【INDO SUB】Poisoned Love 【EP8】iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Poisoned Love] [Episode 8] Aku bisa jelaskan. Aku tidak bermaksud begitu. Saat aku sedang membersihkan rumah, aku lihat pintunya terbuka lebar. Lalu, aku melihat bulu Ang Sa di kamar. Jadi, aku masuk untuk membersihkan kamar. Saat membersihkan, aku menyadari bahwa raknya sudah pecah.

Aku khawatir itu akan melukai orang lain, maka aku membuangnya. Di mana raknya? Rak? Tolong tenang. Aku sudah memesan rak baru daring untukmu. – Raknya akan sampai dua hari kemudian. – Aku bertanya, di mana raknya? Raknya? Di mana raknya? Aku menaruhnya di luar. [Kantor Pengelola] Apakah ini kantor pengelola?

Aku menelepon dari nomor 14 di Distrik Baru Tianbei. Apakah kau melihat sebuah rak tadi pagi? Benar, yang itu. Itu diambil oleh seseorang? Baik, bisakah aku minta nomor telepon pusat daur ulang? Tentu, terima kasih. Halo, Bu. Ada apa? Baik, aku paham. Tunggu aku. Shi… Kakak Ipar. Kenapa kau menangis tanpa henti?

Jian Hua akan merasa khawatir jika dia melihatmu menangis. Aku senang kau datang. Minumlah teh. Pergilah. Lihat Fang Qin. Suaminya hilang selama lebih dari 20 tahun. Kini dia adakan pemakaman untuk suaminya, menganggap dia telah meninggal. Ini dapat dimengerti. Namun, pemakamannya lebih terlihat seperti jamuan makan. Ini terlalu seperti perayaan.

Kalian tidak tahu bagaimana Shi hilang, ‘kan? Kudengar Xiao Meng bertingkah nakal… dan dia tidak pulang tepat waktu. Shi hilang saat mencarinya. Dia hilang saat mencari Xiao Meng? Juga, Xiao Meng… Ketika itu terjadi, Xiao Meng terlalu takut dianggap bersalah, dia berbohong… kalau dia diajak keluar oleh Xiao Yi. Keduanya bertengkar hebat karena itu.

Itulah penyebab hubungan mereka menjadi buruk. Aku tidak tahu tentang itu. Paman Gu. Kupikir ini saatnya untuk mengakhiri ini. Ya. Hanya dengan melakukan itu, ibuku akan merelakannya. Setelah pemakaman, berbaikanlah dengan kakakmu Aku turut berbela sungkawa. Bertahun-tahun telah berlalu. Sekarang saatnya untuk mengakhirinya. Ya. Pakailah. Xiao Meng. Ucapkan selamat tinggal kepada ayahmu. Ayahku belum meninggal.

Kita akan bicara empat mata. Semua kerabat kita ada di sini. Sudahkah kau berdiskusi denganku sebelum membuat keputusan? Xiao Meng. Maafkan aku. Ini adalah ideku. Idemu? Bagimu, ayahku sudah lama meninggal. Benar, ‘kan? Dengar. Bagiku, dia masih hidup. Aku tidak berharap suatu hari nanti, ketika dia pulang, dia melihat potretnya sendiri tergantung di dinding!

Shi Meng! Bagaimana kau bisa berbicara begitu kasar kepada Ibu? Xiao Meng. Ayahmu sudah meninggal. Kita semua tidak bisa menerimanya, tapi itulah kebenarannya. Kau harus menerimanya cepat atau lambat. Kebenaran? Kebenaran apa? Adakah di antara kalian yang bisa membuktikan bahwa dia telah meninggal? Bagaimana dengan kalian? Bagaimana dengan kalian? Bagaimana dengan kalian?

Menyusun upacara peringatan yang mengerikan. Kalian semua berharap dia sudah mati! Jadi, kau akan merasa bahagia… jika dia sudah mati, bukan? Cukup! Xiao Yi! Jangan berpikir bahwa kau adalah satu-satunya orang yang merindukan Ayah. Jika Ayah masih hidup, kenapa dia tidak kembali dalam 20 tahun terakhir? Dia sudah meninggal. Dia telah meninggalkan kita selamanya!

Xiao Meng! Cukup, Xiao Meng! Xiao Yi! Cukup, kalian berdua! Berhenti berkelahi! Jika ayah kalian ada di sini, dia takkan ingin melihat pemandangan ini. Bu. Bu. Shi. Maafkan aku. [Apa yang terjadi?] [Kau bahkan tidak datang untuk audisi “Dewi Danau”.] [Bukankah itu prioritasmu?] Aku akan segera ke sana. Dia belum datang. Yao Yao! Maaf.

Apakah aku terlambat? Tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir. Lin Lin belum datang. Sutradara akan meluangkan waktu untuk mewawancaraimu terlebih dahulu. Apakah Lin Lin pemeran utama wanitanya? Ya. Dia selalu terlambat belakangan ini. Entah apa yang salah dengannya. Tidak ada yang pernah menyuruhnya bergegas? Katanya kini dia bersama seorang pengiklan. Apakah itu sungguhan? Tentu saja.

Bau apa itu? Baunya asam. Aku pergi ke pusat daur ulang tadi. Kenapa kau pergi ke sana? Aku akan memberitahumu nanti. Aku harus bertemu sutradara sekarang. Tolong bawakan ini untukku. Semangat! [Ruang Latihan] Sayang. Minumlah kopi, Sayang. Terima kasih. Sayang, tolong ingatkan Nn. Lin Lin… jangan lupa cadangkan… peran Dewi Danau untukku. Sudah terlambat.

Peran itu… baru saja diambil oleh orang lain. Lihat. Dia masih di sana. Dia lagi! Kakak. Bukannya aku tidak ingin membantu. Tunggu. Sayang. Karena kau tidak bisa membantuku dalam masalah ini, bantu aku sedikit. Ketika dia keluar… Apa yang harus kita lakukan untuk perayaan? Terserah saja. Ada apa? Kau mendapatkan peran favoritmu.

Kenapa kau tampak kecewa? Bukan apa-apa. Aku membuat kesalahan hari ini… dan membuat kesal seseorang. Seseorang? Jangan bilang maksudmu adalah Shi Meng, si Raja Iblis. Hari ini aku… Lupakan saja. Aku perlu ke toilet. Tolong pegangkan ini. Baik, aku akan menunggumu. Baik. Apakah kau Fang Yan? Kau adalah pengisi suara untuk Dewi Danau. Ya. Kau…

Aku asisten Nn. Lin Lin. Kita akan segera bekerja sama. Aku tak sabar bekerja denganmu. Aku tak sabar bekerja denganmu. Jika tidak ada yang lain, aku pamit. Sampai jumpa. Apakah kau baik-baik saja? Entah kenapa, tapi aku tiba-tiba sakit perut. Namun, Nn. Lin Lin menyuruhku untuk mengambil pedang mahoninya… dari ruang properti.

Apa yang bisa aku bantu? Aku baik-baik saja. Aku hanya khawatir jika aku terlalu lama, Nn. Lin Lin mungkin akan marah kepadaku. Begini saja. Biarkan aku mengambilkan pedangnya untukmu. Kau bisa istirahat di toilet. Bagaimana menurutmu? Terima kasih banyak. Terima kasih. Sama-sama. Aku akan mengambilkan pedangnya untukmu sekarang. Beristirahatlah di sini. Aku akan pergi sekarang.

Pedang mahoni? Pedang mahoni. Pedang mahoni. Fang Yan! Fang Yan! Fang Yan, kau baik-baik saja? Berhenti menatap! Pergilah. Kenapa syalnya tidak berguna? Kemari. Biar aku menelepon Shi Yi. Biarkan aku membantumu. Apa dia baik-baik saja? Dia memang seperti itu. Itu menyenangkan, bukan? Halo. Halo, Shi Yi. Syalmu tidak berguna. Datanglah ke kantor sekarang.

Fang Yan jatuh sakit lagi. Kenapa dia tiba-tiba jatuh sakit? Tunggu aku. Aku akan segera ke sana. [Tentu, aku akan menunggumu. Cepatlah!] Fang Yan! Kenapa dia tiba-tiba jatuh sakit? – Fang Yan. – Apa yang terjadi dengannya? Dia kambuh. Fang Yan! Fang Yan! Fang Yan! Apakah kau mengalami syok lagi? Jangan khawatir.

Dia hanya harus diam sebentar. Dia akan baik-baik saja. Pergilah ke kantorku. Ayo. Bantu dia bangun. Kenapa Shi Yi belum datang? Halo? Shi Yi, kau di mana? Pelan-pelan. Pelan-pelan. [Kantor CEO] Pelan-pelan. Fang Yan. Kenapa dia lama sekali? Fang Yan! Kenapa dia belum sadar? Mari menunggu sebentar. Dia akan segera baik-baik saja. Fang Yan!

Kenapa Shi Yi belum datang? Fang Yan! Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Bawa dia ke rumah sakit. Shi Meng, dia tidak perlu pergi ke rumah sakit. – Fang Yan! – Akhirnya kau di sini, Shi Yi. Aku sangat gelisah! Fang Yan. Apa yang kau lakukan? Jangan ikut campur. Serahkan dia kepadaku.

Serahkan dia kepadamu? Shi Meng, serahkan saja dia kepada Shi Yi. Jangan salah paham. Fang Yan merasa nyaman saat berada di dekat Shi Yi. Tenang. Tunggu dan lihat saja. [Halo, apakah kau di sana?] Ya. – Halo, Dokter. – Kenapa lama sekali? Dia tiba-tiba pingsan. Dia memiliki riwayat vertigo. Kenapa dia belum sadar?

Apakah kondisinya memburuk? Entahlah. Dokter Cui… hanya menyebutkan tentang keintiman. Mungkin butuh lebih dari sekadar pelukan. Fang Yan! Astaga, akhirnya kau sadar. Kau membuatku sangat terkejut. Akhirnya kau sadar. Aku senang kau sudah sadar. Kenapa Shi Yi ada di sini? Ini sudah berakhir. Ini sudah berakhir. Apakah aku kambuh lagi? Tidak apa-apa. Shi Meng,

Kita harus menyelesaikan… konflik kita secara pribadi. Kita tidak harus melakukannya di depan Ibu. Aku tahu. Namun, sehubungan dengan keberadaan ayah kita, aku akan mencari tahu. Baiklah. Aku mendukung keputusanmu. Namun, penyelidikannya, tidak harus diketahui Ibu. Apa menurutmu Ibu… adalah tipe orang yang tersenyum sepanjang waktu? Apa kau tak melihatnya menangis hari ini?

Untuk malam yang tak terhitung jumlahnya, Ibu tinggal di kamarnya… dan menangis diam-diam… sambil memegang barang-barang Ayah. Aku melihatnya… menanggung semua penderitaan… sendiri. Baik. Aku berjanji. Apakah Shi Yi membangunkanku dengan menciumku? Terkutuklah aku. Penyakitku makin sulit untuk disembuhkan. Ini tidak selalu berarti buruk. Kau tidak melihat… ekspresi wajah Shi Yi.

Dia lebih memilih jadi pasiennya jika dia bisa. Apa yang kita lakukan di kantor Shi Meng? Apa dia ada di sini saat Shi Yi menciumku? Kau mencemaskannya. Ya. Dia adalah teman sekamarku. Kami tinggal bersama. Jadi, memang kenapa jika aku peduli kepadanya? Gadis konyol itu. Dia pikir dia bisa mendekatiku… hanya dengan melakukan itu.

Kalian berdua sepasang kekasih sekarang? Kami akan segera menjadi sepasang kekasih. Ini tidak seperti dirimu. Itu karena aku tidak bertemu siapa pun… yang ingin aku lindungi sebelumnya. Lindungi? Kau tak pernah peduli… tentang hal-hal yang bukan urusanmu, bukan? Aku tidak peduli dengan orang lain. Namun, bagiku, Fang Yan… sangat penting.

Berhenti berpikir terlalu banyak. Ayo pergi. Kau harus pulang untuk istirahat. Bagaimana perasaanmu? Apakah kau butuh istirahat? Aku merasa jauh lebih baik. Terima kasih untuk bantuanmu. Begini saja. Ayo jalan-jalan. Pergilah dengan dia. Tentu. Ayo pergi. Tentu. Aku akan pergi. Jadi, beginilah… cara seorang selebritas menenangkan dirinya. Ada apa? Kau tidak menyukainya? Tidak.

Aku terkejut bahwa selebritas terkenal bisa begitu rendah hati. Kapan pun aku sedang stres, atau saat kesal, aku akan datang ke sini sendirian. Apa yang terjadi dengan mulutmu? Aku tadi berpikir bahkan Shi Meng… Kalian berdua kembali bersama. Mari kita tidak membicarakannya. Mari bernyanyi. Tentu. Mari kutunjukkan… bagaimana aku mengatasi stres… secara berkala.

Rahasianya terletak pada lagu ini. Kuharap aku bisa menyanyikan lagunya… bersama dengan Tn. Shi Yi. ♫ Aku bangun di pagi hari ♫ ♫ Aku masih mengantuk Dan pandanganku kabur ♫ ♫ Aku tiba-tiba teringat ♫ ♫ Hari ini adalah hari libur ♫ ♫ Aku menelepon Nn. Chen Dan mengajak kencan ♫

♫ Kami sepakat untuk bertemu di taman ♫ ♫ Namun, aku mengenakan kaus ♫ ♫ Dan memakai sepatu kanan Di kaki kiriku ♫ Ini untuk menenangkan dirimu! ♫ Aku pergi ke taman dengan terburu-buru ♫ ♫ Dia sudah ada di sana ♫ ♫ Wajahnya bahkan lebih cantik Daripada bunga ♫

♫ Aku berusaha keras Untuk memenangkan hatinya ♫ ♫ Aku langsung memeluknya ♫ [Berhenti berkelahi!] [Jika ayah kalian ada di sini,] [dia takkan ingin melihat pemandangan ini.] Bagaimana menurutmu? Tidakkah menurutmu kekhawatiranmu… telah hilang, seperti awan gelap? Kau selalu mengejutkanku, Yin Jiang. Kalau begitu, Selebritas Terkenal, tidakkah menurutmu kau harus menyanyikan sebuah lagu? Aku?

Aku tahu lagu apa yang harus kau nyanyikan. Tunggu. Silakan. Apa yang terjadi? Kau minum-minum setelah jam kerja… tanpa aku. Kau bukan teman yang baik. Jika ada masalah, kau sebaiknya tidak minum dengan perut kosong. Itu buruk bagi kesehatan. Kau harus mengatakan sesuatu meski tak seharusnya mengatakannya. Kalian berdua sudah dewasa sekarang.

Kenapa kau berkelahi dengannya? Bukankah itu kekanak-kanakan? Aku hanya bercanda. Mari. Aku, Hao Ying Jun, mungkin ceria sepanjang waktu tapi aku tahu… beberapa kebenaran mutlak. Saat orang dihadapkan pada masalah, beberapa orang… punya kebiasaan melihat ke depan… sementara beberapa orang… memiliki kebiasaan menyimpannya untuk diri mereka sendiri. Aku mengenalmu dengan baik. Kau adalah pria jantan.

Tidak seperti aku, kau tidak mengomel. Apakah aku benar? Kau lebih suka menyimpan semuanya untuk dirimu sendiri. Namun, makin lama kau melakukannya, makin kau terluka. Orang yang memiliki kebiasaan terus maju… tidak berarti bahwa mereka melupakan segalanya. Apa kau setuju? Ini. Apakah kau dikirim oleh ibuku? Lihat? Tidak ada ibu di dunia…

Akan benar-benar marah kepada putranya sendiri. Apa kau setuju? Shi Meng, kupikir… kau lebih baik daripada aku dalam setiap aspek. Namun, kau kurang daripada aku hanya untuk satu hal. Kau tidak pernah mengakui kesalahanmu. Jika kau bertanya kepadaku, mengakui kesalahan… di depan orang yang kau cintai… bukan masalah besar. Mengakui kesalahan?

Itu terjadi ketika kau tidak yakin dengan keputusanmu. Anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa. Ajari aku. Itu benar. Ini. Ketika harus mengakui kesalahan, ada banyak detail tersembunyi. Pelan-pelan. Jangan coba-coba mabuk… sebelum aku selesai berbicara. Aku akan meninggalkanmu jika kau mabuk. Mengakui kesalahan… adalah keterampilan bertahan hidup yang sudah aku kuasai sejak muda.

Kau tak perlu mengantarku. Seseorang mungkin mengenalimu. Tidak apa-apa. Lagi pula, tidak banyak orang. Lagu yang kau nyanyikan penuh dengan cerita. Bisakah kau ceritakan tentang itu? Tentu saja, kau tidak perlu memberitahuku. Aku hanya iseng bertanya. Aku menulis lagu ini… karena aku mendengar cerita tentang dua bersaudara. Mereka awalnya sangat dekat.

Pada ulang tahun kedelapan sang adik, dia menghilang. Saat mencari sang adik, ayah mereka… hilang dan tidak pernah kembali lagi. Dua bersaudara yang kehilangan ayah mereka ini… mulai saling menyalahkan. Sang kakak berkata… itu karena adik laki-lakinya berkeliaran… dan menyebabkan ayah mereka hilang. Sang adik mengeklaim bahwa… kakak laki-lakinya sengaja meninggalkannya…

Dan itulah penyebab dia tersesat. Sejak itu, kedua bersaudara itu berdebat tanpa henti. Mereka tidak lagi sedekat sebelumnya. [Jadi,] [ini adalah kisah antara dia dan kakaknya.] Jika… salah satu saudara kandung itu berbohong, menurutmu siapa pembohong itu? Kupikir itu bukan masalah… siapa pembohongnya. Yang terpenting adalah… tak ada saudara kandung yang mampu menanggung… konsekuensinya.

Lagi pula, kupikir pembohongnya… menanggung beban yang lebih besar. Awas! Itu… Terima kasih. Itu… Aku hampir sampai. Aku akan pergi. Kau… Kenapa kau tinggal dengan Shi Meng? Ceritanya panjang. Namun, aku akan segera pindah. Bisa pinjam ponselmu? Ponselmu. Jika kau kambuh lagi, [Shi Yi] segera hubungi aku. Aku akan siap jika kau menghubungiku.

Kau tidak perlu berterima kasih kepadaku. Kau perlu merekam lagu untukku. Anggap saja ini sebagai… imbalan. Pulanglah. Aku akan melihatmu pergi. Selamat malam. Terima kasih untuk bantuanmu. Bukan masalah. Itu hanya sebuah lagu. Terima kasih telah mengobati penyakitku. Aku akan pulang. – Dah! – Dah! Astaga, berapa banyak alkohol yang dia minum? Bau sekali!

Tuan Shi. Tuan Shi. Tuan Shi! Bangun! Saatnya bekerja! Apakah kau bangun? Bangun! Satu, dua, tiga! Apakah kau sudah sadar sepenuhnya? Telan kembali! Baik, ayo. Waktunya tidur. Ayo. Waktunya tidur. Kau seberat babi mati. Apa yang kau lakukan? Ini kotor. Kotor? Di mana? Lepaskan aku! Apa yang kau lakukan? Aku merasa gerah.

Kau tidak boleh melepas pakaianmu meskipun merasa gerah. Lebih buruk lagi, kau melakukannya di depan seorang gadis! Aku menginginkannya.