Day Breaker | EP13 |【INDO SUB】iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Dahui sudah mati. Kini, polisi sedang mengawasi dengan ketat. Orangku juga tak bisa bergerak di perbatasan. Aku tahu, ini bukan salahmu. Kamu hanya kurang beruntung saja. Namun, usulanmu sudah kusampaikan kepada Tuan Cai. Apa tanggapan Tuan Cai? Segera bangun jaringan penjualan sendiri, dan kembangkan perusahaan baru berikutnya.

Lalu, habiskan persediaan di daerah lokal, dan segera kembali ke jalur yang benar. Apa yang sedang… kamu khawatirkan? Dunia sudah berubah. Apa ada anak baru zaman sekarang yang kenal dengan Songcai? Mereka tak perlu tahu siapa itu Songcai. Mereka hanya perlu mengikuti perintah Tuan Cai saja. Baik. Baik. Lanjut cari pembeli. Kematian Dahui

Mungkin adalah kesempatan terbaik untuk menyingkirkan Cai Zhiming. [Day Breaker] [Episode 13] [Dua Bulan Kemudian] Aku hanya mendengar rumor bahwa saat Kuntuo bertransaksi dengan Pala, ada polisi yang disuap. [Kantor Polisi Huacheng] Duduk. Putrimu sudah masuk sekolah, di SD terbaik di sekitar sini. Aku sudah berbicara secara khusus dengan kepala sekolah. Terima kasih, Petugas Liao.

Bersiaplah. Besok akan kuatur agar kamu keluar dari penjara. Target ketiga. [Setia dan Patriotik] Rekan media sekalian, halo. Biar kuberi tahu kalian, selama ini Tuan Song telah berkontribusi besar dalam pembangunan ekonomi Huacheng. Pada saat yang bersamaan, juga memberikan bantuan dan dukungan yang besar pada kantor polisi kami. Di sini, aku mewakili semua polisi

Untuk berterima kasih kepada Tuan Song. Terima kasih kembali, Wakil Direktur Sha. Ini ada sedikit bingkisan kecil dari perkebunan teh kami. Terima kasih. Semuanya, sebenarnya ini adalah hal yang harus dilakukan oleh setiap warga Huacheng yang taat hukum. Kalian telah menangkap penjahat narkoba dan memusnahkan narkoba. Kami, para pengusaha ini baru bisa berbisnis dengan tenang.

Kalian sudah bekerja keras. Namanya Songcai. Aku curiga, dia yang mengurusi persediaan Geng Asia Selatan. Sudah diselidiki lama sekali, tetapi tetap tak ditemukan bukti apa pun. Dilihat dari luar, dia melakukan bisnis yang jujur. Punya sebuah perkebunan teh dan beberapa agen wisata. Meski beberapa waktu lalu seorang pemandu wisata dari agen wisata ditangkap terkait narkoba,

Tetapi dia bersikeras bahwa itu adalah tindakan pribadi. Kita sama sekali tak menemukan bukti tentang Songcai. Kamu ingin aku membantumu mencari bukti? Temukan lokasi persembunyian narkobanya. Ini adalah nyawa Geng Asia Selatan. Hanya dengan begini, kita baru bisa mencabutnya dari akarnya. Lalu, apa yang harus kulakukan selanjutnya? Dahui sudah mati. Jalur pengiriman mereka sudah terputus.

Jadi, Songcai pasti akan bertindak. Aku ingin kamu kembali ke sisi Liang Long, dan sebisa mungkin mendekati Songcai. Liang Long pasti tak akan melepaskan kesempatan sebagus ini. Kamu bisa menghasutnya untuk bekerja sama, lalu memanfaatkan kesempatan ini untuk berada di samping Songcai dan mencari tahu tentang dirinya. Sepertinya tugas kalian masih sangat sulit.

Selanjutnya, jika membutuhkanku, katakan saja. Terima kasih, Tuan Song. Dukungan dari kalian, para pebisnis, dan dorongan dari media, adalah senjata yang sangat kuat untuk kami. Kali ini kalian telah memotong jalur pengiriman mereka yang begitu penting. Selanjutnya pasti akan ada aksi besar, bukan? Detail kasus ini adalah rahasia kepolisian. Hanya polisi pengurus kasus yang tahu.

Aku tak pernah menanyakan hal-hal ini. Tuan Song, untuk apa kamu menanyakan ini? Tidak ada apa-apa. Sampaikan salamku pada para polisi di garis depan. Kalau begitu, sampai jumpa, Wakil Direktur Sha. Baik, kamu tenang saja. Aku pasti akan menyampaikan salammu pada para polisi di garis depan. Terima kasih. Sampai jumpa.

[Yu Shenghai. Pornografi, Perjudian, dan Narkoba Dilarang] Rasa orisinal ukuran besar dan tambah boba. Dengan ini, kita berdua sudah impas. Tak termasuk gelas ini, kamu masih berutang tujuh gelas padaku. Coba kulihat. Lihatlah sendiri, lihatlah. [Transkrip Nilai] Tujuh gelas, ya? Apa tujuh gelas itu bisa habis dalam sekali minum?

Kalau begitu, kamu pun tak akan ingkar janji, ‘kan? Aku… aku… Tuan. Kami di sini bisa menyimpankannya. Anda boleh bayar dulu. Saat Adik Kecil ini datang, bisa langsung minum. Beli, beli, beli. Deposit. Deposit. Baik. Baiklah. Jika sembilan gelas dikumpulkan, bisa gratis satu gelas. [Teh Susu Boba. Kartu Poin] Sudahlah, sudahlah. Kamu pulanglah dulu.

Aku akan mengunjungimu lain hari. Habiskan dulu, baru masuk. Jangan minum terlalu banyak. Jika terus diminum seperti ini, berat badanmu akan melebihi ayahmu. Jangan beri tahu ibuku. Petugas Yu. Kakak Ipar. Ibu. Bantu aku pegang sebentar. Cepat. Apa yang kalian lakukan? Apa belakangan ini kepolisian sibuk? Aku baru saja dipindahkan kembali, jadi, sibuk terus-menerus

Dan tak ada waktu menjenguk kalian. Oh ya, Kakak Ipar. Ini gaji yang baru dibagikan. Kamu pakai sendiri saja. Aku tak memerlukannya. Kamu tak perlu seperti ini. Kamu sudah banyak membantu keluarga kami. Aku pernah berjanji padanya untuk menjaga kalian berdua dengan baik. Dua hari yang lalu, aku melihat berita,

Sepertinya kalian memecahkan sebuah kasus besar. Kalau saja dia bisa melihatnya, dia pasti akan senang. Bagaimana bisnismu akhir-akhir ini? Jauh lebih baik dari sebelumnya. Sejak Tim Investigasi Gabungan datang lima tahun yang lalu, turis menjadi banyak. Ekonomi pun ikut berkembang. Jika kamu ada kesempatan bertemu dengan mereka, kamu harus mewakiliku berterima kasih pada mereka.

Oh ya, Kakak Ipar. Aku ada urusan, jadi, aku pergi dulu. Tinggallah dulu untuk makan. Tidak. Kerjakan PR dengan baik. Tuan Yu. Halo, Tuan Songcai. Halo, Petugas Yu. Lihatlah, si Gendut itu sangat imut. Umurnya 12 tahun. Golongan darah O. Kelas 5 SD Huacheng, ‘kan? Dengar-dengar, matematikanya bagus. Ayahnya bernama Wu Ming.

Beberapa tahun lalu, dia meninggal karena pekerjaan. Anak yang baru berusia 12 tahun, ayahnya sudah tiada. Apa yang kamu inginkan? Aku ingin berteman dengan Petugas Yu. Aku hanyalah seorang polisi dengan jabatan rendah. Sepertinya tak pantas menjadi teman Anda. Ada beberapa hal yang tidak perlu buru-buru. Dengan poster di sepanjang jalan ini,

Siapa yang tak tahu bahwa Petugas Yu akan menjadi andalan kantor polisi di masa depan? Namun, maaf, aku ini orangnya tak terlalu suka berteman. Menurutmu, jika terjadi sesuatu pada si Gendut ini, kamu pasti akan sangat khawatir, bukan? Coba saja kamu menyentuhnya. Kamu terlalu banyak berpikir. Aku adalah warga yang taat hukum.

Namun, menurutmu, siapa yang berani bilang bahwa sepanjang hidup ini akan aman sentosa? Misalnya kecelakaan mobil, atau perampokan. Orang yang tak pernah mengalaminya akan selalu merasa dirinya bisa melakukan apa saja, bisa melindungi orang-orang di sekitar, apakah benar bisa? Mungkin kamu bahkan tak bisa melindungi dirimu sendiri. Apa sehelai jerami

Bisa menakuti burung gagak yang ada di ladang tanaman? Aku punya ide, namanya Proyek Orang-orangan Sawah. Aku akan menyediakan semua yang kamu inginkan. Aku akan memberikan semua sumber dayaku kepadamu. Tunggu sampai kamu sudah cukup kuat, kita bersama-sama akan melindungi lahan tanaman milik kita. Kamu ingin aku menjadi pendukungmu? Bisa dibilang, aku butuh kawan

Di kantor polisi. Kita saling memanfaatkan. Lagi pula, apa yang aku suruh kamu lakukan adalah tugas polisi. Tak hanya tidak melanggar hukum, hal ini juga akan menaikkan jabatanmu. Jangan buru-buru menjawabku. Aku punya kesabaran untuk menunggu keputusanmu. Aku umumkan dengan serius, Pertunjukan Seni Acara Pembukaan SD Huacheng dimulai sekarang.

Apa kamu sudah lihat laporan aksi itu? Apa ada yang membuatmu mengingat sesuatu? [Wan Chuan] [Polisi. Wu Leong Chee] Baik, aku akan menjelaskan pertanyaanku. Waktu dan tempat kemunculan setiap orang di sini memang sangat masuk akal. Di atasnya, juga ada tanda tangan konfirmasi Petugas Liao. Lalu, Petugas Liao waktu itu hanya muncul di satu tempat.

Bagaimana dia bisa memastikan keaslian setiap laporan? Cantik sekali. Senang, tidak? Pinjamkan aku 100 yuan. Kamu perlu uang untuk apa? Aku dengar, ayahku akan segera kembali. Jadi, aku tidak bisa bersamamu sepanjang hari. Aku takut kamu melupakanku. Jadi, mau meminjam uang dariku? Orang yang berutang akan selalu diingat orang lain. Siapa yang mengajarimu?

Nyonya pemilik rumah. Dasar cerdik. Biar kupertimbangkan dulu. Baik. Kalau begitu, harus lihat kelakuanmu hari ini. [SD Huacheng] Xi patuh, tidak? Xi sangat patuh. Ayo. Tujuh tahun. Itu berarti, sebelum dia menghilang, dia sudah punya si Kecil Imut ini. Tidak benar. Waktu itu, dia bersamaku setiap hari, dia mana punya waktu?

Apa mungkin dia bukan putri Kak Xiang? Putri ini putri palsu. Salah. Putri itu putri asli. Sang ayahlah yang palsu. Kenapa belakangan ini kamu selalu khawatir? Apa iya? Tidak juga. Jika pekerjaanmu terlalu sibuk, kamu tak perlu selalu datang menjengukku. Lagi pula, belakangan ini, setiap aku menyalakan TV, aku sering melihatmu.

Aku tidak sering masuk TV. Hanya saja, baru-baru ini kasus ini terpecahkan, jadi, baru ada liburan beberapa hari ini. Kamu sudah bekerja dengan baik, lalu kenapa harus pensiun lebih awal? Aku ingin menemanimu lebih lama. Setelah kamu sembuh, kita akan pindah kembali. Apa penyakitku ini masih bisa sembuh? Terima kasih, Liao.

Beberapa tahun ini, kamu sudah menghabiskan banyak uang demi mengobati penyakitku. Tesmu hari ini, baru saja dimulai. Tidak apa-apa. Kamu jangan berpikir sembarangan. Dokter. Nyonya Liao. Anda telah pulih dengan sangat baik. Selamat. Terima kasih. Petugas Liao, bagaimana kalau kita bahas tentang metode pengobatan Nyonya Liao selanjutnya? Baik. Kita bicara di luar.

Anda lihatlah laporannya dulu. Baik. Jauhi keluargaku. Petugas Liao, aku hanya ingin lebih memahamimu. Hal ini bisa mempererat persahabatan kita. Aku baru saja melihat daftar obat istrimu. Satu kotak obat harganya 3.000 Yuan. Harga jualnya lebih mahal daripada narkoba. Apa kamu sanggup? Aku punya kenalan di rumah sakit. Bagaimana kalau aku memberimu sebuah malpraktik medis?

Tidak tega, ya? Orang yang sanggup membunuh anak buah sendiri hanya demi masa depan pribadi sepertimu ini, apa ada hal yang tak bisa dilakukan? Jika tidak lancar, bahkan Dahui saja kamu bunuh. Jika istrimu tahu kamu orang yang seperti ini, dia pasti akan merasa bahwa dia menderita penyakit ini karena karmamu. Ada polisi memukul orang.

Liao. Tuan Liang, apa bisa beri tahu siapa polisi yang memukulimu? Memangnya siapa lagi? Dia adalah Petugas Liao yang sering masuk TV belakangan ini. Dia adalah pahlawan anti-narkoba, tidak mungkin memukul orang tanpa alasan. Bukannya tanpa alasan. Semuanya salahku karena pernah memakai narkoba. Namun, aku sudah lama berhenti. Polisi Liao bilang,

Dia harus memukul semua orang yang pernah memakai narkoba. Itu juga bukanlah alasan dia untuk memukuli orang. Apa ada tercampur dengan dendam pribadi? [Indeks perumahan turun selama delapan kuartal berturut-turut] Dia terlalu menindas orang. Kamu tak akan percaya kata-katanya, ‘kan? Petugas Liao. Menurutmu, dia itu siapa, apa kita masih belum jelas?

Namun, bagaimana wartawan media menulisnya, dan akan memengaruhi pandangan publik terhadap kita atau tidak, ini barulah intinya. Kamu hanya hilang kendali sesaat dan masuk ke dalam jebakan mereka, hal ini aku bisa mengerti. Namun, kini dia sengaja memperbesar masalah, karena ingin membuat kartu andalan untuk dirinya sendiri. Bahkan jika kelak benar-benar bersalah dan menyelidikinya lagi,

Maka para wartawan itu akan menyerbu kemari seperti hiu yang mencium bau darah. Bahkan jika dia benar-benar penjahat narkoba, mereka juga akan menuliskanmu dengan tuduhan untuk membalas dendam pribadi. Aku memang tak bisa mengendalikan bagaimana mereka menulisnya. Begini saja, Petugas Liao. Pulanglah dan istirahat dulu. Setelah masalah opini publik ini berlalu, nanti kita bicarakan lagi.

[Kantor Polisi Huacheng. Tanda Pengenal Polisi] Ayah. Tanya dulu siapa, baru buka pintu, Xi. Sayangku. Liang Long. Untuk apa kamu datang? Bukankah Xiang keluar dari penjara hari ini? Aku merindukannya, dan ingin membicarakan sesuatu dengannya. Sobat Kecil, mari bermain sebentar dengan Kakak, oke? Xi, jangan nakal. Mainlah sendiri sebentar. Aku akan menemanimu nanti. Pergilah.

Beri tahu aku, apa yang ingin kamu katakan padanya. Aku akan menyampaikannya. Boleh juga. Begini, Adik Ipar. Sejak Xiang muncul, aku menghasilkan banyak uang. tetapi aku tak menyentuh narkobanya sama sekali. Biar bagaimanapun, aku adalah seorang penjahat narkoba tersohor. Percaya atau tidak, meski aku sekarang pergi ke kantor polisi untuk menyerahkan diri pada mereka

Dan bilang bahwa aku, Liang Long, adalah seorang penjahat narkoba, mereka juga tak akan percaya. Dia sudah melakukan banyak hal untukmu. Sekarang orangnya bahkan belum keluar. Apa lagi yang kamu inginkan? Belakangan ini, barang ini muncul di pasar, sangat terjual laris. Intinya, ini adalah barang sintesis berbiaya rendah, mudah membuat kecanduan.

Ini pasti akan menghasilkan banyak uang, dan aku harus melibatkan Xiang. Kami tidak tertarik dengan ini. Namun, ia ini sangat menguntungkan. Kita bicara di luar. Ayah. Sampai jumpa, Adik Ipar. Sedang apa kamu? Kakak Ketiga, maafkan aku, mohon pengertiannya. Kakak ketiga. Berani menghancurkan mesinku? Kamu berani menghancurkan mesinku? Ada sesuatu dengan mesin kalian.

Aku benar-benar tak bisa mengeluarkannya. Kalau begitu, tangkap saja pelan-pelan. Kakak Ketiga. Kakak Ketiga! Kakak Ketiga! Pergi! Adik Ketiga. Boleh juga kamu, memakai cara ini untuk menjual narkoba. Bukankah belakangan ini Dahui sudah ditangkap? Polisi mengawasi terlalu ketat, kita juga tidak bisa terang-terangan. Lagi pula, jika bukan kenalan, aku juga tak akan membiarkannya masuk.

Bagaimana jika tak bisa terambil? Bukankah kamu ini sedang menindas orang? Semuanya berdasarkan kemampuan masing-masing. Punya siapa? Tidak tahu. Aku benar-benar tidak tahu. Seseorang memintaku menjualnya. Kami bagi 50-50. Barang jenis baru seperti ini sangat populer belakangan ini. Sepertinya rumor yang kudengar di penjara itu benar. Rumor apa? Atasan Dahui sudah beraksi. Namanya Songcai.

Dia membantu Cai Zhiming mengurus gudang. Sepertinya dia juga sedang berbisnis sendiri. Bagaimana kalau kita berbicara dengannya? Xi, coba pikirkan, apa lagi yang ingin kamu bawa? Ada kamu sudah cukup. Apa bukunya sudah cukup dibawa? Jangan nakal, ya. Ayo, pakai, di luar berangin. Malam pun agak dingin. Ayo, pakai lengan baju ini.

Sekarang giliranku menjaga Xi. Kamu mau membawanya ke mana? Aku tak bisa menjelaskannya padamu untuk sementara waktu. Aku langsung telepon ayahnya saja. Aku adalah pemilik rumah di sini. Kalau kamu bawa dia pergi dari sini. Siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padanya? Aku mengerti kekhawatiranmu. Namun, jika Xi tinggal di sini,

Sangat mungkin akan ada bahaya. Bahaya apa? Ayah. Bagaimana kamu bisa tenang menyerahkan Xi kepada orang luar? Apa kamu tak takut terjadi masalah lagi? Masalah Dahui waktu itu juga bukan salahnya. Xi berada di sisinya jauh lebih aman daripada berada di sisiku. Tenang saja. Ayo, jalan. Masih ada banyak hal yang ingin kubicarakan denganmu.

Petugas Liao berharap, pertemuan kita dengan Songcai kali ini, dapat membuat kita menemukan bukti tentang hubungannya dengan penjualan narkoba. Dia ini sangat berhati-hati. Aku pernah berbicara dengannya. Dia tak mau mengaku pernah menyentuh narkoba. Untuk membuat seorang gembong narkoba besar seperti ini mengaku bahwa dirinya menjual narkoba, tidak akan semudah itu. Nanti akan kucoba.

Aku akan berbicara dengannya. Maaf, membuat kalian berdua menunggu lama. Tuan Songcai tiba-tiba ada rapat yang sangat penting yang harus dihadiri. Jadi, hari ini mungkin tak bisa menemui kalian berdua. Tidak apa-apa. Kami bisa menunggunya. Kalau begitu, aku terus terang saja. Sebenarnya, kami tak terlalu bersedia berhubungan dengan orang yang memiliki identitas seperti kalian berdua.

Memangnya ada apa dengan identitas kami? Setahuku, kamu baru saja dibebaskan dari penjara, dan terlibat dengan penjahat narkoba. Jika kamu muncul di sisi Tuan Songcai, hal ini pasti akan menimbulkan pengaruh yang sangat buruk bagi kami. Jadi, maaf. Aku ingin memaksa Songcai sendiri yang mencariku dengan cara memutuskan jaringan penjualannya. Liang Long,

Panggil orang untuk berkumpul denganku. Tulis semua orang yang kamu tahu. Tidak boleh ada satu orang pun yang menjual barang Songcai di jalan-jalan Huacheng. Menang. Serahkan uangnya. Aku hanya punya sebanyak ini. Dia adalah Petugas Yu, aku akan bicara sebentar dengannya. Ada apa kamu mencariku? Aku pergi menemui keluarga Wu Ming.

Bagaimana? Apa mereka baik-baik saja? Tampaknya kamu tak terlalu peduli dengan mereka sebelumnya. Bagaimana kamu tahu aku tak pernah peduli dengan mereka? Aku juga punya keluarga. Mungkin aku yang lebih mengerti bagaimana memperhatikan orang. Aku tahu, di dalam hatimu, kamu tidak bisa melepaskan hal itu. Kusarankan, kamu lupakan saja. Lupakan?

Beri tahu aku, bagaimana cara melupakannya? Sampai sekarang, kamu tak merasa bersalah sedikit pun dengan Kematian Wu Ming, ya? Biar kuberi tahu kamu, sejak hari pertama dia memakai seragam polisi, dia sudah tahu akan ada hari seperti ini. Apa kamu tidak berpikir seperti itu? Jika tidak, saat kamu memegang pistol waktu itu, kamu akan mendengarkanku.

Jika suatu hari terjadi sesuatu padaku, apa kamu bisa mewakiliku menjaga keluarganya? Selama dalam lingkup kemampuanku, aku pasti akan melakukannya. Kalau begitu, apa idemu untuk Rencana Tengah Malam selanjutnya? Berhenti dulu. Namun, aku punya satu hal lagi yang perlu kamu lakukan. Senin depan, ada pidato di Biro Pendidikan, dan perlu seseorang untuk melakukannya.

Aku merekomendasikanmu menjadi pembicara utama. Persiapkanlah dengan baik. Aku tahu. Kalau tak ada urusan lain, aku pergi dulu. Apa Petugas Yu sudah dipindahkan kembali? Iya. Aku yang memindahkannya kembali. Masih ada sedikit urusan yang perlu kerja samanya. Kalau begitu, lepaslah tangan dan biarkan dia yang melakukannya. Sekarang belum waktunya. Dia masih terlalu muda.

Ada beberapa hal yang harus kuawasi sendiri. Penyakit lamamu ini masih sama saja. Kamu kurang percaya pada siapa pun. Lalu, menurutmu, apa yang harus kulakukan? Kamu selalu suka mengalihkan pertanyaan pada orang lain. Jelas-jelas sudah ada jawaban di dalam hatimu, masih butuh orang lain yang mengatakannya untukmu. Memang kamulah yang paling memahamiku.

[20 tahun yang lalu. Segitiga Emas] Satu, dua, tiga, empat, lima. Lima kali enam, 30. Enam kali enam, 36. Masih kurang satu. [Songcai] Masih oke? Air. Ayo. Kamu mau ke mana? Pergi menyelamatkan mereka. Mereka semua sudah mati. Aku tahu mereka sudah mati, tetapi mereka adalah rekan seperjuanganku. Bahkan meski hanya tersisa satu napas,

Aku masih harus membawa jasad mereka kembali. Angkat pistol. Tembak! Apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan? Pernahkah kamu berpikir, jika selamat setelah perang berakhir, apa yang akan kamu lakukan? Aku tak pernah berpikir aku akan masih bisa hidup. Oh ya, jika bukan karena aku, orang yang berbaring di sini adalah kamu. Jadi, kamu harus membantuku.

Di sana masih ada banyak. Harus digali sebelum fajar. Tidak. Kamu ini… Heroin. Heroin seharga 30.000 dolar/kg. Kamu bersusah payah membawa mayat kembali adalah untuk mengangkut narkoba? Hanya dengan disembunyikan di sini, maka tak ada yang bisa menemukannya. Ini cara paling aman untuk mengangkut narkoba. Kamu… Songcai, aku tidak sehebat yang kamu pikirkan. Ayo, selanjutnya.

Pala! Jangan lakukan ini. Songcai, kita ini orang yang pernah mati sekali. Kita bisa hidup sekarang adalah perjuangan kita tiap harinya. Coba pikirkan, setelah perang berakhir, apa yang bisa kita lakukan sebagai tentara bayaran yang ditinggalkan? Jadi, selanjutnya, kita harus memulai kehidupan kita sendiri, membuka medan perang sendiri, dan menikmati sisa hidup. Halo?

Mereka datang lagi. Terima kasih kalian telah menunggu lama, tetapi tetap harus menunggu dengan sabar. Jika lapar, makanlah mi instan. Mari kita tunggu kedatangan Caishu. Adik Ketiga yang memakai baju merah itu membuka kedai mahyong, dan punya tiga kg narkoba. Yang keempat, punya dua kg narkoba di tempat parkir. Yang kelima, ada empat kg narkoba

Di taman bermain. Makin lama orang-orang ini berada di tanganku, maka kerugian kalian akan makin besar. Tidak ada yang bisa menjamin pasar ini tidak akan digantikan oleh orang lain. Sepertinya kamu sudah mengakuinya. Bawa mereka kemari. Sudah membuat keputusan?