Only Kiss Without Love | EP21|【INDO SUB】iQiyi Indonesia

Only Kiss Without Love Episode 21 Dulu kita masih duduk Bersama, sambil minum kopi. Sekarang baru saja beberapa hari, semuanya sudah berubah. Apanya yang berubah? Bukankah kamu masih saja orang yang wajahnya bisa buat orang sebal? Penyakitmu yang suka bersilat lidah, masih saja belum berubah. Tapi mau bersilat sebagai manapun, tetap hanyalah seperti melepas cakar,

Kucing yang terbuang. Kamu sudah kehilangan Xiao Baiyu. Semua tidak ada lagi. Aku jelas tidak sepertimu. Jelas-jelas sudah ada janji nikah dengan kakak, tapi demi keuntungan, malah menjadi tunangan adik. Orang sepertimu yang menaruh semua nilai dalam pangkuan laki-laki, aku tak bisa seperti itu. Ada sedikit hal yang betul darimu. Aku,

Barulah tunangan sesungguhnya dari Xiao Baiyu. Tak peduli seberapa mirip kau berakting, memalsukan, selamanya adalah palsu. Aku dan Xiao Baiyu, adalah tulus saling mencintai. Lalu kenapa yang kulihat, hanyalah kebencian di wajahnya saat dia meninggalkanmu. Jika semua yang aku dan Xiao Baiyu telah lewati masih saja tak bisa membuatku percaya mengenai perasaannya padaku,

Berarti aku bodoh. Yang mau aku beritahu padamu, tak peduli apa yang kau lakukam di belakang, aku tak akan pernah menyerah untuk Xiao Baiyu. Dalam kamus Tong Tong ku tidak ada kata menyerah. Baiklah kamu lihat ini dulu saja baru bicara. Tebak saja kalau sampai aku berikan video ini kepada Xiao Baiyu, apa reaksi dia?

Apakah dia akan hancur? Atau.. merasa sangat muak? Kalau kamu ingin berada di dalam lubuk hati Xiao Baiyu, mempertahankan image , aku beri saran padamu, manfaatkanlah kesempatan kali ini, Untuk menghilang selamanya dari sisinya. Kalau tidak.. aku tak bisa menjamin, aku bisa menjaga rahasia ini. Direktur Wu. Silahkan minum kopi.

Bukankah ini adalah seorang artis populer. Hari ini datang kemari sendirian? Bukankah kamu kesasar? Mana kakakmu? Ya. Orang ini sebal padaku karena aku tua. Direktur Wu, aku kemarin.. sungguh ada urusan mendadak. Sungguh harus pergi saat itu. Namun kakakku, kemarin sedang datang bulan, moodnya pun sedang kurang enak. Setelah aku pulang rumah, aku marahi dia,

Dan menyuruhnya datang sendiri meminta maaf pada Anda. Jangan jangan jangan.. Ini.. aku jelas tak nyaman. Lihatlah keluargamu. Yang satu ini lebih besar dari yang lain. Jika putus hubungan, ini semua bisa menjadi berita utama. Mana berani aku marah? Ya kan. Putus hubungan? Lihatlah.. tak mungkin.. pasti ada kesalah pahaman.

Kakakku dgn Xiao Baiyu baik-baik saja kok. Ada apa kemarin? Bukankah Anda juga sudah melihat? Deklarasi ini sudah dipublikasikan. Kenapa masih ada kesalah pahaman? Mohon maaf, Direktur Wu. Aku kembali sebentar ke rumah. Bolehkah? Ya sudah, kembali saja. Baiklah. Tunggu sebentar, sini. Kamu ini.. sungguh sudah pakai hati. Jika kamu tidak benar-benar berjuang,

Perusahaan ini menjadi tanggung jawabmu yang menyelesaikan. Hal apapun harus berdasar pada kekuatan. Kamu bilang kamu dengan kakakmu, selalu mau bersujud mengambil hatinya. Lalu apakah semudah itu bersujud pada keluarga kaya raya? Putuskan perjanjian, Wu Junran! Aku beritahu kamu! Aku sudah tidak mau berurusan lagi! Dengarkan aku baik-baik. Kakakku bukan bersujud mengambil hati,

Melainkan Xiao Baiyu tidak pantas untuknya, mengerti?! Lihatlah kamu seekor tikus tanah. Setiap hari ngaca, apa yang dilihat? Kamu kira seberapa menarik dirimu? Apa lihat lihat! Sudah gila… Lihat lihat, Tuan Fengshang telah menjelaskan kelajangannya, dan sudah jadi topik berita pencarian utama. Saat baru saja disebar di momen berita, aku sudah bilang dia dengan

Si reporter penyebar gosip itu tidak ada harapan lagi kan? Secepat ini putus hubungan. Masih mau publikasikan apa lagi? Kan takut jadi pembicaraan orang, bahwa dia telah menelantarkan. Sini, aku lihat. Terima kasih. Dr. Tong, kalau begitu anjingku kutaruh sini ya, bantu aku merawatnya. Baik, tenang saja. Ok baik, terima kasih. Ya, hati-hati. Sampai jumpa.

Sampai jumpa. Kakek. Bukankah kakek bilang bulan depan mau berlibur ke Afrika? Kenapa kembali lebih cepat? Dan tidak bilang dulu padaku. Sudah tua, tidak kuat jalan-jalan lagi.. Sudah jalan begini lama, bunga anggrek di rumah pun mekar. Anda pulang lebih cepat, bukankah karena Baiyu? Kenapa Bunga anggrek rumah kita tidak bisa ditempati berbarengan

Dengan bunga lainnya di taman? Kakek pernah bilang, teratai anggrek adalah tanaman kesukaan ayah sebelum beliau dilahirkan. Beliau suka merawat bunga di celah waktu kerja kantornya. Ada benarnya juga. Sebenarnya, hanya untuk supaya dia ingat satu hal. Dulu ada seorang pria kaya raya berpacaran dengan seorang wanita. Pria kaya itu sangat keras kepala.

Tidak peduli dengan keluarga yang menentang. Pasti untuk tetap bersama wanita itu. Bahkan keduanya belum menikah tapi sudah memiliki anak. Mereka terlalu meremehkan masalah. Pria kaya benar-benar tidak bisa meninggalkan kehidupan makmurnya. Si wanita juga tidak bisa mengikuti kehidupan kelas tinggi kompleks. Pada akhirnya si wanita hanya bisa membawa anaknya pergi.

Menjalani kehidupan miskin nan sengsara. Bahkan sampai akhirnya, harus memberikan anaknya pada orang lain untuk diadopsi. dia mati karena sakit dan kesengsaraan. Kakek. Baiyu. Aku tanya kamu. Apakah pria kaya itu, sungguh mencintai wanita itu? Kurasa cintanya terlalu egois. Hanya pedulikan pilihan pribadi, tanpa mempedulikan kenyataan. Berjalan bersama seorang yang tidak selevel,

Hanya bisa menyakiti pihak lainnya. Bagaikan merawat bunga anggrek. Tak peduli seberapa indah bunga itu, namun tetap tidak bisa tersinari matahari. Tidak bisa disamakan dengan bunga lainnya, yang dapat tumbuh di taman. Memaksanya menanam, pada akhirnya hanyalah tersisa nasib yang layu. Ayahmu demi mengingat pedoman ini, barulah terus merawat satu pot bunga

Di dalam ruang baca ini. Aku tahu aku sama dengan mereka. Ayahmu dulu sama percaya dirinya denganmu. Lalu apa hasilnya? Kamu pasti tahu akhir dari cerita wanita itu, tahu lebih jelas dibandingku. Kamu adalah anak dari keluarga Xiao. Bagaikan seorang gadis berlatar belakang Hathaway, barulah merupakan pilihan terbaikmu.

Aku tak mungkin menikah dengan seorang Hathaway. Aku telah menyukai seseorang. Reporter itu. Dia bernama Tong Tong. Aku tak peduli siapa dia. Jangan bilang kau juga ingin membuat wanita yang kau sukai mengalami nasibyang sama? Kamu adalah Xiao Baiyu. Pernikahanmu tidak hanya terkait dirimu, melainkan terkait juga dengan penghidupan ribuan lebih pekerja Fengshang.

Jika aku bersikeras mau bersama dia. Jika kamu tidak mau menjadi anak dari keluarga Xiao, pertama-tama kau akan kehilangan semua yang keluarga Xiao berikan padamu. Tong Tong itu, Aku ingat dia bekerja di tempat grup majalah yang kau beli. Orang yang menghancurkan masa depan cucuku, pasti juga akan kubuat dia hancur

Akan semua yang dia harapkan. Direktur Xiao. Anda baik-baik saja kan? Mau minum sedikit air? Tidak perlu. Aku ingin makan mie goreng khas. Kamu sungguh tak ingin mencoba? Enak sekali loh… sungguh.. Betul disini. Direktur Wang seharusnya sudah di dalam. Bagaimana perjanjian dengan direktur yang lain? Direktur Jiang sedang dinas.

Direktur Lin itu tak ada pikiran sendiri. Dari keseluruhan direktur, hanya direktur Wang yang paling mendukungmu, hanya kalau beliau menganggukkan kepala. Direktur lainnya tidak jadi masalah seharusnya. Kamu tunggu disini. Aku masuk menemui Direktur Wang. Baik. Silahkan masuk. Teh sudah mau dingin. Kakek. Anda yang mencariku? Jun Jiang. Sudah lama tidak mengobrol bersama.

Sini duduk. Tadinya mau libur agak lamaan. Namun para pemegang saham selalu saja menelepon. Membuat orang tidak bisa tenang. Para pemegang saham juga berbuat demi perusahaan. Berbuat demi perusahaan? Jadi kau akan diam-diam bertemu dengan para pemegang saham tanpa sepengetahuan adikmu. Biarkan mereka mendorongmu. Saya sudah duduk disini. Direktur Wang akan dengan sendirinya mendapat info.

Jika dia ingin mempertahankan image nya, Kerjasama yang harmonis, hari ini tidak akan muncul. Kamu itu saya yang besarkan. Semua pikiranmu itu, tidak bisa ditutupi dariku. Aku hanya ingin mengambil kembali sesuatu yang telah hilang. Fengshang, masih aku yang memegang kendali. Sebelum aku menganggukkan kepala, Semua tidak termasuk milikmu.

Xiao Baiyu hanyalah seorang anak haram. Dan akulah keluarga Xiao yang sesungguhnya. Warisan yang adil. Kenapa anda begitu pilih kasih padanya? Nak.. berambisi juga merupakan hal baik. Tidak ada seorang pun yang bekerja keras di mall rela menjadi terbelakang. Tapi ambisi yang berlebihan, bisa memanipulasi orang, kehilangan kecerdasan dan moral. Seorang yang sukses,

Moral akan selamanya lebih penting dari ambisi. Sepertinya ini semua merupakan alasanmu untuk berpilih kasih. Anda sudah membuat keputusan tiga tahun lalu. Mau memberikan Fengshang pada Xiao Baiyu. Aku sudah mendengar semua percakapannya dengan Tom. Tak peduli apa yang anda pikirkan, aku hanya ingin meraih kembali apa yang seharusnya kuraih. Anda tidak berhak menghambatku.

Tiga tahun lalu, Bukannya aku tidak pernah memberimu kesempatan. Jun Jiang. Jangan buat kesalahan lagi. Ketua. Sekretaris Direktur Wang menelepon, bicara bahwa Direktur Wang ada urusan mendadak. Halo Direktur. Semoga pertemuan antara kakek dan cucu kami ini, tidak lagi dengan cara yang demikian. Silahkan minum birnya. Kamu pernah berbincang, begitulah kisah putus hubungannya.

Kak Hua. Menurutmu, ini sangat membuatku dongkol. Apakah kau tahu? Karena kami berdua tak bisa putus, Kami berdua hanyalah Pasangan yang telah menanda tangani perjanjian damai. Pasangan palsu. Hanya aku sepihak yang sungguh-sungguh padanya. Jadi kurasa, Hatiku teramat merasa terkurung. Apa maksudmu? Di dunia ini mana ada pasangan yang dengan perjanjian damai begini.

Ini bukan karena laki-laki ingin berpacaran dengan wanita. Itu hanya kebohongan semata. Ini pun kamu percaya? Lalu kenapa kamu katakan baik-baik saja? Dia itu.. Dia itu bilang tidak. Apakah dia memiliki alasan? Pasti Hathaway itu. Bisakah kamu tak berbuat bodoh? Bisakah kamu memiliki masa depan sedikit. Saat kamu berpacaran, kamu bisa bermanja-manja berpura-pura polos.

Sekarang sudah putus. Kamu harus buat dia merasa, kamu ini stabil dingin acuh. Ibarat kamulah yang melepasnya dulu. Sambil memberi keputusan akhir. Ok? Kenapa? Karena bisa saja dengan begini kamu masih memiliki kesempatan. Kenapa harus serumit itu? Tapi kan aku menyukainya. Menyukai seseorang tidaklah salah. Kamu tak perlu trik dalam masalah hati. Sedangkan dia,

Apakah urusan yang terus ada setelah putus masih kurang juga? Bisa saja tanpa cinta. Bisa saja menyelesaikan hubungan. Tapi harga diri merupakan pegangan terakhir Aku beritahu orang seperti ini, Kalau kamu tetap tidak melepasnya bersih Kamu tidak bisa hidup. Sini handphone mu. Untuk apa? Handphone. Untuk apa! Untuk apa! Bukannya kamu ingin putus?

Xiao Baiyu kan? Tidak ada gunanya. Nomor handphone-nya, Sudah kuhafal sejak awal. 138. Sudah cukup. Aku penasaran. Kamu Tong Tong. Reporter terkenal. Lihatlah kamu yang sekarang. Wajah yang termasuk cantik. Postur tubuh pun lumayan. Kamu rela gantung diri karena sebatang pohon. Bisa cukup ga sih kamu?! Kamu tak tahu saat aku di gurun

Yang tidak berpenghuni sudah bertahan berapa lama. Bahkan kaktus pun jarang kelihatan. Kematian dan kehidupan, paham? Kamu ya.. kalau saja dia masih beri kamu pesan di chat, Lalu muncul kalimat “Anda belum berteman dengannya” apakah langsung muncul perasaan balas dendam di hatimu? Kau rasa apa dia akan inisiatif menghubungiku? Menurutmu?

Kalau gitu untuk apa masih simpan nomornya? Hapus saja. Hei! Jangan macam-macam! Kamu ini kenapa sih! Sudah terhapus. Kamu ini apa-apaan sih! Kamu hapus dan sisa kehangatan Semuanya pun musnah sudah. Menangislah.. menangis dan semuanya akan membaik. Tidak bisa! Hatiku.. hatiku sungguh sakit. Sungguh sedih.. Tak enak sekali.. aku ingin berbaring sebentar. Baiyu, duduk, sini.

Baiyu.. Usiamu dengan Tong Tong tak beda jauh. Kalau begitu aku langsung panggil kamu nama. Aku berperan sebagai leluhur, mau menasihatimu sejenak. Paman Tong, silahkan bicara. Tong Tong, dia sangat dekat denganku saat masih kecil. Jadi karakternya sudah sangat kupahami. Keras sekali, gengsian, keberaniannya jauh dibanding wanita lainnya.

Tapi ya hanyalah seekor harimau yang dibuat kertas. Sensitif dan suka terbutakan. Maka dari itu butuh sekali orang yang bisa beri dia rasa aman yang sesungguhnya. Belakangan ini kau bersamanya, walaupun aku tak pernah menanyakan hubungan di antara kalian berdua, namun dari level ketegangan dia terhadapmu, aku tahu, dia serius denganmu. Sungguh memiliki rasa padamu.

Berita hari ini sudah kulihat semua. Mungkin memang pacaran anak muda tak seharusnya ku ikut campurkan. Kau dan Tong Tong di masa depan, akan berjalan sampai ke tahap apa, juga tidak bisa diketahui. Namun satu hal. Aku berharap jika ada kesalah pahaman di antara kalian berdua, bisa secepatnya diselesaikan. Kalau tidak bisa jadi akan melewatkan

Seseorang yang telah sangat menghargai diri sendiri. Kata-kata Paman Tong ini, Jika bisa kau dengar ke dalam hati, mari kita berdua minum, dan lupakan semua kejadian buruk di masa lalu. Baik-baik Bersama Tong Tong. Paman Tong.. Bir ini.. kurasa tidak dapat minum lagi dengan anda. Adalah aku yang seharusnya minta maaf pada Tong Tong.

Dan juga telah mengkhianati kepercayaanmu. Bersulang. Minum habis ya. Minum habis. Kamu telah menyakitiku. Dan malah tersenyum. Kau tamak dalam bercinta, sedangkan aku pengecut. Air mata yang mengalir. Kenangan yang tersisa. Terukir di dalam hati, dengan begitu saja terlewati dengan senyumanmu. Kak Hua itu, Ada satu hal, aku.. aku.. aku meminta maaf padamu. Ada apa?

Aku harus minta maaf padamu. Maaf, mohon maaf.. tak seharusnya aku menutupi. Aku sekalinya mencium orang, bisa langsung.. bisa langsung berubah jadi laki-laki, hal ini.. seharusnya sejak awal beritahu padamu. Tapi.. sejak aku kecil.. sejak lahir aku itu sangat aneh. Sedikitpun aku tak ingin seperti ini. Aku tak berani bicarakan ini padamu, kau tahu?

Hal ini aku mohon maaf. Maaf.. Aduh kamu jangan, minta maaf begitu. Jangan.. Jangan bicara hal-hal ini lagi. Dengarkan aku sampai selesai. Xiao Baiyu tahu sekalinya aku menciumnya, Akan berubah jadi laki-laki. Jadi dia.. dia sudah gila. Kurasa, ketika aku berpikir demikian, aku langsung merasa.. dia, dia putus denganku, itu adalah benar. Dia memang ditakdirkan.

Ditakdirkan.. ditakdirkan untuk tidak mempedulikanku. Aku sungguh minta maaf padamu. Aku sungguh tak tahu kalau kamu menutupi rahasia, menutupi sampai sengsara begitu. Untuk hal ini, aku sungguh minta maaf. Kak.