【FULL】Be My Princess [EP29]【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Be My Princess] [Episode 29] Pada era Tianshuo tahun ketujuh, Kaisar meninggal. Para menteri memberontak, berkolusi dengan tentara kekaisaran, dan menduduki istana dengan mudahnya. Dalam keadaan kritis, Mu Yun, jenderal yang berjaga di wilayah perbatasan utara kembali ke istana untuk memberi bantuan. [Ibu Kota] Jiah! Di mana Putri? Hamba tidak tahu.

[Satu Tahun yang Lalu] [Paviliun Wolan] Bagus tidak? Putri lebih cantik daripada Dewi di langit. Putri, di sana. Diam. Guru Besar, silakan. Putri sedang menikmati bunga? Siapa kamu? Hamba adalah Mu Yun, memberi hormat kepada Putri. Kalian mengejutkan kupu-kupuku hingga kabur. Segera ganti rugi satu ekor untukku. Kalau tidak, aku tidak akan membiarkan kalian pergi.

Kenapa kamu tidak pergi? Kupu-kupu dikejutkan oleh Kasim Li, hamba merasa hamba tidak bersalah. Kalau aku bilang kamu bersalah, maka kamu bersalah. Cepat tangkap kupu-kupu untukku. Ayahanda, coba Anda lihat, cuaca hari ini sangat bagus. Semua bunga ini sudah mekar. Anda lihat di sana. Iya. Kamu lihat pohon itu.

Tahun lalu Ayah yang meminta orang untuk menanamnya. [Paviliun Lingle] Sekarang sudah menjadi kumpulan bunga yang indah. Kenapa kupu-kupu di sini tidak sebagus yang ditangkap Guru Besar kemarin? Ming Hua. Kemari, datang ke sisi Ayahanda. Ayahanda. Kenapa kupu-kupu di taman kerajaan ini semuanya tidak bagus? Kupu-kupu apa yang disukai oleh Ming Hua, Ayahanda akan mencarikannya.

Ayahanda, aku dengar di ibu kota ada sebuah ladang kupu-kupu. Di dalam ada berbagai macam kupu-kupu yang dipelihara. Aku ingin pergi melihatnya. Kamu ini, suka sekali berkeliaran. Sudah sampai pada usia menikah, sifatmu yang nakal ini sudah harus dikurangi. Kalau tidak, tidak akan ada orang yang berani menjadi suamimu.

Aku ingin membuat keputusan sendiri untuk pernikahanku. Omong kosong! Kamu semakin tidak beraturan. Sudah harus mencari seorang guru untuk mengajarimu dengan baik. Ayahanda. Kalau Anda ingin menunjuk seorang guru untukku, aku punya sebuah permintaan kecil. Baik. Permintaan apa? Coba kamu katakan. Aku ingin meminta Guru Besar Mu, Mu Yun, untuk menjadi guruku. Mu Yun? Iya.

Aku merasa Guru Besar Mu sangat berwawasan luas. Kebetulan sekali bisa mengajariku. Ayahanda, Anda setujuilah saja aku. Biarkan aku memikirkannya lagi. Ayahanda. Aku tahu Anda pasti akan menyetujuinya, ‘kan? Anda paling menyayangiku, Anda setujuilah aku. Hari ini adalah hari pertama hamba mengajari Putri. Konten yang akan kita pelajari hari ini adalah tentang Analek Wanita.

Harap Putri membuka buku terlebih dahulu. Putri terus melihat hamba, tetapi di wajah hamba tidak ada tulisan. Harap Putri membuka buku terlebih dahulu. Selain belajar, apa lagi yang bisa kamu lakukan? Guruku tidak boleh adalah seorang kutu buku yang hanya bisa belajar. Dia harus berbakat dalam segala hal. Kalau tidak,

Mana pantas menjadi guru Putri Dinasti Ning? Maksud Putri ingin menguji hamba? Kudengar Guru Besar pernah menjadi juara pertama dalam pertandingan seni bela diri yang diselenggarakan di ibu kota? Coba tunjukkan padaku. Putri, silakan. Putri, ingat, saat minum teh dengan orang awam, hanya perlu memberi hormat dari jauh, jangan sembarangan bersulang. Kenapa? Di dinasti kita,

Hanya suami istri yang boleh melakukannya. Kitab Ritus adalah pelajaran wajib bagi Pangeran dan Putri. Hari ini, Putri harus membaca kesepuluh halaman ini baru boleh selesai belajar. Sepuluh halaman? Tetapi aku ingin bermain keluar. Putri tinggal di dalam istana, harus mengetahui sistem etiket, menjadi panutan rakyat di negara kita. Ini adalah tanggung jawab Anda.

Bagaimana bisa dengan mudahnya bilang tidak mau belajar? Aku tidak bilang tidak mau belajar. Apakah Guru Besar ingat bahwa hari ini adalah festival kembang api? Kudengar, festival kembang api rakyat awam sangatlah ramai. Aku ingin menggunakan kesempatan sebelum pintu istana terkunci untuk pergi melihatnya. Aku tahu ini melanggar peraturan. Tetapi,

Seorang Putri yang selamanya tinggal di dalam Kota Kekaisaran, yang bahkan sama sekali tidak tahu apa yang dirasakan dan dialami oleh rakyat awam, bagaimana bisa menjadi panutan bagi para rakyat? Guru Besar, menurutmu benar tidak? Setelah membaca sepuluh halaman ini, baru boleh selesai belajar. Setelah selesai belajar, hamba akan melapor pada Yang Mulia,

Dan membawa Anda keluar. Guru Besar, hebat sekali. Bagaimana, Putri, bagus tidak? Bagus. Seru sekali. [Mencicipi Teh] Nona, kemarilah untuk melihat-lihat. Menarik sekali. Nona, tidak boleh. Mari, lihatlah sebentar. Keluar dengan membawa mereka, sungguh merusak kesenangan. Semuanya demi melindungi Putri. Tetapi, bukankah ada kamu saja sudah cukup? Kamu pasti akan melindungi keselamatanku, iya, ‘kan?

Tentu saja. Ayo. Akhirnya sudah berhasil mencampakkan mereka. Putri. Anda… telah melewati batasan. Apa katamu? – Putri, hati-hati. – Tangkaplah aku. Cepat tangkap aku. Kakak, jangan lari. Kakak, tunggu aku. Putri, tadi hamba bilang, telah melewati batasan. [Paviliun Wolan] – Putri, hati-hati. – Tangkaplah aku. Cepat tangkap aku. Kakak, jangan lari. Kakak, tunggu aku.

Kembang api hari ini adalah kembang api paling indah yang pernah kulihat. Orang yang melihat kembang api bersama, lebih penting dibandingkan dengan kembang apinya. [Paviliun Wolan] [Paviliun Wolan] [Perbatasan] Keadaan perang di perbatasan beberapa tahun ini tidak bagus. Para rakyat berkeliaran dan kehilangan tempat tinggal, tak dapat menjalani kehidupan.

Hamba meminta agar dapat dipindahkan ke perbatasan. [Harap Yang Mulia menyetujuinya.] Kenapa kamu tidak memedulikanku? Kenapa pergi tanpa pamit? Putri mengantarkan hamba, hamba tidak pantas menerimanya. Tidak baik untuk berhenti lama di sini, sebaiknya Putri segera kembali ke istana. Kenapa pergi ke wilayah perbatasan utara? Kata Ayahanda, kamu sendiri yang memohon. Apakah itu sungguhan?

Wilayah perbatasan utara tidak aman, negara tidak akan stabil. Hamba sendiri yang meminta untuk berjaga di wilayah perbatasan utara. Kamu akan pergi berapa lama? Kapan akan kembali ke ibu kota? Harap Putri jaga diri baik-baik. Guru Besar, tidak peduli berapa lama kamu pergi, aku akan menunggu kepulanganmu. Putri telah salah memberikan barang,

Hamba tidak dapat menerimanya. Aku tidak salah memberi. Hamba tidak berencana kembali ke ibu kota. Putri tidak perlu menunggu. Yang Mulia pasti akan menggantikan guru baru untuk Anda. Bagiku, Guru Besar bukan hanya seorang guru. Bagiku, Putri hanyalah seorang murid. Jiah! Ini adalah satu-satunya jalan yang harus dilalui untuk menyerang bangsa Xiongnu.

Aku ingin melakukan penyergapan di kedua sisi jalan ini. Utus 2000 pemanah. Serang dengan api. Jalanan ini adalah untuk melindungi Dinasti Ning… Tuan. Ada apa sampai begitu panik? Kaisar… Kaisar telah wafat. Apakah beritanya akurat? Sangat akurat. Putra Mahkota masih muda, para menteri mulai bertindak tidak wajar. Tuan harus melakukan pertahanan.

Lalu bagaimana keadaan Putra Mahkota dan Putri? Cepat masuk. Kakak. Kita harus pergi bersama. Yang Mulia, kamu adalah kaisar. Nyawamu bukan hanya milikmu seorang, melainkan milik seluruh Dinasti Ning dan para rakyat awam. Cepat masuk. Di mana Putri? Hamba tidak tahu. Katakan, di mana Kaisar Kecil? Di mana? Katakan! Guru Besar.

Aku kira, tidak akan bisa melihatmu lagi selamanya. Putri jangan takut. Hamba yang telah datang terlambat. [Paviliun Wolan] [Paviliun Wolan] Putri. Guru Besar. Sekarang sudah harus memanggil Anda Tuan Sekretariat Agung. Selama Putri bersedia, aku selamanya adalah Guru Besar Anda. Guru Besar. Kamu terlihat lesu, juga semakin kurus. Kehidupan di wilayah perbatasan utara

Pasti sangat menderita, ‘kan? Hamba sudah berumur. Bukan. Beberapa hari lagi adalah Hari Kasih Sayang. Kudengar, di kota ada sebuah jembatan yang sangat ajaib. [Paviliun Wolan] Selama bertemu dengan orang yang disukai di atas jembatan, maka akan menjadi suami istri yang saling mencintai. Tahun ini, bagaimana kalau Guru Besar menemaniku pergi melihatnya? Pergi melihat

Sebenarnya berapa banyak kekasih yang akan bertemu di sana. Baik. Sungguh? [Paviliun Wolan] Kementrian Keuangan membuat perencanaan awal tentang peraturan pengukuran tanah. Semua daerah digambar ulang ke dalam buku pengukuran tanah menurut dengan pengukuran tanah ini. Tuan Sekretariat Agung sudah tidak muda lagi, apakah pernah berpikir untuk menikah? [Peraturan Pengukuran Tanah]

Hamba untuk sementara tidak punya rencana untuk itu. Lalu, apakah ada yang Tuan Sekretariat Agung sukai? Jika ada gadis yang disukai, aku bisa menjodohkanmu. Tetapi, Tuan Sekretariat Agung sekarang berada di posisi tinggi, memiliki kekuasaan besar, harus berhati-hati dalam hal menikahi orang. Tidak semua orang pantas menjadi Nyonya Sekretariat Agung,

Tetapi juga tidak semua orang bisa. Jika memiliki niat yang tidak terhormat, menyinggung orang yang berposisi tinggi, maka akan merusak hubungan antara kaisar dengan pejabat. Menurutmu benar tidak? [Peraturan Pengukuran Tanah] Guru Besar. Guru Besar. – Jelas-jelas sebelumnya sudah sepakat. – Putri. untuk menemaniku merayakan Hari Kasih Sayang.

Kemarin adalah Hari Kasih Sayang, kenapa kamu mengingkari janji? Kebetulan kemarin kaisar memanggil hamba karena ada urusan, makanya hamba tidak dapat menepati janji. Harap Putri dapat memakluminya. Jika ada urusan, kamu bisa mengutus orang untuk memberitahuku. Kemarin aku menunggumu seharian di depan gerbang istana. Membuat Putri menunggu adalah kesalahan hamba. Hamba pantas mati.

Hanya saja, kaisar saat ini memanggil hamba ke sana, maafkan hamba yang harus pamit terlebih dahulu. Guru Besar, mengapa dua hari tidak bertemu, kamu berubah menjadi sedingin ini? Di antara hamba dengan Putri, tentu saja ada perbedaan status. Hamba seharusnya menaati etika antara kita berdua. Apa yang sedang kamu katakan? Apanya yang perbedaan status?

Aku tidak mau mendengar omong kosong ini. Putri. Putri. Ada apa kamu ke sini? Putri. Bunga mawar indah dan menawan, paling cocok dengan Anda. Hamba sengaja memetiknya untuk diberikan pada Anda. Aku tidak suka bunga mawar. Aku suka bunga peony. Kalau begitu, hamba lain kali akan memilih bunga peony.

Terima kasih atas niat baik Pangeran, tetapi tidak perlu. Hamba pamit dulu. Guru Besar. Pangeran. Bisakah kamu menusukkan bunga mawar ini pada sanggulan rambutku? Baik. Bunga ini menjadi lebih indah jika dipadukan dengan Putri. Guru Besar. Guru Besar. Aku memanggilmu, kenapa kamu tidak memedulikanku? Apakah Putri ada perintah?

Kemarin Pangeran Marquis Pingxi pergi menemui ibu suri, dan berkata ingin menikahiku. Apakah kamu tahu hal ini? Selamat kepada Putri. Pangeran bukan hanya merupakan orang terbaik di antara yang lainnya, tetapi juga merupakan orang yang paling berbakat. Diam kamu. Sungguh adalah pasangan yang paling baik untuk Putri. Aku menyuruhmu diam, dengar tidak? Jadi,

Kamu sama sekali tidak peduli, benar? Hamba tidak mengerti maksud Putri. Kamu sama sekali tidak peduli aku akan menikah dengan pangeran. Setelah aku menikah dengannya, kamu akan kehilangan batu penghambat, kamu baru bisa dengan lancar menikah dengan orang penyakitan itu, ‘kan? Di antara keluarga bangsawan di dinasti kita,

Tidak ada orang yang lebih berbakat lagi daripada Pangeran Xu. Jadi hamba merasa, ini memang adalah sebuah pilihan yang tepat. Harap Putri bisa mempertimbangkannya lagi, jangan menolak dengan mudahnya. Baik. Bagus sekali. Jika Putri tidak ada perintah lainnya lagi, hamba pamit dulu. Aku benci kamu. Aku akan membencimu seumur hidup!

Seumur hidup ini, aku tidak akan memaafkanmu! Kamu sudah dengar belum? Aku benci kamu! Putri! Jangan mengikutiku lagi. – Putri. – Putri. Menurut dekret Kaisar, Mu Yun, Sekretariat Agung saat ini sudah saatnya menikah. Wanita yang terpilih adalah putri gadis Keluarga Guo. Sopan, pintar, lembut dan setia. Menjodohkan dia sebagai istri Mu Yun,

Memilih hari yang tepat untuk menikah.