Shen Nuomaner mendapatkan pot emas pertamanya | Romance on the Farm【INDO SUB】EP4 | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Romance on the Farm] [Episode 4] Bibi Kedua. Bibi Kedua. Bibi Kedua! Bibi Kedua! Ayo makan ayam. Di mana? Di mana? Bibi Kedua. Kakek akan meminjam uang. Kamu tidak pergi melihatnya? Apa yang perlu dilihat? Uang yang dipinjam bukan untukku. Bibi Kedua, dengarkan aku. Setelah kemarin Kakek setuju

Untuk meminjam uang dari Paman Jin, aku semalaman susah tidur. Aku berpikir, jika Lian Hua’er menikah dengan Keluarga Song, bukankah dia menjadi anggota Keluarga Song? Tentu saja. Tapi yang tertera di surat perjanjian utang adalah cap jari Kakek. Keluarga Song meminjam uang, tapi Keluarga Lian yang mengecap jari. Bibi Kedua, apa kamu bisa tenang? Tenang.

A… atau tidak tenang? Bukan, apa maksudmu sebenarnya? Maksudku… Di surat perjanjian utang ini, tertera cap jari anggota Keluarga Lian kita. Jika kelak Hua’er bilang dia adalah anggota Keluarga Song, atas dasar apa membayar utang untuk Keluarga Lian kita. Bukankah kita yang harus membayarnya? Jika Paman Jin datang untuk menagih utang, rumah kita di sini,

Tanah kita juga di sini. Kita tidak akan bisa kabur. Tuan Besar. Jika tidak ada masalah, maka bisa tanda tangan dan cap jari. Lalu aku dan Tuan Terpelajar pergi menukarkan uang. Tidak ada masalah. Ayahku sudah tahu kepribadian Anda. Benar. Aku segera pergi mengingatkan Kakek. Apakah kamu mau membantuku? Apa masih perlu menunggumu? Tunggu! Ayah.

Cap jari surat perjanjian utang ini harus dicap oleh Hua’er. Hua’er ini masih seorang gadis yang belum menikah. Mana boleh melakukan hal seperti ini? Seharusnya Ayah yang mengecapnya. Ayah adalah kepala keluarga. Meskipun logikanya memang begitu, tapi penjelasan tidak boleh dikatakan seperti itu. Kakak Ipar Pertama, segala hal selalu ada kebetulan.

Meskipun perkataan Hua’er terdengar bagus, tapi jika kelak tidak bisa mengeluarkan uang, itu berarti harus mengambil tanah dan rumah Keluarga Lian sebagai kompensasi. Pada saat itu, bagaimana kita mau hidup? Bagaimana mau hidup? Sebagai orang tua membela anak, meski merupakan hal yang wajar, tapi di Keluarga Lian, anak perempuan tidak hanya Hua’er seorang.

Aku masih punya Ye’er dan penerus leluhur. Juga adik laki-laki penerus leluhur kami. Lian Hua’er ini, bagaimanapun juga hanya seorang putri. Penerus leluhur kami adalah cucu laki-laki. Kelak masih harus mengandalkan modal ini untuk belajar dan menikah. Cap jari hari ini harus dicap oleh Hua’er. Bibi Kedua. Uang ini dipinjam untukku, aku pasti akan membayarnya.

Baik. Kamu yang bayar. Ayo, cap saja. Lian Man’er! Ada senior di sini, apa kamu berhak campur mulut? Shouxin. Kamu masih tidak mengaturnya? Man’er kalian makin lama makin tidak menghormati orang tua. Man’er. Biarkan kakekmu yang memutuskannya. Hua’er kami pasti akan membayar utang. Lagi pula, masa Tuan Besar masih hidup, malah membiarkan cucu perempuan

Yang meminjam uang? Jika hal ini tersebar dan diketahui orang luar, apa yang akan dipikirkan orang lain tentang keluarga kita kelak? Paman Jin bukan orang yang banyak mulut. Anggota Keluarga Lian tidak mengatakannya, siapa yang akan tahu? Kamu masih berani campur mulut? Tuan Muda Pertama Keluarga Lian sangat berwibawa, ya. Tampaknya kepala keluarga Lian kalian

Adalah putra sulung Anda. Aku belum mati. Ayah. Bukan itu maksudku. Ayah. Bagaimana kalau kita diskusikan lagi? Tuan Terpelajar. Sebelumnya kita sudah sepakat. Kamu menyuruhku menulis surat perjanjian utang ini dan membawa kemari. Tapi… tapi lihatlah ini… Lihatlah Keluarga Lian kalian, masih mau berdiskusi lagi? Aku bukannya membual, ya.

Orang yang meminjam uang dari bank swasta kami bisa berbaris dari depan desa ke ujung kota praja. Lima ratus tahil perak. Bunganya setiap hari saja tidak sedikit. Jika kalian tidak serius, juga jangan menghalangi rezekiku. Ayah, Kakek. Akan kucap. Masalah pernikahan paksa akhirnya terselesaikan. Seharusnya tidak akan ada yang menggangguku lagi. Benar, ‘kan?

Harus segera memikirkan masalah menghasilkan uang. Meski tempat ini bagus, tapi juga tidak boleh tinggal lama. Dahuang. Menurutmu, bisakah aku menghasilkan seribu tahil emas? Bisa. Bisa. Bisa. Kamu berkata begitu, aku pun tenang. Ayo. Aku tahu menjual bunga pyracantha untuk menghasilkan uang terlalu lambat. Tapi ini hanya rencana sementara. Aku sudah menyelidikinya.

Seperti lipstik, perona pipi, jeroan babi, orang lain sudah menjualnya. Menyuruhmu menjadi pekerja kuli, juga menyia-nyiakan kemampuanmu. Oleh karena itu, kamu jadi jasa tulis saja. Pekerjaan jasa tulis ini cocok untukmu. Selain itu, di pasar kekurangan orang sepertimu… Anda tidak perlu mengkhawatirkanku. Kamu jangan buru-buru menolaknya. Aku sudah memikirkannya. Usaha ini tidak perlu modal,

Juga tidak memerlukan keterampilan. Anda hanya perlu duduk di sana. Dengan wajah tampan Anda ini, bukankah para gadis akan datang sendiri menghabiskan uang untukmu? Aku tidak bermaksud mengataimu pria yang dinafkahi wanita. Maksudku adalah Tuhan sudah mengantarkan makanan ke mulutmu, tidak sopan jika kamu tidak memakannya. Lagi pula, kamu masih berutang 100 tahil padaku.

Utang sudah sepantasnya dibayar. Selain jasa tulis, yang lain bisa dipertimbangkan. Baik. Kalau begitu coba kamu katakan, apa yang bisa kamu lakukan? Punya otak, tidak mau dipakai. Punya wajah tampan, tidak rela dijual. Memetik bunga pyracantha saja berlama-lama. Xiaoqi bahkan lebih baik darimu. Matahari akan segera terbenam. Sebelum memetik sampai keranjang ini penuh,

Kamu jangan pulang. Xiaoqi. Hebat sekali. Kakak Shen Nuo hebat sekali. Cepat sekali sudah penuh? Ayo pergi. Ayo kita pulang. ♫Tidak buruk♫ ♫Rupa ini♫ ♫Sering dipikirkan di siang hari, sering bertemu dalam mimpi♫ ♫Mungkinkah 500 tahun lalu telah ditakdirkan♫ ♫Tubuh ini seharusnya miliknya♫ ♫Ada yang memanggil di luar pintu♫ ♫Mendengar suaranya♫ ♫Dia seorang wanita♫

♫Ternyata bukan perampok♫ ♫Menungguku membuka pintu♫ Bagus! Bagus! ♫Tidak buruk♫ ♫Rupa ini♫ ♫Sering dipikirkan di siang hari, sering bertemu dalam mimpi♫ Shisan. Shisan. Masuk dan ambil barangnya, lalu cepat keluar! Shisan? Tuan Muda? Kamu… Tuan Muda. Kenapa kamu berpakaian seperti ini? Aku sedang bersiap untuk tampil di atas panggung. Tampil? Bukankah kamu diculik

Dan berada dalam bahaya? Aku memang diculik, memang diculik. Malam ini orang tim opera menangkapku untuk naik ke panggung menjadi penggenap. Apa kamu tahu asal-usul tim opera di lantai bawah? Mereka kelihatannya adalah seniman jalanan yang mengelilingi desa. Tapi kungfu mereka sungguh luar biasa. Setelah membuat janji bertemu denganmu hari itu, aku datang terlebih dahulu.

Kebetulan melihat mereka menempati penginapan ini, menjadikannya sebuah teater sementara. Saat menunggu kamu datang, aku langsung ditahan tanpa sebab oleh ketua tim opera ini. Lalu kenapa kamu baru tiba setelah sekian lama? Tubuhku terkena panah beracun dan membuat orang pemerintah melihat wajahku. Saat itu mereka sedang menambah orang untuk mencariku ke mana-mana.

Aku hanya bisa menumpang di rumah keluarga petani untuk sementara. Apakah kamu aman di sana? Sudah. Tenang saja, tidak ada masalah besar. Aku sudah berhasil meyakinkan keluarga itu. Sekarang aku adalah keponakan jauh keluarga mereka. Biasanya bekerja sambilan untuk mereka. Meskipun ada orang yang menyelidiki, keluarga itu juga akan membantuku menutupinya.

Terakhir kali aku datang melihatmu, aku lihat yang mengawasimu adalah para ahli bela diri. Saat itu luka di tubuhku juga belum pulih total. Aku hanya bisa pergi dulu. Tapi dengan kemampuanmu, kenapa tidak cari kesempatan untuk kabur? Karena aku menyadari… Sungguh sebuah adegan persaudaraan yang mendalam dan penuh kesetiaan. Kakak kecil ini sangat tampan.

Bagaimana jika… tinggal di Tim Shengde kami saja? Tuan Juara, silakan terima senjata besi ini. Itu tergantung apakah kamu sanggup menahanku atau tidak. Maju. Aku tidak mencari menantu Raja. Bagus! Penonton yang memberi uang jangan berhenti. Bagus! Itu dia! Aku melihat orang jahat ini membunuh Tuan Muda Sun dengan mata kepala sendiri!

[Teman Sun Li, Fan Lin] Bagus! Bagus! Jangan lari! Kalian belum membayar! Bayar! Bayar! Jika menginginkanku, terus terang saja. Untuk apa jual mahal? Bos, kamu sulit sekali dihadapi. Sampai memakai tombak dan pisau. Ingin berhasil kabur tampaknya hanya khayalan. Mulut penuh dengan argot. Jangan-jangan orang dunia persilatan? Hanya teman sekerja saja. Karena sudah bertemu,

Bagaimana jika sebutkan nama? Tim opera datang kemari untuk berbisnis kecil. Aku bermarga Wang ditambah satu titik, Yu. [Yu Xiangjin] Dilihat dari penampilanmu, tidak disangka kamu juga teman sekerja. Saudara kecilku ini ditahan oleh Ketua Tim Yu, pasti karena telah menyinggungmu. Aku minta maaf dulu. Bolehkah aku bertanya pada Ketua Tim, mengapa menahannya?

Saudara kecilmu tidak mengerti aturan, duduk di kotak kostumku. Seorang pria duduk di harta orang untuk mencari nafkah, apa tidak mendatangkan sial? Memang benar. Bagaimana jika Ketua Tim Yu menyebutkan sebuah harga? Beri aku kesempatan untuk berteman. Kita berdua tahu saudara kecilku ini dilepas atau tidak, hanya butuh satu perintah dari Anda. Baiklah.

Kerugian pertunjukan malam ini ditambah perkara saudaramu menyinggungku, total 200 tahil. Kamu menawar harga selangit, bukankah akan melanggar aturan bisnis? Diam. Aturan? Akulah aturannya. Dua ratus tahil? Itu benar-benar menyulitkanku. Tampaknya aku terpaksa meninggalkan saudara kecilku di sini. Mohon pamit. Seratus tahil. Lima puluh tahil. Dua ratus tahil saja. Dalam waktu satu bulan,

Aku pasti akan menebusnya dengan jumlah genap. Kamu berani mempermainkanku? Bukankah Ketua Tim Yu suka trik mempermainkan orang? Kalau begitu saudara kecilku ini, kuserahkan pada Ketua Tim Yu untuk dijaga dengan baik. Sebelum pergi, ada beberapa hal yang ingin kusampaikan padanya. Bisakah… Terima kasih. Kamu baik-baik saja? Tidak apa-apa. Kutanyakan padamu. Orang kaya

Yang kita incar sebelumnya, kenapa bisa tiba-tiba muncul di penginapan? Aku tidak sempat mengatakannya tadi. Aku melihat orang itu minum arak dan menonton opera di sini. Karena itulah aku menggunakan kesempatan ini untuk mencari informasi di sini. Aku pernah mendengar tim opera tidak sengaja mengungkitnya. Orang itu adalah bos Restoran Yuelai. Restoran Yuelai? Baiklah.

Aku akan pergi ke restoran ini. Kamu tinggal dan terus mencari tahu. Baik. Silakan berkunjung kembali. Hati-hati. Bos sudah pulang. Kedua pelanggan, aku benar-benar minta maaf. Restoran kita ini sudah penuh. Pesanan hari ini sudah penuh. Mohon datang lain hari. Jasa tulis surat, perjanjian, surat gugatan. Satu koin per sepuluh huruf. Mari, permisi. Mari.

Mari, permisi. Satu keranjang bunga pyracantha hanya bisa ditukar dengan beberapa koin tembaga ini. Jika ingin menghasilkan seribu tahil emas, bukankah perlu delapan kehidupan? Baik, terima kasih. [Jasa tulis, satu tahil per sepuluh huruf] Satu tahil per sepuluh huruf? Aneh kalau ada yang datang. Tuan. Aku ingin memintamu membantuku menulis sepucuk surat. Nona, sudah selesai.

Tuan, Anda jangan hanya menulis. Tolong bantu bacakan dan lihat apakah ada yang salah. Benar. Bacakan. Bacakan. Bacakan. Kalau membaca, harganya berbeda. Sekarang bisa dibacakan, ‘kan? Bacakan tidak? Bacakan tidak? Masih belum… Sekarang sudah cukup, ‘kan? Sudah boleh dibaca, ‘kan? Cepat bacakan. Bacakan. Ya, Tuan. Bacakanlah. Cepat bacakan. Bacakanlah. Bacakanlah. Benar. Bacakan saja.

Kamu bacakan saja. Awan berwarna menjadi beragam. Bintang di langit menyampaikan kerinduan. Aku diam-diam melewati galaksi yang tak berujung. Tidak tega melihat jembatan murai saat berpisah. Jika saling mencintai dan tidak pernah berubah, untuk apa mendambakan sesaat ini? Shen Nuo? Dia membacanya dengan sangat baik. Sungguh berbakat. Dia membacanya dengan sangat baik. Benar. Giliranku. Giliranku.

Giliran kami. Jangan berdesakan. Tuan. Tuan! Siapa ini? Siapa ini yang menyandang keranjang? Aku bicara sebentar. Bukankah kamu tidak mencari uang dengan menjual tampang? Aku tidak ingin bersamamu. Bukan tidak mau melakukannya sendiri. Tapi kamu menggunakan ideku. Uang yang kamu hasilkan seharusnya ada setengah milikku. Siapa? Siapa ini? Nona. Apa yang ingin kamu tulis? Aku…

Aku tahu. Kamu ingin menulis… Aku ingin bersama denganmu, terus bersama dengan mesra, terbang melewati dunia fana, bersama selamanya. Bagian ini bagus. Bagian ini lebih bagus. Bagian ini jauh lebih baik daripada yang aku tulis. Tulis saja. Benar, nanti kamu juga tulis ini. Kalau begitu, kamu atur mereka dengan baik. Jangan menghalang di depanku. Saudari-saudari,

Dengarkan aku. Mari kita berbaris, satu demi satu. Aku jamin semuanya dapat bagian. Sungguh. Ayo, semuanya berbaris. Aku duluan, aku duluan. [Restoran Yuelai] Satu demi satu. Mundur sedikit. Mundur, mundur. Mundur sedikit, saudari-saudari. Hati-hati, hati-hati jangan terbentur. Tunggu dulu. Belum selesai dibagi. Ini adalah biaya akomodasimu sehari-hari. Ini adalah biaya makan dan minummu sehari-hari.

Nenekmu tidak meminta uang makan dariku. Baik. Hebat sekali pandai menjilat. Ini adalah biaya harta sesan tusuk konde ibuku dan biaya pengobatan Kak Heng mengobatimu. Oh, ya. Bukankah kamu tidak sudi menghasilkan uang? Kenapa tiba-tiba membuka stan? Dua hari yang lalu, aku bertemu teman sekampung. Dia ditahan orang. Butuh 200 tahil perak untuk menebus dirinya.

Aku perlu menabung uang untuknya, makanya pergi ke kota praja melakukan jasa tulis. Benarkah? Kalau begitu, menurutmu kenapa aku membuka stan? Kalau begitu, kamu ini cukup setia kawan juga. Sudahlah, uang ini juga sudah dibagi jelas. Ini karena kamu demi teman sekampung. Man’er. Dari mana kamu mendapatkan tusuk konde ini?

Uang yang aku hasilkan dari menjual bunga pyracantha, kubeli untuk Ibu. Man’er sungguh hebat. Tapi ada banyak serangga dan ular di gunung. Lain kali jangan pergi lagi. Ibu memberikan harta sesan sendiri, tusuk konde, kepada nenek. Tapi tidak apa-apa. Kelak aku akan menghasilkan uang untuk membelikan yang punya emas, perak, dan akik untuk Ibu.

Meskipun yang ini terlihat sedikit polos, tapi kalau Ibu pakai, pasti cantik. Jangan pakai dulu. Takut nenek melihatnya dan membuat masalah lagi. Ibu simpan saja, kelak baru pakai. Ibu suka. Ini jujube yang baru kucuci, ayo. Cobalah. Manis tidak? Enak. Ibu juga makan. Baik. Kamu makan, kamu makan. Ada apa? Berwajah galak.

Tadi aku melihat Lian Man’er. Tangannya juga memegang sekantong uang. Di dalam kantong uang, masih ada banyak uang. Ibu. Dari mana dia mendapatkan uang ini? Aku juga melihat dia memberikan sebuah tusuk konde baru kepada Bibi Ketiga. Dilihat dari pola tusuk konde itu, setidaknya berharga satu tahil perak. Benar-benar ada kejadian ini? Ibu.

Nenek setiap tahun juga hanya bisa menabung sebanyak itu. Jika direbut oleh keluarga kedua dan ketiga, kita akan rugi. Nanti Ibu akan pergi mencari tahu dari perkataan Bibi Ketiga-mu. Lihat apa sebenarnya yang dilakukan Lian Man’er. Oh ya, Ibu, apakah Anda sudah minum obat? Ibu pasti bisa melahirkan seorang adik laki-laki untukku

Agar Bibi Kedua menutup mulut sialannya itu. Pagi, Kak Nuo. Orang yang bangun pagi punya rezeki. Ayo, pergi buka stan. Aku dan kamu sangat dekat, terus bersama dengan mesra, terbang melewati dunia fana, bersama selamanya. Rantai industri sudah terbentuk secepat ini? Siapa yang bilang orang yang bangun pagi punya rezeki? Aku lihat,

Orang yang bangun pagi, rezekinya dimakan orang, bukan? Kecepatan para gadis ini berpindah kesukaan benar-benar terlalu cepat. Bisa dimengerti, tapi setidaknya pilih-pilihlah. Lihatlah tampang orang-orang ini. Bisnis terlalu ramai juga merupakan masalah. Apa maksudmu? Berikan dua untuk mereka, tapi hanya satu untukku. [Restoran Yuelai] Pengemis kecil. Apa kamu mau makan di Restoran Yuelai?

Kamu punya uang? Ikuti saja. Ayo. Tuan dan Nona, silakan lewat sini. Silakan duduk. Kalian ingin makan apa? Anda lihat dulu. Pesan saja jika ada yang enak. Jangan sungkan. Aku akan segera kembali. Hati nurani sudah tergerak? Kalau begitu, aku tidak sungkan lagi. Nona. Aku akan menyebutkan menu untuk Anda.

Hidangan andalan di restoran kami ada domba kukus, kaki beruang kukus, ekor rusa kukus, bebek panggang, anak ayam panggang, angsa panggang, babi kecap, bebek kecap, ayam kecap, daging asap, telur bitan perut babi, sosis daging kering, kombinasi daging marinasi, ayam asap perut babi, delapan bagian babi kukus, bebek beras ketan. Tuan Muda Song.

Besok Festival Pertengahan Musim Gugur, hamba khusus menyiapkan beberapa hadiah untuk Anda. Kalau begitu kelompok barang ini, apakah Tuan Muda Song bisa [Putra Sulung Keluarga Song, Song Haikun] tambahkan keuntungan 10 persen lagi pada hamba? Anda mengirim barang satu kali juga tidak mudah. Maksudmu, sebelumnya aku merugikanmu? Tuan… Tuan Muda Song. Apa yang Anda katakan?

Hamba tidak berani. Hamba akan menyuruh orang untuk mengganti teh baru untuk Anda. Hamba sudah datang lebih awal untuk mencari tahu sekali. Semuanya hanya pelanggan biasa. Bos Fan masih harus mengandalkan Anda untuk berbisnis. Dia pasti tidak akan berani mencari tahu berita Anda di belakang. Dasar bodoh. Kemarin aku mendengar kabar, Bos Qian itu

Mengatakan aku mengirim barang dengan tidak adil di belakang. Hari ini orang sialan di bawah itu juga membuatku kesal. Sungguh sial. Aku lihat bulan ketujuh dan kedelapan sudah dibagi setengah kepada Bos Qian dan yang lainnya. Kita bahkan hanya bisa makan sisanya saja. Orang-orang ini benar-benar mendapatkan keuntungan tapi tidak tahu diri.

Siapa yang mengambil sedikit, siapa yang mengambil banyak, mereka sendiri tahu dengan jelas. Masalah ini tidak boleh dibiarkan tidak jelas begitu saja. Tenang saja. Setiap kali Anda mengirim barang, waktu dan jumlahnya semuanya tercatat dengan sangat jelas di buku akuntansi ini. Para bos itu juga pernah tanda tangan dan mengecap di buku akuntansi ini.

Begitu ditanya atasan, siapa pun tidak akan bisa mengelaknya. Baik. Bagaimana pengaturan pengiriman kelompok barang selanjutnya? Tuan Muda tenang saja. Semuanya sudah diatur dengan baik. Pesan bersama, pesan bersama. Lian Hua’er ini akan menikah dengan Keluarga Song yang mana? Keluarga Song itu. Yang mana? Yang itu. Yang membuka banyak restoran dan bank swasta

Di kota praja itu? Benar. Bukankah kamu sangat jelas? Keluarga yang begitu besar, memangnya ada yang kedua? Kalau begitu, dia mau menikah dengan putra Keluarga Song yang mana? Tidak tahu, aku juga tidak peduli. Untuk apa kamu bertanya begitu banyak? Tidak ada kerjaan, hanya asal bertanya saja. Penggosip juga, ya. Ayo pergi. Aku belum makan.

Apa kamu punya uang? Bukankah kamu yang traktir? Kapan aku bilang aku mau traktir? Aku hanya membawamu kemari untuk melihat restoran yang paling laris ini untuk memperluas wawasan. Cepatlah pergi. Nanti kalau benar-benar memesan makanan, kamu harus mengeluarkan uang. Aku dipermainkan. Ini kirim untuk siapa itu. Kakek, Nenek. Man’er, kebetulan kamu kembali.

Besok adalah Festival Pertengahan Musim Gugur. Nanti kamu antarkan sedikit kue bulan untuk Paman Jin. Sekalian sampaikan pesan, katakan saja utang padanya, dia tidak perlu khawatir. Keluarga Lian tidak akan telat membayarnya. Masalah ini, lebih cocok Paman Pertama yang pergi. Jika paman pertamamu pergi memberikan hadiah, malah kesannya ada hal yang penting,

Itu justru tidak baik. Lebih cocok generasi muda yang pergi. Pergilah. – Pergilah. – Baiklah. Sudah lengkap. Mau makan apa, ambil saja. Jangan sungkan dengan Paman Jin. Anggap saja ini rumah sendiri. Justru di rumah sendiri, tidak bisa ingin makan apa, mengambil sesuka hati. Kenapa aku tidak melihat Kak Youheng?

Dia pergi ke tempat Wu di barat desa untuk menagih utang. Sebentar lagi akan kembali. Dia? Menagih utang? Benar. Aku harus pergi melihatnya. Pergilah. Ayo, ambil lebih banyak. Man’er! Man’er! Di sini. Bersihkan dengan baik. Bereskan kayu bakar ini. Lap meja ini. Hidupku ini sangat sulit. Utang ini, aku tidak bisa membayarnya dalam waktu singkat.

Hari-hari selanjutnya, bagaimana aku harus melewatinya? Benar. Kehidupan Anda memang sulit dilewati. Kak Heng. Man’er. Kenapa kamu datang? Tunggu sebentar. Air cuci ayam kotor. Aku ganti dulu. Sudah membantumu, mengambil ini, tidak keterlaluan, ‘kan? Ini… Ingat. Kamu adalah penagih utang, bukan yang membayar utang. Kenapa begitu mudah percaya pada orang lain? Selain itu,

Kelak jika kamu bertemu orang yang tidak bisa ditundukkan seperti ini lagi, jangan lupa panggil aku. Menghadapi orang seperti ini, aku punya banyak cara. Man’er. Ada satu hal yang tidak tahu harus kukatakan atau tidak. Sama-sama. Bukan. Baiklah, aku juga harus berterima kasih padamu. Tapi, keluarga ini sebenarnya ada kesulitan. Waktu hidup nyonya besar mereka

Sudah tidak lama lagi. Jangan lihat membunuh ayam, juga membunuh angsa. Itu hanya karena ingin melewati Festival Pertengahan Musim Gugur, ingin meninggalkan kenangan untuk nyonya besar. Dan sapi dan kambing di halaman, semuanya dipinjam dari orang. Untuk membuat nyonya besar pergi dengan tenang. Utang yang kamu tagih, mungkin adalah uang peti mati nyonya besar itu.

Sudahlah, sudahlah. Saat menagih utang, aku juga tidak melihatmu begitu pandai bicara. Tidak dapat uang, malah rugi 10 koin. Man’er, kamu benar-benar baik hati. Kelak jika kamu menagih utang, menjauhlah dariku. Besok mengundangmu ke acara bernyanyi dan menari. Ayo pergi bersama. Aku tidak mau pergi. Aku masih harus cepat-cepat menghasilkan lebih banyak uang.

Tidak apa-apa kurang satu hari. Semuanya berjalan lancar. Hasil panen melimpah. Semuanya berjalan lancar. Hasil panen melimpah. Kak Youheng, maaf sudah membuatmu menunggu lama. Aku juga baru datang sebentar. Tidak disangka, Saudara Shen juga tertarik dengan ini. Tarian desa juga hanya begini saja. Kak Youheng. Kenapa yang datang ke acara bernyanyi dan menari

Festival Pertengahan Musim Gugur, semuanya pria dan wanita muda? Banyak pasangan suami istri di desa yang saling kenal saat acara bernyanyi dan menari. Ternyata begitu. Meskipun terlihat seperti tarian lapangan, tapi cukup menarik juga. Tarian lapangan? Tarian di lapangan luas seperti ini. Ayo, semuanya sudah siap. Man’er. Kalau begitu, aku akan menunjukkan keahlianku.

Mau menari bersama? Saudara Shen pasti tidak pandai menari. Jangan mempersulit dia lagi. Ayo kita pergi. Bukankah kamu tidak ikut? Lebih baik ikut daripada tidak sama sekali. Tidak peduli apa tujuanmu tinggal di sisi Man’er, setelah urusanmu selesai, cepatlah pergi. Saudara Youheng benar-benar perhatian terhadap Lian Man’er. Ingat saja kata-kataku. Bagaimana jika aku tidak pergi?

[Misi: 1.000 tahil emas] [Penghasilan: Menjual bunga pyracantha, jasa tulis, 23 tahil 66 koin] [Pengeluaran: Membeli tusuk konde untuk Ibu, tombok untuk peminjam uang, 1 tahil 10 koin]