【FULL】Hotel Trainees EP17【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Hotel Trainees Season 2] [Episode 17] Kenapa ini? Pria itu mau merebut kamar kita, tidak mau membatalkannya. Apa itu benar? Tapi wanita itu sepertinya bukan kekasih dia. Bukan? – Bukan. – Jadi mereka berdua ngapain? Bercinta di hari siang bolong. Aku periksa dulu apa yang terjadi. Jangan pergi. Amati saja dulu.
Ada orang datang. Siapa ini? Kekasihnya. Halo. Aku adalah pengacara Tuan Du. Ini adalah beberapa ketentuan yang kami susun. Kamu lihat dulu. Aku dengar apa yang sedang mereka bicarakan. Apakah bisa kedengaran? Tuan Du, ketentuan kamu lebih tegas ya. Nyonya Du, kamu lihat dulu. Sepertinya bicara tentang masalah penceraian. Aku ini bukan menyia-nyiakan tenaga.
Bagus juga, marga Du, perhitungannya cukup teliti. Aku setuju. Tanda tanganilah. Cepat bercerai cepat selesai. – Apakah benar benar cerai? – Benar. Sudah datang. Apa maksudmu tadi dengan menyia-nyiakan tenaga? Bukannya mereka lagi ribut tentang penceraian? Selanjutnya akan mudah diurus. Bukankah akan segera berpisah, dengan begitu mereka akan angkat kaki dan memberikan kamarnya pada kita.
Yang kamu bilang sepertinya bukan ini. Yang kamu bilang bukan ini. Yang aku bilang adalah ini. Apakah aku masih tidak tahu dirimu? Baguslah kalau kamu tahu. Aku merasa mereka berdua sangat dicurigai, dan juga yang sangat ada motif. Coba katakan. Kamu coba pikir, kamar tuan Du dan nyonya Du,
Ribut tentang hantu jadi tidak bisa tinggal. Terhadap siapa yang paling ada untungnya. Pastinya orang yang paling ingin tinggal di kamar itu. Aku sangat yakin dengan kesimpulanmu. Jadi sebelum kita cek kebenaran dari masalah ini dengan jelas, kita tidak boleh memfitnah orang baik. – Dan juga tidak boleh lepaskan orang jahat. – Orang jahat.
Kamu masih belum tidur? Katakan, kemana kamu dua hari ini? Diam-diam seperti itu. Aku bukan amati kamu dua tiga hari aja. Aku tidak pergi kemana-mana. Suasana hatiku buruk. Aku jalan-jalan di halaman. Kamu masih ada suasana hatiku yang buruk? Jangan lupa tujuan kita datang kesini. Suami istri yang bercinta ini, memang adalah hal yang indah.
Kamu lihat. Dipaksa olehmu seperti melakukan misi saja. Aku paksa kamu? Apakah aku harus begitu? Apakah kamu pernah berkata dengan baik sekali saja? Kamu lihat sikap apa kamu ini. Ada apa dengan sikapku? Katakan dengan jelas. Di mana lipstiknya? Aku, aku mana tahu lipstikmu di mana. Aku ingat dengan jelas.
Setiap kali aku siap gunakan lipstik ini, penutupnya akan dengan baik menutupnya, lalu memasukkannya ke dalam tasku. Sekarang? Kenapa mereka terpisah? Aku tidak tahu. Kamu tidak tahu? Kamu tidak bisa bercerita hal lucu, tidak bisa memikirkan ide romantis, juga tidak bisa menghiburku. Kamu sama sekali tidak mengerti diriku. Kamu juga tidak ingin mengerti diriku.
Sekarang sudah bisa belajar berbohong, benar tidak? Tutup mulutmu! Kamu selalu bilang saya tidak mengertimu, tapi apakah kamu pernah mengerti diriku? Apa kamu tahu tidak betapa giatnya aku? Aku setiap hari gym, olahraga. Daun bawang, okra, ginjal domba, aku makan dengan segala macam cara. Aku seorang tabib ahli urologi, demi untuk menipu orang lain,
Aku selalu diam diam pergi ke kota lain untuk mengantri. Aku begitu mendengar ada resep rahasia leluhur di pengobatan tua cina. Aku sampai tidak berani tidur sebentar, aku langsung pergi untuk memakannya. Apakah kamu tahu semua ini? Tapi apakah kamu pernah bahagia? Dan juga tarian yang aku tarikan, kamu lihat pun tidak.
Beberapa tahun herniasi lumbal yang menonjol, bagaimana kualitas akhir dari gerakan itu, apakah kamu tidak memiliki perhitungan? Dan juga kostumku, apakah kamu pernah tanya aku? Itu merupakan sehelai demi sehelai benang yang aku jahit sendiri. Ini semua tidak bisa membuatmu terkesan. Jika beneran tidak bisa, aku pergi meledakkan bunker. Apakah aku mudah?
Apakah kamu tidak tahu setiap kali pulang tahun baru, bagaimana teman kerabat keluarga melihatku. Bukannya merendahkan aku karena tidak melahirkan? Tidak ada anak maka sederajat dengan orang bawahan? Sekarang, aku jujur kepadamu. Sangat cepat, mereka akan kembalikan kamar itu. Mereka mana mungkin bisa kembalikan kamar itu. Saat itu mereka begitu bersikeras. Aku ada cara.
Sangat cepat akan jatuhkan mereka. Ini. Kenapa kamu baru datang? Tunggu sebentar lagi. Mungkin sebentar lagi ada gerakan. Apa yang sebentar lagi ada gerakan? Kamu. Lama tidak berjumpa. Kamu… Kenapa kamu bisa ada di sini? Aku sudah lama kembali ke negeri asal. Kamu tidak tahu kan? Apakah terkejut? Tidak, bukan.
Kamu kenapa bisa ada di sini? Mengenalmu sudah sangat lama, setidaknya harus merasakan hotel keluargamu. Di sini terlalu nyaman. Sangat cocok untuk jogging. Aku ingat, kamu dulu juga mempunyai kebiasaan jogging. Temani aku keliling. Aku, aku sudah berhenti kebiasaan jogging. Direktur Xie. Bai Linglong. Halo. [Yue Ran ZAD] Halo, Yue Ran.
Aku adalah tamu yang baru tinggal sini. Bertanya sebentar pada Direktur Xie jalan hotel ini. Tamu ini, ada masalah apa, bisa langsung tanyakan Departemen Receptionist atau Departemen Tamu. Dia merupakan Departemen Receptionist bukan? Lain kali ada masalah apa, bolehkah aku mencarimu? Oke, tidak masalah. Terima kasih banyak, sampai jumpa lagi. Jika ada yang ingin ditanyakan,
Tanyakan saja. Apakah kamu dekat dengannya? Saat aku bersamanya di Swiss, pernah magang bersama di satu hotel. Pernah berpacaran, tetapi tidak lama. Selanjutnya? Sudah putus. Kenapa? Menurut dia, aku bukan pasangan yang ideal. Kali ini dia pulang demi kamu kan? Apakah kamu merasa seperti itu? Benar. Mana mungkin. Aku sudah putus dengannya.
Perusahaan mereka adalah tipe keluarga yang akuisisi banyak hotel. Mungkin kali ini mereka datang untuk mengincar. Aku lihat kalian kelihatannya sangat dekat. Dari uang mana, mikrogram mana, milimeter mana yang menunjukkan bahwa kami dekat? Jika kalian beneran sudah putus, Jadi tadi dia… kemudian kalian bersama kelihatan seperti hendak berhubungan mesra.
– Apa maksudnya? – Ber…berhubungan mesra apa, kamu Bukankah kita berdua sudah berdiskusi mau bersama di sini untuk menunggu Tuan Du, Nyonya Du? Kamu. Otakmu ini apa yang selalu dipikirkan, kenapa negatif sekali? Aku negatif? Sebenarnya siapa yang negatif? Aku tadi bilang apa? Aku tidak mengatakan apapun, sebenarnya siapa yang negatif? Maaf, saya salah.
Apa yang hendak kamu ketahui maka tanyakan saja. Aku pasti akan mengatakannya padamu tanpa merahasiakan apapun darimu. Siapa yang bilang aku ingin tahu? Maaf, aku tidak mau tahu apapun. Yue Ran. Aku mengenalnya saat di universitas. Kami berada di area sekolah yang sama, dia lebih besar satu tahun dari diriku.
Di universitas ini memang awalnya orang china tidak banyak, tentu saja bisa mengenalnya. Aku dengannya pun hanya makan bersama, belajar bersama. Tidak ada lagi yang lain. Aku tidak dengar, tidak dengar. Orang bajingan bercerita, aku tidak mau tahu sedikitpun. Cerita romantis sekolahan kalian, aku sudah bilang aku tidak mau tahu. Aku juga tidak mau dengar.
Baik, aku tidak bilang lagi. Aku diam saja. Kenapa kamu merasa grogi? Aku, aku mana ada grogi. Kasih tanganmu padaku. Aku katakan padamu, relasi keluarga kami adalah polisi kriminal. Dia sebelumnya memberitahukanku cara mengetes kebohongan. Jika kamu berbohong, atau ingin ubah topik pembicaraan, maka detak jantungmu akan menunjukkan pemikiranmu karena rasa cemas yang kamu rasakan.
Silahkan tanyakan. Kamu masih mencintainya? Tidak. Apakah kamu masih menyukainya sedikit saja? Tidak suka. Ketika kalian berpisah, apakah kamu merasa sedih? Gimana, sudah selesai bertanya? Aku bohong tidak? Aku akan kasih tahu kamu lain kali. Apakah mau ganti tangan satunya lagi? Sebenarnya mengetes ini akan lebih tepat.
Aku masih ada masalah yang lebih penting untuk dikerjakan. Aku tidak ada waktu untuk menemanimu bermain di sini. Salah jalan. Bukankah aku yang paling penting? [Ada putra-putri di rumah] Kamu ini. Ada apa? Sia-sia mandi. Lepaskan! Aku tanya dirimu, kamu sengaja bukan? Apa yang aku lakukan? Kamu sendiri tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan?
Bukan, jadi sebenarnya apa yang aku lakukan? Kamu jelas sekali tahu aku kekurangan rasa aman. Sehingga aku suka membersihkan kamar. Karena aku menganggap dengan mengandalkan diriku sendiri merupakan satu-satunya hal yang bisa dikendalikan. Tapi kamu bahkan satu masalah kecil ini juga tidak mau kabulkan aku. Sebelumnya kamu menghancurkan segalanya juga sudahlah. Sekarang? Kamu bahkan mengejutkanku.
Beberapa hari lagi kita sudah mau cerai. Beberapa hari ini apakah tidak bisa melewatinya dengan tenang? Ini bukan aku yang buat. Bukan kamu yang buat lalu aku yang buat? Apakah ini perbuatan hantu? Kamu lihat ini dengan jelas, ini baru jejak tanganku. Bahkan seberapa besar tanganku pun tidak kamu ingat.
Pantas saja kita sudah hendak cerai. Begini, apakah kamu sudah puas? Begini sudah oke, tidak bisa dikenali lagi. Sempurna. Kamu kira satu masker bisa menghalangi ciuman panas yang sudah tidak sabaran ini? Kalau begitu dua. Tidak mengerti suasana. Benar, tidak seperti Bai Linglong kamu yang sangat mengerti. Sebentar lagi kita akan pergi
Mengirim makanan kepada Nyonya He. Kita berbohong dan katakan, ini merupakan kejutan Tuan He kepada Nyonya He. – Tuan He. – [Nyonya He itu,] [pasti dengan akan sangat senang] [menyambut kita masuk.] Aku pergi ganti baju. Tunggu aku. [Setelah kita masuk kamar,] [kamu pura-pura buka anggur merah sebagai alasan,]
– [Kemudian amati seluruh kamar.] – Kamu tenang saja. [Di saat ini,] Tuan He pasti datang kemari bertanya. [Apa yang terjadi?] [Aku tidak memanggil makanan untuk Nyonya.] [Di saat ini,] [aku akan ambil kartu pesan makanan dari kamar lain,] [untuk mengonfirmasikan padanya.] [Aku akui tiga puluh detik ini sangat penting.]
[Kamu harus dapatkan lipstik Nyonya He.] Kenapa kita harus membuatnya begitu rumit? Kalau tidak memangnya kita akan memasuki hutan? Jelajahi apa? Jelajahi alamkah? Kita perlu menggunakan lipsik Nyonya He dengan logo kamar Nyonya Du untuk dibandingkan. Kita akan bisa mengunci target, lalu aku akan pergi cari Jia Jia untuk memastikan warna lipstik. Sangat mudah.
Walaupun tidak tahu apa yang kamu katakan, tapi aku merasa sangat masuk akal. Apa yang kamu bilang selalu benar. Kalau begitu semangatlah, anak muda. [8003, Tolong jangan menganggu.] Tamat sudah. Tolong jangan mengganggu. Idemu itu jika tidak buruk, maka sia-sia. Jika kamu merasa ideku tidak bagus, kamu pergi cari Bai Linglong. Itu…
Aku berkata jujur saja, bunga yang segar dan anggur yang enak ini sebenarnya dipersiapkan untukmu. Jika rencana tidak berhasil, maka biarkan aku menggunakan makan malam romantis sebagai permintaan maaf, oke? Kenapa? Kamu tidak berbuat salah. Aku berbuat salah. Aku membuatmu cemburu yang seharusnya tidak diperlukan. Siapa yang cemburu denganmu? Kamu. Kamera. Habislah, kamu sudah ketahuan.
Aku tidak. Bai Linglong sudah datang. Tidak ada yang percaya padamu. Balik sini! Kita sudah lama tidak tidur di dalam satu selimut. Di hari pernikahan kita, juga peluk dan tidur bersama seperti ini. Siapapun tidak berani bergerak. Siapapun tidak bisa tidur. Dan juga di kasur ini, dalam sekejap sudah mau berpisah. Berpisahlah dengan baik-baik.
Datang ke sini bukannya untuk ini? Tidurlah. Bangun! Punya siapa ini? Ini… Siapa ini? Siapa yang mau menjebak orang tua seperti aku? – Aku… – Bermarga Du. Kamu beneran sangat pandai berakting. Sungguh mirip sekali. Aku hampir saja percaya. Tadi bekas tangan di kamar mandi, ditambah dengan lipstik ini, kamu ini membawa wanita pulang ya?
– Aku… – Bermarga Du. Sisa beberapa hari lagi kita sudah cerai, apakah kamu tidak bisa menunggu dua hari ini? Apakah kamu sangat tidak sabar? Kamu menjijikkan sekali. Pergi kamu cari wanita lain untuk tidur saja. – Baik. – Keluar! Aku pasti akan temukan kebenarannya. Kamu pakai baju ini. Aku membawamu ke suatu tempat.
Aku tidak pergi. Aku jamin tidak akan membuatmu menyesal. Aku tidak mau merasa ketakutan lagi. Bukankah kamu ingin tahu kebenarannya? Malam ini akan muncul kebenarannya. Apa gunanya kita memakai seperti ini? Lagipula tidak bisa masuk ke kamar Tuan He dan Nyonya He. Kenapa harus masuk ke kamarnya? Kita tidak masuk bagaimana menyelidikinya?
Ubah sudut pandangnya dan pikirkan. Itu yang sudah ditandai, handuk, sandal, dari mana semuanya? Dari hotel. Hotel dari mana mendapatkannya? Hotel yang membelinya. Setelah hotel membelinya, lalu diletakkan di mana? Setiap pelayan menaruhnya di setiap kamar. Aku dulunya pastinya sangat menyukaimu. Jika tidak bagaimana aku bisa membuatmu lewat masa magang.
Sudah saat apa, kamu masi ada suasana hati untuk mengatakan ini. Bodoh, ruang distribusi. Jadi maksudmu adalah… Jika ada orang mau menaruh satu barang di kamar orang lain, dia harus pergi ruang distribusi untuk mendapatkannya. Jadi kita sekarang seharusnya memeriksa ruang distribusi. Akhirnya kamu mengerti. Karena kamu sudah tahu,
Kenapa kita tadi ganti lagi baju koki lalu ganti baju suster lagi? Asalkan bersamamu, apapun bisa dilakukan. Tetapi kamu jelas tahu ide aku tadi sangat tidak bisa diandalkan. Kamu seharusnya lebih awal bilang padaku. Asalkan kamu ingin melakukannya, aku bersedia menemanimu untuk gila bersama. Pakaian yang kamu pakai ini terlalu cantik.
Aku takut tidak bisa mengontrol diri sendiri. Kamu merasa baju ini, sangat menggoda? Kamu tidak mengerti. Orang cantik pakai apapun tetap cantik. Matamu buta ya? Jangan gelisah. Ruang distribusi baru pulang kerja jam segini. Sekarang datang sangat pas. Kebenarnya hanya ada satu, malam ini pasti akan terbongkar. [Hotel Resort Pemandian Air Panas ZAD]
Semuanya dalam keadaan baik, tidak ada tanda apapun. Kita ke sini bukan untuk mencari tanda. Kamu mempermainkanku lagi bukan? Alasan mabuk bukan terletak pada arak. Pelajaran bahasa SD kamu tidak pernah belajar? Itu adalah bahasa SMP, dasar kamu babi. Bagaimanapun apa yang bisa kita ketahui maka orang lain juga bisa mengetahuinya.
Kita tahu setelah pulang kerja datang ke ruang distribusi. Pencuri kecil itu, juga tahu setelah pulang kerja datang ke ruang distribusi. Jadi kita ke sini menunggu dia muncul? Menunggu target datang kemari. Jangan injak kakiku. Besar sekali ruang distribusinya. Kenapa sampai kursi pun tidak ada? Bukankah kamu yang menetapkannya? Kurangi kursi pada area kerja,
Untuk mencegah karyawan bermalasan. Semua orang usahakan untuk bergerak, baru bisa menunjukkan betapa enerjiknya hotel kita kepada tamu. Aku merasa aku mengatakannya dengan sangat baik. Tidak tahu seberapa lama kita harus berjongkok di sini. Direktur Xie, kamu harus semangat. Hati-hati. Istri kamu harus ingat, pada saat itu harus menundukkan kepala. Dengan begini, kamera
Juga tidak bisa memotret dirimu. Baik. Telapak tanganku sudah berkeringat. Jantungku sudah hampir mau keluar. Jangan gugup. Ada aku di sini. – Kamu jangan gugup. – Aku tidak gugup. Aku sangat gembira. Benarkah? Istri aku sudah lama tidak melihat kamu tersenyum dengan sangat gembira. Aku beneran terlalu gembira.
Aku bilang padamu aku tidak pernah bertemu dengan hal yang begitu mengasyikkan ini. Suamiku, menurutmu apa yang seharusnya kita lakukan sekarang? Sekarang kamu dengarkan aku. Kita maju terus, kemudian masuk ke ruang distribusi. – Pergi. – Kita pergi – Pergi. – Kita pergi Aku ingin… ke toilet. Sungguh merusak segala suasananya.
Aku sungguh ingin ke toilet. Baik, pergilah. Sudah datang. – Ayo pergi. – Tunggu. Bukankah kita datang menangkap mereka? Menangkap basah saat sedang beraksi. Biarkan aku saja. Cepat, masuk. Ayo. Suami, kenapa kamu bisa membuka kunci? Aku pun tidak tahu. Istri, masih banyak yang aku bisa. Hanya saja tidak ada kesempatan untuk menunjukkannya. Ayo.
[Area Kotor] Kita mirip tidak dengan perampok pria dan wanita? Sama tidak? Tidak benar. Kita sekarang bukan mencuri barang. Kami tidak termasuk perampok. Aku merasa kita bisa dikejar mati, lalu sama-sama kabur dari kematian. Hanya memikirkannya saja terasa memacu adrenalin, suamiku. Jadi kita masuk tidak untuk mencuri barang, lalu apa yang kita lakukan? Ikuti aku.
[Area Bersih] Hati-hati. Cepatan, sini. Baik. Sini, sini. Kita mencari beberapa barang kecil. Buat tanda di atas perlengkapan alat mandi ini. Lalu, mengambil kesempatan pada saat pelayan tidak ada, diam-diam masukkan ke kamar 6452. Kenapa harus masukkan ke kamar 6452? Jika mereka masuk ke dalam kamar, menyadari ada sesuatu tidak beres,
Hotel juga tidak dapat menyelesaikan masalah. Bukankah mereka hanya bisa membatalkan kamarnya? Kamu jahat sekali. Istriku, cepat sedikit! Jangan sampai ketahuan. Kamu lihat, aku sudah bilang pasti mereka berdua. Mereka berdua datang hanya untuk 6452. Jika bukan mereka lalu siapa lagi? Suamiku, kenapa kamu bisa memikirkan cara sebagus ini? Aku sudah mulai merasa kagum padamu.
Berikan barang yang sudah dicari padaku. Untukmu, cepat. Berikan padaku. Berikan padaku. Aku dari kecil sampai besar tidak pernah melakukan kejahatan. Menurutmu, apakah kita akan ditangkap sebelum kita keluar dari sini? Jangan bicara sembarangan. Apakah kita akan ditembak mati? Tidak akan. – Ke mana sebenarnya? – Mencari kebenaran. Kebenaran?
Kebenarannya adalah kamu pernah membawa wanita masuk ke dalam kamarku. Tidak jelas lagi bicara denganmu. Kamu tentu saja tidak bicara dengan jelas. Jangan berpura-pura lagi. [Ruang Distribusi] Kenapa kamu tiba-tiba berhenti? Kebenarannya ada di dalam. Tembak mati apa? – Gawat! – Ada orang yang datang. – Ada orang yang datang. – Cepat, sana. Suami.
Cepat, di sana ada lemari. Biarkan aku saja. Bisa buka tidak? Ayo. Sini. Suami, bagaimana? Mereka sudah mau masuk ke dalam hendak menangkap kita. Tidak apa-apa. Jika terjadi sesuatu, aku yang akan menanganinya. Sini. Tempat apa ini? Kamu datang kesini mencari kebenaran apa? Asap ini sungguh menyesakkan nafas.
– Bau sekali. – Kamu percaya aku sekali ini saja, bisa? Lihat kamu mau lari kemana. – Keluar, di sini. – Cari apa? Cari orang. Pasti di dalam sini, ayo. Apakah kamu sudah gila? Tempat seperti ini mana mungkin bisa sembunyikan orang. Aku pasti akan mencari orangnya keluar untukmu. Cepat kemari bantu.
Jorok sekali, aku tidak bantu. Kamu ingin tahu tidak kebenarannya? Cepat sedikit! Rapat juga tutupnya. Satu orang satu pintu. Gunakan tenaga sekuat mungkin. Satu,dua,tiga. Satu,dua,tiga. Suami, baju apa ini? Kenapa susah dilepas? Sini aku saja. Berhenti. Putar. Apa yang lucu? Apakah kamu tidak merasa orang ini sangat lucu? Bagian video CCTV ini
Dari awal kita sudah memeriksanya. Karena tetap tidak terlihat wajahnya, jadi tidak dapat dipastikan sebenarnya siapa yang memakai baju serba gelap itu. Halangi. Selanjutnya, kita putuskan menetap di ruang distribusi. Langit sudah begitu terang, kenapa masih belum menangkap kita? Jangan gelisah. Sekarang baru jam tujuh lebih. Polisi mungkin masih belum masuk kerja. Suamiku,
Kamu bilang masalah yang kita langgar ini harus dihakimi berapa tahun? Masalah ini, adalah perbuatan aku sendiri. Jika hendak putuskan maka putuskan diriku saja. Suamiku, kamu tidak boleh meninggalkan aku. Kamu bodoh ya? Masalah ini aku yang tangani saja. Kamu tidak usah menunggu aku. Hiduplah dengan baik sendirian di luar. Suami, aku… Setelah kejadian semalam,
Aku menyadari aku itu mencintaimu. Di antara kita masih ada gairah. Dulu, hanya saja caranya tidak benar. Suamiku, kita masih mau melahirkan. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Jika aku masuk, apakah kamu bersedia untuk menungguku? Bersedia menungguku sampai aku keluar melahirkan anak bersamamu. Aku bersedia. Jika kalian tidak lapor polisi,
Aku bersedia untuk menyerahkan diriku sendiri. Aku, aku juga. Ini… Seharusnya punya kalian kan? Kartu kamar ini juga punya kalian. Tolong kalian terima permintaan maaf kami. Suamiku, dia beneran tidak sengaja. Kartu kamar ini kami tidak boleh mengambilnya. Mohon kalian harus maafkan kami. Nyonya He, kalian salah paham. Kami memberikan kartu kamar kepada kalian
Untuk berterima kasih kepada kalian berdua. Begini, Tuan Du, Nyonya Du, sesudah mengetahui kenyataannya, mereka putuskan tidak mengejar tanggung jawab dari kalian berdua. Semua tidak akan diselidiki lagi. Benarkah? Begini, sejujurnya, perbuatan kalian berdua sebelumnya, memang mengakibatkan masalah yang cukup besar. Tapi, karena masalah inilah membuat aku tahu suamiku masih tetap mencintaiku.
Aku juga tidak bisa meninggalkannya. Mungkin karena sudah lama menikah, berkurangnya komunikasi. Masalah kalian, kami sudah mendengarnya. Kalian sangat bekerja keras untuk menyelesaikan permasalahan hubungan, caranya memang sedikit bergairah. – Benar. – Tapi kalian tidak berpikir untuk menyerah. Merupakan teladan yang seharusnya kita pelajari. Jadi kami putuskan untuk tidak bercerai. Kami sudah mau pulang.
Kalian tidak akan menyelidikinya lagi? Hotel kalian juga tidak akan mengejarnya lagi? Kamar bayi ini milik kita. Milik kita. Suamiku, Bagus sekali! – Kamarnya milik kita. – Benar. Tuan Du, kamu tidak hanya memaafkan kami, namun juga memberikan kamar untuk kami. – Jangan berkata seperti itu. – Kelak, aku akan mentraktirmu makan.
Berterima kasih padamu dengan baik. Terlalu sungkan, tidak benar. Aku yang mentraktirmu, aku traktir. – Tidak masalah. – Semoga kalian berhasil, juga berharap kalian bahagia. Tuan Du, Nyonya Du, menyambut kalian datang tinggal ke hotel kami kapan saja. Namun persyaratannya bukan karena bercerai sejenisnya. Tidak akan. Kita adalah orang yang pernah tinggal di kamar bayi.
Mana tau lain kali datang, sudah membawa bersama bayi. Benar. Kalau begitu, sampai jumpa semua. – Sampai jumpa. – Berjumpa lagi nanti, semua. Bye-bye, sampai jumpa, bye-bye. Kalian berdua nantinya juga harus tinggal di kamar itu. Apakah mereka harus dikhawatirkan? Sini, naik mobil. Bye-bye, sampai jumpa, bye-bye. Sampai jumpa. Sudah tahu itu kamu. Aku penakut.
Lain kali jika diam diam masuk ke kantor aku lagi, aku tidak akan sungkan terhadapmu lagi. Kenapa? Tidak marah lagi? Oh iya, Tuan Du dan Nyonya Du sudah menyadarinya. Bagaimana jika orang lain menyadarinya? Memangnya kenapa jika menyadarinya? Jika menyadarinya aku akan katakan pada dunia kemudian adakan pesta pernikahan.
Lalu kita bersama pergi ke kamar bayi membuat seorang bayi yang sama denganku. Mengirimnya ke Harvard untuk belajar, kemudian kita bersama ke Swiss menunggu tua. Tapi, tidakkah kamu memikirnya terlalu jauh? Ini adalah hari yang ingin aku lewati bersama denganmu. Itu juga puluhan tahun kemudian. Ditambah lagi, puluhan tahun kemudian kamu sudah tua.
Kamu telah menjadi seorang bacon tua. Aku tidak akan menyukaimu lagi. Mana mungkin kamu tidak menyukaiku. Aku tidak menyukaimu lagi, kenapa? Tidak benar. Kenapa bayinya harus mirip denganmu, tidak mirip denganku? Harus mirip denganku. Berbadan tinggi, berparas rupawan, dan juga memiliki kecerdasan. Tumbuh begitu tinggi seperti kamu, masa pergi main basket? Jadi masa tumbuh sepertimu?
Kaki pendek dan kecil, kepala yang besar, seperti kuda nil. – Xie Fanyu kamu bilang siapa? – Bilang kamu. Sangat pusing. Pusing sekali. Apa yang aku lihat? Presdir bilang sore akan ada rapat tentang proyek khusus Festival Pemandian Air Panas dan bisa dikatakan proyek Festival Pemandian Air Panas sudah disetujui? Kamu beneran sangat baik.
Lalu apakah setiap kali Festival Pemandian Air Panas berkembang, kamu akan memberikan sedikit penghargaan kepadaku? Jika Festival Pemandian Air Panas berhasil, kamu tebak penghargaan apa yang akan kuberikan padamu. Penghargaan apa? Memberimu penghargaan… Tidak beritahu kamu. Katakan tidak? – Katakan tidak? – Kamu menggigit aku. Rapat tadi sudah selesai. Tujuan utama semua pengawas menetap
Untuk membahas sebentar tentang masalah utama dari Festival Pemandian Air Panas ini. Festival Pemandian Air Panas kali ini, menjadikan Yue Ran dari Departemen Receptionist sebagai inti, setiap departemen mengemban tugas masing-masing, tidak boleh ada kesalahan apapun. Ponselku dua puluh empat jam hidup, tidak peduli masalah kecil ataupun besar,
Masalah yang berhubungan tentang Festival Pemandian Air Panas, semua boleh meneleponku. Tidak sepadan bukan? Presdir, tadi saya sedang memacu semangat mereka. Ngomong-ngomong, [Hotel Resort Pemandian Air Panas ZAD. Rapat ke-1 rencana Festival Pemandian Air Panas.] Semua yang mengikuti kegiatan Festival Pemandian Air Panas, akan ada penghargaan. Ada kabar baik untuk kalian semua.
Waktu dari peresmian tinggal lima hari. Kita sudah berhasil pra-jual 100 vila, jadi jarak kemenangan kita sudah tidak jauh. Presdir. Jika ada yang masih anda katakan, maka katakan saja. Aku sudah memacu semangat semuanya. Tidak ada yang ingin ku katakan. Hari ini aku datangkan seorang tamu,
Dia bersedia melaksanakan Festival Pemandian Air Panas ini dengan baik. Kita persilahkan, Nona Bai. Aku perkenalkan kepada semua orang, dia merupakan penanggungjawab dari Festival Pemandian Air Panas kali ini, Nona Bai Linglong. Penanggungjawab? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ganti orang? Hari ini dia datang ke sini untuk berinteraksi dengan semua orang mengenai
Pengaturan proses Festival Pemandian Air Panas. Bai Linglong adalah seorang investor hotel yang sangat terkenal. Pastinya semua orang pernah mendengarnya. Dia bersedia membantu kita juga merupakan kebanggaan dari hotel kita. Nona Bai, silahkan. Aku tidak akan menunda waktu kalian semua. Nanti aku akan mengutus orang untuk berkomunikasi dengan kalian semua tentang hal yang lebih spesifik.
Pertama-tama, aku akan sampaikan pemikiranku. Aku berpikir hanya andalkan merek pemandian air panas Bai Nian ini, untuk mendatangkan tamu itu tidak cukup. Terlebih, ini juga bukan musim puncaknya pemandian air panas. Demi Festival Pemandian Air Panas ini lebih layak, aku sudah membawa mata air yang terkenal dari setiap negara. Ciri khas dari hotel adalah pemandiannya.
Bersamaan, aku akan memperkenalkan budaya pemandian. Dari segi bahan makanan, aku sudah import truffle dan anggur merah yang terbaik dari Afrika dan Jepang, untuk menyesuaikannya dengan acara besar kali ini, Demi menyempurnakan pelayanan hotel kita, aku akan mengutus kelompok dunia kelas utama untuk melatih kalian semua. Berharap semuanya dapat bekerja sama. Aku ada pertanyaan,
Biaya yang begitu besar, dari mana dana kita? Hal ini Direktur Xie tidak perlu khawatir. Tadi Presdir Xie sudah mengatakan, aku adalah investor dari hotel. Walaupun tidak berani katakan “terkenal”, tetapi masalah dana, aku masih tetap ada cara. Kita memang merupakan merek lama dalam acara pemandian air panas. Jika melakukannya dengan asal-asalan,
Sebaliknya akan menurunkan kelas hotel, kehilangan karakteristik awalnya. Aku mempertimbangkan dari segi pasar. Semuanya menggunakan penglihatan yang objektif. – Untuk melihat masalah. – Aku akan berikan otoritas penuh pada Nona Bai, untuk bertanggungjawab dalam segala urusan menyangkut Festival Pemandian Air Panas. Aku barulah merupakan pelaksana hotel pertama. Masalah ini tidak melalui diskusi,
Tidak boleh diputuskan dengan tiba-tiba. Atasan campuri urusan bawahan, ini juga termasuk perilaku melangkahi. Aku sudah berikan otoritas pada Nona Bai Linglong sebagai manajer reputasi hotel. Dia punya hak untuk langsung mengatur. – Presdir! – Diputuskan seperti ini saja.