【FULL】Lovely Swords Girl Eps 19【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Lovely Swords Girl Kakak Pertama. Surat dan bola ginseng salju adalah ide saya. Jika kamu ingin marah datanglah padaku. Jangan tanggung sendiri. Yuanxia, itu semua adalah masalah saya seorang diri. Biarlah saya menebusnya sendiri. Kakak Pertama, perempuan itu dengan Ketua Sekte sudah pergi. Ayo kita pulang. Kakak Pertama yang paling aku kagumi,

Tak terduga demi seorang wanita menjadi seperti ini. Orang yang sombong lagi, juga memiliki sesuatu yang diinginkan di hati. Martabat dan sopan santun. Sejauh mata menjangkau, arah pikiran, semua akan menjadi orang itu. Apakah tidak terbayangkan melupakan dia begitu susah? Rasa seperti awan kebahagiaan dan kepanikan. Saya tidak bisa melupakannya.

Saya tidak mengerti, kamu sekarang ikut aku kembali. Saya membantu kamu mencari yang lain. Di dunia ini, bukan hanya dia. Kakak Pertama… Episode 19 Bawa aku pergi Kelihatannya cedera kulit sudah hampir pulih. Sekarang cedera dalam sudah diperbaiki. Terima kasih banyak Nona Yu. Terima kasih untukmu. Kalau tidak nyawaku… Cih, kamu jangan mengutuk saya.

Meskipun saya tidak sempurna belajar kedokteran, tapi tidak membunuh siapa pun. Singkirkan 3 keuntungan dan 2 kerugian, kamu pasti akan sembuh. Mari, mari, mari, makan. Mana istri saya? Kenapa tidak datang makan? Kakak Perempuan itu, pergi jalan santai. Jalan santai? Tuan Muda Kedua bicara dengan saya. Masalah gua perlu dilacak untuk sementara waktu.

Kalau dia hari ini tidak kembali, biarlah semua orang bersama-sama pergi ke Keluarga Gong menunggu kabar dia. Kembali ke Keluarga Gong dan tunggu di sana? Betul, begitu yang dia katakan padaku. Tapi iya juga. Putra sulung dan menantu sulung pergi begitu lama. Selalu tidak kembali juga tidak benar.

Tidak tepat kalau orang lain menghadang untuk kembali. Benar kan? Saudara Moyi sudah membaik, tapi belum sembuh semuanya. Jarak tempat ini lebih dekat ke Keluarga Gong. Kalau sebelum Ketua Sekte Ai datang, perlakuan sama satu dengan yang lain, mencari dokter paling bagus untuk disembuhkan . Baiklah. Beberapa waktu lalu, Saudara Gong tidak jauh

Datang ke Gerbang Kota Hantu saya menjadi tamu. Timbal balik, saya harus berkunjung kesana. Rourou, kamu juga mau kembali ke Keluarga Gong? Kenapa? Apakah tidak boleh? Boleh, boleh, boleh. Bukankah kalian berdua berencana menghabiskan waktu bersama? Kakak Perempuan tahu kamu pergi, mungkin ingin kembali ke Keluarga Gong. Saya akan menemani dia pergi.

Apa ada yang salah lagi? Tepat, tepat, tepat. Bibi saya melepaskannya. Hanya keponakan, saya tanya kamu 1 kalimat. Terus seperti ini, kalian sungguh bahagia kah? Kamu akan membujuk dia kembali ke Keluarga Gong? Sudahlah. Kenapa? Kasih kamu kesempatan, dengan rela melepaskannya. Dia pergi mencari kamu, menemukannya. Jika kamu tidak kembali bersama dia,

Dia kepada Ayah Ibu, khawatir tidak mudah dijelaskan. Tapi, kamu tahu… Pentingnya saya kembali ke Keluarga Gong ikut saya ke Gerbang Kota Hantu, adalah tidak sama. Saya tahu, saya juga berpikir demikian biarkan kamu pulang. Hanya ada di dalam hati kamu. Saya dan Gong Yuanxiu berada pada skala yang sama. Sudah cukup.

Kalau Gong Yuanhan bisa mengetahui berita itu, segera di Keluarga Gong menunggu. Sekarang juga, selamatakan anak-anak yang sama seperti Yangyang. Dibandingkan apa pun lebih penting. Kalau begitu kamu, apakah masih mau pergi? Saya pergi atau tidak ke Keluarga Gong, kamu boleh bertemu saya, saya ada di sekitar. Hanya perlu kamu berteriak 3 kali Si gendut,

Saya akan muncul di samping kamu. Tuan Besar Gong, Nyonya Besar Gong. Anak perempuan, anak perempuan saya. Ibu, sangat rindu kamu. Ibu, kamu sudah kurus. Apakah iya? Sejak setelah kamu pergi, Ibu tidak bisa makan nasi, juga tidak bisa tidur. Setelah Keluarga Gong menjauh dari kamu, merupakan genangan air yang mati. Kalian bicara benar tidak?

Keluarga Gong tidak bisa hidup tanpa Nyonya Muda. Sudah kembali bagus, sudah kembali bagus. 2 pasangan muda, berisik itu hal yang normal, tidak bisa pergi lagi. Tidak ada perbedaan yang tidak penting. Bagaimanapun kita adalah keluarga. Tidak ada lagi yang pergi. Kakak Pertama. Nona, Adik Ketiga. Yuer. Duduk. Kakak Pertama, saya sangat rindu kamu.

Kak, Kakak Ipar. Kamu panggil aku apa? Kakak Ipar, saya sangat rindu kamu. Saya ini bukannya sudah pulang? Setelah jatuh, Tuan Muda Ketiga terluka. Saya kemudian bantu dia mencari obat, farmasi. Tuan Muda Ketiga tidak diizinkan mengambil resiko, lalu memarahi saya. Tapi saya tahu, dia baik untukku. Kemudian Tuan Muda Ketiga menemukan jalannya.

Kita mencari makanan sepanjang jalan. Tur gunung dan sungai, sangat senang. Tapi, setelah kembali, Tuan Muda Ketiga tidak begitu memedulikan saya. Tapi saya tahu, dia baik untukku. Dia bilang, takut akan melakukan bisnis. Yuer, kali ini kembali kenapa ingatannya menjadi sangat baik? Apa yang bisa kamu lakukan? Dia pasti bohong padamu.

Dia kenapa ingin membohongi saya? Dia tidak bisa membohongi saya. Habislah, habislah. Tatapan ini, pasti wanita yang hebat. Sebuah janji dan contoh. Dia tidak membohongi kamu, saya bercanda. Selama ini apakah kamu tinggal di Keluarga Gong? Mereka ada menyakiti kamu tidak? Baik sekali. Kata Nyonya Gong, saya di Keluarga Gong boleh ikut seperti kamu.

Mau melakukan apa ya melakukan apa. Hanya perlu mengikut Tuan Muda Ketiga. Keluarga Gong sangat heroik. Datang dan pergi sendiri, ini bagus. Mereka menantikannya setiap hari. Kamu dan Kakak Pertama kembali awal sedikit. Kakak Pertama… Mereka berkata Kakak Pertama pasti bisa mencari kembali Kakak Ipar. Kamu kenapa juga panggil saya Kakak Ipar?

Kakak iparnya Tuan Muda Ketiga, bukannya juga Kakak Ipar saya? Kakak Ketiga tinggi hati, tapi Yuer biasanya sangat polos. Jika dia menyukainya, ingin membiarkan dia menyerah sangat sulit. Tapi tidak tahu kenapa, Tuan Muda Ketiga selalu tidak membiarkan saya mengikuti dia. Percayalah, Yuer. Percintaan! Sebenarnya apa pun permulaannya, orang itu membiarkan kamu banyak kekecewaan.

Selama dia setuju mulai bersikap baik padamu, mengepakkan sayap juga bisa menjadi burung yang cantik. Bahkan dari pertama kali Dengan pemikiran kesukaan kamu yang jaraknya jauh. Asalkan punya hati yang sama, rela berkorban, dan berubah. Cepat lambat suatu hari bisa tersentuh. Jadi, asalkan punya waktunya tepat, satu menyambut, satu semuanya, terselesaikan.

Kakak Ipar yang kamu katakan terlalu susah. Saya tidak mengerti. Tidak hanya kamu, Kakak Ipar kamu sendiri juga tidak tahu sedang berkata apa. Sebenarnya bagaimana pikirannya? Sebenarnya ingin apa? Jangan-jangan Pendekar Bayangan. Sebenarnya di luar dari Klan. Ilmunya dari Wudang. Melatih tenaga dalam. Dengan nama lain ilmu tetap, ilmu kura-kura tetap. Konsentrasi, potensi, stabil.

Terbentuk 4 bagian 《Denyut Nadi》menahan. Kerbau punya telinga, bernafas dari hidung. Kura-kura punya hidung, bernafas dari telinga. Orang yang berlatih ilmu. Nafas kura-kura harus mendengarkan arah nafasnya. 《Zhi Tian Lu》juga berkata. Saat tidur nafas keluar dari telinga, namanya nafas kura-kura. Penyu besar. Kelihatannya terkena Jiu Tiansan, pasti mati. Tapi sebenarnya mekanisme dalam semua normal.

Tetapi jika benar adalah dia, sebenarnya apa yang dia rencanakan? Si Gendut. Si Gendut. Si Gendut. Istriku. Si Gendut. Telinga sudah mau tuli dibuat kamu. Pakai pakaian begini, mau pergi ke perjodohan? Di tempat pohon bantal ini, pasti bisa terbeli beberapa baju yang bagus. Benar-benar, orang berharap pada pakaian, kuda berharap pada dudukan.

Intinya adalah dasarnya bagus, punya uang. Cinta yang bebas sulit berpindah ya kamu. Jujur bilang ke kamu. Saya hari ini belanja di 5 jalan. Setiap toko pakaian sudah saya kelilingi. Baguslah kamu suka. Apakah ingin keluar main? Pergi ke mana? Sudah persiapan dari awal. Mari saya atur, jalan. Istriku.

Di sungai kecil ini walaupun tidak ada seperti gunung kabut, gunung air seperti di musim semi. Tetapi di dalamnya ada banyak ikan. Hari ini saya traktir istriku makan ikan. Dengan demikian, saya masih merasa lapar. Iya kan? Saya bisa makan banyak ikan, kamu bisa tidak? Silakan istriku makan ikan, tidak bisa juga harus bisa.

Air ini terlalu dingin. Istriku, saya tidak makan ikan. Istriku, kamu sayang aku ya? Istriku sayang aku. Istriku sayang aku. Nama saya Aide Yushu. Istriku paling sayang aku. Kamu tangkap dia, tangkap dia, tangkap dia, tangkap dia, tangkap dia, tangkap dia, tangkap dia. Jangan biarkan dia kabur, disana, disana. Jangan biarkan dia kabur. Ini.

Kamu lihat dia masih bernafas. Iya kah? Benar. Saya masih bisa tangkap satu. Disana masih ada satu, disana masih ada satu. Langsung dimakan, ada garam tidak? Tentu saja ada. Persiapannya sangat lengkap. Istriku, Istriku, nih. Hati-hati. Enak tidak? Sungguh, sangat enak. Sebenarnya saya berpikiran seperti ini dari awal. Buatkan aku makanan lagi.

Kamu masih ingat waktu kecil, kamu sembunyi di belakang gunung rumah kalian, makannya seperti ini. Kamu setiap hari, tidak mau makan enak di rumah sendiri. Malahan ke rumah saya makan buatan saya. Saya beberapa waktu buatnya tidak bagus. Saya tidak suka masakan sendiri. Kamu makan, malahan kelihatan seperti makan mewah.

Tetapi, saya sekarang buat sudah enak. Oleh karena itu, saya selalu ingin buat lagi untuk kamu. Masalah di waktu kecil, kamu ingat dengan jelas. Ada beberapa hal yang tidak bisa ingat. Kamu lihat, di atas langit ada bulan sangat cantik. Tetapi bagaimanapun mengulurkan tangan, tidak bisa menyentuhnya. Bulan di langit, kamu di bumi.

Tentu saja tidak saling bersentuhan. Iya. Bulan di langit, karena ada di langit. Saya tidak bisa sentuh. Dia jatuh ke air, jadi bisa tersentuh. Juga tidak tega mendekati. Saya hanya ingin menyisakan bayangan di dalam hatiku. Bentuknya sedemikian rupa, seperti malam hari yang lalu. Dia mengantarkan sinar bulan, menyinari mimpi indah. Jalan, antar kamu pulang.

Kamu pergilah. Ingat jaga diri baik-baik. Jika ingin ketemu saya… Teriak 3 kali Si Gendut. Ketua Sekte. Tiba. Moyi. Kamu bilang dia bisa tidak melupakan saya? Ketua Sekte, kamu sudah berbuat banyak demi dia. Apa pun rela menyerah demi dia. Apa pun memikirkan dia. Di dunia ini, tidak ada seorang pun yang tidak tersentuh.

Tidak mengingat dia selamanya. Tetapi kenapa kamu malah tidak memberitahu dia? Saya sudah katakan. Sudah katakan? Saya sudah katakan saya menyukai dia. Saya masih tidak punya ide. Tidak mau melihat dia menderita. Melihat dia ada sedikit kesusahan. Kenapa tidak kembali ke kamar? Sudah lama tidak melihat Yuer, ingin ngobrol dengan dia. Bagus juga.

Kamu hari ini sangat bahagia. Bersama Si gendut bermain ke gunung. Saya pikir kamu bisa membohongiku. Tidak ada yang dibohongi. Jangan-jangan kamu mau kami bertiga begini terus? Tidak bisa. Saya pikir saya bisa dengan cepat memilih. Baik, saya tunggu. Tidak bisa. Saya pikir, saya bisa segera memilih. Sudah lama saya tidak dengar suara ini.

Sangat kenal. Rumah kita akan ramai. Kenapa? Ada masalah apa? Mau tidak kita pergi lihat? Jangan, janganlah, kita jangan buat tambah repot. Kakak Pertama, kamu gila lagi? Baru sembuh beberapa hari. Kakak Pertama, masa gila langsung gila. Bilang bodoh langsung bodoh. Saya mau makan yang enak, makan enak. Minggir, semuanya minggir. Ibu, semuanya minggir.

Anakku Xiuer. Ibu, kamu lihat. Siapa? Siapa? Ini siapa? Siapa yang meracuni? Anakku… Ibu…Ibu… Nyonya Besar, Nyonya Besar, Nyonya Besar…Ibu… Kamu tahu saya siapa? Istriku. Kamu siapa? Yuanxiu. Dia semalam minum obat perangsang yang kuat. Waktu itu dia gila karena obat perangsang. Jangan-jangan obat perangsang yang buat dia gila. Istriku. Kamu sudah pulang ya?

Istriku, peluk-peluk. Istriku wangi-wangi. Yuanxiu ini, Bukankah Gong Yuanxiu yang paling suka diri sendiri? Bukankah tiap kali menyebut diri sendiri Si Bodoh? Dia lari ke mana? Waktu pergi, jelas-jelas bilang tunggu di hotel. Kedua Tuan Muda apa kabar? Kamu mau pesan apa? Mau daging babi yang bagus, Masing-masing 5 kg. Baiklah. Permisi.

Daging ini potong dengan bagus, kita mau menjaga orang itu adalah seorang Tuan Muda. Baiklah. Ketua Desa, saya tidak begitu mengerti. Dia sekarang adalah tahanan. Kenapa kasih dia makan begitu enak? Kamu bodoh ya? Setidaknya ayahnya adalah perdana mentri. Peraturan tidak boleh kurang. Mengerti? -Daging anda. -Iya. Kasih uang. Terima kasih Tuan.

Hati-hati di jalan Tuan. Lihat, lihat. Gadingnya segar. Lapor Ketua, hamba sekarang hanya menuju gunung salju Kun, 100 anak. Perkembangannya lambat, silakan ketua hukum. Semua ahli dunia persilatan harap perhatiannya. Jika tidak mau kabar ini tersebar, pindahkan anak-anak, itu tidaklah mudah. Mengerti? Kalian boleh berhenti sebentar. Berhenti. Dengan kecepatan kamu memindahikan anak-anak,

Harus tunggu berapa tahun? Jika ingin mengelabui dunia, harus merencanakan suatu rencana. Kakak Pertama. Kakak Pertama yang paling saya kagumi. Kamu baru saja sembuh, kenapa lagi? Adik Ketiga, kamu makan hidangan penutup, sangat enak. Tentang Yuanhan ada kabar tidak? Masih tidak ada. Anakku… Xiuer… Anakku… Katakan kamu ini kenapa? Sudahlah, tidak usah pura-pura.

Kita ibu dan anak saling berhubungan. Kamu gila atau tidak, bodoh atau tidak, Ibu bisa tidak tahu? Anak Gerbang Kota Hantu punya perasaan terhadap Yuoer. Dalam hati ibu tahu. Ibu, tahu hatimu pahit. Ibu… Saya tidak boleh kalah. Saya takut yang dia pilih bukan saya. Anak bodoh, bukankah dia sudah pulang?

Artinya di hatinya masih ada kamu. Anak lain itu terhadap Yuer, juga punya perasaan. Dia anak perempuan, tidak bisa melepaskan, juga ada sebabnya. Ibu pernah merasakannya, dalam hati mengerti. Tapi kamu bilang, kamu kenapa mau membuat rencana? Saya lihat dia bersamanya, dia sangat bahagia. Bahkan saya sendiri merasa harus merelakan dia pergi.

Tapi saya sebenarnya tidak bisa berpikir, hari-hari tanpa dia. Ini bukan masalah, anakku. Kalau begitu kamu katakan berapa lama harus berpura-pura? Ibu… Walaupun saya normal, tapi tidak tahu bagaimana mencintai, melindungi. Dia bukan suka saya bodoh? Lalu saya cari ingatan, menjadi sifat yang dia suka. Seperti dulu lagi memanjakannya memeluk dia. Seperti biasanya mencintai dia.

Memerhatikannya. Asalkan bisa bersamanya, begini juga bukan hal yang baik. Kamu jangan terlalu remeh. Wanita memiliki indra ke-6. Kamu bagaimana tahu? Dia tahu kamu benar-benar bodoh. Karena pernah merasakan, tidak campur perasaan cinta. Barulah tahu apa itu bahagia yang murni. Bersama-sama dia sehati, setiap menit detik, canda dan tawa. Sama-sama memikirkan bagaimana lebih baik,

Bagaimana mencintai dia. Ibu… Saya sebisa mungkin berpura-pura, tidak buat dia curiga. Juga tolong ibu bantu saya bohongi keluarga. Anak bodoh. Kamu tahu cintakah? Atau tergerak cinta sejati? Tapi ibu… Hati ibu sakit akan kamu… Ibu… Kamu katakan kenapa begitu bodoh? Apa kabar Tuan Muda Pertama? Apa kabar Tuan Muda Pertama?

Makan kalian apa yang enak? Ini adalah bubur wijen hitam. Bubur wijen hitam? Tuan Muda Pertama, kamu gila lagi. Xiaowu, sebentar tunggu istriku muncul. Kamu harus berebutan makan denganku, setelah masalah selesai, ini karena kamu. Kakak Pertama, kamu sedang apa? Saya sedang bermain dengan Xiaowu. Wajah kamu… Istriku mana? Di sana.

Istriku, makanan yang saya suka, Xiauwu juga suka makan. Dia berebutan dengan saya. Benarkah? Kamu tukang makan, saya pukul dia untuk kamu. Jangan, jangan, kasih dia makan saja. Kalau begitu makan habis baru kasih saya. Baiklah. Xiaowu, istrikulah yang paling baik. Dia kenapa lagi? Seperti yang kamu dengar. Tenanglah.

Saya sudah mengutus orang untuk memeriksa Bibi Kecil, dan keberadaan Gong Yuanhan. Semoga mereka berdua bisa mengerti. Saya Raja melakukan ini semua. Demi dia bisa hidup kembali, saya Raja berlatih ilmu kitab sihir, juga demi ini, bukan demi jadi Raja persilatan. Saya Raja tidak tertarik. Cepat lambat Rumah bayangan gelap ini adalah di antara kami.

Ketua mengapa berkata seperti itu? Iya, hamba takut. Semoga mereka berdua bisa mengerti. Semoga kalian dan saya Raja punya harapan yang sama. Saya Raja pasti memberikan hadiah. Pasti tidak akan membuat kalian rugi. Iya. Sekarang pindahkan barang ke gunung Salju Kun. Lalu siapkan makanan dan baju untuk 300 anak. Siapkan persembahan.

Prajurit kanan, kamu pergi urus. Iya, hamba laksanakan. Prajurit kiri, tugas kamu, jaga baik Gong Yuanhan. Iya, ketua. Tapi Ketua, hal ini saja bagaimana? Tidak puas? Hamba tidak berani. Hamba tinggalkan kamu, karena kamu sangat teliti. Barulah memberikan perintah ini. Xiuxiu mau tidur sambil memeluk istriku. Xiaowu, nanti istriku muncul. Kamu harus berebut makan denganku.

Setelah selesai, semua ini adalah milikmu. Akhirnya kembali seperti dulu lagi. Mata-mata di sana kenapa belum ada kabar? Adik Kedua biasanya sangat teliti. Jika terjadi apa-apa, saya ini bodoh. Sadarlah, sadarlah. Berikan saya semangat. Aku tidur, kamu juga tidur. Kalian beberapa jaga di sini, saya pergi ke toilet. Anak Kedua, kamu keluar sebentar.

Di sini ada yang aneh. Sebentar. Ke 3 dan ke 4, saya keluar sebentar. Kalian jaga dengan baik. Ke 3 dan ke 4, kalian berdua keluar sebentar. Kita juga keluar, di dalam tidak ada orang. Panggil kamu keluar ya keluar. Jangan banyak omong kosong. Jalan! Jalan! Kamu… Ssst…Tahan sebentar. Kejar. Cepat. Cepat. Sebelah sini, cepat.

Cepat pergi. Masalah penjagaan Guan Yuanhan yang diserahkan kepada hamba jadi salah besar. Saya menyisakan kamu apa gunanya? Ketua, saya ikutin kamu beberapa tahun, tidak ada kerja keras juga ada kerja yang pahit. Maafkan saya kali ini. Baik, saya berikan kamu kesempatan. Ketua. Kenapa? Tidak mau kesempatan? Mau, hanya saja saya terkena jarum pelemahan tulang.

Daripada hidup lebih baik mati. Kamu tidak bersalah, otomatis saya berikan obat penawar. Obat ini, bisa menahan sakit selama 3 hari. Terima kasih Ketua. Sekarang ini, Keluarga Gong, Gerbang Kota Hantu. Bisa menahan 2 Klan Besar ini, akan segera menjadi milik saya. Jangan sampai lolos lagi.