【FULL】Hotel Trainees EP23【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Hotel Trainee Season 2] [Episode 11] Aku minum. Aku minum, minum. Baik, mari mari mari. Sekelompok orang ini, untuk apa berpura-pura. Hotel sudah mau bangkrut, tahu tidak? Masih berpura-pura tidak ada masalah. Apa ini makan besar tahun baru? Ini jamuan perpisahan! Kenapa kamu tidak bisa melihat orang lain senang?
Kami merasa senang, memangnya kenapa? Su Shan. Apa otakmu tidak bisa sadar sedikit? – Otakku? – Apa maksudmu? – Kutanya apa maksudmu! – Sudah, sudah. – Sudahlah Jia Jia. – Kalau kamu tidak bicara… – Sudah. – tidak ada yang merasa kamu tuli. Sudah cukup. Xie Fanyu. Jika bukan kamu yang mencelakai Nona Bai,
Kami juga tidak akan ikut kesulitan. Sekarang kamu bukan lagi siapa-siapa, kamu bahkan tidak bisa menjaga Yue Ran. Apa yang bisa kamu banggakan? Sudah jangan berkelahi lagi. – Jangan pukul lagi. – Jangan pukul lagi. Jangan pukul lagi! Sudah cukup. – Tenanglah sedikit. – Jangan pukul lagi.
– Kamu sudah mabuk, jangan hiraukan dia. – Tenanglah, tenanglah. Jangan emosi, jangan emosi. – Sudah, sudah, sudah. – Jangan marah lagi, tidak apa-apa. Kalian ikut bermain dengannya ya? Terserah. Besok aku akan angkat kaki. Anggur ini, untuk menghormati kalian. Semoga kalian kelak lancar-lancar saja. Cepat keluar!
– Hati-hati. – ♫Jika kamu tidak tahu aku minum berapa banyak♫ ♫Kamu tidak akan tahu seberapa cantik dirimu♫ Pertama kali melihatmu… Jia Jia. Jia Jia. Jia Jia! – Apa yang kamu lakukan? – Kamu jangan pergi! – Lepaskan aku! – Kamu jangan pergi! Apa yang sedang kamu lakukan? Hotel sudah akan tamat. Semuanya tahu,
Tapi mereka tidak bilang. Aku merasa sangat takut. Kutanya padamu. Jika hotel ini tamat, bukankah masih ada hotel lain? Apa yang kamu takutkan? Seperti sudah kiamat saja. Aku takut tidak bisa bertemu lagi denganmu, kamu ini matahariku, aku ini bunga. Tanpa matahari, bunga akan layu. Bukankah itu berarti tamat, kiamat?
Omong kosong apa yang kamu bicarakan! Ada hal yang jika tidak kukatakan sekarang, maka tidak akan ada besok lagi. Paling kamu akan memutus hubungan denganku. Tapi jika tidak kukatakan, aku akan menyesal seumur hidup. Kamu ikut denganku ya? Ning Jiajia. Kita jadian saja. Duan Jian! Ya, aku tahu kamu tidak tertarik padaku. Aku tidak tampan.
Tidak bisa menghasilkan ratusan juta, lalu memberimu 80 atau 50 juta. Tapi jika punya 100 ribu, aku akan memberimu 100 ribu. Aku akan memberimu berapa pun yang aku miliki. Bukankah hanya hotel pemandian air panas? Ya sudah kalau bangkrut. Keluargaku punya usaha pemandian. Ikut pulang denganku dan kamu akan jadi bos usaha pemandian,
Kamu tidak perlu bekerja, bisa makan dan hidup enak. Kalau kamu tidak ingin anak, kita tidak usah memilikinya. Kalau kamu menginginkan anak, kita bisa lahirkan… Kurangi minumnya. Ayo kita juga kembali. Baik. Halo, ya? Baik, aku mengerti. Ada apa? Ayahku gawat. Jiao Jiao, ini kamu… Kalau bukan aku, siapa lagi?
Apa kamu melihatku sebagai gadis lain? Aku mana berani. Bukankah kamu seharusnya ada di Australia? Bukankah kartu kreditku sudah tidak bisa digunakan? Lihat aku ini, sungguh tidak berguna. Aku bercanda denganmu. Mata-mataku di hotel yang memberitahuku, kamu sakit. Siapa? Siapa yang mengkhianatiku? Apanya yang berkhianat? Bukankah kita ini keluarga? Masalah sebesar ini,
Kamu pun tidak memberitahukannya padaku. Bukankah aku tidak ingin kamu khawatir? Sekarang bukankah aku juga khawatir? Hotel tutup ya tutup saja. Apa kamu mencari gadis lain? Yang benar saja… Ayah, kamu baik-baik saja? Ini siapa? Ini menantumu. Bagus, bagus. Aku suka, aku suka. Nona, berapa umurmu? Dari mana asalmu? Apa kamu punya saudara?
Jangan bertanya lagi. Yue Ran, ini ibu Fan Yu. Halo bibi. Ayah,bukankah rumah sakit bilang… Aku sudah tua,tidak ada bedanya baik atau buruk. Sudah berhasil bertahan. Oh ya, bagaimana keadaan di sana? Setiap hari ada yang meninggalkan hotel. Mereka menaiki bus besar, pergi satu per satu. Hari ini berhubung Jiao Jiao ada di sini.
Aku ini, sejak awal sudah menganggap Yue Ran sebagai manantuku sendiri. Hari ini aku akan memperjelasnya. Sekarang keluarga kami sudah tidak menyisakan apa pun. Jika kamu ikut dengan Fan Yu, mungkin harus hidup susah. Jika kamu tidak ikut dengannya, kami sekeluarga juga tidak apa-apa. Kelak jika kamu butuh bantuan, asalkan bisa kami bantu,
Pasti akan kami bantu. Kami bersalah padamu. Presdir, anda jangan berbicara seperti ini. Mungkin karena dulu, aku pernah berniat untuk menjual hotel, jadi sekarang mendapat ganjarannya. Presdir, Bibi. Kalian berdua tenang saja. Tidak peduli adanya hotel atau tidak, aku tidak akan pergi. Aku akan ada di sisi Xie Fanyu, tidak meninggalkannya. Presdir,
Sekarang kondisinya sudah lebih membaik, masih ada Bibi yang menemani. Kurasa kamu sudah bisa tenang. Apa kamu mau pulang dan istirahat sejenak? Lihat dirimu yang tidak semangat ini. Kalau ada sesuatu, katakan saja besok. Kamu harus bertahan, hotel tidak bisa tanpamu. Yue Ran. Mari kita bicara. Bicara tentang apa? Kita putus saja. Apa? Kubilang
Kita putus saja. Kenapa? Aku tidak bisa memberimu masa depan. Hari ini sudah dikalkulasi, hotel kelak bukan lagi milik ZAD. Kami sekeluarga, akan menanggung banyak hutang. Apa tidak ada cara lain lagi? Bukankah batasnya sampai akhir bulan? Sejak kepulanganku, kita sudah melakukan pertarungan akhir. Presdir bisa mengundang Bai Linglong,
Itu berarti sudah tidak ada jalan lain. Tidak ada kesempatan lagi. Yue Ran. Maaf. Meski demikian, kita juga tidak perlu putus bukan? Aku bisa membantumu. Kamu sama sekali tidak tahu seberapa parah hal ini. Aku bahkan tidak mampu memberimu sebuah rumah yang layak. Kelak uang yang aku hasilkan, akan dipakai untuk membayar hutang. Aku…
Aku tidak mampu menjagamu. Aku bahkan akan menyusahkanmu. Aku tidak keberatan. Aku tidak perlu hidup dengan nyaman. Aku bisa berusaha bersama denganmu. Aku tidak takut susah, tidak takut lelah. Bagaimana dengan kunci emas? Bagaimana dengan kunci emas yang kamu dambakan? Coba pikirkan baik-baik. Kamu berusaha bertahun-tahun demi impian ini. Apa kamu mau menyerah
Hanya demi aku? Yue Ran. Kita berpisah saja. Kamu bisa mendapatkan orang yang lebih baik. Jangan sia-siakan masa muda dan waktumu untuk aku. Aku tidak setuju. Apa maksudnya sia-sia? Melewati hari-hari dengan orang yang dicintai, kenapa disebut sia-sia? Menyerah begitu bertemu kesulitan, mengatakan ingin berpisah. Kamu menganggapku tidak berperasaan? Apa kamu ini tidak telalu egois
Dan pengecut? Ya, aku pengecut, aku egois. Aku bisa menanggung semua akibat yang menakutkan. Aku juga bisa melewati hidup sulit yang tidak ada habisnya. Tapi begitu teringat, kamu tidak seharusnya mengalami semua ini. Aku jadi tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Kamu sudah memikirkannya? Sungguh sudah pikirkan dengan baik? Tidak menyesal? Tidak menyesal.
♫Siapa yang tetap bertahan di sana♫ ♫Kesedihan membekukan udara♫ ♫Membuat diri sendiri sulit bernapas♫ ♫Mungkin kehilangan ingatan♫ ♫dan memilih untuk berkelana♫ Tapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa, aku akan menyesal. Aku tidak mau putus. ♫Tangan ingin merangkul namun memberontak♫ ♫Sandiwara menyiksa harus dilanjutkan♫ ♫Aku tidak penting lagi tinggal di duniamu♫
♫Lupakan kebaikanmu padaku, berbalik dan pergi♫ ♫Meski harus menyeka air mata dan mengusirmu♫ ♫Aku lebih baik jadi figuran dalam duniamu♫ ♫Akan ada orang yang bisa kamu andalkan sepertiku♫ ♫Perpisahan terakhir terlalu asal♫ ♫Karena kamu terlalu baik padaku♫ Maaf. ♫Aku lebih baik jadi figuran dalam duniamu♫ ♫Akan ada orang yang bisa kamu andalkan sepertiku♫
♫Perpisahan terakhir terlalu asal♫ ♫Karena kamu terlalu baik padaku♫ Sudah saatnya mengatakan rincian situasinya pada kalian. Sungguh maaf. Akan kuberi tahu hasil yang buruk pada kalian. Mulai bulan depan, ZAD tidak akan menjadi milik siapa pun lagi. Tapi masih ada satu kabar baik untuk kalian. Yakni hotel yang aku kenal,
Masih banyak tersedia posisi yang kosong. Fasilitasnya hampir sama dengan di sini. Jika kalian ingin pergi, sekarang adalah kesempatan yang bagus. – Aku tidak mau pergi. – Aku juga tidak ingin pergi. Hotel sudah mau tutup, tidak bisa tidak pergi. Masih ingin tetap bekerja di sini. Kamu pergi? Kamu juga pergi? Ayo. Ayo, ayo.
Tidak perlu merasa sungkan. Aku tidak bisa merealisasikan janji saat itu, memberikan kalian ZAD yang lebih baik. Bertahan hidup adalah prioritas. Kalian tidak perlu ikut bersusah payah denganku. Aku sangat berterima kasih atas usaha dan pengorbanan kalian pada ZAD beberapa tahun ini. Aku mewakili ZAD, mengucapkan terima kasih pada kalian semua. Terima kasih semuanya.
Sudah bekerja keras. Kamar tamu sudah dikosongkan. Sudah tidak ada tamu lagi. Sekuriti di departemen keamanan juga sudah pergi. Hanya tinggal aku sendiri di sini. Tidak ada satu pun yang membantu di sini. Departemen promosi juga sudah sepi. [Xie Fanyu] Karena sudah tidak ada tamu, juga sudah tidak ada karyawan, bagaimana jika
Kita tutup lebih awal? – Direktur Xie. – Tutup begitu saja? – Tidak boleh tutup. – Bagaimana ini? Masih ada satu orang tamu. Siapa, siapa, siapa? Sepi sekali. Apa aku ini yang terakhir checkout? Benar, Tuan Li. Sebenarnya hotel sudah tutup kemarin, tapi karena anda masih belum checkout, jadi kami perpanjang waktu operasionalnya.
Pantas saja, begitu sepi. Bagaimana jika aku tidak checkout? Maka kami akan terus melayani anda. Tapi sampai akhir bulan ini, hotel akan tutup sepenuhnya. Melayani aku seorang? Tentu saja. Tidak disangka aku ini orang yang memberi kehidupan pada hotel kalian. Begitu anda pergi, kami akan langsung menghentikan listrik. Kalau begitu, sementara aku tidak akan checkout.
Ini kami kembalikan. Aku akan tinggal sehari lagi. Menikmati kenyamanan pelayanan kalian padaku seorang. Baik. Selamat lanjutkan hari menginap anda. Baik. Apa di restoran ini tidak ada orang lain lagi? Baik. Kalau begitu aku traktir kamu seorang. Apa yang aku makan, kamu juga ikuti saja. Jika tidak, di restoran sebesar ini, pelayan sebanyak ini
Melayaniku seorang, ini terasa aneh. Kamu tahu tidak? Saat makan, jika banyak orang yang melihatmu makan, makanan seenak apa pun, juga tidak akan terasa enak. Benar kan? Kamu tahu rasanya bukan? Mari. – Makanlah, makan. – Baik. Rasanya lumayan. Lumayan, lumayan. Kamu ini takut, aku memanfaatkan saat hotel sepi, lalu mencuri barang hotel kalian? Anda…
Apa kamu tidak punya kerjaan lain? Hanya memantauku seorang? Anda adalah satu-satunya pekerjaanku. Ke mana anda pergi, maka sampai di situlah pekerjaanku. Bagaimana Tuan Li? Seluruh hotel melayani anda seorang, nyaman tidak? Tidak nyaman. Kurasa tidak cukup bersemangat. Kalau begitu anda coba saja tenagaku. Begitu kamu turun tangan, aku tahu apa yang terjadi.
Pemijat yang baik, aku kenal banyak. Tapi seorang manajer yang jadi pemijat, hanya kamu seorang yang aku kenal. Jika begitu bukalah setiap pori-porimu, untuk menikmati beberapa menit ini. Menurutku, bukankah hotel kalian sudah akan tutup? Kenapa kamu ini tenang sekali? Hatiku tidak tenang. Jadi, aku juga tidak punya cara lain. Jangan! Jangan!
Yue Ran, kenapa denganmu? Kenapa menangis? Kamu baik-baik saja? Apakah kamu bermimpi Xie Fanyu? Aku bermimpi dia mati. Aku melihatnya jatuh dari tempat yang tinggi, tapi aku tidak menariknya. Aku tidak menariknya. Jia Jia, kamu tahu? Aku bodoh sekali. Aku bahkan tidak menariknya. Jangan menangis, jangan menangis. Mimpi selalu sebaliknya. Tenang, kita ada di sini.
Jangan menangis lagi. Dia jatuh dari tempat yang sangat tinggi. Aku rasa saat dia jatuh di udara, pasti sangat ketakutan. Yue Ran, kamu jangan banyak berpikir lagi. Aku di sini menemanimu. Tenang. [Gedung Asrama] [Asrama Karyawan] [Khusus Manajer] [Bar] [Yue Ran,] [aku tidak bisa memberimu masa depan.] Hari ini sudah dikalkulasi,
Kelak hotel bukan lagi milik ZAD. Kami sekeluarga,akan punya banyak hutang. Meski demikian, kita juga tidak perlu berpisah bukan? Aku bisa membantumu. Kamu sama sekali tidak tahu seberapa parah masalah ini. Aku bahkan tidak mampu memberimu sebuah rumah yang layak. ♫Siapa yang tetap bertahan di sana♫ ♫Kesedihan membekukan udara♫ ♫Membuat diri sendiri sulit bernapas♫
♫Mungkin kehilangan ingatan♫ ♫dan memilih untuk berkelana♫ ♫adalah akhir yang terbaik♫ ♫Orang yang harus minta maaf sedang pura-pura bisu♫ ♫Hati yang tergantung merusak pikiran♫ ♫Tangan ingin merangkul namun memberontak♫ ♫Sandiwara yang menyiksa harus dilanjutkan♫ ♫Aku tidak penting lagi tinggal di duniamu♫ ♫Lupakan kebaikanmu padaku, berbalik dan pergi♫ [Yue Ran, kita berpisah saja.]
Kamu bisa mendapatkan orang yang lebih baik. Jangan sia-siakan masa muda dan waktumu untuk aku. Kamu sudah memikirkannya? Tidak menyesal? Tidak menyesal. ♫Karena kamu terlalu baik padaku♫ ♫Aku tidak penting lagi tinggal di duniamu♫ ♫Lupakan kebaikanmu padaku, berbalik dan pergi♫ ♫Meski harus menyeka air mata dan mengusirmu♫ ♫Aku lebih baik jadi figuran dalam duniamu♫
♫Akan ada orang yang bisa kamu andalkan sepertiku♫ ♫Perpisahan terakhir terlalu asal♫ ♫Karena kamu terlalu baik padaku♫ Wah ramai sekali. Kalian ini… Tuan Li. Terima kasih atas kunjungannya di ZAD. Semoga harimu menyenangkan, perjalananmu lancar. Aku masih belum membayar tagihannya. Begini, anda adalah tamu terakhir kami. Kami senang bisa melayani anda.
Kami gratiskan semua biaya tinggal anda kali ini. Jangan-jangan kalian pikir aku ini demi keuntungan ini sehingga checkout terakhir? Anda salah paham. Kami hanya ingin memberi kenang-kenangan untuk Anda. Ini, Tuan Li. Kalau begitu, anggap saja aku sudah makan sepuasnya. – Terima kasih. – Terima kasih. Hari ini adalah hari terakhir ZAD. Saya harap,
Kami bisa memberi anda kenangan yang indah. Selamat berkunjung kembali. Selamat berkunjung kembali. Semuanya, sampai jumpa. Sampai jumpa. Hotel mulai hari ini, akan meliburkan kalian tanpa batas. Mia. Di dalam sini, adalah gaji terakhir kalian. Terima kasih. Juga ada bonus. Tentu saja, masih ada… Terima kasih. Hadiah kecil yang kusiapkan untuk kalian. Terima kasih.
Terima kasih. Terima kasih. – Direktur Xie membeli tiket pesawat. – Tiket pulang pergi. Aku juga. Pergilah berlibur sejenak. Aku sudah pesankan hotel terbaik di sana. Kalian perhatikanlah bagaimana mereka mengoperasikan hotel. – Bagus sekali. – Juga… Kalian, jangan sungkan merepotkan mereka. Lampiaskan rasa tidak puas kalian padaku pada mereka. Sudah. Pergilah berlibur.
Bus sudah menunggu kalian di gerbang. Jangan sampai ketinggalan pesawat. Ayo, ayo, ayo. – Ayo, ayo, ayo. – Jangan tarik aku! Ayo. Naiklah. Aku antarkan. Aku tidak mau pergi. Jadi kamu mau ke mana? Aku ikut ke mana pun kamu pergi. Jangan membuat onar. Aku masih harus menjemput ayahku di rumah sakit. Halo.
[Terapi kali ini sangat efektif,] [sudah boleh keluar rumah sakit.] Apa kata dokter tentang buang air kecil? [Cukup baik.] [Nanti masih harus periksa kembali.] Kalau begitu kamu jangan gugup, kamu rileks saja. Senang. Rasa senang mengobati segala penyakit. [Aku cukup senang.] Nanti akan kujemput di rumah sakit. [Ibumu sudah menjemputku pulang.] Baik, aku mengerti.
Aku tidak perlu menjemput ayahku lagi. Ibuku sudah menjemput pulang ayahku. Ayo, kuantar. Apa kamu bisa bantu foto aku dan hotel untuk kenang-kenangan? – Sudah. – Cepat sekali. Apa yang kamu foto ini? Jelek sekali. Ulangi lagi. Foto aku kurus sedikit. Ini pahaku besar sekali, pinggang juga gemuk. Wajahku tampak besar. Bagaimana kamu ini?
Kelak aku akan belajar. Ayo. Kenapa denganmu? Perutku sakit. Bukankah tadi baik-baik saja? Kenapa sekarang malah sakit perut? Apa perutku tidak boleh sakit? Apa perutku tidak boleh sakit? Aku sudah lama bekerja di hotel, tapi belum sehari pun aku menginap. Aku akan tinggal sehari. Jadi tamu untuk satu hari, boleh? Karyawan hotel sudah pergi semua.
Bukankah masih ada kamu? Aku hanya akan tinggal satu hari. Satu hari saja cukup. Aku sudah lama bekerja di hotel. Apa kamu bisa melayaniku sejenak? Baik. Aku layani kamu. Kalau begitu… aku ambil barang bawaanku. Cepat, kita lakukan check in. Cepat, ayo cepat. [Receptionist] Selamat datang. Maaf apakah anda sudah memesan kamar? Kalau begitu nona,
Apa yang bisa saya bantu? Kamu terlalu dibuat-buat. Ya ampun. Masih main tidak? Siapa yang bermain denganmu? Siapa yang tidak bermain denganmu? Apa kamu tahu apa tugasmu? Keluarkan profesionalisme bekerjamu, atau akan aku cari bos kalian, melaporkan dirimu. Aku adalah bosnya. Maaf. Aku… Apakah anda punya permintaan khusus untuk kamarnya?
Lalu coba tunjukkan kartu identitas anda. Aku tidak punya permintaan khusus untuk kamar. Aku hanya ingin tinggal dengan asal saja. Mau tidak? Apa kamu ini bodoh? Kartu apa yang aku berikan padamu, langsung kamu ambil tanpa melihatnya. Kamu pikir ini permainan anak kecil ya? Maaf, berapa orang yang akan tinggal? Tentu saja dua, dengan pacarku.
Apa kamu tidak bisa melihat pacarku? Tidak kelihatan. Benarkah? Sebenarnya aku juga tidak bisa melihatnya. Lucu sekali. Jika kamu masih begini, waktu sehari akan segera berlalu. Begitu ya. Kalau begitu cepat uruskan kamarku. Permintaan untuk kamarnya, asalkan bisa ditempati saja. Terima kasih. Baik. Selamat menempati hotel ZAD. Terima kasih. Menurutmu, jika semua receptionist hotel
Setampan dirimu, ya Tuhan, hotel ini akan penuh setiap harinya. Sayangnya, sekarang hanya aku yang bisa menikmatinya. Silahkan. Baik, terima kasih. Bawa koperku. Senang bisa melayanimu. Permisi, bisa bicara bahasa mandarin? Nona, silahkan. Baik. Permisi, mana yang tidak nyaman? Hatiku sakit. Nanti akan kuberikan diskon besar, jadi hatimu tidak sakit lagi.
Bos, kamu ini royal sekali. Anak muda, sudah berumah tangga? Belum. Berapa jumlah keluargamu? Ayah, ibu dan aku tiga orang. Berapa banyak rumahmu? Ada dua di pusat kota, ada satu vila di pinggir kota. Sungguh persyaratan yang bagus, jadi sombong ya? Jadi meremehkan orang lain? Rumah dan mobil sudah digadaikan.
Sekarang tidak punya apa pun lagi. Perjalanan kelak masih panjang. Tidak apa-apa, kamu masih muda. Aku tahu. Tapi, tidak bisa menunda-nunda seorang gadis. Jika sampai akhir, masih saja tidak sukses? Percuma saja menyesal nantinya. Kamu selamanya tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Kamu ini sedang menghindar. Bagaimana kalau kamu salah menilai orang?
Kapan aku mendesakmu? Kapan aku pernah meminta sesuatu darimu? Lihat kamu ini, kenapa jadi antusias seperti ini? Bukankah tadi kupijat dengan baik? Mari, duduk. Kapan kamu mulai menyukaiku? Saat pertemuan kedua. Bagaimana yang pertama? Pertama kali, terlalu tergesa-gesa. Belum melihat jelas wajahmu, aku sudah kamu tangkap sebagai maniak. Benar. Semuanya sudah lewat.
Waktu berlalu cepat sekali. Benar. Saat kecil tidak merasa, semakin dewasa, waktu terasa semakin cepat. Apa kamu tahu, kapan aku mulai menyukaimu? Saat kamu marah padaku. Aku sering marah padamu. Jadi kamu sering suka padaku? Sudahlah. Aku pijatkan kepalamu. Kamu jangan menghindar. Aku hanya bisa memanfaatkan waktu ini untuk melihatmu lagi.
Aku takut kelak aku akan lupa. Aku pijatkan kepalamu. Kuat sedikit. Aku takut kamu kesakitan. Aku tidak sakit. Sudah sangat kuat. Tidak cukup. Maaf, aku tidak sengaja. Kamu berhasil aku tipu bukan? Kenapa kamu selalu saja masuk tipuanku? Apakah kamu takut? Dulu sangat ramai, sekarang, hanya tersisa kamu seorang. Imajinasimu banyak sekali.
Hanya saja tidak dipakai di tempat yang tepat. Ayo pergi. Nyaman sekali. Aku antarkan kamu kembali ke kamar. Performamu bagus sekali, akan kuberi penilaian lima bintang.