【FULL】Standing in the Time EP37【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Standing in the Time Episode 37 Apa ini? Belum pernah dengar? Proofreading komputer. Kau tidak mungkin berpikir bahwa software ini bisa menggantikan seluruh pekerjaan bagian proofreading, kan? Pimpinan redaksi kami sudah menyetujuimu secara resmi dipindahkan ke departemen editor naskah. Wakil pimpinan redaksi yang baru, telah membuat sebuah software proofreading. Jika hasilnya baik,

Mungkin akan menghilangkan bagian proofreading. Kalau memang begitu, apalah artinya jika aku pergi? Ini seharusnya melihat siapa yang mengoreksi kesalahan lebih banyak, berarti melakukan kesalahan lebih sedikit. Begini barulah sesuai dengan logika. Bagaimana kalau Direktur membandingkannya dulu? Setelah dibandingkan, hasilnya sudah keluar. Software proofreading dibandingkan dengan hasil pekerjaan bagian proofreading kita,

Hanya menemukan satu kesalahan ejaan lebih banyak. Tetapi kesalahan ejaan ini, sebenarnya software proofreading sudah melakukan pekerjaan yang tidak berguna. Di dalam surat terakhir pada naskah, ada tertulis kalimat berikut. Pada bulan 8 penanggalan Imlek, di seluruh kota Shanghai penuh dengan wangi semerbak dari dari bunga-bunga yang digantung merindu dalam kesendirian, di manakah diriku berada?

Di dalam kalimat ini, Software itu mengubah kalimat”merindu dalam kesendirian” menjadi”kerinduan yang menyendiri”. Karena software itu menganggap kata”rindu” sebagai sebuah kata benda. Tetapi sebenarnya secara konteks bahasa, kita tidak sulit menemukannya maksud Yun Zhi adalah menunjuk pada rasa rindu terhadap anak dalam kesendirian. Seharusnya sebuah kata kerja menunjuk kondisi dan tindakan rindunya

Di dalam hati kepada anak pada waktu itu . Ada lagi, Yang dikerjakan bagian proofreading kita, lebih masuk ke dalam maknanya daripada software proofreading. Di dalam surat pertama, dia menuliskan anaknya pertama kali memanggilnya ayah. Ketika anaknya sedang belajar berbicara, dengan terbata-bata mengulangi perkataan, bagian ini juga dihapus oleh software dengan tidak tepat.

Jadi dari aspek sastra, manusia pasti lebih unggul dari mesin. Karena dari aspek sastra, perasaan lebih unggul daripada keteraturan. Benar. Dalam dua hari ini, aku juga mempelajari software ini dengan teliti. Karena pertandingan kali ini, naskah yang digunakan tidak berkaitan dengan aturan, rumus matematika dan ilmu sosial,

Serta isi yang sangat kental dengan hal-hal profesional seperti itu. Melainkan sebuah naskah yang lebih mengutamakan perasaan. Menghadapi naskah yang seperti ini, aku rasa software tidak akan mampu menyaingi otak besar para proofreader. Tetapi aku rasa software ini bisa terus digunakan di departemen editor naskah kita. Aku rasa editor kita, setelah melakukan pemeriksaan ketiga,

Bisa menggunakan software untuk melakukan proofreading, barulah kemudian diserahkan kepada bagian proofreading. Dengan begitu, kualitas naskah akan jauh lebih baik. Juga bisa menghemat banyak waktu untuk pekerjaan selanjutnya. Itu sungguh hal yang baik. Dengan adanya pondasi ini, kita bisa meningkatkan efektivitas pekerjaan kita. Kalian sudah berjerih payah. Lao Lu, Nanti Guru Xu akan

Pergi ke penerbit bersamaku. dan melaporkan hasil pembelajaran tentang perbandingan kita kali ini. Sudah seharusnya aku pergi. Berarti bagian proofreading, bukankah tidak akan dihilangkan? Masalah ini, aku, Guru Xu, dan Direktur Lu sudah memikirkannya. Tetapi asalkan kita telah melaporkan hasil perbandingan ini, aku yakin penerbit juga pasti tidak akan berbicara hal yang tidak berlogika.

Ada lagi satu hal yang penting. Aku hanya berpikir tentang pertandingan. Lupakan dulu sementara tentang pertandingan, penerbit telah menerima sebuah pekerjaan yang mendesak. Kebetulan diaturlah departemen editor naskah dan departemen penerbitan untuk mengerjakannya. Pekerjaan ini sangat penting dibandingkan pekerjaan biasanya. Kita harus bisa mengejar proses editing dan proofreading Buku Peringatan 40 tahun

Reformasi Ekonomi Kota Shanghai. Naskahnya akan dikirimkan kemari secara bertahap. Sementara penulis sedang menulis, kita di sini juga harus mengejar. Waktunya sangat mendesak, dan tugas ini berat. Naskah yang pertama akan dikirimkan lusa. Dalam satu minggu, semua harus selesai. Berapa jumlah katanya? 1.200.000 kata. Banyak sekali. Tidak mungkin. Xia Fan, ada waktu?

Aku ingin ngobrol denganmu. Bagaimana kalau begini, Amanda? Setelah pekerjaanku ini selesai, aku akan mencari Anda di kantor. Aku tunggu kau di kafe lantai bawah. Baiklah, segera. Amanda. Aku sudah memesankan Italian espresso untukmu. Terima kasih. Aku mencarimu karena ada suatu masalah yang ingin kubicarakan denganmu. Masalah Li Xiao? Masalah Li Xiao adalah salah satunya,

Tetapi ada masalah lain yang lebih penting. Aku ingin mendengar pendapatmu. Katakanlah. Dalam beberapa tahun ini, baik Resa maupun edisi tambahan Resabelakangan ini, dan juga platform media baru Resa, dalam bisnis ini, kita sudah mengerjakan dengan baik. Jadi sekarang ada sebuah peluang yang bagus muncul di hadapanku. Ada head hunter yang ingin merekrutku ke

Platform media baru internet yang lebih besar. Aku merasa ini adalah sebuah peluang yang sangat bagus melampaui diri sendiri, dan menyambut sebuah tantangan yang baru. Tetapi sebelum pindah ke sana, aku ingin membawa sebagian dari timku sendiri. Jadi aku ingin bertanya kepadamu, apakah kau bersedia ikut bersamaku pindah ke sana? Tetapi ada satu hal,

Tempat kerjanya bukan di Shanghai, di Beijing. Anda sungguh sudah memutuskannya? Tentu saja. Waktunya agak mendesak, mereka ada sebuah rubrik baru, dan sedang menungguku ke sana. Dalam waktu dua hari ini, segeralah beri jawaban kepadaku. Pertimbangkanlah dengan baik. Aku akan mempertimbangkannya. Baiklah. Setelah kita pindah, Resa pasti kekurangan orang.

Jadi akan lebih baik jika Li Xiao datang ke sini. Mengerti. Dua hal ini, aku akan segera memberi jawabannya. Baiklah. Aku pergi dulu. Kau duduklah sejenak. Kau bekerja dengan baik di Resa, kenapa tiba-tiba mau ke Beijing? Peluangnya cukup bagus. Aku sudah lama bekerja sama dengan Amanda, sudah ada kekompakan di antara kami. Jadi kau

Sudah memikirkannya dengan matang, kan? Dia ingin aku pergi bersamanya. Kalau kau merasa dengan pergi ke Beijing akan membuat perkembangan karirmu menjadi lebih baik, maka sudah seharusnya kau pergi. Juga tidak ada orang yang berhak menghalangimu. Aku ingin bertanya kepadamu, bagaimana pendapatmu? Aku sudah bilang. Asalkan kau sudah memikirkannya dengan matang, aku menghargai pilihanmu.

Wu Yu, apa kau masih menyukaiku? Sinar bintang dim alam hari, terang seperti mata mu. Aku di keramaian, membelakangi arahnya. Tiba lagi malam tanpa lelap. Berpikir wajahmu yang tersenyum. Tersembunyi dalam dinding hatiku. Cinta jatuh dari langit, Bos, notanya. Sudah kubayar. Aku sudah pikirkan dengan matang, aku akan ke Beijing. Baiklah.

Kudoakan kau semoga semuanya lancar. berdua, dua hati, semakin terbentur, semakin yakin. Pertemuan bukanlah kebetulan muncul dalam hidup. Air mata mengalir, tidak menyesal. Terluka lagi, makin menghargai. Cinta… Akan cerah saat ketemu orang yang benar. Suara dalam hati adalah petunjuk menuju impian. Setelah merasakan kepedihan, pemandangan terbagus merupakan kebahagiaan. Kuserahkan tanganku kepada mu. Biarlah waktu

Menjadi saksi. masa waktu tidak meninggalkan penyesalan. Jangan kecewakan perjanjian kita terhadap masa. Sekarang sudah jarang anak muda yang tertarik dengan hal ini. Dulu waktu kami belajar ini, harus berguru kepada guru yang tepat. Bukan asalkan kau mau belajar, maka guru akan mengajarimu. Benar. Sekarang orang yang bisa mengerjakan ini, sangat sedikit. Benar.

Pada awalnya di kota kita ada beberapa orang yang belajar bersama denganku. Akhirnya mereka beralih profesi. Hanya tersisa aku sendiri yang terus mengerjakannya hingga sekarang. Aku ingin tanya kepada Anda, Anda sudah berapa lama mengerjakan ini? Sudah 30 tahun lebih. Sejujurnya kukatakan, pada saat muda, aku ada sebuah impian ingin menjadi penyanyi.

Tidak disangka bertemu dengan guru. Dia telah mengajariku kerajinan tangan ini. Ternyata aku mengerjakannya sampai 30 tahun lebih. Dulu waktu mempelajarinya, tujuannya adalah untuk mencari nafkah. Sekarang, aku makin mengerjakannya makin senang. Aku pun jatuh cinta kepadanya. Sebenarnya, jika bukan karena hari ini aku melihat ini, aku juga sudah hampir lupa bahwa semasa kecil

Ada mainan seperti ini. Dulu waktu bersekolah, semua temanku memilikinya. Aku juga sangat menyukainya. Lalu aku meminta kepada ayah sampai beberapa hari, barulah kemudian ayah membelikannya untukku. Benar. Orang yang sekarang membuat benda ini sudah sangat sedikit. Terbanglah, terbanglah, terbanglah. Apa nama asli dari pagoda itu? Pagoda Tiga Kesucian. Tetapi aku lebih suka menyebutnya

Pagoda Kebahagiaan. Manusia… sepanjang hidupnya selalu akan menghadapi kondisi yang buruk. Hal yang paling membuatku tak berdaya adalah kematian ibumu. Sudah berlalu sekian tahun, aku selalu ingin menyampaikannya kepadamu, tetapi terus saja tidak ada kesempatan. Setelah ibumu mengalami sakit, tabungan di rumah kita habis terpakai dalam waktu singkat. Bahkan sudah meminjam uang

Kepada semua teman dan kerabat, tetapi tetap tidak ada gunanya. Kemudian aku mengambil naskahku, dan berlari menuju ke Shanghai dan Nanjing. Beberapa perusahaan penerbit besar ingin segera menerbitkan buku, dan aku mendapatkan uang dari penjualan naskahku, dan menggunakannya untuk pengobatan ibumu. Tetapi pada saat itu tidak ada yang mau menerbitkan bukuku.

Sudah sekian kali aku bolak-balik, tetapi tetap tidak ada hasil. Aku pun kembali ke kota kecil. Aku merasa diriku adalah seorang yang tak berguna. Aku pergi ke perpustakaan Suxi, dan minum banyak arak. Di saat itulah, ibumu… Dalam usianya yang masih muda banyak hal yang ingin dilakukannya, tetapi tubuhnya tidak memungkinkan. Ketika menemui masalah,

Tidak ada hal yang bisa dilakukannya. Ketika masa-masa sulit berlalu, dan sudah memiliki kemampuan yang cukup untuk menghadapi kehidupan dengan tenang, dan menjalani kehidupan, tetapi yang kau temui adalah yang sudah hilang… selamanya… selamanya tidak akan kembali. Yang tersisa hanya… hanya penyesalan dan kebencian. Anakku, Ayah bersalah kepadamu. Maafkan Ayah.

Dan lebih bersalah lagi terhadap ibumu. Hargailah teman yang ada di sisimu. Anakku, kau memiliki cinta yang sejati, keluarga dan teman, itu adalah hal yang sangat baik. Ayah sudah hidup lebih dari setengah abad. Meskipun dalam hal bisnis ada sedikit keberhasilan, tetapi sebagai seorang ayah, sangat tidak berperan dengan baik. Aku sangat menyesal. Jadi

Aku minta maaf kepadamu. Semoga… semoga kau bisa memaafkan ayahmu. Bisakah, Anakku? Li Xiao adalah gadis yang baik. Dan juga teman-teman yang istimewa di sisinya. Para proofreader, lihatlah siapa yang telah kubawa. Apa kabar semuanya. Liang Zi. Kak Liang Zi. Liang Zi, kau sudah kembali. Bagian proofreading dalam kondisi sulit, aku Liang Zi harus kembali.

Liang Zi, Aku merasa cemas karena telah membiarkanmu pergi. Jangan sungkan denganku. Cepat berikan naskahnya kepadaku. Tempat duduk sudah disediakan untukmu. Cepat, cepat, cepatlah. Kak Liang Zi, ternyata kau benar-benar kembali. Tanpa dirimu, memangnya bisa? Direktur, tidak perlu khawatir dengan departemen editor. Di sana ada banyak editor yang berpengalaman.

Mereka telah menghentikan pekerjaan yang sedang mereka kerjakan saat ini. Ketika kalian meluarkan sebuah naskah, di bagian kami akan segera melakukan koreksi. Kau sudah berjerih payah, Wu Yu. Semangat. Baik. Liang Zi, mari. Mari, masuk. Guru Xu. Xiao Wu. Kemari, kemari. Kalian semua lihatlah, aku telah mendatangkan serdadu penolong untuk kalian. Guru, Anda…

Yang ini kau pasti tidak asing lagi, kan? Lao Hou. Terima kasih, terima kasih. Terima kasih, Lao Hou. Lao Hou asalnya adalah kepala bagian proofreading dari Penerbit Huning. Pengalamannya dalam proofreading sangat-sangat kaya. Yang ini adalah berasal dari Penerbit Zhiwen, Guru Ma, Guru Lu. Mereka sangat fasih dalam ilmu statistik dan ilmu ekonomi.

Tugas proofreading kalian kali ini meliputi berbagai bidang, memerlukan bantuan mereka. Yang ini adalah berasal dari Penerbit Zhuoqun, Guru Guan. Dulu, ketika kami mengerjakan proofreading buku Ensiklopedia Tiongkok, dia adalah orang yang paling banyak berperan. Guru Wu, kemari. Yang ini mestinya tidak perlu diperkenalkan lagi. Mari, kita berikan tepuk tangan.

Kita sambut para proofreader senior ini untuk membantu kita. Baiklah, sekian dulu. Pekerjaan proofreading kita resmi dimulai. Xiao Chen, Li Xiao, Meimei, kalian bagian koreksi pertama, yang lainnya bergiliran sebagai bagian koreksi kedua dan ketiga. Yang berhubungan dengan ilmu ekonomi dan ilmu statistik, kita bisa meminta petunjuk Guru Ma. Yang berhubungan dengan ilmu sejarah,

Kita bisa meminta petunjuk Guru Wu. Sisanya, kita membagi pekerjaan berdasarkan kelebihan masing-masing. Xiao Chen, Li Xiao, kalian bereskan dulu minumannya. Kita akan memberikan meja kerja sementara untuk para guru ini. Ayo mulai. Baiklah. Baiklah, Direktur. Xiao Wu, mari, temani dulu. Guru, lewati sini, lewat sini. Ayo pergi. Kegiatan di sana sudah siap dimulai.

Mobil yang kupesan sudah ada di lantai bawah. Kau tidak membawa mobil? Aku sudah menjual mobilku. Menafkahi rumah dengan hidup lebih hemat dan rajin bekerja. Sudah pikir dengan baik masalah ikut denganku ke Beijing? Sudah kupikirkan. Sudah memutuskan untuk ikut denganku? Beginilah kehidupan. Ada yang dikorbankan, ada yang didapatkan. Tergantung bagaimana kau memilihnya.

Kau sungguh rela? Aku bisa. Belikan kopi untuk teman-teman. Kenapa harus aku? Aku traktir. Terima kasih, Editor Wu. Guru Shi, ini koreksi naskah kedua. Baiklah, berikan saja padaku. Li Xiao, Amy sudah mengirim sepucuk surat. Amy? Ditujukan kepada Liu Haochen. Sepanjang hari ini aku tidak melihatnya turun. Bisakah bantu menyerahkan ini kepadanya? Baiklah.

Oke, aku pergi dulu. Kau mau ke mana? Beli kopi. Apa kabar, ya. Xiaoxiao, Xiaoxiao. Zhou Zimo, Zhou Zimo. Xiaoxiao, aku telah kembali. Aku telah kembali ke kampung halaman. Aku telah pergi ke Yunxiubang, juga banyak tempat lain. Aku telah pergi ke perpustakaan, Pagoda Kebahagiaan, juga telah bertemu banyak orang di masa lalu,

Juga telah bertemu ayahku. Aku telah banyak berbincang dengannya. Aku merasa dia telah melewati masa-masa sulit. Aku juga diam-diam memikirkan banyak hal tentang masalah kita. Aku telah memikirkan jalan yang telah kita lewati bersama, masalah yang telah kita lewati bersama, masalah yang sebelumnya tidak kupahami, juga kebaikan yang kauberikan kepadaku, dan kesalahan yang kuperbuat.

Aku harap kau bisa memaafkanku. Untuk apa kau membeli begitu banyak kopi? Semula aku ingin pergi ke… ke bagian proofreading untuk menemuimu. Semuanya sedang lembur, totalnya ada 11 orang. Tanpa dirimu. Kenapa bisa jadi 11 orang? Cepatlah, 11 gelas, jangan yang dingin. Zhou Zimo. Xia Fan. Kau mau ke mana membawa begitu banyak kopi?

Aku mau mengunjungi bagian proofreading. Mau minta maaf? Li Xiao tidaklah bisa ditarik kembali seenaknya hanya dengan beberapa gelas kopi ini. Aku minta maaf atas masalah sebelumnya. Tidak. Sebenarnya, akulah seharusnya yang berterima kasih kepadamu. Kau sungguh berpikir demikian? Sungguh. Lalu apakah kau menyesal telah memutus kontrak dengan Resa? Tidak menyesal. Tetapi jika aku sekarang

Masih ada di Resa, aku tidak mungkin akan memuts kontrak. Beberapa hari lagi, mungkin aku akan meninggalkan Shanghai. Kau akan meninggalkan Shanghai? Aku pergi bersama Amanda. Apakah karena aku telah membuat masalah? Masalah yang telah kaubuat tidak sedikit, tetapi tidak mungkin sampai membuat kami pergi. Ada head hunter yang mengundang Amanda

Menduduki sebuah jabatan di perusahaan di Beijing. Dia merasa peluang ini sangat bagus. Aku juga ingin mengganti suasana. Jadi aku akan pergi bersamanya. Kau sungguh sudah memutuskannya? Sudah. Wu Yu… dia juga tidak ingin membiarkanmu pergi, kan? Itu urusannya. Aku sudah memutuskan. Xia Fan, aku merasa kau sebenarnya tidak ingin pergi.

Kau sedang mengelak dari perasaanmu sendiri. Karena kau takut dengan hasil akhirnya, maka kau tidak berani memulai. Sebenarnya kau bisa mengikuti hatimu sendiri untuk mencobanya sekali. Setelah platform media baru dibuka, Resa akan kekurangan orang. Li Xiao tidak mudah memiliki peluang untuk dipindah ke Resa. Tetapi aku tidak tahu ada apa dengannya. Kau bujuklah dia,

Agar dia juga mau berjalan mengikuti hatinya sendiri. Kesempatan yang begini bagus, jangan sampai terlewatkan. Jika malam ini kau bisa menjemputnya pulang kerja, datanglah ke rumah kami untuk makan. Untuk mengantar kepergianmu? Untuk menyambut kedatanganmu kembali. Baiklah, sampai ketemu malam nanti. Guru Shi Lei, kopinya. Terima kasih, aku tidak minum kopi. Kak Liang Zi.

Terima kasih. Meimei. Haochen. Kak Niu. Xiao Chen, aku telah pergi ke kota kecil di selatan yang pernah kita bahas. Di sini juga dekat dengan laut, tetapi di sini lebih sering hujan daripada di Shanghai. Sekarang aku sedang bekerja di sebuah TK sebagai guru anak-anak. Setiap hari bersama-sama dengan anak-anak, aku sangat gembira.

Hatiku juga merasa betah. Dulu aku selalu ingin berkarir dan hidup mandiri di Shanghai. Ingin mencari uang, ingin menikah. Sekarang setelah tiba di sini, justru hatiku lebih tenang. Mersa segalanya itu tidak lagi penting. Aku bisa menemukan tempat yang cocok dengan diriku, bisa melakukan hal yang ingin kukerjakan, ini adalah sebuah kebahagiaan.

Di sini semuanya baik, hanya saja sepertinya kurang seseorang. Wu Yu. Kau sudah kembali? Sudah. Itu…kopinya sudah kubawa kemari. Terima kasih. Para Guru, minum kopi dulu, agar lebih semangat. Mari. Terima kasih. Kopi, ya? Aku tidak minum, tidak terbiasa. Lebih baik minum teh saja. Sungguh terima kasih. Berikan aku segelas. Mari, Guru Xu.

Apa perlu bantuanku mengerjakan sesuatu? Baiklah. Bantu aku kerjakan proofreading tiga hal biasa. Tiga hal biasa? Daftar isi, header dan penomoran halaman. Kau berikan satu saja kepadanya sudah cukup. Kalau begitu penomoran halaman saja. Proofreading penomoran halaman, yaitu harus mencocokkan penomoran setiap halaman pada dua naskah, memastkan semuanya tidak ada yang salah. Sudah lihat? Hmmm.

Mulailah. Xiaoxiao, bagaimana pertandingannya? pertandingannya sudah dimenangkan, tetapi kita menerima sebuah tugas yang sangat penting. Jadi sekarang tekanan kami semua sangat besar. Mulailah Kenapa kau mengaku sebagai pacarku? Setiap kali Bibi bertemu aku, selalu gembira. Ibuku menganggapnya serius. Aku harap kau bisa mengerti kenapa ibumu berbuat demikian. Kalau bukan karena kondisi dirinya tidak baik,

Apakah di akan demikian percaya?