【FULL】My Sassy Princess [EP1]【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [My Sassy Princess] [Episode 1] [Kediaman Raja Guangping] Bagus. Bagus. Silakan masuk. Bagus. Bagus. [Liu Ling] [Putri Pertama Raja Guangping, Tuan Putri Changle] Berisik sekali! Lebih berisik dari katak! Tuan Putri. Kamu hanya memakai baju tipis. Kamu tidak boleh keluar. [Ling Bi] [Pelayan Pribadi Tuan Putri Changle] Tuan Putri.

Kamu ini berhati besar. Jangan perhitungan dengan mereka. Mari. Duduk. Lihat. Ini adalah kalung marjan yang dibawakan pengawal militer. Bawa pergi. Baik. Ini sangat indah. Ini adalah mutiara malam pemberian pamanmu, Pangeran Shao. Coba Anda lihat. Besar sekali. Kita tidak perlu lagi menghidupkan lampu di malam hari. Paman memang paling hebat. Barang apa pun itu,

Selalu memberikan yang terbesar. Bawa ini ke dapur dan asah jadi bubuk. Berikan kepada Lu Qian. Putri Lu? Barang semahal ini [Putri Selir Raja Guangping, Liu Runxiang] [Selir Raja Guangping, Lu Ping] sia-sia jika diberikan padanya. Yang aku maksud adalah anjing di halaman belakang. Salam untuk Permaisuri. Coba lihat. Siapa lagi yang membuat Ling

Tidak senang? Ling. Kamu adalah Tuan Putri Changle yang dinobatkan Kaisar. Bagaimana boleh selalu murung? Hari ini adalah ulang tahunmu yang ke-20. Semua gadis dari kediaman lain sudah tiba. Hanya menunggu kehadiranmu untuk merayakan ulang tahunmu. Ayo. Cepat tersenyum. Cepat berdandan. Lihat ini. Ibu menyuruh pengrajin membuatkan ini khusus untukmu. Hanya ada satu di dunia.

Lihat, apa kamu suka? Terima kasih atas perhatian Selir. Aku tidak suka. Liu Ling. Ibuku sangat baik padamu. Bagaimana boleh kamu bersikap begini pada Ibuku? Xiang’er diam. Ibu. Dia adalah Kakakmu. Aku yang sudah ceroboh. Kamu suka berdandan sejak dulu. Seharusnya Ibu tanya pendapatmu dulu. Begini saja. Coba kamu lihat.

Kamu merasa apa yang tidak cocok, beri tahu Ibu. Ibu akan menyuruh mereka memperbaikinya. Baik. Kalau begitu, mohon Selir membawa benda ini ke sana. Sekaligus menyampaikan ucapanku. Katakan saja, Benda yang diberikan Selir dari Tuan Putri, Permaisuri Guangping yang palsu, aku merasa itu kotor. Suruh mereka memikirkan bagaimana cara memperbaikinya. Liu Ling, kamu! Sudah. Aku

Ingin membantu Tuan Putri berdandan. Tidak ada yang boleh mengatakan masalah hari ini kepada Raja. Sudah dengar belum? Baik. Aku mengerti, Ibu. Pergilah. Ayo pergi. Liu Ling. Aku mengakuimu sebagai putri karena memikirkan Ayahmu dan martabat Kediaman Raja Guangping. Kamu jangan berlagak seperti Tuan Putri di sini. Ini baru benar. Berpura-pura setiap hari sangat melelahkan.

Selir Lu. Liu Ling. Hari ini, demi Kediaman Raja Guangwei, aku sudah cukup menghormatimu. Sekarang, semua Tuan Muda yang ada di Jiangzhou sedang duduk di luar. Jika kamu tahu diri, berdandanlah dengan cantik, buat mereka terpikat, cari orang yang mau memperistrimu, itu termasuk jalan keluar bagimu. Jika tidak, kamu tinggal di kediaman ini, kita berdua

Akan selalu bertemu, kamu sendiri yang akan rugi. Pakai ini. Aku sudah ganti baju, Selir. Coba lihat. Cantik tidak? Pukulan yang bagus. Kamu… Tadinya baik-baik saja. Kenapa Anda terjatuh? Apakah karena sudah tua, tidak bisa berdiri stabil? Kamu berani memukulku? Selir Lu, kehidupan ke depannya, masih sangat panjang. Kita berdua, akan sering bertemu.

Lihat saja siapa yang lebih rugi. Lingbi. Ibu. Ada apa denganmu? Liu Ling. Ibu, cepat berdiri. Liu Ling. Kamu bahkan berani memukul Ibu. Kamu tidak takut disambar petir? Itu adalah Ibumu. Bukan Ibuku. – Ibu. – Tidak masalah. Liu Ling. Berhenti kamu! Liu Ling. Kamu bahkan memukul Ibu. Kamu berdosa besar! Semuanya cepat lihat.

Liu Ling memukul Ibu! Liu Ling memukul Ibu! Untuk apa berhenti? Hari ini adalah ulang tahunku. Semuanya bernyanyi. Bersenang-senang. Lanjutkan. Liu Ling. Tuan Putri, kembali. Tuan Putri. Kita mau ke mana sekarang? Aku juga belum memikirkan ini. Bagaimana jika ke Nanyuan? Nanyuan? Tuan Putri! Kamu yang berteriak, bukan aku. Berparas cantik dan berwujud cantik.

Cantik sekali tapi merupakan harimau. Menusuk Ayah kandung dan mencelakai Ibu kandung. Memakan anak-anak tanpa sisa. Harimau datang. Cepat kabur. Tuan Shen. Perangkap yang Anda mau sudah disusun. Seduhkan teh yang bagus. Menyambut tamu. Baik. [Perintah Penangkapan] [Shen Yan] [Petugas Aula Utara, Panglima ke-14] Saudaraku. Silakan minum. Pedang Jingfeng. Ternyata Pengawal Jinlin.

Kamu adalah raja neraka berwajah dingin, Shen Yan. Sungkan sekali. Berlagak misterius. Mati saja! Lindungi warga! Cepat padamkan api! Baik. [Nanyuan] Silakan kalian masuk. Sudah menyediakan tempat untuk kalian. Silakan. Minum segelas lagi. Sungguh pandai minum. Sudah lama tidak kemari. Di sini. Siapa yang menyuruh kalian mengganti lagu? Aku sudah bilang mau mendengar puisi.

Aku mau mendengar puisi. Terus bersama sampai hari tua. Semuanya bohong. Tuan Putri, kamu sudah mabuk. Kembali merindukan Permaisuri, ya? Semakin rindu, aku terlihat semakin kesepian. Tuan Putriku yang baik. Kamu tidak boleh minum lagi. Kita sudah mendengar lagu, juga sudah minum arak. Sudah waktunya pulang. Tuan Putri. Kamu bahkan belum menikah,

Malah berlama-lama di tempat seperti ini. Jika ini diketahui Raja, akan merasa sangat malu. Apa urusan kehormatannya denganku? Aku senang, depresi atau sedih, di dunia ini, siapa yang peduli? Siapa yang peduli? Shen Yan. Kamu sendiri yang cari mati. Orang yang lain sudah pergi, kenapa kamu masih di sini? Apa jangan-jangan, karena tahu hari ini

Adalah ulang tahunku yang ke-20, jadi sengaja menemaniku? Biar saja. Lagi pula, dunia ini penuh dengan kepalsuan. Jarang ada orang yang kesepian dan sendirian yang masih tinggal di sini. Kita termasuk saling menemani. Bekas luka di ujung matamu, sangat mirip dengan bekas air mata. ♫ Tidak pernah memikirkan untuk merasakan perasaan manusia ♫

Aku sangat menyukainya. ♫ Beruntung ada kamu di sisi, tidak perlu mengembara lagi ♫ ♫ Saling bergantung, tidak berubah, jangan saling melupakan ♫ ♫ Menerangi jalan kedatangan dengan setengah batang lilin merah ♫ ♫ Bersedia menjalani semua sisa hidup bersamamu ♫ ♫ Akan berpulang ke mana jika belum bertemu denganmu ♫

♫ Aku bersedia menjadi lemah ♫ ♫ Semoga kamu tidak berubah, tidak kecewa dalam hidup ini ♫ Ada apa ini? Sudah menabrak masih saja… Kenapa tidak hati-hati? Siapa orang ini? Kamu… [Shen Yan, Penjaga Emas] [Shen Yan] [Panglima ke-14] [Nomor 128] Mengisi arak dan memulai kembali pesta. Sungguh panglima tentara yang tampan. Shen Yan.

Kamu menggodaku seperti ini, lalu ingin pergi begitu saja? Yang Mulia Putra Mahkota. Ada kabar di kerajaan yang menyebut Yang Mulia berniat untuk kembali menyelidiki kasus pencurian perak di Gudang Jiangzhou. Juga mengutus Panglima Shen Yan untuk melakukan penyelidikan. Apakah hal ini benar adanya? Hal ini memang benar. Kasus Jiangzhou belum terselesaikan selama bertahun-tahun.

Selama Ayah memerintah Negeri Jian sendirian, kasus ini merupakan hal yang dikhawatirkan Ayah. Suami istri Xu yang adalah dalang utama Kasus Jiangzhou, sudah mati bunuh diri sejak awal saat kejadian ini terjadi. Hanya tersisa komplotan Yun Yi [Menteri Lu] yang tidak ditemukan. Yang Mulia kembali membuka kasus ini, apakah karena jejak Yun Yi sudah muncul?

Seperti yang dikatakan Menteri Lu. Penjahat ini bersembunyi bertahun-tahun, [Liu Wang] [Putra Mahkota Pengawas Negara] pasti ada celah, meninggalkan jejak. Ada di Jiangzhou. Yang Mulia bijaksana. Yun Yi bersama dengan kerabat Keluarga Xu, mencuri uang di Gudang Jiangzhou. Membunuh pejabat dan prajurit Kerajaan Wei, kejahatannya terlihat jelas, dosanya tidak bisa diampuni.

Namun, Panglima Shen masih muda. Ditakutkan akan sulit mengatasi ini. Saya mengajukan diri pergi ke Jiangzhou untuk membunuh penjahat itu di tempat. Membantu Yang Mulia mengatasi masalah. Mohon Yang Mulia mengizinkan. Lihat. Orangnya belum sampai, wangi tehnya sudah tercium. Jin. Masih tidak keluar? Saya Xu Shijin mengantarkan teh untuk Putra Mahkota. [Xu Shijin]

[Pejabat Wanita Putra Mahkota] Ini adalah teh Biluochu Dinasti Ming, bukan? Aroma wangi daun teh ini, membuat orang yang menciumnya merasa nyaman dan santai. Menjawab Yang Mulia. Wanginya semerbak. Secangkir teh Biluochun ini bisa meredakan kerisauan. Coba Yang Mulia cicipi, pasti bisa meringankan lelah dan rasa gusar. Keterampilan teh Jin ini sudah semakin baik saja.

Terima kasih atas pujian Yang Mulia. Jika aku tidak salah ingat, Yun Yi ini pernah menjadi pelanggan di Keluarga Xu-mu, bukan? Saya tidak berani. Coba kamu katakan. Apakah Shen Yan bisa menyelidiki kasus ini? Menjawab Yang Mulia. Panglima Shen muda dan berbakat, berkemampuan unggul. Yang penting adalah kesetiaannya terhadap kerajaan. Jika menyerahkan tugas berat ini,

Rakyat Negara Wei akan beruntung. Baik. Coba kamu katakan lagi. Yun Yi ini patut dibunuh atau tidak? Yun Yi melanggar aturan negara, tentu harus dibunuh. Tapi, kasus pencurian di Gudang Jiangzhou penuh dengan kecurigaan. Jika membunuh Yun Yi saat ini, ditakutkan Kasus ini akan sulit dibongkar. Saya merupakan ketururan Keluarga Xu. Orang tuaku mati difitnah.

Aku tidak pernah melupakan masalah Keluarga Xu yang dimaki oleh warga. Mohon Yang Mulia tidak membunuh Yun Yi sementara, mengembalikan nama baik Keluarga Xu. Bagus sekali Xu Shijin. Bukti Kasus Jiangzhou lengkap. Suami istri Xu tahu bahwa kejahatan sudah terbongkar. Jadi, meninggalkan surat dan bunuh diri. Seorang putri dari orang berdosa,

Malah berani memberikan komentar di sini! Apa maksudmu? Jin seorang wanita. Tidak masalah jika bicara. Menteri Lu. Untuk apa kamu marah? Menteri Lu. Kamu adalah pilar bagi Negara Wei ini. Sedangkan kasus kecil ini, bagaimana boleh membiarkanmu pergi sendiri? Aku sudah memerintah Panglima Shen untuk mengurus kasus ini. Kamu tunggu saja

Kabar baik di Ibu Kota ini. Yang Mulia… Teh Biluochun ini sudah dingin. Saya akan menggantikan teh baru untuk Yang Mulia. – Mohon Yang Mulia memikirkannya. – Minum teh harus tenang. Menteri Lu. Silakan kamu kembali. Jin. Tuangkan teh. Tuan. Anda sungguh tidak mau memanggil tabib? Tidak perlu. Cara sekeji ini, hanya bisa

Dilakukan oleh penjahat seperti Yun Yi itu. Meski Yun Yi adalah penjahat, tapi punya sedikit kemampuan. Jika tidak, bagaimana mungkin bisa lepas dari pengawasan pejabat wilayah selatan, menghilang selama bertahun-tahun. Salahku sudah meremehkan musuh. Tuan. Anda tidak perlu terlalu menyalahkan diri. Orang jahat itu yang terlalu licik. Tuan, apa yang sedang Anda cari?

Saat kamu membereskan pakaianku tadi, apakah melihat plakatku? Plakat? Tidak. Tuan. Para anggota sudah mencari berjam-jam di dalam kota. Belum bisa menemukan keberadaan Yun Yi. Apakah Yun Yi sudah… Tidak mungkin. Anggota kita sudah ditugaskan di perbatasan kota. Dia sulit untuk kabur. Aku akan membawa orang-orang untuk mencari informasi di kota. Harus menangkapnya kembali. Cepat.

Baik. Tuan, kamu mau ke mana? Tuan. [Shen Yan] [Panglima ke-14] [Nomor 128] Shen Yan. Tuan Putri. Raja sudah kembali. Dia menyuruhmu ke sana. Aku mengerti. Berlutut. Minta maaf pada Ibumu. Ibuku? Ibuku sudah lama meninggal. Raja. Ling masih muda. Mengapa kamu mempersulitnya? Ibu. Dia yang memukulmu lebih dulu. Untuk apa kamu masih membelanya?

Dia yang melanggar aturan. Xiang’er, tutup mulutmu. Ibu menyuruhmu jangan beri tahu Ayah. Malah tidak kamu turuti. Membuat Kakakmu dimarahi Ayahmu. Kamu sudah senang? Ibu. – Akan kupukul kamu. – Sudah cukup. Ayah. Bukankah ingin melihat ini? Jika lebih lama lagi, aku sudah mau tidur. Raja. Ibu. Aku katakan sekali lagi. Minta maaf pada Ibumu.

Ibuku, sudah lama meninggal. Tuan Putri. Kamu jelas tahu pukulan Raja sangat keras. Masih sengaja melawannya. Untuk apa kamu seperti ini? Sudah. Jangan sedih lagi. Aku tahu kamu kasihan padaku. Lingbi. Aku ingin berdiam seorang diri. Kamu keluar saja dulu. Pelan sedikit. Ayo. Hati-hati sedikit. Ayo. Raja mengurungnya di dalam. Permaisuri baru tidak memberinya makan.

Usianya muda sekali. Bagaimana bisa bertahan? Shen Yan? Tuan Shen ternyata memang istimewa. Menolak orang di pagi hari. Melompat kabur dari jendela. Begitu tengah malam tiba, berinisiatif masuk dari jendela. Tuan Shen sungguh menarik. Tuan Putri seharusnya tahu, tujuan kedatanganku kali ini. Apa tujuannya? Bawa kemari. Plakat. Plakat? Plakat apa? Aku tidak tahu.

Tidak pernah melihatnya. Jika Tuan Putri tidak pernah melihatnya, bagaimana bisa tahu namaku? Benda pemberian Kaisar. Mohon Tuan Putri mengembalikannya. Sudah kubilang tidak ada. Jika Tuan Shen tidak percaya, boleh menggeledah. Sungguh tidak ada. Shen Yan. Apa yang kamu lakukan? Berlaku tidak sopan dengan alasan menggeledahku? Tuan Putri salah paham. Ini supaya Tuan Putri

Bisa diam. Jika masih tidak menyerahkan plakat, jangan menyalahkanku jika tidak sopan. Aku ini Tuan Putri. Kamu berani? Kembalikan plakatnya padaku, aku akan melepaskanmu. [Yang Ye] [Pengawal Tuan Putri] Tolong. Pengawal. Shen Yan, kamu menindasku. Kubilang tidak ada plakat, berarti tidak ada. Tidak kuberikan meski ada. Tolong. Ada orang tidak? Aku tidak ingin memperbesar masalah.

Jika bersikeras tidak ingin mengembalikan plakat, aku akan mengambilnya lain hari. Makan obat ini. Baik untuk luka Tuan Putri. Jangan kejar lagi. Hal yang aku pesan, sudah diselidiki sampai mana? Sudah jelas. Shen Yan datang ke Jiangzhou demi menangkap penjahat untuk diinterogasi di Ye Jing. Ye Jing? Selanjutnya,

Bantu aku mengawasi tempat pengawal Jinlin di Jiangzhou. Aku ingin mengetahui setiap gerak gerik Panglima Shen. Shen Yan. Yun Yi. Langkah kakimu besar sekali. Tidak takut celanamu robek? Kami mendapat perintah dari Putra Mahkota untuk menangkapmu. Serahkan dirimu dengan patuh. Kaki tangan Jinlin. Tidak malu jika membual. Buat formasi! Semuanya mundur. Kabur saja.

Terus saja kabur. Tangkap! Apa yang terjadi? Tuan Shen. Bertemu lagi. Gawat. Kereta kuda terjebak. Tuan Putri, kereta kuda masuk ke lubang. Bawakan busurku. Tuan Shen. Kenapa berhenti? Ada apa? Satu kalimat saja. Busur Tuan Putri jangan dipakai lagi kelak. Takut aku melukai orang? Lenganmu diangkat terlalu rendah. Juga terlalu lambat menembakkan panah. Intinya,

Kemampuanmu terlalu buruk. Jika ditunjukkan, akan memalukan. Tuan Shen menahan penjahat untuk kembali ke Jing Ye. Kebetulan sekali. Aku juga. Menurutku, perkataan Tuan Shen tadi sangat masuk akal. Gunung ini dipenuhi perampok dan penjahat. Kemampuanku ini memalukan. Mungkin perlu Tuan Shen untuk mengawalku di perjalanan. Perjalanan menahan penjahat sangat sulit. Ditakutkan Tuan Putri… Tolong!

Tuan Shen! Tolong! Sepertinya kuda Tuan Putri bermasalah. Aku pergi melihatnya. Tolong, Tuan Shen! Tuan Shen, tolong aku! Tuan Shen! Tolong. Tuan Shen, tolong aku. Plakat. Tolong aku. Tidak kuberikan. Sungguh tidak mau diberikan? Tidak mau! Tidak ada siapa pun di sini. Jika aku biarkan kudamu tetap begini, kamu hanya akan mati. Benarkah?