【FULL】Lovely Swords Girl Eps 17【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Lovely Swords Girl Istriku, anak ini begitu suka berulah. Pasti ikut kamu. Anak ini begitu suka makan, pasti turunan dari ayahnya. Istriku. Kamu bilang anak ini sudah cukup umur untuk ke sekolah. Bukankah sudah saatnya memberi dia nama resmi? Bagaimanapun anak laki-laki. Kamu tahu tidak nama anak mencerminkan harapan dari orangtuanya. Bukan hanya marga kamu,
Juga mewakili cinta kita terhadap dia. Baiklah, dengarkan kamu. Yang kamu bilang semua benar. Kenapa saya merasa kejadian di depan mata ini, sepertinya pernah terjadi? Istriku, menurut kamu dikehidupan masa lalu, apakah kita adalah suami istri? Kehidupan masa lalu pasti adalah musuh. Makanya dikehidupan ini saya disiksa.
Di masa lalu adalah suami istri atau bukan saya tidak tahu. Tapi di kehidupan ini, kamu jangan berpikir bisa kabur. Putraku. Ayah, Ibu. Saya ingin bermain gelembung udara. Baiklah. Episode 17 Memasuki perasaan Ziyue, beberapa tahun dilalui. Sekali berpisah, 15 tahun sudah. Kakak Kedelapan, semenjak dinding istana dicat merah, kamu kenapa menjerumuskan diri
Merebut posisi putra mahkota. Adik Ketigabelas, saya tidak usah banyak bicara. Kamu seharusnya tahu siapa yang membantu kamu. Pilihlah barisan yang tepat. Masalah ini menyangkut hidup mati seumur hidup kamu. Kakak Kedelapan, di dunia ini tidak ada tembok yang tidak bisa dilalui angin. Rencana apa pun tidaklah mungkin berjalan dengan mulus. Dan lagi,
Saya dari awal sudah memiliki kekhawatiran dan rencana untuk tetap menyingkir. Lapor Kasim. Pangeran Kedelapan dan Selir Xi sudah bunuh diri. Pangeran Kedelapan, pasti punya komplotan. Selir Xi, punya satu orang kepercayaan. Harus menangkap hidup-hidup orangnya, gunakan siksaan buat dia mengaku dan katakan semua komplotannya. Habisi semuanya biar tidak ada masalah dikemudian hari. Iya.
Di sana. Cepat. Masih punya waktu bermain kecapi. Tangkap. Ziyue. Segera kita akan bertemu. Sungguh beneran bagus. Kalau tidak kita pakai ini berakting. Kita berdua sudah pernah pakai. Jangan-jangan kamu lupa? Tidak ingat, juga pernah pakai. Kalau mau pakai kalian berdua yang pakai, saya tidak mau. Berkumpul. Tenang. Kalian ingin aku mengakari jurus Bing Pogong.
Semua orang yang ingin belajar jurus ini, harus mempersiapkan. Hati yang sungguh, perasaan yang sungguh, niat yang sungguh. Saya mau mengetes kalian untuk tahap selanjutnya. Batin yang saling tertarik. Siapa duluan? Sangat bagus. Setiap orang punya 3 kali kesempatan. Bersiap-siap. Kamu harus berlatih. Kamu sakit perut. Kamu mengandung. Selanjutnya. Otot kamu besar.
Kamu setia, cinta tanah air. Kamu suka menyiksa diri sendiri. Selanjutnya, selanjutnya. Orang hebat nomor satu di dunia apa? Saya lihat otak kamu tidaklah pintar. Orang bodoh nomor satu di dunia. Youer. Tidak boleh tidak sopan. Kamu. 3 tahap nilai 0, turun, turun, turun, turun. Cukup ketawanya? Cukup ketawanya. Saya ingin kamu menemani saya. Ya!
Hebat juga kamu. 3 orang saling memperhatikan. Saling bergandengan tangan. Saya bilang 3orang bergandengan tangan. Baiklah. Kalian ikutin sama-sama, atau satu group, satu group? Satu group, satu group. Jual roti bakar. Roti bakar yang baru keluar dari oven. Jual roti bakar, jual. Nona, beli roti bakar? Baru keluar dari oven, masih panas. Bos, bisakah saya
Menukarkan 2 potong roti bakar? Menukar 2 potong roti bakar? Kamu tukar pakai apa? Bos, ini adalah racikan herbal buatan tangan. Kamu lihat dia, sebenarnya saraf tangannya sudah putus, Sekarang sembuh total. Kalian berdua sungguh berarti. Merantau diluar. Mengandalkan Nona ini. Baiklah, obat herbal ini, saya juga tidak mau.
Saya, berikan 2 potong roti untuk kalian. Benarkah? Terimakasih bos. Mengandalkan Nona. Mari, saya bungkuskan. Ambillah. Terima kasih bos. Tuan Muda Ketiga. Bos, obat herbal ini buat kamu, terima kasih bos. Tuan Muda Ketiga. Menarik. Tuan Muda Ketiga… Tuan Muda Ketiga… Kamu takut kita tidak makan enak sebelum makanan utama dimakan?
Saya tidak menerima makanan sedekah. Tuan Muda Ketiga. Kenapa begitu keras kepala? Saya punya pemikiran sendiri. Pemikiran apa? Saya mau menangkap ikan. Tidak boleh. Kenapa tidak boleh? Kamu sudah terluka, dan air begitu dingin. Jika kamumembeku, saya harus bagaimana? Kamu nangis apa? Kelihatannya saya mengerjai kamu. Saya rindu Nona saya.
Saya harus hidup dan bertemu Nona saya. Tuan Muda Kedua kami juga baik-baik. Hiduplah dan bertemu Tuan Muda Pertama dan Tuan Muda Kedua. Dan juga Lyu Xiaowu. Baiklah jangan menangis lagi. Sudah lapar masih punya tenaga menangis seperti ini. Saya harus hidup untuk melihat Nonaku. Saya tidak boleh mati kelaparan. Rotinya sangat enak. Istriku.
Kamu mau kagetin aku. Istriku. Kamu dan dia sudah sampai tahap apa? Yaitu pandangan kamu seperti itu? Baik. Sangat baik. Baik. Sungguh sangat baik. Kalau saya? Mantan suami, yang ceraikan saya. Mengerti. Benci saya. Tidak benci. Cinta saya. Saya sedang menyesuaikan, sedang disesuaikan. Menyesuaikan tanpa saya? Menyesuaikan hubungan diantara kita. Bersamanya, juga perlu penyesuaian.
Saya tidak tahu. Istriku. Saya masih punya kesempatan, benarkan? Mengerti. Mengetahui ini, sudah cukup. Ngapain? Saya hanya ingin bertanya. Apalah arti cinta di dunia ini? Membuat orang tersiksa lebih baik mati. Kenapa kamu begitu pesimis? Kenapa saya merasa kamu ada diantara bahagia dan kesusahaan. Dan lagi, tidaklah banyak orang seperti kamu.
Tante kecil, bisa tidak kamu jangan, jangan memberatkan kedua belah pihak begitu letakan secara natural. Baiklah, kalau begitu saya tidak urusin kamu. Saya pergi dulu. Tante kecil… Kalau begitu saya bagaimana? Mereka berdua bagaimana? Kedua orang ini… Sekarang sudah sakit. Hanya kamulah obat mereka berdua. Jikalau suatu hari nanti kamu tidak memberi mereka berdua obat,
Bisa-bisa kedua orang itu Meninggal. Tapi saya adalah sampah kedokteran. Bagaimana saya bisa menjamin obat yang saya berikan tidak bisa meracuni mereka? Maka kamu jangan berhenti kasih mereka obat. Biarkan mereka mendapatkan kepuasan. Mungkin selama ini, mereka mau memakan aroma obat ini. Bukankah ini yang kamu mau? Kenapa tiba-tiba saya merasa diri sendiri sangat jahat?
Sangat sial, sangat berantakan. Wanita jalang, saya harus bagaimana? Kenapa cinta itu begitu menyiksa aku? Cinta sebenarnya menyiksa kesana, menyiksa kemari. Lagipula, saya merasa kamu juga bahagia. Sedikitpun saya tidak merasa bahagia. Sedikitpun tidak. Kalau begitu kamu mau tahu kenapa? Kenapa? Karena orang yang ikut campur terlalu banyak. Jurus saya itu Bing Po Gong.
Saya harus mewariskannya kepada Aide Yushu. Tante kecil, kamu sangat baik terhadap saya. Tiap kali kamu begini. Melihat kalian 3 orang bodoh ini, juga sangat kasihan. Kamu begini saja. Saya berikan kamu 3 ide. Kalau begitu Tante kecil katakanlah. Pertama, adalah pura-pura bodoh. Pura-pura bodoh, terus bepura-pura bodoh. Terus berpura-pura bodoh. Apakah ini berguna?
Tentu saja ada gunanya. Pura-pura bodoh adalah akting kelas atas. Di tengah percintaan adalah yang paling efek. Sayangnya, di dunia ini orang-orang yang menggunakannya tidaklah sedikit. Pura-pura bodoh, ini saya paling professional. Terima kasih Tante kecil atas petunjuknya. Youer, kamu tahu di dunia ini ada 2 jenis orang yang paling kasihan. Orang apa?
Satu akting yang kurang bagus, yang satu lagi dalam hati benar-benar mencintai orangnya. Tapi mulutnya tidak berani jujur. Baiklah, hari sudah malam. Tante kecil juga harus pulang. Besok pagi, saya harus mengantar anak-anakku. berlatih di pagi hari. Kamu harus ingat. Pura-pura bodoh, pura-pura bodoh. Tidak bisa tidur. Kamu juga kan? Kabar di dunia persilatan,
Tuan Muda tetap ahli nomor satu. Ingin ketemu juga sangatlah sulit. Pertama kali ketemu Tuan Muda hati terasa gugup ingin ketemu. Berkunjung langsung, ikutin terus. Pasti ada masalah besar. Saya bukan datang demi kamu. Kaki saya, hati saya, hanya tergerak karena dia. Kali ini saya tidak akan melepaskanya dengan mudah.
Mudah harus bagaimana? Susah harus bagaimana? Sebenarnya kalian berdua sudah ada buku cerai. Otomatis tidak ada hubungan suami istri lagi. Sebenarnya saya duluan yang ketemu dia. Jika dia lupa juga tidak apa-apa. Saya akan berusaha membuat dia mengingat kembali masa-masa kita. Cinta sebenarnya tidak punya aturan, tidak ada batasan.
Kadang hanya sekejap mata, sudah memenangi segalanya. Saudara Gong, benar-benar ilmu bela diri yang bagus. Ketua Sekte, ilmu silatnya juga sangat bagus. Sayanglah bunga-bunga ini. Kamu bukan ikan, kok bisa tahu tempat apa yang paling bagus untuk dia. Bunga mau jatuh, dimana anginlah yang memutuskan. Terakhir bunga itu jatuh, dimana itu adalah takdir dia.
Sudahlah, bunga ini palsu. Tetapi film ini aktingnya terlalu sungguhan. Saya takut mengeluarkan banyak perasaan susah untuk keluar. Tidak bisa diteruskan lagi. Film ini perasaan Guru You. Sungguh ada beberapa kenyataan. Ada maksud menertawain saya. Sebenarnya, saya mau berterimakasih kepadamu. Buku cerai kamu ini, diberikan sangat bagus. Memberiku benih-benih cinta tumbuh kembali. Adil. Cukup gentleman.
Kamu benar-benar menabur garam di atas luka orang lain. Kamu tenang. Sekuat tenaga menyerang adalah menghormati lawan. Saya pasti menghormati kamu. Kata-kata anda terlalu tertekan. Apa artinya menabur garam? Itu adalah berkorban dengan nyawa mengorbankan cinta. Bersama Xiuxian, bahagia tanpa batas. Salahkan aku menikah muda. Tidak tahu dimana kebahagiaan itu berada.
Hanya tahu bahagia, marah, sedih, gembira. Hanya karena dipengaruhi oleh seseorang. Kata tante kecil, asalkan nadi dalam otot sembuh, lalu ditambahkan akupuntur, melancarkan tenaga dalam. Ilmu kamu bukan hanya boleh dipertahankan, dan masih bisa terus lanjut berlatih kembali. Perasaannya tadi sekujur tubuh terasa lancar. Asalkan pengobatannya tepat waktu,
Saya percaya kamu pasti bisa sembuh kembali normal. Sebenarnya ada suatu masa. Saya benar-benar pernah khawatir diri sendiri. Kehilangan ilmu, hidup tidak lama. Tapi memikirkan seseorang beberapa hal, bisa dilalui dengan sendirinya . Saya ingat Moyi bilang Setiap generasi Ketua Sekte Gerbang Kota Hantu. Paling banyak cuma berlatih sampai tahap ke 8.
Kamu tidak usah bersih keras begitu. Demi menjadi ahli paling hebat, maka harus berlatih sampai berhasil. Jika didalam hatiku ada seorang lawan yang tak terkalahkan, yaitu dia. Jadi saya memutuskan, tidak peduli dengan nasehat orang lain. Berlatih tahap ke 9 ini. Menang kalah apakah begitu penting? Bahkan nyawa sendiri juga tidak peduli lagi.
Bukan karena menang dan kalah, adalah demi kamu. Tidak ada yang lebih penting dari kamu. Bercanda. Dari kecil saya diberi gelar sebagai Ketua Klan. Ini bagaimanapun adalah impian saya saja. Tenanglah, masih ada aku. Masih ada Tante kecil punya ilmu Bing Po Gong. Saya bisa selalu menemani kamu.
Pasti bisa membantu kamu berlatih ilmu membalikan sihir. Biar kamu tidak merasa kesusahan lagi. Ikutlah aku kembali ke Gerbang Kota Hantu. Baiklah. Kamu panggil saya datang untuk apa? Istriku, mari bermain ayunan. Ini sudah malam dan angin kencang. Main ayunan apa? Tidakkah kamu merasa ini sangatlah romantis? Dingin sekali.
Teringat ada sesuatu belum sempat berikan ke kamu. Tidak ada hal yang baik, pasti ada sesuatu. Melihat benda ini jadi ingat istriku. Hanya demi membahagiakan kamu. Tidak ada yang lain. Tidak ada pikiran apapun. Saya sekarang hanya fokus pada ilmu kedokteran. Apapun tidak teruruskan. Ketua Sekte Ai disana bagaimana? Baik.
Kamu mau menemani dia kembali ke Gerbang Kota Hantu? Saya menguping. Kamu menguping apa? Kamu sebagai seorang Tuan Muda Pertama bisa-bisanya menguping. Benar, menguping. Mencintai seseorang, demi mempertahankan dia. Kadang harus menggunakan segala cara. Dia bagaimana? Wajahnya ganteng. Sifatnya baik. Orangnya tidak usah dibilang lagi. Kalau saya? Dibanding saya, bagaimana? Tidak tahu.
Saya sekarang apakah seperti lahan ini sama? Sama seperti sisa buangan bunga-bunga. Harus diinjak-injak oleh kamu. Kapan saya menginjak-injak kamu? Jika saya adalah sisa buangan bunga-bunga, maka tidak tahu sudah berapa banyak wanita di dunia ini, berebutan memungut saya. Jadi kamu rela saya dipungut mereka? Tidak. Mau pungut atau tidak. Kamu ragu.
Saya tahu kamu tidak tega. Oh Tuhan. Akting kamu sangat bagus. Kita datang ke tempat film ini tidak sampai 2 hari. Akting kamu begitu meresapi dalam sedetik langsung menjiwai film. Saya pergi tidur dulu. Kamu berhenti. Kamu ke mana? Kembali tidur. Kamu dan saya adalah suami istri. Stop, stop “pernah”.
Dan lagi hanyalah status saja tidak ada hubungan suami istri. Baiklah. Saya menghormati kamu. Tunggu sebentar. Istriku. Saya mau bersama kamu memerankan sekali film yang guru bilang. Latihan tatapan mata. Terlalu menyakiti mata. Tidurlah! Tidurlah! Saya sudah mengajarkan ilmu Bing Po Gong kepadamu. Jikalau badan kamu secara alami tidak apa-apa, tenanglah.
Tuan Muda Keluarga Gong, saya mau bicara dengan Youer. Maaf tidak sopan. Youer. Caranya sudah saya kasih kamu. Maksudnya kamu mengertikan? Selanjutnya tergantung kepadamu. Tante kecil… Baiklah. Baik, kami pergi. Jalan. Anak muda, cinta haruslah cintai sampai akhir. Jangan seperti saya sama seperti mencintai ibu angsa. Baiklah, kita antar kalian sampai sini.
Sebelum pergi, terakhir saya mau bicara lagi. Kamu ini, saya sangat suka. Sangat pemberani. Tahu didepan ada bahaya, tetap maju menghadapinya. Hanya saja, gunung ini belum tentu gunung kamu. Kamu, perasaan yang sudah mendalam pastilah asli. Asalkan tidak terlalu keterlaluan. Hanya beberapa kata candaan. Jangan taruh di hati, oke? Berpisah disini, hati-hati di perjalanan.
Tante kecil jaga diri, tante kecil jaga diri. Saya tidaklah cocok mengantar kalian. Peran saya ini saya jelaskan. Peran saya… Saya sudah bilang beberapa kali. Peran itu tidak cocok untuk kamu. Tetapi saya dilahirkan untuk berakting. Sayangnya. Sayang apanya? Kamu tidak bisa menjelaskan peran itu. Sayangnya naskah itu. Kamu bantu saya atur ya.
Pergilah, kembali ke Gerbang Pintu Hantu. Saya juga pergi. Moyi, Youer tidak makan daun wangi. Baik, Ketua Sekte. Si Gendut, obat ini sangat pahit. Istriku yang seduh, yang pahit juga jadi manis. Saya sekali minum langsung habis. Kelihatannya badan Ketua Sekte tidak seperti dulu lagi. Lebih baik hati-hati. Tidak usah, sama sekali tidak terpengaruh.
Malahan Tuan Muda Gong biasanya tidak kekurangan. Kehidupan diluar seperti ini pasti tidak terbiasa. Sebagai sesama orang dunia persilatan, Kalau tidak bisa tahan kesusahan. Cukup tertawa. Saya lihat Tuan Muda Gong tidaklah pelit. Harus ikut aku kembali ke Gerbang Pintu Hantu. Bagus juga, sekalian membuktikan istriku. Perwakilan dewa bulan kembali.
Di dalam Klan saya, hidup bahagia dan bebas. Kata kembali sangatlah tidak cocok. Kali ini pergi, hanyalah melihat saja. Istri saya berhati baik mengobati, baik budi berdermawan. Para Ketua Klan berlatih ilmu kebalikan. Tidak lah sia-sia. Keluarga Gong dan Gerbang Kota hantu mempunyai musuh yang sama. Youyou adalah Youyou Bilang Klan Dokter juga boleh.
Jangan selalu tinggal di Keluarga Gong saja. Buku cerai kamu sudah keluar berapa lama? Saya dan istri saya orang-orang semuanya tahu. Bukan hanya buku cerai saja. Dan juga, buku cerai tidak ada tulisan apapun. Tuan Muda Gong. Oleh karena itu saya bilang kamu kejam. Buku cerai juga sudah kamu keluarkan. Diatasnya bahkan tidak kamu tulis.
Pastinya sudah memastikan. Saya dan istriku memilih pada pandangan pertama. Apakah kamu bisa membandingkan aku dan dia? Perasaan dari masa muda. Saya dari umur 8 tahun mengenal Youyou. Perasaan saya terhadap dia, dari kecil sampai besar tetaplah satu. Perasaan bukan dari kenal duluan. Tapi perasaan yang mendalam. Petunjuk pertemanan. Waktu itu kamu adalah bodoh.
Kamu mengerti apa itu perasaan? Youyou kenapa bisa memilih kamu? Jelas-jelas dia dibohongi oleh Keluarga Gong. Barulah bisa menikahi kamu yang bodoh. Beraninya kamu merendahkan Keluarga Gong. Saya melakukan hal yang benar tidak takut di bilang orang lain. Kamu berani berbuat tidak berani bertanggung jawab. Kamu tidak seharusnya memegang tongkat, harusnya memegang jarum.
Kemari jahit mulut saya, jahit mulut dunia. Baiklah, baiklah. Kalian berdua jangan ribut lagi. Sebelah sini. Anda silahkan. Silahkan. Beberapa tamu, inilah kamarnya. Kamar ini sangat luas, benar tidak? Beberapa tamu ini begitu dilihat adalah ahli silat. Pasti tidak peduli dengan hal kecil. Ini. Iya. Baiklah ranjang ini luas, satu kamar saja. Kalau 2 kamar,
Saya malahan tidak tenang. Kelihatannya badan Ketua Sekte kurus. Isi hati juga sedikitpun tidak kurus. Masih sangat luas. Urusan orang lain juga harus diurusin. Jika wanita itu selingkuh, maka saya duduk di disini menunggunya. Omomong kosong tidak tahu malu, hal yang tidak mungkin terjadi. Harap Ketua Sekte maklum. Youyou sekarang sudah bebas.
Dia bebas memilih pilihannya. Hubungan yang jauh dan dekat masih bisa dibedakan. Jangan katakan lagi. Kamu, kamu, kamu, tidur bersama.