Dear Missy | EP1 |【INDO SUB】iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Di dalam hidupmu,] [apakah ada orang seperti ini?] [Melakukan hal bodoh bersama.] [Pergi ke toilet bersama.] [Berbagi gosip terbaru,] [dan membicarakan pria yang kalian suka.] [Di masa-masa paling indah,] [kalian melakukan hal terbodoh bersama.] [Seperti, dia memakai kaosmu,] [dan kau menggunakan lipstiknya.] [Sampai akhirnya kalian sadar] [semakin hari kalian semakin mirip.]

[Tapi takdir membuat kalian terpisah.] [Kau punya kehidupan baru.] [Dia punya teman baru.] [Kau tak bisa berhenti memikirkannya.] [Jika saja tak ada kesalahpahaman,] [atau pertengkaran.] [Jika saja saat ini dia masih di hidupmu,] [hidup kalian] [apakah akan berbeda?] [Sudah berapa kali kau membayangkan seperti apa dia saat ini?] [Saat kalian bertemu lagi,]

[akan seperti apa jadinya?] [Jika takdir benar-benar memberimu kesempatan lagi.] [Kisah kalian ini] [ingin seperti apa kau tuliskan?] [2017] [London] [Pesawat udara dengan tujuan ke Shanghai,] [akan segera lepas landas.] [Diharapkan semua penumpang] [menaiki pesawat udara melalui Gerbang Satu.] [Terima kasih.] Xiao Ke. Cheng Nan. – Apa kau membawanya? – Ya. Aku membawanya.

Apa ini barang yang kau maksud? Kau meletakkannya di lemari sepatu. Ya, benar. [Buku catatan] Kau ini menarik sekali. Aku belum pernah bertemu orang yang menerima pengunduran diri, dan merekomendasikan perusahaan lain. Sebenarnya, aku hanya ingin sedikit membantumu agar kau tak frustasi karena mengundurkan diri. Aku tak frustasi sama sekali.

Aku bahkan sudah menemukan pekerjaan baru. Syukurlah kalau begitu. Di mana? Di You Jia. Aku akan bekerja di tim operasi mereka. Bagaimana kalau kau ikut denganku? Tunjangan kerjanya cukup cukup bagus. Terima kasih. Aku tidak akan pergi. Aku senang bekerja di Nouveau. Sepertinya kau tidak tahu ya, majalah Nouveau akan dihentikan. Mustahil. Aku serius.

Semua orang tahu kabar itu. Nouveau sudah berdiri selama dua puluh tahun. Bagaimana bisa semudah itu diberhentikan? Lu Ke. Aku tahu kau sangat senang kerja di sana. Dengan kemampuanmu kau bahkan bisa jadi Pemimpin Redaksi, Lu Ke. Tapi kau juga harus memikirkan masa depanmu, ‘kan? Kau tahu, aku dengar kantor pusat mengirim

Seseorang untuk menghentikan publikasi. Dia akan segera tiba di Shanghai. Aku pamit dulu ya. [Nouveau] [Nouveau] [Nouveau] [Dear Missy] [Obrolan Grup Perusahaan Nouveau] Kenapa di grup hari ini, hanya aku yang mengirim naskah? Kak Song Yan juga tidak mendesak semua orang. Mungkin yang dia katakan itu benar.

Nouveau akan dihentikan. Jadi, mereka pun tidak bersemangat lagi. Selain itu, sekarang tidak banyak orang membaca majalah. Tidak apa-apa. Bila harus diberhentikan, kau bisa bekerja di tempat lain. Nouveau berbeda dengan majalah lainnya. Aku tahu kau amat ragu. Aku sudah membaca majalah ini sejak kecil. Lalu aku benar-benar jadi editor di majalah ini.

Sejak saat itu, aku percaya mimpi bisa terwujud. Majalah itu adalah masa mudaku. Bagaimana bisa kulepaskan begitu saja? Aku paham, Xiao Ke. Tapi kau sekarang seorang editor. Apa yang bisa kau lakukan? [Episode 1 : “Ini adalah Kesempatan Terakhir Kita”] [Nouveau] Xiao Yue. – Hari ini apa ada paket untukku? – Tidak ada. Terima kasih.

Abby. Kau juga akan pergi? Ya, tak ada pilihan. Gunakan ini. Aku tak akan membawanya. Ini tidak benar, Ke Ke baru saja mengundurkan diri. Lalu kau sekarang juga pergi? Sudah lama kita tak dapat bonus. Pemimpin Redaksi ada di sini. Aku pergi dulu, ya Nanti kita makan malam di luar ya. Kak Song Yan.

Naskah yang kukirim di grup, apa kau menerimanya? Ya. Kita bicarakan nanti ya. Pimpinan penerbit yang baru sudah datang. Aku harus bertemu dengannya. Kak Song Yan. Aku ingin bertanya padamu, apakah sebentar lagi rapat penangguhannya akan dimulai? Aku pikir masalah ini, kita bisa pikirkan solusinya. Jika kita terus bekerja keras,

Aku yakin majalah ini tak perlu diberhentikan. Sebagai Pemimpin Redaksi, semua upaya telah aku lakukan. Pada akhirnya keputusan bukanlah di tanganku. Tapi… [Anggota ekstrakurikuler majalah sekolah] [Shen Si Yi dan Han Wei, dari kelas tiga] [telah melanggar peraturan dan regulasi sekolah.] [Dampak dari perbuatan mereka sangat serius.] [Sekolah memutuskan untuk memberi sanksi kepada mereka]

[Klub Majalah Sekolah] [dan menghentikan penerbitan majalah sekolah.] [Kegiatan dalam majalah “Look”] [akan terus diawasi setelahnya.] Siapa kau? Kenapa lancang sekali masuk ke ruanganku? Aku adalah pimpinan penerbit yang baru, Shen Si Yi. Editor Lu. Ada hal yang ingin kau sampaikan? Ya, ada. Aku pikir keputusan untuk menghentikan publikasi terlalu terburu-buru. Majalah ini sangat besar,

Bahkan merupakan majalah berbahasa Tiongkok pertama di sini. Bagaimana kau bisa semudah itu menghentikannya? Editor Lu, bukan aku yang menghentikannya. Tapi kantor pusatlah yang menginginkannya. Itu dua hal yang berbeda. Shen Si Yi, sejak kecil kau bahkan sudah membaca majalah ini. Benar, lalu kenapa? Lupakan saja. Majalah ini bertemu dengan orang sepertimu,

Rasanya tak pantas untuk diharapkan. Tunggu. Memangnya aku orang seperti apa? Aku yakin kau paham kau orang seperti apa. Ada apa? [Nouveau akan tutup.] Semuanya, minta waktunya sebentar. Halo semuanya. Aku dikirim dari kantor pusat di London, sebagai pimpinan baru di sini. Alasan aku di sini, aku yakin kalian juga sudah mendengarnya.

Selama dua tahun ini media cetak seperti koran dan majalah terpukul keras oleh internet. Pembaca majalah makin sedikit. Tak ada pembaca, tak akan ada perusahaan yang beriklan di majalah kita, itu artinya tak ada pendapatan masuk. Kantor pusat di London, membuat keputusan untuk menghentikan publikasi Nouveau. Itu memang masuk akal. Jadi,

Aku dikirim mereka untuk menghentikan publikasi. Menghentikan publikasi itu mudah, siapa pun bisa melakukannya. Tapi bagiku itu sangatlah membosankan. Jadi, aku berencana untuk tidak mendengarkan kantor pusat. Majalah Nouveau akan terus dilanjutkan. Sebenarnya aku sama seperti semua orang. Aku tidak ingin majalah ini diberhentikan begitu saja. Jika aku sebagai pimpinan penerbit

Dapat menghidupkan majalah ini kembali, maka artinya aku berhasil dalam tantangan ini. Kantor pusat juga akan memberiku lebih banyak kesempatan. Semakin sulit sesuatu, akan lebih banyak kesempatan datang. Aku tahu. Beberapa dari kalian memiliki kenangan yang dalam dengan majalah ini. Mungkin kalian tidak percaya padaku. Sebenarnya percaya atau tidak bagi kalian,

Dan bagi majalah ini juga tak ada untungnya. Jadi, aku masih berharap kalian tetap tinggal. Aku sangat percaya kita pasti bisa. Aku hampir lupa. Namaku Shen Si Yi. Tidak ditutup? Kang. Kau kaget? Kau masih usil ya. Tapi kau sekarang jadi cantik. Kau bertambah tua. Kemarilah, aku merindukanmu. [Bar Suga] Tuan Gao. Kau datang.

– Yang ini bebas alkohol. – Terima kasih. Terima kasih. Jika butuh sesuatu panggil aku saja. Mereka ingin kau menghentikan publikasinya, tapi kau malah membukanya kembali. Bagaimana kau akan menghadap dewan redaksi di kantor pusat? Aku ini orang yang lebih suka bertarung daripada menunggu. Jika aku berhasil menyelamatkan majalah ini,

Maka aku menangkap peluang yang ada di tanganku. Apa kau yakin berhasil? Tidak. Tapi, semakin besar tantangan semakin besar juga hal yang kau dapat. Kau pernah dengar kalimat itu? Kau ini ceroboh. Memutuskan hal seperti itu tanpa memikirkan dampaknya. Jika bukan karena kau bergabung denganku dan sejak magang mengikutiku, aku tak akan peduli denganmu.

Lakukanlah sesukamu. Kau tak peduli padaku? Lalu apa yang harus kulakukan dengan biskuit dari London ini? Itu takkan berhasil. Enak? Tidak enak. Baiklah, sekarang katakan aku tak akan melawanmu. Rencanamu selanjutnya apa? Aku sudah menemukan seseorang untuk bekerja sama. Jika dia setuju, proyek ini pasti berhasil. Siapa dia? Dia sehebat itu? Apa yang dia lakukan?

Merebut pacarmu? Tebakanku benar, ‘kan? Cheng Nan ini, dia… Bukan. Bukan Cheng Nan. Saat dulu di SMA… Kisah ini panjang. Kau masih menyembunyikannya dariku? Cepat katakan. Saat SMA, aku berkencan dengan seorang laki-laki. Tapi Shen Si Yi, dia… Intinya ada masalah besar, kami berdua putus. Aku melakukan itu demi kebaikannya.

Laki-laki itu selalu mendapat nilai jelek. Akhirnya dia hanya bisa mengambil sekolah kejuruan. Tapi dia memaksa Lu Ke untuk menemaninya. Sebenarnya Lu Ke bisa saja masuk Universitas Fudan. Apa aku salah? Kau ini terlalu ikut campur. Lalu apa yang terjadi? Lalu, aku mencium pria itu. Apa? Aku mencium pria itu. Tapi hasilnya bagus juga.

Mereka putus. Lu Ke akhirnya bisa kuliah di Shanghai. Dia harusnya berterima kasih padaku. Lalu? Lalu, dia dan keluarganya pindah ke luar negeri. Sejak saat itu, kami tak pernah berkomunikasi lagi. Sekarang kau masih berencana untuk tinggal dan bekerja dengannya? Aku juga tidak tahu. Mendengar kisahmu ini, kau telah menyakiti perasaannya.

Apa kau pikir dia akan membantumu? Percayalah padaku. Baiklah. Bagaimana? Aku keren, ‘kan? Kau cukup keren. Tapi kau sekarang tak punya pekerjaan. Bagaimana kau bisa membeli ini? Kau memakai uang orang tuamu ya? Aku membelinya sendiri. Jadi, kau dapat kerja? Aku memenangkan kompetisi Konsep Desain Anak Muda, enam bulan lalu. Kau ingat?

Hari ini mereka memberitahuku. Aku mendapat hadiah pemenang kedua sebesar RMB 30.000. Benarkah? Selamat Guan Xiao Yue. Ya, jadi aku membeli motor ini untuk memberi penghargaan pada diri sendiri. Selain itu motor ini bisa menyemangatiku. Desainer ini akhirnya memulai debutnya. Kalau begitu, sekarang bukankah kau bisa membuka studio pribadi?

Selain itu, hari ini ada perusahaan desain yang ingin memberiku deposit untuk produksi masal hasil desainku. Tiba-tiba mencapai puncak kehidupan, aku sungguh tidak terbiasa dengan itu. Setelah beberapa kali, kau akan terbiasa. Baik, aku pergi dulu ya. Jaga dirimu. – Hati-hati. – Sampai jumpa. [Tugas membangkitkan Nouveau]

[Shen Si Yi menambahkanmu sebagai teman. Nasib Nouveau ada pada kita berdua.] [bergantung pada kita berdua.] [‘Look’.] [Bukankah nama ini] [terdengar kuno?] [Majalah Look] [‘Look’, Lu Ke] [terdengar seperti namamu.] [Bukan begitu maksudnya.] [Menurutmu] [edisi pertama majalah kita tentang apa?] [Dari namanya ‘Look’] [artinya mengamati, mengobservasi makna hidup kita.] [Edisi pertama kita harus tulis]

[hal-hal yang menarik dalam hidup kita,] [yang sering terabaikan.] [Aku mahir dalam hal ini.] [Tapi bukankah itu terdengar seperti majalah Nouveau?] [Itu berbeda.] [Tulisanmu ditambah dengan bakatku.] [Majalah Look pasti lebih baik dari Nouveau.] [Jauh lebih hebat.] [Ayo kita mulai tulis edisi pertama.] Halo, Cheng Nan? [Xiao Ke, kenapa kau belum pulang?]

[Apa kau lupa membawa payung?] [Apa kau ingin aku menjemputmu?] Tidak, tidak perlu. Sebentar lagi aku sampai. Omong-omong, apa kau masih punya bihun di rumah? [Kau lapar?] Sekarang belum lapar. Tapi aku harus lembur malam ini untuk membuat proposal. [Baik, tak apa.] [Aku akan membelikannya untukmu.] [Bukankah perusahaannya akan ditutup?] Mungkin,

Tapi mungkin masih ada harapan. Editor Lu, di mana biji kopinya? Di mana biji kopi kita? Shen Si Yi. Yang kau katakan kemarin itu serius? Tentu saja. Baguslah. Aku telah menulis proposal penerbitan ulang. Fail itu kukirimkan pada Kak Song Yan, apa kau sudah melihatnya? Kau bisa lihat proposalku dulu. Proposalmu juga tak apa.

Detail setiap kontennya tidak ditulis. Benar. Proposalmu memasukkan mengadakan acara langsung. Juga melibatkan banyak desainer. Apa gunanya? Bagaimana bisa proposalku tidak berguna? Bagaimana kita bisa membiayainya? Penjelasan detail rencanamu itu, tanpa ide keseluruhan ini tak akan ada gunanya. Obati akar masalahnya bukan gejalanya. Proposalku menargetkan akar masalahnya secara langsung. Berdasarkan masa lalu kita,

Kerja sama ini tidak akan bagus. Tapi masalah ini, pilihannya ada padamu. Setiap orang berhak untuk menolak sebanyak lima kali, sama seperti dulu. Baiklah. Lima kali, ‘kan? [Tajuk utama hari ini] Bukan seperti itu. Lihatlah. Gagasanmu ini sepenuhnya salah. Tapi kenapa salah? Awalnya hanyalah ada tiga cabang. Kalau begitu coba jelaskan detailnya.

Baik, aku akan memberitahumu. Aku akan jelaskan padamu. Seharusnya ada tiga cabang, tapi kini hanya dua. [Bagaimana menjalankan media baru? 1. Pemilihan.] [2. Segmentasi? 3. Pemilihan platform.] Bukan nomor layanan. Shen Si Yi, kemarilah. Karena ini adalah media baru jadi harus berbeda dengan majalah lama. Kita harus masukkan hiburan atau kejadian terkini di akun resmi-nya.

Tapi bukankah itu hanya untuk mencari sensasi? Aku tidak setuju, konsep ini dengan Nouveau tidak sejalan. Mau sampai kapan kau akan membahas konsepnya? Konsep majalah kita adalah pionir, mandiri, murni, dan menjunjung tinggi karya seni. – Kalau kau… – Kau jangan naif. Yang terpenting di sini, bagaimana cara kita meningkatkan penjualan?

Gabungkan peristiwa terkini atau topik hangat dampaknya selalu lebih menarik pembaca. Dan itu sudah terbukti berulang kali. Jadi, kita harus melakukannya. Lalu, bagaimana dengan perasaan pembaca? Jika kau mengubahnya, pasti pembaca tidak puas. Kau yang tidak puas, ‘kan? Bagian ini saja kau harus dengarkan aku. Aku akan gunakan hak menolaknya. Kalau begitu, aku juga.

Lalu kau akan menggunakan hak itu lagi. Kita hanya punya lima kali kesempatan. Pada akhirnya, kau akan tetap mendengarkanku. Shen Si Yi, sebenarnya tujuan kita berdua berbeda. Aku ingin membuat Nouveau ini lebih baik. Tapi kau hanya ingin memanfaatkannya sebagai alat untuk menghasilkan uang. Iya, ‘kan? Jelas dia salah.

Tapi kenapa dia marah dan pergi begitu saja? Kau bahkan tak tahu betapa tak masuk akal semua idenya. Sifat masa kecilnya masih sama saja. Kalau begitu berhentilah. Semakin kau melakukannya semakin kau tidak bahagia. Benar. Daripada terus membuatku cemas, lebih baik aku tidak melakukannya.

Lagi pula, dua hari lalu Ke Ke mengajakku untuk pindah ke tempatnya. Dia bilang, dia akan memberiku posisi yang cukup bagus. Kenapa aku harus bertahan di sana? – Harus mendengar amarahnya? – Benar. Aku mendukungmu. Aku hanya asal bicara. Kau masih belum rela, ya? [Majalah Look] [Shen Si Yi] Cheng Nan, berhenti sebentar.

– Berhenti sebentar. – Menepi dulu? Di mana kau menemukannya? [Ruang referensi di lantai dua.] [Pertama kali aku datang, aku langsung mencarinya.] Kenapa kau mencarinya? Aku ingin memberitahumu, bukan hanya kau saja yang menyayangi Nouveau. Jika aku hanya memanfaatkannya, aku tak akan melepaskan kesempatan lainnya. Juga datang ke Shanghai untuk menyelamatkan perusahaan.

Aku tak akan mau melakukan hal tak pasti dan melelahkan seperti ini. [Tapi di posisiku,] [aku tak punya pilihan selain berkompromi.] [Aku juga tidak menyukainya.] [Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa.] Kerja sama ini, Tuhan memberi kita kesempatan kedua. Aku tak ingin melakukan kesalahan lagi. Kau di mana? Aku lapar.

Ayo makan di restoran mi seberang perusahaan. Siapa bilang aku akan ke sana? [Majalah Look] [Tersembunyi dalam Bayangan] Kapan ini dikirimkan? Tahun 2007. Sudah sepuluh tahun, hidup berlalu begitu cepat. Lalu ini. Apa ini? [Kepada para editor Nouveau, salam.] [Akhir-akhir kualitas majalah Nouveau sedikit menurun.] “Kepada Para Editor Nouveau,” “Halo!”

“Kami adalah siswa SMA di Suzhou,” “Lu Ke dan Shen Si Yi.” “Kami selalu membaca majalah Nouveau.” “Tapi dalam beberapa tahun ini, kualitasnya menurun.” “Kami sangat kecewa.” “Atas motivasi majalah kalian, kami juga” “menerbitkan sebuah majalah bernama Look.” Astaga. Saat SMA, kita bahkan bisa mengkritik majalah ini. Keberanian kita sangat besar ya.

Kau yang menulis surat ini. Pasti kau yang membuat idenya. Aku tak akan mungkin mempunyai ide seperti ini. Ide ini kita berdua yang memikirkannya. Saat SMA, hal mana yang tak pernah kita diskusikan bersama? Pikirkan bersama? Hal yang kukatakan sebelumnya, sepertinya terlalu berlebihan. Aku minta maaf. Tak apa. Masuk akal kalau kau menolak. Saat SMA,

Majalah Look yang kita lakukan bersama akhirnya gagal. Aku selalu merasa bersalah dan juga ingin minta maaf. Jadi, saat kesempatan ini datang, aku langsung memutuskan kembali. Aku harap kita berdua bisa bekerja sama, dan menebus penyesalan kita sebelumnya. Majalah Nouveau ini, hanya bisa mengandalkan kita berdua. Permisi. Kalian berdua sepertinya sudah mengobrol selama setengah jam.

Jadi, kalian mau pesan apa? Maaf, kita akan segera pesan. Apa kau masih lapar? Bukan aku, bukannya kau yang lapar? Maaf, tapi kami sekarang sudah tidak lapar. Ayo. – Maaf. – Maaf ya. Maaf. Aku rasa dalam beberapa tahun terakhir, kau tidak berubah. Apa kau punya pacar? Ya. Apa dia baik padamu? Ya, cukup baik.

Teman universitasku juga berpikir begitu. Kalau kau? Aku tidak berpacaran. Bagiku, pacaran itu terlalu merepotkan. Setelah sekian lama, kau masih tetap sama. Tapi benar juga. Jika orang sepertimu berpacaran, takutnya akan merugikan orang lain. Kalau aku, pacaran itu seperti amal. Amal apanya? Pelanlah. Hati-hati. Penerbitan ulang ini, sudah seminggu berlalu.

Tapi tak ada kabar sama sekali. Lu Ke dan Shen Si Yi, bukankah sedang membuat proposalnya? Aku pikir jangan terlalu optimis. Tak mungkin kantor pusat setuju begitu saja. Sebenarnya aku juga tidak ingin pergi. Tapi majalah bagus ini jika dihentikan begitu saja, industri ini pasti akan hancur. Ke Ke. Ke Ke.

Kami baru saja membicarakan ini. Bagaimana dengan penerbitan ulangnya? Proposalnya baru saja selesai, aku juga sudah mengirimnya. Coba kalian lihat dulu. [Proposal Kebangkitan Nouveau 2017 dan Adopsi Media Baru] Sini. Ini adalah ide dasar dalam berbisnis. Bagian ini adalah kerangka besarnya. Bagian ini berhubungan cukup besar dengan departemen kita. Halo, Keke?

Maaf, aku sangat sibuk akhir-akhir ini. Aku lupa memberitahumu. Ya, aku tak akan pindah ke sana. Terima kasih. Sampai jumpa. Siapa yang menawarimu? Mantan pekerja di Nouveau, sekarang dia bekerja di You Jia. Jangan buru-buru menolaknya. Tapi aku tak akan mau pergi. Kenapa aku harus membuatnya menunggu? Kau harus tahu.

Lanjut tidaknya publikasi semua ada di tangan kantor pusat. Semua yang kita lakukan sekarang, hanyalah untuk membuat harapan itu lebih besar. Tapi bukan 100% majalah ini akan terus dilanjutkan. Jadi, jangan buru-buru memutuskan. Kenapa kau begitu pesimis? Kenapa? Kau tidak yakin dengan rencana itu? Bukan begitu. Aku hanya memperingatkanmu. Tenanglah, aku mengerti. Omong-omong,

Bu Liang sudah melihat proposal kita. Dia bilang dalam beberapa hari akan rapat dengan kita. Dengarkan aku. Orang harus punya keyakinan. Lu Ke. Pemotretan model hari ini belum selesai, maaf harus membuatmu menunggu lebih lama. Tidak apa-apa, kita ini walaupun beda perusahaan tapi tetap saja rekan kerja. Kau jangan terlalu sungkan padaku.

Terima kasih, duduklah dulu. – Baik. – Sebentar lagi selesai. Baiklah. Benar, rambut dari model ini tolong ditata sedikit. Jika tidak, takutnya tak sempat nanti. Tidak seperti itu, jelek sekali. Jatuhkan lampunya di sini. Baik, kalau tidak di sini saja, terlalu ramai di sana. Perbedaannya tak terlalu mencolok. Aku ingat minggu lalu

Bukannya kalian sudah memotret untuk sampulnya? – Kenapa harus memotret lagi? – Ini bukan untuk sampul. Tapi untuk akun resminya. Pandangan Baru juga mengadopsi media baru? Ya, kami juga mengganti penerbitnya. Ini semua idenya. Siapa dia? Kau kenal dia. Dia Shen Si Yi. Iya, benar, Shen Si Yi. Kalian bereskan tempat ini. Ini…

Ini tidak mungkin. Dia jelas ada di pihak kita. Nouveau itu, bukankah akan ditutup? Shen Si Yi memberi masukan tentang rencana restrukturisasi menjadi media baru. Bu Liang juga sangat setuju dengan idenya. Lalu, dia memberikan kami kesempatan untuk mencoba ide itu. Dan mengirim Shen Yi datang ke sini untuk menjadi penerbit kami. Baiklah.

Rapikan sisi rambutnya. Rambut. Baik. Kak An, boleh aku melihat proposalnya? – Proposalnya? – Proposal? Baik. [Proposal Kebangkitan Nouveau 2017 dan Adopsi Media Baru] Shen. Shen Si Yi. Ada apa? Bukankah kau punya sesuatu yang belum diberitahukan padaku? Sesuatu apa? Aku pergi ke studio hari ini. Dan bertemu Kak An dari Pandangan Baru.

Kalian diskusikan dulu, kita bicarakan nanti. – Baiklah. – Baik. Kak An memberitahuku, kau akan mengajak mereka untuk terlibat dalam media baru dan menjadi penerbit mereka. Dengarkan penjelasanku dulu. Itu belum diputuskan. Aku masih memikirkan cara – untuk menolak mereka. – Bagaimana dengan proposalnya? Proposal apa? Proposal penerbitan ulang kita. Proposal yang kita buat bersama.

Proposal miliknya sama persis dengan milik kita, satu kata pun tak ada yang beda. Aku melihat semuanya dengan mata kepalaku sendiri, Shen Si Yi. Aku tidak tahu tentang itu. Aku pikir kau membujukku untuk tinggal karena demi majalah ini. Tapi ternyata kau hanya memanfaatkanku dan merencanakan semuanya demi kepentinganmu sendiri. Tidak.

Aku benar-benar khawatir tentang penerbitan majalah ini. Aku juga memikirkanmu. Aku benar-benar tak tahu bagaimana rencana kita ada di sana. Mungkin Bu Liang memberikan proposalnya tanpa memberitahuku. Mungkin? Shen Si Yi, kenapa aku percaya padamu lagi? Waktu itu kau bilang apa? Kau juga menyayangi Nouveau. Kau bilang apa lagi? Ingin menebus penyesalan di masa lalu.

Kau benar-benar luar biasa. Lu Ke. Aku tidak akan bergabung dengan Pandangan Baru. Aku tidak memberikan proposal itu kepada orang lain. Apa pun yang terjadi, Bu Liang akan datang ke sini lusa nanti. Kita harus meyakinkan dia pada hari itu. Nouveau berhasil atau tidak, bergantung kepada kita. Lu Ke. Jika kau tidak mempercayaiku,

Tak akan ada kesempatan lagi. Kenapa aku begitu bodoh? Kenapa aku percaya lagi padanya? – Sudahlah, jangan minum lagi. – Orang itu, Shen Si Yi dia egois sejak kecil. Dia sejak kecil sampai sekarang sangat egois. Aku terlalu mengenalnya. Menurutku, jika dia benar-benar seperti apa yang kau katakan,

Lalu kenapa kau beri dia kesempatan untuk membohongimu lagi? Benar juga. [Pegangan.] [PR-nya PR, PR.] [Maaf.] [Ini salahku.] [Majalah Nouveau-mu disita, ‘kan?] [Tidak apa-apa.] [Aku punya majalah itu.] [Pulang sekolah nanti kuberikan padamu.] Cheng Nan. Kau dan aku bertemu saat kuliah. Tapi sebelum aku bertemu denganmu, Shen Si Yi adalah orang terpenting di hidupku.

[Apa yang kau lakukan?] [Kalian sedang apa? Memalukan.] [Sana, sana.] [Ajak dia berkencan, jangan malu-malu.] [Cepat, ajak dia.] [Anggota ekstrakurikuler majalah sekolah,] [Majalah Look] [Shen Si Yuan dan Han Huai dari kelas tiga,] [telah melanggar peraturan sekolah.] [Dampak atas perbuatan mereka cukup serius.] [Sekolah memutuskan untuk memberikan sanksi kepada mereka] [dan menghentikan majalah sekolah.]

[Semua kegiatan dan penerbitan majalah Look] [akan terus diawasi setelahnya.] [Aku mendengar sekolah memberi mereka hukuman.] [Benarkah?] [Astaga.] [Apa kau tidak membawa payung?] [Maaf.] [Aku tidak menyangka akan jadi seperti ini.] [Menurutku, dia tak layak untukmu.] [Jangan sentuh aku.] [Karena kau,] [majalah Look dihentikan, kerja keras kita selama ini juga sia-sia.] [Kau masih berbohong padaku?]

[Aku tidak membohongimu.] [Aku tidak menyukainya.] [Jika kau terus bersamanya, kau akan dimanfaatkannya.] [Lalu kenapa dari awal kau tak langsung bilang padaku.] [Maafkan aku.] [Aku tahu aku salah.] [Apa gunanya mengakui kesalahanmu sekarang?] [Apa gunanya minta maaf?] [Kali ini kau kelewatan.] [Mulai sekarang,] [kita bukan teman lagi.] Lalu, tidak lama kemudian

Dia kuliah ke luar negeri. Sejak saat itu, kami tak pernah saling menghubungi satu sama lain. Kau berbicara cukup keras padanya. Sebenarnya kupikir, yang terjadi sebelumnya dia hanya bermaksud melindungimu. Ini adalah pertama kalinya dia berdiri di hadapanmu, ‘kan? Mungkin saja. Aku jadi paham kenapa kau membiarkan dia membohongimu untuk kedua kalinya.

Karena sebenarnya, dari awal kau tahu dia tak membohongimu. Pernahkah kau berpikir, sebenarnya kali ini pun dia tak membohongimu. Mungkin saja ini hanyalah kesalahpahaman. Jadi, aku… Haruskah aku mempercayainya lagi? Kau harus bertanya pada dirimu sendiri. Tak ada yang akan memberimu jawaban selain dirimu sendiri. [Nouveau] Nona Shen. Baik, ayo kita mulai. Bu Liang.

Ayo kita mulai. Biar aku jelaskan dulu, proposal ini, aku dan editor Lu Ke yang membuatnya bersama. Dia telah berkontribusi banyak untuk proyek ini. Tapi hari ini dia tak bisa datang karena ada sesuatu mendesak. Aku akan mewakilkannya. Si Yi. Aku menyetujui rencanamu. Jika tidak, tak mungkin aku izinkan Pandangan Baru untuk mencobanya.

Kenapa kau tidak memberitahuku bahwa kau memberikan proposal ini pada orang lain? Nouveau telah diputuskan untuk dihentikan. Kau tidak perlu berjuang lagi. Bu Liang, kupikir… Sudahlah. Hanya kau sendiri yang menginginkannya, aku lelah berdebat tentang hal ini. Bukan aku sendiri… Bu Liang. Bukan dia saja yang menginginkannya. Aku Lu Ke. Maaf, aku terlambat.

Selamat bekerja sama. Itu eksperimen somatosensori konseptual. Itu sangat menarik. Di edisi pertama kau harus tuliskan itu. – Pasti menarik. – Siapa dia? Temanku, Shen Si Yi. Sebelumnya aku pernah bertemu dengannya. Shen Si Yi amat berbeda dengan gadis lain yang pernah kau kenal. Aku tidak tertarik padamu. Aku akan bertanya lagi besok.

Aku terjebak di tengah-tengah. Kau tak menganggapku teman baikmu? Kau sangat kekanakkan! Aku memang kekanakkan. Kau sudah mengenalku begitu lama.