【FULL】My Sassy Princess [EP20]【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [My Sassy Princess] [Episode 20] Shen Yan, Bolehkah kamu masuk sekarang dan ikut aku memanggilnya Kakek? Kamu ingin aku mengubah panggilan sekarang? Di saat tersulitku, Kakeklah yang menyelamatkanku dari Kediaman Raja Guangping. Dia membesarkan dan menjagaku, juga meminta Jin dari Keluarga Xu untuk menjadi temanku. Dia melakukan banyak hal untukku.
Aku ingin segera menikah, agar dia bisa menyembuhkan penyakit dengan tenang. Tapi, tanggal pernikahan ditentukan oleh Kementerian Ritus. Aku juga tahu, mengubah panggilan sekarang, sangat tidak sesuai aturan. Tapi, hal ini… Boleh. Ayo. Kakek, cucu menantu, Shen Yan, menjumpai Kakek. Cepat berdiri. Cepat berdiri. Berdiri, berdiri. Cepat berdiri. Kakek. Ling-ku sudah dewasa, sudah mau menikah.
Meski dalam keluarga bangsawan, Keluarga Shen punya kesan yang buruk, tetapi dalam hal keluarga dan urusan pemerintahan, Ayahmu melakukannya dengan sangat baik. Shen Yan, aku serahkan Ling padamu. Ling banyak menderita sejak kecil. Orang luar mengira dia bertemperamen buruk, tapi tidak tahu itu karena hatinya terluka. Kamu harus menggantikanku menjaganya baik-baik. Harus menyayanginya sepertiku.
Lindungi dia, jangan biarkan orang lain menindasnya. Apa kamu bisa melakukannya? Kakek tenang saja. Shen Yan pasti akan melindungi Ling berkali-kali lipat. Menjaganya, menyayanginya, tidak membiarkan siapa pun menindasnya. Pergilah. Pergilah. Pergilah. Pergilah. Ayah, mereka sudah pergi, kembalilah dan istirahat di kamar. Dengar-dengar, di rumah ini, kamu punya sebuah gudang uang rahasia. Bagus.
Kamu punya gudang uang rahasia? Sakit, sakit. Tidak ada, Ayah. Ini… Siapa yang berbicara omong kosong? Ini, ini… tidak benar. Ayah paling mengerti anaknya. Kamu sebagai Paman, kenapa begitu pelit, tidak mengeluarkan uang sedikit pun? Sungguh memalukan. Kamu tidak malu? Ayah, bukannya tidak mau, tapi aku sungguh tak punya uang. Cepat, keluarkan
Semua uang dalam gudang rahasia itu. Ayah. Bukan, Ayah. Kita diskusikan lagi, ya? – Tidak perlu dibahas. – Ayah. Masih mengkhawatirkan kesehatan Kakek? Kakek butuh ketenangan. Apalagi… Salah satunya adalah harga yang harus dibayar karena Raja Guangping membuka jalan keleluasaan untukku. Apalagi apa? Tidak ada. Aku hanya merasa setengah tahun sungguh terlalu lama.
Tapi, Kementerian Ritus… Tidak perlu mengkhawatirkan Kementerian Ritus. Tunggu saja waktunya, menikah padaku dengan tenang. [Kediaman Shen] Apa? Dua bulan? Kamu mau membuat keributan, ya? Aku bukan mau membuat keributan, tapi cemas. Titah pernikahan sudah turun, apa yang kamu cemaskan? Aku sungguh sangat cemas. Kamu… Anak ini. Ibu, adik begitu cemas, kabulkanlah saja permintaannya.
Mudah sekali kamu berkata. Pernikahan adalah hal sekali seumur hidup. Keluarga Shen kita juga keluarga yang terpandang. Masalah pernikahan, mana boleh sembarangan? Adik begitu cemas, pasti ada alasannya. Meski aku belum menikah, tapi orang-orang di sampingku sudah banyak yang menikah. Lihatlah dia. Dia? Ada apa dengannya? Lihatlah, wajahnya begitu garang, umurnya tak lagi muda,
Susah payah mendapat seorang wanita, mana mungkin dia tidak cemas? Tidak bisa. Ini baru dua bulan, sungguh tidak masuk akal. Ibu. Anak bodoh Tuan Kementrian Profesi itu akan menikah 3 bulan lagi. Apa? Sungguh. Lihatlah putra kedua Keluarga Shen ini. Tampan dan hebat bela diri, mana boleh kalah dari putra bodoh orang lain?
Benar ‘kan, Ibu? Ibu akan segera masuk istana, menemui Selir Agung dan membahas masalah pernikahan. Pelayan, siapkan kereta! Ibu, hati-hati. Jasa besar, tidak cukup hanya bilang terima kasih. Asisten Menteri Chen, model kereta pernikahan sudah ada belum? Tuan. Sudah, sudah. Mana sulamannya? Cepatlah. Daftar bahan mahkota Putri, kenapa belum ada? Biro Tukang Perak memintanya segera.
Sini, cepat perlihatkan pada Tuan. Tuan. Ini daftar hadiah pernikahan Putri? Itu adalah Putri. Kamu kira keluarga kalian yang menikah? Setelah Biro Jahit selesai mengukur tubuh Putri, segera antarkan ke Kediaman Marquis Dingbei. Tuan Marquis berpesan, baju pernikahan Putri akan dipantau sendiri olehnya. Orang dari Biro Tukang Perak, Topi, dan Pewarnaan, fokuslah!
Jangan terjadi kesalahan apa pun. Jin, kenapa ribut sekali di luar? Aku belum cukup tidur. Kamu tidak tahu, kemarin malam, Nyonya Shen secara khusus masuk istana mencari Selir Agung, dan bersikeras tidak bisa menunggu setengah tahun lagi, dia meminta agar pernikahan dimajukan menjadi 2 bulan lagi. 2 bulan? Selir Agung tentu saja tidak mau
Mempermalukan Nyonya Shen, dan tahu maksud hati Kaisar, jadi dia menyetujuinya. Kementrian Ritus akan sibuk dalam 2 bulan ini. Sudah. Ka… kalau begitu, dalam 2 bulan ini, aku juga harus mengurus banyak hal? Jangan berpikir terlalu banyak. Keluar dan lihatlah dulu. Aku tidak mau. Cepat. Jin. Ayo. Putri Anhe. Sudah, sudah. Menteri Qi,
Aku belum sarapan. Setelah makan, aku akan ke Kementerian Ritus mencari kalian, ya? Putri tidak perlu khawatir. Aku akan mengambilkan sarapan kemari, untuk menunda lapar Putri. Sudah menyusahkan Pejabat Xu. Putri. Silakan. Kenapa melamun? Cepat ukur tubuh Putri! Cepat, cepat ukur tubuh. Mari, mari, temani aku minum. Tidak ada waktu.
Urusan besar pribadi Tuan di depan mata, tapi malah sibuk pekerjaan. Benar-benar panutan untuk rakyat Negara Wei. Aku salut. Kenapa? Aku tidak boleh duduk di kursimu? Ling, besok adalah hari pernikahanmu. Kamu gugup tidak? Tidak bisa dibilang gugup. Tapi, di dalam hatiku masih merasa ini bukan sungguhan. Sebenarnya aku juga merasa begitu. Waktu 2 bulan
Berlalu begitu cepat. Tapi, besok hari pernikahanmu, aku juga akan meninggalkan Ibu Kota Ye. Memikirkan mungkin nantinya tidak ada kesempatan berpamitan denganmu, jadi aku ingin berpamitan malam ini. Cepat sekali. Jika dikatakan juga tidak masuk akal. Kukira, jika punya sandaran, pasti akan aman. Tapi, saat hendak pergi, satu-satunya orang yang tidak merelakanku dalam istana ini
Hanya kamu seorang, Ling. Tapi, sebelum aku pergi, bisa melihatmu menikah dengan bahagia, sangat bagus. Jin. Ke mana pun kamu pergi, jika suatu hari nanti kamu akan menikah, kamu harus memberitahuku lebih awal. Bagaimanapun juga, aku tetap akan pergi. Baik. Putri, Pejabat Xu, orang dari Biro Jahit mengantarkan baju pernikahan. – Putri. – Putri. Putri,
Kata orang dari Biro Jahit, Tuan Marquis mencari penjahit terhebat di Ibu Kota Ye untuk membuatnya. Tuan Marquis juga bilang, lukisan di baju pernikahan ini adalah kesukaan Ibu Putri. Ibu Putri bilang, dia ingin menjahit sendiri lukisan ini saat Putri menikah. Tuan Marquis masih ingat hal ini, jadi dia mencari orang untuk menjahitnya. Ibuku?
Tuan Marquis sungguh berniat. Ling, meski Ibumu sudah meninggal, tapi besok hari pernikahanmu, kamu pakai baju ini, seakan-akan dia menemanimu di samping. Cobalah. Ling sungguh cantik. Putri sungguh cantik. Waktu baik telah tiba. Naikkan kereta. – Bagus. – Bagus. [Kediaman Shen] ♫ Menyatukan hati dengan kerinduan, berpancar seperti bintang dan bulan ♫
– Bagus. – Bagus. ♫ Garis cahaya di malam hari sangat terang ♫ ♫ Janji segenap hati, bersumpah untuk bersatu ♫ ♫ Tidak boleh berpisah dalam hidup ini ♫ ♫ Masuk dalam mimpi baru bisa memasuki hati ♫ Sudah datang? ♫ Setiap kerinduan menyeret pemikiran yang tidak boleh dikatakan ♫ Putri, Pangeran, ini tidak cocok,
Harus pakai ini. Aku suka. ♫ Bisa diketahui, hatimu seperti hatiku ♫ Ini… Baik. ♫ Mulai saat ini dua hati saling mengasihi, tidak lagi kesepian di dunia ♫ Baik. ♫ Bertahun-tahun berlalu. Memberikan kehidupan ini untukmu ♫ ♫ Membaca semua keromantisan di buku namun yang dirasakan tidak banyak ♫
♫ Usia berjalan lambat, berjanji untuk hidup bersama ♫ ♫ Jangan menanyakan jalan pulang, hanya ingin bersamamu selama sisa hidup ♫ ♫ Perjanjian seumur hidup, tidak mengecewakan masa tua seperti keinginanmu ♫ ♫ Semua seperti keinginanmu, akhirnya bisa terwujud ♫ ♫ Setiap hari hanya mendoakan hidup seseorang aman sentosa ♫
♫ Bergandengan tangan melewati kehidupan di dunia ♫ Waktu baik telah tiba. Pengantin memberi hormat. Pertama, beri hormat pada Langit. ♫ Bertahun-tahun berlalu. Memberikan kehidupan ini untukmu ♫ ♫ Membaca semua keromantisan di buku namun yang dirasakan tidak banyak ♫ Kedua, beri hormat pada orang tua. ♫ Usia berjalan lambat, berjanji untuk hidup bersama ♫
♫ Jangan menanyakan jalan pulang, hanya ingin bersamamu selama sisa hidup ♫ Suami istri saling hormat. ♫ Perjanjian seumur hidup, tidak mengecewakan masa tua seperti keinginanmu ♫ ♫ Semua seperti keinginanmu, akhirnya bisa terwujud ♫ Sudah selesai. ♫ Setiap hari hanya mendoakan hidup seseorang aman sentosa ♫ Masuk kamar pengantin. – Bagus. – Bagus.
♫ Bergandengan tangan melewati kehidupan di dunia ♫ Ayah Mertua, Ibu Mertua, aku bawa pergi dulu Suamiku. Hal lainnya kuserahkan pada kalian. Ayo. Baik, baik, baik. Akhirnya bisa masuk kamar pengantin. Jangan pikir bisa kabur malam ini. Setelah mengantarmu masuk, aku masih harus keluar. Kenapa? Menikah sungguh merepotkan. Kamu ingin bagaimana? Aku ingin…
– Bagus. – Bagus. Ini… Ini… anak muda… penuh gairah. Penuh gairah, penuh gairah. Semuanya, makanlah. Baik! Ayo makan. Makan, makan. Ayo, ayo. Makan, makan. Ayo, ayo. Ayo. Shen Yan. Jangan merendahkanku. Aku sangat menjaga diri. Menjaga diri? Kapan Putri belajar menjaga diri? Itu… Jin bilang, pada hari pernikahan, harus duduk di meja lilin.
Apa maksudnya? Maksudnya, pada hari pernikahan, lilin dalam kamar tidak boleh ditiup. Aku harus menunggu lilinnya habis, baru boleh tidur denganmu. Kalau tidak, akan direndahkan keluarga suami. Kedengarannya sangat menarik. Kalau begitu, kamu duduk di meja lilin, aku menunggumu di sini. Bukan yang ini. Tapi ini. Lilinnya besar sekali, sampai besok juga takkan habis.
Kurasa sangat pas. Sangat pas dengan sikap menjaga dirimu. Aku… Putri silakan duduk di meja lilin. Aku… akan duduk di sini menemanimu. Yang Mulia. Bagaimana dengan pernikahan Putri Anhe? Menjawab Yang Mulia, Putri sangat antusias. Dia menarik Tuan Shen dan segera masuk kamar pengantin. Untungnya, Nyonya Shen dan Menteri Shen meski kerepotan, tapi tetap ramah.
Ini memang sifat Adik Sepupu. Bagaimana dengan Pejabat Xu? Dia sangat pengertian. Hingga sekarang, dia masih sibuk melayani tamu. Hubungan persahabatan yang sangat baik. Pintu gerbang Ibu Kota Ye sudah ditutup, ‘kan? Iya. Hamba sudah pesan pada prajurit penjaga gerbang kota sesuai perintah Yang Mulia. Tidak ada yang boleh masuk ataupun keluar. Setelah malam ini,
Aku, termasuk sudah memberikan Jin sebuah pertanggungjawaban. Aku sudah lelah. Besok, suruh Pejabat Xu kemari untuk berbincang denganku. Baik. Hamba pamit. Hati-hati. Awas tangga. Kakek punya penyakit sakit kepala, kenapa masih minum arak? Tuan Shen senang, terus menyuruhku minum, apa aku bisa membuatnya malu? Aku masih mau keluar melayani tamu, Kakek istirahat saja di sini.
Jika ada masalah, suruh orang panggil aku. Pergilah. Menteri Xu. Shen Yu, sudah ada kabar? Istana Dong memang mau melakukan pergerakan. Apa perlu malam ini mengantarkan Jin ke luar kota? Tidak perlu. Besok waktu yang tepat. Anda hanya perlu melakukannya sesuai rencana. Sisanya, serahkan saja padaku. Shen Yu. Kamu sungguh mau melakukan hal ini
Sampai seperti ini? Jika tidak seperti ini, menurut sifat Jin, dia tidak akan ikut aku pergi. Kalau begitu, terpaksa melakukannya seperti ini. Pergilah. Jika aku tahu siapa yang membeli lilin merah itu, aku tidak akan memaafkannya. Aku yang beli. Kamu mau apa? Shen Yan, kamu curang. Sudah kubilang, tidak boleh ditiup. Kita sudah melewati prosesi,
Bukankah kamu seharusnya memanggilku Suamiku? Suamiku, itu panggilan yang sangat biasa. Tidak terdengar akrab sedikit pun. Kamu ingin memanggilku apa? Melihatmu suka melamun setiap hari, bagaimana jika memanggilmu Si Bodoh? Lalu, aku harus memanggilmu apa? Aku begitu lincah dan cantik, tentu saja harus memanggilku Ling. Ling? Melihat sikapmu hari ini, seharusnya memanggilmu Anak Bodoh. Kamu…
Masih mau duduk di meja lilin? Mau. ♫ Tengah malam, perjalanan rindu ini masih panjang ♫ ♫ Tidak pernah memikirkan untuk merasakan perasaan manusia ♫ ♫ Beruntung ada kamu di sisi, tidak perlu mengembara lagi ♫ ♫ Saling bergantung, tidak berubah, jangan saling melupakan ♫ Kakak, Kakak. Sepertinya di dalam sudah berhenti.
Sudah jam berapa ini? Akhirnya berhenti juga. Oh ya, nanti kamu ketuk pintu, aku ambil sedikit makanan di dapur untuk Putri dan Pangeran. Ini… Untuk apa mengetuk lagi? Lebih baik kita tunggu untuk menyajikan sarapan. Ayo. Ayo. [Rendah Hati] [Kediaman Xu] Kakek, sudah kubilang tidak perlu antar. Tidak apa-apa. Nona, barang-barang sudah lengkap,
Sudah bisa berangkat. Nak, kamu terlahir sebagai wanita, sungguh sebuah kerugian bagi Keluarga Xu. Kakek, Jin pamit. Pejabat Xu, berhenti. Menteri Xu. Kasim Li datang kemari, ada masalah apa? Hamba diperintahkan Yang Mulia Putra Mahkota untuk meminta Anda masuk istana dan mengobrol. Pejabat wanita, silakan. Ada apa? Pagi-pagi begini, mengganggu mimpiku saja. Mari. Bayarlah.
Bayar apa? Kamu masih dalam masa senang baru menikah, tentu saja tidak mengerti kesusahan orang lain. Bawahanku diam-diam melaporkan, kalian berdua kemarin malam sangat menyedihkan. Dia susah payah bertahan hingga subuh, mengira setelah kalian berdua tidur, tidak akan masalah lagi. Siapa sangka, dalam mimpinya, Putri mengatakan 300 lebih kalimat cinta kepada Tuan Komandan.
Bawahanku yang kasihan itu, sekarang benar-benar sedih dan tidak fokus. Dia jadi gila. Aku juga tidak berdaya, terpaksa datang mencarimu minta sedikit uang obat untuk membawanya ke tabib. Menurutku, kamu datang kemari bukan untuk meminta uang bagi bawahan. Kamu datang kemari pagi-pagi untuk membantumu menangkap orang, ‘kan? Shen Yu. Menteri Xu. Menteri Xu. Shen Yu.
Istana Dong mengirim kereta dan bawa Jin pergi. Putri sudah mempersiapkannya dengan baik. Kita akan segera berangkat ke istana untuk memberi salam. Putri, Pangeran, silakan. Xu Shijin! Pengawal! Kamu sungguh berani. Beraninya kamu meracuni Pangeran. Hukum dia! Tunggu! Kakak, Jin sudah bertahun-tahun ikut Anda, dia tidak mungkin melakukannya. Dia pasti dijebak. Mohon Yang Mulia selidiki.
Adik Sepupu, ada yang ingin mencelakaiku. Buktinya sangat kuat, memangnya aku akan membohongimu? Jangan mengacau. Yang Mulia, karena Pejabat Xu dicurigai meracuni Putra Mahkota, saya akan membawanya ke Petugas Aula Utara untuk diinterogasi. Pejabat Xu, silakan. Jin. Shen Yan, Jin bukan orang seperti itu. Ayo. Shen Yu. Jin dijebak oleh Liu Wang,
Kenapa kamu tidak khawatir sedikit pun? Putri jangan panik, setelah Adik pulang, semuanya akan jelas. Kamu… Suamiku. Suamiku, kamu sudah pulang. Bagaimana dengan Jin? Dia sudah masuk Penjara Tian, diawasi orang Pengadilan Tinggi. Meskipun Istana Dong ingin mencelakainya, juga harus sesuai aturan. Saat pergi, aku sudah menanyakan. Menurut perkataan Pejabat Xu,
Istana Dong menggunakan perpisahan sebagai alasan, menyuruhnya menghidangkan teh. Alat yang digunakan adalah alat yang digunakannya sehari-hari. Tapi, peralatan itu sudah disentuh orang lain. Bisakah diselidiki siapa yang melakukannya? Tidak perlu diselidiki. Karena Istana Dong ingin Jin mati, seharusnya hal ini adalah perbuatannya sendiri. Memangnya kita mau minta pada Kaisar untuk menangkap putranya sendiri?
Seharusnya dia juga sudah menebaknya. Jadi dia diam saja, menurut untuk dicap sebagai tahanan. Dia dicap sebagai tahanan? Bukan dia yang melakukan, kenapa dia mau mengakuinya? Dia ingin kita menyerah, agar kita semua jangan berpikir untuk menyelamatkannya. Dia takut membuat Istana Dong marah, dan malah mencelakai lebih banyak nyawa. Apa yang harus kita lakukan?
Aku akan menyelamatkannya. Kamu? Bagimana caranya? Mencuri tahanan, membawanya kabur jauh-jauh. Kamu sudah gila, ya? Suamiku, kamu menyuruhku bangun pagi-pagi, masuk istana memberi salam, apa kalian sudah merencanakannya, sengaja menutupinya dariku? Hal yang begitu besar, kenapa kalian menutupinya dariku? Jika tidak menutupinya darimu, mana mungkin bisa mengelabuhi Pejabat Xu? Mencuri tahanan, kabur jauh-jauh.
Penjagaan Penjara Tian sangat ketat, bagaimana kalian bisa mengeluarkan Jin? Meski bisa mengeluarkannya, mana mungkin bisa kabur dari Ibu Kota Ye? Sudah, jangan khawatir. Shen Yu sudah mempersiapkannya. Jika hanya dia seorang, aku takkan peduli. Tapi, bagaimana dengan Jin? Ke mana pun kalian pergi, istana pasti akan tahu. Kabur jauh-jauh yang kamu bilang,
Apa maksudnya kabur hingga ditangkap? Putri tenang saja, begitu waktunya tiba, aku punya cara agar Jin pura-pura mati. Sekarang, semua sudah disiapkan. Hanya perlu satu hal untuk Putri lakukan. Apa itu? Setelah mencuri tahanan, secara terang-terangan membawa Jin ke luar kota. Terang-terangan? [Aula Istana Dong] Yang Mulia jangan marah. Barang tiruan. Yang Mulia. Bagaimana dengan
Pejabat Xu? Pejabat Xu sudah dicap sebagai tahanan. Jin-ku lebih memilih dicap sebagai tahanan, daripada merendahkan diri di hadapanku. Yang Mulia, apa perlu memberikannya beberapa hari lagi untuk berpikir? Tidak perlu. Batu yang tidak bisa hangat, akan mengenai kaki suatu hari nanti. Kasim Li, jangan terlalu keras. Jangan membuatnya terlalu menderita. Baik. Kasim.
– Baik. – Baik. Kenapa Kasim lama sekali baru datang? Membuatmu menunggu lama. Kamu adalah orang yang pintar, seharusnya tidak perlu aku yang melakukannya sendiri, ‘kan? Terima kasih telah mengabulkan. Tuan jangan bunuh aku, Tuan jangan bunuh aku. Ayo. Siapa yang menyuruhmu datang menyelamatkanku? Cepat pergi. Baik.