… kau mengenalku. Aku memahamimu, bukan? Selain itu, aku juga bukan… sungguh bukan… bos yang suka memaksa orang mendengarkan ucapanku. Hanya saja, jika video ini diunggah di internet, maka benar-benar… Bos, hanya sekali ini. Tak ada lain kali. Baiklah. Menyenangkan. Jadi orang

Yang terpenting adalah integritas. Semua naskah media baru yang sudah dirilis harus ditarik kembali. Iklan yang sudah selesai juga harus diganti. Iklan dalam hadiah publikasi juga harus diganti semua. Anda lihat apa masih ada yang mau ditambahkan? Minum sedikit. Ada kondisi mendesak di akhir pekan, untung ada kau. Ditambah lagi, Kong Xianzhe itu

Belakangan ini agak terlalu sombong. Frank mungkin ingin menggunakanku untuk mengalahkannya. Iya. Jika aku mengambil lebih lama cuti melahirkan, mungkin akan menjadi kaum marginal di kantor, bahkan kehilangan pekerjaan. Sudah selesai. Aku pergi minta tanda tangan Direktur Kong. Halo, Bibi Lan. [Ke.] Jika kau pulang kerja cepat, bisakah temani Bibi Lan belanja sedikit?

Baiklah, nanti saat aku pulang kerja akan menghubungimu. Sampai jumpa. Silakan masuk. Direktur Kong, setelah mengganti duta merek, ini beberapa kesepakatan yang harus ditandatangani. Yike. Hari ini sepertinya kau agak berbeda. Kau cantik. Pakaian ini cocok untukmu, cocok dengan karaktermu. Departemen pemasaran ini adalah wajah depan kantor kita. Ke depannya berpakaianlah seperti ini.

Terima kasih, Direktur Kong. Dokumen-dokumen ini ada yang sangat mendesak. Kuletakkan di bagian atas juga menempelkan label kuning. Aku permisi dulu. Bibi Lan. Ke. Kau sudah datang? Iya. Ayo, bantu memilih bersamaku. Ambil lagi daging kambing ini. Daging kambing? Daging kambing? Baik. Lalu, perut besar. Lihat kemari. Malam ini siapa yang bertamu?

Le? Le sudah pulang. Le sudah pulang? Hari ini hari pertamanya makan di rumah. Aku ingin membuatnya lebih meriah, memasak hotpot. Halo, sepatu Anda. Terima kasih. Sama-sama. [Malam ini jangan lupa datang lebih awal.] [Ibu menyiapkan banyak makanan.] Baiklah. Aku tahu, Ibu. Pak, halo. Anda ingin memilih hadiah? Kubantu rekomendasikan untuk Anda.

Lihat kau begitu sibuk. Sekarang Le sudah hampir 190 sentimeter, ‘kan? Sudah setinggi itu. Pasti seorang anak yang tinggi. Kau sudah lama tidak bertemu dengannya. Benar, ‘kan? Tentu saja. Hanya melalui panggilan video. Kau lihat. Lima gelas ini baru seperti sekeluarga. Benar juga. Kau sedang melihat foto? Iya. Lihat Yike.

Pada saat ini, Ke yang paling tinggi. Sekarang, dia yang paling pendek. Lihat, masih ada Yibo. Waktu kecil dia imut, ‘kan? Sudah datang. Cepat pergi. Ibu. Le. Cepat, cepat masuk. Ganti sepatu. Ibu bawakan untukmu. Pak Yin, Le sudah datang. Saudaraku. Lama tidak jumpa. Kau terlalu sungkan. Sini, kubantu kau bawa. Baik, terima kasih. Lihat.

Halo, Paman. Kau sudah makin tinggi. Mari, duduk. Perjalananmu pasti melelahkan. Paman, lama tidak jumpa. Lama tidak jumpa. Perjalananmu pasti melelahkan. Tinggi sekali. Kalian berdua siapa lebih tinggi? Tinggimu 180 berapa? Aku 183 sentimeter. Aku 185 sentimeter. Sudah pasti aku yang lebih tinggi. Yibo lebih tinggi. Sia-sia tumbuh begitu tinggi masa depannya tidak sebaik Le.

Tidak juga. – Mari, cepat minum. – Terima kasih, Ibu. Barusan kalian sedang lihat apa? Kami? Kami sedang melihat foto kalian waktu kecil. Kau lihat. Ekspresimu saat menggambar waktu kecil. Di sini masih ada kau dan Yike, lihatlah. Kalian seru sekali waktu itu, bukan? Kalian bahkan main di tanah berumput. Oh, iya. Mana Yike?

Dia sedang mengeringkan rambut. Aku… aku pergi memanggilnya. Kau tunggu sebentar. Katakan. Kakak. Le sudah sampai, kau cepatlah. Aku tahu. Mana lensa kontakku? Yin Yibo, di mana kau letakkan kacamataku? Lihatlah di atas rak makananmu. Kusuruh kau jangan sentuh. Untuk apa kau letakkan di atas rak makanan? Tidak ada. Meja makan. Kuambilkan untukmu. Aku saja.

Baiklah. Meja makan? Punyamu. Yike, lama tidak jumpa. Kau… Dia Le. Kau tidak bisa mengenalinya lagi, ya? Guangxi. Xu Guangxi? Aku pergi pakai lensa kontak dulu. Habislah. Ternyata dia Le. Adik Kecil, maksudmu bosmu adalah tak peduli bagaimanapun hari ini semua dari kalian tidak boleh pergi. Kenapa? Paman. Ini kubelikan untuk Paman.

Alat pijat tulang belakang. Paman sepanjang tahun berkendara di luar. Sudah bersusah payah. Terima kasih. Ibu, Ini gelatin kulit keledai kesukaanmu. Datang saja, untuk apa berikan hadiah? Masih ada satu kotak. Aku tahu Ibu suka makan. Anak ini sungguh licik. Yibo, edisi pertama Li Ning. Edisi pertama? Luar biasa. Di dalamnya ada kejutan.

Lihat bagian tumit sepatunya. YB, kependekan dari namaku. Saudaraku, kau sungguh perhatian. Ke depannya kau adalah keluargaku. Kakak. Kenapa kau belum kemari? Sedang bagi hadiah. Aku datang. Yike, ini untukmu, alkohol… Alkohol apa? Di rumah kami, selain ayahku, tidak ada yang minum minuman beralkohol. Tidak usah. Kubilang selain Ayah

Tidak ada lagi yang minum di rumah kita. Kakak. Ini adalah cokelat beralkohol. Tidak kau jelaskan, tidak ada yang mengiramu bisu. Sudahlah. Kita sudah berkumpul semua. Mari kita mulai makan. Ayo, makan lebih banyak. Daging sapi ini, aku dan Ke pergi bersama ke supermarket memilihnya secara khusus. Coba kau makan. Benarkah? Aku cicipi. Ke

Minta aku untuk beli lebih banyak. Ada berbagai macam. Guangxi, kudengar dari ibumu kau bekerja di perusahaan film. Benar. Sekarang aku menjadi Direktur Animasi. Menjadi direktur? Hebat sekali. Apakah organisasi resmi di dalam negeri? Ayah, sekarang sudah era apa? Organisasi resmi atau tidak apa? Sekarang pembuat animasi adalah anak muda yang punya impian

Dan tujuan untuk dicapai. Punya impian dan aspirasi itu bagus. Guangxi, kepulanganmu kali ini apa interaksi baik dengan rekan kerja? Sudah terbiasa belum? Ibu, lumayan terbiasa. Selain itu, menurutmu kebetulan tidak? Perusahaan kami berada di atas perusahaan Yike. Benarkah? Kenapa kau tidak bilang lebih awal? Ke depannya Kakak bisa lebih menjagamu. Ini, makan lebih banyak.

Yike, kau dan Guangxi sungguh berjodoh. Kau bantu Bibi Lan lebih banyak menjaga Guangxi. Itu sudah pasti. Kemarin kami sudah… Kemarin kenapa? Kemarin tidak bertemu. Bertemu. Kemarin kau sudah bertemu dengan Kakakmu? Lalu, kemarin kau bertemu denganku kenapa tidak memanggilku? Dasar. Kau sudah begitu dewasa, Kakak saja tidak mengenalimu lagi. Kau juga tidak memanggilku.

Mulai sekarang, kau harus lebih menjaga adikmu, ya. Tenang saja, Ayah. Mari, makan lebih banyak. Makan lebih banyak. Sudah penuh. Makan lebih banyak. Ini, makan daging. Yike baik hati. Kakak menjagamu. Makan lebih banyak, cepat. Sudah penuh. Jangan banyak omong kosong, makan lebih banyak. Sepatu yang kau hadiahkan padaku itu terus kuimpikan siang dan malam.

Benar-benar suka? Benar-benar suka. – Lain hari kita jalan-jalan bersama. – Guangxi. Ibu bungkuskan makanan enak untukmu. Sekalian Ibu antar kau pulang. Ibu, tidak usah. Aku pulang sendiri saja. Ibu sudah sibuk sepanjang hari, istirahatlah sebentar. Benar, Bibi Lan. Kami jadi dekat karena sepatu. Ingin saling berbagi ilmu. Sebentar, sebaiknya aku saja yang antar.

Kalian segera pergi istirahat. Ayo. Yike, terima kasih. Tidak masalah, Bibi Lan. Sejak kapan Kakakku jadi begitu berinisiatif? Xu Guangxi. Duduk. Jujur diampuni, menolak akan dihukum. Apa sebenarnya maksudmu? Bagaimana jika bicara di tempat lain? Ikut denganku. Sebenarnya aku saat di mini market… Saat kau di mini market sudah mengenali aku? Aku di mini market

Hanya merasa kau familier. Hingga akhirnya melihat kartu nama yang kau berikan kepada Chen Musen, barulah aku yakin. Aku terus mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya. Waktu yang tepat? Apa kemarin kurang tepat? Kemarin malam kenapa kau tidak memberitahuku? Kepalamu baik-baik saja, ‘kan? Perlukah membeli obat? Kau jangan mengalihkan pembicaraan. Jawab pertanyaanku. Aku…

Kemarin sudah mengatakannya padamu. Apa kau sudah tidak ingat? Kau sudah mengatakannya padaku? Kau sungguh tidak ingat apa-apa lagi? Untukmu. Kenapa kau tahu aku ingin makan ini? Ini bukan untuk kau makan, ini untuk mengobati sakit kepalamu. Ini bukan untuk… kau makan. Enak. Kalau begitu, kau janji padaku kita pulang setelah makan ini. Tidak mau.

Aku ingin minum lagi. Kau masih bisa minum? Hari itu kau ribut masih ingin minum. Setelah minum, kau bilang tidak bisa pulang. Tidak boleh membuat repot. Tidak boleh sampai ayahmu tahu. Jadi, kita… Pergi ke hotel? Iya. Lalu, kemudian? Kemudian… kau yakin mau dengar? Katakan. Kejadian setelahnya agak sedikit tidak bisa digambarkan. Minum sedikit lagi.

Sedikit lagi. Baik, baik. Tunggu, tunggu sebentar. Hati-hati di belakangmu. Sebenarnya sangat bisa. Aku mau minum sedikit lagi. Sudah tidak bisa minum. Masih bisa minum. Aku Dewa Perang, punya tekad. Di tas para wanita dimasukkan benda apa saja. Kenapa begitu berat? Tidak bisa. Kenapa begitu panas? Apa AC sudah dinyalakan? AC? Nyalakan AC.

AC sudah dinyalakan. Tidak mungkin. Kenapa begitu panas? Kau mau apa? Panas, buka baju. Ini melanggar aturan. Tidak bisa, terlalu panas. Jika kau tidak apa-apa, aku pergi… pergi dulu. Jangan bergerak. Kau mau ke mana? Ceritaku masih belum selesai. Ada beberapa hal, kusarankan padamu sebaiknya dilupakan saja. Kemudian, kau lepas. Setelah kau lepas… Pelan sedikit.

Lepaskan tanganmu. Bisakah bicara pelan-pelan? Tidak bisa. Lepaskan aku. Kejadian selanjutnya lagi, kau harus bertanggung jawab padaku. Tidak. Kita berdua… Tidak. Ada satu hal penting yang ingin kukatakan padamu. Aku ingin muntah. Kau baik-baik saja, ‘kan? Apakah sekarang aku sangat jelek? Mana mungkin? Kau adalah wanita tercantik yang pernah kutemui. Mulut pria memang pembohong. Sungguh.

Yang kukatakan ini sungguhan. Lalu, kenapa kau meninggalkanku sendiri? Aku tidak meninggalkanku sendiri. Kau masih mau berbohong. Di hari ulang tahunku, kau meninggalkanku sendiri. Setidaknya katakan padaku lebih awal. Lebih awal satu jam juga tidak masalah. Tidak. Lebih awal setengah jam saja, aku tidak usah menghamburkan uang yang tidak perlu itu. Kau masih ingin muntah?

Minggir. Begitu saja? Kalau tidak, mau bagaimana lagi? Kau sangat menantikannya? Sekarang kau sudah hebat, ya? Mulai mempermainkan Kakak? Lepaskan dulu tanganmu. Aku masih ada sebuah detail yang belum selesai kuceritakan. Apa kau tahu kau mengorok saat tidur? Aku mengorok? Tidak tahu, ‘kan? Semacam yang sangat menusuk telinga. Tidak, tidak bisa dibilang menusuk telinga.

Semacam yang sangat jelas dan keras. Membuat orang langsung bangun begitu mendengarnya. Tidak pernah dengar, ‘kan? Sini, aku cari sebentar. Kuperdengarkan padamu. Kau dengar. Berikan padaku. Kau mau apa? Berikan padaku. Kau mau apa? Be… berikan padaku. Di sana. Berikan padaku. Tidak direkam. Kau kira aku begitu tidak ada kerjaan? Bagus sekali kau, Xu Guangxi.

Hebat kau. Baiklah. Aku bisa memaafkanmu, tapi hal ini harus dianggap angin lalu. Tidak boleh diceritakan ke siapa pun. Dianggap angin lalu? Boleh saja. Kalau begitu, kuberi tahu padamu satu hal yang terakhir. Ada sesuatu tidak bisa dikatakan sekaligus? Makin banyak kau minum, makin kau segar. Ternyata yang dimaksud bukan alkohol, melainkan kopi. Anak nakal.

Cerewet sekali. Duduklah di ayunanmu. Lalu, kau berharap aku banyak bicara atau sedikit bicara? Bicara ketika harus bicara, diam saat tidak seharusnya bicara. Agak sulit. Hanya saja… baiklah, siap. Kita berdua sekarang bekerja di gedung yang sama. Iya. Aku juga baru tahu hari itu. Sepertinya atas dan bawah, bukan?

Iya. Kalau begitu, ke depannya kau harus berutang penjagaan dariku. Kau harus menyenangkanku. Kau masih sama seperti waktu kecil. Pelupa. Aku mana pelupa? Lalu, lipstikmu itu hilang ke mana? Lipstikku juga dipungut olehmu? Aku masih berpikir, lipstiknya tumbuh kaki dan lari ke mana. Aku menghilangkannya di mana? Tidak kuberi tahu. Kau mendendam padaku, ya?

Aku mana berani. Kau adalah penyelamatku. Waktu kecil aku ditindas orang, kapan kau tidak maju untukku? Setidaknya kau masih ingat. Sekejap mata, kau sudah sedewasa ini. Aku sampai tidak mengenalimu. Namun, kau masih sama cantiknya. Sungguh pintar bicara. Meskipun yang dikatakan itu fakta. Sebenarnya, aku masih ada pertanyaan terakhir yang ingin kutanyakan padamu.

Begitu kau bilang “sebenarnya”, aku langsung merasa ketakutan. Masih ada pertanyaan apa? Sebenarnya siapa yang membuatmu menghamburkan begitu banyak uang yang tidak perlu? Pertanyaan terakhir. Sudah kubilang, masalah ini sudah berlalu. Jangan kita bahas lagi. Jawablah sebentar. Bukankah sudah sepakat aku mengantarmu pulang? Kenapa kau menemaniku berjalan pulang lagi? Tidak masalah.

Nanti aku pulang sendiri saja. Lagi pula, tidak jauh. Baiklah. Kalau begitu, kau naik sepeda harus perhatikan lampu lalu lintas. Yike. Yike. Kenapa tidak bawa ponsel lagi? Mana bisa kau terus begitu ceroboh? Kenapa kau pulang? Tentu saja demi kau. Halo. Aku pacar Yike, Li Zelin. Kau siapa? Dia putra Bibi Lan, Guangxi. Ternyata adikmu.

Kalau begitu, aku tidak mengganggu kalian lagi. Aku pulang dulu. Hati-hati di jalan. Lain hari kita makan bersama. Yike. Terakhir kali tidak bisa pulang untuk merayakan ulang tahunmu. Maaf. Tidak apa-apa. Sudah, jangan marah lagi. Aku sudah menyiapkan hadiah untukmu. Sini, ikut denganku. Kenapa? Terkena flu? Tidak. Sudah kukatakan padamu,

Ke depannya jangan berikan aku bunga mawar. Sekretarisku bilang wanita paling suka bunga mawar. Aku masih secara khusus memintanya untuk menyiapkan ini untukku. Bagaimana jika aku naik dan menemui paman dan bibi? Sudah semalam ini, mungkin mereka sudah tidur. Kalau begitu, temani aku pergi makan sedikit. Aku belum makan hingga sekarang. Ayo. Sudah pulang?

Anak yang punya ibu bagaikan permata. Kau sedang makan apa? Bibi sudah datang. Sudah berbenah sejak tadi. Sekarang dia di kamarmu. Ibu? Dasar kau ini. Pulang untuk makan kenapa meninggalkan uang untuk Ibu? Ambil. Ibu, uang ini tidak banyak. Semua ini kuhasilkan di luar negeri. Selain itu, bukankah ke depannya

Aku akan sering makan di rumah Paman Yin? Wajar memberikan uang makan. Pulang makan di rumah itu sangat wajar, untuk apa kau memberikan uang? Selain itu, meski kau berani memberikan uang, apa pamanmu berani menerimanya? Baiklah. Ibu, aku sudah tahu salah. Lain kali tidak kuberikan lagi. Bagaimana jika begini, Bu? Ibu sudah sibuk sepanjang hari,

Kita duduk dulu dan istirahat sebentar. Kutuangkan air untuk Ibu. Oh, iya. Bukankah kau dan Ke pulang setelah selesai makan? Kenapa begitu malam baru sampai rumah? Bertemu pacarnya di tengah perjalanan. Zelin sudah pulang? Baguslah. Mereka sudah lama berpacaran? Mereka sudah pacaran empat tahun. Sepertinya tahun ini sudah mau menikah.

Beberapa waktu lalu, keduanya bertengkar kecil. Aku agak cemas. Sepertinya Zelin ini cukup bijaksana. Oh, iya. Lain kali di rumah, tidak boleh panggil Yike. Harus panggil Kakak, mengerti? Baiklah. Baiklah, Ibu simpankan ini. Bu, sisanya aku sendiri saja. Kau lihat saja. Bukankah harus dikembalikan ke tempat asal? Mari. Anak ini. Bibi sudah mau pergi?

Terima kasih atas bekal cinta dari Bibi. Tidak masalah, makan lebih banyak. Bibi, sampai jumpa. Lain kali kuantarkan untukmu lagi. Bibi sungguh baik. Kakak? ♫ Bisa bertamasya ♫ ♫ Ke semua tempat di semesta ♫ ♫ Bersama, kita bisa ♫ ♫ Melindungi seisi dunia ♫ Demi menghukummu karena membohongiku, belikan aku es krim. Baiklah.

Bos, satu buah es krim. Baik. Ini. Terima kasih. Hanya beli satu? Kau tidak makan? Aku? Aku punya yang lain. Ini. Begitu suka minum Cola? Langsung ganti nama menjadi Cola saja. Waktu kecil kau juga berkata begitu. Aku pernah berkata begitu? Pernah. Waktu kecil aku minum Cola hingga gigiku hampir rusak,

Masih tidak mau berhenti minum. Kemudian, kau bilang “langsung ganti namamu menjadi Cola saja.” Sudah begitu lama, aku saja sudah lupa. Lalu, kemudian kenapa kau dipanggil Le? Karena kau adalah Ke-nya. Ke dan Le. Kau memang pintar bicara. Mana bisa ada Ke tanpa Le? ♫ Lihatlah aku ♫ ♫ Aku memiliki bintang jatuh ♫

♫ Lihatlah aku ♫ ♫ Dunia berhenti untukmu ♫ ♫ Sayang, kaulah orangnya ♫ ♫ Diam-diam, aku telah menulis ♫ ♫ “Aku bersedia” di dalam hatiku ♫ ♫ Tidak tahu kenapa, tiba-tiba membenci ♫ ♫ Menghitung jarak antara kita ♫ ♫ Tiba-tiba takut tak bisa bertemu denganmu di detik berikutnya ♫

♫ Hatiku sedang memberontak ♫ ♫ Aku hanya merasakannya ♫ ♫ Seperti kopi yang berlapiskan buih susu karamel ♫ ♫ Mengeluarkan aroma pekat dari kerinduan padamu ♫ ♫ Sayang, mulai sekarang mendekatlah padaku ♫ ♫ Mendekatlah padaku ♫ ♫ Ingin menjadi payungmu demi dirimu ♫ ♫ Menahan angin dan hujan ♫ ♫ Kau keberuntunganku ♫

♫ Seperti es krim di bawah sinar mentari ♫ ♫ Melelehkan hatiku menjadi bentuk cinta ♫ ♫ Sayang, mulai sekarang mendekatlah padaku ♫ ♫ Mendekatlah padaku ♫ ♫ Ingin menjadi payungmu demi dirimu ♫ ♫ Menahan angin dan hujan ♫ ♫ Kau keberuntunganku ♫ ♫ Seperti es krim di bawah sinar mentari ♫

♫ Melelehkan hatiku menjadi bentuk cinta ♫