【FULL】Flavour It’s Yours EP5【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Halo, John Collins Anda. Terima kasih. Menurut Anda mengapa Lu Weixun sampai sekarang belum membalas? Banyak yang menebak, Lu Weixun tidak menerima tantangan karena takut kalah. Aku rasa bukan karena itu. Sejujurnya, bakat indra pengecap Tuan Lu, aku juga sedikit takut. Tapi, ada satu hal yang membuat ku bingung. Dia pernah bilang… Rupanya kamu.
Makanya aku bukanlah penguntit yang mengikutimu. Maaf ya, Hari itu aku salah paham. Anggur ini bukan kamu yang buat kan? Memangnya ada masalah apa? Walaupun John Collins dibuat dengan Whisky sebagai dasarnya, ditambah lemon, sirup, dan air soda, bartender biasanya lebih mementingkan perbandingan rasio lemon dan air soda, tidak berani menutupi aroma asli Whisky.
Tapi kamu malah menambah lemon sehingga aroma Whisky pada awalnya tersembunyi dibalik asam lemon hingga sesaat setelah arak masuk kedalam tenggorokan barulah aromanya muncul pelan-pelan. Bukankah begitu? Aku hanya menambahkan satu irisan lemon. Kalau begitu tolong buatkan aku segelas lagi. Ternyata Nona begitu mengerti tentang arak, kalau begitu yang satu ini gratis. Terima kasih.
Lu Weixun dan Ayahnya, sebenarnya memiliki hubungan apa? Mana ada orang yang mencelakai anaknya sendiri. Sejujurnya, bakat indara pengecap Tuan Lu aku juga sedikit takut. Tapi, ada satu hal yang terus membuatku penasaran. Dia pernah bilang tidak ingin bergantung kepada Ayahnya, tapi bakat indra pengecapnya bukannya berasal dari Ayahnya? Ini, ini juga,
Kirimkan ke ruanganku setelah selesai memperbaikinya. Baik. Kak Miya, ini yang baru saja selesai aku edit, ringkasan berita lomba nanti malam. Perbaiki beberapa bagian yang aku tandai, setelah itu antarkan ke ruanganku. Baik. Kenapa kamu hanya memberiku satu ringkasan? Kenapa memangnya, Kak Miya? Kalian hanya memberikanku ringkasan berita tentang kemenangan Lu Weixun.
Jika dia kalah kita akan kelabakan. Semuanya, ringkasan beritanya sudah selesai? Kak Miya meminta kita menyiapkan satu lagi tentang berita kekalahan Lu Weixun. Kalian kembali bekerja dulu. Miya. Bagaimana? Ditulis sekarang? Waktunya tidak cukup lagi untuk ditulis sekarang? Tidak tahu. Miya, aku tahu hal ini kamu lakukan demi kepentingan majalah kita. Tapi benar-benar tidak perlu.
Kepala redaksi, Aku tahu sampai batas mana kemampuan Mu Chunfeng. Dia tidak sesimpel itu. Baik. Para Qianxun, semuanya, ini adalah hari dimana idolaku Weixun resmi menerima tantangan Mu Chunfeng. Apakah kalian menantikannya? Menantikannya! Kita sekarang berada didepan hotel Wanjia menantikan kedatangan idola kita. Sudah datang. Lu Weixun! Lu Weixun! Lu Weixun! Tuan Lu,
Apa pendapat Anda terhadap lomba pengecapan anggur kali ini? Selain cepat selesai, ada pandangan apa lagi? Semuanya, idolaku tampan sekali bukan? Terlambat selangkah, potong gaji. Kamu orang cacat ya? Ada tangan dan kaki, tidak bisa melakukannya sendiri? Lu Weixun kapanpun tetap menjadi pusat perhatian. Mungkin setelah pertandingan kali ini dia bukan lagi.
Aku tidak berharap dia terus menjadi pusat perhatian. Aku pasti mengabulkan keinginanmu. Kalau begitu, senang bekerjasama denganmu. Kamu kenapa? Aku gugup. Kamu yang naik ke panggung atau aku yang naik? Aku menggantikanmu gugup. Kamu yakin ingin mengikuti lomba kali ini? Kenapa aku punya firasat buruk? Kamu jangan membawa masalah kepadaku saja sudah cukup.
Kalau begitu aku keluar menghirup udara sebentar. Aku merasa sesak di ruangan ini. Cepat kembali. Berputar kesana kemari, membuatku pusing saja. Baik. Zhong, disini kotor, sikat sekali lagi. Baik. Direktur Wan, Direktur Wan, Direktur Wan. Kenapa? Anda tidak apa-apa? Maaf. Bagaimana kamu jalan? Kenapa lari-lari? Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Paman Wan,
Bagaimana kamu mengenalku? Ini aku, He Buzui. Ayahku, He Wangyou. Buzui ya? Sudah begitu besar ya. Anda kenal? Anak perempuan teman lamaku sudah tumbuh menjadi anak gadis. Maaf paman, tadi aku yang salah. Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Salahku, sibuk sendiri. Direktur Wan, hal seperti ini lain kali serahkan saja kepadaku. Baik… baik… baik… Direktur Wan,
Anda yang membuka hotel ini? Ini bukan apa-apa, hanya sekedar membuka hotel kecil seperti dulu. Suka melakukan semuanya sendiri. Kamu kenapa disini? Menginap di hotel? Aku datang mengikuti lomba. Aku adalah asistem Lu Weixun sekarang. Tadi tersesat saat berjalan. Cari ruang tunggu ya? Jalan terus, belok kanan, sampai. Terima kasih paman. Oh iya,
Jika Anda tidak ada urusan, pulanglah melihat ayahku, dia sangat merindukanmu. Baik. Sampai jumpa, paman. Direktur Wan, Anda benar tidak apa-apa? Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Tuan Lu. Tuan Lu. Lomba akan segera dimulai. Tuan Lu. Yongyong! Zuizui! Kamu kenapa ada disini? Kamu sungguh membuatku khawatir. Lihat kamu bahkan sudah kurus, dikurung pasti tidak enak kan?
Aku tidak apa-apa, sangat baik, kamu tidak perlu khawatir. Dia? Jangan-jangan dia bertindak tak senonoh lagi terhadap He Buzui. Pergi… pergi…pergi. Apaan? Seenaknya saja. Sinetron pun tidak dibuat begitu, orang dialam itu siapa? Lu Weixun. Anak Bos grup, apa yang membuat He Buzui menarik di matanya? Bos, perkataanmu ini sungguh tidak enak didengar.
Sudah… sudah… sudah… sudahlah. Orangnya baik-abik saja didalam, kamu tidak perlu khawatir. Kalaupun Lu weixun rugi, dia tidak akan rugi. Pergi. Sepertinya benar juga. Tunggu aku. Ngo.. ngo.. ngomong-ngomong, apakah setelah digunakan kali ini hanya akan tersisa 2? Kamu merasa banyak atau sedikit? Aku, aku tentu berharap cepat selesai, cepat bebas.
Apakah sengsara sekali dicium olehku? Dicium oleh orang yang tidak disukai tentu merasa tidak enak. Kamu sebegitunya membenciku? Tidak bisa dibilang benci juga. Kamu gigit aku! Kamu ini anjing ya? Tidak ingin kerja lagi? Berhadapan dengan orang mesum sepertimu, ada cara apa lagi yang lebih baik. Nona He, kamu harus mengerti,
Orang itu berharga jika tahu diri. Terhadap perubahan yang terjadi pada indra pengecap kita, baik proses maupun hasilnya, yang untung adalah kamu. Nanti dipanggung kamu hitung waktuku dengan baik. Idolaku datang, idolaku datang. Lu Weixun, Lu Weixun datang. Rupanya ini aura pengevaluasi anggur profesional. kharismatik bagaikan raja, orang yang dipilih Tuhan. Semuanya,
Cepat simpan hati kecil kalian. Nanti setelah lomba selesai, aku akan melakukan undian. Silahkan. Para tamu yang kuhormati, teman-teman media di tempat, senang sekali dapat berkumpul dengan Anda sekalian disini, mengikuti pesta perlombaan pengevaluasi anggur kami. Perlombaan antara pengevaluasi anggur terbaik Nasional, Tuan Lu Weixun dan Mu Chunfeng. Pertama, persilahkan aku memperkenalkan
Proses perlombaan kali ini. Anda melihat didepan kedua pengevaluasi anggur masing-masing terdapat 50 gelas anggur. Selanjutnya, kedua pengevaluasi anggur perlu mengisi infromasi anggur pada kartu yang telah kami sediakan. Informasi yang perlu ditulis berupa tahun arak, asal produksi dan komposisi. Siapa yang duluan menyelesaikan pencicipan anggur, maka dia yang akan menang.
Selanjutnya aku ingin bertanya kepada kedua pengevaluasi anggur. Kalian sudah siap? Baik. Ku umumkan, perlombaan resmi dimulai! Benar-benar hebat. Benar. Kedua orang ini cara yang digunakan dalam mencicipi anggur sangat berbeda. Kamu lihat Guru Mu, tenang dan mantap. Lu Weixun, cepat dan pasti. Mu Chunfeng walau sedikit kalah di kecepatan, tapi dari basis nilainya,
Ketepatannya juga tidak kalah dengan Lu Weixun. Perlombaan seperti ini, jika keduanya memiliki ketepatan yang sama, maka yang diuji adalah kecepatan. Idolaku meminumnya, apakah karena anggur ini sangat enak? Atau ada yang spesial? Cerutu, tanin yang kuat, strkturnya begitu besar dan jelas, itu dia. Lu Weixun kenapa? Kecepatan Lu Weixun menurun.
Tapi Mu Chunfeng tetap tenang, tidak berubah. Ceri. Mawar. Arben. Pulm Matthiola incana. Lada. Mana mungkin! Ini sudah ketiga kalinya, idola lagi ngapain sekarang? Padahal kemenangan sudah didepan mata. Mana mungkin! Mana mungkin! Dua rasa sangat berbeda, tidak pernah ada yang melakukan pencampuran seperti ini. Sebenarnya apa ini? Apa ini? Sebenarnya apa ini? Salah, salah,
Salah. Bukan. Dua rasa sangat berbeda, tidak pernah ada yang melakukan pencampuran seperti ini. Sebenarnya apa ini? Terima kasih telah membiarkan ku menang. Ku umumkan, pemenang dalam perlombaan ini adalah Tuan Mu Chunfeng! Selamat! Tuan Mu. Tuan Mu, lihat sini. Curang! Curang! Pasti curang! Kamu datang dari mana?
Mana mungkin bisa menang dari pengevaluasi anggur jenius! Sponsor memberimu berapa banyak uang? Aku Xia Fan memberimu dua kali lipat. Lepaskan aku! Lepaskan! Jangan menarikku! Aku kasih dua kali lipat! Lu Weixun. Lu Weixun, kenapa kamu bisa kalah, perlombaan ini begitu penting, kamu kenapa bisa kalah. Hati-hati… hati-hati… hati-hati. Tidak apa-apa, aku akan mendukungmu.
Benar! Aku juga akan mendukungmu! Kami akan tetap menyukaimu Lu Weixun! Lepaskan aku! Lepaskan! Lu Weixun akan turun dari posisinya. Kak Miya, ayo kita pergi. Kita hanya menyiapkan ringkasan berita kemenangan Lu Weixun, sekarang Mu Chunfeng menang, jika tidak segera menulis ringkasan beritanya, tidak akan bisa merebut posisi berita utama.
Ringkasan berita Mu Chunfeng sudah ada di kotak suratku, Semuanya berjuanglah malam ini. Berdiri! Belajar baik-baik dari orang! Untuk apa mempekerjakan kalian berempat? Malam ini lembur! Pergilah. Baik, kepala redaksi. Bisa menang dari Lu Weixun pada perlombaan kali ini sudah dalam perkiraanku, tapi masih, tapi masih, sedikit membuatku terkejut. Kedepannya penggemarmu akan semakin banyak.
Baik, terima kasih. Kedepannya akan lebih baik. Terima kasih. Terima kasih kepada seluruh hadirin sekalian. Terima kasih. Halo, Kantor majalah. Tuan, telepon dari kantor majalah. Baik. Halo, tidak perlu sungkan. Semua hasil itu ada dalam perkiraan, kamu lakukanlah seperti yang kita bahas waktu itu. Baik. Tuan, Anda memperlakukan Tuan muda sedikit terlalu… Kenapa?
Terlalu kejam ya? Sejujurnya, aku tidak ingin melakukannya, bagaimanapun dia itu anakku. Tapi, suatu hari nanti dia akan mengerti perbuatanku ini ada alasanku sendiri. Aku ini juga terpaksa melakukannya. Beritahu Mu Chunfeng, bilang hal itu dia tidak perlu khawatir. Baik. Buzui. Buzui. Buzui. Paman Wan? Kenapa kamu terburu-buru pergi? Paman masih belum bersengkrama denganmu.
Hari ini aku ada urusan, lain kali kita bicara lagi. Baik…baik…baik, Paman Wan sampai jumpa nanti. Sudah ku bilang, kamu ini mulutnya jelek, gampang emosi, pasti akan dihajar suatu hari nanti, kusarankan kamu memperbaikinya. Tapi sepertinya kamu tidak akan bisa berubah. Kenapa kamu mengikutiku? Sekarang kamu yang mengikutiku. Ini rumahku.
Aku ini lihat kamu kalah dalam perlombaan makanya berbaik hati untuk menemanimu. Anjing menggigit orang baik, tidak tahu hati orang baik. Aku sudah tahu kamu sama dengan mereka, ingin aku kalah. Benar. Aku berharap kamu kalah. Lihatlah pandanganmu yang sempit ini, mampus kalah! Kalau begitu kamu ngapain ada didepanku? Lenyap dari hadapanku! Pergi! Pergi!
Pergi ya pergi, aku pergi sekarang juga! Siapa yang tidak pergi, dia anak anjing! Xun, Ibu akan pergi. Kemana? Ibu tidak pulang bersamaku? Kenapa harus pergi? Bukankah aku kebanggaan kamu? Karena aku kalah makanya kamu mau meninggalkanku? Ibu. Ibu. Halo, Nona besar. Kamu bilang, kenapa ada orang yang begitu menyebalkan! Dia begitu menyebalkan,
Kamu masih saja bersikeras menjaganya. Mengambil uang orang membantu dia keluar dari kemalangan. Aku ini bersikap layak terhadap pekerjaanku. Kamu sudah mendapatkan uangnya? Belum. Makanya, kamu bukan karena uang bukan? Bukan karena uang masa karena aku suka sama dia? Candaan internasional apa itu! Jadi kamu berencana meninggalkannya sekarang di saat-saat tersulitnya? Dia yang mengusirku,
Bukan aku yang ingin pergi. Lagi pula, sesuai keinginanku! Baiklah, kalau begitu kuucapkan selamat keluar dari dunia iblis, kembali ke dunia manusia. Kamu tunggu saja aku pulang dengan selamat Baik, dah. Kenapa kamu disini? Kamu yang menyuruhku datang. Aku. Aku mendengar kamu memanggilku. Kamu butuh teman, kamu butuh bantuan. Aku tidak membutuhkan siapapun.
Siapapun tidak dapat membantuku, selain diriku sendiri. Kamu pergilah. Kamu sudah mabuk. Midi. Jangan bertemu lagi, walaupun dunia begitu luas. Ucapan selamat tinggal pun tidak diucapkan. sungguh kejam bukan? Celaka! Dia tidak akan berpikiran pendek bukan? Lu Weixun, masih bilang sendiri mengevaluasi anggur tidak akan mabuk, kali ini ketangkap basah. Bangun. Lantai terlalu dingin. Mari, ku bantu kamu bangun. Begini mudah flu. (Saat dimana memelukmu_ Aku ambilkan kamu selimut. Jangan pergi. Xun tidak kalah. Ayah belum pulang, Ibu jangan pergi. Aku janji, tidak akan pergi. Tapi aku pernah bilang, siapa yang tidak pergi dia anak anjing. Jangan pergi. Sudahlah. Anak anjing lucu juga, benarkan? Kepala redaksi, Profesor Anggur akan membatalkan semua kontrak kerja sama dengan Lu Weixun. Pemberitahuannya sudah kukirimkan kepadamu, kamu cetak dulu. Baik. Silahkan. Ada apa? Laporan pengunduran diriku Anda sudah melihatnya?
Aku ingin tahu alasannya. Kekalahan Lu Weixun mengakibatkan dia kehilangan nilai. Dari pandangan perusahaan, aku adalah editornya, wajib bertanggung jawab atas kekalahannya. Begini saja. Aku meliburkanmu selama 1 bulan, kamu pertimbangkan baik-baik dulu. Sudah ku pikirkan dengan baik. Belum tentu. Libur mulai dari hari ini. Pergilah. Terima kasih kepala redaksi. Mumpung libur, istirahatlah dengan baik.
Kontrak kita dan Guru Lu sudah batal? Sudah batal. Kalau begitu bisa dibilang, kabar baik juga, kabar yang sangat baik. Kabar besar! Kak Miya memberikan surat pengunduran diri ke kepala redaksi, kepala redaksi tidak menyetujuinya, memberikan libur 1 bulan kepadanya dan mendapat gaji. Menurut kalian, aku sekarang kasih surat pengunduran diri masih sempat? Sempat.
Kamu mungkin akan dipecat detik selanjutnya. Kak Miya. Anda datang juga. Perlombaan kali ini, hasilnya begitu tidak terduga. Kami harap Anda dapat menulis sebuah artikel di situs resmi mengatakan anggur dari kilang anggur kami tidak mungkin bisa ditebak oleh Lu Weixun. Dia bukan lagi pengevaluasi anggur jenius yang dulu. Mumpung Lu Weixun lagi kalah,
Kami harap Anda bisa mempromosikan anggur dari kilang anggur kami. Maaf ya. Tidak menerima iklan. Tidak apa-apa tidak menerima iklan, tidak mempromosikan kilang anggur kita juga boleh. Tapi jika Anda bisa menjelekkan Lu Weixun, aku rasa harganya bisa kita bahas. Maaf. Aku hanya menulis apa yang aku inginkan di situs resmiku. Nona Mi,
Anda pertimbangkan dulu. Pagi. Breaking News. Majalah Profesor Anggur mengumumkan pembatalan kontrak kerja sama dengan pengevaluasi anggur jenius Lu Weixun. Bahwa, pengevaluasi anggur jenius Lu Weixun setelah kalah dari Mu Chunfeng, Mu Chunfeng berhasil mengalahkan rekor Lu Weixun dalam dunia pengevaluasi anggur. Majalah Profesor Anggur sebagai arah dari dunia pengevaluasi anggur
Langkah yang diambil ini apakah berarti kedatangan masa Mu Chunfeng, dan masa Lu Weixun telah berlalu? Awak media ini selalu suka membesar-besarkan masalah. Kamu jangan serius ya, kalau serius kamu sudah kalah. Serius atau tidak, aku memang sudah kalah. Sebenarnya, aku juga bertanggung jawab. Mungkin karena aku tidak menjaga indra pengecapmu dengan baik.
Kamu tahu itu. Tidak tahu kamu akan begitu sedih. Bukannya kamu mau pergi? Kenapa masih disini? Pergi! Pergi! Aku memang mau pergi, tapi bukan sekarang. Apa maksudmu? Jangan pergi, Xun tidak kalah. Kontrak sudah tertulis jelas, aku akan menjalankan kontrak itu. Lagi pula aku belum mendapatkan uang. Kontrak ditulis olehku. Aku berhak mengubahnya.
Begitu juga tidak bisa. Hutangku belum kulunasi. Aku butuh, lagi pula aku sudah kalah. Bagiku kamu sudah tidak berarti lagi. Kamu bicara apapun itu omong kosong. Bukannya hanya kalah dalam satu perlombaan? Kamu sampai segitunya. Aku tidak bisa menerima kekalahan apapun di dalam hidupku. Kamu sadarlah sedikit! Kalah dengan ikan teri yang
Tidak tahu datang dari mana, kamu benar-benar puas? Kekalahanmu kali ini hanya karena tekananmu terlalu besar, waktu terlalu singkat. Apakah kamu tidak bisa memberi dirimu sendiri satu kesempatan lagi? Sudah kuduga. Anisette adalah rasa asli dari Prancis. Guru. Sudah berjuang dalam lomba, sangat baik. Guru terlalu memuji.
Hanya saja ada yang aku tidak mengerti, mohon guru menjelaskannya. Yang kamu maksud anggur campuran itu kan? Benar. Guru yang… Benar keinginanku. Kamu mengasihaniku? Sekarang aku bahkan sampai perlu kamu mengasihaniku? Aku tidak butuh. Kamu tahu diri. Pergi.