【FULL】Flavour It’s Yours EP25【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Aku juga tidak ingin seperti ini. Aku juga ingin kamu dan ayahmu menjalani hidup dengan baik. Tapi apa boleh buat. Siapa suruh kamu mengingat semuanya. Jadi, aku tidak ada cara lain. Lepaskan dulu ayahku. Dia tidak ingat apa pun. Kamu akan kena karmanya. Buzui, karma atau tidak, bukan kamu yang menentukannya.

Kamu begitu kejam, melakukan segala kejahatan, jika Wan Zeze tahu, dia tidak akan memaafkanmu. Dia tidak akan tahu. Aku juga tidak akan membiarkannya tahu. Zeze putraku sangat kasihan. Dia adalah anak yang sangat baik. Halo. Nomor belakang 87. Aku sudah menemukan mobil Wan Ran. Lokasinya sudah kuterima. Aku akan datang sekarang. Jangan bertindak gegabah, berbahaya.

Pak, tolong agak cepat. Baiklah. Apa yang ingin kamu lakukan? He Buzui! He Buzui! He Buzui! Tolong sadarlah akan perbuatanmu. Jika aku adalah kamu, aku akan mengakui kesalahanku sekarang. Mengakui kesalahan? Bercanda. Kamu terlalu naif. Zeze tidak bisa hidup tanpa aku. Aku juga tidak bisa masuk penjara. Kamu kira jika membunuh kami semua,

Kamu bisa lari dari semua ini? Kamu tidak akan berhasil lari. Aku akan segera bawa Zeze pergi. Tidak akan kembali lagi. Kebenaran tidak akan ditutupi. Jika dunia ini tidak ada kalian, maka tidak akan ada yang tahu kebenarannya. Ke mana pun kamu lari, hatimu tidak akan tenang. Sudahlah, tidak perlu banyak ngomong.

Tidak ada waktu lagi. Mari. Mari. Lu Weixun. He Buzui! He Buzui! He Buzui! Raspberry, blueberry, mint, cedar, grafit. Tolong bantu aku jaga dia. Berhenti! Jangan kemari. Jika kamu maju selangkah lagi, kita akan mati bersama-sama. Jangan bertindak impulsif, kamu masih punya putra. Pikirkan putramu. Jangan melakukan kesalahan lagi, Wan Ran. Nak,

Aku katakan yang sebenarnya. Awalnya aku tidak bermaksud untuk ganggu kamu. Aku tahu, Direktur Lu hanya punya kamu seorang putra. Tapi demi menyelamatkan gadis kecil ini… Buzui, Buzui, bangun. Tidak apa-apa kan? Cepat selamatkan ayahku. Baik. Di lantai ini… -Paman. -Kenapa lantai ada begitu banyak arak? Apakah kamu yang membunuh ayahku?

Dia yang cari mati sendiri, tidak tahu diri. Dia menghalangi jalanku. Jadi kamu langsung membunuhnya? Berhenti! Aku gantikan ayahku untuk bayar semua ini. Ayah. Jika bisa digantikan… Aku sudah tidak sanggup menerima sakitnya kehilangan keluarga. Anak baik. Aku tidak boleh membiarkan orang lain… Mari. -…juga mengalami rasa sakit seperti ini. Mari, mari, mari. Mari.

Kita bersulang. Bersulang. Tahukah seberapa inginnya aku membunuhmu? Meskipun kamu membunuh ayahku, tapi kamu juga ayah dari Wan Zeze. Tapi aku tidak akan membunuhmu. Tunggu saja. Pengadilan akan menghakimi semua kejahatanmu. Dan aku tidak ingin Wan Zeze, mengalami rasa sakit yang sama denganku. Jangan katakan apapun lagi. Juga tidak perlu menjelaskan.

Mari kita hadapi bersama, oke? Ayah bersalah padamu. Ayah salah. Jika tahu salah, kita harus menanggung akibatnya, terima pengadilan hukum. Tapi perjalanan ke depannya, ayah tidak bisa menemanimu lagi. Aku akan jaga diriku baik-baik. Ubah dirimu di dalam penjara. Terima kasih. Terima kasih apa? Terima kasih sudah melindungi dirimu sendiri. Jaga dirimu baik-baik. Ayah! Idola.

Idola, akhirnya kamu sadar juga. Apakah kamu lapar sekarang? Aku buatkan makanan untukmu. Xia Fan. Mana Buzui? Setelah aku hitung, kamu pasti sudah sadar. Aku khusus masak mi untukmu. Cobalah. Rasanya lumayan enak. Belakangan ini, teknik masaknya ada kemajuan. Harum sekali. Sudah merepotkanmu, Buzui. Aku makan nanti. Aku tidak merasa repot. Tapi malah kamu,

Terluka demi menyelamatkan aku. Aku baik-baik saja. Luka kecil ini bukan apa-apa. He Buzui. Demi menyelamatkanmu, jasmani dan rohani idolaku terluka. Apa maksudmu, Xia Fan? Harus He Buzui juga terluka, baru kamu akan merasa senang? Lihat dulu, apa itu? Terluka juga kan? Kalian harus tahu, jika tubuhku yang terluka, yang sakit hanya aku sendiri.

Jika tubuh Buzui yang terluka, yang merasa sakit, selain dia… ada aku juga. Jadi, aku lebih memilih aku yang terluka. Zuizui, lihatlah. Dia kira… jika dia yang terluka, hanya dia yang merasa sedih. Sebenarnya, dia tidak tahu, kamu lebih sedih dari dia. Perlakukan Zuizui dengan baik, oke? Oh ya. Mana Wan Ran?

Dia sudah ditangkap oleh polisi. Untung Wan Zeze dan Yi Nanke tiba tepat waktu. Tapi kenapa yang terluka selalu adalah idolaku? Jika terpikir ini, aku merasa sedih. Jika dipikirkan, aku benar-benar adalah pembawa sial dalam hidupmu. Setelah bertemu aku, kamu memang tidak beruntung. Akhirnya kamu menyadari hal ini. Idola. Kali ini kamu benar-benar rugi besar.

Memang rugi. Jelas-jelas kamu sudah untung. Apa untungku? Apa untungku? Aku terluka parah. Kamu ingin membayarnya dengan apa? Dengan seumur hidupmu? Aku ambil keuntungan apa darimu? Makan mi dulu. Aku ambilkan untukmu. Coba rasanya enak atau tidak. Aku juga makan. Enak. Teknik masakku benar-benar ada kemajuan. Kenapa ajak aku keluar untuk ditiup angin?

Ada kenangan kita di tempat ini. Kenangan? Aku pikirkan dulu. Miya. Kamu ingin makan permen? Aku tidak ingin makan. Tidak ingin? Kamu ingin makan. Aku tidak ingin makan. Kenapa aku harus makan permen? Kamu ingin makan. Aku bilang ingin, ya kamu harus ingin. Kamu benar-benar aneh. Semuanya harus memaksa. Makan permen saja haru dipaksa.

Sudah kubilang aku… Apa ini? Menurutmu, apa itu? Apa artinya ini? Menurutmu, apa artinya? Apa ini? Apa yang kamu pikirkan, itulah dia. Coba katakan apa artinya ini. Apa kamu sendiri tidak tahu? Sini, aku beritahukan apa artinya. -Artinya adalah… -Tidak, tidak, tidak. Miya! Apa? Dulu dalam hidupku tidak ada sinar mentari.

Selalu merasa bahwa aku adalah orang jahat. Tapi sejak aku bertemu denganmu, aku mulai memiliki harapan dalam hidup. Aku merasa bahwa aku tidak begitu buruk. Aku melihat adanya harapan. Kamu mengajariku untuk tertawa. Mengajariku untuk menghargai. Mengajariku untuk mencintai diriku sendiri. Dulu aku belum siap. Aku merasa diriku tidak layak bagimu.

Jika bersama denganku, takut kamu susah dan terluka. Sekarang aku sudah siap. Aku akan menunggumu seumur hidupku. Menikahlah denganku. Baik. Patrick. Jika ada masalah, apakah tidak bisa dibahas setelah balik Prancis? Harus aku pulang ke Tiongkok? Aku harus datang sendiri, untuk memperkenalkannya dengan serius, orang berbakat yang akan menjadi rekan barumu. Apa kabar, Nona Bai?

Aku dengar kamu berhasil merebut Kilang Buck dari tangan Lu. Selamat ya. Terima kasih. Tapi tepatnya adalah… aku memenangkannya. Selamat juga. Tidak merasa tidak adil bagi Lu Weixun? Kamu yang memenangkannya kembali. Kenapa aku harus merasa tidak adil? -Bersulang. -Bersulang. Masih sendirian? Bisa juga dua orang. Hanya saja, aku belum menemukan kandidat yang cocok.

Bukankah kamu bilang, orang yang kejar kamu… berbaris dari Museum Louvre ke Istana Potala? Banyak orang tapi bukan berarti aku suka semuanya. Tak kusangka Patrick… sangat menghargai bakat kamu. Dia memanggilku pulang demi bertemu denganmu. Dia memberikan tawaran dengan tulus. Sejujurnya, hatiku sedikit tersentuh. Lalu apa yang kamu ragukan lagi? Cepat datang jadi rekanku.

Masih mempertimbangkannya. Kamu benar-benar sangat aneh. Orang yang bisa diundang Patrick untuk masuk WSA… sangatlah sedikit. Tapi kamu malah tidak menghargai kesempatan ini. Bukan tidak menghargai, tapi setiap orang punya impian yang berbeda. Terima kasih. Terima kasih Aroma krim yang kental. Sup enak di lidah, kental dan halus.

Yang paling penting adalah penambahan beberapa tetes brendi. Sangat lezat. Lumayan enak. Tapi bukan yang paling enak. Yang pernah kamu minum… Yang kamu buat. Apakah mereka baik-baik saja? Baik. Bagaimana dengan kamu? Juga sangat bagus. Tapi jika dipikirkan, waktu yang paling bagus adalah saat melihatmu malu. Kamu ini, kebahagiaanmu dibangun di atas penderitaanku, ya?

Harimau yang tersenyum. Kamu benar, Nona besar. Kamu begitu terkenal di internet. Kenapa ingin datang ke Dr’Wine? Datang kerja. Uang yang didapat di sini, mungkin tidak sebanyak… jika kamu melakukan siaran langsung. Dulu idolaku memilih sini, pasti karena ada yang layak dipelajari di sini. Kamu adalah penggemar paling gigih yang pernah aku temui.

Karena aku ingin menjadi… orang yang teladan seperti idolaku. Bagaimana ini? Sekarang aku masih tidak bisa menerima… dia menjadi rekan baru kita. Kamu tidak sendirian. Aku benar-benar tidak tahu… bagaimana dia membuat kepala redaksi terkesan. Aku tahu. Coba katakan. Waktu itu aku dengar di depan pintu. Jadi hanya bisa seperti ini? Iya, seperti ini. Kenapa?

Tidak tahu. Mungkin karena nasibnya bagus. Apa yang sedang kalian lihat? Tidak apa-apa, lanjut baca komikmu. Anak baik. Pergilah. Aku sangat merindukan Nona Miya. Sangat merindukan kantor yang tenang. Aku juga sama. Aku juga. Besan. Waktu sudah lama berlalu. Tidak gampang, kita bertemu lagi. Iya, bertemu lagi. Begitu kami datang, sudah merepotkanmu,

Buat begitu banyak hidangan. Makanan barat dan makanan Tiongkok. Membuat kami merasa tidak enak. Terlalu sungkan. Oh ya, Besan. Lihat dulu apa yang aku bawakan untukmu. Arak Bunga Pir. Baru siap fermentasi. Besan, kamu sangat sungkan. Terima kasih, terima kasih. Sama-sama. Xun, simpan arak ini dengan baik. Tidak perlu, tidak perlu, tidak perlu.

Ini kubawa untuk diminum hari ini. Nanti aku kirim satu kotak lagi. Terima kasih, terima kasih. Tapi besan, hari ini aku sudah mempersiapkan… anggur merah yang dibuat oleh kami. Anggur merah kurang seru. Arak putih. Minum arak putih lebih seru. Baik. Hari ini kita minum Arak Bunga Pir. Nak, ambilkan gelasnya.

Tidak perlu. Minum pakai gelas besar saja. Lebih puas. Baik. Tuang ke sini. Cukup tuang sedikit saja. Mari, mari. Kalian juga tuang. Ayah. Jika minum seperti ini, kalian pasti mabuk. Aku sih tidak bermasalah. Apa yang kamu katakan? Apa mungkin ayahmu mabuk? Bagaimana ketahananku terharap arak? Dasar! Kamu bisa minum sedikit kan? Besan.

Hari seperti ini, tidak boleh istirahat sebelum mabuk. -Kalau begitu, ayo bersulang. -Bersulang. -Mari, mari, mari. -Ayah. Mari. Bersulang, bersulang. Kalian pelan-pelan. -Kami juga bersulang. -Bersulang. Harum. Bagaimana? Lumayan kan? Tuangkan, tuangkan, tuangkan. Mari, segelas lagi. Mari. Mari. Aku beritahukan sesuatu. Cara komunikasi aku dengan orang tuaku agak aneh. Kamu harus beradaptasi. Adaptasi pelan-pelan.

Seumur hidup. Ini, untukmu. Tidak ada lagi. Siap. Siap. Kamu yakin ingin mengundurkan diri? Aku tidak ingin menjadi editor majalah lagi. Aku suka buat situsi resmi. Aku ingin melakukan hal yang aku sukai. Jika kamu sudah memutuskannya, lakukan saja. Pokoknya, jika sekarang tidak kerja lagi, juga ada yang jaga. Mulut kecilmu ini semakin manis sekarang.

Hanya terhadapmu. Boleh. Terus dipertahankan. Ayah, Ibu, di sini. Ayah, Ibu. Hai, Paman, Bibi. -Hai, hai. -Hai. Ayah, Ibu, dia adalah pacarku, Yi Nanke. Paman, Bibi, silakan duduk. Ayah, Ibu, duduk. Baik. Kakak ipar. Harum sekali. Kamu yang masak? Kami masak berdua. Paman dan Bibi seharusnya sudah capek, cepat makan. -Tidak apa-apa. -Ayah. Pelan-pelan.

-Aku baik-baik saja. -Aku bawa ke kamar. -Pergi… -Mari. Pergi. Lihat Paman He. Ayah. -Suruh kamu jangan minum terlalu banyak. -Direktur Lu. Minum terlalu banyak akan merusak tubuh. Minum terlalu banyak kan? Agak banyak. Paman, hari ini terlalu malam. Tinggal saja di rumah kami. Rumah kami ada kamar tamu. Hati-hati, hati-hati. Paman, tidak perlu khawatir.

Kelak masalah keluarga kita, baik itu masalah besar atau kecil, serahkan saja padaku. Jadi, ke depannya siapa yang menentukan keputusan? Apa perlu ditanya lagi? Tentu saja kamu yang menentukan. Ayah, kuberitahukan, kakak iparku sangat hebat. Sudahlah, makan. Dasar bocah. Mari, ayo kita bersulang. Mari, mari, mari. -Mari, mari, mari. -Berulang, bersulang. Sisa yang terakhir.

Kita minum saja. Jangan dibuang. Bersulang. Arak diminum hangat juga enak. Tentu saja. Ini kami minta ayahku buat setahun yang lalu. Buatan baru. Tentu saja enak. Paman begitu suka buat arak. Apakah kalian tidak berpikir ingin buka pabrik kembali? Pernah memikirkannya. Ayahku buat arak seumur hidup, penuh dengan kemampuan. Dan,

Aku juga tidak ingin arak sebagus ini hilang. Apa yang ingin kamu lakukan? Aku akan mendukungnya. Jika dulu, Lu Weixun tidak akan bilang kata-kata menjijikkan seperti ini. Yang lebih membuatku bahagia adalah… aku juga dapat memiliki impianku sendiri. Lu Weixun. Sangat baik jika ada kamu. Yang kita minum tadi adalah Arak Bunga Pir.

Tidak ada yang ingin kamu katakan padaku? Terima kasih Arak Bunga Pir, membiarkan kita bertemu. “Kopi bubble di pagi hari” “Minum segelas saat merindukanmu” “Menutup mata sambil merasakan” “Insomnia satu malam setelah hari gelap” “Takut ditolak olehmu” “Arak lama takut mabuk” “Kenangan dirasakan berulang kali” “Kerinduan sudah menumpuk” “Jika terlewatkan, bagaimana mendapatkan kembali”

“peluang untuk bersama denganmu” “Pencocokan dalam…” “…satu persen” “Kita sepertinya sudah dijodohkan” Tidak perlu dipanggang begitu lama. Lihatlah mereka berdua. Ayo kita pergi takuti mereka. Tidak perlu. Cepat, kamu… nanti masakannya dingin. Dua gelas ini agak terlalu banyak. Apa yang kalian lakukan di sini? Jangan ajak aku. Aku melewati malam tahun baru dengan idolaku,

Aku sudah sangat senang. Lepaskan tangannya. -Lepaskan tangan. -Minum, minum, minum. Ayo, minum, minum. Ayo minum bersama. Ayo, ayo, ayo, minum, minum. Bersulang, bersulang, bersulang. Arak ini sangat manis. Kamu punya pengecapan lagi? Proses kembali stabil. Kehilangan pengecapan histeris Lu Weixun juga sudah sembuh. Kami akan melindungi pengecapan dengan baik. -Mesra sekali. -Mari, mari, bersulang.

Berulang, minum lagi. Bersulang. Selamat tahun baru. Selamat tahun baru. Apakah kamu dingin? Astaga, mereka berdua sangat mesra. -Tidak ingin lihat lagi. -Tanganku juga dingin. Tanganku juga dingin. Ayo, ayo, tidak lihat lagi, tidak lihat lagi. Cari Hao Yong. Minggir. Hao Yong! Cuacanya sangat dingin. Pakai topinya. Jangan masuk angin. Tahun yang baru.

Lu Weixun, selamat tahun baru Tahun baru, Apakah kamu tidak punya harapan yang ingin dikatakan padaku? Semua harapanku sudah terwujud. Jadi tidak ada lagi. Setidaknya, buat satu permintaan. Seperti, ingin hidup selamanya bersamaku. Kamu tidak sesuai peraturan umum. Aku sampai tidak tahu bagaimana cara memanjakanmu. Kamu sudah sangat memanjakan aku. Aku sudah tahu.

Apakah kamu ingin memancingku… untuk melamar kamu? Soal lamaran… mana boleh membiarkan wanitaku mengatakannya? Pokoknya, milikmu adalah milikku. Milikku tetap adalah milikku. Semuanya adalah milikmu. Dalam setahun ini, Aku merasakan asam, manis, pahit, pedas, asin. Lima rasa penuh. Mengalami kehilangan pengecapan dan pulih kembali. Setiap hari seperti naik roller coaster, pasang surut. Meskipun begitu,

Aku dan Lu Weixun tidak pernah menyerah akan diri sendiri, juga tidak menyerah satu sama lain. Pada akhirnya, diagnosis dokter memastikan pengecapanku tidak normal karena waktu itu jatuh ke tangki arak, indra pengecapku terluka. Tapi untungnya, aku punya Arak Bunga Pir yang mengandung zinc yang dibuat ayahku. Dan ada dia. Kehilangan pengecapan histeris Lu Weixun

Juga sudah pulih. Dia bilang, terima kasih Tuhan. Terima kasih atas kemunculanku malam itu. Membiarkan kami mengalami… perjalanan pengecapan yang ajaib. Membiarkan kami bertemu, juga membiarkan kami menjadi sosok yang paling baik. Aku akan menikah. Iya, kami akan menikah. “Aku berjalan santai denganmu di musim gugur ini” “Sisi mukamu yang indah saat matahari terbenam”

“Melihat mata lembutmu begitu mengangkat kepala” “Membuat hatiku berdebar dengan kencang” “Aku bersamamu adalah momen paling istimewa” “Selalu membuatku merasa sangat hangat dan perhatian” “Lebih dekat dan lebih berani” “Mungkin melebihi batas teman” “Saat kamu menyapaku” “Ingin dengar kamu bilang, aku bergantung padamu” Tidak bisa berpura-pura, tidak ingin menyesalinya”