【FULL】See You Tomorrow [EP4]【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [See You Tomorrow] [See You Tomorrow] Tamat sudah riwayatku. Sebenarnya tidak begitu serius. Benarkah? Sungguh. Begini saja, kamu pergi cari senior dan bilang, untuk seminggu ke depan kamu yang akan menyapu, mengelap debu, lalu membeli makanan untuk seminggu, membuat catatan rapat, merapikan laporan penelitian. Aku rasa masih ada kesempatan.
Sebaiknya kamu akhiri saja hidupku. Sepertinya tidak sampai giliran kami. Ya… Senior, Senior. Aku lupa menerjemahkan kasus minggu lalu. Lagi pula, aku sudah melakukan kesalahan, jadi marahi aku saja. Atau hukum aku menulisnya sekali lagi. Kamu boleh mengumpulkannya minggu depan. Apa ada masalah? Tidak, tidak. Aku akan menulisnya sekarang. Senior.
Bagaimana kalau berikan sedikit hukuman padaku? Senyumanmu barusan tadi, membuatku ketakutan. Mau bersih-bersih atau berberes semua tidak jadi masalah. Aku akan menerimanya. Senior, apakah mungkin kamu suka padaku? Jangan sampai itu terjadi. Gadis sebaik aku, aku hanya boleh menikah dengan Liu Haoran, senior. Jangan sampai kamu… Kalau begitu, kamu bersih-bersih selama seminggu. [Episode 4]
[Akan Ada Cara Menaklukkanmu] Sudah siap? Sudah. Kalau begitu, kita mulai istirahat kita. Baik, baik. Ingin tahu sejak kapan Pembawa Berita Lian bercita-cita menjadi pembawa acara? Sejauh ini, Anda juga sudah berkiprah lama di profesi ini. Apakah ada pesan yang ingin Anda bagikan kepada penonton yang akan memasuki bidang ini?
Kemampuan mengajar Pelatih Ding sangatlah hebat. Benar. Memperhatikan didikan anak dari berbagai sisi dan aspek. Saat istirahat, mengajak anak untuk menonton berita, supaya memperkaya wawasan. Betapa bagusnya. Benar. Duoduo sekarang, begitu pulang menunjuk televisi ingin menonton Kak Geyao. Pembawa acara Jiangxia Wide Angle. Apa artinya ini? Artinya kebiasaan baik sudah dilatih.
Sudah sepakat datang kemari untuk belajar, untuk apa membicarakan masalah ganti posisi? Namanya kepala sekolah Song berharap lebih padamu. Teman, aku juga berharap kamu bisa dapat lebih banyak uang. Aku sudah menerima itikad baikmu, akan tetapi, sekarang ada puluhan murid sedang mengikutiku. Aku tidak bisa keluar begitu saja, melakukan hal tidak bertanggung jawab seperti itu.
Namun, jika seperti ini… Sudah, tidak usah mengantarku lagi. Aku pamit dulu. Oh ya, topi yang kubeli untukmu waktu lalu ada di ruang 102, ingat untuk mengambilnya. Baik. ♫ Kelap-kelip langit berbintang di gelapnya malam ♫ ♫ Seperti senyuman di wajahmu ♫ ♫ Bercanda bersamamu ♫ ♫ Jalanan yang tidak asing ♫
♫ Mata yang menggoda membuatku tergila-gila ♫ ♫ Di detik kita berjumpa ♫ ♫ Cinta mendominasi detak jantungku ♫ ♫ Tidak tahan ingin mendekati dirimu ♫ [Good Coffee] ♫ Gedung tinggi mana pun selalu saja berdesak-desakan ♫ ♫ Ramainya jalan membuat orang terpaku dengannya ♫ ♫ Jangan kamu ragukan cintaku padamu ♫
♫ Pelan-pelan tangan ini mendekatkan jarak antara kita ♫ ♫ Gadis tercintaku ♫ ♫ Karena aku tidak akan meninggalkanmu ♫ ♫ Cintaku tidak akan ada batasannya ♫ ♫ Tidak perlu ada alasan untuk menggandengmu ♫ ♫ Tidak perlu ada alasan untuk mencintaimu ♫ ♫ Bagaikan bulan yang dikelilingi oleh bintang ♫
♫ Setiap hari melindunginya ♫ ♫ Membuat duniamu penuh dengan warna yang indah ♫ Itu… Payung ini untukmu. ♫ Gadis tercintaku ♫ ♫ Karena aku tidak akan meninggalkanmu ♫ Pegang payungnya. ♫ Cintaku tidak akan ada batasannya ♫ ♫ Tidak perlu ada alasan untuk menggandengmu ♫ Tampangnya begitu keren. Jika tidak meninggalkan nomor,
Bagaimana caranya mengembalikan payung? ♫ Aku tidak akan meninggalkanmu ♫ Pembawa Berita Lian, barusan aku mendengar dari Kak Dou kamu meminjamkan mobil kepada tim kamera untuk syuting lapangan? Sekarang di luar masih hujan, bagaimana kalau kamu ikut denganku? Sebentar lagi adikku datang menjemputku. Tidak usah, aku tunggu sebentar lagi. Pembawa Berita Lian,
Kamu hati-hati di jalan. Kenapa payung ini rasanya familiar sekali? Kamu pernah lihat? Meskipun tidak begitu pasti, tapi mirip sekali dengan punya adikku. Kamu lihat stiker di pegangan payung ini. Ini merupakan penanda khusus adikku. Dasar pemboros satu ini, sepertinya dia menghilangkan payungnya lagi. Dalam sebulan, entah sudah menghilangkan berapa banyak payung. Aku pergi dulu.
Liaoliao. Apa yang kamu tanyakan tadi? Payung. Bukan. Sekarang di luar masih hujan, bagaimana kalau kamu ikut aku? Ayo jalan. Apakah kamu masih terbiasa? Apakah ada yang tidak nyaman? Aku merasa cukup oke. Baguslah kalau begitu. Kalian juga cukup menjagaku. Sudah seharusnya. Ding Man. ♫ Berjalan santai dan piknik bersamamu di musim semi ♫
♫ Apa pun tampak romantis ♫ Oh ya, Pembawa Berita Lian. ♫ Menghindari hujan dan mengejar angin bersamamu di musim panas ♫ Ini adikku, Ding Man. Aku tahu. ♫ Saling mengucapkan selamat malam ♫ ♫ Meraih daun yang gugur bersamamu di musim gugur ♫ ♫ Dunia terasa indah ♫
♫ Bermain salju dan hangatkan diri dengan api bersamamu di musim dingin ♫ ♫ Tampak biasa namun suka ♫ Sedikit panas. Tolong atur suhu AC-nya. Ding Man. Apa kamu bilang? Aku bilang tolong atur suhu AC-nya, panas. Belakang mau diatur tidak? Tidak usah, terima kasih. Halo. Tidak usah mengembalikan biaya air dan listrik lagi.
Aku akan pindah setelah mendapatkan rumah. Cukup kembalikan deposit saja. Pembawa Berita Lian, mau mencari rumah, ya? Tuan rumah tiba-tiba menarik rumahnya. Menarik rumah? Keterlaluan sekali. Tidak masalah. Kamu tidak akan heran lagi jika sering mengalaminya. Sebenarnya rumah kami cukup besar. Jika kamu pindah kemari, sudah pasti… Boleh. Kapan bisa pindah?
Belakangan ini aku senggang, kapan pun boleh pindah. Mulutku ini terlalu cepat bekerja. Rumah kita mana ada ruang kosong lagi? Tidak mungkin aku pindah keluar agar Pembawa Berita Lian bisa masuk ‘kan? Ide bagus. Boleh dilaksanakan. Sebenarnya gudang kita kosong. Tetapi, beberapa waktu lalu musim hujan, bocornya kamar membuat semua dinding mengelupas.
Mana mungkin aku enak hati menyuruh Pembawa Berita Lian pindah. Bagaimana kalau aku jelaskan dulu pada Pembawa Berita Lian, kemudian kita bantu dia mencari rumah lainnya. Mencari rumah apalagi? Bukan. Kamu baru saja menyanggupinya, lalu seketika berubah pikiran, ini tidak baik. Lalu, aku harus bagaimana? Pembawa Berita Lian seorang gadis,
Sudah pasti tidak cocok tinggal di gudang itu. Tetapi, aku… Aku bisa. Artinya, Pembawa Berita Lian tinggal di kamarmu, lalu kamu pindah ke gudang. Sayang, kapan kamu menjadi cerdas? Pertama kalinya dalam hidup, sungguh sangat perhatian. Lagi pula, masalah di gudang tidak begitu serius. Paling nanti kita cari tukang memperbaikinya. Cukup dicat ulang saja.
Aku bereskan dulu kamarku. Jika ruang tamu masih belum siap, aku tidur saja di sofa beberapa hari. Tidak bisa. Kenapa? Kamu tidur di sofa. Seorang pria dewasa sepertimu, seharian berkeliaran di ruang tamu. Lalu, saat Pembawa Berita Lian pindah masuk, mau bersih-bersih atau ke toilet begitu tidak praktis. Jadi… Apa?
Aku tidak mau tidur di lantai kamarmu. Aku ini sudah besar. Berpikir apa kamu ini? Aku bermaksud agar kamu pindah dengan Jiang Kan sementara waktu. Apa yang perlu kamu khawatirkan dari dua pria? Menurutmu, dengan kepribadian Profesor Jiang, apakah mungkin setuju membiarkan orang lain sekamar dengannya? Kamu fokus saja bantu Pembawa Berita Lian membereskan kamar.
Untuk Jiang Kan, aku punya rencana lain. Kamu ini… Bukannya kamu mau ke lab penelitian luar daerah untuk seminar hari ini? Kebetulan aku dapat giliran cuti. Aku antar kamu. Tidak usah, di sana terlalu jauh. Lagi pula, selesainya sangat malam. Jadi… Jadi, aku harus mengantarmu. Kalau tidak, akan sangat sulit mencari mobil nanti. Sungguh.
Kalau tidak, kamu terpaksa harus tinggal di sana. Kalau begitu merepotkanmu. Silakan Profesor Jiang. Jika kamu lapar, ada kantong di belakang kursi. Di dalamnya ada roti, kue dan semacamnya, bebas… Sandaran ini, bagaimana mengaturnya? Semua gara-gara Ding Man. Setiap kali selalu ingin berbaring. Fokus sedikit. Jangan sampai membebani Pembawa Berita Lian. Baik bos.
Jadi, kamu sungguh berencana menunggu semalaman sampai rapat Profesor Jiang selesai baru pulang? Menurutmu? Tunggu sebentar. Tekan lagi. Jiang Kan. Kenapa? Kita bawa mobil antar kamu pulang. Kamu bodoh, ya? Junior sudah pasti dijemput adik kelas kita. Kamu tidak usah ikut campur. Aku pamit duluan, sampai jumpa. Baik, sampai jumpa. Aroma cinta. Wangi sekali.
Cepat, cepat. Sudah jam berapa? Kamu sudah selesai? Ngantuk sekali, aku istirahat sebentar. Alhasil… Tidak apa-apa. Aku masih bisa bertahan. Benarkah? Aku… Aku bisa. Biarkan aku yang bawa saja. Kamu istirahat saja di samping. Ini… tidak baik, bukan? Kamu sudah lelah seharian, aku… Ini bukan masalah besar. Turun. Kalau kamu lelah nanti, katakan saja padaku.
Kita berdua gantian. Bolehkah aku meletakkan tasmu di belakang? Terima kasih. Oh ya, aku ingin mendiskusikan sesuatu denganmu. Sebenarnya bukan hal yang serius. Namun, aku berharap kamu bisa mempertimbangkannya. Meskipun dia pertimbangkan beberapa kali, ratusan kali, jawabannya sudah pasti sama. Setuju. Kenapa kamu begitu yakin? Seorang gadis yang begitu anggun,
Pagi-pagi buta membawa mobil mengantarmu ke luar daerah untuk rapat, makan dan minum semua lengkap, kemudian menunggu berpuluh-puluh jam di luar sana. Kalau itu kamu, apakah kamu akan terharu? Kalau aku tidak tahu gadis ini menyempatkan diri hidroterapi, lalu makan BBQ, aku mungkin akan terharu. Bicaramu banyak sekali. Intinya, saat aku di mobil bertanya padanya
Untuk membiarkanmu tinggal bersamanya sementara waktu, dia sepertinya tidak begitu menolak. Dia hanya bilang mau mempertimbangkannya lagi. Besok. Besok seharusnya sudah bisa menyetujuinya. [Rumah Sakit Farmasi] Tidak setuju? Ini… Jadi, ini hasil setelah kamu memikirkannya semalaman? Itu… Profesor Jiang, mungkin kamu salah paham. Ding Man tidak tinggal lama di kamarmu. Cukup satu minggu saja.
Pengecatan kamar perlu menghilangkan bau, tidak akan lewat dari seminggu. Selama itu… Sudah waktunya, aku ke lab penelitian dulu. Sampai jumpa. Profesor Jiang, mau bekerja ya? Bagaimana? Apakah dia sudah setuju? Jadi, teman-teman sekalian, kalian juga bantu aku menganalisa. Sebenarnya, di mana letak permasalahannya? Seharusnya, cara menarik simpati seperti ini berjalan cukup sempurna.
Semakin tinggi IQ seseorang, maka EQ-nya akan semakin rendah. Bisa jadi Profesor Jiang sama sekali tidak mempan dengan cara menarik simpati ini. Ada 36 cara. Coba kamu ganti lagi cara lain. Masuk akal. 36 cara. Bagaimana… Bagaimana kalau aku ganti saja dengan godaan wanita cantik? Jiang, aku sungguh tidak menyangka kamu berharap tinggi padaku.
Biarkan aku selesai bicara. Cara wanita cantik ini, dari prinsipnya, paling tidak cocok denganmu. Sobatku. Tuan-tuan dan nona-nona, aku sekarang umumkan bahwa rencana godaan wanita cantik resmi dimulai. ♫ Selalu saja teringat dengan temperamen anehmu ♫ Profesor Jiang, tidak baik memelukku seperti ini. Profesor Jiang, sudah makan siang belum? Aku masih sedang lembur.
Lapar seperti anjing kelaparan. Ding yang sempurna. Sudah balas? Apa balasannya? [Profesor Jiang, sudah makan belum? Aku masih lembur, lapar seperti anjing kelaparan] [Mirip anjing apa?] Hasil laporan sebelumnya sudah keluar. Jangan bergerak. Apa lihat-lihat? Jangan mengintip privasi Senior. Semuanya satu lab, setiap hari terus bertemu. Sudah seharusnya memahami sedikit. Itu juga tidak bisa.
Aku ingin tahu zodiak Senior. Dia tidak pernah memberi tahu kami. 2 November. Bagaimana mungkin senior scorpio? Kenapa dengan scorpio? Lagi pula juga sedang senggang. Kalau begitu, waktu selanjutnya, ada aku yang akan menjelaskan pada kalian ilmu perbintangan dan zodiak. Pada umumnya, pria scorpio itu sangat licik. Terutama di saat bertemu
Seseorang yang memberikannya kesan baik. Kelicikannya sungguh bisa sampai berkali-kali lipat. Surat perjanjian ganti rugi yang kamu bilang sebelumnya sudah selesai aku tulis. Seperti inilah gambarannya. [Surat Perjanjian Ganti Rugi] Dua puluh pasal? Ini sedikit tidak cocok. Memang tidak cocok. Sembrono sekali. Masih banyak detail yang belum selesai. Akan aku tambahkan bila ada waktu luang.
Pertimbangkan keseluruhannya. Profesor Jiang sangat hati-hati, sungguh salut sekali. Kalau begitu begini saja, dua puluh pasal, menukar Pembawa Berita Lian pindah masuk, ditambah hak tinggal Ding Man di kamarmu selama seminggu. Kita sepakat? Sepakat. Besok pagi aku ke laboratorium. Berdasarkan perjanjian… Aku yang antar. Lagi pula, kebetulan besok aku bekerja. Jam berapa kamu akan berangkat?
Luar biasa, profesor ini memang luar biasa. – Pagi. – Pagi. Ada apa? Tidak apa-apa. Sudah bisa. Lain kali aku bilang pada Ding Man supaya jangan selalu mengatur sandarannya ke belakang. Untuk apa sungkan padaku. Tidak masalah, lagi pula aku juga bangun pagi. Baik, selesai memperbaiki foto aku akan mengirimkannya. Ya ampun. Ding Liaoliao. Liaoliao.
Apa? Bukan, Kak. Jam 7 pagi. [Sertifikat Penghargaan] Bukan tidur di rumah malah tidur di tempat kerja, ada masalah di bagian sinimu? Bukan aku, melainkan Jiang Kan. Dia yang sakit. Jadi, sejak hari ini, kamu resmi menjadi budak Tuan Muda Jiang? Bukan hanya budak, rangkap sebagai supir juga. 24 jam menunggu perintah. Intinya, kehidupan bebasku
Sudah semakin menjauhiku. Kelak aku hanya bisa mencari kebahagiaan di pekerjaanku. Tidak apa-apa, hari masih panjang. Bisa saja nantinya menjadi tuan muda yang arogan jatuh cinta dengan budak yang polos. Juga merupakan kisah yang cukup bagus. Shi Yang, Liaoliao, ayo rapat. Baik. Cepat sedikit. Kebahagiaan pekerjaan sedang menantiku. Segala sukacita dalam pekerjaan harus berada
Dalam tantangan baru tanpa henti baru bisa memperolehnya. Di musim sebelumnya, [Jiangxia Wide Angle] [Narasumber] analisa laporan medis yang kita lakukan mendapatkan respon yang bagus. Atasan juga memberikan pujian. Jadi, apakah kamu bahagia sekarang? Tiga orang ini merupakan tokoh utama ahli yang berbeda usia. Perlu dibagi tiga produser untuk memimpin tim mengejar liputan.
Batasannya adalah 1 bulan. Tim mana yang mendapatkan tontonan tertinggi, [Narasumber] maka mereka akan mendapatkan apresiasi. Sudah, sudah. Semuanya hening sebentar. [Narasumber][Jiangxia Wide Angle] Kalau begitu selanjutnya, aku perkenalkan kepada kalian semua tiga tokoh utama ahli ini, kemudian juga mengatur produser yang akan bertanggung jawab. [Narasumber] Yang pertama, Profesor Liu.
Dia merupakan profesor spesialis anak yang sudah pensiun dari Rumah Sakit Provinsi III. Profesor Liu sekarang 60-an tahun. Namun, beliau ini… Ketua. Bolehkah aku mewawancarai Profesor Liu ini? Aku sangat tertarik dengan spesialis anak. Lagi pula… Tidak bisa. [Narasumber] Profesor Liu sudah lanjut usia, berharap bisa mengutus pengarah berita yang lebih berpengalaman.
Aku rasa tugas ini, Dou’er, kamu saja yang ambil. Baiklah. Yang kedua, dia… Ketua. Dokter ini tampaknya berbelas kasih seperti Ayahku. Kami pasti ada topik pembicaraan. Ketua. Dokter Lv merupakan kepala spesialis reproduksi pria di Rumah Sakit Ibukota. Jadi, aku pikir tugas ini diberikan kepada Xu, kamu saja, bisa? Oke. Yang terakhir,
Jiang Kan yang semuanya sudah sangat familiar, Profesor Jiang. Jadi, untuk beliau, Ding Liaoliao, kamu saja yang ambil tugas ini. Ketiga orang ini merupakan peneliti dunia kedokteran. Mereka semua merupakan yang terbaik dalam spesialis mereka di antara para ahlinya. Jadi, aku berharap saat sedang bekerja, para pengarah berita harus perhatikan sikap dan profesionalitas seorang produser.
Apa yang patut dikatakan, apa yang patut dilakukan, kalian semua harus tahu porsinya. Bagaimanapun juga, kalian mewakili imej dari acara kita. Sisanya apakah ada masalah? Ketua. Anda mungkin tidak tahu, beberapa waktu lalu aku baru saja meramal. Tuan peramal mengatakan aku tidak cocok dengan orang bermarga Jiang. Aku takut menyinggung Profesor Jiang,
Nantinya akan berdampak pada acara kita. Nakal. Tetapi… Ketua, bagaimana kalau aku mencobanya? Aku ingin menantang diriku sendiri. Tetapi, pihak acara kita memiliki aturan, rekan baru tidak bisa bertanggung jawab dalam acara ahli dan khusus. Begini saja, jika kamu sungguh ingin pergi, kamu boleh satu grup dengan Ding. Ketua, tunggu sebentar. Aku sungguh bisa membuktikan
Kalau aku tidak cocok dengan Jiang Kan. [See You Tomorrow]