【FULL】Be My Princess [EP25]【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Kisah Sampek Engtay] [Catatan Pengalaman Dunia Lain] [Tanggal 10, Cuaca Cerah] Tulisan yang bagus. [Keanehan di dunia lain, aku belum pernah melihatnya] Tuanku kebasahan karena terkena hujan dan masuk angin. Aku sangat sedih melihatnya. Hatiku bergerak untuk melamarnya. Tuanku tidak menerimanya. Dia takut kelak semua akan berubah.

Hamba akan melupakan dan tuanku akan terluka. Sungguh tak bisa berkata apa-apa. Hanya berharap bisa bersama selamanya. Apakah di saat aku hilang ingatan, aku berlutut dan melamarnya? Bermesraan hingga melupakan diri sendiri. Kata-kata yang tidak sopan, hanya takut akan lupa. Er bin si mo (Bermesraan), Bermesraan. menunjukkan arti telinga dua orang yang bersentuhan,

Yang memiliki arti sangat mesra. Jangan-jangan aku dan Ming Wei… Tidak diberi izin, melanggar aturan. Berlutut meminta maaf. Tuanku marah. Jika aku mengulangi kesalahan lagi, akan menghukum hamba selamanya menyayangi putri. Putri tidak tahu, ini adalah impian seumur hidupku. Hamba sungguh menginginkannya. Aku benar-benar berlutut? Melanggar aturan maksudnya apa? Apakah aku telah memaksa Ming Wei

Melakukan sesuatu di luar batas? [Catatan Pengalaman Dunia Lain] Astaga. [Kru “Kota Selatan”] [Khusus untuk Mu Tingzhou] [Be My Princess] [Episode 25] Ayah, Ibu, Kepribadian Xiao Zhao, aku juga mengerti. Dia adalah orang yang bertanggung jawab. Jadi, kalian tidak perlu khawatir. Ayah, Ibu, kalau begitu, kalian beri tahu aku, kalian dan ayah Xiao Zhao

Sebenarnya ada perseteruan apa? Qiao, kenapa kamu berbicara seperti ini? Kalian tidak mau mengatakannya? Kalian tidak bilang aku juga tahu. Karena adanya perseteruan di antara kalian, jadi kalian mengatakan Xiao Zhao seperti itu. Qiao. Qiao. Ayah, Ibu, kalian makan dulu, aku pergi mencarinya. Makanlah. Qiao, ke mana kamu pergi? Qiao,

Perkataan ayah tadi memang sedikit kelewatan, tetapi kamu juga tidak boleh marah dengan mereka. Kamu bisa berbicara dengan baik-baik kepada mereka, mereka pasti akan menerima Xiao Zhao. Aku tidak apa-apa, Kak. Kamu kembali dan menemani ayah dan ibu saja. Kamu juga bujuk mereka untuk tidak marah lagi. Perkataanku barusan juga sedikit kelewatan.

Aku ingin berkeliling sebentar. Jangan tidak senang lagi. Untuk apa kamu bersedih demi satu wanita saja? Benar tidak? Apa yang baik darinya? Sudahlah. Inilah masalah yang kamu katakan akan sibuk seharian? Maaf, Ming Qiao. Aku memang tidak seharusnya menyembunyikan ini darimu. Namun, aku benar-benar tidak ingin melewati hari-hari seperti sebelumnya. Apa maksudmu? Maksudku adalah

Setelah aku berpikir lebih matang lagi, aku tetap ingin melewati hariku yang tidak dikekang, sendirian hingga tua nanti. Kemungkinan kamu memang bukan tipe gadis yang aku sukai. Apakah otakmu sudah rusak? Ataukah mengidap penyakit mematikan? Kamu tidak ingin membebaniku jadi kamu berkata seperti itu, ‘kan? Ming Qiao, apakah kamu telah menonton terlalu banyak sinetron?

Aku tidak memiliki alasan lain, ini adalah pemikirkanku yang paling nyata. Tidak mungkin. Beberapa hari yang lalu, kamu masih menemaniku untuk menemui ayah dan ibuku. Kamu juga bilang akan terus-menerus bersamaku. Jika kamu tidak berpikir seperti itu, mengapa kamu melakukannya? Itu karena sebelumnya aku sungguh berusaha baik padamu. Namun, setelah aku berusaha, aku baru menyadari

Diriku tidak bisa melakukannya. Jadi, aku sudah tidak ingin berpura-pura lagi. Apakah karena adanya masalah di antara kedua orang tua kita? Paman tidak menyukaiku, tidak menerima hubungan kita berdua? Jadi… karena alasan ini… Jadi kamu… kamu bilang begitu padaku, ‘kan? Tunggu, tunggu. Ming Qiao, aku menyadari kamu memang tidak memahamiku.

Apakah aku adalah seseorang yang bisa diatur oleh orang tua? Jika aku begitu patuh, aku tidak akan mengganti namaku dan menjadi manajer, dan tidak memilih untuk meneruskan bisnis ayahku. Benar tidak? Jangan membohongi diri sendiri lagi, Ming Qiao. Kita putus. Qiao. Mengapa kamu minum sendirian di sini? Ada apa denganmu? Qiao,

Aku ada di sini, kamu jangan menangis. Kak. Sebenarnya apa yang terjadi? Kak, aku sudah putus. Xiao Zhao putus denganku. Baru terjadi tadi? Kenapa… kenapa begitu tiba-tiba? Bukankah kalian berdua beberapa hari yang lalu baru bertemu dengan orang tua? Dia sungguh berkata seperti itu? Kamu jangan panik dulu. Aku menelepon dia untuk menanyakan dengan jelas.

Tadi, begitu aku masuk, aku melihat dia dan seorang gadis duduk di sana. Kemudian dia duduk di sana berkata putus padaku. Qiao, jangan menangis lagi. Kakak akan terus menemanimu. Jangan menangis lagi. Qiao, istirahat dulu sebentar, jangan lanjut lagi. Aku tidak apa-apa, aku tidak lelah, Kak. Aku ingin merapikan kamarmu dulu, lalu pergi merapikan kamarku.

Dengan begitu, kamu bisa istirahat lebih awal. Qiao, beberapa waktu ini, kemungkinan kamu akan sering bertemu dengan Xiao Zhao, apakah akan baik-baik saja? Jika kamu tidak senang, kamu bisa memberitahuku. Aku tidak apa-apa. Untuk apa aku harus tidak bahagia? Kehilangan aku merupakan kerugian baginya. Aku begitu muda dan cantik, penuh dengan semangat, benar, ‘kan?

Apakah aku kekurangan orang untuk mengejarku? Coba dulu bagaimana ini. Aku ke sana melihat yang lain. Katakan. Hal ini sangat sederhana, yaitu aku sudah putus dengan Ming Qiao. Ternyata memang kamu. Gara-gara kamu, aku dibenci oleh pemeran utama wanita di grup kami. Bisakah kamu memiliki hati nurani sedikit? Kenapa kamu begitu percaya diri untuk yakin

Ming Wei mengabaikanmu karena aku? Pastinya begitu. Sebelumnya hubungan aku dan Ming Wei sudah membaik. Setidaknya dia tidak menganggapku sebagai udara lagi. Aku tanya kamu, kenapa kamu putus dengannya? Tidak cocok lalu putus. Mana ada alasan yang lain. Tidak ada alasan lain? Tenanglah. Tidak ada alasan lain. Kak, ayo kita pergi. Mengapa kamu menghindar?

Orang yang ingin putus dengan kamu itu dia. Yang harus malu itu juga dia. Apa yang kamu hindari? Aku tidak menghindar darinya, aku hanya… tidak ingin bertemu dengannya. Aku sudah kenyang, ingin jalan-jalan sebentar di luar. Kak, aku pulang dulu. Qiao. Apa maksud Xiao Zhao? Dia sama sekali tidak memedulikan perasaan Ming Qiao. Sungguh keterlaluan.

Ming Wei, apakah kamu tidak merasa aneh dengan hubungan mereka yang berakhir begitu saja? Menurut pemahamanku terhadap Xiao Zhao, meskipun dia kelihatan tidak serius, tetapi dia bukan seseorang yang tidak bertanggung jawab. Aku juga tidak berharap dia adalah seseorang yang seperti itu. Namun, kenyatannya memang seperti itu. Mungkinkah ada hal

Yang tidak kita ketahui di antara mereka? Atau mungkin ada kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka? Kamu juga tidak ingin melihat Ming Qiao bersedih terus, bukan? Apakah Guru Mu memiliki solusi? Bagaimana jika kita duduk dan berdiskusi? Pertama, aku ingin bilang mengenai hubungan kita sebaiknya jangan terus begitu kaku.

Bagaimanapun, ke depannya kita masih tetap harus bekerja sama. Oleh karena itu, kita harus bersikap lebih profesional. Yang Anda katakan itu benar. Aku akan mengatur baik suasana hatiku agar tidak memengaruhi pekerjaan. Demi kelancaran dalam membahas pekerjaan. Selanjutnya apa yang harus kita lakukan? Aku tidak berpengalaman dalam pacaran.

Aku juga tidak tahu bagaimana caranya mendekatkan kembali kedua orang ini. Bukankah kamu pernah pacaran dengan Guru Besar? Jadi, apakah kamu memiliki ide untuk mendekatkan kembali mereka berdua? Tidak ada yang bisa kusampaikan. Tidak ada yang bisa disampaikan? [Hanya berharap bisa bersama selamanya.] [Bermesraan hingga melupakan diri sendiri.] [Catatan Pengalaman Dunia Lain]

Hal di luar batasan, maksudnya apa? Bagaimana caranya agar bisa mengetahui seperti apa perkembangan Guru Besar dan Ming Wei? Apa yang kamu lihat dengan muka murung seperti itu? Kembalikan padaku. Jangan buat rusak. Apa ini? Bukankah tertulis di sampulnya? Ini adalah buku harian saat kamu hilang ingatan? Belakangan ini kamu begitu perhatian dengan Ming Wei

Karena buku harian ini? Aku akui, setelah mengetahui Ming Wei menjadi pemeran utama wanita di Sampek Engtay, aku bersikeras ingin menerima drama ini karena keegoisan dari dalam hatiku juga. Karena ada banyak hal yang ingin aku cari tahu dengan jelas. Aku tanya padamu, Setelah aku berubah menjadi Guru Besar dan berpacaran dengan Ming Wei,

Sebenarnya terjadi hal apa? Perkembangan kami sudah sampai tahap apa? Bukankah kamu sudah mengetahui semuanya? Kalian berdua hampir menikah. Yang kutanyakan bukan masalah ini. Yang kutanyakan yang masalah itu. Masalah itu. Apakah kamu mengetahui sesuatu mengenai itu? Bagaimana aku bisa tahu mengenai hal pribadi kalian? Dengarkan aku, jika hal itu benar ada,

Aku tidak akan menolak tanggung jawab. Aku harus memberi tanggung jawab kepada Ming Wei. Kamu ini. Mengapa kamu begitu bisa percaya diri dengan berlebihan? Ming Wei adalah seorang gadis yang mandiri. Dia menggunakan kemampuan sendiri untuk keluar dari masalah. Saat ini dia hidup dengan baik. Yang harus dia lakukan adalah tanggung jawab pada dirinya sendiri.

Jika kamu hanya ingin bertanggung jawab atau memberinya kompensasi, kamu sebaiknya menghilangkan niatmu mulai sekarang. Kamu jangan melukai dia sekali lagi. Mengapa aku merasa kamu sedang berpihak pada Ming Wei? Sebenarnya kamu adalah Manajer siapa? Ini tidak ada hubungannya dengan profesi Manajerku. Wanita itu perlu disayang. Sayang? Lalu bagaimana dengan Ming Qiao? Kamu mencariku?

Mengenai masalah kamu dan Ming Qiao, aku tidak seharusnya ikut campur. Namun, tindakanmu saat ini sudah melukainya. Aku tidak bisa hanya duduk diam. Jujurlah padaku, sebenarnya apa yang terjadi di antara kalian? Apakah Ming Qiao adalah anak itu? Bukan. Mengapa bukan? Ming Qiao masih memiliki seorang kakak, bernama Ming Wei.

Apakah Ming Wei adalah anak ayahku? Kalau iya, kenapa? Kalau bukan, kenapa juga? Ming Wei selamanya adalah anak cucu keluarga Ming. Tidak ada hubungannya dengan keluarga Xu. Ming Wei, dia… dia sungguh adalah adikku, ‘kan? Xiao Zhao, sebagai seorang ibu, aku benar-benar tidak ingin putriku terjerumus dalam masalah yang tiada habisnya ini.

Aku tidak menerima kamu bersama dengan Ming Qiao. Juga tidak berharap kedua keluarga kita memiliki hubungan lagi. Jadi, cukup sampai di sini saja. Aku hanya merasa, aku dan Ming Qiao tidak cocok. Tidak cocok? Lalu apa yang kamu lakukan sejak awal? Kalian berdua sudah berpacaran begitu lama, saat ini kamu tiba-tiba bilang kalian tidak cocok.

Aku tidak memiliki rencana untuk serius dengan hubungan ini. Kelak juga tidak ada pemikiran untuk menikah. Aku juga tidak bisa terus-menerus menghabiskan waktu Ming Qiao. Awalnya, karena alasan ini juga, aku tidak setuju kamu berpacaran dengan dia. Aku masih berpikir kemungkinan kamu telah berpikir matang. Saat ini, kamu malah bilang kamu menyesal?

Kamu sudah lupa perjanjianmu yang dulu, ya? Maaf. Xu Run. Ayah, kenapa Ayah bisa ke sini? Aku kebetulan lewat. Kamu adalah… Ming Wei? Halo, Paman. Halo. Ayah, sebentar lagi, Ming Wei akan mulai syuting. Aku akan membawamu keliling dulu. Ayo. Ayo jalan, Ayah. Ayah, sebenarnya apa yang ingin Ayah lakukan?

Mengapa Ayah tiba-tiba datang ke kru? Apakah jika tadi aku tidak berada di sana, kamu akan langsung mengatakan semuanya pada Ming Wei? Aku tahu dia ada di sini, apakah aku bisa tidak datang? Aku tidak bisa menahan diriku, Run. Kamu tidak tahu, melihatnya begitu berbakat, tetapi aku tidak pernah bisa menjalankan kewajiban sebagai seorang Ayah.

Aku juga ingin menebusnya. Aku… aku benar-benar merasa diriku sudah tidak bisa bertahan lagi. Ayah, aku bisa mengerti perasaanmu. Namun, saat ini kita benar-benar tidak boleh memberi tahu Ming Wei. Keluarga Ming saja tidak memberi tahu rahasia ini. Kita harus menghormati pendapat keluarga Ming. Aku…

Jika tidak, luka yang akan kita berikan pada Ming Wei akan sangat besar. Anda sebaiknya menganggap semua ini demi kebaikan putri Anda. Mari kita bersabar lagi, oke? Apakah kondisi Ming Qiao sudah membaik? Bagaimana mungkin bisa baik. Aku benar-benar kecewa pada Xiao Zhao. Dia bilang, dia merasa mereka berdua tidak cocok,

Dia tidak bisa memberikan pernikahan padanya. Jadi, dia memilih untuk meninggalkannya. Dia berkata seperti itu bukankah tidak ingin mempertanggungjawabkan? Pria sungguh bukan sesuatu yang baik. Guru Mu, aku keluar sebentar. Karena hilang ingatan, aku tidak bisa mengingat dengan jelas bagaimana hubungan percintaanku yang dulu. [Sampek Engtay]

Oleh sebab itu, aku yang seharusnya menghadapi masalah bersama denganmu, saat ini hanya bisa membiarkanmu memikul semua beban. Dengan itu, aku merasa sangat menyesal. Terutama sangat bersalah padamu. Guru Mu, aku tidak mengataimu barusan. Aku juga tidak bermaksud menyalahkanmu. Aku tahu kamu tidak menyalahkanmu. Tetapi aku menyalahkan diri sendiri. Tidak apa-apa, semua sudah berlalu.

Sebelumnya, kamu juga bukan sengaja seperti itu. Adegan tadi sore benar-benar sungguh memuaskan. Ini adalah syuting terlancar dan pertama kali aku bisa menyelesaikan dalam sekali perekaman. Aku merasa seluruh jiwaku seperti telah masuk ke dalam drama tersebut. Teks dramanya bukan dihafal, tetapi dilafalkan secara alamiah. Hal ini berarti kamu memang memiliki kemajuan dalam bidang akting.

Oh, ya, aku lihat pengumuman besok ada dua adegan drama. Aku memiliki beberapa ide baru. Sebentar lagi maukah kita makan bersama untuk mendiskusikannya? Boleh. Tidak masalah. Tingzhou. Kenapa kamu bisa datang? Kakak seniorku adalah penata rambut di sini, dia menyuruhku datang untuk melihat baju peran utama pria. Kebetulan, aku juga merindukan kamu dan kakak.

Guru Mu, kalau begitu, aku pergi dulu. Begitu mendarat, aku langsung datang ke hotel untuk menunggumu. Apakah kamu bersedia menaktirku makan malam? Boleh. Ayo jalan. Cepat makan. Bukankah kamu bilang kamu lapar? Tingzhou, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Katakanlah. Aku juga kebetulan ingin mengatakan sesuatu padamu. Kamu seharusnya tidak bekerja sama lagi dengan Ming Wei.

Dia memiliki niat yang tidak baik. Bagiku, kamu adalah seseorang yang pintar menilai orang. Namun, mengapa hal ini kamu tetap saja tidak bisa memahaminya? Rekanku sendiri, aku mengerti dia. Tidak perlu diberi tahu olehmu. Aku juga tidak ingin mendengar komentar apa pun lagi mengenai Ming Wei darimu. Sejak kecil kita tumbuh besar bersama,

Apakah aku akan membohongimu? Mengapa kamu tetap tidak bisa percayaku? Aku hanya percaya dengan mataku sendiri. Lin, kembalilah ke Inggris dan selesaikan studimu dengan benar. Jangan karena beberapa masalah kecil, malah memengaruhi mimpimu untuk menjadi Desainer. Apakah kamu sedang mengusirku pergi? Aku bukan mengusir, tetapi aku sedang menasihatimu. Yang ingin aku lihat adalah

Xu Lin yang polos seperti dulu. Apakah kamu tidak tahu aku bisa berubah menjadi seperti ini karena aku menyukaimu? Semua yang kulakukan hanya karena aku menyukaimu. Namun, bagiku, kamu selamanya hanyalah adikku. Ayo, jangan sungkan. Untukmu. Terimalah. Paman, Anda terlalu sungkan. Aku benar-benar tidak bisa menerima barang ini. Kamu syuting dengan begitu lelah,

Ini adalah beberapa suplemen yang bagus. Seorang gadis harus tahu cara merawat diri dengan baik. Terimalah. Anda bawa pulang saja. Aku benar-benar tidak bisa menerimanya. Ming Wei. Ayah, kenapa Ayah ada di sini? Apa maksud dari barang-barang ini? Kenapa kamu datang ke sini? Jika aku bukan melihat dengan sendiri adegan ini,

Aku sungguh tidak bisa percaya, ayah kandungku, bisa-bisanya digoda oleh wanita ini juga. Lin, kamu sembarangan bicara apa? Ming Wei, kamu memang begitu suka menggoda pria? Sebelumnya kamu gagal menggoda Mu Tingzhou, lalu mengganggu kakakku juga. Sekarang kamu merasa sudah tidak ada harapan, jadi kamu malah mengalihkan perhatian kepada ayahku?

Apakah kamu tidak bisa hidup tanpa pria? Mohon jaga pembicaraanmu. Jika kamu terus sembarangan berbicara seperti ini, jangan salahkan aku bersikap kasar padamu. Lin. Lepaskan aku. Jangan berkata lagi. Tutup mulutmu. Ming Wei, kamu jangan marah. Ikut aku, aku ingin berbicara denganmu. Masalah ini tidak sama seperti apa yang kamu lihat. Ke sini. Apa?

Ayah, kamu sedang bercanda padaku? Lin, aku tahu kamu seketika tidak bisa menerima hal ini. Tetapi ini adalah kenyataan. Kenapa? Kenapa setelah Ming Wei muncul, semuanya malah berubah? Tingzhou menjauhiku karena dia. Kakakku berpihak padanya dan tidak membelaku. Saat ini kamu memberitahuku, dia adalah adik kandungku. Kemudian ingin aku menerimanya. Apa-apaan ini? Sungguh aneh! Lin,

Jangan emosi dulu. Ini… Semua ini salah Ayah. Ayah yang berbuat salah. Saat itu, Ayah tidak memikirkan dengan matang, sehingga terjadi akibat seperti ini. Jadi, kamu jangan marah pada Ming Wei. Tidak boleh menyalahkan dia dalam masalah ini. Dia tidaklah bersalah. Tidak. Aku tidak percaya. Semua kata bohongmu, aku tidak ingin mendengarnya lagi.

Kamu hanya perlu menyelesaikan ini. Selebihnya, kamu tidak perlu memedulikannya. Jika di tempat… Kalian sudah datang. Sutradara bilang dia ada sedikit urusan, dia akan terlambat sampai. Karena besok ada adegan penting, jadi hari ini harus bertemu untuk mendiskusikan detailnya dulu. Baik. Duduklah. Tunjukkan berita pengumuman untukku dulu. Rencana besar terbaru. Serius? Begitu padat jadwalnya?

Cepat atau lambat semuanya juga harus direkam. Xu Lin. Xu Lin, sedang apa kamu? Xu Lin, kamu gila? Ming Wei, apa kamu baik-baik saja? Jangan pukul. Jangan pukul. Kenapa aku tidak boleh pukul? Dia memukul kakakku!! Kamu… Lepaskan aku, Xiao Zhao. Jangan pukul lagi. Apakah saat ini kamu merasa kamu begitu sombong?

Berpikir dengan adanya ayah yang kaya raya, kamu sungguh bisa menjadi Tuan Putri? Kuberi tahu kamu, mimpilah! Kamu hanyalah anak haram ayahku. Xu Lin, ikut aku pergi. Tidak boleh pergi! Katakan sekali lagi perkataanmu barusan. Ming Wei, kamu jangan mendengar Xu Lin sembarangan berbicara, otaknya tidak sadar. Diam! Baik. Aku akan mengatakan sekali lagi.

Kamu adalah anak haram dari ayahku dan ibumu. Kamu adalah anak haram sebelum ibumu menikah. Xu Lin, tutup mulutmu! Ikut aku pergi. Lepaskan aku. Lepaskan. Xu Lin, kemari. Lepaskan aku. Jangan bergerak. Lepaskan aku, aku bisa jalan sendiri. Kenapa kamu berbuat seperti ini? Mengapa kamu menjadikan masalahnya menjadi seperti ini?

Kamu sudah tahu sejak awal, ‘kan? Kalian semua sudah tahu, hanya menyembunyikannya dariku. Aku seperti orang bodoh yang melihat kalian terus melindungi Ming Wei, dan tidak tahu sebenarnya kenapa. Jika bukan karena kamu membantu mendekatkan Tingzhou dengannya, Tingzhou juga tidak akan menolakku. Xu Lin, bisakah kamu berpikir lebih jernih sedikit?

Kamu membuat segalanya menjadi seperti ini, sebenarnya kamu ingin apa? Aku tidak bisa berpikir jernih. Jika aku mulai kepikiran di dalam hati Tingzhou dan Ayah, aku masih tidak lebih baik daripada seorang anak haram, aku benar-benar tidak bisa berpikir dengan jernih lagi. Dia menghalangi jalanku, aku tidak akan membiarkannya hidup tenang. Xu Lin, kembali.

Aku sungguh benci dengan Xu Lin, juga tidak percaya dengan apa yang dia katakan. Tetapi teringat waktu itu, saat ibu bertemu dengan ayah Xiao Zhao, ekspresinya memang aneh. Ditambah dengan Xiao Zhao yang minta putus denganku tanpa alasan yang jelas, aku juga tidak tahu apakah aku harus memercayai perkataan Xu Lin. Ming Wei.

Kecuali mereka memberitahuku langsung, jika tidak, aku tidak akan memercayainya. Aku mau pulang. Ming Wei, Ming Qiao, nanti saat tiba di sana, Aku dan Xiao Zhao tidak mengikuti kalian masuk untuk menemui paman dan bibi dulu. Aku pikir, di saat penting seperti ini, mereka juga tidak bersedia menjumpai kami. Baik. Terima kasih, Guru Mu.

Ada orang yang bersikeras ingin ikut. Tidak jelas. Bagaimanapun, aku adalah Manajer Tingzhou, aku harus mengikuti kemana pun dia pergi. Sayang, kamu lupa menaruh garam? Sayurnya terasa tawar. Bukan lupa menaruh garam. Tetapi tubuhmu ini, harus makan sesuatu yang lebih tawar. Dan tidak boleh minum arak lagi. Aku… Ayo, makan lagi. Ayah, Ibu.

Kenapa kalian bisa pulang? Benar. Kamu bisa memberitahuku, aku bisa pergi menjemput kalian. Kami merindukan kalian, jadi pulang untuk mencari kalian. Kalian berdua ini… Belum makan, ‘kan? Aku buatkan makan untuk kalian dulu. Ayo, cepat duduk. Ayo. Ayo. Ada apa denganmu, nak? Apakah ada yang menindasmu? Beri tahu Ayah, aku akan menghajar mereka.

Cepat beri tahu aku. Wei, kamu kenapa? Apa yang terjadi? Ming Qiao, se… sebenarnya ada apa ini? Ibu, Ayah, Mengenai kebenaran dari kelahiran kakak, kami sudah mengetahuinya. Terima kasih. Apakah kamu masih Mu Tingzhou yang suka memilih makanan yang aku kenal waktu itu? Memangnya kamu masih Xiao Zhao yang aku kenal yang suka bercanda itu?

Kamu benar-benar kuat bertahan, ya. Masalah yang begitu besar, kamu bisa-bisanya tidak memberitahuku. Kamu putus dengan Ming Qiao juga karena alasan ini, ‘kan? Aku tidak bisa menerima kenyataan ini. Bagaimanapun, dia… dia adalah adik kandungnya adik kandungku. Apakah kalian memiliki hubungan darah? Ada. Kenapa tidak? Coba kamu lihat,

Aku dan Ming Wei memiliki ayah yang sama. Ming Qiao dan Ming Wei memiliki ibu yang sama. Jadi kami ini… Jadi hubungan darah dari mana? Ini… Memangnya tidak ada? Tentu saja tidak ada. Intinya, setelah aku mengetahui hal ini, saat aku bertemu dengan Ming Qiao, aku selalu merasa hubungan kami sangat aneh.

Aku melihat kamu ini terlalu bosan, hingga ingin mencari masalah. Aku juga tidak menginginkannya. Putus dengan Ming Qiao, aku juga merasa sungguh sedih. Setiap kali melihatnya, aku selalu ingin mendekatinya. Tetapi aku juga tidak tahu harus berbicara apa padanya. Jadi, aku hanya bisa memaksakan diri untuk berubah menjadi dingin.

Sepertinya tujuanmu datang ke Kota Su ini, sebagian besar alasannya karena Ming Qiao? kamu begitu berpengalaman di dunia percintaan, baru tidak mudah bertemu dengan orang yang kamu sukai, untuk apa kamu memaksakan dirimu seperti ini? Jika kamu terus bersikap dingin seperti ini, aku benar-benar akan meremehkanmu. Ayah, terima kasih selama ini telah menyayangiku,

Dan juga melindungiku. Jika bukan karena adanya kamu, aku sudah tidak ada Ayah lagi. Anakku, kamu adalah putri kandungku, jika Ayah tidak mencintaimu, Ayah harus mencintai siapa? Ayah, terima kasih kamu telah membiarkanku hidup tidak begitu kesepian. Meski aku selalu bilang akan melindungi kakak, tetapi jika ada kakak, aku akan merasa sangat nyaman.

Seumur hidupku ini, bisa menikahi ibumu, dan memiliki dua putri kesayangan, aku sudah merasa puas. Wei, Qiao, semuanya telah berlalu, jangan merusak suasana hati kalian. Kita sekeluarga berempat, harus terus bersama. Jika suatu hari nanti, Ayah dan Ibu sudah tua, dan telah meninggalkan kalian. Kalian berdua harus saling merawat satu sama lain.

Di dunia ini, kalian berdua adalah kerabat paling dekat. Ibu, apa yang sedang kamu katakan? Kita akan terus bersama selamanya. Baik. Lihatlah ibumu yang senang ini. Payah sekali. Kita akan terus bersama selamanya. Guru Mu, terima kasih telah merepotkanmu mengantar kami pulang hari ini. Ming Wei, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu. Tingzhou.

Kakakku adalah adikmu, kamu sudah tahu sejak awal, ‘kan? Kamu putus denganku juga karena alasan ini, ‘kan? Aku hanya merasa, kamu juga adikku. Aku… Berarti aku mengejar seseorang begitu lama, pada akhirnya, aku malah mengejar pulang seorang Kakak?