Only Kiss Without Love | EP10|【INDO SUB】iQiyi Indonesia
Only Kiss Without Love Episode 10 Tunggu saja. Sudahlah kalau tidak jauh beda. Dengan nada aku membalas mail ini. Kasih tahu mereka harus selidiki dengan jelas informasi pembeli. Ingin pakai tenaga gratis lagi ya? Kamu bicara apa? Tidak apa-apa. Will. Bukan, kalian dulu tidak berhasil ambil ahli perusahaan itu kah? Aku sedang selidiki mereka,
Siapa yang telah membelinya. Kenapa? Ada masalah apa? Aku, dulu lihat data perusahaan mereka. Fengshang ingin ambil ahli perusahaan itu. Bukankah ingin memperluas pasar? Jadi aku juga merasa, perusahaan lain yang ikut tender kalian mungkin adalah utusan dia. Demi kompetisi harga, maju bersama. Tapi, pada akhirnya yang berhasil ambil ahli adalah perusahaan kecil Eropa.
Dan harganya, lebih tinggi satu kali lipat dari harga pasar. Kamu tidak merasa hal ini sangat tidak bisa diandalkan? Jadi aku merasa apakah ambil ahli perusahaan ini dan tertipu? Aku juga merasa hal ini sedikit aneh, jadi utus orang menyelidikinya siapa sebenarnya yang ambil ahli perusahaan itu. Bisa jadi perusahaan kecil itu
Sudah tidak mampu menanggung kerugian. Mereka akan cari perusahaan untuk kerja sama. Kalian masih ada kesempatan. Sekarang masih dalam penyelidikan. Baiklah. Sekarang di Eropa adalah pagi hari. Mailnya sudah terkirim. Menurut aku, paling lama 2 hari seharusnya sudah ada hasilnya. Selesai. Bos. Bos. Kamu mau bekerja sampai kapan? Kapan aku bisa pulang? Tunggu.
Setelah selesai pasti akan panggil kamu. Kalau bosan baca buku saja. Baiklah. Siap. Kamu berpenyakit ya? Kenapa kamu pukul aku? Apakah kamu babi? Baca buku juga bisa ketiduran. Kerjaan aku sudah selesai. Papah aku pulang istirahat. Kalau begitu kamu bisa lebih lembut tidak? Aku ketiduran juga karena menunggumu terlalu lama. Aku ngantuk, aku lelah. Menyakitkan.
Apakah di sini sudah bengkak? Kamu coba lihat. Apakah memerah? Kamu sangat kejam. Pelan-pelan. Malam ini tinggallah di sini. Ini tidak baik. Apa kita begini tidak terlalu cepat? Apa yang kamu pikirkan? Aku suruh kamu tinggal hanya untuk jaga aku. Aku tidak pikirkan yang lain. Aku…aku ingin pulang. Kamu pulang,
Bagaimana kalau aku mau minum di malam hari? Bukankah ada Tom? Aku sudah liburkan Tom dan pembantu. Kenapa? Perintahkan aku sendiri. Aturan biasa. Aku tidur ranjang. Kamu tidur lantai. Bukan, kamu ini raja taktik ya? Haozi. Oke. Sudah selesai. Kamu biasanya tidur dengan ia? Kalau tidak? Kenapa televisinya nyala? Ze. Ze. Aku… Bukan…
Tuan muda kedua. Aku memeriksa di malam hari, tidak sengaja bertemu dia. Siapa? Aku…aku sudah menjelaskannya semalaman. Aku bukan pencuri, apakah masih tidak paham? Kamu sudah pergi, kenapa kembali lagi tengah malam? Aku ada barang yang ketinggalan, jadi aku kembali lihat. Barang apa? Tuan. Aku sarankan Anda periksa dengan teliti
Barang dan dokumen penting di rumah. Lihat apakah aku perlu lapor polisi? Apa kamu masih tidak mengerti apa yang aku katakan? Aku bukan pencuri. Aku tidak mengambil barang apapun. Bukankah kamu juga sudah memeriksanya? Jika tidak ada hal lain, aku harus pulang. Kamu lihat. Ini adalah seekor kelinci hitam putih. Apakah sudah memegangnya? Ini. Tunggu.
Seekor kelinci bulu macan tutul. Hebatkan. Ini memang hebat. Ini adalah seekor kodok kecil. Kamu pegang. Menarik tidak? Menarik tidak? Kamu kemari. Ada apa? Aku tidak peduli siapa kamu. Juga tidak tidak peduli dulu karana hal apa kamu selalu mengganggu aku. Tapi mulai saat ini, hal ini sampai di sini saja. Katakan saja dari awal.
Jika tidak ada hal lain, aku pergi dulu. Berhenti. Apakah kamu sudah diperbolehkan pergi? Aku suruh kamu tinggal di sini. Bukankah kamu bilang sudah tidak apa-apa? Kenapa tidak mau melepaskan aku? Kasih harga saja. Jika bisa tinggal di sini dan rawat Gu Zhiya, berapapun aku akan bayar. Aku bilang, penyakit apa kalian ini?
Kenapa begitu suka dirawat orang? tapi aku sendiri memakai… Zhiya dia adalah orang sakit. Dia tidak ada reaksi terhadap siapapun. Tapi barusan kamu juga lihat. Dia harap bisa bersama kamu. Kelinci ini lari dengan sangat cepat. Lari dengan cepat dia akan semakin lengah. Ia hanya melihat sebatang pohon, ia akan tidur nyenyak.
Bersandar di pohon itu, kodok ini lihat kelinci sudah tidur. Ia langsung lompat. Kaki ia pendek. Ia akan buru-buru lompat, buru-buru lompat. Pada akhirnya, Ia akan lompat hingga akhir. Ia akan memenangkan lomba ini. Sudah, ceritanya sudah selesai. Sekarang apa kamu yang seharusnya cerita padaku? Zhiya. Kamu ceritakan satu buat aku. Cerita tentang Ze, gimana?
Siapa Ze? Siapa dia? Qiu Ze? Cui Ze. Xiao Baiyu kapan saja pun raut wajah seperti ini. Tapi waktu dia kecil, kenapa terlihat begitu familiar? Tuan muda kedua panggil kamu. Kamu cari aku. Haozi sepertinya sakit. Kamu nyetir mobil. Aku bawa ia ke toko hewan peliharaan Tong Qu. Ini… Direktur Xiao.
Suasana hati Haozi terlihat tidak senang. Apakah makan makanan yang kurang bersih? Tidak mungkin. Makanannya tidak ada perubahan. Ini sangat aneh. tapi mungkin juga karena perubahan cuaca jadi masuk angin. Tidak apa-apa. Aku siapkan obat buat kamu bawa pulang. Kasih ia makan 2 hari. Dia akan segar kembali. Baik, sudah merepotkan. Kamu tunggu sebentar
Aku siapkan obat buat kamu. Aku bilang kenapa kamu ada di sini? Sedang apa kamu di sini? Bukankah kaki Direktur Xiao terluka? Aku perlu merawatnya beberapa hari. Paman. Beberapa hari ini aku tidak kembali tidur. Tidak kembali? Kenapa tidak kembali tidur? Itu, tidak kembali tidur. Bukan, kaki Direktur Xiao terluka,
Juga harus Tong Tong yang jagain ya? Kamu cowok dewasa ke sana buat apa? Tong Tong. Bukankah dia sakit? Sa…sakit. Sakit. Kemarin aku baru saja lihat dia. Dia sakit apa? Sakit apa? Paman. Bukankah Anda tahu? Aku…aku tahu. Aku tahu sakit apa. Tong Tong sakit… Bukan, Tong Tong bekerja dengan lelah.
Jadi tiap hari menulis naskah sehingga berpenyakit… Oh ya. Kurang bagus. Kamu tahu ini. Yaitu ketika duduk lama akan sakit, semacam itu. Aku tahu. Berhubung Tong Tong sedang sakit. Tolong Paman Tong sampaikan pada Tong Tong. Pulang istirahalah. Untuk sementara ada He He yang menjagaku. Kasih tahu dia, tidak perlu khawatir.
Baiklah, kalau begitu Anda tunggu sebentar. Aku siapkan obat buat kamu. Ikut aku pergi ambil obat. Kamu repotin ayah kamu saja. Katakan ada apa? Aku kasih tahu kamu. Hal ini, aku sangat marah saat mengatakannya. Jika bukan karena Tong Yan anak kandungmu. Aku sudah buat dia mati. Apa kaitannya dengan Tong Yan? Kaitannya sangat besar.
Aku sekarang tidak ingin ungkit. Dipikirkan saja sudah marah. Jadi apa maumu? Kamu benar mau tinggal… Jangan panik, jangan panik. Kamu benar mau tinggal di rumah Xiao? Aku…aku hanya tinggal 2 hari Bukan, Tong. Aku nanti masih ada urusan yang harus diselesaikan di luar. Kamu awasi Xiao Baiyu dengan baik. Kamu awasi dengan baik.
Dia ada tidak? Tempat biasa. Di mana baju aku? Aku…aku pergi dulu. Kamu awasi dia dengan baik. Awasi dengan baik. Kakak, kamu cepatan. Cepat. Xiao Baiyu masih menungguku di rumah sakit hewan peliharaan. Kejar apa kejar, Nona. Sekarang cari inovatif baru, cari alasan yang tidak sopan untuk minta izin. Sudah lembur hingga rambut aku beruban.
Data yang aku mau sudah lengkap kan? Aku kasih tahu kamu. Data kamu ini, sudah pergunakan semua hubungan aku. Budi taman kanak-kanak sudah kupergunakan. Bagaimana kamu ganti rugi padaku? Kebaikan kamu, Tong Yan balas dengan jiwanya. Lain kali jika butuh cari saja Kakak. Sudahlah, aku harus pergi. Sudah pergi. Bangunan ikonik seperti ini,
Kebersihan malam harus lakukan dengan baik. Hari kedua. Kalian pulang dulu. Tong Tong. Xiao. Aku sedang mencarimu. Aku sudah pergi ke kantor majalah. Kata teman kamu, kamu izin. Kamu cari…cari aku buat apa? Ada satu hal. Baiyu gagal dalam ambil ahli perusahaan kali ini. Para pemilik saham sangat tidak puas. Sekarang dia sangat tertekan.
Hal ini salahkan aku, buat hal ini jadi kacau. Kamu juga jangan terlalu salahkan diri sendiri. Aku pikir satu cara untuk bantu dia. Tapi perlu bantuan kamu. Aku kah? Bagaimana membantumu? Kondisinya sedikit rumit. Apakah besok kamu ada waktu? Makan bersama. Kamu katakan secara detail. Besok ya? Kali ini sangat penting bagi Baiyu.
Kita bantu dia semaksimal mungkin. Baik, besok ya besok. Baik. Kalau begitu aku ada urusan pergi dulu. Sampai jumpa. Bye, bye. Tapi baju kamu ini anggap ganti rugi. Kamu… Siapa di sana? Berhenti! Halo. Kamu adalah… Bos. Malam ini aku ada urusan, bisa izin tidak? Kebetulan, malam ini aku juga ada tamu.
Kamu di sini aku juga tidak leluasa. Baguslah kalau begitu. Kalau begitu aku tidak mengganggu lagi. Aku…aku akan pulang setelah beresin barang. Ingat besok harus kembali. Zhiya masih menunggu kamu di sini. Tahu, tahu. Zhiya pintar. Besok akan kembali. Pintar. Aku pergi dulu, bye, bye. Pergilah, pergilah. Tidak, itu… Bukankah kamu bilang mau pergi makan?
Kenapa ke sini? Jika mau bantu dia, tentu saja harus bertemu langsung. Kaki kamu sudah sembuh? Terima kasih atas perhatiannya. Sudah sembuh. Jarang-jarang kita bertiga makan bersama. Bersulanglah. Wasir kamu sudah sembuh? Wasir? Wasir apa? Penyakit orang kaya. Itu…Tong Tong kerja sangat melelahkan. Dia tiap hari duduk menulis naskah. Jadi gampang menyindap suatu
Yang kurang bagus, kelamaan duduk akan sakit. Sakit. Kadang masih sedikit sakit. Jika kurang sehat seharusnya istirahat di rumah. Jangan sembarangan keluar. Baiyu, kamu jangan marah. Kami kemari demi tenangkan Direksi Direksi. Bagaimana kalian bisa membantuku? Teman aku di Swiss mendapatkan informasi, perusahaan itu diambil ahli oleh perusahaan kecil yang bernama Smart City.
Lambung kecil tapi kue besar. Mereka sedang mencari perusahaan untuk kerja sama. Jika kita bisa memenangkannya. Berkesempatan jadi rekan mereka. Jadi di sisi Direksi, aku rasa tidak akan mempermasalahkan lagi. Meski mereka berhasil mendapatkan hak mengelola. Pasti tidak akan segampang yang tertulis di data. Jika tidak lakukan dengan benar, adalah suatu perangkap lagi.
Bagaimana kalau mencobanya? Tidak coba bagaimana bisa tahu? Mungkin saja juga satu kesempatan untuk pulihkan kerugian. Kamu sekarang sedang bantu bicara di posisi siapa? Aku tentu saja bicara di posisi kamu. Aku tidak butuh. Baiyu. Begitu heboh. Kelihatannya hari ini aku datang tepat waktu. Hari ini sudah tidak mabuk lagi.
Kamu ikut aku ke ruang buku. Tolong berikan bistik sapi Baiyu padaku bisa tidak? -Baik. -Terima kasih. Kenapa kamu kemari lagi? Aku… tentu saja kemari minum alkohol enak yang Baiyu sembunyikan. apa yang kamu inginkan? Sangat gampang. Kembalikan satu per satu barang yang kamu ambil dari aku. Semua barang itu bukan milik kamu. Iya.
Tidak ada barang yang merupakan milik siapapun. Sekarang situasinya beda. Fengshang dan cinta, kamu hanya bisa pilih salah satu. Manusia tidak boleh serakah. Jika tidak kamu ditakdirkan kalah. Kamu jangan mengira aku tidak tahu. Soal Swiss, kamulah yang bertindak di dalamnya. Aku bisa dengan jelas katakan padamu. Pembeli Will memang tidak gampang.
Tapi ini juga satu-satunya cara kamu untuk mengatasinya. Bagaimana kalau letakkan kehormatan dan bertemu dengan pembeli? Direktur Xiao, kamu sendiri yang putuskan. Penyakit Nona Zhiya kambuh lagi. Cepat kabarin Yin Haoxi. Suruh Tong Tong cari He He. Baik. Nona Tong. Penyakit Nona Zhiya kambuh lagi. Kata tuan muda kedua,
Dia tidak ada nomor telepon He He. Harap kamu segera suruh He He kemari. Aku…Baik. Yin… Tuan Yin… Yin… Aku akan segera. Bagaimana aku sekarang bisa berubah jadi He He? Kelinci. Di mana kelinci aku? Kelinci. Kelinci. Di mana kelinci? Di mana kelinci aku? Di rumah tidak pelihara kelinci. He He kapan pulang?
Nona Tong sudah pergi mencarinya. Zhiya. Zhiya, Zhiya. Aku di sini, aku di sini. Sini, kelinci ada di sini. Kelinci di sini, peganglah. Kelinci tidak hilang. Jangan khawatir, jangan khawatir. Aku juga ada. Tidak apa-apa… Di mana kelinci? Kamu lihat, apakah kelinci ini? Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Pintar, pintar. Tidak apa-apa.