My Fantastic Mrs Right | S1EP01 | Seven Upaya Memikat Ramuan Cinta【INDO SUB】iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [My Fantastic Mrs. Right] [Musim 1] [Episode 1] Alam semesta yang luas. Galaksi yang menakjubkan. Setiap planet memiliki ruang dan waktu yang berbeda. Masing-masing bergerak pada orbitnya. Satu-satunya lintasan khusus yang dapat dilalui, dikendalikan oleh sistem pelindung masing-masing planet. Kisah kami dimulai antara dua benua… dari Dunia Awan dan Benua Kunpeng.

[Benua Kunpeng, Beiyue, Tahun ke-81] [Beigong Yan] Terima kasih, Tuan karena telah menunjukkan belas kasihan. [Nanfeng Chen] Belas kasihan? Menurutmu aku akan melakukan itu? Yang Mulia Raja berencana memindahkan tanahku ke Kota Beiyue. Sebagai Magistrat Kota Beiyue, dan juga salah satu dari Empat Master Kerajaan Moyuan, sudah sewajarnya dalam segala hal…

Kau harus membuat Yang Mulia Raja merasa tenang. Kau benar. Kalau begitu, aku akan mengurus situasi Dewan Perdagangan Utara dan Selatan… yang akan diadakan beberapa hari lagi. Kau tak perlu bersusah payah. Kudengar, duta besar diplomatik Qing Lan adalah seorang janda muda yang cantik. Kau tak suka menuruti hawa nafsu.

Sepertinya kau tidak akan bersaing denganku. Tentu saja aku takkan melakukan hal seperti itu. Hanya saja… mengurus dewan perdagangan antara utara dan selatan tidaklah mudah. Aku tak ingin merepotkanmu. Kalau begitu, kau hanya perlu melihat kemampuanku yang sebenarnya. [Kenapa mereka berpakaian seperti ini?] [Di mana aku?] [Jangan bangun!] [Bagaimana aku bisa berubah menjadi kucing?]

[Apa yang terjadi?] – Kucing nakal! – [Masyarakat diatur oleh hukum.] – [Jangan acungkan pedang ke arahku.] – Pergi! Tuan, kau tak apa? Kucing pintar. Tidak ada yang akan menyakitimu. [Orang ini baik.] Sepertinya kita tak dapat menentukan pemenangnya hari ini. Tuan. Sepertinya aku takkan merepotkanmu dengan persoalan dewan perdagangan… antara utara dan selatan.

Maksudmu, makhluk kecil ini telah menyinggung perasaanmu? Karena kau tak ingin melihat kucing ini, aku akan membawanya pergi. Teman Kecil. Bagaimana kalau kau ikut ke istanaku? [Istana?] [Jadi, kau seorang bangsawan?] [Tentu saja aku akan ikut denganmu.] Aku baru ingat. Ini. Bersihkan wajahmu. Kalau bukan karena kesepahaman kita sebagai teman sekolah dulu,

Aku pasti tak paham apa maksudmu ini. Sampai bertemu lagi. Tuan! Dasar kau! Sedang apa kau di sini? Kenapa kau tidak mengejar mereka? Membaca ekspresiku saja tak bisa, bagaimana kau bisa disebut ajudanku? Kenapa kau tak membersihkan wajahmu dulu? Mana bisa aku membaca ekspresimu kalau melihat wajahmu saja tak bisa. Beigong Yan. Kau mengerti?

Ingat. Kau harus menemukan wanita paling cantik di kota ini. Dia selalu berpura-pura tidak mempunyai hasrat. Akan kulihat sampai kapan dia bisa berpura-pura? [Kediaman Raja Beiyue] [Entah kenapa, tempat ini terlihat akrab.] Kau binatang yang sangat menarik. [Aku bahkan lebih menarik saat bukan menjadi binatang.] Tuanku. Kita tidak tahu asal-usul hewan ini.

Bagaimana kalau kita mengebiri kucing ini dulu? Bai Tie, kau terlalu kejam. Coba kulihat, apakah ini jantan atau betina. [Jangan sentuh aku, Bajingan!] Perilakumu buruk sekali. Sepertinya ini betina. – Syukurlah, Master kita… – Hei Li. Syukurlah Master kita adalah orang paling baik di Beiyue. Baik hati, perhatian, dan penyayang. Kucing betina ini…

Mengamankan dirinya sendiri selama delapan masa kebahagiaan. Hentikan omong kosongmu. Bawa kucingnya ke ruang belajarku. Tuanku. Menurutku kita harus mengebiri kucingnya dulu. Kalau kau berbuat sesuatu pada kucing ini, kau akan berurusan denganku. Tuanku tak bilang, aku tidak boleh mengganggumu. Berhenti! Tunggu aku! [Apa aku benar-benar berada di Kota Beiyue di Benua Kunpeng?]

[Mi Xiao Qi] Aku menjadi manusia lagi. Menjadi manusia lagi terasa begitu menyenangkan. Jadi, mimpi itu nyata. [Permisi, Pak. Kau menghalangiku.] [Kau tidak mengenalku? Sebenarnya aku…] [adalah penjaga Benua Kunpeng] [di sistem galaksi.] [Lihat. Ini adalah Kota Beiyue di Benua Kunpeng.] [Keluarga Mo berasal dari sini.] [Namun, karena kekacauan perang, negara itu telah hancur, ]

[menyebabkan hilangnya empat keping giok sakti milik keluarga.] [Keberadaannya saat ini belum diketahui.] [Qi, kau adalah keturunan dari generasi ke-98 Keluarga Mo.] [Kau harus mengumpulkan keempat keping Giok Sakti itu.] [Ini adalah tugasmu.] [Inilah bentuk keempat potong batu Giok Sakti itu.] [Ini adalah empat tas brokat sutra.] [Masing-masing mewakili empat Perjalanan Cinta.]

[Seraya kau mengalami setiap Perjalanan Cinta, ] [kau akan mendapatkan sepotong Giok Sakti.] [Kau harus bersama dengan takdir jodohmu…] [dan mengumpulkan empat keping batu giok tersebut.] [Dengan begitu, kau dapat kembali ke Dunia Awan lagi.] [Qi, kali ini kau harus…] [membuka mata dan pastikan kau tidak jatuh ke dalam perangkap yang sama lagi.] [Pergi!]

[Takdir jodohku?] [Perjalanan cinta?] [Jatuh ke dalam perangkap?] [Apa yang dia bicarakan?] Dia mencari masalah! Aku baru ingat. Untung saja tidak hilang. Tas brokat pria tua itu yang membawaku kemari. Aku harus segera kembali. Berpura-pura seharian membuatku lelah. Kakiku hampir mau lepas. Namun, saat kupikirkan tatapan gerutu di wajah Nanfeng Chen si don juan itu,

Itu membuatku tersenyum sepanjang tahun. Tuanku, kau tidak bisa tersenyum sepanjang tahun. Hei Li bilang, kau memiliki racun demam. Kau harus mengumpulkan kekuatanmu melalui meditasi. Kau tidak boleh merasakan senang dan sedih. Itu agar demammu tidak menyebar lebih jauh. Itu benar. Apa pun yang dikatakan Hei Li benar.

Sebelumnya, don juan itu diam-diam berusaha mencuri Giok Saktiku. Kini, dia berusaha mengambil kendali perdagangan Qing Lan. Dia bermimpi. Sulit sekali kau berpura-pura di depan Magistrat sepanjang waktu. Suku Nanfeng telah menduduki sisi utara selama bertahun-tahun. Mereka punya pengaruh besar. Nanfeng Chen memegang kekuatan militer Kota Beiyue.

Yang Mulia Raja takut bahwa dia akan lepas kendali, maka dia menyuruhku untuk menekannya. Namun, masalah ini tak bisa dilakukan tergesa-gesa. Karena berdasarkan sikap Nanfeng Chen, situasinya pasti akan berubah kacau. Kakak Yan. Perhatikan gerakan di dalam istana malam ini. Si don juan itu pasti akan melakukan sesuatu.

Kakak Yan, aku yakin kau pasti lelah hari ini. Kubuatkan teh bunga krisan untukmu. Minumlah. Kau bisa meminta para pelayan untuk melakukan ini. Aku suka melakukan ini. Lagi pula, aku tak punya kerjaan lain. Ini… Kenapa ini tidak bersinar? Mungkin bentuk dan bantalannya salah. Masih tidak ada cahaya. Barang payah! [Takdir ada di sini.]

“Pandangan pertama yang kau lihat adalah takdir jodohmu.” Mungkinkah tantangan pertama adalah menemukan takdir jodohku? “Tanpa cinta, takkan ada kesempatan.” “Giok…” Apa ini? Apa maksudnya? Qi, aku tahu penguasaan bahasamu terbatas. Jadi, kutinggalkan kau catatan untuk menjelaskan. Maksudnya, kau harus membuat pria yang pertama kau lihat… jatuh cinta kepadamu. Ingat baik-baik.

Jika tidak, kau akan mati. Mati? Aku baru saja sampai. Kau serius? Aku, Mi Xiao Qi, kebetulan adalah seorang Ratu Cinta. Aku tak mungkin mati. Pandangan pertama yang kulihat… akan menjadi takdir jodohku. Dia orangnya! Aku harus membuatnya jatuh cinta kepadaku. Itu mudah. Kakak Yan, bagaimana keadaanmu? [Kakak Yan?] Ada seorang wanita.

Aku sudah punya saingan cinta? Aku harus memperkenalkan diri. Ah Yan. Akhirnya aku menemukanmu. – Kau siapa? – Kau tidak mengenaliku? Kau siapa? Bagaimana kau bisa masuk? Kau siapa? Aku teman masa kecil Kakak Yan. Aku sepupu jauhnya, Mi Xiao Qi. Sepupu jauh? Ah Yan, kita bahkan pernah mandi bersama saat masih anak-anak.

Kita pernah berjanji untuk menikah kalau sudah dewasa. Apakah kau lupa? Omong kosong! Aku tak pernah mendengar Kakak Yan punya sepupu jauh. Benar, ‘kan, Kakak Yan? Tentu saja kau takkan tahu janji antara keluarga kami. Kuberi tahu, aku adalah adik dari neneknya istri ipar paman… dari saudara ayah Ah Yan. Itu tidak benar.

Adik nenek usianya sudah lebih dari 50 tahun. Aku belum selesai. Cucu dari saudari perempuan nenek. Benar, ‘kan, Sepupu? Nona Mi. Ayahku memang mempunyai seorang paman. Namun, dia sudah meninggal saat usianya delapan tahun. Sepertinya kau salah orang. Sudah kuduga kau pembohong. Bai Tie! – Siapa yang kau panggil? – Ya. Usir pembohong ini!

Tolong bawa wanita ini keluar. Tunggu, Ah Yan. Aku membuat kesalahan. Sebenarnya aku adalah saudari dari istri paman ibumu… Tunggu! [Tak ada waktu untuk berpura-pura sekarang.] [Jika tidak, aku tidak bisa kabur.] Tak apa. Jangan menyentuhku. Aku akan pergi. Kakak Yan. – Aku… – Bagaimana kalau kau pulang juga? Aku sedikit lelah.

Kalau begitu, beristirahatlah lebih awal. Akan kubawakan lebih banyak kue besok. Tuanku, aku sudah menggiring gadis itu keluar. Hati-hati dengan gadis itu. Ada sesuatu tentangnya. Baik. Tuanku, kenapa kau memegangi dadamu? Apakah terasa sakit? Tidak. Aku tak apa. Kau boleh pergi. Baik. [Kenapa aku memegangi dadaku?] [Apakah aku sakit?] Aku baik-baik saja. Apa yang terjadi?

Tak bisa dibiarkan. Saingan cintaku ada di sana. Aku tak boleh pergi begitu saja. Aku perlu menemukan cara untuk kembali. Tidak. Aku adalah orang yang anggun. [Kediaman Magistrat] [Mo Li] Berhenti. Sudah cukup untuk malam ini. Kau boleh pergi. Tuan. Biarkan aku di sini dan melayanimu sepanjang malam. Kau selalu menyuruhku pulang saat tengah malam.

Orang-orang di luar mulai bergosip tentangmu. Siapa yang berani bergosip tentangku di Kota Beiyue? Sebaiknya kau pulang. Aku tidak mau. Sayang. Mari kita sudahi malam ini. Kita bertemu lagi lain waktu, ya? Baiklah. Tuan. Kau sudah menyelesaikan tugasmu? Wanita dan obat itu sudah dikirim ke sana diam-diam.

Dia dijamin akan menjadi wanita tercantik di kota ini. Asalkan dia meminum obat itu, bahkan dewa pun tak bisa menghentikannya. [Kediaman Raja Beiyue] [Ini pasti kamar Ah Yan.] Siapa yang tidak tahu cara meracik teh? Magistrat sungguh hebat. Di mana dia menemukan orang seperti ini? Sayang sekali Tuanku tidak melihat wanita ini.

Tubuh dia sedang lemah. Dia tidak boleh melihat hal ini. Kau mau ke mana? Bagaimana jika dia melarikan diri? Hidungmu tidak peka, kau tetap di sini dan berjaga. Apa? Aku? Ah Yan. Kau sudah selesai mandi? Apa kau mau tidur? Bagaimana kau bisa masuk? Sudah jelas aku melangkah masuk.

Ah Yan. Aku tidak punya pilihan lain selain mendatangimu. Sejak aku masih kecil, orang tuaku tidak menyayangiku. Satu-satunya orang yang menyayangiku adalah kakekku, dia seorang pecandu alkohol. Perundung di desa kami memaksaku menjadi gundiknya. Namun, kita sudah berjanji untuk menikah. Lebih baik aku mati daripada harus menyerah.

Jangan bilang kau tidak mau membantu aku yang sedang kesulitan? Nona Mi. Laki-laki dan perempuan tidak boleh bersentuhan. Ini tidak pantas. [Lumayan juga.] [Masih ada pria yang menolak godaanku.] Kau bahkan tak mau melihatku. Bagaimana kau bisa tahu kita tidak cocok? Mungkinkah atap itu terlihat lebih menarik dariku? Tentu saja tidak.

Jadi, kau mengakui diriku cantik? Nona Mi, kau terlalu dekat. Aku sungguh tidak ingat tentang janji kita untuk menikah… dan urusan keluarga kita. Kecuali kau punya peninggalan untuk membuktikan ucapanmu. Peninggalan? Apakah benda ini termasuk? Namun, sebelum aku menunjukkannya kepadamu, kau harus berjanji membolehkanku tinggal di sini.

Bagaimana aku bisa tahu kau tak mengambil peninggalan ini dan ingkar janji? [Wanita ini sengaja mencoba ingin mendekatiku.] [Dia pasti punya niat lain.] Kalau kau tidak percaya kepadaku, kita bisa mencari saksi. Bai Tie. Ah Yan, minumlah teh ini dulu. Nona Mi, bisakah kau melepaskan tanganmu? Minuman apa yang kau berikan kepadaku?

Ini teh yang kutemukan di luar. Jangan-jangan teh ini… Kalian masih menggunakan trik kekanak-kanakan seperti ini. Ah Yan, jangan khawatir. Aku kebal terhadap racun. Aku takkan berbuat apa-apa kepadamu, asalkan dirimu… Ah Yan, tolong tenang. Aku merasa kepanasan dan menderita. Ini tidak mungkin terjadi. Berhenti menggodaku. Aku juga punya batasan. [Tato ini…]

Bagian mana yang kau raba? Itu dia. Berbaringlah. Bukankah kau bilang laki-laki dan perempuan tak boleh bersentuhan? Ah Yan, kau baik-baik saja? Ah Yan! Seseorang, panggilkan tabib! Siapa pun! – Panggilkan tabib! – Tuanku! Ah Yan! – Lepaskan dia. – Panggilkan tabib sekarang. Kubilang, lepaskan dia! [Jangan beranjak, ada lagi yang menarik.]

Sudah siap? Mari ke adegan selanjutnya. – Sudah siap? – Hampir selesai. Kenapa kau masih di sini? Pakai tutup kepalamu. Kau Dewa Anggur, ‘kan? – Cepat pergi! – Baik. Pak Sutradara. Bagaimana adegan perahu yang kita bicarakan itu? Adegan perahu? Maksudmu yang berada di laut? Kau harus tahu cara berenang. Apa kau bisa berenang?

Aku bisa. Kau juga harus pergi ke darat dan mengemudi. – Aku bisa mengemudi. – Kau bisa? Ah Yan. Dia ingin melakukan adegan perahu. Dia terlalu liar. Apa kau ingin berganti pacar? Dia bilang aku liar. Mo Li! Mo Li! Apa yang terjadi, Tuanku? Kabarnya, kau sangat liar.

Pak Sutradara, boleh aku bertanya? Bolehkah aku menambahkan adeganku sendiri? Menambahkan adegan apa? Adegan nakal. Kau mengerti, ‘kan? Kau dan Mo Li punya banyak adegan itu. Pikiranmu terlalu jauh. Tidak sopan. Dia tidak sopan! Jangan singkirkan aku dari episode pertama. Ini episode pertama. Jangan singkirkan aku.

– Aku disingkirkan dari episode pertama. – Permintaanmu terlalu banyak. Sudah cukup! Mari mulai bekerja!