Love The Way You Are | EP1【INDO SUB】Bertemu di toko | iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Sweet On] ♫ Wujud dari cinta ♫ ♫ Seharusnya seperti burung kenari yang bernyanyi sembari terbang menuju mentari ♫ ♫ Sayangku ♫ ♫ Saat kau berjalan di sisiku ♫ ♫ Aku merasa, semua masalah menghilang ♫ ♫ Jika kau menginginkanku, aku pun begitu juga ♫
♫ Siapa yang masih peduli apa pada pemikiran orang lain? ♫ ♫ Aku mendengar lonceng gereja berdenting ♫ ♫ Saat aku memilikimu dan kau memilikiku ♫ ♫ Bunga mawar bermekaran dalam mimpi kita ♫ ♫ Sekarang, aku akan menciummu ♫ [Love The Way You are] [Episode 1] [Toko Kelontong Nongtangkou] Poster ini harus
Ditempel dengan rata. Tidak boleh ada sedikit pun gelembung. Kau lihat di atas, dua bagian itu, masih miring. Kau harus memperbaikinya. Suo Nan. Besok sebaiknya pakai kembali merek parfum kita sendiri. Sekarang masih jam kerja. – Besok lalu lintas tamu akan ramai. – Manajer Yin. Kalian semua harus perhatikan. Hari ini ulang tahunmu. Hal-hal ini
Serahkan saja pada adik-adik kita. Kau… cepatlah pergi bersenang-senang. Terima kasih. Selamat ulang tahun. Kak Yike, selamat ulang tahun. Terima kasih. Kalian juga cepatlah pulang makan malam. Baiklah, yang harus kuingatkan juga sudah kusampaikan semua. Jangan lupa bantu aku mengawasi mereka. Tenang saja. Pergi dahulu. Sampai jumpa. Sampai jumpa. Kak Yike, selamat ulang tahun.
Terima kasih. Kak Yike, selamat ulang tahun. Semangat, semuanya. Sampai jumpa. Sampai jumpa. Kak Yike. Kak Yike. Ponselmu tertinggal. Terima kasih. Sama-sama. Sampai jumpa. Sampai jumpa nanti. Halo. Halo, Yiran. Hebat sekali. Kuberi tahu, aku baru berpikir untuk meneleponmu. [Yin Yike.] [Yang kau makan ini sarapan] [atau makan malam?] Ini.
Jas bermerek untuk suami masa depan. Jika kau seorang pria, aku pasti mau menikah denganmu. Aku tak mau menikah dan punya anak agar selamat sentosa. Sebaliknya kau. Kenapa kau yang berulang tahun, tetapi masih harus mengejar waktu untuk mengantar hadiah untuknya? Bukankah Zelin jarang-jarang bisa pulang? Baiklah, baiklah. Pacar baru lagi? Kelihatannya muda sekali.
Bisa diandalkan atau tidak? Aku ini pacaran, bukan menikah. Asal senang saja. Kalian cepatlah pergi bersenang-senang. Nanti setelah aku selesai berkeliling ke konter yang terakhir, aku juga harus menjemput Zelin di bandara. Tunggu sebentar. Hari ini kau yang berulang tahun. Kau berencana melewati ulang tahun dengan pakaian ini? Pagi ini aku sengaja berdandan sebentar. Tidak.
Setidaknya kita beli sepasang sepatu hak tinggi, oke? Kau cepat naik ke atas motor. Semoga kau memiliki malam yang membahagiakan. Oh, iya. Hadiah ulang tahun masih seperti dahulu. Baiklah. Selamat ulang tahun. Aku mencintaimu. Pak, ini selimut untuk Anda. [Para penumpang,] [selamat datang di penerbangan kali ini.] [Penerbangan kali ini]
[dari Inggris dan mendarat di Beijing,] [saat ini sedang terbang menuju Shanghai.] [Saya mewakili seluruh awak pesawat] [mendoakan agar perjalanan Anda menyenangkan.] Nona, air Anda. Ada yang bisa saya bantu? Baiklah, mohon tunggu sebentar. Nona. Bagaimana? Apa Anda suka? Aku mau yang ini saja. Tolong bantu bungkuskan sepatu olahraga ini, terima kasih. Baiklah. [Kedatangan internasional]
[Informasi jadwal penerbangan] Aku di luar. Kau bisa menemukanku begitu keluar. Halo, Ayah. Halo, Ibu. Malam ini aku tidak pulang makan. Begitu saja dahulu. Iya. Permisi. Apa benar dengan nomor akhir 0625, Pak Xu? Benar. Mobil Anda sudah tiba. Sebelah sini. Pak Xu, silakan lewat sini. Ayah, cepat katakan jika ada perlu.
Ponselku sudah hampir kehabisan daya. [Zelin datang secara khusus ke Shanghai] [untuk menemanimu merayakan ulang tahun.] [Kau] [cari kesempatan bertanya padanya,] [kapan dia bisa] [kembali bekerja di Shanghai.] [Ajaklah makan di rumah.] Ayah. Hari ini aku dan Zelin sudah memesan sebuah restoran. Kami tidak makan di rumah. Begitu saja dahulu. Ponselku sudah hampir kehabisan daya.
Kalau tidak, sebentar lagi tidak bisa menerima telepon dari Zelin. [Baiklah.] Baik, sampai jumpa. Halo, Zelin. Kau sudah turun dari pesawat? Aku menunggumu di gerbang kedatangan. Kau keluar saja pelan-pelan. [Yike.] [Aku masih di Beijing.] Di Beijing? [Maaf.] [Mungkin aku tidak bisa pulang.] [Orang tuaku ke Beijing,] [jadi…] Kalau begitu, katakan padaku lebih awal.
[Yike, dengarkan penjelasanku.] [Aku juga baru menerima telepon hari ini.] [Aku sudah bersiap untuk pulang.] [Maaf.] [Takutnya hari ini tidak bisa menemanimu.] [Yike, hari ini kau berulang tahun.] [Aku akan pulang setelah mencarikan tempat tinggal untuk mereka.] [Selamat ulang tahun.] [Kakak, selamat ulang tahun.] [Oh, iya. Itu…] [malam ini,]
[kau boleh main sampai semalam yang kau mau.] [Tidak usah pulang.] Aku jawab telepon dahulu. Pergilah. Cepat. Halo, Kakak. Untuk apa kau meneleponku sekarang? Kuberi tahu padamu, tidak boleh pamer kemesraan di hadapanku. Aku sudah ditelantarkan. Aku tahu. Apa? Aku tidak mendengar jelas. Kubilang, kau bersenang-senanglah. Baiklah, aku sedang senang. Kau juga harus bersenang-senang.
Aku mencintaimu. Tutup dahulu. Cepat. [Tirai malam kembali datang.] [Hari yang sibuk akhirnya berakhir.] [Temuilah orang yang ingin kau temui.] [Lepaskan segala kelelahanmu.] [Rasakan kehangatan cinta] [yang hanya milikmu seorang.] [Kau harus setiap hari memeluk kekasihmu.] [Kau harus setiap hari dipeluk] [oleh kekasihmu.] [Bagaimanapun, perpisahan yang lama] [bertentangan dengan tujuan awal cinta.]
[Tangan manusia begitu pendek.] [Satu meter lebih] [tidak bisa memeluk orang yang jauh.] Waktunya makan. Makan. Aku datang. Jangan main lagi. Segara datang. Cepat. Iya, aku datang. Lihatlah. Sudah waktunya makan, kenapa masih memainkan tongkat golf? Makan. Makan. Ini, mangkuknya. Daging semur merah? Yang Zelin berikan, tongkat golf itu, begitu lihat sudah tahu harganya mahal.
Itu adalah simbol identitas. Zelin sudah bilang padaku, dia baru saja dipromosikan menjadi Partner di Firma Hukum. Itu berarti sudah menjadi bos. Jika tahun ini menikah dengan Ke, maka akan ada dua hal yang membahagiakan. Benarkah tahun ini kakakku akan menikah? Bukankah berarti aku sudah punya kamar sendiri? Sekarang kau tidak punya kamar? Ayah,
Apa loteng dengan jendela menonjol itu juga termasuk kamar? Tentu saja termasuk kamar. Kau tinggal saja dengan tenang di sana. Meskipun kakakmu menikah, kamar ini tetap disisakan untuknya. Dia masih harus pulang tinggal di rumah orang tua. – Ayah. – Kalian ayah dan anak ini, terus saja membicarakan kamar. Menurutku, Zelin mau ke Beijing
Bertahun-tahun lamanya. Yike menikah dengannya, bolak-balik antara Beijing dan Shanghai, pasti sangat sulit. Ingin Zelin kembali ke Shanghai, bukan hal yang bisa diputuskan oleh Ke. Kecil, kenapa kau di sini? Belum makan malam, ‘kan? Kemari. Ada sosis ham. [Ayah akan menjadi] [supir mobil pribadimu] [dan mendesak pernikahan.] Ayah, kau jangan datang menjemputku.
Aku masih lama di sini. Kami makan di Restoran Jepang Michelin. Hidangannya diantar satu per satu. Sangat teliti. Makanannya sangat enak. Ada Kaviar, ada Kepiting Raja, juga ada Telur Onsen kesukaanku. Halo. Halo. Aku… mau bilang aku tidak dengar apa-apa? Maaf, bisakah aku pinjam ponselmu sebentar? Pakai saja. Terima kasih. Ayah. Ponselku kehabisan daya.
Aku meneleponmu dengan ponsel pelayan. Ayah, kau sungguh jangan kemari menjemputku. Sungguh. Hari ini aku pasti pulang. ♫ Langit bagaikan berlian biru ♫ ♫ Jalanan diselimuti warna langit malam ♫ ♫ Senja matahari terbenam menyinari ruangan ♫ ♫ Cahaya menghiasi rambutmu ♫ ♫ Waktu telah berhenti ♫ ♫ Aku menahan napas ♫
♫ Mengagumi pemandangan ini ♫ ♫ Tidak terlukiskan dengan kata-kata ♫ ♫ Perasaanku padamu ♫ ♫ Biar kubuat hati yang mencintaimu ini ♫ Terima kasih. ♫ Digambar menjadi sebuah lukisan ♫ Sekaleng Cola dingin terakhir, untukmu saja. Itu… ramah tamah dibalas ramah tamah. Ini untukmu saja. Ini sampel dari perusahaanku. Paling cocok untuk anak lelaki
Yang seusiamu. Kau ini sedang promosi? Aku tidak bermaksud begitu, aku… hanya… penyakit akibat kerja. Penyakit akibat kerja. Kau… siapa namamu? Aku merasa kau sangat mirip dengan seseorang. Sudah zaman apa ini? Kau masih pakai cara ini untuk mendekati perempuan? Shanghai begitu luas, mungkin kita berdua tidak akan bertemu lagi. Tidak usah tahu nama.
Benar juga. Kutunggu sampai bertemu lagi baru mengganggumu. Terima kasih banyak untuk hari ini. ♫ Gambar yang menyimpan kehidupan ♫ ♫ Mata yang penuh rahasia ♫ ♫ Menggambar bibirmu membuatku ♫ ♫ Tersenyum bagaikan orang bodoh ♫ ♫ Suatu hari ♫ ♫ Kau akan mengerti pada akhirnya ♫ ♫ Bagiku, kau selalu mengikuti ♫
♫ Seluruh dunia ♫ ♫ Ketika kau melihat ♫ ♫ Yang kugambarkan untukmu ♫ ♫ Gambar potret dirimu ini ♫ Sayang, aku sudah sampai rumah. Aku sangat merindukanmu. Sudah pulang? Guang… Guangxi? Kau sudah kembali? Sahabatku. Peluk sebentar. Biar kulihat. Sudah menjadi kekar. Bos luar negeri cukup baik padamu. Sayang, kuperkenalkan dengan terhormat.
Juniorku saat di universitas. – Sahabat baikku, Xu Guangxi. – [Halo.] Pria tampan, hanya kurang sedikit dariku. Saat kuliah, di bawah bimbinganku yang tulus, dia langsung mendapatkan Oscar. [Sehebat itu?] Bukan Oscar, tetapi Student Academy Awards. Student Academy Awards bukankah juga dari Oscar? Karyanya waktu itu dibeli orang dengan harga tinggi. Dalam upaya kerasku membajak,
Dia berhasil dibajak pulang ke Tiongkok oleh perusahaanku. Belum berhasil dibajak. Kau sebagai junior bisakah memberiku seniormu sedikit muka? [Baiklah, sudah cukup.] Oh, iya. Ibumu sempat kemari siang tadi. Dia memenuhi isi lemari es. Sepertinya cukup untuk dimakan setahun. [Kutanya padamu.] Sayang. [Pria tampan ini] [sudah punya pacar?] Dia tidak punya pacar. [Aku punya sahabat,]
[perkenalkan saja padanya.] Aku pulang. Kalian makan malam apa? Kenapa selesai makan secepat itu? Tidak ada yang mengucapkan selamat ulang tahun padaku? Kau minum? Zelin tidak datang, kau minum dengan siapa? Tadi aku secara khusus menelepon untuk membujukmu agar jangan merajuk. Kenapa kau mematikan ponsel? Zelin menelepon dan tidak bisa terhubung, jadi menelepon kepadaku.
Dia terus-menerus minta maaf. Lihat, hadiahnya saja sudah dikirim sampai ke rumah. Orang tuanya juga memutuskan secara tiba-tiba, dia juga tidak punya pilihan. Saling memahami saja. Kenapa kau mematikan ponsel? Merajuk apa? Ayah, ponselku benar-benar kehabisan daya. Aku pikir kalian sudah mulai makan, jadi aku… Iya, teleponnya datang. Apa kami bisa makan baik-baik?
Selain itu, dia tidak datang, kau makanlah di rumah. Semuanya menemanimu merayakan ulang tahun, bukankah sangat bagus? Kau pergi minum dengan siapa? Bisakah kau jangan banyak bicara? Ke dalam setahun ini hanya bisa beberapa kali bertemu Zelin. Ulang tahun hari ini juga menunggu sia-sia. Siapa pun pasti marah. Kenapa kau tidak bersimpati terhadap putrimu?
Aku ini bersimpati padanya. Aku… aku menasihatinya demi kebaikan mereka. Tidak mudah mendapatkan menantu sebaik ini. Kau ini… merajuk apa? Dasar. Ayo pergi. Pergilah mandi. Isi daya ponselmu. Segera telepon Zelin dan jelaskan padanya. Sapa baik-baik orang tuanya. Ke sudah tahu. Kakak. Itu… kakak ipar tahu tidak bisa pulang dan sudah bersalah padamu,
Jadi dia mengirim cintanya sampai ke dalam rumah. Selain itu, apa kakak ipar tidak tahu kau alergi serbuk bunga? Aku akan membereskannya. Selamat ulang tahun. [Yike.] [Kau marah?] [Aku yang tidak baik.] [Dua hari lagi aku pasti pulang.] [Maaf.] [Selamat ulang tahun.] [Silakan buka lemari es kecilmu,] [kau akan berterima kasih padaku.] [Yin Yike,]
[selamat ulang tahun dan sukses besar.] Yin Yike, selamat ulang tahun. Halo, ada apa? [Kak Yike, terjadi masalah besar.] Duta merek kita hamil. Hamil? Bukankah hamil itu hal yang bagus? Selamat untuknya. [Sekarang tersebar kalau anak di kandungannya] [bukan anak suaminya.] Apa? Direktur Zheng minta kita untuk segera memutus semua iklan yang berkaitan
Dengan citra duta merek. Yang benar saja? Sudah diubah 89 kali baru lolos. Diubah 890 kali pun tidak ada gunanya. Eleven, sekarang kau bergabung dengan Divisi Media. Suruh mereka mengganti gambar di media baru dan situs resmi. Baik. Aku akan memohon pada mereka, minta mereka untuk segera lembur. Apa masih ada hal lain? [Ada.]
[Saat ini, poster di toko pusat] [semuanya bermasalah.] Mana lipstikku? Lalu? Toko Hongqiao dan Toko Pudong, mereka juga butuh poster cadangan segera. [Cha,] [apa kau masih punya poster cadangan?] [Segera antarkan padaku di Jalan Huaihai.] [Aku akan lebih dahulu mengganti] [poster di toko utama.] [Ada, aku punya cadangan di komputerku.]
[Di gudang kantor juga ada cetakan sampel.] Aku ke kantor dahulu untuk mengambil posternya. [Kita jumpa sebentar lagi.] Bagaimana kau mengemudi? Tergores sampai seperti ini. – Maaf, maaf. – Tidak, kau… Keadaan mendesak. Ini kartu namaku. Telepon aku saat kau pulang kerja. Maaf. Kenapa aku begitu sial? Kau kenapa? Itu… wanita yang itu.
Menurutku wanita super saat ini kenapa semuanya begitu kasar? Langsung lari setelah melemparkan kartu nama. [Yin Yike] Yin Yike? Apa pedulimu dia bisa atau tidak? Dia tidak bisa menabrak mobilku. Perusahaan ini satu gedung dengan kalian? Benar. Kita ini gedung perkantoran tingkat A. Hanya saja, gadis cantik di gedung kita ini sangatlah banyak.
Lupakan saja gadis cantik yang tadi. Terlalu galak. Yang seperti ini biasanya sulit didapatkan. Namun, kalau tipe lain masih ada banyak. Bekerja di kantorku, masa depan dan gadis cantik bisa didapat bersama-sama. Selesai mendengar ucapanku, bagaimana perasaanmu sekarang? Setidaknya lebih tertarik daripada sebelumnya. Ini baru benar. Yang lain sudah menunggumu. Kau akan tahu setelah sampai.
Itu adalah sebuah perusahaan film animasi besar. [Itu Perusahaan Film Animasi Besar] Kau lihat. Dekorasi ini, aksen ini, kualitas ini. Sudah kukatakan berapa kali pada kalian, sketsa jangan dibuang di lantai. Mudah bocor dan tidak ramah lingkungan. Semua ini adalah impian kalian. Impian kalian dibuang di lantai. Berkumpul. Sini. Kuperkenalkan pada kalian.
Mari, lihat atasan baru kita. Direktur Animasi merangkap Desainer Utama, Xu Guangxi. Semuanya sambut dengan tepuk tangan. Jika tidak muncul di sini dalam tiga detik, semua bonus dipotong sampai habis. Bagus sekali. Ayo, perkenalkan diri kalian. Halo, aku penulis naskah. Mereka memanggilku Bian. Selamat bergabung dengan kami. Halo, aku Da Mai. Aku animator
Juga merangkap sulih suara animasi. – Aku… – Dia adalah asisten gambar, Hui Ben. Aku. Izinkan aku memperkenalkan dengan terhormat. Dia adalah pendiri dari perusahaan film animasi besar kita yang terkenal. Bos kita, Chen Ye, juga Ayah Chen kita. Dijuluki sebagai Raja Kue, keahlian khususnya menggambar martabak. Lucu sekali, ya. Kenapa? Tidak boleh gambar martabak?
Menggambar martabak adalah keterampilan dasar. Sebagai seorang animator, apa imajinasi yang paling mendasar dan keterampilan gambar pun tidak ada? Jika sepotong martabak saja tidak bisa dibayangkan dan digambarkan, untuk apa membutuhkan kalian? Benar tidak? Benar. Bonus. Benar! Jadi, Guangxi Sayang, apa kau bersedia bekerja sama dan bahu-membahu dengan kami, bersama-sama menyelesaikan impian kami?
Aku hanya punya satu permintaan. Aku hanya bertanggung jawab atas “Angin dari Ibu Kota Dewa”. Aku tidak peduli terhadap proyek lainnya. Bagaimana situasinya sekarang? Manajer Yin. Akhirnya kau datang. Para penggemar ini mengelilingi posternya. Semuanya tenang. Apa? Semuanya tenang. Tenang sedikit. Bisa mendengarku bicara beberapa patah kata? Kak Yike. Maaf. Cepat berdiri, Kak Yike.
Maaf, maaf. Maaf. Maaf. Aku tidak sengaja. Aku hanya berharap semuanya benar-benar bisa tenang sedikit. Manajer Yin. Maaf, maaf. Kau pergi ganti pakaian. Di sini serahkan saja padaku. Tidak apa-apa, semuanya. Maaf, maaf. Kak Yike. Di sini ada pengering rambut, handuk, dan pakaian kerjaku. Anda pakai saja dahulu. Terima kasih. [Li Zelin] Halo. [Yike.]
[Bunganya sudah kau terima?] [Tidak marah padaku, ‘kan?] Aku tidak marah. Namun, bisakah ke depannya jangan mengirimiku bunga mawar lagi? [Ada apa dengan pakaianmu?] [Kenapa basah?] Aku tidak apa-apa. [Oh, iya.] [Ibuku ingin bicara sedikit denganmu.] Sekarang aku… [Bu, ini Yike.] [Baik.] Bibi. [Yike, halo.] [Ke, Bibi beri tahu padamu.] [Kau jangan marah pada Zelin.]
[Hari itu aku dan pamanmu] [berinisiatif sendiri] [untuk menemui Zelin.] [Jadi, dia tidak bisa menemuimu.] [Bibi minta maaf padamu.] Tidak, tidak. Aku tidak marah, Bibi. Lain kali aku akan cari waktu untuk menemui Bibi dan paman. [Sampai jumpa.] Baiklah. Halo. [Maaf, benar dengan Nona Yin Yike?] Kau siapa? [Pagi ini kau menabrak mobilku.]
Sayang, Sayang tolonglah aku. Sayang, masuklah ke dalam musikku. Mabuk pada malam yang seperti ini. Bersulang. Yin Yike, sepertinya di Shanghai yang luas peluang untuk bertemu kembali masih ada. Bagaimana kau tahu namaku? Aku bukan hanya tahu namamu, aku juga tahu nomor teleponmu. Mobil yang tadi pagi itu milikmu? Mobilnya milik temanku, tetapi sekarang dia
Agak sibuk. Aku wakili dia untuk menyelesaikannya. ♫ Cinta itu berwarna biru ♫ ♫ Momen ketika menunggumu ♫ ♫ Hujan pun berkata ♫ Bagaimana kau ingin menyelesaikannya? Jangan terburu-buru. Hari ini sebenarnya adalah acara Team Building perusahaan kami. Lihat, semua ini rekan kerjaku. Perusahaan kalian Team Building, kau menyuruhku kemari.
Di sini ada 20 orang lebih, ‘kan? Bukan ingin aku yang membayarnya, ‘kan? Aku hanya menabrak sedikit. Tidak perlu sampai begini, ‘kan? Bagaimana jika begini? Berikan kartu nama ini pada temanmu. Setelah dia selesaikan, baru cari aku. Jangan. Lihat sampai selesai. Sayang, hari ini adalah hari pacaran kita yang ketiga bulan. Kurasa ini saatnya
Untuk berakhir. Berakhir? Karena mulai hari ini, aku berharap kisah kita memiliki permulaan yang baru. Sayang, ini hadiahku untukmu. Di musim panas begini, untuk apa kau memberiku syal? Kalian bahkan memainkan skenario ini? Skenario benang wol ini aku lihat saat zaman sekolah dasar. Menikah dengannya. Menikah dengannya. Menikah dengannya. Ini sungguh memalukan. Sayang,
Bersediakah kau menikah denganku? Kita baru kenal berapa bulan? Kita hanya kenal beberapa bulan dan kau ingin menikah? Apa kau punya uang? Siapa yang mau menikah, di musim panas masih memberikan syal? Nanti siapa yang menghidupi siapa? Sayang, meskipun sekarang aku tidak punya uang, tetapi aku akan berusaha menghasilkan uang untuk menghidupimu.
Siapa yang mau menunggumu? Apa kau gila? Membuat suasana jadi memalukan. Miao. Su… sudah cukup. Sudah cukup. Ayah. Aku dicampakkan lagi. Sini, peluk. Kasihan sekali. Menurutmu kapan aku bisa bicara soal tabrakan mobil itu? Apa buruknya menikah? Lihat sebentar lagi, apakah dia bisa membaik. Sampai di penghujung hidup, sampai akhir waktu ini,
Sampai akhir kehidupan ini. Iya. Iya, iya. Hingga masa mediasi selesai. Kau dengarkan saran dari orang berpengalaman sepertiku. Menikah itu tidak ada bagusnya. Setelah menikah cerai, setelah cerai menikah lagi. Apa artinya? Harta hilang setengah dan setengah lagi. Tenang sedikit. Benar. Benar, benar. Menikah apa? Aku tidak butuh tenang. Mereka tidak bisa menghargaiku,
Kurang mencintaiku, kurang menyukaiku, bukankah karena aku tidak punya uang? Lalu, orang lain menghasilkan 100.000 Yuan, membiarkan mereka hamburkan 1.000 Yuan dan aku yang menghasilkan 100 Yuan membiarkan mereka hamburkan 100 Yuan, apakah bisa sama? Tidak sama. Tidak sama. Mari, minum segelas. Minum. Bersulang. Lain kali saja bicara dengannya. Kita pergi dahulu.
– Kuantar kau pulang. – Baiklah. Berhenti kau. Xu Guangxi. Sahabatmu putus cinta. Kau mau di saat seperti ini mencampakkan aku? Kau masih sahabatku atau bukan? Sekarang aku ingin memperingatkanmu. Semua wanita itu sama. Tak peduli gadis muda atau yang lebih tua. Hati-hati kau ditipu olehnya. Kawan, dengarkan perkataanku ini. Jika seorang wanita
Mulai menargetkan uangmu, itu artinya pada dirimu tidak ada sisi lain yang bisa dia targetkan. Kata siapa? Jelas-jelas aku lebih hebat darimu. Apamu yang lebih hebat dariku? Aku… aku… Sudah, sudah. Semangat. Semangat. Semangat. Kau hati-hati. Tunggu sebentar. Pintunya di sana. Aku tahu. Aku hanya lihat toilet, aku bisa jalan. Untuk apa kau lihat toilet?
Hati-hati pintu! Kau tidak apa-apa, ‘kan? Kulihat sebentar. Kaca ini tidak apa-apa? Kualitasnya sungguh bagus. Pintunya di sana. Di mana? Ayo jalan. ♫ Bisa bertamasya ♫ ♫ Ke semua tempat di semesta ♫ ♫ Bersama, kita bisa ♫ ♫ Melindungi seisi dunia ♫ ♫ Lihatlah aku ♫ ♫ Aku memiliki bintang jatuh ♫
♫ Lihatlah aku ♫ ♫ Dunia berhenti untukmu ♫ ♫ Sayang, kaulah orangnya ♫ ♫ Diam-diam, aku telah menulis ♫ ♫ “Aku bersedia” di dalam hatiku ♫ ♫ Tidak tahu kenapa, tiba-tiba membenci ♫ ♫ Menghitung jarak antara kita ♫ ♫ Tiba-tiba takut tak bisa bertemu denganmu di detik berikutnya ♫
♫ Hatiku sedang memberontak ♫ ♫ Aku hanya merasakannya ♫ ♫ Seperti kopi yang berlapiskan buih susu karamel ♫ ♫ Mengeluarkan aroma pekat dari kerinduan padamu ♫ ♫ Sayang, mulai sekarang mendekatlah padaku ♫ ♫ Mendekatlah padaku ♫ ♫ Ingin menjadi payungmu demi dirimu ♫ ♫ Menahan angin dan hujan ♫ ♫ Kau keberuntunganku ♫
♫ Seperti es krim di bawah sinar mentari ♫ ♫ Melelehkan hatiku menjadi bentuk cinta ♫ ♫ Sayang, mulai sekarang mendekatlah padaku ♫ ♫ Mendekatlah padaku ♫ ♫ Ingin menjadi payungmu demi dirimu ♫ ♫ Menahan angin dan hujan ♫ ♫ Kau keberuntunganku ♫ ♫ Seperti es krim di bawah sinar mentari ♫
♫ Melelehkan hatiku menjadi bentuk cinta ♫