【FULL】Flavour It’s Yours EP17【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Hadirin. Ini adalah kartu yang kalian inginkan. Bos Wan. Kebetulan kita kekurangan orang disini. Bagaimana kalau kita main? Baik, main apa? Werewolf. Saya hanya bisa poker jerman. Saya tidak bisa poker jerman. Saya juga. Jangan pedulikan dia. Werewolf saja. Werewolf , boleh saja. Saya sebelumnya sering dijadikan hakim oleh tamu.
Tidak, tidak, tidak. Saya tidak terlalu pandai bermain. Biarkan saya menjadi hakim. Baik, boleh saja. Baiklah. Mu Chunfeng. Mau tidak bermain Werewolf bersama? Boleh-boleh saja. Nona Miya, mau bermain bersama? Terserah. Duduklah. Saya benar-benar orang baik. Saya rakyat biasa. Saya serigala. Saya pemburu. Siapa berani menyentuh saya, akan kubawa mereka pergi bersamaku. Saya penyihir.
Saya rakyat desa. Saya rakyat biasa. Saya kaisar. Saya seekor serigala. Hari sudah pagi. Siapa yang mati? Yang mati kemarin malam adalah dia. Silahkan sampaikan pesan terakhir. Kok saya? Ini adalah permainan paling membosankan yang pernah kumainkan, iya kan? Baiklah Silahkan mulai berbicara dari sebelah kanan korban. Kenapa kau mengabaikanku? Yang mati tidak boleh berbicara.
Saya peramal, yang memeriksa pembunuhan Lu Weixun. Pass. Saya orang baik, lewat. Saya orang baik. Saya lihat dulu nanti, masih adakah yang mengaku sebagai peramal? Pass. Saya peramal. Saya adalah peramal sebenarnya. Semalam saya mengetahui bahwa Lu Weixun punya identitas jahat. Pass. Sekarang ada dua peramal di permainan. Situasi masih tidak terlalu jelas.
Saya ingin mendengarkan suara di belakang sana. Lewat. Saya adalah peramal asli. Maaf sekali, semalam saya tidak menemukan serigala. Mu Chunfeng punya identitas baik. Mengenai Yi Nanke. Kamu pasti serigala. Malam ini saya akan memilihmu. Dan nona He, jika kamu adalah orang baik. Silahkan ikuti saya dengan benar. Mengenai Miya.
Malam ini saya akan memeriksa Miya. Penyihir tolong lindungi aku. Terima kasih. Pertama-tama, saya adalah rakyat biasa. Tapi saya merasa, analisis tuan Lu sangat logis. Lewat. Baiklah, penggugatan selesai. Saya hitung tiga, dua, satu. Ayo mulai voting. Tiga. Dua. Satu. Saya tidak memilih. Baiklah. Yi Nanke, keluar. Ada pesan terakhir? Tidak ada pesan. Permainan berlanjut.
Malam telah tiba, silahkan tutup mata. Serigala silahkan buka mata. Serigala silahkan membunuh seseorang. Serigala mohon segera satukan pendapat. Serigala silahkan tutup mata. Langit sudah terang. Silahkan memilih. Saya hitung tiga, dua satu. Tiga. Dua. Satu. He Buzui, keluar. Serigala menang. Sudah kubilang, serigala menang. Kamu sekali datang sudah merebut identitasku. Kalian berdua kenapa?
Dia pasti peramal. Alasanmu kurang kurang logis. Jika kamu percaya Yi Nanke adalah penyihir, tidak akan terbawa oleh tempo, argumen tuan Mu. Saya tidak percaya yang kau katakan. Bermasalah. Xun, lain kali tidak usah pedulikan dia. Bai Jing. Lain kali jangan mencampuri urusan ku ya. Apa urusannya denganku. Bagaimana? Masih ingin bermain?
Bagaimana mau main jika pemainnya kurang? Memainkan mata. Bubar saja. Untukku? Menurut kamu, hari ini kenapa kita bermain werewolf? Tidak kenapa-kenapa, hanya bosan. Jelas-jelas Wan Zeze adalah rakyat biasa. Lu Weixun tidak membunuh dia. Ini membosankan? Sekali dilihat saja sudah tahu tidak serius bermain. Mu Chunfeng juga kartu serigala. Dia juga tidak membunuh Wan Zeze.
Mu Chunfeng dipermainan tidak akan, beradu dengan Lu Weixun. Kalau tidak, Wan Ze, Apa? Kamu sangat mengerti dengannya. Ya ampun. Kamu sungguh bisa beradu? Saya tidak beradu. Apakah kamu tahu? Jika kamu keras kepala seperti itu terus, sama sekali tidak imut. Imut? Saya? Kadang-kadang saja. Sini. Ayo. Tidak mau. Kalah dengan menyedihkan.
Kamu sendiri yang bawa perasaan. Jelas-jelas kamu yang menindas orang. Sudahlah. Selanjutnya kubiarkan kamu menang bagaimana? Ayo. Jangan mengira saya tidak tahu. Kalian mendadak ingin bermain kartu, pasti bukan karena bosan. Jika kau sudah tahu, kenapa marah? Kalian berencana memeriksa Wan Zeze, kenapa tidak memberitahuku? Dasar manusia cerdik. Tanpa saya bilang,
Kamu bukannya sudah bisa menebaknya? Saya menyadari sendiri dan diberitahu, apakah bisa satu hal yang sama? Baiklah. Lain kali kami tidak akan menyembunyikan apapn darimu. Bagaimana? Kalau begitu tepati perkataanmu. Kapan saya membohongimu? Sini. Tidak apa-apa kan? Kaki terkilir? Ini karena kau menarikku. Jika kau tidak menarikku, saya pasti tidak akan jatuh saat melompat.
Baik, baik, baik. Semua salahku. Kenapa kamu menggendongku? Saya bisa jalan sendiri. Kamu turunkan saya. Saya bisa berjalan. Kusuruh turunkan, kamu langsung turunkan. kamu masih punya prinsip tidak? Kamu sendiri tidak kalem. Saya belum pernah bertemu orang yang terkilir, tapi tidak kalem. Jangan bergerak! Kamu jangan begini, jangan bergerak! Turunkan saya! Cepat turunkan saya!
Saya bisa jalan sendiri. Tidak enak dilihat banyak orang. Cepat turunkan saya! Cepatlah! Ada apa? Kenapa? Terjatuh. Terjatuh? Tidak apa-apa. Hanya kaki yang terkilir saja. Kaki yang mana? Jiao Qing. Lu Weixun. Saya ambilkan es. Tunggu sebentar. Sungguh ceroboh. Bicaralah. Kamu mendadak keluar, dan kaki terkilir. Dan kemudian menyuruh Xun menggendongmu pulang, bukannya sengaja?
Bisakah kamu diam? Kakiku sakit. Sekarang saya hanya ingin istirahat. Merasa bersalah. Kenapa kamu tidak menatap mataku? Nona Bai. Semua hal sesuai dengan apa yang kau inginkan. Apakah sekarang saya boleh beristirahat? Tidak boleh. Saya beritahu kamu, masalah yang Xun alami dari kecil hingga besar, saya melihat semuanya. Saat ibunya meninggal,
Karena tiga kilang anggur dia, bertengkar dengan paman Lu. Pada saat dia masih kecil dan keluar untuk berjuang. Saya melihat semuanya. Tetapi kamu, kamu tidak melihatnya. Dia sudah mengalami banyak masalah. Tentu saja. Kamu tidak tahu kan? Tapi aku tahu semuanya. Barusan dalam permainan kartu, menurutmu seperti apa Wan Zeze? Dalam kemampuan bermain dan lainya.
Mudah mempercayai perkataan orang lain. Jika bukan terlalu polos, karena menyimpannya terlalu dalam. Tapi semoga dia benar-benar polos saja. Bos Wan. Ada apa? Saya ingin menanyakan urusan mencari arak bunga besok. Besok tidak bisa kesana. Kenapa? Sedang ada perbaikan jalan di bawah gunung. Apakah tidak ada jalan lain? Ada, tapi tidak bisa dilalui mobil.
Tenaga tubuh tidak mendukungku untuk turun, selain itu saya ingin membuat guci arak. Jika kalian tidak keberatan, lain kali jika kemari saya bawa kalian ke pabrik anggur. Bos Wan. Atau tidak kamu berikan saja alamat pabriknya pada kita, kita pergi sendiri. Pabrik anggur di hari biasa tidak menerima tamu.
Jika bukan aku yang membawa kalian ke dalam, mereka tidak akan membiarkan kalian masuk. Bos Wan. Sungguh tidak bisa. Besok kita turun mencarinya sendiri. Bagimana kalau tersesat? Tidak bisa kesana. Kenapa? Saya baru bertanya pada Wan Zeze. Katanya harus dia yang membawa kalian masuk. Biasanya tidak menerima tamu. Kalau begitu biarkan dia mengantar kita kedalam.
Tidak ada waktu. Bilang saja ingin membuat guci arak sendiri. Lagipula jalan lain, tidak dapat berkendara dan hanya bisa berjalan. Tubuh dia kurang baik. Tidak bisa dipaksa terus. Jadi bisa dibilang jika tidak selesai membuat guci arak, jalan juga masih diperbaiki. Maka kita tidak bisa kesana? Benar.
Setidaknya membutuhkan waktu tiga hari untuk memperbaiki jalan ini. Kalau begitu kapan dia bisa menyelesaikannya? Lagipula sekarang kelihatannya belum ada inspirasi. Apakah sengaja menunda waktu? Kenapa kalian mencurigai dia? Di pagi hari saya lihat, dia mengarahkan pabrik anggur untuk mempersiapkannya dengan baik. Tapi ketika saya melihat dia memainkan permainan, kelihatannya lumayan polos Intinya,
Tugas sekarang adalah, menyuruh dia untuk secepatnya menemukan arak bunga. Agar tidak menunda-nunda. Jadi bagaimana? Kesini! Saya ingin berbicara dengan kamu. Jika ada urusan, tidak bisakah bicara langsung? Apakah saya berbicara dengan kamu? Tidak apa-apa. Saya bicara dengan dia. Kamu segera antarkan bunganya untuk nona Bai. Perlu menunggu kamu? Tidak perlu, pergilah.
Bukakan sebotol bir untuk aku. Tidak bisa terbuka. Kamu tidak bisa membuka birnya? Kalau begitu saya cari orang lain untuk membantu membukanya. Manja. Masih bilang tidak cemburu? Iya. Saya cemburu. Kenapa kamu cemburu? Berikan satu alasan kamu cemburu. Aku menyukaimu. Sudah kepikiran? Belum. Jadi kamu hanya menyatakanya? Tidak berencana ingin perkembangan sesungguhnya? Maaf.
Yi Nanke, apakah kamu merasa saya, sangat seru dipermainkan? Bunga telah tiba. Mengagetkan saja. Hati-hati. Mereka sebentar lagi datang. Mu Chunfeng. Ini untuk apa? Memberi bunga kepada si cantik, Turunkan saya! Turunkan saya, ini masih segar. Semoga kamu suka. Terima kasih. Sangat cantik, saya sangat suka. Dia ingin mengungkapkan perasaan, cepat menyingkir! Xun, jangan marah.
Dia cuma ingin memberiku bunga saja. Saya tidak cemburu. Kalian lanjutkan saja, maaf mengganggu. Xun. Kenapa tadi kamu memeluk dia? Pergelangan kakinya cedera. Dia masih bisa berjalan sendiri walau kakinya cedera. Saya tidak rela. Bukan, bukan, bukan. Bagaimana kalau membuang bunganya? Tidak akan, saya ingin membawanya pulang. Xun, pasti sedang kesal dengan saya.
Sehingga sengaja marah kepada saya. Lu Weixun pasti berada di rumah kalian, menjaga He Buzui. Kamu yakin ingin pulang sekarang? Sudah pasti saya ingin pulang. Kamu temani saya. Saya antarkan dia kesini saja. Saya pergi dulu, selamat tinggal. Xun. Saya lupa dimana pot bunga saya. Kamu melihatnya? Bukannya ini kamar kalian?
Saya tidak tahu kalian meletakannya. Karena dua hari ini tidak bisa turun gunung, maka istirahatlah di kamar dengan baik. Jagalah kakinya baik-baik. Pergi dulu. Nona Bai. Apakah kamu sudah selesai? Apakah saya kenal dekat dengan kamu? Selain itu, kamu kelewatan. Kamu yang kelewatan dulan. Saya tidak kelewatan. Kamu jelas-jelas tahu bahwa Xun adalah tunangan saya.
Kenapa kamu masih menyukainya? Saya menyukai dia? Lihatlah pandangan matanya, sudah hampir menebarkan hatinya keluar. Benarkah? Saya masih mengira, hanya sudah bekerja lama bersama dia, dan sudah terbiasa. Saya tahu Xun dari keluarga kami sangat luar biasa. Banyak gadis yang suka pada dia, tetapi dia tidak pernah melihat wanita lain. Kamu hanyalah asisten dia,
Yang berada dalam bayangan posisi menguntungkan. Saya peringatkan kamu. Segera tinggalkan dia. Jangan mendekatinya lagi. Apakah kamu mendengarkan? Jika kamu masih ingin melanjutkannya. Saya akan membuat kamu sadar di mana tempatmu didalam hatinya. Didalam hati dia hanya ada saya. Tidak ada kamu. Sudah mengerti? Apakah kamu duduk di sini sepanjang malam tanpa tidur?
Apa yang sebenarnya kamu lakukan? Saya juga tidak tahu. Akhir-akhir ini sangat banyak masalah. Katakanlah. Apa yang bisa kubantu? Kamu, kamu masalah terbesar saya. Maaf, kalau begitu. Tidak masalah. Selain saya? Masih adakah persoalan hati yang lain? Wan Zeze tidak mau membawa kita mencari arak bunga. Saya merasa dia selalu menunda waktu.
Tahun itu ayah saya dan resep arak menghilang bersama. Sekarang arak bunga beredar lagi dipasar. Sungguh kacau. Saya pikir banyak sekali keraguan. Saya merasa mereka sedang menyembunyikan kebenaran. Saya selalu merasa ayah dijebak. Tapi semakin berpikir demikian, Saya semakin gelisah. Sebenarnya kamu pikir. Masalah ini sudah bertahun-tahun berlalu. Saya telah melakukan banyak hal selama bertahun-tahun.
Tidak ada cara, hanya bisa menunggu. Sebenarnya jika dipikir-pikir untuk lebih bersabar lagi, Masih kurang beberapa hari ini lagi. Lagipula, kamu bisa memberitahuku, Saya masih bisa… Xun. Pergilah bersamaku hari ini. Tidak ada waktu. Saya ingin menjaga He Buzui. Saya adalah tunangan kamu. Kenapa kamu selalu begitu terhadapku. Bai Jing. Saya tidak pernah mengakui,
Tunangan antara kita berdua, tetapi kamu selalu mengabaikan apa yang saya katakan. Jika sudah begini, saya akan memberitahumu dengan serius sekali lagi. Saya bukanlah tunangan ataupun pacar kamu. Kita berdua selain teman lama, dan rekan dimasa WSA. Tidak ada hubungan apapun lagi. Hari ini kenapa kamu berbicara denganku seperti itu?
Karena saya sudah menyukai orang lain. Saya tidak ingin dia salah paham. Kalau begitu kamu yakin dia juga suka padamu? Saya tidak yakin apakah dia benar-benar menyukaiku. Tetapi saya tahu, menyukai seseorang, adalah suatu proses yang indah. Dan tidak perlu menuntut balasan dan hasil. Xun,apakah hari ini kamu sakit? Kamu yang dulu tidak seperti ini.
Pada saat kamu menganggap saya tunanganmu. Apakah saya pernah memberikan respon padamu? Saya tidak peduli. Itu tidak penting. Yang terpenting adalah, kita akan menikah pada akhirnya. Maaf. Saya tidak bisa membiarkan kamu seperti itu lagi. Lu Weixun. Saya sudah memilih kamu. Maka saya tidak akan melepaskanmu dengan mudah. Baik. Saya beri waktu untuk memikirkannya.
Setelah kamu mengerti, kamu cari saya lagi. Jika ada waktu luang saya pijatkan. Bos Wan, bos Wan. Lihatlah dirimu. Tidak tidur semalaman. Ini adalah tempat saya merancang guci arak. Semalam sudah berpikir keras mencari inspirasi. Guci arak apa? Kamu jelaskan kepada kami. Kami beri sedikit pendapat untukmu. Guci agung untuk arak putih.
Temanya adalah Tuangan Titik Embun. Bertitik berat pada kondisi tuangan yang akan dituangkan. Tetapi setelah membuat beberapa sampel, merasa tidak sesuai pada subjek. Benar-benar memusingkan Jika kamu tidak keberatan, kamu boleh memperlihatkannya padaku? Mungkin bisa mendapatkan inspirasi dari berdiskusi. Ini juga sebuah ide. Kalau begitu sudah merepotkan kalian. Kamu ada urusan apa mencari saya?
Tinggalkan Lu Weixun. Kejam sekali. Kamu jangan-jangan ingin bilang kalau ibunya disini… Benar. Jika bibi Lu disini, dia juga akan mengatakan begitu padamu. Baiklah kalau begitu. Berikan padaku. Apa-apaan? Uang. Ternyata tebakan ku benar. Kamu ternyata begini, tidak pantas baginya sama sekali. Nona Bai, kamu pintar sekali. Cepatlah kalau begitu. Baiklah. Mau berapa?
Satuan, puluhan, ratusan, ribuan, jutaan. Nona Bai. Kamu begitu kaya. Kamu beri secukupnya saja. Baik. Saya beritahu. Ambilah uangnya dan cepat pergi! Sedang apa? Untuk apa menulis cek? Saya hanya ingin kamu melihat. Orang seperti apa dia. Bagi dia uang atau kamu yang lebih penting. Kamu bisa mengambil uang ini? Bisa saja. Sudah melihat wajahnya?
Ambil uangnya dan cepat pergi! Nona Bai. Saya sudah menanda tangani kontrak. Apakah saya sudah menanda tangani kontrakmu? Apa maksudmu? Saya terima uangnya. Kamu cepat pergilah! Apakah kamu sedikitpun tidak malu? Saya memberimu uang supaya kamu pergi. Dalam bisnis masyarakat, kita harus memperhatikan persetujuan kontrak Nona Bai begitu lugu. Sangat mudah tertipu. Kamu mempermainkan saya.
Kamu sungguh ingin uang ini? Saya hanya ingin membuat dia kesal. Ambil saja, anggap sebagai tip untukmu. Apa-apaan kamu? Merasa kamu imut, beri kamu uang baru dibilang lucu. Kakinya masih sakit? Sudah tidak sakit. Lihat saya sudah bisa melompat. Ayolah. Ayo. Apa-apaan kamu? Apakah kamu ingin menjatuhkanku lagi? Saya merasa tidak cocok setelah tiba disini.
Dua hari ini badanku berantakan. Sangat tidak nyaman. Kau sudah tua? Penyakitan di seluruh tubuh. Sudah tua? Duduklah. Sini, saya pijatkan kakimu. Kamu bisa memijat? Hal yang saya bisa sangat banyak. Pelan sedikit, pelan sedikit. Kamu masih lumayan sanggup. Disini, disini! Sungguh lumayan. Baik. Apakah bisa memijat kaki juga? Sungguh menganggap diri raja. Turunkan!
Terima kasih. Buat apa menjadi sungkan setelah dipijat? Bukan berterima kasih atas ini. Terima kasih atas kepercayaanmu sesaat ini, mau mempercayai saya. Bagaimana kamu tahu saya mempercayaimu? Hal yang kita urus disini, sedikitpun tidak ada hubungannya denganmu. Tetapi kamu masih mau membantu. Membantu kamu. Jika tidak ada hasil, paling tidak hanya kecewa saja.
Jika tidak membantu, saya pasti bisa menyesal. Sini. Giliran saya memijat kamu. Biarkan saya melihat kemampuan kamu. Bisakah pelan sedikit. Pelan sedikit. Majalah tradisional tidak mudah dikerjakan. Jaman sekarang siapa yang tidak memakai ponsel? Mu Chunfeng. Apakah kalian ingin jalan-jalan? Saya juga ikut. Benar. Kami sedang berjalan-jalan. Ini pasti Direktur Bai dari WSA.
Saya mendengar banyak tentang anda. Mohon bimbingannya. Jika berkesempatan mari bekerja sama. Ayo mari. Saya sudah memberitahu mereka, sudah diatur dengan baik. Direktur Wan, anda tenang saja. Sekarang saya sedang menuju ke Xinsu. Setelah memeriksa kondisi akan segera kembali. Baiklah. Disini lumayan indah. Hati-hati. Terima kasih. Kenapa mendadak begitu sungkan? Saya hanya merasa,
Selalu merepotkan kamu menjagaku. Sungguh tidak enak hati. Sebenarnya juga bukan tidak enak hati. Hanya saja terasa sedikit aneh. Aneh? Aneh bagaimana? Saya juga tidak tahu, dimana yang aneh? Saya tidak tahu. Kamu memberantakan rambutku. Saya merasa rambutmu lumayan bagus. Saya tidak bisa melihatnya, mana saya tahu. Cukup saya yang melihatnya. Kenapa kamu begitu curang.
Zeze. Kakak Zhong. Hadiah yang direktur Wan suruh bawa. Terima kasih kakak Zhong. Apakah banyak tamu? Apakah kamu bisa mengatasinya sendiri? Apakah perlu bantuan saya disini? Akhir-akhir ini masih mending. Beberpa tamu tersebut juga sangat ramah. Juga pecinta arak. Suka minum-minum? Benar. Apakah semua arak disini, sudah disuguhi untuk mereka?
Perlukah saya bawakan lagi beberapa kesini? Yang mereka suka adalah arak bunga. Tunggu saat jalan gunung selesai diperbaiki. Saya akan membawa mereka berkunjung beberapa hari ke Pabrik Arak Yangshu. Kakak Zhong. Bagaimana kamu naik keatas saat perbaikan jalanan begini? Saya melewati jalan kecil. Saya lihat beberapa hari ini, seharusnya tidak berhenti menutup jalan.
Jika kamu ada perlu apapun, hubungi saya. Saya antarkan kesini. Baiklah. Jika tidak ada urusan lagi, saya pamit dulu. Baiklah, boleh. Kalau begitu, semoga perjalananmu lancar. Baik. Bos Wan. Sudah tiba? Kalian lihat-lihat saja dulu, tunggu saya sebentar. Ini adalah beberapa sampel, yang saya buat semalam. Tetapi tidak ada yang begitu mengangkat tema.
Menurut saya desainnya sudah cukup inspiratif. Terlalu memuji. Karena saat masih kecil tubuh saya sangat lemah. Tidak bisa bermain seperti anak-anak biasa. Hanya bisa bermain lumpur dipojok-pojok. Akhirnya timbul minat setelah bermain terus menerus. Sebenarnya menjadikan minat sebagai hidup. Juga merupakan berkat besar dalam hidup. Apakah penyakit dulu sangat parah?
Saya merasa kamu sangat baik sekarang. Hanya saja ketika masih kecil mempunyai sedikit masalah dengan hati. Ingin menjalani operasi diluar negeri. Jika bukan atasan ayah saya yang mau membantu, keluarga kami tidak akan mampu mengeluarkan uang sebanyak itu. Kalian lihat-lihat dulu. Saya ingin mencuci tangan. Buzui. Kamu lihat ini. Lumayan indah kan. Ini kelihatannya,
Hanyalah botol dengan pengerjaan yang indah. Tampaknya tidak ada kecocokan, dengan judul apa yang dia katakan tadi. Kalian lihatlah ini. Ini juga bagus. Yang ini tidak begitu… Kamu jangan menyentuh sembarangan. Gawat. Apakah uang yang kalian bawa cukup? Ganti rugilah. Dia telah kembali. Maaf. Tidak membantu apa-apa, tapi malah merusak karya anda. Ma… maaf.
Saya tidak mengira, dia menyusuk kedalam ketika saya menyentuhnya. Harganya berapa? Saya ganti rugi. Ini adalah tuangan titik embun yang saya inginkan. Sangat berterima kasih pada kalian. Malam ini saya traktir kalian makan. Semuanya harus datang. Makan sedikit lauk. Saya tidak gemuk. Jangan bilang saya gemuk. Saya tidak gemuk. Jangan katakan Zuizui gemuk.
Buzui tidak gemuk. Sini, makanlah lebih banyak. Kalian juga makanlah yang banyak, kurangi minumnya. Kawan-kawan. Saya punya beberapa kata yang ingin dikatakan. Ini… Hari ini, terima kasih banyak telah memberikan kehormatan, sudah hadir ditoko kecil kami, dan makan disini. Sungguh tidak bisa melayani dengan maksimal. Tetapi jujur saja, Didalam arak-arak ini,
Banyak darinya adalah simpanan saya pribadi. Saya tidak tahu apakah kalian merasakannya atau tidak. Tetapi semuanya jangan sungkan. Minumlah apa yang ingin kalian minum. Jangan sungkan. Ayo, mari kita bersulang. Baiklah, mari minum bersama. Mari, mari, mari, bersulang. Bos Wan. Saya biasanya melihat anda mendengarkan opera Kunqu, begitu elegan dan klasik.
Saya mengira anda hanya meminum arak putih dan kuning sejenisnya Tidak disangka kamu menyimpan, banyak sekali anggur dan Whiskey. Kakak Miya kurang benar. Arak ini, tidak ada derajat dalam jenisnya. Dia tidak lain adalah, seteguk arak ini dan arak itu, mana yang paling cocok. sama seperti nilai pada arak ini, juga tidak membedakan derajat.
Itu tidak masalah. Juga berarti jika orang tersebut membuat arak dengan sungguh-sungguh. Pastilah layak, disuguhkan kedalam guci arak yang indah ini. Benarkan? Benar. Sama seperti hadirin yang duduk disini. Tidak peduli kenapa kalian bisa disini. ingin pergi kemana. Dan juga terlepas dari keluh kesal kalian. Asalkan hari ini berkumpul disini, Semua karena takdir
Maka dari itu, hari ini kita telah berteman karena arak ini. Mari. Mari bersulang. Baik, mari! Bersulang. Bersulang demi pertemanan! Mari satu meja, bersulang, bersulang. Demi pertemanan. Wine. Saya tidak suka minum Wine. Tidak apa-apa minum sedikit. Makanlah sedikit yang ringan, Kamu kurangilah makan. Mari! Bersulang demi pertemuan kita semua.
Atau bisa dibilang setelah meminum arak ini, semoga tidak ada perselisihan lagi diantara kita. Arak ini manis namun tidak membuat enek. Sangatlah enak. Tidak disangka bos Wan begitu baik. Araknya juga lumayan enak. Kalau begitu saya foto kamu yang sedang minum. Untuk apa kamu mengambil foto saya minum? Bos Lu. Bersulang untukmu! Saya juga.
Mari! Xun. Bersulanglah. Kalian sudah terlalu banyak minum. Biarkan saya saja. Kenapa kamu begitu? Hadirin. Saya hari ini, bisa berkumpul bersama dengan kalian. Merupakan suatu kehormatan yang besar, bisa dibilang dalam seumur hidup. Bisa bertemu dengan kalian, adalah sebuah berkat besar. Maka hari ini, jangan ada yang kurang minum. Saya bersulang untuk semuanya. Mari! bersulang.
Bersulang, mari! Bersulang. Bai Jing, kamu terlalu banyak minum. Terlalu banyak minum. Bai Jing. Saya bersender, kamu terlalu banyak minum. Saya bersender sejenak, kamu berbaringlah sebentar. Bai Jing.