Only Kiss Without Love | EP23|【INDO SUB】iQiyi Indonesia

Only Kiss Without Love Episode 23 Laporan berita Keuangan Mingguan itu benar. Aku adalah anak haram keluarga Xiao. Benarkah? Benar. Keadaan apa ini Direktur Xiao? Kenapa dia mengakui begitu saja? Kalian tidak salah dengar, aku adalah anak haram keluarga Xiao. Ayahku telah meninggal karena sakit sejak aku kecil. Saat aku kecil,

Aku hidup bersama ibuku diluar. Kenapa? Apa yang dikatakan? Xiao Baiyu mengakuinya. Aku tidak tahu hubungan percintaan ayahku, tapi dari seorang anak biasa menjadi ahli waris keluarga Xiao, bahkan menjadi calon direktur Fengshang, ini menyadarkanku, ada begitu banyak harapan dan beban di pundakku. Harapan dan beban di pundakku ini, membuatku lebih mengerti dari orang lain,

Arti dari memakai mahkota harus memikul beban yang berat. Mengenai masalah pribadiku yang mengakibatkan kerugian Fengshang, sekali lagi aku meminta maaf. Kedepannya aku akan sekuat tenaga bekerja dalam Fengshang sebagai gantinya. Tapi, identitasku adalah masalah pribadiku, atas semua kecaman oleh media tertentu saat ini, aku tidak bisa menerimanya. Tidak terima? Direktur Xiao, tadi Anda bilang,

Ibu Anda yang berinisiatif mengantarkan Anda kembali ke keluarga Xiao, kalian masih ada kontak? Kamu membenci ibu yang membuangmu? Ibuku telah meninggal karena sakit setelah setahun meninggalkanku. Biarkan yang sudah meninggal pergi dengan tenang. Aku tidak ingin ada siapapun yang mengomentarinya. Kehidupannya yang singkat membuatku mengerti, pemaksaan tidak akan ada artinya.

Mengubah diri sendiri demi orang lain, masuk kedalam lingkungan yang bukan miliknya, tidak hanya akan kehilangan kebahagiaan dalam hidup, pada akhirnya juga akan kalah dengan diri sendiri. Untuk menghindari musibah seperti ini terulang lagi, aku juga telah melakukan hal yang kejam terhadap seseorang. Aku tahu dia sangat tersakiti, tapi dibandingkan dengan berakhir seperti ibuku,

Kesakitan sesaat belum tentu adalah hal yang buruk. Direktur Xiao, Bagaimana jika orang itu sama sekali tidak menghiraukan apapun akhirnya? Tunangan Xiao Baiyu. Direktur Xiao, Anda belum menjawab pertanyaanku. Jika orang itu, tidak mementingkan yang namanya identitas, juga tidak peduli dengan realita, bagaimana kamu akan memilih? Dia boleh tidak peduli, tetapi aku peduli.

Kamu tidak merasa yang kamu lakukan ini terlalu egois? Perasaan adalah masalah antara dua orang, atas dasar apa kamu memutuskannya sendiri? Pengalamanku dan Ibuku mengingatkanku, cinta yang berlebihanlah yang lebih egois. Aku tidak ingin orang yang kusayangi disakiti lagi. Jika aku bisa membuktikan kepadamu, Salju dibulan Juli bahwa pilihanmu salah gimana? Saudara wartawan ini,

Turun beberapa kali pertanyaanmu telah keluar dari ruang lingkup pembahasan konferensi pers hari ini. Nona Tong. Pinggir. lagu yang belum selesai Nona Tong, ikut dengan aku. Apa yang mau kamu lakukan? tidak sempat menyanyikan Aku ingin membuktikan kepadamu bahwa kamu salah. dingin dan hangat tahu sendiri Cepat kejar! Lindungi Direktur Xiao dan Nona Tong pergi!

Nona Tong, jangan pergi. Nona Tong masing-masing mencari kota sendiri Nona Tong aku kehilanganmu dikehidupan ini Ini baru Tong Tong yang kukenal. di jalan, aku sedang di jalan Kak Hua, ki… kita apa bisa seperti ini? berbaring kesedihan dimalam hari Tentu bisa! Aku dan Tong Tong sudah membahasnya. Aku kesana lihat dulu ya.

Kamu yang jauh disana apakah baik-baik saja? jangan-jangan juga sama tidak bisa melupakan tempat yang kamu pergi Direktur Xiao, wartawan sudah mengejar kemari. Wartawan, cepat, cepat, cepat. jejak kaki tidak meninggalkan harapan mempercayakan bintang-bintang dilangit menemanimu agar kuat Sudah, semuanya sudah pergi. Ka… kalau begitu selanjutnya kita kemana? Ke kantorku. Ikuti aku. Ok.

Tong, kamu bisa nyetir lebih cepat tidak? Baik, baik, baik. Maaf sekali, jalan ini tidak bagus, lubang dimana-mana. Kuusahakan ya. Berita itu, bukan aku yang menulisnya. Aku tahu. Xiao Jujiang sudah memberitahuku semua. Dia yang melakukannya. Kenapa kamu menghapus nomorku? Bukannya kamu sudah putus? Kalau sudah putus harus benar-benar putus. Kamu?

Aku biasa masukkan ke daftar hitam. Untuk apa kamu membawaku kesini? Aku ingin membuktikan kepadamu, membuat keputusan atas nama cinta itu salah. Masuklah, jawabannya ada didalam. Tidak usah kamu beritahu, aku juga tahu harus bagaimana. Kakakku, saat ini dia seharusnya sudah bebas. jika tidak, kita tinggalkan saja mereka. Putar baliklah. Mana mungkin!

Aku sudah memilih lokasinya! Bukannya kamu bilang lagu barumu ingin kamu publikasikan di acara formal? Aku akan mengabulkannya sekarang. Pak, cepat sedikit. Jangan kehilangan mereka. Baiyu, Aku ibu. Jangan kemari! Ibuku, sudah meninggal. Ibu selalu ada. Aku tahu kamu benci ibu. Ibu khawatir kamu akan terus merindukanku sehingga aku menyebarkan kabar kematian palsu

Ke keluarga Xiao. Ibu ingin kamu belajar menjadi kuat, belajar tumbuh mandiri. Tapi, aku selalu berada disisimu secara diam-diam. Khawatirkan aku? Caramu mengkhawatirkanku, yaitu meninggalkanku saat aku berumur 5 tahun, bahkan membuat kamatian palsu demi mencampakanku sepenuhnya. Jika begitu, aku malah berharap kamu bisa lebih dingin lagi. Semua salahku, klarifikasi kamu di konferensi pers,

Aku juga sudah melihatnya. Maaf, semua ini salahku. Aku pikir dengan mengirimmu ke keluaga Xiao, kamu bisa hidup lebih baik. tapi aku tidak menyangka kamu sama sekali tidak bahagia. Aku salah, kamu maafkan ibu. Kata-kata ini, sejak kecil aku dimaki anak haram. Saat dihukum dan dikurung oleh kakek,

Semuanya muncul di benakku untuk menenangkan diriku sendiri. Tapi alasan hanyalah alasan. Kita semua, selalu membuat keputusan demi orang lain, merasa keputusan itu dapat melindunginya. Tetapi pada akhirnya, aku tahu aku salah. Keputusan ini seharusnya kamu sendiri yang melakukannya, hanya orang itu sendiri yang memiliki yang berhak. Tapi saat ibu mengetahuinya, Semuanya sudah terlambat

Menyesal pun juga sudah terlambat. Tapi, ibu juga pertama kali jadi ibu, ibu juga bisa melakukan kesalahan. Kamu maafkan ibu ya… biarkan aku menjagamu sekali lagi, biarkan aku melakukan kewajibanku sebagai seorang ibu. Terlambat. Aku malah ingin kamu seperti yang dikabarkan. Dengan begitu setidaknya aku dapat menenangkan diriku sendiri. Kamu tidak sekejam itu.

Ini pertunjukan perdana yang kamu katakan? Bagus sekali bukan? Penontonnya langsung ada, terlebih lagi, begitu kepala rumah sakit ini mendengar kamu akan datang, khusus membuatkan sebuah kejutan untukmu. Tong Yan. kamu harus percaya pada diri sendiri, walaupun di lingkungan yang sederhana pun, asal kamu berdiri diatas panggung, kamulah orang yang paling bersinar itu.

Walaupun kita sekarang belum bisa berdiri diatas pentas stadion puluh ribuan orang, tapi, kamu harus tahu, seberapa lapang dada kita, Sebesar itulah panggung itu. Benar tidak? Tifa tifa Tina tina aku menduduki angin kamu menduduki hujan didalam embun satu badan dua orang bergantian aku menduduki angin kamu menduduki hujan mendengar nafas yang keras kepala

Aku menebak ini adalah bukti hidup oh~ oh~ pemikiran yang sama garis besar yang sama tamu yang sama mengecil didalam jiwa saling berganti kediaman sebelum fajar menggunakan kamu untuk mencintaiku aku menduduki angin kamu menduduki hujan satu badan dua orang bergantian satu perjalanan dua banyangan aku menebak ini bukan nasib yang tidak terpecahkan

Aku menduduki angin kamu sama menduduki hujan satu kesedihan dan kebahagiaan jalan masing-masing aku menebak masih ada detak jantung yang memastikan bangun oh~ oh~ oh~ oh~ kesenangan yang sama kesedihan yang sama sama…sama…sama meneteskan air mata juga mau bernyanyi menerobos tanpa hambatan menerobos garis waktu mana lagi sepi wu~ wu~ wu~ menggunakan kamu untuk mencintaiku

Wu~ wu~ wu~ mana lagi sepi kehidupan yang pendek begitu pendek tidak terbatas, masing-masing menjauh aku menginjak angin kamu sama menginjak hujan aku menebak, ini adalah bukti hidup kehidupan yang pendek, hanya begitu pendek siapa yang hebat, siapa yang menemanimu hingga tua aku menebak, masih ada detak jantung yang memastikan berharap… oh~ oh~ oh~

Tifa tifa Tina tina Tong Yan, aku mencintaimu. Gila ya, disini ada banyak orang dan juga ada pers. Aku mencium kembali. Aku tidak gila, Aku merasakannya. Aku menyukaimu. Ada apa ini? Mana Xiao Baiyu? Apakah bersembunyi diantara penonton? Lihat kemari, artis rock masa depan, Tong Yan. Apa kamu dapat mengerti anakmu?

Bagaimana dia tumbuh selama ini, sejak kecil ibu pun tidak ada. Apa hakmu memintanya memaafkanmu. Masih begitu kecil, sudah ditinggalkan. Tidak berada di pelukan Ibu sehari pun. Juga tidak bisa meminum sup pir yang paling disukai. Bagaimana kamu menjadi seorang ibu. Anakku, sungguh tidak mudah. Sup pir ini, kamu membuatnya untukku? Baiyu.

Kamu jangan salah paham, aku belum memaafkanmu. Apa yang dikatakan Tong Tong benar, kamu sudah lebih baik dibanding saat kecil. Mulut begitu dingin, tetapi hati tetap hangat. Bagaimana kamu bisa mengenal Tong Tong? Jika tidak ada anak ini, kita masih belum bisa bertemu. Tong Tong adalah wanita yang baik, dia melakukan banyak hal untukmu.

Semuanya sudah tersebar luas di internet. Kali ini aku benar-benar telah mencelakainya. Nyonya, Padahal kamu masih hidup, tetapi mengapa kamu membuat Xiao Baiyu pikir ibunya telah meninggal? Jangan dibahas lagi Tong Tong. Aku punya masalah sendiri. Tapi menurutku, masalah apa yang lebih penting dibandingkan dengan kebersamaan keluarga? Nyonya, Aku rasa Xiao Baiyu sekarang sangat butuh,

Sangat butuh kamu berada disisinya. Beritahu dia kamu masih hidup. Aku harus bagaimana? Aku bisa membantumu. Baiyu. Sup pir ini sudah dingin. Lain kali aku mau minum yang baru dibuat. Ini adalah ringkasan berita tentang konferensi pers Xiao Baiyu, yang kutulis pada saat perjalanan pulang tadi, dan juga fotonya.

Lulu, masukkan arsip elekronik dalam 10 menit. Jiani, cari di internet beberapa pemberitaan positif tentang Xiao Baiyu, tempel dibawah berita. Datou, kuberi 10 menit untuk mencocokkanya. Setengah jam lagi, aku ingin melihat ringkasan berita ini diterbitkan pada situs resmi Keuangan Mingguan, mengerti?