Only Kiss Without Love | EP4|【INDO SUB】iQiyi Indonesia
Only Kiss Without Love Episode 4 York, Martha. Besok kalian akan kembali. Aku ada siapkan hadiah kecil. Ini 39 Yuan, mahal sekali. 35 Yuan saja. Aku pernah lihat pengantar ini di arsip sejarah Tiongkok. Hadiahmu terlalu berharga. Ini hanya niat kecil dari aku. Harap kalian menerimanya. Nona Tong.
Xiao adalah orang yang paling dermawan di dunia. Tidak kusangka dia berikan aku hadiah yang sangat berharga ini. Kulit pasti usang kena gesekan. Sakit sekali, sakit sekali. Sakit sekali, sakit sekali. Kenapa pesta perayaan yang kamu adakan harus kutanggung dosanya? Sirkulasi darah. Siapa? Siapa? Kamu sedang apa? Xiao. Xiao ya?
Apa yang kamu lakukan di sini? Kamu… Xiao, kamu jangan lompat. Xiao… Xiao, apa yang kamu lakukan? Kamu membuat aku kaget. Apa yang membuat kamu putus asa hingga melakukan hal bodoh ini? Xiao… Aku Xiao yang kamu tangisi ya? Jadi kamu tadi kira pelanggan direbut oleh Baiyu.
Jadi mau bunuh diri dengan cara lompat dari gedung? Aku hanya minum sedikit anggur. Ingin keluar cari udara segar. Kamu sama sekali tidak sedih? Pelanggan datang dan pergi itu sangat biasa di dalam bisnis. Apalagi, pelanggan kali ini masih punya Fengshang. Untuk apa aku sedih? Kalau begitu aku merasa lega. Karena
Kali ini transaksi Xiao Baiyu bisa berhasil, itu juga dibantu sedikit oleh aku. Kalau karena hal ini buat kamu tidak mau hidup, Aku akan sangat sedih. Apa yang kamu tertawakan? Aku menertawakanmu. Tidak seperti orang yang bisa dipacari Baiyu. Merasa aku tidak pantas buat dia? Tidak pantas ya sudah. Lagi pula, sekarang imajinasi aku terhadap
Orang kaya seperti kalian semuanya musnah. Kenapa bilang begitu? Kamu jawab pertanyaan aku dulu, aku baru jawab pertanyaan kamu. Bagaimana cara Xiao Baiyu merebut posisi yang kamu punya? Tiga tahun lalu, ada kecelakaan. Ini adalah hadiah dari perang waktu itu. Karena cederanya terlalu parah, jadi ke luar negeri setengah tahun untuk pemulihan. Giliran kamu.
Tadi kamu kenapa bilang sudah tidak minat pada orang kaya lagi? Sebelum aku menjadi pacar Xiao Baiyu, aku juga telah mewawancarai banyak pebisnis hebat. Bakat finansial. Waktu itu aku juga pikir kalau suatu hari aku bisa menjadi orang sukses. Itu keren juga. Tapi sekarang… Tidak minat lagi? Tidak minat lagi. Xiao Baiyu ini
Tiap hari harus temani pelanggan makan dan minum. Iya kan? Lalu kontrak berhasil ditandatangani, harus apresiasi karyawannya. kelihatannya sangat capek. Tetapi aku juga merasa tidak banyak orang yang benar-benar tulus. Jadi aku merasa aku mending makan martabak telur di bawah gedung kantor tiap hari saja. Jadi karyawan polos lebih cocok untuk aku. Kamu tadi bilang
Apa? Martabak telur. Kamu jangan bilang sama aku kamu tidak tahu martabak telur itu apa. Aku memang belum pernah dengar. Kamu ini benar-benar deh. Martabak telur pun tidak tahu… Astaga. Kalian anak orang kaya yang emut sendok emas ini… Kamu belajar dari suami mayoritas dong. Kalau tidak sibuk pergi makan sate tusuk.
Pergi ke warnet untuk main game. lebih berbaur dengan masyarakat. Oke, lain kali kamu traktir aku makan. Oke. Oh iya. Martabak telur ada satu lagu lagi lho. Aku nyanyikan untukmu. Jangan tertawai aku ya. Yo yo, Check it now. Satu set martabak telur. Ayo barengan. Barengan. Aku ajari kamu, aku ajari kamu.
Aku ajari kamu, ayo. Ayo, seperti ini. Gerakan tangan seperti ini, rock. Yo yo, Check it now. Satu set martabak telur. Yo yo, Check it now. Satu set martabak telur. Iya, iya. Satu telur ayam harganya 1 Yuan. Yang suka renyah tambahkan lebih banyak tepung. Satu telur ayam harganya 1 Yuan. Suka
– renyah. – Apa? Yo yo, Check it now. Satu set martabak telur. Satu telur ayam harganya 1 Yuan. Nona Tong, Direktur Xiao minta Anda naik mobil. Tidak perlu. Aku naik bus pulang saja. Kalian pergi saja. Bukannya sudah sepakat setiap hari antar kamu pulang sebelum jam 9? Ayo. Kamu lihat, kamu lihat. Ganteng sekali.
Mereka tidak asing, sepertinya di mana… Pernah lihat dia di TV atau majalah. Ya, sepertinya begitu. Kamu hari ini kenapa tiba-tiba baik hati? Mau antar aku pulang lagi. Apakah karena aku bantu sukseskan kontrakmu? Kamu berterima kasih kepadaku? Kamu berpikir berlebihan. Aku hanya tidak ingin pacar Xiao Baiyu tengah malam naik bus pulang rumah
Jadi berita utama di besoknya. Kamu benar-benar orang yang paling percaya diri yang pernah aku lihat. Aku temani kamu drama sampai tidak kerja beberapa hari. Penyihir tua itu pasti mau interogasi aku lagi. Bagaimana bilangnya? Bagaimana bilangnya ya? Halo, Kepala Redaksi. Ya aku, ini aku. Tong Tong, kamu sekarang semakin berani ya.
Tidak kerja dua hari berturut-turut. Telepon juga tidak diangkat. Aku suruh kamu berhenti bekerja tanpa digaji bukan suruh kamu libur. Bukan… aku… aku… Kepala Redaksi, maaf. Begini masalahnya, Nenek paman keduaku tiba-tiba meninggal kemarin. Lalu rumah terlalu sibuk Aku bantu-bantu di rumah terus. Aku janji besok aku akan kembali kerja. Oke? Apa yang terjadi?
Nenek paman kedua kamu meninggal lagi? Dia tahun ini tipu kematian? Sudah mati ya? Oh ya sudah mati, sudah mati. Oh ya. Nenek paman ketiga aku. Aku tadi salah bilang. Kamu salah bilang? Tong Tong, kamu anggap aku idiot? Kamu jangan kira ada Xiao Baiyu sebagai pegangan kamu boleh tidak masuk kerja ya.
Tunggu mereka, anak orang kaya bosan waktunya kamu menangis. Oke. Itu… Aku… aku… aku tahu. Kepala Redaksi He. Tong Tong sekarang adalah tunangan aku. Tolong lain kali waktu bicara sama tunangan aku lebih sopan dikit. Selain itu kedepannya urusan kami tidak usah kamu urus. Direktur Xiao… Mohon… Mohon kasih tahu Tong Tong
Besok harus datang kerja. Halo… halo… Halo… Halo… Gawat, gawat. Besok aku ke kantor pasti dihabisi dia. Tapi kamu orang pertama yang membela aku. Sudahlah, kita sudah imbas. Tong Tong. Kamu adalah tunangan aku, Xiao Baiyu. Ini adalah kewajibanmu dan juga hakmu. Lain kali ketemu masalah seperti ini aku izinkan kamu balas balik. Iya ya.
Aku selalu kerja kayak sapi, lupa sok-sok bergaya. Apakah aku gunakan hak aku? Ayo. Di sini. Tidak kusangka kamu bersedia diwawancarai dengan aku. Kamu bisa duduk di sini aku juga terkejut. Kalau begitu mari kita mulai sekarang. Pertama-tama, selamat. Selamat atas kerja sama Fengshang dengan perusahaan Yi. Aku ingin bertanya akhir-akhir ini ada isu bahwa
Fengshang berencana menambah sahamnya. Apakah berencana untuk memperbesar perusahaan? Fengshang adalah merek yang telah selama 30 tahun. Baik fondasi pasar atau perusahaan itu sendiri ada daya saing internasional. Ekspansi luar pasti dilakukan. Lalu ada banyak merek internasional lini pertama, Apa alasan pilih perusahaan Yi sebagai perusahaan kerja sama pertama untuk memasuki pasar internasional?
Sebelum kontrak dengan perusahaan Yi Direktur Xiao juga berniat untuk kerja sama dengan merek lini pertama internasional lain. Tapi setelah menimbang kemampuan yang komprehensif dan ketulusan dalam kerja sama. Kami akhirnya memilih IHE ONE, yang belum pernah ada konter di Asia Ini bisa dibilang kombinasi yang kuat. Apakah Direktur Xiao juga berpikir begitu?
Perusahaan Yi adalah pilihan terbaik bagi Fengshang. Untuk pengaturan huruf majalah itu Bisakah aku foto kalian berdua? Asyik. Hmm… Boleh tolong duduk di dalam satu sofa? Terima kasih. Asyik. Boleh duduk lebih dekat tidak? Lebih dekat lagi bisa tidak? Ini masalah komposisi. Eh… Menurut aku seperti sekarang ini kelihatan terlalu formal. Aku…
Ini buat sampul majalah. Harus ada sedikit gaya. Aku… Aku gerakkan dikit ya. Maaf ya. Begini oke? Baik. Iya, iya. Ini lebih baik. Iya, lihat sini. Lihat sini. Aku ubah sudut lagi. Beri senyuman. Beri senyuman, beri senyuman. Beri senyuman. Benariya dong. Baik. Sempurna. Oke, bisa. Terima kasih. Oke, istirahatlah.
Xiao, hari ini terima kasih ya mau menerima wawancara aku. Bisa membantu kamu, aku juga sangat senang. Mau lihat dulu tidak? Fotonya cukup bagus, sungguh. Pas pulang aku edit lagi akan bagus. Ini bagus. Masih mau lanjut tidak? Lanjut dong. Lanjut, lanjut. Itu… Sampai mana tadi? Luar ada gosip kedua saudara tidak terlalu harmonis,
Apakah ini benar? Dan masalah ini apakah berhubungan Tuan Xiao muda jadi direktur sementara pada 3 tahun lalu? Waktu itu yang buat keputusan ini adalah… penggantian pengelola perusahaan selalu diputuskan oleh dewan direksi. Ini juga fenomena normal pada sebuah bidang. Terus, perubahan pengurus ini apakah karena Tuan Xiao pertama terluka pada 3 tahun lalu?
Ini kamu dengar dari siapa? Apakah ini benar? Wawancara hari ini sampai sini. Xiao Baiyu. Maaf ya. Aku tahu pertanyaan ini tidak terlalu cocok. Tapi ini tugas yang diberikan oleh kantor. Aku juga tidak bisa apa-apa. Mengerti. Apa yang kamu lakukan? Masalah tadi siapa yang bilang sama kamu? Apakah Xiao Junjiang? Tidak. Saat perayaan Fengshang,
Aku dengar karyawanmu cerita. Aku peringatkan kamu terakhir kali. Kamu hanya kontrak jadi tunangan palsu aku. Lakukan apa yang harus kamu lakukan. Jangan coba cari informasi keluarga Xiao lagi. Jangan tanya ya sudah. Kenapa kamu begitu galak? Kamu jangan-jangan kira… kira aku mau traktir kamu makan malam jadi kamu ke sini tanpa makan malam. Bawel.
Aku traktir kamu makan mahal. Tidak perlu. Ayo pergi. Aku traktir kamu makan mahal. Aku orangnya tidak royal, aku akan kasih tahu kamu. Jarang-jarang mau traktir makan. Kamu harus manfaatkan kesempatan ini. Bos, dua porsi mie dingin panggang. Baik. Bos, pesan dua porsi mie dingin panggang. Oke, oke. Silakan dinikmati. Terima kasih.
Ini makanan enak yang kamu maksud? Rasa punya dia sangat otentik. Sungguh, kamu akan tahu waktu kamu coba. Aku tidak pernah makan warung pinggir jalan. Kamu bisa nyesal kalau tidak makan, percaya sama aku. Kamu tahu mangkok sumpit sekali pakai seperti ini ada berapa banyak zat yang berbahaya? Masa? 89% produk sekali pakai dari pasar
Direndam dalam air steril. Ada 56 jenis dalam air steril berbahaya bagi tubuh manusia. Kamu sekarang makan pakai peralatan sekali pakai ini, Kemungkinan keracunan makanan adalah 97,99%. Sungguh. Rumah makan mereka tidak pernah berubah. Aku sering makan di rumah makan mereka, sungguh. Enak sekali. Kamu lihat, aku sudah makan bertahun-tahun, aku belum mati kok. Cobalah.
Aku tidak mau makan. Xiao Junjiang Di mana? Enak tidak? Rasanya lumayan enak juga ya. Betul kan? Aku bilang itu enak. Satu lagi. Ayo. Iya, tidak kerjain lagi. Tidak kerjain lagi, tidak kerjain lagi. Ayo, ayo. Benaran enak. Bos. Satu porsi lagi. Oke. Dia bayar ya. Eh, penyihir tuaitu hari ini kenapa?
Aku di perusahaan 3 tahun lebih, tidak pernah memuji aku. Masalah ini aku semakin pikir semakin kacau. Hari ini aku dengar resepsionis lantai 13 bilang Grup Fengshangnya Xiao Baiyu telah investasi di Haideng, perusahaan punya kita. Kalau informasinya benar, artinya Xiao Baiyu adalah bos. Kamu adalah calon istri bos.
Penyihir tuaitu bisa tidak menghormati istri bos? Tidak mungkin, tidak mungkin. Xiao Baiyu akuisisi haideng buat apa? Dia akusisi majalah di industri ritel buat bela kamu. Ini lebih tidak mungkin lagi, oke. Kenapa tidak mungkin? Kamu Tong Tong kan? Aku Direktur Penjualan Haideng. Halo, halo. Halo, halo. Aku sudah dengar bahwa artikel kamu bagus.
Akhirnya hari ini bisa bertemu. Ini kartu nama aku. Terima kasih. Aku lagi istirahat makan siang, tidak bawa kartu nama, maaf ya. Tidak apa-apa, lain kali masih ada kesempatan. Oke. Halo, Tong Tong. Halo. Aku sering lihat edisi pengusaha yang kamu tulis. Kontennya sangat bagus. Terima kasih. Sampai jumpa. Sampai jumpa. Ada apa ini? Bagaimana?
Yang aku bilang benar kan? Kamu sekarang adalah tunangan aku, Xiao Baiyu. Ini adalah kewajibanmu dan juga hakmu. Lain kali ketemu masalah seperti ini aku izinkan kamu balas balik. Apakah Xiao Baiyu benar akuisisi kantor majalah ini? Kakak… Apa yang kamu lakukan? Aku bawa kamu lihat awan putih kecil. Orang lemah yang sedang berusaha.
Apa yang kamu lakukan, Kakak? Aku sedang mencari inspirasi. Menciptakan. Belum pernah dengar anak alay bisa memciptakan seni. Kamu boleh… Kamu boleh menghina gaya aku. Tapi kamu tidak boleh menghina musik aku. Hahaha… Haha… Memangnya kenapa kalau menghinamu? Halo. Tong Yin? Kamu salah sambung kali? Tidak, tidak. Aku kenal dia. Wu Junran. Ketemuan ya? Oke.
Kamis depan, kedai kopi Mal Fengshang ya? Oke, sampai jumpa Direktur Wu. Apa yang terjadi? Kakak. Beberapa hari yang lalu aku ikut lomba. transformasi jadi cewek yang nyanyi. Lalu bos aku Wu Junran merasa aku nyanyi dengan bagus, merdu, keren. Lalu dia minta aku isi formulir. Aku karang sebuah nama. Isi nomor ponsel kamu.
Karang nama? Isi nomor ponsel aku ya? Oke. Kalau begitu sampai jumpa kamis depan lho. Kakak. Kakak, kamu ini kan artinya kerjain aku. Kalau bos tahu bagaimana? Bagus dong. Pakai gaya Tong Yin kamu itu goda dia lho. Tong Tong. Aku akan bermusuhan terus sama kamu! Benaran pukul? Aku tidak sengaja.
Kalian berdua jangan merusuh lagi, Tong Tong. Jangan siksa adikmu, dia tidak bisa mengalahkanmu. Tidak bisa mengalahkanku makanya aku pukul dia. Bisa mengalahkanku aku mana mau pukul. Aku tidak bodoh. Ada tenaga ini kenapa tidak buat yang lebih bagus? Ayah. Ayah, ayah. Jangan ganggu orang ya. Apa yang kamu bicarakan? Dulu bagaimana aku mengejar ibumu,
Kamu tahu tidak? Semua karena gitar ini dan suaraku yang keras ini ditambah gen musik bagus kamu. Tahu siapa yang turunkan? Ayahmu kan? Itu kejadian yang lama. Waktu itu penggemar aku panggil aku bocah Tong. Direktur Xiao. Status perusahaan majalah kita kira-kira seperti ini. Alokasi staf kami kira-kira. Kepala Redaksi. Ini adalah wawancara pengusaha berikutnya.
Anda ada tamu, aku keluar dulu. Tunggu sebentar. Direktur Xiao, Anda butuh bantuan apa? Tong Tong. Mulai hari ini, Direktur Xiao adalah komisaris baru Haideng kita. Perusahaan majalah ini dikelola oleh dia. Direktur Xiao, selamat ya. Kepala Redaksi He. KTT pengusaha minggu depan aku mau Tong Tong pergi bersamaku. Tidak masalah kan? Aku… Direktur Xiao.
KTT pengusaha biasanya diurus oleh reporter senior. Tong Tong, dia belum pernah ikut. Aku takut dia tidak kompeten. Wartawan senior juga membutuhkan kesempatan baru bisa jadi terlatih. Aku lihat kemampuan Reporter Tong bagus. Bisa menguasai sepenuhnya. Lagi pula, kolaborasi dia dan Direktur Xiao pada wawancara yang dibuat sangat bagus. Tong Tong,
Minggu depan kamu bisa dinas ke Swiss?