Only Kiss Without Love | EP3|【INDO SUB】iQiyi Indonesia

Only Kiss Without Love Episode 3 Tidur pun tidak tenang. Kamu mau buat aku jantungan? Untung saja. Masih ada, masih ada. Masih ada. Ya ampun. Menglu, apa yang kamu lakukan di kamarku? Coba lihat. Bagus tidak? Tadi ada kurir antar paket. Katanya untuk kamu. Suruh kamu pakai ini ke pesta.

Ayo ngaku, Xiao Baiyu yang kirim bukan? Buang! Buang! Buang! Bisa buang ke mana buang saja. Kenapa aku harus buang? Gaun bagus ini sayang kalau dibuang. Aku tidak mau buang. Kamu tidak tahu siapa yang kirim. Kamu langsung menerimanya, Menglu. Pokoknya tidak mau buang. Menglu, kamu mengerti tidak? Nanti kamu buang ya.

Api yang kau semprotkan adalah gayaku. Aku merasa sangat bagus. Kumpulan gunung tinggi semua. Arak meneruskan perairan sungai. Halo guru-guru sekalian. Aku Tong Yan nomor 34. Hari ini, aku akan membawakan lagu Persamaan versi akustik kepada kalian. Aku nebeng angin. Kamu nebeng hujan. Satu tubuh, dua orang bertukaran. Satu pemeliharaan, dua punggung.

Menurut aku ini adalah bukti terpaksa. Aku nebeng angin. Kamu nebeng hujan. Gunakan kamu untuk mencintaiku. Aku nebeng angin, kamu nebeng… Sama… Menembus zaman kuno. Peserta ini sangat berani. Terima kasih atas partisipasinya, terima kasih. Juri Wu Junran adalah bos aku. Juri-juri sekalian. Masalah ini aku… aku perlu jelaskan dulu. Peserta Tong Yan ini

Memang magang di perusahaan kami. Tapi lomba kita ini harus memegang prinsip adil dan bijak. Jadi pendapat aku adalah pergi saja. Pergi. Kamu tidak boleh gagalkan aku. Xiao Baiyu, Bos Mal Fengshang adalah kakak ipar aku. Sudah selesai nonton? Sudah. Apa yang ingin kamu katakan? Peserta audisi ini benar-benar deh. Ingin terkenal sampai jadi gila.

Aneh sekali. Sembarangan ngaku kerabat. Maksudmu kamu tidak kenal mereka. Tidak kenal, aku mana mungkin bisa kenal mereka? Tidak kenal, tidak kenal. Baguslah. Kalau begitu aku cari Will sekarang. Aku mau tuntut mereka merusak nama baik. Kenal, puas tidak? Video ini di situs dilihat setidaknya 30 juta orang. Sekarang semua orang pikir masalah Fengshang seleksi

Ambassador itu hanya drama. Bagaimana aku harus minta pertanggungjawaban kamu? Kamu bilang saja bagaimana tebusnya? Oh iya, aku dengar Will bilang kamu ada hal penting untuk ketemu aku. Apa itu? Sekarang tidak ada masalah lagi. Tidak penting. Manajer Xiao, apakah ini tunanganmu? Manajer Xiao, bagaimana bisnis Fengshang baru-baru ini?

Manajer Xiao, tolong katakan sepatah kata, Manajer Xiao. Manajer Xiao tolong jawab pertanyaanku, Manajer Xiao. Kakak ipar, kakak ipar. Maaf. Tolong tunjukkan undangan kamu. Xiao Baiyu kenal tidak? Dia kakak ipar aku. Kakak ipar. Mereka menghalangi aku, kakak ipar. Aku ingat kamu. Kamu adik Tong Tong. Adik kandung.

Kakak ipar, aku adalah seniman dari perusahaan Xinghui. Hari ini band Gonglu kami kan ke sini jadi tamu. Bos Wu Junran kami juga bawa aku ke sini. Kakak ipar. Dua hari yang lalu aku ikut seleksi awal ambassador kita. Menurut kamu bagaimana, kakak ipar? Kakak ipar. Kalau aku bosnya,

Aku merasa kalau aku pilih ambassador seperti aku, bisnis pasti panas Dan terlaris banget. Aku telah melihat video penampilan kamu. Sungguh? Aku kira mereka menipu aku. Aku tidak sangka orang besar seperti kamu bisa suka kakak aku. Temperamen kakak aku sangat jelek. Kakak ipar, kalau kamu jadikan aku sebagai ambassador

Aku akan membantu kamu urus kakakku. Tong Yan. Apa yang kamu lakukan? Dua hari yang lalu kamu masih bilang dengan keras kamu benci permainan berita? Hari ini kenapa panggil kakak ipar terus? Kamu tidak malu? Tergantung kondisi dong. Aku memang pernah bilang aku benci permainan berita, tapi aku tidak benci nepotisme.

Ada Xiao Baiyu yang hebat ini tidak kuandalkan, aku tidak bodoh kali. Kakak ipar. Tadi kita bahas sampai mana? Aku masih ada urusan belakang panggung. Bos di belakang panggung cari aku. Sampai jumpa lagi, kakak ipar. Ayo. Dia bilang apa sama kamu? Tidak apa-apa. Dia harusnya juga tidak berani bilang apa-apa.

Info kamu asalkan aku ingin tahu aku pasti akan tahu. Kamu selidiki aku? Cari kamu pura-pura jadi pacarku kenal lebih dalam itu wajib. Jadi kamu sudah tahu apa? Bos toko hewan Tong Qu adalah ayahmu. Kamu dan orang tua kamu serta adik kamu Keluargamu semua tinggal di Kompleks Garden Road nomor 3 kamar507. Teman terbaikmu

Adalah rekan majalahmu, Tina. Nama asli Niu Huahong. Kamu… Tunggu sebentar. Cukup. Aku tahu. Aku dikendalikan oleh kamu. Bisakah kamu hati-hati? Bersin bagaimana hati-hatinya? Aku kasih tahu kamu. Kamu lihat gaun yang kamu beli untuk aku setebal apa? Kalau itu masuk angin, agak cedera dalam kerja ya. Halo.

Direktur Xiao, aku sudah dengar tentangmu dari dulu. Tuan York. Aku juga sudah pernah dengan tentang kamu. Dia istriku, Martha. Dia seharunya Nyonya Xiao kan? Dia adalah pacarku. Pacarmu sangat cantik. Halo. Tidak, tidak. Tong Tong masih lebih tradisional. Mohon pengertian Tuan York. Iya, menurut aku banyak pasangan pacaran di China terlalu tertutup. Tuan York.

Cara orang China sekarang mengekspresikan perasaan mereka sudah berbeda dengan dulu. Tapi adik aku memang agak kaku. Aku sebagai kakak kadang juga merasa pusing. Xiao, kamu sudah datang ya. Xiao, pusing yang kamu maksud itu apa? Mungkin bahasa Mandarin aku kurang baik. Aku tidak mengerti. Tidak apa-apa. Hanya saja adik aku sangat unggul.

Ada banyak orang yang ingin mendekati dia. Tapi tidak semuanya baik seperti Nona Tong atau mungkin seorang gadis. Dan aku sering mengkhawatirkan adik aku tidak bisa menekspresikan perasaan. bisa mengecewakan gadis baik seperti Nona Tong. Rupanya begitu. Direktur Xiao seharusnya lebih terbuka. Seperti pepatah China kalian, isinya “Gadis baik didambakan oleh pria”. Tuan York benar.

Aku memang harus lebih baik terhadap pacarku. Xiao Baiyu. Jangan lupakan perjanjian kita. Tidak boleh mencium tanpa izin. Situasinya terpaksa, lebih profesionallah. Xiao, Direktur Xiao. Aku harus menemani istri aku untuk sapa temannya. Sampai jumpa lagi. Aku dengar Nyonya Martha pertama kali ke China. Kalau ada kesempatan aku akan bawa kalian keliling. Terima kasih banyak.

Dengan senang hati. Sampai jumpa. Aku pergi ke kamar mandi sebentar. Kamu bukannya baru pergi? Kamu anggap aku kemih tidak normal tidak boleh? Aku hari ini sedang tidak enak badan. Tunggu sebentar lagi. Perayaan akan segera dimulai. Nanti aku di depan kamu berubah jadi peri sihir kecil bala bala, kamu jangan nangis ya.

Bagaimana dengan Zhiya? Ini tidak butuh perhatian kamu. Aku hanya khawatir penyakitnya. Kalau kamu bisa berhenti bacakan gosip di majalah hiburan padanya, aku pikir kondisinya akan lebih baik. Kakak-kakak sekalian. Aku sudah mau berubah jadi spesies lain. Kalian berdua jangan ngobrol lagi. Nona Tong, apa yang terjadi padamu? Sangat dingin. Tanganmu kedinginan hingga memerah.

Kamu dingin kenapa tidak bilang dari awal? Pakai ini. Tidak bilang dari tadi. Atau masuk ke dalam hangatkan badan dulu. Aku harus masuk istirahat dulu. Selalu memalukan aku di mana-mana. Tidakkah kamu merasa ini sangat imut? Ada orang tidak? Ada orang tidak? Ada orang tidak? Ada orang tidak? Tong Tong. Aku datang. Ciuman dengan siapa?

Tidak ada orang kan? Tidak ada orang. Berikan aku bajunya, cepat. Mulut kakak ipar aku rasanya gimana? Celana. Aku pakai ini, cepat. Aku saja, aku saja. Aku saja, kakak. Kakak, aku saja. Aku saja. Cepat. Tong Tong, kamu di dalam tidak? Tong Tong. Tong Yan. Kakak ipar, kamu cari aku? Tadi di koridor aku lihat

Kamu jalan dengan seorang pria. Siapa pria itu? Kakak ipar, kamu salah lihat kali? Aku kalau mau kencan juga harus cari wanita, betul tidak? Laki-laki itu yang aku kenal. Kasih tahu aku, siapa dia. Masalah ambassador Fengshang aku bisa diskusi dengan Wu Junran. Kakak ipar, kalau begitu aku jujur sama kamu Aku tadi

Benaran tidak dengan pria. Oke. Masalah ambassador Fengshang, jangan harap. Kakak ipar, kakak ipar. Direktur Xiao datang memeriksa secara pribadi ya. Manajer Wu, mohon bantuan pada pertunjukan ini. Anda terlalu sungkan. Kamu sini. Taruh benda itu. Kamu masih merasa aku kurang memalukan? Semalam nginap di sini? Kamu lihat apa yang kamu pakai. Cocok dengan lagumu.

Cacat di mana-mana. Terus, kamu kenapa ke sini? Sini bukannya ada undangan? Seleksi awal gagal. Tidak boleh. Aku harus berubah jadi gadis biar juri kasih aku kesempatan lagi. Guru-guru sekalian, tunggu sebentar. Aku adalah peserta terakhir hari ini. Guru boleh dengarkan aku nyanyi satu lagu lagi? Tapi kami tidak ada data pendaftaran kamu.

Guru-guru sekalian, silakan tinggal dulu. Aku nebeng angin. Kamu nebeng hujan. Satu tubuh, dua orang bertukaran. Kebahagiaan yang sama. Pemikiran yang sama. Sama, sama… Kebahagiaan yang sama. Siapa yang akan mencintaiku? Siapa namamu? Nama aku… Nama aku Tong Yin. Kalau kamu lulus seleksi, aku akan kasih kabar kepada kamu. Terima kasih juri. Terima kasih.

Terima kasih, guru-guru sekalian. Terima kasih. Guru, aku mau tambahkan data. Duduk di sini, isi dengan santai saja. Eh, guru… Tadi Anda bilang aku nyanyi dengan merdu. Apakah benar? Tentu saja. Aku benar-benar merasa kamu berbakat. Ohya. Ini kartu nama aku. Kalau kamu ingin kontrak dengan perusahaan, telepon aku saja. Xinghui. Oh iya, ada lagi.

Bulan depan grup Fengshang ada acara ulang tahun. Ini undangannya. Ini pasti akan membantu kamu. Ini… Guru, ini benar-benar… Selamat. Semangat. Tenang saja. Manajer Wu. Sebenarnya, Tong Yin adalah sepupu aku. Dia hari ini tidak enak badan. Dia tidak mau mengecewakan kamu. Dia minta aku gantikan dia ikut acara ini. Tong Yin adalah sepupu kamu?

Iya juga kalian berdua marga Tong. Pakai pakaian ini, sangat dingin. Aku panas, aku panas. Tidak perlu ya? Hm… Itu… Bantu aku sampaikan sesuatu. Kamu bilang sama Tong Yin hari ini tidak datang tidak apa-apa. Suruh dia istirahat dan rawat tubuh di rumah. Aku sengaja suruh orang tulis lagu.

Kamu suruh dia datang ke kantor beberapa hari ini. Sangat cocok untuk dia. Terima kasih, Direktur Wu. Aku pasti bantu kamu sampaikan. Ada urusan lain? Manajer Wu. Dulu seleksi awal ambassador Fengshang, Aku tampil dengan baik. Sesuai dugaan. Itu di luar dugaan. Anda percaya sama aku, Direktur Wu. Sesuai kemampuan aku,

Aku pasti bisa jadi ambassador Fengshang. Iya. Anak muda. Ada semangat itu bagus. Sekaligus tutup pintunya ya. Kamu bantu tutup pintunya dari luar. Oke. Manajer Xiao, sudah cari di seluruh arena. Masih tidak lihat Nona Tong. Kamu ke mana? Tadi kenapa tidak jawab telepon? Aku agak tidak enak badan jadi pulang dulu. Suaramu kenapa?

Kenapa kedengarannya agak aneh? Mungkin tadi masuk angin di teras Lalu ditiup angin, ditiup angin. Pria yang dulu diisukan ciuman sama aku di situs itu kamu kenal tidak? Tidak kenal. Kalau begitu Tong Yan kenal tidak? Aku mana tahu urusan Tong Yan? Baiklah, aku mengerti. Kamu istirahat lebih awal saja. Direktur Xiao, ada masalah apa?

Suruh orang pantau Tong Tong. Ada apa-apa laporkan kepada aku di saat itu juga. Oke, Direktur Xiao. Kamu tidak bisa minum kenapa minum begitu banyak? Bagus sekali. Xiao, mari kita potret foto. Oke, ayo. Tiga, dua, satu. Hebat. Xiao, kamu benar-benar hebat main golf. Capek sekali. Kalian kenapa jalan begitu cepat? Itu… Aku boleh tidak

Istirahat sebentar. Aku sudah tidak tahan dijemur lagi. Tong Tong, kamu tidak enak badan ya? Mau aku temani kamu tidak? Tidak perlu, tidak perlu. Kalian lanjut main saja, kalian lanjut main saja. Tidak usah peduli aku. Bisa tidak? Kalau begitu kamu tunggu di area istirahat saja. Jangan berkeliaran ke mana-mana. Baik, oke. Siap, siap.

Sampai jumpa. Sampai jumpa. Wajahku… Wajahku hancur. Dijemur sampai begitu. Benar-benar mimpi buruk. Mimpi buruk. Kapan bisa bangun dari mimpi? Tuan muda pertama Xiao. Terima kasih. Tampaknya dua hari ini benar-benar membuatmu lelah. Aku lelah. Tuan muda pertama Xiao ini panggilan buat bisnis. Kita adalah teman. Tidak perlu sungkan. Lalu aku harus panggil kamu apa?

Bagaimana kamu dan Baiyu saling memanggil? Kami? Kami… Kamu harus ikut perjamuan besok, pakai yang formal. Beri aku segelas air. Daging ini aku yang jepit duluan. Lupakan saja deh, kami… Kamu panggil nama aku saja. Biar tidak asing. Oke, Xiao Junjiang. Kedengarannya lebih wibawa daripada Xiao Baiyu. Apa yang kamu lakukan? Apa yang kamu lakukan?

Tampaknya kamu istirahat dengan baik. Ada orang yang mengobrol dengan kamu lagi. Aku sedang temani pelanggan main golf di sebelah. Lihat kalian di sini, jadi ke sini sapa kalian. Direktur Manajer Xiao takut pelanggan yang dia cari malah direbut orang lain? Semuanya demi Fengshang. Tidak ada yang disebut rebut. Kalian dari tadi bicara apa?

Tong Tong bilang di antara kalian tidak ada panggilan. Siapa bilang tidak ada panggilan? Dia selalu panggil aku “Lao gong”(Suami) York, Martha. Besok kalian akan kembali. Aku ada siapkan hadiah kecil.