【FULL】Flavour It’s Yours EP10【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Flavour It’s Yours Episode 10 Tunggu sebentar. Kamu kasih aku. Sudah ganti baju. Boleh juga, Yongyong.. Citraku semuanya hancur ditanganmu. Kebaikanmu saya simpan di hati.. Aku pergi dulu. Bagaimana jika ketahuan oleh Lu Weixun? Kamu pikirkan caranya lah. Akuuu… Cuma kamu. kok bisa sanggup untuk melihatku.. He Buzui!! Sudah 20 menit! Kalau kamu tidak keluar,

Aku akan potong gajimu! He Buzui! He Buzui! Bajingan… Halo Tuan Lu.. Aku adalah Hao Buzui.. Sangat membosankan! Tuan Lu. Bersulang! Hati-hati.. Untungnya hari ini aku tidak telat. Ini.. Campuran spesial.. Anggur ini terlihat seperti Bloody Mary. Aku mengganti anggur dasarnya. Rasanya juga pasti tidak sama. Beri aku segelas yang sama seperti ini. Lu Weixun.

Kenapa kamu datang lagi? Kamu sebenarnya sudah cukup belum? Enak sekali.. Anggur dasar yang dipakai ini adalah anggur putih. Tajam banget.. Tetapi sepertinya rasanya ini.. sepertinya agak kenal. Apa yang ditambahkan ke minumanmu? Ditambah.. Lemon, tomat, serai.. Nyalimu cukup besar ya. Besok akan mengikuti lomba, kamu hari ini masih berani keluar dan minum sembarangan.

Apanya yang minum sembarangan? Tuan Lu. Di sini tidak menerima kamu. Dia bodoh, saya tidak bodoh! Kamu ikut aku pulang! Ingin memberontak ya? Aku tidak mau pulang. Tidak ada yang bisa didiskusikan. Lu Weixun. Apa kamu bisa menghormatiku sekali? Botol ini.. Sudah pecah seperti ini masih disimpan. Aku berikanmu yang baru saja.

Ini hanya sebuah botol pecah. Yang rusak aku gantikan dengan yang baru, selesai kan masalahnya? Kenapa harus marah besar? Aku cuma mau ini Kamu sudah gila! Jangan sentuh aku! Kamu berdarah. Dia yang kasih.. Kamu mau apa? Lu Weixun. Senior.. Jangan mukul, jangan mukul, jangan mukul. Lu Weixun, berhenti! Minggir!

Kakak ipar, kamu tidak apa-apa kan? Kalau kamu tidak berhenti, aku cium dia. Kakak Dao. Saya dan kakak ipar sungguh tidak ada apa-apa. Kamu mengancamku? Kamu pikir kamu bisa mengancamku? Kamu sudah gila ! Aku tidak gila. Aku tahu apa yang aku lakukan. Kenapa kamu melakukan ini? Karena kamu. Karena kamu adalah milikku.

Semua yang aku lakukan untuk padukanmu. Baik itu dalam pekerjaan, maupun dalam kehidupan. Apa yang kamu minta, semua bisa aku lakukan. Kenapa kamu masih seperti ini kepadaku? Dia memiliki motif tersembunyi. Apa kamu tidak bisa melihatnya? Sikap senior terhadapku, dia orang yang seperti apa, saya lebih mengenalnya jelas dibanding kamu. Kamu.. Kamu orang bodoh! Benar!

Aku orang bodoh! Bodoh sampai kamu bisa melakukan seperti ini padaku. Aku masih harus memikirkan, lombamu besok harus bagaimana! Apa kamu sendiri ada memikirkannya? Kamu masih punya hati untuk memikirkan lombaku besok? Aku pikir otakmu penuh dengan.. semua tentang senior ini. Lu Weixun. Kamu dengar baik-baik. Benar. Di dalam otakku, aku hanya memikirkan senior.

Baik itu pada saat makan, atau saat waktu tidur. Otakku penuh dengan dirinya. Aku takut dia merasa kesepian. Takut dia merasa sendiri. Bahkan saat dia berada di rumah sendirian, Aku pun khawatir akan keamanannya. Aku takut dia mabuk, Takut dia menangis sendirian dan bersembunyi dikamar yang kecil.

Aku takut dia tidak bisa melawan saat dia diserang. Dia sudah pergi. Senior.. Aku tidak apa-apa. Aku tahu apa yang kamu bicarakan. Waktu sudah larut. Segera pulang dan istirahatlah. Waktu.. Senior.. Hari ini Lu Weixun, bagaimanapun juga dia terhadap kamu, atau terhadapku, semua yang dilakukannya sangat keterlaluan. Aku mewakilinya untuk berminta maaf kepadamu. Tapi..

Aku sekarang harus mencarinya. Selain aku, dia tidak memilik siapa pun. Nanti akan aku jelaskan kepadamu ya. Senior.. Dia masih lebih penting dari senior. Kakak Dao. Apakah kakak ipar ini sebenarnya milikmu? Kembali bekerja. Maaf, maaf ya.. Lu Weixun. Bukannya kamu selalu memiliki ketertarikan dalam indra pengecap?

Tapi pasti ada rasa yang kamu belum pernah coba. Lu Weixun… Sini sini sini.. Cepat cobain. Rasa yang biasa dan mudah diabaikan. Enak tidak? Kepuasan yang murah. Ini disebut dengan rasa yang murah-murah. Rasa lezatnya orang biasa. Rasa lezatnya orang biasa. Hari ke depan.. mungkin rasa kasar seperti ini pun tidak dapat dicicipi. Tetapi makanan..

Masih dapat membawa kebahagiaan bagi orang-orang. Makanan membawa kebahagiaan. Aku sebelumnya juga tidak memiliki indra pengecap. Tetapi, setelah memakan makanan ini, aku masih merasa sangat bahagia. Rasa bisa membuatmu merasakan makanan lezat. Tetapi soal kepuasan, datangnya dari dalam perut. Dalam perut berasa hangat. Lalu merasa, masalah tidak terlalu buruk. Tidak terduga,

Indra pengecap terakhir dalam hidupku, berakhir pada mi instan. Kamu hari ini sebenarnya agak keterlaluan. Aku sangat sebal jika ada orang yang mengancamku. Banyak juga ya hal-hal yang membuatmu sebal. Aku tahu kamu selalu sebal denganku. Anggap saja kamu memiliki pengetahuan diri. Jadi sekarang kamu boleh memilih untuk pergi meninggalkan.. Aku yang kamu sebal ini.

Apa? Tidak perlu berlomba lagi. Juga tidak perlu menukar indra pengecap. Tetapi aku masih bisa menjadi pengawalmu, koki. Tidak perlu. Tidak ada indra pengecap lagi. Dan juga tidak ada kemungkinan untuk menang. Hidupku hancur. Jika kamu mengikutiku, kamu tidak akan bisa mendapat apa yang kamu inginkan.

Kamu harus yakin bahwa semua akan berubah menjadi lebih baik. Nasib ada ditangan sendiri. Manusia bukan Maha Kuasa. Tidak semua hal bisa dilakukan atas pemikiran sendiri. Jadi apa yang akan kamu lakukan nanti? Memikirkan cara untuk menghasilkan uang. Meski tidak memiliki indra pengecap, aku masih memiliki otak yang cerdas.

Menghasilkan uang untuk membeli kembali kilang anggur. Sudah jam setengah sepuluh. Kenapa? Indra pengecapmu masih ada. Mengagetkan saja. Aku pikir kamu pasti kalah. Aku pikir aku pasti meninggalkanmu. Kenapa kesialan selalu menimpaku ya. Aku yang mengeluarkan uang untuk mi instan tadi. Mi instan ditambah sosis dan acar totalnya 13 yuan. Waktunya minum. Tidak boleh tidur.

Tidak boleh tidur. Kalau tidur, lalu indra pengecap hilang bagaimana? Aku tidak tidur. Zuizui. Zuizui. Masuk. He Buzui. Tuan Lu. Datang, datang, jangan gedor lagi. Zuizui. Akhirnya kamu buka pintu. Apakah sudah siap? Aku datang untuk menjemput kalian pergi ke tempat lomba. Oh ya.. Lu Weixun, bangun! Kenapa kamu cepat sekali beres-beresnya? Cepat sana beres-beres.

Siap-siap untuk lomba. Kenapa masih belum datang? Sudah datang, sudah datang. Tuan Lu, Tuan Lu, Tuan Lu. Kami pasti akan menang. -Kalau.. -Tidak ada kata kalau.. Hanya ada lakukan semua yang terbaik. Tuan Lu. Anda saat itu mengalami kegagalan yang menyakitkan. Dengan begitu cepat Anda menantang kembali. Bisa ceritakan kepada kami perjalanan mental Anda?

Tuan Lu. Apakah dalam lomba ini Anda percaya diri? Tuan Lu. Ada yang mengatakan bahwa Anda sedang berjuang dalam keputus-asaan. Apakah Anda memiliki sesuatu untuk menanggapi ini? Tuan Lu, Tuan Lu, Tuan Lu. Kalian semua ingat ya. Untuk keterampilan guru Muhari ini Harus dicatat baik-baik. Ingat ya.. Para Qianxun. Sekarang adalah waktu bersemangat

Untuk idola kita. Idola kami tidak takut gosip! Tidak takut tekanan! Sekali lagi, menantang pedagang anggur, Mu Chunfeng! Demi kepercayaan yang ada di dalam hati! Demi sebuah kehormatan! Demi semangat master anggur yang ada di dalam hati! Lu Weixun, semangat! Semangat! Lu Weixun menang! menang! Lu Weixun, semangat! Semangat! Semangat! Weixun! Weixun! Weixun! Baik..

Weixun! Weixun! Weixun! Para hadirin dan teman media yang terhormat, ini adalah puncak pertarungan untuk menentukan siapa yang menjadi raja. Anggur China. Adegan pertempuran pengevaluasi anggur yang populer. Persilahkan untuk pengevaluasi anggur domestik, Tuan Lu WeiXun.. dan Tuan Mu Chunfeng memasuki lomba pengevaluasi anggur yang kedua. Apakah keduanya sudah siap? Saya umumkan, lomba dimulai!

Apakah kamu ada merasakan.. Lu Weixun hari ini nampaknya sangat hebat. Jangan khawatir.. Baru saja dimulai.. Bagaimana bisa tidak khawatir? Perbedaan skor mereka cukup jauh. Apakah kamu lupa pada saat itu.. Hasilnya juga tidak terduga kan? Guru Mu hari ini kenapa ya? Sepertinya situasinya kurang baik. Apakah ini agak tidak normal? Dia agak sedikit panik.

Saya bilang.. Apakah ada menyiapkan plan B? Rencana alternatif.. Saya umumkan.. Pemenangnya adalah.. Tuan Lu Weixun! Ini adalah kembalinya raja anggur. Weixun! Weixun! Weixun! Kerja yang sangat baik. Hasil yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Tuan Lu. Dengar-dengar taruhan hari ini adalah kilang anggur mawar yang dimilik Mu Chunfeng. Kira-kira rencana apa yang akan kamu lakukan?

Saya akan mengelolanya dengan baik. Anda sebagai seorang pengevaluasi anggur, bagaimana cara Anda untuk mengelolanya? Apakah adil jika Anda mengelola kilang anggur sendiri? Saya umumkan sekali lagi. Saya akan melepaskan status saya sebagai pengevaluasi anggur. Tuan Lu Weixun. Anda baru saja kembali ke puncak, lalu membuat keputusan seperti itu. Apakah tidak terlalu terburu-buru? Tuan Lu.

Awalnya ketika Anda meninggalkan grup Lu, apakah ada hubungannya dengan 3 kilang anggur besar milik ibumu? Apakah Anda bisa menjelaskannya dengan detail? Benar! Tolong Anda jelaskan detailnya sebentar. Tolong Anda jelaskan sebentar. Mau menjadi pengevaluasi anggur, ataupun menjadi pengelola kilang anggur, tujuan saya adalah untuk melindungi kilang anggur milik ibuku. Terima kasih semuanya. Youzhang..

Rumah kita, masih sama seperti saat kamu masih ada di sini. Tidak ada yang berubah. Anak kita, dia juga tidak berubah. Apakah kalian semua sudah mendengarnya? Headline news ini harus kita dapatkan.. Cepat kembali dan menulis naskah. Baik baik baik, ayo, ayo, ayo. Selamat ya! Lu Weixun. Kamu adalah pengevaluasi anggur yang sangat berbakat.

Saya sangat mengagumimu. Kamu pikir aku menang karena mengandalkan bakat? Memangnya bukan? Orang yang lebih berbakat dan lebih giat dibanding kamu, masih sangat banyak. Weixun, Weixun, Weixun.. Guru.. Saya sudah melihat lombanya. Masalah ini sampai di sini saja. Saya akan memberikan kilang anggur Buck kepadamu. Anggap saja sebagai isi dari perjanjian kita. Guru.

Banyak hal yang telah terjadi sampai hari ini. Saya tidak ingin berhenti di sini. Hari ini idolaku seperti sebuah badai! Tidak memberi lawan kesempatan untuk bernapas. Senang sekali rasanya menang! Meskipun idolaku sudah mengumumkan, akan meninggalkan statusnya sebagai pengevaluasi anggur. Tetapi tidak masalah. Selama di dunia ini ada legendanya, sudah cukup. Betul tidak? Betul! Jadi,

Hari ini kita akan merayakan! Akan minum anggur! Betul tidak? Betul! Lu Weixun, ayo kita pergi. Jarang mereka sesenang ini. Baik! Kalau begitu kita langsung pergi ke bar itu. Bar yang baru buka dan terkenal di media sosial itu. Bosnya adalah teman baikku. Te…teman baikmu? Ayo, ayo, ayo. Kakak Dao! Kami membawa kembali kemenangan!

Aku bilang padamu.. Hari ini idolaku bagaikan sebuah badai yang hebat! Tidak memberi lawan kesempatan untuk bernapas! Senang sekali rasanya menang! Meskipun idolaku sudah mengumumkan akan meninggalkan statusnya sebagai pengevaluasi anggur. Tetapi tidak masalah. Selama di dunia ini ada legendanya sudah cukup. Anggur hari ini, saya yang traktir! Yang mendengar akan ditraktir! Kakak Dao..

Kamu lihat ini idolaku. Hari ini dia sangat tampan. Senior. Bai. Layani sebentar. Silahkan masuk ke dalam. Baik. Hari ini saya yang traktir. Lihat-lihat mau pesan apa. Idola.. Semua anggur hari ini kamu yang traktir? Hari ini saya sangat senang.. Kalian bebas minum anggur apa saja. Bebas minum apa saja. Kalau begitu saya mau…

Mau semua. Mau semua? Di sini ada beberapa jenis anggur yang sangat kuat. Tidak takut. Baiklah! He Buzui Kamu benar-benar berpikir bahwa kamu tidak akan mabuk? Dia memang tidak akan mabuk. Apakah benar? Kamu belum pernah melihatnya. Kamu belum pernah melihatnya meminum setengah gudang anggurku. Masa He Buzui tidak akan mabuk.

Tidak disangka, saya minum anggur bersama seorang yang tidak akan mabuk.. He Buzui, aku sangat mengagumimu.. Lepaskan! Aku mau pergi ke kamar kecil. Kakak Dao, beri saya satu gelas juga. Weixun, berikan aku tanda tanganmu. Kasih aku dulu. Lebih baik berada di sini sebentar. Apa yang terjadi? Cepat lihat sana. He Buzui. He Buzui.

He Buzui. Handphone.. “Kelinci kecil nurut.” “Tolong buka pintu.” “Cepat buka pintu.” “Aku mau masuk.” “Tidak buka, tidak buka, aku tidak buka.” “Mama belum pulang.” “Siapa pun yang datang tidak akan dibukakan pintu.” Cepat nyalakan lampunya! Apa ada orang? Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Sudah tidak apa-apa. Senior, bantu aku nyalakan lampu.

Kamu takut gelap ya. Sudah tidak apa-apa. Tidak apa-apa, ada aku di sini. Tidak apa-apa kan.. Senior, terima kasih ya. Ayo jalan. Tidak perlu tuntun aku, aku tidak mabuk. Saya suka Lu Weixun, Saya suka Lu Weixun. Kamu pelan-pelan. Apakah kamu suka dia? Saya datang karena dia. Saya tanya sekali lagi.

Apakah kamu benar-benar suka dia? Kalau suka kenapa? Kalau tidak kenapa? Apakah ada urusannya denganmu? Senior.. Kami pulang dulu ya. Hati-hati. Senior. Saat itu, saya pergi duluan.. Sebenarnya karena… Tidak peduli alasan apapun itu, aku bisa memahaminya. Aku akan secepatnya menyelesaikan semua masalah. Kamu tenang saja. Perhatikan keamanan. Kenapa? Sudah menang lomba kenapa masih menyesal?

Lu Weixun. Aku pikir. Kalau ada yang mau dikatakan, besok saja ya. Aku pikir. Karena indra pengecapmu sudah kembali, kamu juga sudah memenangkan lomba, akan lebih baik bagi kita untuk membatalkan kontrak. Baik. Aku juga berpikir demikian.