【FULL】Poisoned Love 【EP4】Kehidupan kohabitasi penuh Oolong【INDO SUB】iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Poisoned Love] [Episode 4] Siapa di sana? Maaf… Aku asistenmu yang baru. Aku akan mengurusmu setiap hari. Maafkan aku karena kita harus bertemu seperti ini. Tapi jangan khawatir. Aku takkan memberi tahu para penggemarmu… tentang tanda lahir di punggungmu… – Kau? – Kau? [Ibu, kenapa kau…]

[membiarkan gadis aneh masuk ke dalam rumahku?] Xiao Yan sudah pindah ke rumahmu? [Jawab aku.] Xiao Meng, apa kau malu? Xiao Yan bukan orang asing. [Dia adalah pengurus rumah…] [yang telah kusewa untukmu.] [Beberapa hari lagi, aku akan pergi ke Islandia.] Aku akan membiarkan dia mengurusmu… selama dua bulan. Dua bulan?

Aku tak perlu orang lain untuk mengurusku. [Lagi pula, kau tahu aku benci tinggal bersama orang lain.] Jika itu yang kau rasakan, mungkin aku harus mengunggah… [fotomu saat bayi dengan bokong telanjang…] [di Internet?] [Aku akan memperlihatkan kepada semua orang…] siapakah orang… – yang membesarkanmu hingga seperti ini. – [Ibu.]

Bicara lagi dan aku akan mengunggahnya. Tunggu, jangan… Baiklah. Xiao Meng. Anak itu menutup teleponnya. Akhirnya putraku… menemukan seorang pacar. Hei, Yao Yao. Coba tebak aku tinggal di rumah siapa. Aku tinggal di rumah Shi Meng. Apa? Bukankah itu rumah Shi Yi? [Bagaimana bisa?] [Apa yang terjadi?] Apa kau tahu betapa malunya aku?

Hao Ying Jun, dasar bodoh. Jangan khawatir. Aku akan menjemputmu. Baiklah. Tunggu dulu. [Berikan aku sedikit waktu.] Aku akan memeriksa kontraknya. [Jangan menutup teleponnya dahulu.] Aku akan melihatnya. [Perjanjian Kerja] “Selama kontraknya berjalan,” “jika Pihak B gagal untuk memenuhi kontraknya,” “maka diharuskan untuk membayar kepada Pihak A…” “dengan uang yang berjumlah hingga satu juta RMB?”

[Hao Ying Jun,] [aku akan membunuhmu.] Hei, Yao Yao. Apa ada masalah? Bukan apa-apa. [Fang Yan, setelah kupikirkan dengan matang,] kurasa karena kau sudah berada di sana, seharusnya kau menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin. [Jangan pergi.] [Kau harus bertahan dan tinggal di sana.] Yao Yao, apa kau berusaha menjualku? Tak mungkin. Kau tak begitu berharga.

Aku mempertaruhkan diriku… Lagi pula, bukankah kontraknya hanya selama dua bulan? Dua bulan adalah waktu yang singkat. [Tanpa kau sadari, 60 hari akan berlalu.] [Lagi pula, mereka bersaudara.] Kau bisa memanfaatkan Shi Meng untuk mendekati Shi Yi. Bukankah itu mudah? Tentu, tapi aku… [Sudahlah.] Meskipun hidup terasa susah, kau harus tetap berusaha positif.

[Kalau begitu, sudahlah.] Hubungi aku jika kau membutuhkan sesuatu. Cium. Yao Yao! Jangan cium aku dahulu… Bagaimana sekarang? Hao Ying Jun! Tapi kau sudah berjanji kepada NY. Ling. Kau sudah berjanji kepadanya untuk mengurus… pasien dengan gangguan bipolar itu. Jadi, kau harus bertahan. Oke? Bertahanlah. Hao Ying Jun!

[Tuan Hao sekarang sangat sibuk. Dia tak bisa mengangkat telepon.] [Sinyalnya buruk sekali.] Beri tahu aku. Bagaimana bisa Fang Yan mendapatkan kunci rumahku? [Yan? Omong kosong apa ini?] Tuan Shi, aku tak mengerti apa yang kau katakan. – Aku bingung. – [Hao Ying Jun.] Baiklah. Teruslah berakting. Aktingmu sangat bagus.

[Tuan Shi, kau tahu apa yang akan kukatakan.] [Ada pekerjaan yang harus kulakukan. Aku tak punya pilihan lain.] Tolong mengerti. – Hao Ying Jun… – [Tuan Shi!] Jika kau ingin berbincang dengan seseorang, berbicaralah dengannya. [Aku akan menutup telepon dulu.] [Dah!] Aku tak tahu bagaimana caramu meyakinkan ibuku. Bagaimanapun, aku akan membiarkanmu tinggal.

Tapi kau harus mematuhi peraturanku. Jika tidak, kau harus pergi. Pertama, kau boleh memasak, tapi jangan ada asap. Kedua, tak boleh makan selain di dapur. Ketiga, dari pukul 08:00 hingga 09:00, pukul 21:00 hingga 22:00, dan di luar jam kerja Pihak A, Pihak B tak boleh muncul di depan Pihak A.

Satu hal lagi. Tak boleh berisik. Suara tak boleh melebihi 40 desibel. – Bagaimana dengan latihan pagiku? – Di luar. Untuk setiap pelanggaran yang kau lakukan… Lima ribu? Lihatlah mulutku. Kau jangan khawatir. Berikanlah aku kesempatan sekali lagi. Aku berjanji itu adalah yang terakhir kalinya. Mulai sekarang, aku akan menjaga agar suaraku…

Di bawah 20 desibel. Semoga begitu. Baik, aku akan mandi. Aku biasanya di rumah. Aku tak suka berpakaian berlebihan. Bibi Ling… Berjanjilah kau akan melindungi… hidupku yang menyedihkan ini. Terima kasih, Buddha. Untuk generasi mendatang, Buddha. Aku mengandalkanmu. Zuo Yao? Kenapa kau ada di sini? Ini. Kontraknya sudah ditandatangani. Ditandatangani? Lancar sekali?

Ada apa? Apa ada masalah? Tidak… Aku… hanya ingin bertanya… apakah Fang Yan… senang dengan keputusan ini? Tentu. Sebenarnya, dia sangat senang. [Bagus sekali, Fang Yan.] [Sekarang jatuhkan Shi Meng.] [Kantor Produser] Ying Jun. Kali ini, kau telah benar-benar membuatku kagum. Kau mengingatkanku… pada dirimu saat kita pertama kali bertemu. Rasanya menyenangkan. Kau bilang…

Ini adalah sandiwara di kantor. Ya, Tuhan. Apa yang telah kulakukan hingga diperlakukan seperti ini? Yao Yao. Tolong! Para pejabat bisa menyebabkan kebakaran, tapi rakyat jelata bahkan tak bisa menyalakan lampu. Pengukur kekerasan suara itu membuatku kesal. Aku akan menggantinya suatu hari nanti. Kendalikan amarahmu. Hidup hanyalah permainan. Orang bipolar yang gila kendali itu…

Seharusnya baik-baik saja, bukan? Hai… Aku… Dia terlalu tidak sabaran. Sangat tidak sopan. Krim pencabut bulu? Apakah dia menggunakannya? [Krim pencabut bulu.] Krim pencabut bulu? Aku… Pria bipolar itu… pasti sangat kesal tentang kemarin. Sebaiknya aku tak membangunkannya. Bagaimana jika kondisinya memburuk… karena terus berada di dalam rumah? [Aku akan memikirkan cara untuk menghiburnya.]

Ini sudah pagi, Shi Meng. Saatnya bangun. Lebih baik bertemu di taman bermain, daripada berbaring di tempat tidur. Tubuh yang sehat akan membuat harimu lebih cerah. Barulah kau bisa mewujudkan ambisimu! Pagi. Selamat pagi, Tn. Shi. Silakan duduk. Sarapan istimewa hari ini. Bubur wijen hitam. Susu kedelai hitam. Kukis kedelai hitam.

Kacang hitam dan acar sayuran. Serta tiga iris jahe. – Jahe? – Untuk penggunaan eksternal. Selanjutnya, izinkan aku untuk mempersembahkan sesuatu. Dengan ini, semua masalahmu… akan terpecahkan. Tiga, dua, satu. Pergilah! Singkirkan itu. – Tuan Shi. – Tuan Shi. Lihatlah model rambut Tn. Shi yang baru. Dia terlihat makin tampan sekarang.

Model rambut yang baru, Tn. Shi? – Tuan Shi. – Tuan Shi. Apakah ada masalah dengan kontrak para aktor? Kontrak Shi Yi telah ditandatangani. Kami berada di tahap akhir negosiasi dengan yang lain. Hanya Lin Lin yang tersisa. Begini, saat itu Lin Lin datang bersama Yi Ming.

Dia bukan prioritas kita saat berkaitan dengan menarik penonton. Jadi, aku berpikir… karena kita belum memfinalisasi kontraknya, haruskah kita mencari orang lain? Tidak. Lin Lin memiliki keahlian dan penampilan yang tepat untuk perannya. Kita memiliki Shi Yi. Popularitas pemeran utama wanitanya bukanlah masalah. Selama dia memainkan perannya dengan baik, kita akan mempertahankannya. Ada pertanyaan?

Masih ada beberapa peran di acara ini… yang masih kosong. Jadi… Perluaslah pencarianmu. Tentu. Begini saja, aku akan membicarakannya dengan asisten sutradaranya. Baiklah. Kuserahkan itu kepadamu. – Baiklah. – Tuan Shi, resepsionis bilang Lin Lin sudah datang. Dia sedang menunggu di ruanganmu. Kurasa dia khawatir bahwa dia akan digantikan. Jika yang lain tak keberatan,

Mari kita akhiri rapat ini. Baiklah. Sampai jumpa, Tn. Shi. Itu model rambut yang bagus. Siapa penata rambut yang mengerjakannya? Apa ini? Teh jahe. Cuacanya makin dingin. Rasanya tak hanya enak, tapi juga bisa mencegah flu dan kerontokan rambut. Keluar. [Kau dikenakan denda 10.000 RMB.] Sepuluh ribu RMB?

Yang benar saja. Aku hanya salah menaruh samponya. Dan dia bahkan tak menjadi botak! Ini keterlaluan. Berikan pendapatmu, Nn. Fang Yan. Bagaimana malam pertamamu tinggal bersama Presdir? Presdir? Dia lebih seperti orang gila. Astaga. Kenapa dia tergila-gila dengan denda? Bekerja keras dan menghasilkan uang, bukan begitu? [Sepuluh ribu terlalu banyak.] [Ini pelanggaran pertamaku.]

[Tolong berikan aku kesempatan sekali lagi.] Lihatlah ini. [Kontrak] Kontrak! Ini bagus. Bacalah itu. Pastikan persyaratannya sudah benar. – Baiklah. – Tanda tangan dan aku akan mengirimnya. Lihat? Semuanya seperti yang telah kurencanakan. Dari segi perlakuan, kita mendapatkan Shi Yi. Dari segi karier, kita mendapatkan Concept Pictures. Kita bahkan mendapatkan pertunjukan “Dewi Danau”.

“Dewi Danau”? Sutradaranya memutuskan untuk mengambil risiko denganku? Tentu saja. Kau mendapatkan kontraknya, bukan? Wei Lin, kau luar biasa. Kurasa peran-peran ini tak cocok… Sutradara, tunggu dulu. – Sampai jumpa. – Baiklah. Sutradara, ini adalah Yin Jiang. – Fang Yan. – Senang bertemu denganmu. – Aku adalah Fang Yan. – Benar.

Yin Jiang? Dari Vitality Studio? Dia baru saja bekerja sama dengan kita. Kau memiliki suara yang unik. Aku sangat menyukainya. Kenapa kau tak meminum teh jahenya? Mari kita adakan wawancara minggu depan. Teruslah berusaha. Terima kasih, Sutradara. Kenapa kau mengambil risiko dengannya? Bukankah kau bilang dia hanyalah gadis penggemar? Tak biasanya kau begitu.

Dia hanya pengganti. – Tuan Shi. – Silakan duduk. Ada masalah dengan kontraknya? Sama sekali tidak. Hanya saja… Yi Ming dan aku dari perusahaan yang sama. Karena sekarang dia sudah berhenti, aku… Itu urusannya sendiri, bukan urusanmu. Di Concept Pictures, kami tak begitu saja mengakhiri kontrak. Kau sangat baik. Tetap saja, aku harus menunjukkan…

Apresiasiku terhadapmu. Bolehkah aku mengajakmu untuk makan malam… sebagai rasa terima kasihku? Hao Ying Jun, apa malam ini kita ada acara? Ya. Tentu saja… Momen yang menakutkan. Baiklah. Aku akan mengirimnya ke departemen legal. – Aku harus pergi. – Sampai jumpa. Dah. Langsung saja ke intinya. Tuan Shi, aku tahu aku telah menandatangani kontraknya. Tapi…

Aku tak mengenal siapa pun di timku. Tak ada orang yang mengawasiku. Aku merasa… sangat tersesat. Asistenmu akan mengurusmu begitu kau bergabung. Tuan Shi, bolehkah aku menanyakan hal yang pribadi? Kau menyukai gadis yang seperti apa? – Maaf. Permisi. – Masuklah. Kau berpakaian terlalu tipis. – Tapi aku tak kedinginan. – Ya, kau kedinginan.

Tuan Shi. Aku harus menjaganya. Sampai nanti. Apa-apaan itu? Lupakan dendanya. Dasar iblis dengan suasana hati tak menentu… Halo, ada apa? [Apa kau sudah pergi?] Apa ada masalah dengan kontraknya? [Tidak.] [Perusahaan ingin agar kau bertemu dengan Shi Yi.] [Mulai sekarang,] [kalian resmi menjadi rekan.] Apa kau bilang? Rekan?

Setiap kali kau datang ke sini untuk konseling, kau justru tertidur. Bagaimana aku bisa menolongmu? Berbaring di sini saja sudah terasa seperti terapi. Apa tak ada hal yang ingin kau katakan? [Pernah mendengar tentang kondisi…] [yang disebut parasomnia depersonalisasi?] Pernah mendengar tentang kondisi yang disebut… parasomnia depersonalisasi? Hai. Kebetulan sekali. Kebetulan sekali! Tidak…

Bukankah ini kebetulan? Aku tak menduga akan bertemu denganmu di sini. Yao Yao, kecantikanmu menarik perhatianku… ke mana pun kau pergi. Tidakkah kau berpikir kita… Apa yang kau lakukan di sini? Menurut ramalan cuaca, ini saat yang sangat tepat untuk joging. Jadi, aku joging hingga kemari. Sejauh lima kilometer. Kalau begitu, pergilah.

Aku datang ke sini untuk urusan kantor. Tidak, tunggu. Ini tentang penandatanganan ulang kontraknya. Tutup pintunya dan tak perlu basa-basi. Jangan bermain-main denganku. Dengarkan dirimu. Kau telah memukulku. Kau telah berteriak kepadaku. Bukankah seharusnya sekarang kau merasa lebih baik? Bukankah ada kontrak yang harus kita tanda tangani? Apakah itu kebohongan juga?

Tentu saja, kita akan menandatangani kontraknya. Tapi bisakah kau berhenti bersikap dingin setiap kali kita bertemu? Lagi pula, kita adalah teman lama. Siapa teman lamamu? Kau benar. Kau bukan teman lamaku. Kau adalah cinta pertamaku… Cukup. Tak perlu basa-basi lagi. Katakan, kenapa kau memutuskan hubungan denganku? Apakah perlu membicarakan tentang masa lalu?

Apa kau benar-benar berpikir itu tak perlu… atau apa kau berusaha untuk menyembunyikan sesuatu? Zuo Yao, dulu kau meninggalkanku tanpa mengatakan apa pun. Selama bertahun-tahun… kau tak membalas satu pun pesan dariku. Jika tak ada hal yang kau sembunyikan, kenapa kau tak mau membicarakannya? Cukup. Kurasa kau datang bukan untuk urusan kantor.

– Bawa tasmu dan pergilah. – Dengarkan aku… – Keluar. – Ada apa denganmu? Tapi dulu kita begitu dekat… Yang Mulia, kapan kita bisa makan? – Ayah? – Siapa yang kau panggil “Ayah”? Kenapa kau menggenggam tangan Ibu? Siapa ibumu? Dia. Aku mungkin saja ayahmu… Dasar gila. Shi Yi, selamat siang.

Apa aku membuatmu takut pada pesta ulang tahun NY. Ling? Aku tak bermaksud begitu. Aku tak menyukaimu. Aku bukan… Bukannya aku tak menyukaimu. Maksudku, aku bukanlah gadis penggemar yang gila. Aku tak datang ke sini untuk melecehkanmu. Perusaahanku memintaku untuk datang dan menemuimu. Jadi… Masuklah. Silakan duduk.

Aku berpikir untuk menambahkan monolog untuk lagu tema “Dunia Air”. Maaf merepotkanmu. Terima kasih. Itu sama sekali tak masalah. Aku berteman dengan Dokter Cui. Aku baru saja mengunjunginya tadi pagi. Silakan duduk. Kau mengenal Dokter Cui? Dalam pertemuan kami, dia memberitahuku tentangmu. Kondisiku… cukup langka. Tapi aku benar-benar tak bermaksud untuk mengganggumu saat itu.

Tak apa. Aku hanya sedikit terkejut. Hidup begitu lama tanpa ada pengobatannya… pasti sangat sulit bagimu. Tidak juga. Selain beberapa kali kambuh, aku sama seperti orang biasa. Selain keluarga dan teman dekatku, tak ada orang yang percaya kalau aku sakit bahkan jika aku memberitahunya. Minumlah tehnya. – Zuo Yao, bisakah kau tenang? – Keluar!

– Aku hanya punya satu pertanyaan. – Apa? Jika dia bukan anakku, kenapa dia memanggilku “Ayah” saat dia melihatku? Lagi pula, aku sudah memperhitungkannya. Kemungkinan besar… kau sudah hamil… sebelum kita putus hubungan. Itu sangat cepat. Jadi, beri tahu aku. Kenapa kau bersikeras meninggalkanku… untuk membesarkan anakmu sendirian? Dia bukan anakmu. Tak mungkin.

Lihatlah hidung, mata, alis, dan telinganya. Apakah ada bagian tubuhnya yang tak sama sepertiku? Setelah kupikirkan, kita sama sekali tak sama. Tepat sekali. Zuo You, antar tamu itu keluar. Ayah bukanlah tamu. Ayah adalah orang kesayangan… Waktumu tiga detik. Jangan membuang-buang waktu atau aku akan menghubungi polisi. Nak, katakan sesuatu untukku.

Kau tak boleh memperlakukan ayahmu seperti ini, Anakku. Maaf. Ibuku tak menginginkanmu sebagai ayahku. Baiklah. Tunggu aku, Anakku. Dengarlah, Zuo Yao. – Aku akan kembali. Tunggu… – Enyahlah. Mengganggu sekali. Kau melihat apa? Kerjakan PR-mu. Sepertinya… ini berarti perang. Zuo Yao. Begitu aku melakukan tes DNA, kita akan melihat siapa yang salah.

Untungnya, anakku juga mewarisi gen pertumbuhan rambut yang luar biasa. Jika gumpalan rambut ini berasal dari kulit kepalaku, itu akan terlalu kentara. Maafkan aku, Anakku. Lihat saja nanti. Itu indah. Apakah itu karangan lagumu yang baru? Bukan. Itu dikarang oleh Strauss. Memalukan sekali. Aku bahkan tak bisa mengenal karya master musik “waltz” seperti dia.

Strauss takkan menjadi master… tanpa Lanner. Lanner? Saat Strauss berusia 15 tahun, dia ditemukan oleh Lanner. Dengan dukungan darinya, Strauss mulai mengarang lagu. Pada akhirnya, dia menjadi master. Tapi temperamennya juga meningkat. Suatu waktu, dia bahkan merusak pianonya setelah berargumen dengan Lanner. Lalu, apa yang terjadi? Lalu, dia mengarang lagu yang didedikasikan untuk Lanner.

Judulnya adalah “Reconciliation Waltz”. Maksudmu, aku adalah Lanner, belahan jiwamu? Kita bertengkar karena kesalahpahaman. Jadi, kau memainkan lagu ini… sebagai permintaan maaf kepadaku? Siapa yang menduga… bahwa permintaan maaf seorang musisi akan elegan… dan samar seperti ini. Jika ini terlalu samar untukmu, mari kita coba hal yang lain. Aku akan memenuhi tiga permohonanmu…

Sebagai permintaan maafku.