【FULL】Poisoned Love 【EP20】Menetaskan Telur【INDO SUB】iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Poisoned Love] [Episode 20] Shi Meng. Ada apa dengannya? Fang Yan. Dia kambuh. Ini salahku. Saat aku tiba di sini… Lupakan. Itu tidak penting. Cepat sembuhkan dia. Aku? Tidak bisakah kau menciumnya saja? Peluk dia dahulu. Aku akan menjelaskannya nanti. Kemari. Fang Yan! Kenapa dia pingsan? Dia tidak pingsan. Dia tertidur.

Dia akan bangun sebentar lagi. Tertidur? Lihat ini. Ini… Hari itu, setelah Fang Yan dipeluk, dia menjadi lebih baik. Dia pikir akulah yang memeluknya. Karena itu, dia memintaku menyembuhkannya. Jadi, orang yang benar-benar bisa menyembuhkan Fang Yan… bukan aku. Melainkan kau. [Hanya aku yang bisa menyembuhkannya.] Lalu, di restoran itu… Aku berbohong kepada kalian.

Aku mencuri catatan dr. Cui… mengenai cara menghipnosis Fang Yan. Fang Yan tak benar-benar kambuh hari itu. Aku mengerti. Jadi, itu yang terjadi. Kau sudah sadar. Kenapa kau ada di sini? Di mana Shi Yi? Apakah Shi Yi baik-baik saja? Di mana Shi Yi? Dia baik-baik saja. Lalu, di mana Shi Yi…

Dia pergi ke mana? Aku takkan membiarkanmu meninggalkanku lagi. Kapan aku pernah meninggalkanmu? Apa yang kau lakukan? Siapa di sana? Tunggu sebentar. Aku datang. Zuo Yao, lama tidak bertemu. Kenapa kau datang ke sini? Ada perlu apa? Kita teman lama. Kita harus mengobrol. Ada apa? Aku tak boleh datang ke sini? Aku suka dekorasi rumahmu.

Langsung saja ke intinya. Setelah bertahun-tahun, kau masih sangat blak-blakan. Baik. Kalau begitu, aku akan langsung saja. Aku akan berterus terang denganmu. Aku datang ke sini hari ini… agar kau bisa memberi tahu Fang Yan… untuk menjauh dari Shi Meng. Gu Wei. Tidakkah menurutmu itu konyol? Fang Yan sudah dewasa. Aku tidak bisa mengendalikannya.

Lagi pula, siapa pun yang dia suka, dengan siapa dia ingin berkencan, itu kebebasannya. Baik. Karena kau tak bisa mengendalikannya, maka aku tak bisa menjamin keselamatannya. Karena aku tahu… apa yang dilakukan Ni Na sebelumnya. Ni Na? Jadi, sebelumnya itu… Gu Wei, aku memperingatkanmu. Jangan ganggu Fang Yan. Tentu, bukan masalah. Namun, cukup satu syarat.

Suruh dia untuk menjauh dari Shi Meng. Kenapa kau tak mengunci pintunya? Yao Yao, aku masuk. – Aku akan keluar lagi. – Diam di situ. Bagaimana dia tahu aku tinggal di sini? Aku tidak tahu. Bukan aku. Aku benar-benar tidak tahu. Kenapa kau ada di sini? Jadi, ini tidak ada hubungannya denganmu?

– Tidak ada. – Kuanggap itu sebagai “ya”. Zuo Yao, kenapa kau tak pernah memercayaiku? Kenapa? Nona Gu. Inspeksimu sudah selesai? Rumah kecilku tidak punya ruangan… untuk tamu terhormat sepertimu. Hao Ying Jun, putramu sudah besar sekali. – Dia… – Dia putraku. Bukankah putramu adalah putra Hao Ying Jun juga?

Aku malas menjelaskannya kepadamu. Pergi saja. Jadi, ini bukan putramu? Pantas saja dia tampan sekali. Sama sekali tak mirip denganmu. Tunggu sebentar… Itu tidak benar. Namun, waktu dan usianya cocok. Saat itu, kalian berpacaran. Mungkinkah kau menyelingkuhinya? Aku menyelingkuhinya? Itu pendapatmu sendiri. Saat itu kalian berdua berselingkuh, sekarang kau mencoba untuk menyalahkanku.

Aku tak pernah melihat… hal sekonyol ini seumur hidupku. Aku dan dia? Tidak begitu, Yao Yao. Apa maksudmu dengan itu? Kau pikir ada sesuatu antara Gu Wei dan aku? Aku sudah memberitahumu… berkali-kali. Kau benar. Aku menyukai Gu Wei saat itu, – tapi sudah lebih dari satu dekade lalu. – Lanjutkan.

– Lanjutkan aktingmu. – Zuo Yao. Sebaiknya kau jelaskan. Ini bukan sesuatu… yang seharusnya Shi Meng tahu. Haruskah aku memberimu petunjuk? Di hari kelulusan kita, kalian tentu tahu apa yang telah kalian lakukan. Di hari kelulusan, aku terlampau senang. Lalu, aku teler. Aku pingsan. Aku bahkan tidak tahu bagaimana aku bisa pulang.

Lalu, tiba-tiba kau mencampakkanku. Kau tak perlu menjelaskan. Aku telah melihat semuanya hari itu. Zuo Yao, tenang dahulu. Dengarkan aku. Kau salah paham. Kau tidak perlu menjelaskan. Apakah aku tak tahu apa yang kulihat? Di hari kelulusan kita, Hao Ying Jun mabuk, maka aku membawanya pulang.

Begitu kami masuk ke dalam rumahnya, dia muntah di sekujur tubuhku. [Ayolah.] [Zuo Yao.] Bajuku sangat kotor, maka aku melepasnya, masuk ke dalam, dan membersihkan diri. [Hao Ying Jun.] [Hao Ying Jun,] [aku pergi.] Dia teler. Apa yang mungkin terjadi di antara kami? Kau yang beri tahu aku. Tidak ada yang mungkin terjadi. Sungguh.

Sepenuhnya tidak ada apa pun. Zuo Yao, kau tahu betul. Selama lebih dari satu dekade, Shi Meng selalu menjadi… pria yang kucintai. Hao Ying Jun dan aku berpacaran… untuk membuat Shi Meng cemburu. Menurutmu Hao Ying Jun… Hanya kau yang akan menyukainya. Aku tidak bisa. Tidak. Tunggu sebentar. Yao Yao, kau mencampakkanku karena ini?

Biar kujelaskan kepadamu. Jika aku menjelaskannya saat itu, kita takkan kehilangan satu sama lain selama bertahun-tahun. Lalu, kau tidak akan… bersama pria lain. Pria lain? Sejak putus denganmu, aku melajang. Tidak ada pria lain. Lalu, siapa ayah Zuo You? Aku tidak ingin membahasnya. Apakah itu surogasi? Kalaupun itu surogasi, anak itu seharusnya punya ayah.

Tidak mungkin anak ini muncul dari batu… Sudah kubilang, Zuo You adalah putraku. Berhentilah bertanya. Zuo You. Kapan kau pulang? Jangan berdebat lagi. Aku sudah tahu. Aku diadopsi. Kau… Bagaimana kau tahu? Siapa yang memberitahumu ini? Jadi, aku benar-benar diadopsi. Tidak. Mana mungkin. Dengarkan aku. Apa yang harus dijelaskan? Kau bukan ibu kandungku.

Dia jelas bukan ayah kandungku. Tidak. Dengarkan aku, ya? Aku sudah besar. Aku sudah menebak ini sejak lama. Hubungan darah hanyalah konsep biologis. Entah kita berhubungan darah atau tidak, Bu, kau satu-satunya ibuku. Baiklah, sekarang aku akan mengerjakan PR-ku. Jika aku menyelesaikannya sekarang, aku mungkin masih sempat menonton siaran sains nanti. Anak itu…

Bukan anak biasa. Dia akan mencapai prestasi besar ketika dewasa. – Zuo Yao. – Kau sudah selesai? Pergilah jika sudah selesai. Zuo Yao, aku tidak tahu… Kau juga, keluar dari sini! – Zuo Yao. – Pergi! Shi Meng, bisakah kau mencubitku? Kenapa? Aku terus berpikir bahwa ini tidak nyata. Kupikir aku sedang bermimpi. Bodoh.

Jadi, kau membenciku. Aku bercanda. Jadi, sebelumnya kau meninggalkanku… untuk membiarkan Shi Yi menyembuhkanku. Namun, kali ini, bagaimana kau tahu yang sebenarnya? Shi Yi memberitahumu, ya? Lalu, bagaimana Shi Yi tahu tentang ini? Apakah karena… Aku lebih suka saat kau bersikap bodoh. Shi Yi, kau mau ke mana? Aku mau pulang. Pulang? Kenapa?

Kami ingin membelikanmu makanan. Membelikanku makanan? Setelah terjadi kekacauan besar, kau banyak membantuku. Aku harus mentraktirmu… makan malam sebagai tanda terima kasih. Tunggu di sini. Jangan ke mana-mana. Aku akan berganti pakaian. Kenapa kau tidak memberitahunya? Memberi tahu apa? Bahwa aku berbohong kepadamu… dan kepadanya. Aku tahu itu salah sejak awal,

Tapi aku merahasiakannya dari kalian berdua. Aku bahkan… Aku bahkan menghipnosisnya… dan berbohong kepadamu. Itu urusanmu dengan dia. Selain itu, jika kau benar-benar ingin memberitahunya, seharusnya bukan aku yang bilang. Sepertinya kau… tidak tega juga untuk meminta maaf kepadanya. Apa kau akan lari dari itu? Apa? Baiklah. Aku datang.

– Mari kita pergi tempat Zuo Yao. – Ada apa? Zuo You hilang. Dia kabur. Tenang, Yao Yao. Cepat! – Kalian menemukannya? – Tidak. Kami sudah cari ke mana-mana. – Apakah dia di sana? – Apa yang harus kulakukan? – Apakah dia di sana? – Tidak! – Yao Yao, tenanglah. – Yao Yao, bagaimana?

– Bagaimana Zuo You? – Fang Yan. Zuo You tahu dia diadopsi, lalu dia meninggalkan surat dan pergi. Ini kesalahanku. Aku tak mengawasinya dengan baik. Tenang. Apakah Zuo You bilang ke mana dia pergi? – Dia menulis apa? – Tidak banyak, hanya dia tak bisa menerima kebenarannya dan ingin pergi berjalan-jalan. Mungkinkah dia diculik?

– Mustahil. – Itu tidak mungkin. Tenang saja. Pikirkan ke mana dia mungkin pergi. Seorang anak kecil seharusnya tak bisa pergi terlalu jauh. – Ya, Yao Yao. Pikirkan itu. – Ya, pikirkan baik-baik. Pikirkan ke mana dia biasanya pergi, anak-anak yang biasanya bermain dengannya, – atau makanan kesukaannya. – Makanan kesukaannya.

Apa makanan kesukaannya? Makanan kesukaannya… Ayam goreng Coca-Cola. Ayam goreng! – Ayam goreng. – Setiap kali bersedih, – dia suka makan ayam goreng. – Makanan cepat saji. – Restoran cepat saji! – Benar. Restoran cepat saji di sekitar sini. Ini semua restoran ayam goreng di dekat sini.

– Mari kita berpencar. – Kami bertiga mencari di selatan. – Kalian ke utara, ya? – Baik. – Aku akan pergi denganmu. – Kau sebaiknya jangan pergi. Akan merepotkan jika seseorang mengenalimu. Jika dia kembali, setidaknya seseorang bisa menjaganya. – Kau benar. – Ayo. Terima kasih. – Kami serahkan kepadamu, Shi Yi. – Terima kasih.

Ayo pergi. – Zuo You! – Zuo You! Zuo You! Zuo You! – Zuo You! – Zuo You! You You! Wei Lin, – cari ke sana. Kami akan pergi ke sana. – Baik. – Zuo You! – Zuo You! Zuo You! – Halo. – Halo. Kalian melihat anak setinggi ini?

– Dia hilang. – Tidak, aku tak lihat. – Baik, terima kasih. – Maaf. Terima kasih. – Ayo pergi ke sana. – Ayo. [Bu,] [ini peristiwa terbesar yang terjadi…] [dalam tujuh tahun sembilan bulan kehidupanku.] [Ternyata aku benar-benar diadopsi.] [Kurasa aku bisa menerimanya,] [tetapi aku menyadari dunia orang dewasa tidak sesederhana itu.]

[Aku harus pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri.] [Jangan merindukanku.] [Salam, Zuo You.] Zuo You? Zuo You, kau ada di sini? Zuo You. Kau tahu… bagaimana aku tahu kau ada di kamar Fang Yan? Aku akan memberitahumu sebuah rahasia. Saat berusia sepuluh tahun, aku juga kabur dari rumah. Sama seperti kau, aku meninggalkan surat.

Namun, setelah meninggalkan rumah, aku takut. Aku takut takkan bisa melihat mereka lagi. Aku takut mereka tidak ingin aku kembali. Jadi, aku menemukan tempat yang sempurna. Aku bersembunyi di bawah tempat tidur Shi Meng. [Pikirkan sesuatu.] [Bagaimana kau merawat anak itu?] [Aku? Dia pergi tanpa bilang apa-apa.] – [Bagaimana aku tahu?] – [Cukup.]

[Cepat cari dia.] [Ayo.] Beberapa jam yang kuhabiskan di bawah tempat tidur itu… adalah kenangan terbaik masa kecilku. Karena aku melihat betapa cemasnya mereka terhadapku. Aku juga tahu… bahwa aku memang tak tergantikan bagaimanapun juga. Zuo You, kau merasakan hal yang sama sepertiku? Lalu, kenapa kau kabur dari rumah? Zuo You, siapa yang mengajarimu kabur?

Kau tahu ibumu sangat mengkhawatirkanmu? Dia turun dan mencarimu ke mana-mana. Matanya bengkak karena menangis. Bu, aku minta maaf. Sekarang… kita sudah menemukannya. Semuanya baik-baik saja. Bukan begitu? Keselamatan yang utama. Karena kita sudah menemukan Zuo You, aku pamit. Shi Yi, terima kasih atas bantuanmu hari ini. Terima kasih. Sungguh, terima kasih banyak.

Aku akan mentraktirmu makan. Tidak usah. Aku hanya ingin membantu anak itu. Shi Yi, bolehkah aku berbicara berdua denganmu? Pergilah jalan-jalan. Di sini saja membosankan, ‘kan? Pergi dan hiruplah udara segar. Kalau begitu, aku akan mengajaknya ke bawah. Jangan khawatir. Kami takkan pergi terlalu jauh. Tunggu sebentar. Di luar sana dingin. Pakai ini. Pergilah. Ayo.

Jangan marah. Yang penting kita telah menemukannya. Mari kita bicarakan itu nanti. Aku hampir lupa. Seseorang di kantor ingin membicarakan sesuatu denganku. Aku pamit. Kau tahu alasanku mengadopsi Zuo You? Aku tidak tahu. Aku cukup pesimis tentang cinta. Setelah putus denganmu, aku tidak pernah ingin berkencan lagi. Aku hanya ingin sendiri. Kemudian, secara kebetulan…

Aku bertemu You You… yang ditinggalkan di rumah sakit. Sebenarnya, aku ingin mengirimnya ke pusat kesejahteraan sosial. Namun, saat memeluknya, aku tidak bisa melepaskannya. Pada saat itu, aku berpikir… mungkin ini adalah kehendak Tuhan. Agar si kecil ini dan aku bisa saling bergantung. Sejak aku mengadopsi Zuo You, yang lainnya tidak lagi penting.

Dia menjadi motivasi dalam hidupku, segalanya bagiku. Sebenarnya… aku berniat menghubungimu awalnya. Namun, aku takut ketakutan terbesarku… akan menjadi pasti. Itu… Maaf. Aku benar-benar minta maaf. Kau bilang… Itu aneh. Aku selalu tidak tahu malu sepanjang hidupku. Mana mungkin aku mengacaukan momen penting itu. Semuanya akan baik-baik saja seandainya aku menjelaskan kepadamu.

Itu bukan sepenuhnya salahmu. Aku juga salah. Saat itu, kalau saja aku mau menelan rasa gengsiku… – Kalau saja aku bertanya kepadamu… – Hentikan. Hentikan. Semua itu sudah berlalu, paham? Mulai sekarang, kau bisa tenang. Aku, Hao Ying Jun, akan selalu berada di sisimu. Aku takkan membiarkanmu melalui ini sendirian lagi. Aku akan mendukungmu.

Aku serius. Shi Yi, menurutmu… kenapa orang tua kita meninggalkan kita? Aku tak tahu alasan mereka meninggalkan kita. Namun, aku memilih untuk percaya… bahwa mereka mengalami kesulitan sendiri. Mereka tidak punya pilihan lain. Hal yang paling penting adalah… kita bertemu ibu kita. Benar? Apakah Ibu… akan meninggalkanku lagi… seperti ibu kandungku? Menurutmu ibumu mencintaimu?

Aku tidak tahu. Bocah konyol. Jika dia tidak mencintaimu, dia takkan berusaha keras untuk mencarimu… hanya untuk meninggalkanmu lagi. Dia akan mencintaimu selamanya. Benarkah? Tentu saja. Syukurlah! Aku takut akan kehilangan ibuku! Aku tak menyangka Shi Yi akan menemukan Zuo You lebih dulu. Aku juga tak menyangka. Kita harus memberi perhatian lebih pada emosi anak-anak…

Terutama pada usianya. Dia pasti sangat sedih setelah mengetahui kebenarannya. Namun, kuharap ayam goreng yang kita beli… akan menyembuhkan semua masalahnya. Kupikir juga begitu. Ayo jalan lebih cepat. Baik. Sudahlah, Zuo You. Berhenti menangis. Pria sejati tidak terlalu banyak menangis. Bukankah ada lagu yang mengatakan, “Pria, menangislah. Itu tak apa”? Lagi pula, aku belum dewasa.

Shi Yi, bagaimana kau bisa tahu bahwa kau diadopsi? Suatu kali, ketika masih kecil, aku mencari mainanku di rumah. Aku tak sengaja menemukan surat adopsiku. Kau pasti sangat sedih saat melihatnya. Sedih? Tentu saja aku sedih. Aku tidak hanya sedih, tapi aku juga melakukan… kesalahan yang tidak bisa diperbaiki. Kenapa aku memberitahumu semua ini?

Zuo You, kau harus ingat. Jangan pernah menyakiti seseorang yang mencintaimu. Karena beberapa kesalahan… tidak pernah bisa diperbaiki… setelah kau melakukannya. Shi Yi, kurasa aku mengerti maksudmu. Maafkan aku. Aku seharusnya tidak kabur… dan membuat Ibu khawatir. Zuo You, kau pintar dan baik hati. Mana mungkin ada orang membencimu. Shi Yi,

Aku yakin kau juga mencintai keluargamu. Jika kau melakukan kesalahan, mereka pasti akan memaafkanmu juga. Benarkah? Kau harus meminta maaf kepada orang yang kau cintai. Mungkin… Mungkin dia memaafkanmu. Shi Yi, apakah orang-orang tahu bahwa kau diadopsi? Ini rahasia kecil kita. Ayo, Sesama Anak Adopsi. Tos. [Ini angsa.] – [Kalian suka?] – [Ya.]

– [Terima kasih, Ayah.] – [Terima kasih, Ayah.] [Jadi,] [apakah ini alasan…] [dia meninggalkanku saat itu?] Masuklah. Maaf karena tidak memberitahumu selama ini. Terakhir kali aku pergi ke panti asuhan bersama Shi Yi, dia memberitahuku rahasianya. Ketika berusia sepuluh tahun, dia mengetahui bahwa dia diadopsi. Shi Yi akan pergi besok. Sesungguhnya… pada akhirnya, ikatan keluarga…

Adalah yang paling penting. Kau juga tak ingin dia pergi, bukan begitu? [Kedua bersaudara ini benar-benar mengkhawatirkan.] [Aku harus memikirkan sesuatu.] [Aku yakin kau juga mencintai keluargamu.] [Jika kau melakukan kesalahan,] [mereka pasti akan memaafkanmu juga.] [Kau harus meminta maaf kepada orang yang kau cintai.] [Mungkin dia memaafkanmu.] Shi Yi. Shi Yi. Selamat pagi.

Selamat pagi. Kau… Aku akan pindah kembali. Namun, sebelum aku pergi, ada sesuatu yang ingin kuberi tahu kepadamu. Sebenarnya, sejak awal aku tahu… orang yang bisa menyembuhkanmu… adalah Shi Meng. Aku tak berani memberitahumu… karena aku menyukaimu. Aku ingin memanfaatkan ini… untuk tetap ada di sisimu. Lalu, aku… – Sebenarnya aku… – Aku tahu.

Kau hanya menganggapku sebagai teman. Aku juga tahu… bahwa orang yang kau sukai selalu Shi Meng. Aku terlalu egois. Aku menyebabkan begitu banyak masalah… dalam hubunganmu. Maafkan aku. Tidak apa-apa. Kau memaafkanku? Ya! Dengar. Bukankah kau merasa lebih baik setelah memberitahuku? Sebenarnya… kurasa kau dan Shi Meng… harus… Selamat pagi! Kebetulan sekali.

Bagaimana kalau kita sarapan bersama? Aku akan menyiapkannya. Tidak perlu. Aku ada rapat. Sampai jumpa. Kau masih punya waktu untuk minum kopi, ‘kan? Aku akan membuka pintunya. Zuo You! Kenapa kau ke sini? Apa? Kau ingin bertemu Shi Yi dan Shi Meng? Masuklah. Aku datang ke sini… karena aku butuh bantuan kalian berdua…

Dengan sesuatu yang penting. Ini… Ini kejutan ulang tahun untuk Fang Yan. Jadi, jangan sampai dia tahu. Dengar. Ini anak burungku, namanya Telurku. Burungku mengalami depresi pascamelahirkan, dan tidak mau mengeram telurnya. Lalu, inkubator barunya baru akan datang tiga hari lagi. Namun, masa hidup Telurku adalah beberapa hari lagi. Jadi,

Ia hanya bisa mengandalkan suhu tubuh manusia untuk tetap hidup. Setelah berpikir keras, kalian berdua orang yang paling bisa diandalkan di antara orang yang kukenal. Kami berdua? Ya. Kalian harus mengeramnya selama 24 jam terus-menerus. Telurku tidak bisa lepas dari suhu tubuh manusia lebih dari satu jam. Namun, kami laki-laki. Mengeram telur…

Apa? Kalian bahkan tak bisa menangani tugas mudah ini? Apakah kalian pantas menyebut diri kalian laki-laki?