【FULL】Flavour It’s Yours EPS9【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Tuan Lu, ini rumahku. Mau apa kamu? Kamu jangan sampai berniat melukai He Buzui, atau aku takkan melepaskanmu. Bisa pergi sekarang? Nona besar, akhirnya kamu mengangkat telepon. Lu Weixun mencarimu. Yongyong, kamu harus ingat bahwa kamu adalah milikku. Zuizui, aku hidup sebagai orangmu, mati sebagai hantumu, tapi kali ini kamu sudah kelewatan. Dia menghancurkan botolku.
Tapi kamu menghancurkan hatinya. Dia memanggilku pagi-pagi… untuk menjemputmu… demi mengatur… pesta ulang tahunmu, memberimu kejutan. Dia benar-benar sudah berubah. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, tetapi kamu malah membohonginya. Kabur dan kencan dengan kakak plum hitammu itu. Kencan apanya? Kamu salah paham. Kalau salah paham, berilah penjelasan. Zuizui, jika kamu tak mau bekerja sama,
Batalkan perjanjiannya dari awal. Kalau tidak ada uang, kita bisa mencarinya. Tapi kalau kamu tak bahagia, aku juga jadi sedih. Baiklah. Aku tahu. Aku pikirkan lagi. Baik. Mau apa? Aku mau ketemu ayah. Aku mencari Yi Jianguo. Tidak boleh masuk. Aku adalah anggota keluarganya. Tidak boleh masuk! Kalau begitu aku mencari Kepala Pabrik He.
Tidak boleh masuk! Kalian tidak boleh masuk. Lepaskan aku. Ibu. Lepaskan anakku! Lepaskan! Kudengar Yi Jianguo diam-diam mencuri resep pembuatan arak. Ternyata dia juga mencampakkan istri dan anaknya. Manusia macam apa itu. Tinggalkan janda dan anak yatim ini. Sungguh kasihan. Senior, kenapa kamu datang? Kenapa? Tidak senang? Senang. Kusambut dengan senang hati.
Ini terlalu sulit untukmu, kan? Aku sudah terbiasa… harus mengerjakan dua pekerjaan. Aku tahu pekerjaan itu.. mungkin terdengar unik. Kamu juga tidak terlalu menerimanya, tapi ini merupakan pilihanku sendiri. Mungkin… Tuhan ingin mengujiku. Aku ingin mengemban tanggung jawab ini. Masih saja keras kepala. Maaf, aku tidak bisa menerimanya. Tak apa-apa. Aku bisa menunggumu.
Terima kasih, Senior. Tidak mempersilahkan aku masuk? Ayo. Ayah. Hidung kamu benar-benar luar biasa seperti hidung anjing, bisa mencium aroma semangka. Aku adalah hidung anjing. Ini… Ini seniorku, Yi Beidao. Benar-benar mirip. Mirip siapa? Mirip siapa? Mirip siapa? Ayahku selalu membingungkan. Jangan pedulikan, Senior. Kemari. Duduklah. Cepat duduk. Jangan sungkan. Nak, makanlah semangkanya. Paman,
Apa anda masih membuat arak? Tidak lagi. Tidak menguntungkan. Hal yang tidak menguntungkanmu adalah ayahku mencuri resep rahasia arakmu. Tetapi ketidakuntunganmu membuat keluarga kami hidup dalam kesedihan. Kalau begitu ambil dan lihatlah. Jika melihatnya, telepon aku. Baik. Kalian berdua lihatlah, apakah pernah bertemu dengan orang ini? Tidak pernah. Benarkah? Tidak pernah. Pelan-pelan, Bu. Senior.
Jangan potong lagi, sudah cukup. Buzui, toilet di mana? Di dalam kamar itu. Permisi. Kamu makanlah dulu semangkanya. Aku mau masak dulu. Ayah, hari ini senior datang. Masaklah yang banyak. Senior, sedang melihat fotoku, ya? Bagaimana? Aku imut kan saat masih kecil? Buzui, ini siapa? Ini adalah kolega lama ayahku, kepala pabrik yang dulu.
Tapi setelah dewasa aku tak pernah melihatnya lagi. Ayo, kita makan. Kenapa kamu datang? Kembalilah bersamaku. Lepaskan! Yang harus melepaskannya adalah kamu. Kamu mau berkelahi? Ada yang datang lagi. Sedang bermain game? Ayah, kami main tarik-tarikan. Main tarik-tarikan? Baiklah. Aku yang jadi wasitnya. Sakit. Lepaskan! Lepaskan! Kamu menyakitinya. Ayah, tolong temani senior. Aku keluar sebentar.
Aku akan segera kembali. Kamu… ikut aku. Kalian tidak makan? Kemarilah, kita makan. Maaf. Aku masak tambahan lagi. Kamu mau apa? Kamu pulang bersamaku. Aku tidak mau pulang. Kamu ini kenapa tak bisa membedakan yang baik dan buruk? Benar. Aku memang tak bisa membedakan yang baik dan buruk, salah menganggap kamu orang baik.
Apa kamu tidak tahu dia sedang menyelidikimu? Bukannya kamu juga berencana menekanku? Kamu jangan membandingkan dua hal yang berbeda. Gunakan otakmu untuk berpikir. Kalau kamu datang untuk adu mulut denganku, aku sarankan kamu untuk pulang. Hari ini aku sibuk. Buzui, ayo makan. Aku lapar, mau makan. Kamu… jangan masuk. Makanlah yang banyak.
Sebenarnya kemampuan memasakku tidak buruk. Cicipi, cicipilah. Kemampuan Paman memang bagus. Di dalamnya mengandung jamur hazel berkualitas baik, ditambah dengan sup ayam kampung yang direbus selama 3 jam, dan juga ditambah bahan-bahan herbal. Indra pengecapmu bagus juga. Enak, kan? Kalau enak, makanlah yang banyak. Lu, kamu juga cicipilah.
Lihatlah apa kamu bisa mencicipi bahan yang ada di makanan ini, bahan herbal apalagi yang kugunakan. Ayah, dia demam belakangan ini. Tidak cocok untuk makan makanan ini. Kalau begitu makan sayuran saja. Sayuran ini… kelihatannya tidak menarik. Tapi kuahnya… adalah resep rahasiaku. Ini… kentang dan terong? Buzui, kita keluar sebentar. Kamu mau apa?
Aku menemuimu untuk urusan pekerjaan. Lu Weixun, ini hanya masakan rumahan. Kalau kamu tidak bisa mencobanya, ya sudahlah. Tidak usah kamu pedulikan. Jangan merasa tersaingi. Aku tak boleh kalah dari Yi Beidao. Kamu mau apa? Kamu tidak akan mau… Kamu, jangan mendekat. Aku hanya ingin membuat mereka tahu… indra pengecap yang sebenarnya,
Sesuatu yang paling nyata di dunia ini. Kamu sudah gila ya? Demi melawannya. Kamu… buat apa kamu? Ya. Aku bos, ikuti perintahku. Cepat makan, makanannya sudah dingin. Paman, dengarkan baik-baik. Bahan pilihan digunakan dalam masakan ini adalah jamur hazel dari gunung Changbai, yang direbus dengan ayam betina. Bahan-bahan herbal dalam masakan ini yaitu…
Ginseng, jamur ulat, ubi China dan buah gorgon. Rasanya manis dan agak sedikit asam. Tapi aku tak mengerti, kenapa ada rasa bawang putih? Kamu salah. Bagaimana mungkin ada bawang putih di situ? Tidak salah. Kamu benar. Aku tidak sengaja… memasukkan bawang putih ke dalam panci. Aku langsung mengambilnya. Tak kusangka kamu dapat merasakannya. Bagus… bagus…
Cepat makan. Kilang Anggur Mawar ternyata memiliki reputasi yang bagus. Wanginya juga memikat. Aku baru saja mau berkunjung, anda malah menelpon. Tidak perlu. Bagaimana persiapanmu? Dari pertandingan sebelumnya, lidahku selalu siap. Jadi, apa yang dia inginkan? Kilang Anggur Mawar. Anda tenang saja. Lu Weixun… tutup botol pun tidak mungkin diambil keluar dari tempatku. Baiklah. Halo.
Paman, maaf, saya masih ada kerjaan. Saya dan Buzui pulang dulu. Lain kali… saya akan memasak untuk anda. Baik. Pergilah. Aku tidak ikut. Kamu bilang apa? Pimpinan sedang ada urusan, bagaimana mungkin kamu tidak ikut? Aku belum selesai makan. Jangan makan lagi. Cepat pergi. Aku belum kenyang. Saat pulang nanti aku akan membuatmu kenyang. Senior,
Kamu makan saja, makan yang banyak. Makan yang banyak. Dia kenapa? Jangan-jangan terkena Alzheimer? He Wangyou, tak peduli kamu berubah seperti apa, tidak akan dapat menghapus semua dosa yang kamu lakukan. Pak He, kemarilah dan habiskan bersamaku. Tunggu sebentar. Aku akan ke sana setelah makan. Paman, saya permisi dulu. Kamu mau pergi?
Kamu hanya makan sedikit. Baiklah, hati-hati di jalan. Iya. Mereka ini banyak menyisakan makanan. Kamu ini kekanak-kanakan. Masa benar-benar berpikir bahwa ciuman dapat menukar indra pengecap. Tidak peduli apapun alasannya, mendapat pujian dari ayahmu itu sungguh berharga. Lu Weixun, aku benar-benar tak mengerti sesuatu yang bernilai bagimu. Demi bertandingan seniorku
Kamu mencium orang lain sesuka hatimu? Kamu tahu tidak? Kamu tahu tidak kelakuanmu ini benar-benar kekanak-kanakan. Bagaimana aku bisa punya bos seperti ini? Aku bosmu, ikuti perintahku. Kekanak-kanakan. Kamu memperbaikinya? Aku memperbaikinya saat waktu senggang. Aku memaafkanmu. Demi menunjukkan image baikku sebagai bos, aku tak segan-segan berada di depan ayahmu menunjukkan rasa yang sebenarnya.
Jika pertandinganku dan Mu Chunfeng… kalah, hutangmu akan bertambah. Bisa kamu masuk akal dikit? Kamu bilang demi aku, jelas-jelas kamu sendiri yang berjiwa kompetitif. Karena kamu dan seniormu itu yang tidak jelas, kan? Dasar manusia tidak punya hati. Kamu tidak mematuhi perjanjiannya. Guru Mu akan segera datang. Cepatlah bersiap-siap. Lihat, apa aku sudah rapi?
Bajunya dinaikkan sedikit. Ayo, Guru Mu. Silahkan. Silahkan. Guru Mu… dapat meluangkan waktu di saat sibuk, terutama sebelum pertandingan memenuhi undangan wawancara kami. Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Guru Mu, terima kasih. Anda terlalu sungkan. Aku merasa… sebelum pertandingan harus agak santai. Iya. Penampilan Guru Mu di pertandingan sebelumnya… benar-benar membuat kami terpukau.
Kami yakin di pertandingan selanjutnya anda juga akan menang. Benar. Guru Mu, silahkan duduk. Baik. Di sini. Kalau begitu, kita mulai. 2017, Cabernet Sauvignon. Berapa lama? 16 menit 24 detik. Terlalu lama. Akurasinya 100%. Tapi jarak waktu yang tersisa untuk melawan Mu Chunfeng… hanya tersisa kurang dari 2 minggu.
Dalam waktu 2 minggu ini kita harus meningkatkan kecepatan kita lebih dari dua kali lipat. Tapi itu tidak mungkin. Jadi, bagaimana? Pertandingan harus selesai dalam waktu 10 menit. Bagaimana kalau kita tinggalkan 5 gelas anggur? Aku tak akan menyisakan satu gelas pun. Kalau begitu kita hanya bisa meningkatkan kecepatan lainnya. Kecepatan lain? Kecepatan menulis.
Dalam waktu 2 mingu, tingkatkan kecepatan menulismu. Kamu serius? Ini… sama seperti atlet yang berlatih sebelum bertanding. Latihan fisik dapat meningkatkan kemampuan respon tubuhmu. Sebelum pertandingan kita harus… mengatur stamina tubuhmu dalam kondisi prima. Tak disangka… orang berotak kayu sepertimu… berguna di saat-saat genting. Kamu… kamu yang berotak kayu. Kamu… kamu..
Aku… aku salah… aku salah. Aku tahu aku salah. Aku benci berkeringat. Kamu tidak mau menang? Jangan malas. Teruskan latihannya! Menambah tingkat kesulitan… berguna untuk latihan. Lari! Baru saja lari berapa menit?! Perut. Gunakan otot perut. Tambah beban 5 kg. Kamu bisa. Cepat berlatih! Kamu… saat pulang nanti, mandi air hangat, agar otot-ototmu rileks.
Jangan bertingkah seperti kakak sulung saat berbicara padaku. Aku juga pulang mau minum… untuk melepas lelah. Apa kamu selelah itu? Kamu bilang saja mau atau tidak menaikkan gajiku? Aku traktir minum anggur. Ayo! Kenapa kamu menghindar? Lu Weixun, kamu jangan pakai perasaan. Aku datang untuk membantu bisnis seniormu, masa’ gak boleh? Apa yang kamu khawatirkan?
Aku ini blak-blakan. Apa yang perlu ditakutkan? Ayo. Kenapa diam saja? Jarang ya? Aberlour Original… nomor 39… pakai es batu. Buat lagi, esnya kurang. Aku lupa bilang, aku minumnya pelan-pelan. Bisa kamu ganti dengan bola es batu? Lu Weixun. Senior, jangan pedulikan dia. Kamu mau apa? Minum setelah bekerja.
Kamu tidak bisa membuatku tenang sebentar saja. Mengantisipasi hal yang tak diinginkan. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Agar sebelum bertanding indra pengecapku tidak dijatuhkan oleh orang aneh, aku harus mengawasi prosesnya secara menyeluruh. Margarita. Benar-benar enak. Tequila spesial dari Meksiko… dipadukan dengan aroma lembut… yang membuat rasanya menjadi lembut.
Lalu rasa asam dari lemon yang cukup kentara. Sepertinya di dalam anggur ini ada… garam. Penbuat asli anggur ini adalah Duras. Margarita adalah nama kekasihnya yang sudah meninggal. Margarita suka makan makanan asin semasa hidupnya. Maka dari itu dia menambahkan garam ke dalam anggur. Anggur ini… adalah untuk seseorang yang dicintai. Seseorang yang dicintai.
Seseorang yang dicintai. Aku akan menunjukkan padamu mengenai seniormu tercinta ini, apa yang dilakukannya diam-diam selama ini. Ikut aku. Kamu tidak akan percaya bahwa dia yang merencanakannya, kan? Lihatlah. Kamu sudah gila. Tuan Lu, kamu tidak sopan. Kamu menutupinya dengan baik. Kamu yang berhati kotor, mengira orang lain berhati kotor, kan? Tujuanmu sudah terungkap…
Malah menunjuk orang lain. Munafik. Hubunganku dengan He Buzui, bukanlah hal yang bisa dirusak oleh orang lain. Cepat atau lambat, kebenaran akan terkuak. Cukup! Lu Weixun, jangan berprasangka begitu. Kalau saja tidak ada Yi Beidao, tidak akan ada aku yang seperti ini. Walaupun dia punya maksud lain, aku tidak masalah. Dasar bodoh! Senior,
Maaf hari ini sudah merepotkanmu. Tidak apa. Lagipula apa yang kamu katakan tadi… membuatku senang. Kalau begitu aku pergi dulu. Hati-hati di jalan. Nona besar, kenapa kamu tidak mengangkat telepon? Apa kamu sudah pulang? Sudah. Yongyong, aku capek. Kenapa? Kacau. Pikirkan uang dua juta itu. Kapan ini akan berakhir? Setelah pertandingan berakhir, putuskan kontraknya.
Lalu kembali bebas. Pertandingannya… tidak tahu bisa dimenangkan atau tidak. Besok aku akan menemui kalian. Mengenai Mu Chunfeng, aku ada kemajuan terkini. Mu Chun… Brandy. Wine langka milik Kilang Anggur Reineck… karena rasanya yang tajam, kental. Anggur disimpan lama di tong kayu Sauvignon Blanc yang dibuat dalam waktu lama, dijuluki anggur kecemburuan. Asam. Benar-benar asam.
Kamu sedang mencemburui siapa? Apakah gadis yang di atas itu? Bagaimana kamu tahu? Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Kamu marah karena dia tidak percaya padamu. Aku marah, karena aku khawatir dengan indra pengecapku. Orang-orang selalu tertipu dengan tampilannya. Jelas-jelas kamu mengkhawatirkannya. Sebagai penyelidik 007 dari tim khusus indra pengecap, latar belakang Mu Chunfeng…
Akhirnya bisa kutemukan dengan jelas. Bisa dibilang… ada kaitannya dengan orang yang kamu idolakan, yang mendanai biaya pendidikannya. yaitu Grup Lu. Ternyata dia. Kalian berdua bertengkar lagi ya? Latihan fisik akan dimulai ya? Semangat! Malam ini pukul 8, ada hal penting yang akan disampaikan. Berita penting ini… jangan sampai tersebar.
Buatlah judul ini jadi lebih menyegar. Baik, akan segera kuubah. Baik. Bagaimana persiapan artikel pertandingan? Sudah hampir selesai. Kali ini kami menyiapkan… artikel mengenai kemenangan Mu Chunfeng. Jangan anggap remeh Lu Weixun, orang seperti dia tidak akan mudah kalah. Baik. Gunakan waktu sebaik-baiknya. Kerjakan dengan benar. Kenapa aku merasa sedikit kasihan pada Lu Weixun? Zhuzhu,
Kamu ini kenapa? Kamu mau dilecehkan lagi? Tidak tahu kenapa… aku merasa… Lu Weixun akan membalikkan keadaan. Menurut kalian… jika Lu Weixun menang, apakah Kak Miya akan kembali? Mungkin. Aku sudah tak sabar menunggunya. Kenapa kamu mengikutiku? Untuk terakhir kalinya bertukar kesempatan, aku harus menjaganya. Siapa? Hao Yong. Dia bilang menemukan sesuatu yang penting. Ayo.
Cuma mengembalikan payung… sampai harus ke tempat seperti ini. Waktu kecil aku suka… berdiam diri di sini. Adikku pun tidak tahu. Adikmu? Kalian kembar? Iya? Dia? Di mana? Sudah meninggal. Hari ini peringatan kematiannya. Maaf. Tidak perlu meminta maaf. Ada orang lain yang harus meminta maaf. Maksudnya? Adikku meninggal bukan karena kecelakaan. Orang yang menyakitinya…
Malah hidup bahagia. Saat itu dia benar-benar tulus, tetapi malah dibuang sembarangan. Saat kami berdua masih kecil, ayahku diperlakukan tidak adil. Dia dijebak… dan menghilang. Beberapa tahun ini… aku menjalani hidup dengan penuh kebencian. Kehidupan orang lain… aku sudah tidak tahu lagi. Adikmu itu orangnya seperti apa? Dia lemah lembut, berbeda denganku.
Mungkin saja dia tidak ingin kamu jadi begini, hidup dengan menanggung kebencian. Semuanya akan berakhir. Kenapa kamu menceritakannya padaku? Tidak tahu, mungkin karena hatiku benar-benar sesak. Aku merasa kamu adalah orang yang bisa dipercaya. Apa yang bisa kubantu untukmu? Kamu mendengarkanku berkeluh kesah seperti ini… aku sudah bahagia. Hao Yong. Zuizui. Halo. Pelayan, kopi.
Tidak usah. Baiklah, sekarang katakan masalahnya. Bukannya kamu bilang ada hal penting… yang akan diberitahu padaku? Hal penting… hal penting apa? Aku tanya padamu. Benar. Tanya ke aku. Hal penting yang ingin kukatakan adalah… harusnya… Mu Chunfeng. Mu Chunfeng… ada sesuatu. Omong kosong. Mu Chunfeng. Aku mau ke toilet. Aku juga. He Buzui,
Kamu jangan diam-diam kabur. Kalau sampai tertangkap olehku, gajimu hangus. Hao Yong, awasi dia. Siap! Sebenarnya ada apa? Lepas bajumu. Mau apa kamu? Kita bukannya saudara? Kamu mau mati? Cepat!