Dear Missy | EP17 |【INDO SUB】iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] – Halo, Yao Yuan. – Halo. [Sebelumnya di Dear Missy] Kenapa tak menyimpan nomorku? Baterai ponselku habis. Ini teman-temanku. Ayo minum. Bodoh sekali. Para artisnya hanya tak ada pekerjaan lain. Menyerang polisi bisa kutuntut. Wen Ru Xin. Sebenarnya aku punya pacar. Dia di Prancis. Aku masuk final kompetisi desainnya.

Dia orang seperti apa? Dia pria kejam seperti aku. [Dear Missy] Semuanya akan datang di malam tahun baru? Sepertinya tidak. Guan Yue punya kencan dengan Ye Zhou. Yao Yuan akan menemani ibunya ke luar negeri. Lalu, Cheng Nan… Tidak apa-apa. Dia kenapa? Aku bukan orang yang menyimpan dendam pada mantan pacarku. Dia harus bersama kliennya.

Kami bisa apa? Tidak bisa ke mana-mana. Ke sini saja. Di sini ramai. Bagaimana denganmu? Aku akan ada di sini. Aku kekurangan staf di sini. Katakan jika kau butuh apa pun. Akan kubelikan untukmu. Huang. Kau tidak bekerja di sini untuk Tuan Gao. Kau mengincar You Zi, ‘kan? Dia bisa kudapatkan kapan pun aku mau.

Berhentilah berlagak. Terima kasih, You Zi. Ini untukmu. Terima kasih, You Zi. Kau dengar itu? Dia membuat ini untukku. Bukankah kau bilang kapan pun? Hanya masalah waktu. Akan kutunggu hari itu. Kugambarkan hati untukmu. Berikan ini kepada You Zi. [Dear Missy, Episode 17, Kau akan sendirian jika tak berinisiatif.] Bintang ini untukmu. Terima kash.

Apa rencanamu untuk malam tahun baru? Kenapa kau bertanya? Kurasa kau akan sendirian. Bagaimana kau tahu? Shen Si Yi bilang dia akan melewatinya bersama pacarnya. Jadi, kau seharusnya… Kau mau mempertimbangkan untuk melaluinya bersamaku? Aku tidak tertarik. Baik. Aku bermimpi kemarin. Aku memimpikanmu berkencan dengan seorang kolega. Mau tahu orangnya? Siapa? Da Xiong.

Kau menjadi anjing dalam mimpiku. Kau bahkan memimpikanku. Ini membuktikan aku spesial untukmu. Sangat mengharukan. Hentikan. Bintangnya tertinggal. Kau simpan saja. – Ini kupetik kemarin. – Aku tidak mau. Zhang Mang, mau kopi? Biji kopinya baru kubeli. Tidak terlalu masam. Pas untuk musim ini. Tidak, terima kasih. Aku tak minum kopi. Kau…

Aku Qiu Qiu, pemagang baru. Halo, Qiu Qiu. Banyak yang harus kupelajari darimu. Tentu. Kita bisa saling belajar. Pindahkan ini ke atas. Kau juga suka grup musik ini, Zhang Mang? – Kau juga suka? – Astaga. Aku sangat menyukai mereka. Lihat. Daftar laguku semua lagu mereka. Kau sangat menyukai mereka. Seleramu bagus. Boleh kuminta WeChat-mu?

Jika ada pertunjukan, ayo pergi bersama. Tentu, boleh. Ini. – Mau kupindai? – Aku akan memindaimu. Aku senang sekali. Tidak satu pun temanku tahu tentang grup musik ini. Ini manis, lihat. Itu bukan gayamu. Aku harus berbeda pada momen spesial. Kau tak pernah seserius ini, Shen Si Yi. Sepertinya pria itu sangat spesial bagimu.

Sama sekali tidak. Kali ini spesial. Tidak penting aku bersama siapa. Kau tidak sungguh-sungguh. Bukankah kau juga? Kau terus mengatakan kau sendirian. Namun, sebenarnya punya calon pasangan kencan. Siapa maksudmu? Zhang Mang. Perlakuannya terhadapmu berbeda dibandingkan sebelumnya. Aku tidak merasakannya. Dia penuh omong kosong. Hari ini dia menggoda seorang pemagang. Maksudmu Qiu Qiu?

Kau mau dia kupecat? Jangan bercanda. Itu tidak ada hubungannya dengannya. Bagaimanapun, di momen tahun baru yang penting, jika tak berinisiatif, kau akan sendirian. Pikirkan itu. Kupilih yang ini. – Halo, Tuan Yao. – Aku mencari ibuku. – Dia di dalam? – Dia mencoba sajian. Kami akan meluncurkan menu baru.

– Haruskah kuberi tahu dia? – Aku akan mencarinya. Tentu. Ibu. Ini enak. Makanlah lagi. Aku tak menentangnya menemukan pasangan. Tak kuduga dia bersama Paman Zhang. Ada apa dengannya? Dia koki yang baik dan pria rendah hati. Kau hanya tahu makan. Kuberi tahu, ibumu menemukan pria tepat di usianya. Kita pernah bertemu Paman Zhang.

Jangan mengkhawatirkan mereka. Aku tak merasa gelisah. Aku sendirian di malam tahun baru. Ibu dan aku seharusnya ke luar negeri. Kurasa dia memilih menghabiskan waktu dengan Paman Zhang. Bagaimana jika kau datang? Kuatur agar kau tampil. Aku tak mau menghalangimu dan You Zi. Kudengar kau mengejar You Zi. Diam, jangan sampai didengar orang.

Kenapa malu? Akan kuminta dia datang. You Zi! Ayo minum. Aku sedang sibuk. Huang. Bantu jaga tempat ini. Permainan berakhir. Ini. Minumlah. Kini aku lebih senang. Terima kasih banyak. – Sampai jumpa. – Tentu. Sampai jumpa. Sampai jumpa. Lu Ke? Kebetulan sekali. Aku hanya lewat. Aku ingin kemari untuk membeli daging babi.

Aku juga. Hari ini ada perjamuan dengan klien. Ini masih tempat terbaik. Kau mengenalku. Aku jarang keluar. Melihat keadaanmu, bisnis barumu tampaknya lancar. Apa aku banyak berubah? Dahulu kau tak berpenampilan begini untuk bertemu dengan klien. Aku harus tampak layak karena sekarang aku pebisnis. Aku selalu yakin padamu. – Benarkah? – Ya.

Kau lupa pernah begadang beberapa malam hanya untuk memperbaiki satu kekurangan tanpa mengeluh? Saat itu, aku tahu bahwa kau akan sukses. Tuan Cheng. Mereka ingin minum denganmu. Aku segera ke sana. Para kolegaku menungguku. – Aku permisi. – Pergilah. – Sampai jumpa. – Sampai jumpa. Lu Ke. Karena edisi berikutnya membahas detail dekorasi,

Aku telah memilih beberapa foto yang menurutku bagus. Misalnya yang ini. Ini agak… – Ini bagus. – Kau suka ini? Ini punya orisinalitas. Kau cobalah menulis tentang ini – Zhang Mang. – di topikmu berikutnya. Tentu. Ini adalah foto kita di acara kemarin kuberikan padamu untuk disimpan. Aku tampak jelek. Kenapa kau memilih ini?

Namun, kau tampak cukup manis. Jadi, tidak apa-apa. Terima kasih. Ada rencana untuk malam tahun baru? Aku… Kau tahu ada pesta musik elektronik? Itu menarik. Benarkah? Untukmu. Hadiah dari temanku. Ayo pergi bersama. Sepakat. Kurasa foto ini sangat bagus. Lanjutkanlah. Tentu. Miss Shanghai-nya sangat lezat, You Zi. Kau bisa buat dua lagi? Bantu aku, Huang.

Tentu, bukan masalah. You Zi… Aku belum siap. Terima kasih. Aku mau dia menyerah. [Da Fei] Jadi, kukirimi dia foto palsu kita berpose pasangan. Dia bukan pacarmu? Sudah bukan. Itu bagus. Maksudku, ini ide bagus. Dia akan menyerah saat melihatnya. Selama dia tidak mengganggumu. Tidak perlu khawatir. Dia dahulu atlet bela diri campuran.

Dia mematahkan rusuk orang lain di pertarungan. Kau mengatakan ada yang enak? Akan kubuatkan untukmu. Bukan apa-apa. Bukan apa-apa. Geser sedikit ke sana. Tentu. Ibu. Yao Yuan. Aku tak bermaksud menyembunyikan darimu. Kenapa kau tertawa? Aku bahagia. Kau tidak marah? Bagaimana aku bisa marah? Paman Zhang bisa diandalkan.

Kau telah lama bekerja keras. Kau harus menikmati hidup. Baik, kita tak ke luar negeri tahun ini. Biarkan Paman Zhang memasak makanan enak. Kita rayakan tahun baru di rumah. [Opera Klasik Huang Mei] Jangan cemas, semua sudah kuatur. Malam ini malam tahun baru. Ibu dan Paman Zhang akan dijemput pukul 18.00

Untuk makan malam di The Bund dan menonton pukul 20.00. Bagaimana denganmu? Aku tidak ikut. Keberadaanku tidak diperlukan. Ibu. Aku juga memesankankan kalian hotel. Kamar presidensial. Kemarilah. Anak macam apa kau. Kau bergurau denganku sekarang? Aku salah, Bu. Aku bahagia untukmu. Kau mau aku melakukan apa pagi-pagi? Aku butuh bantuan daruratmu. Kau berencana membuat apa?

Salad dan sajian utama. Sup dan pencuci mulut. Lalu, kau akan meminjam apa? Saus, minyak, bumbu. – Sendok makan, panci, termos. – Tunggu. Kau punya apa di rumah? Sebuah panci. Hanya sebuah panci? Lebih baik kau memindahkan dapur Tuan Gao saja, Guan Yue. Bukankah ini terlambat bagiku? Aku harus mengantre di swalan sekarang.

Aku mau belanja daring, menunggu paket. Kau menyiksa diri. Tolong aku. Ye Zhou ingin melewati malam tahun baru denganku. Dia bertukar sebulan sif malam dengan koleganya. Semua harus kusiapkan. Baik. Ayo lakukan. Ya. Aku menyayangimu, Huang. Kami belum buka. Aku mencarimu. Kau… Kau mau apa? Tenanglah, Kawan.

Kau bisa berakhir di kantor polisi atau rumah sakit. Tenang! Ada banyak kamera! Akan kupanggil polisi! Bertahun-tahun aku menyukai You Zi. Aku hanya tidak tahan. Tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Lu Ke. Kau tahu di mana kantung teh hitamnya? Aku tidak tahu. Ada rencana malam ini? Tak ada yang spesial.

Kau akan bersama seseorang, ‘kan? Zhang Mang, bisakah kau berhenti mencari tahu urusanku? Jika kau begitu luang, pedulikan saja Qiu Qiu. Qiu Qiu? Maaf. Apa yang kau bicarakan? Bukankah kau akan ke acara itu bersamanya? Aku membeli tiketku sendiri. Kami kebetulan bertemu. Dia terus berfoto denganku. – Dia juga mau aku… – Cukup.

Apa hubungannya denganku? Kurasa wajan ini agak aneh, Huang. Kumasak bagaimanapun, tak harum. [Kau lupa memasukkan kemanginya?] Kemangi. Yang mana kemangi? [Perlihatkan di mode video.] Kau bisa melihatnya? Yang tengah adalah kemangi. Bunga di kiri untuk dekorasi. [Yang kanan bukan untuk ini.] [Kenapa kau masukkan?] Kenapa kau tak bilang? Aku sudah memasukkannya. Guan Yue.

Jangan ke sini. Ini belum jadi. Aku harus pergi sekarang, Guan Yue. Sekarang? Ya. Kuil Long Hua ramai di malam tahun baru. Aku harus pergi membantu dan mengaturnya Ini hampir selesai. Mau tunggu aku selesai dan makan sebelum kau pergi? Berapa lama lagi? Setengah jam lagi. Itu terlalu lama. Akan kumakan saat kembali.

Aku pergi, sampai nanti. Hati-hati. Bergabunglah dengan kami, Lu Ke. – Ayo. – Ikut dengan kami. – Ikut dengan kami. – Ayo. – Bergabung dengan kami. – Kalian pergilah. Kenapa tidak? Kami menantikan untuk berselancar. Juga permainan meja tong anggur. Kau kuno. Bergabunglah dengan mereka. Aku akan terus minum. Lupakanlah.

Kau hanya akan bekerja larut sendirian? Itu membosankan. Ikutlah dengan kami. Kau tak pergi ke pesta musik elektronik itu? Aku benci musik elektronik. Tak mungkin aku ke sana. Hari ini spesial. Aku berharap untuk bersama… Untuk bersama semuanya. Akan makin meriah. Ya. Lu Ke ikut dengan kita. Aku tak mengatakan itu. Dia akan mentraktir kita.

Zhang Mang. – Terima kasih, Pemimpin Redaksi. – Terima kasih, Bos. Kami akan menunggu kalian di luar. Baik, ayo kita pergi. Ayo. Kau teman Bai? Aku Michael. Aku semacam investor. Kami teman lama. Kau datang. Berikan mantelnya. Kau tampak cantik hari ini. Bai. Michael. – Temani Si Yi. Aku akan kembali. – Tentu.

Kami sudah mengenal sejak di kampus. Kau mau anggur merah? Tidak, terima kasih. Kau baru datang. Kau tak mengambil mantelmu? Rumahmu penuh tamu. Kau tak akan punya waktu untukku. Kita tak melalui tahun baru bersama? Tidak dengan sekumpulan orang asing. Semuanya temanku. Bukan temanku. Kau tak mau tinggal? Kau mau mereka pergi? Ya. Tunggu sebentar.

Semuanya bergembira. Itu penting bagi semua orang. Benar? Ada apa, Bai? Itu alarm kebakaran. Ayo akhiri pesta ini demi keamanan. Lewat pintu keluar darurat. Jangan hanya berdiri, cepat. Sampai bertemu lagi. – Berapa lama? – Kami bisa kembali. Aku tak tahu. Jangan kembali lagi. Sampai jumpa tahun depan. Sampai jumpa. Kebakaran. Lewat pintu keluar darurat.

Kau sungguh melakukan itu. Kau tidak takut menyinggung mereka? Aku tidak peduli. Mereka tidak sepenting kau. Aku lapar. Semua makanannya di sana. Itu bahkan belum dimakan. Apa itu tadi? Kau kentut. Kupikir kau takkan merayakan tahun baru denganku. [Whites, Wen Ru Xin, Manajer Toko] Kau sangat pekerja keras. Masih bekerja pukul segini. Bisnisnya masih baru.

Bagaimana bisa ada pelanggan jika aku tidak berpromosi? Ada apa? Aku pelanggan pertamamu hari ini? Kau yang ketiga. Itu tidak bagus. Kenapa kau ke sini hari ini? Tak punya kencan? Tidak. Pantas kau ke sini untuk mengejekku. Apa aku mengejekmu? Kau lebih baik daripada aku. Aku lajang. Kau punya pacar orang Prancis. Ada yang terjadi?

Kami sudah berpisah. Kenapa kau tertawa? Bantu aku sekarang. Harus kuberi tahu ini bukan keahlianku. Jangan salahkan jika kurusak. Kau harus bayar yang rusak. Aku sudah memeriksa. Tidak ada badai sama sekali di Paris. Juga tak ada pembatalan penerbangan. Lalu, aku memeriksa medsos juniornya. Tebak apa? Kini mereka saling mencintai. Cukup untuk ini.

Ini hari spesial. Kita harus bahagia. Kenapa kau berpura-pura? “Tahun baru tak senang.” [Tahun Baru Tak Senang] Jika ingin bermain-main, setidaknya jangan merusak keikku. Tidak apa-apa. Tak ada yang membeli. Kau begitu yakin? Siapa yang akan membelinya? – Kalian buka? – Ya. Selamat datang. Aku mau yang itu. Yang ini? [Tahun Baru Tak Senang]

Akan kubungkuskan. Silakan. – Silakan datang lagi. – Silakan datang lagi. Itu manjur. Kurasa efek trikku seperti Kucing Keberuntungan. Lakukanlah ini dan pelanggannya akan terus berdatangan. Ini. Saatnya memamerkan keahlianmu. “Tidak ada keajaiban dalam kehidupan.” Itu saja? Aku punya yang lain. Apa yang kau tulis? “Ada rintangan lain setelah yang ini.”

“Hiduplah dengan baik, masa sulit akan selalu ada.” “Kehidupan dipenuhi luka dan kematian.” “Kau harus punya impian agar punya bahan pembicaraan saat mabuk.” “Hidup bukan hanya tentang bersenang-senang, tetapi juga perjalanan panjang membosankan.” “Orang jelek cenderung bersifat baik.” Seperti kau. “Terima pertumbuhan juga penderitaan yang menyertainya.” Kau bertepuk tangan. Ini pamungkasnya. Ayo kita dengar.

“Kegagalan adalah induk kesuksesan, tetapi kesuksesan itu kejam.” [Hari Tahun Baru] Ye Zhou! Ye Zhou! Kenapa kau datang? Kita tak merayakan tahun baru bersama? Minum ini selagi hangat. Kau membuat ini? Enak? Agak asin. Mustahil. Kupakai takaran tepat. Kau bisa mencobanya. Ini memang agak asin. Aku membuat ini seharian. Sepertinya aku tak berbakat memasak.

Berikan kepadaku. Satu tegukan. Lumayan enak. Apa ini? Ini kau. Kugambar saat memikirkanmu. Ini aku. Bukankah ini kucing? – Kau suka? – Apa kaitan kucing denganku? Kau lupa? Aku mabuk saat kita minum pertama kali, dan kau mengantarku pulang. Lalu, aku terus bernyanyi. Kau ingat? Jadi, maksudmu aku Detektif Kucing Hitammu? Kau…

Kau hampir punya satu telinga. Apel untukmu, Detektif Kucing Hitam. Ini tidak enak. Baik. Ye Zhou. Aku datang. Aku datang. Kembang apinya akan dimulai. Atur keramaiannya. Tetap dalam barisan. Gendong anak kalian. Ayo minum. Pesan Jagermeister lagi, Qiu Qiu. – Semua minum terlalu banyak. – Siapa? Kenapa? – Berhentilah minum. – Ayo lanjutkan. Ini.

Aku punya raja. Kau lagi? – Kenapa kau lagi? – Kau curang? Beri tahu kami. Nomor satu dan tiga. Apa itu? Berciuman semenit. Kenapa ini lagi? Siapa nomor satu? Ayo kita lihat. Qiu Qiu nomor satu. Siapa nomor tiga? – Mustahil dua wanita, ‘kan? – Pasti mereka. Apa itu Zhang Mang? Bukan.

– Itu Zhang Mang. – Pasti dia. Kenapa kau menukar kartuku? – Cium dia. – Tunggu. Dia sedang memesan anggur. Ini akan kuhabiskan. – Tidak. – Kita akan menunggunya. – Itu tidak dihitung. – Kami tak melihatnya. Ada sesuatu antara Qiu Qiu dan kau, Zhang Mang? Kau sedang mendekatinya? Jangan-jangan kau menyukainya.

Aku mau ke toilet. – Kami kebetulan bertemu di konser. – Benarkah? Hari ini kesempatanmu untuk menciumnya. Kenapa aku tak melihat kalian berdua di konser? – Ciumlah dia. – Kami juga. [Pesta Tahun Baru] Lu Ke. Ada apa? Aku baik-baik saja. Aku tadi menerima telepon. Ayo kembali ke dalam.

Aku enggan memainkan permainan jujur atau tantangan. Aku tak mencium Qiu Qiu tadi. Itu bukan apa-apa. Kita hanya bermain-main. Itu bukan masalah besar. Aku takut kau salah paham. Tidak ada apa-apa di antara kami. Namun, aku juga takut kau tak salah paham. Kau mengerti maksudku? Aku… Kenapa kau masih belum paham? Kau baik-baik saja?

Aku baik-baik saja. Kini kau mengerti? Jadi… Kau ingin kembali dengan bergabung dengan mereka? Kau mau ke tempat lain? Bagaimana jika kita melihat kembang api di The Bund? Baik. Ayo kita pergi. [Pembukaan Awal] [Tutup] Buat permohonan. Ini bukan ulang tahunku. Kau bisa memohon kapan pun asal kau bahagia. Silakan.

Maksudmu aku tak bahagia hari ini? Kau sudah memarahi mantan pacarmu. Lalu, bisnismu membaik. Kau harus berbahagia. Buat permohonan. Ayo lakukan bersama. [Tutup] Kita harus bagaimana, Zhang Mang? Ini hampir pukul 00.00. [Perjalanan ini akan memakan waktu dua jam.] Tunggu aku di sini, Lu Ke. Kau mau ke mana, Zhang Mang? Selamat tahun baru!

Bukankah kau ke swalayan itu? Mereka juga menjual ini? Kulihat anak dengan tongkat peri ini. Jadi, kutukar dengan arlojiku. Benarkah? Tidak. Aku biasa menari dengan ini saat kecil. – Tarian kembang api. – Ya, berputarlah. Terus berputar. – Goyang bokongmu. – Kenapa? Lakukan sekarang. Aku memotretmu. Fotomu menggoyangkan bokong. Lihat kemari, Zhang Mang.

– Selamat tahun baru! – Selamat tahun baru! Selamat tahun baru. Selamat tahun baru. Selamat tahun baru! Apa permohonanmu? Tak akan kuberi tahu. Bagaimana jika kau tebak? [Tutup] Ini tadi dipesan pelanggan. Bukankah sudah habis? Ini rahasia kecilku. Ini kutraktir. Nona. Segelas anggur lagi. Selamat tahun baru. Selamat tahun baru. [Sampah] [Mengosongkan Sampah]

Jadi, kita punya hubungan cinta rahasia? [Episode Selanjutnya] Kita tak boleh saling jatuh cinta. Kau akan kalah jika serius. Persetan dengan cinta. Kau menyukai Qiu Qiu. Antar Qiu Qiu pulang, Zhang Mang. Kenapa kau tak mendengarkan mereka? Kau masih menganggap kami tak cocok. Kalian dari dunia berbeda. Kurasa dia tidak memedulikan perasaanku sama sekali.

Dua orang punya hubungan cinta rahasia di kantor kita.