Dear Missy | EP10 |【INDO SUB】iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Kejutan! [Episode Sebelumnya] Katanya atasan baru kita wanita. Atasan wanita? Kau Cheng Nan, ya? Direktur Teknologi yang naik jabatan. Kau mengenalku? Halo. Kau luang di akhir pekan ini? Bukankah kalian berdua agak berlebihan? Pekan depan adalah perayaan tahun ketujuh aku dan Lu Ke saling mengenal.
Lu Ke bilang ada sedikit masalah di perusahaannya. Akan kubawakan makan siang untuknya. Pak Yang… Hari ini kalian harus bekerja sampai larut. Jadi, kubelikan kudapan malam. Kenapa pekerjaanmu sangat rumit dan selalu ada kesalahpahaman? Ini tidak ada hubungannya denganmu! Lu Ke, pulanglah denganku. Cheng Nan, hati-hati! [Dear Missy] Aku akan membantumu. Kau mau ke mana?
Perjalanan bisnis. Dengan keadaan lengan begini? Aku akan mengajukan cuti untukmu. Ini bukan urusanmu. Ada banyak hal yang harus kau pikirkan. Urusanku tidak usah kau pedulikan. Lalu kapan kau akan pulang? Cheng Nan. Cheng Nan masih marah denganmu? Kemarin dia pergi untuk perjalanan bisnis dengan marah. Aku tak tahu kapan dia kembali. Bagus.
Kau bisa bekerja dengan fokus sekarang. Dasar kapitalis murni! Aku serius. Kuberikan contohnya. Dalam dua jam, aku bisa mengadakan rapat atau menemui klien. Ini sungguh ada hasilnya. Namun, berpacaran itu berbeda. Kau memasak untuknya. Atau kalian berdua menonton film. Apa gunanya itu? Aku tak percaya melakukan ini bisa menumbuhkan perasaan pasangan. Setiap kali aku menemuinya,
Aku bisa merasa bahagia selama satu jam setelah itu. Itu tidak penting? Si Yi, Lu Ke. Zhao Yang mau pindah ke perusahaan lain bersama tim penjualan. Apa maksudnya? Mau kabur setelah kalah? Sebenarnya Zhao Yang dan timnya tidak mendapatkan iklan CPB. Dia malah mempertaruhkannya untuk klien produsen susu.
Siapa yang tahu setelah kita menerima data target semalam, dia tak bisa menjelaskan kepada Bos, maka dia memutuskan mengundurkan diri. Alih-alih iklan yang menguntungkan, dia memilih yang kurang menguntungkan. Tidakkah menurutmu dia bodoh? Betul. Pokoknya aku akan mengundurkan diri. Tentu aku tidak bisa bekerja di sini lagi. Anak buahku ikut pergi denganku.
Tidak ada yang mau tinggal. Kuberi tahu kau, orang ini… Kita bicara lagi nanti. Zhao. Apa temanmu di telepon tahu kau mengundurkan diri setelah membuat kesalahan di tempat kerja? Aku sudah 15 tahun di bidang penjualan. Menurutku dalam momen kritis ini, perusahaan kita tidak berbisnis dengan Perusahaan Susu Xiao Shan adalah kesalahan sesungguhnya. Bagaimanapun,
Itu karena kami mencapai target dan kau tidak menepati janji. Terserah kau mau bilang apa. Adanya saat kalian akan menyesal. Ayo pergi. [Episode 10: Hanya Kandidat yang Paling Cocok] Semuanya sudah tahu, bukan? Untuk merekrut tim penjualan sekarang setidaknya butuh satu bulan. Kita tidak ada waktu untuk itu.
Kita juga tak boleh terus pasif dan menerima serangan. Apa ada di antara kalian yang memahami tugas utama departemen penjualan? Da Tou, jelaskan kepada mereka. Tugas utama tim penjualan adalah menyelidiki pasar. Lalu melakukan analisis hasil untuk survei pasarnya. Terakhir, mereka membuat keputusan strategis – untuk membuat beragam… – Cukup.
Sederhananya, mereka menjemput keuntungan bagi perusahaan, lebih banyak lebih baik. Kalian bernegosiasilah. Komisinya tiga persen. Yang penting sama-sama menguntungkan pribadi dan perusahaan. Ada yang tertarik? Tapi, Si Yi, kami bukan ahli. Takut tidak bisa bekerja dengan baik. Apa yang kalian lakukan di Nouveau? Membuat konten. Iklan yang diteken Departemen Penjualan sebelumnya,
Bukankah kalian harus mengoordinasikan kontennya? Maka itu cukup. Mengenai teken iklan untuk Nouveau, siapa yang lebih paham dari kalian? Kalian yang punya paling banyak kelebihan menggunakan pola pikir editor untuk menarik pengiklan. Kalian lebih memilih tanah rasa cokelat atau cokelat rasa tanah? Ini… Aku ikut. Setidaknya yang kedua tetap cokelat. Aku juga.
Aku juga sangat suka makan cokelat. [Pintu Keluar Keberangkatan] Maaf, aku datang terlambat. Kau… Kau berkelahi dengan seseorang? Tidak, ini karena aku terjatuh. Bagaimana kau jatuh sampai bisa seperti ini? Aku hanya kurang berhati-hati. Semua sudah berkumpul, ya? Sudah, hanya menunggumu. Lebih baik kau tak usah pergi. Beristirahatlah. Aku baik-baik saja. Ayo kita pergi.
Hari ini kau cukup berani. Aku juga tidak bodoh sampai melewatkan peluang bisnis. Jika frustrasi pada percintaan, tentu harus beralih ke pekerjaan. Kau tak memberitahuku ada Yao Yuan. Anggap saja dia tidak ada. Malam ini adalah kencan kita. Kalian bicaralah. Aku akan memasak makanan enak untuk kalian. Ini hidangan terakhir.
Shen Si Yi, kau sangat beruntung. Cheng Nan juga memasak untukmu, ‘kan? Bagaimana lengannya? Sudah lebih baik. Bukankah dia cukup lemah? Jatuh sedikit saja patah tulang. Omong-omong, dia keras kepala. Meski marah di mulut, dia masih memedulikanmu dalam hati. Kalau begitu, kau picik. Bukan. Kurasa dia kurang merasa aman.
Sejak di universitas, dia sudah sangat kompetitif. Kompetitif? Maksudmu, dia membanggakan diri. – Bukan itu. – Sudahlah. Kalian tak usah berdebat. Hari ini aku ingin makan dengan teman-temanku. Tidak usah membahas ini, setuju? Baiklah. Ayo minum. – Aku menantikan kerja sama kita. – Aku juga. – Baik. – Sampai jumpa.
Bu Li, apa rencana kita hari ini? Terima kasih untuk hari ini. Kalian bebas berkegiatan setelah ini. Baik. Bagaimana jika kita berkaraoke? Ayo. Barusan kita belum cukup minum. – Ayo kita pergi. – Benar. Kalau begitu, aku tak ikut. Lenganku menyulitkan. Kau menyanyi dengan lenganmu? Aku serius. Nanti merepotkan kalian.
– Aku akan kembali sekarang. – Baiklah. Baik. Kalian bersenang-senanglah. Sampai jumpa. Tadi aku melihatnya di seberang. – Sangat dekat. Bisa jalan kaki. – Benarkah? – Ayo. – Ayo. – Ayo. – Ayo kita pergi. Kau merasa lebih baik? Kuharap akan terus bisa seperti ini. Cheng Nan. Kupikir kau pergi bersama mereka? Kau terluka.
Aku tidak enak kau kembali sendiri. Aku tidak apa-apa. Pergilah dengan mereka. Cuaca hari ini cukup bagus. Kutemani kau berjalan. Tadi kulihat kau sangat ahli minum. Bahkan para pria itu tak bisa melampauimu. Itu karena latihan. Setelah lulus kuliah, aku langsung bekerja. Ada rahasianya untuk itu. Ajarilah aku. Aku tak kuat minum. Sebenarnya cukup sederhana.
Sebelum kau minum, makan dua butir telur mentah. Maka perutmu tidak terlalu sakit. Esok paginya, minum segelas air madu saat perut kosong. Tak akan ada masalah. Baik. Lain kali kucoba. Kubantu kau. Terima kasih. Tanganmu ini sebenarnya cedera karena apa? Di hari itu, aku terjatuh. Kenapa kau bisa jatuh? Aku memindahkan barang di rumah.
Aku jatuh saat memindahkan barang di rumah. Baik. Tidak akan kutanya lagi. Lagi pula kau tak mau bilang. Kau pasti punya alasan sendiri. Siapa yang tak punya masalah? Itu normal. Kau cukup toleran. Bilang saja aku santai. Aku mulai bekerja hanya sebagai penjual. Sampai hari ini, aku mengalami banyak hal
Dan melihat banyak orang dan perilaku yang konyol. Jika tidak toleran, aku pasti sudah terlalu muak untuk terus maju. Kalau begitu, itu tidak mudah bagimu. Masih lumayan. Aku bisa cari kesenangan sendiri. Bagaimana mencarinya? Lihat, kau terkejut. Aku bercanda. Siapa yang berani memberitahukan pekerjaan kepadamu? Kau tak bisa diandalkan. Kau berani meremehkanku?
Aku akan menunjukkan kemampuanku malam ini. Itu kosbasku. Kau tidak bayar sewa lagi? Aku baru dapat pekerjaan. Selain itu, dia menaikkan harga. Kenapa wajahmu memerah? Tidak. Aku… Kau tidak merasa panas? Apa kau takut ketahuan? Ketahuan apa? Kau pasti belum pernah berpacaran. Diamlah. Baik. Dia sudah pergi. Ayo kita pergi. Untuk apa menyunggi kotak itu?
Ini proyek renovasi kedai kopi tua. Pemilik tokonya mau mempertahankan pengaturannya aslinya. Jadi, ini belum kubongkar. Tapi bukan ini intinya. Kau tahu apa intinya? Halaman ini, bukan? Kau mengerti. Cantik, tidak? Sangat cantik. Katakan. Aku cantik sekaligus berbakat, bukan? Maksudku lampunya cantik. Mengenai kau… Kau sudah berbaikan dengan Cheng Nan? Apa urusannya denganmu?
Haruskah kubantu berbicara dengannya? Tidak perlu. Terima kasih. Bisakah kau alihkan perhatian ke pekerjaan? Kau bergosip sepanjang hari. Aku tak akan tanya lagi. Maaf. [Laporan Survei Merek Klub Kebugaran Super Muscle Nouveau] Ini tak perlu ditanyakan. Sudah kutanya. Dia tak mau bekerja sama dengan kita. – Kenapa? – Zhao Yang menerima komisi.
Jadi, Bu Cheng dari Super Muscle memasukkan kita ke daftar hitam. Tapi perusahaan mereka memenuhi semua persyaratan kita. Aku punya ide. Tapi entah kau mau bekerja sama denganku atau tidak. Halo. Kami dari Ivory Capital. Ada janji dengan Bu Cheng. Silakan tunggu sebentar. Maaf menunggu lama. Bu Cheng, tak apa. Bu Chen, mari kuperkenalkan.
Penanggung jawab kami, Lu Ke. – Senang bertemu denganmu. – Bu Cheng, senang bertemu denganmu. Aku asistennya. Senang bertemu denganmu. Duduklah. Sungguh kebetulan. Kemarin Ding Li Juan dan aku makan siang bersama. Kudengar kalian mendapatkan proyek taksi daring itu. Benar. Kak Ding Ding sangat hebat. Kami sering berkomunikasi aspek teknis dengannya. Kak Ding Ding?
Atau kalian memanggilnya Kak Li Juan? Benar, Kak Li Juan. Ding Li Juan yang kukenal adalah pria. Benarkah? Kalian dari Majalah Nouveau, bukan? Sudah kukatakan berulang kali. Kami tidak akan bekerja sama dengan Nouveau. Bu Cheng. Bu Cheng, dengar penjelasanku. Kami bukan sengaja menipumu. Bu Cheng, beri kami sepuluh menit. Sepuluh menit saja.
Maaf, tolong minggir. Kalian mau apa? Bagus. Cara kalian selalu berganti tiap hari. Bu Cheng. Apa kau mengikuti situs web resmi kami? Tapi, aku pernah bergabung di pusat kebugaran kalian. Aku tak akan panjang lebar. Menurutku perusahaanmu bisa lebih baik lagi dalam hal pengiklanan. Coba katakan. Di mana kekurangannya? Topik hangat. – Contohnya? – Contohnya,
Perusahaan lain akan mencari orang bertubuh bagus untuk iklan mereka. Kalian bisa mencari orang biasa. Yang tinggi, pendek, gemuk, kurus, semuanya ada. Lalu rekam perjalanan berolahraga orang biasa. Tapi bukankah menurutmu menjual fantasi akan menarik? Menurutku, mengatasi fantasi untuk menghadapi kenyataan lebih menarik. Teruskan. Kita bisa cari orang bertubuh beragam lebih banyak
Untuk membuat poster yang sama sekali berbeda. Kau bukan dari penjualan, bukan? Saat kau buka mulut, aku langsung tahu. Hari ini kami sangat tidak sopan. Mohon jangan tersinggung. Tidak apa-apa. Tapi menurutku apa yang kau katakan sangat menarik. Aku akan memikirkannya baik-baik. Lalu membicarakannya dengan rekan-rekan dari departemen pemasaran.
Tidak apa-apa. Kami akan menunggu kabar darimu. Baik. Kalau begitu, kuantar sampai sini. – Baik, maaf mengganggu, Bu Cheng. – Tidak. Terima kasih, Bu Cheng. Kami pamit. – Hati-hati. – Sampai jumpa. Tadi kau menjelaskan dengan hebat. Aku jadi lebih menghormatimu. Apa boleh buat. Aku harus memberanikan diri. Ibu. Cola, kapan kalian datang?
Lihat, mereka sekeluarga bahagia. Suaminya pasti mendukung pekerjaannya. Kau iri padanya? Kau bertengkar lagi dengan Cheng Nan? Ayo katakan padaku. Kubantu mengatasinya. Sudahlah. Kau bahkan tidak mempertimbangkannya. Pria itu sederhana. Mereka hanya memikirkan tiga hal. Gengsi, uang, dan kesenangan. Bagaimanapun, kurasa jika kalian bersedia tetap bersama, kesulitan bisa dilalui bersama. Kau perlu lebih memahaminya.
Aku yakin kalian segera berbaikan. Ini tak terlalu bagus. Ini terlalu berlebihan. Ini? Ini ditiru di mana-mana di Internet. Yang ini? Ini lumayan. Selain itu, ini sangat cocok dengan tema kita. Sebenarnya kurasa ini lumayan. Tapi tidak mudah membelinya. Sudah lama ingin kubeli, tapi tak bisa. Maka tak kujadikan rencana pertama.
– Ada apa? Kami sedang rapat. – Maaf. Bu Cheng baru saja menelepon, katanya dia setuju bekerja sama. Benarkah? Siang nanti dia akan mengirimkan kontraknya. – Jadi, aku ingin memberitahumu. – Bagus sekali. Maaf mengganggu. Lu Ke, terima kasih telah meyakinkan Bu Cheng. Departemen Pemasaran akan mentraktir Departemen Konten makan enak. Baik. Ke Ke. Hebat.
Kita lanjutkan pembahasannya. Kubilang yang kedua cukup bagus. Pikirkanlah lagi. Tidak bisa. Kita harus mencari yang paling cocok. Apakah akan sempat? Tenanglah. Serahkan ini kepadaku. Benar di sini toko lampunya? Tenang. Aku paling mengenal daerah ini. Omong-omong, kuberi tahu kau berita penting. Huang memberitahuku Cheng Nan sudah kembali dari perjalanan bisnisnya. Pukul berapa dia sampai?
Nanti kutanyakan untukmu. Kalian cepatlah berbaikan. Dua hari lagi ulang tahun Huang. Kita harus berpesta. Aku atau pestanya yang lebih penting? Kau penting! Kau yang terpenting, paham? Tenang saja. Aku yakin. Kami pasti akan berbaikan. Kau masih belum mengenal Cheng Nan? Kau hanya perlu membujuknya. Lihat. Sepertinya sama. Sama persis. Kau hebat, Guan Xiao Yue.
– Apa kubilang tadi? – Ayo masuk. Bu Li, menurutku, tolong antarkan aku ke kantor saja. Aku akan pergi mengambil data dari perjalanan bisnis kita. Tanganmu sudah pulih. Tapi masalah hatimu belum selesai. Tidak. – Hanya saja… – Hanya tidak ingin pulang? Takut bertengkar lagi? Sebenarnya kau dan pacarmu kenapa? Bukankah dia Pemimpin Redaksi?
Setelah menjadi Pemimpin Redaksi, dia agak berpendirian keras. Aku sangat tidak suka itu. Itu bukan masalah besar. Sebagai pria, biarkanlah sesekali. Benar. Baik. Aku pergi, Bu Li. – Terima kasih. – Sama-sama. Kau sudah pulang. Kau sudah makan? Kubuatkan wonton. Aku sudah makan dalam perjalanan. Duduklah di sini. Cobalah. Isinya dompet gembala. Aku membuatnya sendiri.
Minum air dahulu. Kuambilkan untukmu. [Paket pernikahan Anda senilai 38.000RMB sudah dibayar.] Apa ini? Kenapa kau tak memesan yang 139.000RMB? Kurasa keduanya kurang lebih sama. Tidak perlu melebihi anggaran. Hotel, jumlah bunganya, kendaraan yang dipakai, akan sangat berbeda, bukan? Kita bisa berhemat saja. Aku sudah menghitungnya. Selain uang untuk sewa rumah,
Sisa uang kita tidak begitu banyak. Berhemat untuk yang perlu, untuk apa berhemat untuk yang harus? Pendingin ruangan bisa diperbaiki, tapi kau beli baru. Di hari penting seperti pernikahan, kau memilih yang murah! Bagaimana ini bisa dibandingkan? Kau bisa mengerti situasi, tidak? Bagaimana kerabat dan temanku memandangku nanti? Menikah bukan untuk dilihat orang.
Mengatur pesta pernikahan, bukankah untuk dilihat orang? Cheng Nan. Aku tak mau kau kelelahan. Jelas anggaran kita tidak begitu banyak. – Kenapa membuang-buang… – Siapa yang tidak lelah? Zhang Mang? Yang Qing Yu? Apa maksudmu? Aku bertanya padamu. Sudahlah. Aku tahu. Besok akan kuganti. Tidak usah ganti. Batalkan pernikahannya. Bung. Kau menang.
Ada apa dengan kalian? Siang ini Lu Ke meneleponku, berkata kalian mungkin berbaikan. Kenapa bertengkar lagi? Tidak usah dibahas. Tidak penting. Sungguh tidak penting. Ini sungguhan, Bung. Sungguh, Bung. Kita sudah kenal bertahun-tahun. Mari bersaudara selamanya. – Di sini. – Sahabatku. – Baik. – Sahabatku. Sahabatku. Pelan-pelan. Peluk ini. Huang. Kita sudah kenal bertahun-tahun.
Kukatakan dengan jujur kepadamu. Lu Ke memandang rendah aku. Sungguh. Dia meremehkanku. Tidak mungkin. Sangat mungkin. Kuberi tahu kau, aku akan buat dia menyesal! Sebentar lagi pukul 12 malam. Kau mau dilaporkan tetangga? Berbaringlah. Sekarang tanggal berapa? Dua puluh tiga. Tanggal 24 ulang tahunmu, bukan? Ini ulang tahunmu! ♫ Selamat ulang tahun ♫
♫ Selamat ulang tahun ♫ Aku bahagia. Aku bahagia setengah mati. – ♫ Selamat ulang tahun ♫ – Sahabat yang baik. Sudah mabuk seperti ini, kau tetap ingat ulang tahunku. Selamat hari pernikahan. Untuk kali pertama aku tidak ingin merayakan ulang tahun. Menurutku ulang tahunmu kali ini tidak usah dirayakan.
Cukup ditemani aku dengan Guan Yue. [Huang, hari ini ulang tahunmu, bukan?] [Malam ini mau rayakan di mana?] [Huang, semalam kita kurang puas minum.] [Kita lanjutkan malam ini. Kuhubungi nanti.] Lu Ke sudah seperti ini, tapi tetap mau merayakan ulang tahunmu. Lu Ke orang baik. Kalian tidak tahu? Tiap tahun ingat ulang tahun kalian.
Tapi masalahnya mereka tidak bisa dibiarkan bertemu. Sekali bertemu, mengundang konflik, tidak bisa diatasi. Aku terpikirkan satu cara. Kau carilah KTV. Buka dua ruangan. Lalu kau bolak-balik. Bisakah seperti itu? Kami akan bekerja sama denganmu. Baiklah. Guan Yue, bantu aku mengurus Lu Ke. Lalu Yao, bantu aku mengawasi Cheng Nan. Tidak kusangka akan ada hari
Saat hari ulang tahunku akan begitu menarik. Kenapa kurasa kalian tak terlalu semangat? Tidak. – Kau rasa begitu? – Tidak. Kau? Tidak. Membosankan sekali. Ayo duduk. Duduk. Tidak ada wanita bersama kita malam ini? Kau bicara apa? Guan Yue dan Yao akan datang. Ayo tuang anggurnya. Lu Ke tidak datang? Kenapa Huang belum datang?
Dia akan segera datang. Kita pilih lagunya saja dahulu. Jika kau ingin dia datang, aku bisa meneleponnya. Jangan. Aku tak ingin menemuinya. Kita makan dan minum di antara kita saja. Jangan pulang sebelum mabuk. Baik, ayo minum. – Selamat ulang tahun. – Terima kasih. Maaf, aku terlambat. Huang. Selamat ulang tahun. Tidak perlu sungkan.
Kita sudah lama berteman, bukan? Cepat minum dan menyanyi. Sesuka kalian saja. Kenapa Shen Shi Yi datang? Bukan aku, tapi Lu Ke yang mengundangnya. Huang, kau tidak menyambutku? Bukan begitu. Selamat datang. Bersenang-senanglah. Aku akan memesan minuman lagi. Pestamu sedikit sekali tamunya. Yao Yuan akan segera datang. Kalian bergembiralah. Barusan Cheng Nan membahas Lu Ke.
– Kenapa? – Dia melarangku mengundangnya. Dari ekspresinya, aku tahu. Dia pasti sangat menyesal. Dia memikirkan Lu Ke. Biarkan dia menyesal. Siapa suruh mengganggu Lu Ke! Kurasa saat dua orang bertengkar, mereka bisa berbaikan. Malam ini harus sesuai rencana. Tunggu Cheng Nan membuka diri. Akan kutarik dia, kau tarik Lu Ke.
Jika mereka berdua bicara, ini akan berlalu. Baik. Hari ini ulang tahun sahabatmu. Bergembiralah sedikit. Aku bergembira. Kau temanilah mereka. Jangan minum lagi. Aku datang. Aku akan minum sebagai hukuman. Ayo. Aku juga akan minum sebagai hukuman. Aku akan minum juga. Hukuman apa? Kau tidak apa-apa? Tidak apa-apa. Di mana Huang?
Kucari dia. Dia yang berulang tahun. Duduklah. Kubantu kau mencarinya. Ayo minum. Kenapa kau di sini? Aku tak melihat Lu Ke. Lihatlah Cheng Nan. Dia sudah banyak minum. Ada apa ini? Untuk apa kau datang? Kebetulan sekali. Lu Ke, mau kembali? Pulanglah. Sudahlah jika datang. – Menyanyilah. – Bisa berhenti minum tidak?
Huang merayakan ulang tahun. Mana mungkin aku tidak minum. Ayo. Lu Ke. Ayo bersulang. Kalian minumlah. Apa maksudmu? Kau tak ingin bersama denganku? Cheng Nan. Ayo ganti tempat. – Ganti tempat. – Benar, ganti tempat. Ini bukan urusan kalian. Lu Ke. Lu Ke. Lu Ke. – Lu Ke. – Cheng Nan, berhenti membuat onar.
Aku tak membuat onar. – Hari ini katakan dengan jelas. – Kau mau aku menjelaskan apa? Bukankah kau meremehkanku? Bukankah dari awal kau meremehkanku? Jika seperti ini, kau jelas sangat membuatku meremehkanmu. Lalu? Kau ingin berpisah denganku, bukan? Benar. Aku sudah lelah. Aku ingin berpisah denganmu. Kau puas sekarang? Cheng Nan. Kenapa kau di sini?
Aku kembali mencari sesuatu. Lalu kau? Aku wanita lajang. Selain bekerja, aku bisa melakukan apa? Kau ada masalah? Bertengkar dengan pacarmu? Kami berpisah. Sebentar lagi akan menikah, tapi malah berpisah. Tunggu aku sebentar. Aku tidak biasa melihatmu minum. Aku memakai ini untuk minum. Siapa yang bisa melihatnya? Sebenarnya aku tidak apa-apa. Ada yang menemanimu mengobrol
Lebih baik daripada sendiri, ‘kan? Ayo. Sebenarnya aku merasa aku sangat gagal. Tidak mungkin. Menurutku, dalam hal bersosialisasi, mengatasi masalah, menuntaskan pekerjaan, semuanya luar biasa. Mana yang bisa disebut gagal? Bagaimanapun, berdasarkan pengalaman, makin kau sedih, makin harus menghibur diri sendiri. Kehidupan begitu panjang. Untuk apa menyulitkan diri? Kau tahu kenapa aku dahulu mempelajari komputer?
Kenapa? Saat SMP, aku memainkan gim. Warcraft. Di tahun 2005, Warcraft mengalami kebocoran sangat besar. Aku tahu! Insiden Corrupted Blood, bukan? Benar. Corrupted Blood! Kau tahu ini juga. Tentu saja. Setengah karakter pemain di server semuanya ditangguhkan. Milikku ditangguhkan dengan kejam. Sungguh. Aku tidak yakin. Aku khusus meneliti kebocoran ini. Aku membeli banyak buku.
Aku harus memahami kebocoran ini. Aku terus menelitinya, lalu aku masuk jurusan komputer. Permainan membuatmu mencapai sasaran. Bersulang untuk permainan! Bersulang untuk Warcraft! Kenapa? [Lu Ke Memanggil] Semalam itu keterlaluan, kau tahu? [Episode Selanjutnya] Kau bicara sungguh-sungguh? Saat buka mulut, aku merasa bersalah. Jangan berpisah, ya? Menikah. Ayo urus sertifikatnya. Ibuku tak punya maksud lain.
Dia menyukaimu dan ingin kau mengetahuinya. Bukan apa-apa. Kita berdua hanya bersenang-senang. Tak bertanggung jawab akan satu sama lain. Maaf untuk yang terjadi hari itu. Apa aku minta kau tanggung jawab? Semua pasangan sama. Aku tak bisa berikan yang kau mau. Kuberi kau peluang menjelaskan. Katakanlah! Mari berpisah. Kita berpisah saja.