【FULL】Flavour It’s Yours EP22【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Bos Wan, apakah anda tahu? Kemungkinan ada seseorang dikubur di bawah tanah. Nak, kamu jangan omong kosong seperti itu. Ini buktinya. Ambil. Benar atau tidak, pihak kepolisian akan menyelidikinya secara jelas. Sebelum kasusnya terungkap dengan jelas, jangan ada yang pergi, ke kantor polisi dulu untuk membuat catatan. Semuanya. Gawat. Bangun.
Dari mana asalnya sekop itu? Bukannya masalah ini baru saja ditanyakan padaku? Gudang itu… memiliki halaman belakang. Di halaman itu ada sebuah gundukan, di sebelah gundukan itu ada gubuk kecil. Ada sekop di sebelah gubuk kecil itu, lalu ada cangkul. Catatan ini… berapa lama lagi akan selesai? Belum bisa dipastikan,
Terkait orang yang hilang lebih dari 20 tahun, datanya sangat sulit. Pegawai kami masih berada di lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti, Jeda waktunya sangat lama, pasti akan membutuhkan waktu. Kalau begitu, apakah aku boleh menelpon? Nanti saja, sekarang tidak bisa. He Buzui. He Buzui. Ada apa? Pertandingannya akan segera dimulai,
Tidak ada jawaban ketika aku mengetuk pintu kamarnya. Bagaimana kalau minta bantuan orang untuk membawa kartu kamarnya? Halo. Aku dan Yi Nanke, mungkin menemukan jasad ayahnya. Sekarang aku sedang di kantor polisi untuk membuat catatan kasus. Apakah pertandingan ini bisa dimulai lebih lambat? Hati-hati. Aku tidak apa-apa. Tenang saja. Aku tutup ya. Bagaimana?
Apa masih tetap bertanding? Iya. Baiklah. Lu, di mana partnermu? Dia ada urusan lain yang lebih penting. Sekarang 2 lawan 1, tidak sesuai dengan keadilan pada sistem pertandingan. Benar, baru bisa dibilang adil jika 1 lawan 1. Jadi di babak terakhir ini aku tidak ikut. Lu, apa kamu bisa menerima pengaturan seperti ini? Aku terima.
Kalau begitu silahkan Tuan Lu ke sebelah sana. Pertandingan babak ketiga… masih menebak jenis minuman yang kalian kenali. Hanya ada satu gelas anggur. Setelah kalian mengidentifikasinya, silahkan tulis informasi yang berkaitan dengan minuman tersebut. Pemenangnya adalah yang menulis paling banyak. Kalian sudah paham? Sudah siap? Sudah. Sudah. Bisa dimulai? Mulai. Apa yang kamu risaukan?
Ya sudahlah kalau kamu tak bisa mengenali arak lainnya, tapi apa kamu bahkan tidak bisa mengenali arak ini? Maksudnya? Ada beberapa rasa… yang bahkan ketika kamu kehilangan indra pengecapmu, tidak akan bisa dilupakan. Xun, membuat arak adalah sesuatu yang dikerjakan oleh manusia, sisanya bergantung pada takdir. Bergantung pada takdir? Ragi adalah…
Makhluk hidup yang sangat kuat. Bisa dibilang kamu tidak melakukan sesuatu…. buah-buahan dengan sendirinya akan… pelan-pelan mulai berfermentasi. Bukannya bisa membusuk? Bisa, dia akan membusuk jika di tempat yang salah. Maka dari itu, pertama-tama kita harus berusaha. Berusaha? Berusaha yaitu… harus terlebih dahulu mengerjakan sebaik mungkin. Kamu lihat, pertama-tama harus memastikan… kebersihan bahan mentah.
Hanya dengan anggur yang bersih… baru bisa menghasilkan ragi yang sehat. Kalau begitu, kenapa tidak menggunakan… ragi yang dirawat di laboratorium? Ragi yang seperti itu pasti lebih sehat dan kuat. Pertanyaanmu ini, begini, setiap ragi mempunyai karakteristik masing-masing. Jika sebuah pabrik anggur… memilih ragi yang difermentasi dalam waktu yang lama, maka akan diproses di udara,
Termasuk ragi khas pabrik ini. Dengan demikian, akan memberikan atmosfer yang berbeda pada arak. Masing-masing rasanya berbeda. Benar, semuanya berbeda Nanti, dari ribuan anggur, kamu akan dapat… membedakan secara jelas… ragi alami dan ragi buatan… membuat perbedaan pada anggur. Kamu harus terus mencicipi… hingga menemukan cara yang kamu inginkan. Jangan terburu-buru.
Tunggu saat kamu besar nanti, cicipilah berbagai jenis anggur di seluruh dunia, kamu akan mengerti. Kalau begitu aku harus cepat besar. Aku ingin tahu anggur… mempunyai berapa banyak rasa. Sampai saat itu jangan lupa… ajak Ayah pergi bersamamu. Janji. Janji. Kamu harus ingat… rasa yang kamu temukan… juga termasuk ragi kita. Kenapa kamu seperti itu?
Sudah lewat pukul sembilan, cepat sedikit. Aku hampir terlambat. Buzui. Paman Wan. Aku juga kembali ke hotel. Biar kuantar. Tidak usah. Aku yang mengantarnya. Paman Wan, kalau begitu aku pergi dulu. Aku ada urusan mendesak. Bos Wan ini… apakah dia orang di pabrik anggur? Iya. Dia adalah partner pabrik anggur kami. Demi pengobatanku, ayahku…
Menjual pabrik anggur, juga berkat bantuan Paman Wan. Apa kamu tidak merasa terlalu kebetulan? Bagus sekali. Sekarang kumpulkan kartu…. jawaban kalian. Lu bisa merasakan rasa yang tidak kamu tuliskan. Tapi kamu menuliskan info wine lebih banyak. Lu hanya menuliskan satu informasi. Maka, yang memenangkan pertandingan ini adalah Mu Chunfeng. Baiklah, semua sesi pertandingan sudah berakhir.
Dalam tiga babak pertandingan, kalian… memenangkan dua pertandingan. Maka, pemenangnya adalah Lu Liyi dan Mu Chunfeng. Selamat. Selamat. Kilang Anggur Buck jadi milikmu. Terima kasih, Guru. Selamat. Tak disangka bahkan tanpa indra pengecap… kamu juga bisa merasakan rasa yang tidak bisa kurasakan. Lu Weixun, kamu adalah lawan yang baik. Kamu juga.
Apa kamu tidak marah aku memenangkan Kilang Anggur Buck? Anda memenangkannya secara adil. Aku kalah. Lagipula, kamu juga bisa menjalankannya dengan baik, kan? Lu, kamu jangan bersedih. Walaupun kali ini gagal, tapi aku mempercayai kemampuan dan bakatmu. Semoga beruntung. Terima kasih. Sampai jumpa. Maaf, aku terlambat. Pertandingannya sudah selesai. Pertandingannya sudah selesai. Kalah, ya? Kalah,
Tapi bukan berarti tidak mendapatkan apa-apa. Bagaimana denganmu? Aku… aku juga bukan berarti tidak mendapatkan apa-apa. semuanya sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Baguslah kamu sudah kembali. Sekarang apa gunanya aku kembali? Pertandingannya sudah selesai. Tidak apa-apa. Dalam pertandingan selalu ada kalah dan menang, iya kan? Lalu selanjutnya bagaimana? Malam ini aku akan bertemu dengan ayahku.
Jangan khawatir. Ayo, atur mejanya. Sudah datang. Bos, bawakan sebotol bir kemari. Baik. Kita minum ini dulu ya. Seperti biasa. Terima kasih. Aku ingat pertama kali kita bertemu, juga di tempat seperti ini. Aku rasa baru terjadi semalam, tapi juga seperti sudah lama. Kali ini giliranku bertanya padamu, Kenapa kamu mengeluh? Bagaimana dengannya?
Aku juga tidak tahu. Tapi aku pikir, mungkin tidak terlalu bagus Dia kenapa? Di pabrik tua yang sudah rusak, kami… menemukan cincin pernikahan ayahnya. Pada saat itu, mungkin tidak semudah yang kita pikirkan. Pantas saja dia tidak menyerah. Kita tidak seharusnya membuat dia menyerah. Bagaimana mungkin dia bisa menyerah? Kak Miya,
Kamu tahu apa yang dia katakan padaku? Dia bilang… membenciku, dan tidak ingin bertemu denganku lagi, lalu menyuruhku pergi. Kelihatannya dia sangat takut kehilanganmu. Semakin takut kehilangan, semakin ingin mendorongnya. Dia bisa mendorongnya. Dia tak membutuhkannya. Jangan membicarakanku, ceritakan masalahmu padaku. Ada keluhan apa? Karena Lu Weixun kalah maka dia kehilangan kilang anggurnya, iya kan?
Kamu sudah tahu. Aku terlambat di pertandingan hari ini. Jika bukan karena aku terlambat… Jika bukan karena aku terlambat… Lu Weixun… mungkin seumur hidup tidak akan berada di posisi sulit. Tapi, jika bukan karena Lu Weixun berada di posisi yang sulit, ayahnya juga tidak akan tahu bahwa… anaknya gigih dan terobsesi dengan wine.
Mu Chunfeng bilang begitu. Kamu… jangan cari masalah. Kamu ini, tak pantas mendapatkan kesulitan gara-gara cinta. Jika kamu merindukannya, temui dia. Nak, jangan berpikir kamu mengerti banyak hal. Karena tidak mengerti… makanya aku ingin mencari cara agar mengerti. Perempuan tua ini… mencoba menghilangkan kekhawatirannya dengan minuman, tidak ada gunanya kabur.
Kamu tak perlu menyemangatiku, tidak ada gunanya. Bukankah itu ada gunanya untukmu? Malam ini aku yang traktir. Kenapa tiba-tiba terpikir mengirim pesan padaku? Kenapa? Menunggumu berinisiatif mencariku… harus sampai kapan? Belum tentu. Dua hari ini aku baru saja berniat untuk mengirim pesan padamu. Tetap saja aku yang berinisiatif menghubungimu. Kenapa?
Masih merasa dirimu orang yang buruk? Buruk atau tidak… hari-hari harus tetap dilalui. Benar. Masalahnya mungkin tidak… seburuk yang kamu pikirkan. Termasuk cincin pernikahan itu, mungkin hanya kebetulan. Barangkali kita bisa menemukan ayahmu Halo. Apakah ini Yi Nanke? Aku Liu, yang bertanggung jawab atas kasusmu. Datanglah ke kantor polisi. Baik. Ikut aku.
Kita sudah lama tidak makan bersama. Karena aku kalah, aku akan mengabulkan semua permintaanmu. Tidak perlu. Lakukanlah apa yang kamu inginkan. Xun, Ayah di mana? Ibu, dia hampir sampai. Kamu jangan tidur dulu, tunggu dia. Xun, jangan lupa siram bunga anggrek. Tapi ingat, jangan sampai terkena batangnya. Merawat bunga anggrek itu sebenarnya merawat batangnya
Ibu, jangan bilang begitu. Xun, kamu anak yang berbakat. Nanti lakukanlah hal yang kamu sukai. Sayang sekali, Ibu tidak dapat menemanimu. Ibu. Ibu, bangun. Ibu. Ibu, bangun. Ibu Ibu Ibu Ibu Kamu terlambat. Apa urusan bisnismu sudah selesai? Katakan. Di saat terakhir, Ibu selalu menanyakanmu. Apa kamu mencintai Ibu? Tentu saja.
Dia adalah cinta sejati seumur hidupku. Kalau begitu kenapa kamu… melayukan tanaman anggur? Kenapa menjual kilang anggurnya? Aku juga tak ingin melakukannya. Kilang anggur ibumu, semula aku ingin mempertahankannya. Kemudian dia pergi, tidak ada orang yang mengurusnya. Untuk mengembalikan modal, harganya sangat tinggi. Kamu tahu, ibumu tidak menyukai perdagangan. Sama sepertimu… yang menyukai fermentasi alami.
Daripada membiarkan kilang anggur menjadi sia-sia, lebih baik diserahkan pada orang yang bisa mengelolanya dengan baik. Kamu bisa memilih untuk melakukan hal yang kamu sukai, tapi kebebasan pun harus mengeluarkan biaya. Kamu harus menahan beban beratnya. Tentu saja. Baguslah kalau begitu. Aku berharap kamu memilih jalan yang benar. Belum berjalan sampai akhir…
Belum bisa dibilang benar atau salah. Apa yang ibumu bilang waktu itu tidak salah. Bilang apa? Dia bilang… kamu mirip denganku. Mungkin. Tapi seiring berjalannya waktu, aku tidak terlalu mirip denganmu. Benar. Kamu pacaran dengan anak perempuan kedai arak Keluarga He, ya? Kamu tahu kedai arak Keluarga He? Arak Bunga Pir buatan mereka…
Adalah kesukaan ibumu saat itu. Pasti rasa yang Ibu sukai. Oh iya, apakah masih ada arak dari Kilang Anggur Buck? Ada. Kalau mau minum, silahkan ambil kapan saja. Apa araknya enak? Sebenarnya… masih ada sedikit rasa yang tidak terasa. Tapi… bisa minum benda lain. Itu adalah gambaran masa lalu. Kamu dan ayah sudah lama tidak…
Berbicara santai seperti ini, kan? Iya. Bagaimana menurutmu? Sama dengan segelas arak ini. Tidak ada rasanya. Tapi, tidak buruk juga. Baiklah, mendengarmu bilang begitu, aku jadi tenang. Selamat. Kamu sudah dewasa, Lu Weixun. Akhirnya aku bisa kembali. Kamu ingin kembali ke mana? Kembali ke dalam ingatanmu Direktur Wan, kemarin malam…
Polisi menemukan mayat di gudang nomor 9. Kudengar Yi Nanke sudah pergi untuk mengidentifikasi jasad… Yi Jianguo saat itu. Anda… Apa yang ingin kamu tanyakan? Direktur Wan, bukankah dari awal anda sudah tahu? Aku tidak tahu. Aku juga tidak menduga… terjadi hal ini. Yi Nanke dan He Buzui… jangan sampai bergerak lagi,
Untuk menghindari timbulnya kekacauan. Baik. Apa Zeze baik-baik saja? Sangat tidak baik. Zeze mungkin menyadari sesuatu. Perhatikan dia baik-baik. Bilang padanya, aku akan menemuinya beberapa saat lagi. Baik. Pergilah. Atas dasar apa kamu bisa banyak langkah dalam sekali jalan? Barusan aku malah hanya satu langkah. Karena punyaku adalah ratu. Punyamu adalah raja.
Kalau begitu kenapa ratu bisa melangkahi banyak kotak dalam sekali jalan? Raja hanya bisa melangkahi satu kotak dalam sekali jalan. Karena… mungkin karena… para perempuan suka berjalan-jalan. Aku tak peduli. Rajaku juga ingin banyak langkah. Peraturannya raja hanya bisa maju selangkah. Rajaku sedang menemani ratu jalan-jalan, makanya harus banyak melangkah Kamu ini tahu aturannya tidak?
Kamu temani aku jalan-jalan atau tidak? Iya, temani. Nah begitu. Aku buka pintu. Idolaku, apa yang kamu lakukan? Main catur. Idolaku pasti mahir bermain catur. Harus aku siarkan. Letakkan kembali. Tidak boleh melakukan siaran di rumahku. Baiklah Mau apa kamu kemari? Aku mau menengokmu. Kudengar kamu kalah di pertandingan. Saat ini…
Pasti kamu membutuhkan kami di sisimu untuk… mendukung dan menyemangatimu. Bersorak untukmu. Idolaku, aku berharap mulai saat ini kamu… tidak meratapi kegagalan masa lalu. Hadapi dia, kalahkan, dan terakhir lupakan dia. Kenapa terdengar seperti MLM? Aku tahu. Aku hargai kebaikanmu. Kamu boleh pergi. Idolaku, jangan suruh aku pergi. Kamu jangan terlalu bersedih,
Aku akan berada di sisimu selamanya. Aku… mau menemani pacarku jalan-jalan. Bukannya kita baru saja bermain catur? Kenapa mendadak mau jalan-jalan? Tadi saat bermain catur, bukannya kamu terus-terusan berceloteh mau jalan-jalan? Kalau aku tidak menemanimu jalan-jalan, lalu siapa? Jarang sekali idolaku bermesraan di depan umum. Baiklah, aku pergi. Kenapa rumah kita hari ini ramai sekali?
Bajingan ini mau apa lagi? Terima kasih telah menjagaku selama ini. Aku menjalaninya dengan bahagia. Dasar tukang intip. Lain kali kalau mau melakukan hal pribadi… jangan lupa menutup tirai. Kulkas di rumah kosong. Kalian ingin minum apa, biar kubelikan. Apa pun tak masalah. Terima kasih banyak. Sama-sama. Aku mau minum cola. Bawakan keripik untukku.
Apa-apaan kamu. Ikut aku. Hati-hati. Aku bersiap-siap kembali ke kilang anggur. Kamu adalah lawan yang baik. Kilang Anggur Buck kuberikan padamu. Kudengar kamu masih belum siap kembali ke Grup Lu, tapi kamu malah kehilangan indra pengecapmu. Bagaimana rencanamu selanjutnya? Sama seperti sekarang. Aku tidak merasa kehilangan apapun, sebaliknya.. aku malah mendapat lebih banyak.
Kamu meninggalkan idolaku sendirian di rumah… bersama Mu Chunfeng, bagaimana kalau dia dianiaya? Lagipula, hujan deras, kenapa keluar membeli makanan? Kalau tidak beli makanan, malam ini idolamu mau makan apa? Malam ini kamu masak saja. Kan ternyata sekali? Bersama dengan idolaku juga? Kalau tidak? Kalau aku juga mau ikut makan. Sini, biar aku bantu ambilkan.
Terlalu berat. Pintar. Nona He, Tuan Lu,silakan. Siapa kamu? Tuan Lu? Tuan Lu yang mana? Di dunia ini… yang kutahu hanya Tuan Lu idolaku. Jika kamu tidak bicara secara jelas, aku akan lapor polisi. Tuan Lu Liyi, Direktur Grup Lu.