【FULL】Standing in the Time EP36【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Standing in the Time Episode 36 Guru Yun Zhi ingin menjelaskannya, dia ingin mengklarifikasi, tetapi apakah dia punya kesempatan? Lebih baik kita berpisah saja. Agar bisa lebih tenang. Apa kau begini pengecut untuk menghadapi permintaan maaf ayahmu? Apa kau begini pengecut untuk menghadapi perasaan di antara kita? Jadi kau hari ini datang ke Resa
Untuk memutus kontrak? Tidak peduli Anda setuju atau tidak, semuanya sudah tidak ada gunanya lagi. Mungkin kau sama sekali tidak memahami diriku, Sebenarnya aku adalah orang yang sangat egois. Setiap orang yang mencintaiku, dan peduli denganku, aku tidak mampu membalas mereka. Termasuk dirimu, Wu Yu. Jangan lagi bersikap baik terhadapku, Tidak pantas. Buka dokumen ini,
Tekan tombol mulai. Buka dokumen ini, tekan tombol mulai. Cepat sekali, apa ini oke? Yang ini tulisannya tidak terlihat jelas. Kepala Editor, tunggulah hingga batang progress ini selesai, sudah bisa. Lalu bagaimana aku bisa tahu apakah melakukan proofreading atau tidak? Tidak apa-apa, Tunggu sebentar lagi hasil proofreading-nya, akan muncul di sini. Kepala Editor, apa ini?
Belum pernah dengar? Proofreading dengan komputer. Proofreading dengan komputer? White Crystal… software proofreading White Crystal. White Crystal? Sini, sini, sini. Ayo sini. Wakil Kepala Editor yang baru menyarankan software proofreading White Crystal. Katanya, bisa meningkatkan kecepatan proofreading secara signifikan. Sudah diatur orang dari bidang teknis untuk membantu menginstal software ini pada komputer,
Dan melakukan pelatihan penggunaannya. Jika software ini bisa diandalkan, maka di masa depan akan bisa menggantikan pekerjaan bagian proofreading secara besar-besaran. Kepala Editor, Kau tidak mungkin berpikir bahwa software ini bisa menggantikan seluruh pekerjaan bagian proofreading, kan? Sebaliknya, kau sebaiknya bekerja sama dulu dan mengujinya. Barang baru seperti ini, sebaiknya kita jangan menyingkirkannya. Kepala Editor,
Duduk, duduk, duduk. Duduk, duduk, duduk. Nanti, kau pergi dulu ke bagian proofreading. Lu Wenfeng sudah meneleponku. Aku ingin kau berdiskusi dengannya mengenai kondisi bagian proofreading sekarang. Kita akan meminjam Liang Zi untuk kembali sementara. Kepala Editor. Sama seperti sebelumnya, kita meminjam dirinya untuk ditempatkan di bagian proofreading, lalu kita pinjam kemari.
Lalu apa yang akan dilakukan oleh departemen SDM? Bagaimana mengurusnya? Intinya begini, orangnya dulu dipinjam kemari. Kau sudah lihat software itu, kan? Bagian proofreading sedang dalam kondisi terombang-ambing. Lu Wenfeng telah meneleponku berkali-kali. Dia sedang dalam keadaan panik. Oke, aku sudah mengerti. Ketika orangnya datang, kau yang bawa dia. Baiklah. Foto untuk topik khusus
Segeralah diperbaiki seperlunya, waktu sudah mendesak, perhatikan kualitasnya. Li Xiao. Amanda. Kesibukanmu sudah selesai? Ini edisi tambahan Resa edisi kali ini. Masalah kekurangan orang di Resa yang sudah dikatakan oleh Xia Fan, bagaimana kau mempertimbangkannya? Dia ada masalah di rumahnya dalam 2 hari ini. Aku juga tidak enak hati mengganggunya.
Pekerjaanmu selama 2 hari ini sangat bagus. Aku juga sudah melihatnya. Sikapmu yang dulu dengan yang sekarang, sudah banyak sekali berubah. Terima kasih Anda telah berkata seperti itu. Tetapi urusan besar ini, bukan aku seorang diri saja yang bisa memutuskannya. Apalagi di bagian proofreading sekaranga anggotanya juga sangat kurang. Apakah aku bisa kembali atau tidak,
Harus dibicarakan dulu dengan direktur kami. Nanti aku akan kabari Anda lagi. Tidak masalah, kau pertimbangkanlah lagi. Jika kau pikir bisa, segeralah beri tahu aku. Karena hal ini sudah menyangkut dengan urusan perpindahan pegawai bagian penerbit. AKu harus membicarakannya dengan banyak orang. Oke? Baiklah, terima kasih. Jadi… Aku masuk dulu. Kau bereskanlah urusan topik khusus.
Li Xiao, kami menantimu kembali. Sampai jumpa. Kau sudah memikirkannya dengan jelas, Direktur? Setelah aku membawanya pindah, dan pekerjaanmu di sini tidak bisa tertangani lagi, jangan salahkan aku. Mari, masuk. Liang Zi. Liang Zi, mari. Direktur, kau mencariku? Liang Zi, selamat untukmu. Departemen editor naskah telah mengirim kabar. Permohonan pekerjaanmu telah disetujui secara resmi. Begini.
Kepala Editor kami sudah menyetujuimu secara resmi dipindahkan ke departemen editor naskah. Tentu saja, surat mutasinya belum turun, tetapi aku sudah membicarakannya dengan direktur kalian untuk meminjam dirimu dulu ke departemen editor naskah. Direktur, Editor Wu, terima kasih. Oke. Segeralah kemasi barang-barangmu. Nanti kau pergi dulu dengan Editor Wu. Pergilah. Pergilah. Direktur,
Hari ini sudah harus pergi? Terburu-buru sekali. Begini, Liang Zi. Aku berikan dua pilihan kepadamu. Pertama, kemasi barangmu dan pergi hari ini juga. Kedua, tahun ini tetap bekerja di bagian proofreading sebagai seorang proofreader. Di kemudian hari jangan lagi berkeluh kesah ingin pergi ke departemen editor naskah. Pilihlah sendiri. Itu…aku… aku akan pindah bekerja ke
Departemen editor naskah. Aku baru saja dikabari. Aku…aku juga merasa sangat mendadak. Guru Shi. Direktur Lu, ada apa ini? Katakan dengan jelas. Katakanlah. Aku pikir kalian yang sedang duduk ini, sedikit banyak seharusnya sudah ada persiapan. Benar, ini masih berkaitan dengan masalah penghilangan bagian proofreading. Wakil Kepala Editor yang baru
Telah membuat sebuah software proofreading baru bernama software proofreading White Crystal. Sekarang sedang tahap uji coba. Jika hasilnya baik, mungkin akan menghilangkan bagian proofreading. atau ada pengurangan pegawai. Rekan-rekan bagian proofreading, masalah ini sebenarnya mesti melihat hasil akhir dari software tersebut. Jadi ini bukanlah masalah yang sudah diputuskan secara resmi. Direktur, kalau memang begitu,
Apalah artinya jika aku pergi? Bukan, Liang Zi. Kau ingin pindah ke departemen editor naskah bukanlah masalah yang baru satu dua hari. Kalau aku tidak memanfaatkan kesempatan ini, mana bisa aku menggunakan alasan persyaratan lain? Bukankah dengan begini bisa langsung ada hasilnya? Dan terhadap kalian yang sedang duduk di sini, aku juga sedang…
Sedang memikirkan caranya. Tidak peduli bagaimanapun, aku harus melihat dulu kondisinya dengan jelas. Aku harus melihat hingga sejelas-jelasnya keadaannya seperti apa. Apakah akan dihilangkan atau dilakukan pengurangan? Jika akan dilakukan pengurangan, berapa orang yang harus dikurangi? Lalu aku akan kembali untuk membagi prioritas pekerjaan, dan aku akan pikirkan kembali caranya. Tetapi masalah Liang Zi ini,
Kau tidak boleh ragu lagi. Direktur, bagiku tidak masalah. Lagi pula aku mestinya sudah pensiun sejak awal. Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku. Lao Niu, tidak boleh berkata begitu. Kau sudah berjerih payah seumur hidup, itu hal yang tidak mudah. Lagi pula aku sudah membuat laporan permohonan. Bagaimanapun juga aku akan memperjuangkanmu
Sebuah kuota untuk menjabat di level menengah. Direktur, kau jangan terburu-buru membiarkan Lao Niu pensiun. Kau harus membantu dia dulu. Aku tidak apa-apa. Kalau kau ingin mengurangi pegawai, biar aku saja. Aku tinggal pergi ke perusahaan suamiku saja. Lagi pula dia sepanjang hari berteriak-teriak memintaku pulang menjaga anak. Direktur, kalau ada pengurangan pegawai,
Pastikanlah aku saja yang diberhentikan. Pertama, aku sedang tidak mengedit. Kedua, Pada dasarnya aku memang tidak berminat di sini. Kebetulan aku bisa pergi… Liu Haochen, kau ini bicara apa? Jika perkataanmu ini didengar ibumu, dia akan sakit hati sekali. Lagi pula, kau adalah anak yang belum tumbuh dewasa. Mana mungkin dia mengizinkanmu?
Urusan ini kau jangan lagi berebut denganku. Bukan, kalian semua… semua membicarakan apa? Aku hanya kemari untuk mencari angin. Kalian jangan dulu membuat kesimpulan yang belum tentu pasti. Masalah ini tidaklah begitu parah. Direktur Lu, kau janganlah terlalu sedih dulu. Bukan aku meremehkan dirimu, tetapi sebagai direktur, yang harus kau pikirkan sekarang adalah
Bagaimana menghadapi masalah. Bukan mengatur hal yang kemudian akan terjadi. Li Xiao, bukan…kenapa kau kembali? Aku…urusan Resa sudah beres, jadi aku kembali. Apakah dia menahan dirimu? Jangan bahas ini lagi. Lagi pula aku sudah kembali. Apa yang terjadi? Rekan-rekan, aku sampaikan lagi. Berkaitan dengan bagaimana sebenarnya, software itu, sekarang masih belum ada kesimpulan.
Aku juga baru melakukan pemahaman di langkah awal. Sekarang yang baru aku ketahui adalah kecepatan software itu sangat mengejutkan. Proses pemeriksaan 1, 2, 3 bisa selesai secara bersamaan. Kapasitas proofreading-nya dalam satu jam bisa 200.000 kata. Meskipun sepanjang hari tidak makan tidak munum, aku hanya bisa mengerjakan 50.000 kata. Software apa? Software proofreading,
Digunakan untuk menggantikan pekerjaan proofreading oleh manusia. Menggantikan pekerjaan proofreading oleh manusia? Benar. Bukan… ini bukanlah lomba berlari. Bukan hanya beradu kecepatan. Ini seharusnya melihat siapa yang mengoreksi kesalahan lebih banyak, berarti melakukan kesalahan lebih sedikit. Begini barulah sesuai dengan logika. Bagaimana kalau Direktur membandingkannya dulu? Membandingkannya? Cari ini meskipun mudah dan gamblang, tetapi…
Ini ide yang bagus. Carilah sebuah naskah buku. Software melakukan pemeriksaan sekali. Bagian proofreading melakukan pemeriksaan sekali. Begitu maksudnya? Mari, rekan-rekan. Kuperkenalkan sebentar. -Guru Liang Zi. -Liang Zi. Liang Yujie, sebelumnya di bagian proofreading. Selanjutnya dia akan bergabung dengan departemen editor naskah sebagai rekan kerja kita. Kalian yang sering pergi ke bagian proofreading
Untuk mengurus pekerjaan editing kalian, mestinya kenal dia, kan? Liang Zi, bagian proofreading belum dibubarkan, kau sudah menemukan rumah yang baru. Aku ingin menjadi editor, kau sebaiknya jangan berbicara begitu. Dalam dua tahun ini, aku di bagian proofreading bertugas membersihkan sisa-sisa pekerjaan kalian. Aku ingin meningkatkan level diriku dulu. Liang Zi, silakan ke sana.
Terima kasih, terima kasih. Biarlah Xiao Sun bantu mengopreasikannya agar kau bisa melihat-lihat. Xiao Sun. Kak Liang Zi. Sekarang kami sudah menggunakan komputer untuk melakkan proofreading. Seperti yang kubilang, software proofreading White Crystal. Kau lihatlah, hanya perlu tekan tombol sekali, proofreading-nya sudah mulai. Tunggulah hingga batang progress ini sampai ke ujung, proses proofreading sudah selesai.
Bagaimana jika proofreading-nya salah? Kau tenang saja, proofreading ini bekerja secara otomatis, Tidak akan bisa salah. Tahap pengecekan 1, 2, 3 mestinya ada prosesnya. Coba kau jelaskan padaku, bagaimana cara pengerjaannya? Ini… cukup tekan tombal sekali, maka akan bekerja secara otomatis. Naskah hasil proofreading-nya yang dihasilkan ini, apakah kalian berani langsung menerbitkannya? Liang Zi,
Kau harus bisa membedakan benda yang bagus dan buruk, Tanpa benda ini, di bagian proofreading juga tidak mungkin ada pengurangan pegawai. Jika tidak ada pengurangan pegawai, kau juga tidak mungkin pindah ke departemen editor naskah. Lao Wang, kau janganlah mencampuradukkan dua masalah ini, oke? Aku mau pindah ke departemen editor naskah atau tidak,
Ini adalah urusan lain. Apakah benda ini dapat menggantikan pekerjaan proofreading atau tidak, itu pun urusan lain lagi. Rekan-rekan, aku ingin minta petunjuk kalian semua. Setelah software ini mengeluarkan nahkah hasil proofreading-nya, apakah kalian tetap akan memeriksanya lagi? Meskipun tidak memeriksanya lagi, siapa di antara kalian yang akan memberikan tanda persetujuan, tanda tangan atau stempel
Terhadap hasil proofreading yang dihasilkan software ini. Siapa? Pekerjaan proofreading, selain mem-proofreading kesalahan pada naskah, sering kali juga membantu memberi saran dan melengkapi kekurangan kalian para editor. Siapa yang akan membereskan urusan ini? Benda ini? Apa benda ini bisa berbicara dengan kalian? Apa benda ini bisa berkomunikasi dengan kalian?
Apa benda ini bisa menyelesaikan sebuah diskusi? Bagian proofreading adalah pendukung dan penjamin terakhir bagi kalian departemen editor. Apa kalian mengerti? Apa kau tahu? Setelah ibuku meninggal, aku merasa dia selalu masih ada… ada di suatu tempat di sisiku. atau seperti biasanya, di sanatorium. Asalkan aku tidak mengunjunginya, dia tidak mau makan, Ribut denganku.
Setelah aku selesai bekerja, membawa mobil, maka bisa bertemu dengannya lagi. Sebenarnya aku selalu, memiliki persiapan. Dulu, aku selalu curi-curi berpikir sendiri, aku merasa aku hidup terlalu lelah. Kalau dilihat sekarang, aku ini sungguh terlalu egois. Mungkin dia sudah merasakannya, Lalu membuat diriku yang egois ini, tinggal sendirian di sini.
Agar aku memulai dari awal lagi, memulai hidup yang baru. Xia Fan, baguslah kau bisa berpikir begitu. Jika, kau ingin memulai hidup yang baru, haruslah dimulai dengan mengubah diri sendiri. Bagaiama kalau…kau coba untuk menerima Wu Yu? Aku tidak tahu harus bagaimana menerima dia, Wu Yu sangat baik terhadapku, tetapi aku tidak bisa bersamanya.
Kau telah berpikir terlalu rumit. Sebenarnya sederhana saja. Jika kau tidak mencobanya, bagaimana kau bisa tahu kalau kau tidak bisa bersamanya? Kau lihatlah Amy. Ketika Amy dan Xiao Chen sedang bersama, mungkin itu adalah cinta yang dia impikan. Tetapi akhirnya, mereka berdua pun berpisah. Coba kau lihat aku. AKu juga tidak tahu.
Di antara aku dan Zhou Zimo sekarang kondisinya seperti apa. Tetapi aku tetap yakin, kami berdua pasti akan memiliki akhir yang baik. Akhirnya pasti tidak akan seperti ini. Mengenai Wu Yu, meskipun orangnya agak sedikit miskin, tetapi dia adalah orang yang pantas kau dapatkan. Jangan bicarakan ini lagi. Besok kau akan mengikuti pertandingan?
Benar, pertempuran manusia dan mesin. Tetapi aku tetap yakin, hasil bagian proofreading kami pasti akan menang. Menang atau kalah sangatlah penting bagi bagian proofreading. Tetapi tidak penting bagi dirimu. Kukatakan dengan jujur, jika bagian proofreading sampai dihilangkan, kau bisa kembali ke Resa tanpa beban. Dasar mulut galak. Sebenarnya aku lebih ingin menentukan pilihan sendiri
Setelah aku memikirkannya dengan matang. Bukan hanya menerimanya secara pasif saja. Aku tidak mengerti maksudmu, Kau selalu ingin kembali ke Resa. Kenapa kau tidak bersikeras? Tim fashion saat ini kekurangan orang, Kau pasti bisa pindah ke sana dengan lancar. Apa lagi yang kau ragukan? Yang terpenting sekarang bagian proofreading sangat kekurangan orang.
Apalagi belakangan ini pekerjaannya sangat banyak. Jika aku pindah sekarang, hatiku bisa merasa tidak nyaman. Aku sudah mendengar sedikit tentang bagian proofreading, tetapi ini bukanlah masalah yang bisa kau tangani seorang diri. Kau harus memiliki perencanaan sendiri terhadap masa depanmu. Resa adalah cita-citamu, juga permulaanmu. Kau tidak boleh bekerja sekadarnya saja, lalu melupakan alasan kenapa
Kau mau memulai semuanya ini. Setelah membuka platform media baru, Resa akan semakin baik. Aku mengerti logikanya. Aku juga tahu apa yang paling kuinginkan. Aku merasa jika aku pindah sekarang, sungguh tidak cocok. Tunggulah hingga masalah di bagian proofreading ada kesimpulannya, barulah aku akan memutuskan untuk pindah atau bertahan. Dengan demikian hatiku bisa
Merasa lebih nyaman. Benar. Jika kau segera pindah, kau bukanlah Li Xiao. Apakah belakangan ini dia sudah menghubungimu? Setelah kau pergi, banyak sekali hal yang terjadi. Besok bagian proofreading akan melaksanakan pertandingan melawan software proofreading. Naskah buku yang akan di-proofreading adalah karya Guru Yun Zhi, Mengapa Pulang Terlalu Larut, Surat untuk Anakku. Hasil pertandingan ini
Akan langsung menentukan keeksisan bagian proofreading. Aku sangat tegang. Semangat! Kau dan bagian proofreading pasti akan menang. Ayo. Oke. Mulai. Guru Wu, sudah selesai. Baik. Kecepatannya sangat mengejutkan. 50.000 kata lebih, kita 3 orang dari bagian proofreading, tanpa makan dan minum, melewati 3 kali proses, itu pun memerlukan waktu sehari penuh. Begini saja.
Kita bagian proofreading pilih 3 orang untuk melakukan proofreading. Shi Lei, Lao Niu, dan juga… Direktur. Baiklah, Li Xiao. Kalian bertiga menjadi satu tim proofreading kecil. Besok sebelum pukul 10, harus menyelesaikan 3 tahap pemeriksaan. Pada awal tahun Gui You, aku mendapatkan seorang anak. Kuberi nama Zimo.
Aku berharap anakku bisa bersahabat dengan pena dan tinta. Surat ini berjumlah 10 pucuk. Di kemudian hari akan menjadi wasiat untuk anakku. Setiap kali aku menuliskannya, tidak ada sepucuk surat pun yang terkirim. Surat yang pertama. Zimo-ku yang tercintai, pertama-tama aku ingin meminta maaf kepadamu. Aku sungguh tidak menyangka,
Aku juga tidak pernah memikirkan apakah kau bersedia atau tidak, Aku dan ibumu telah berjuang keras untuk membawamu ke dunia ini, tetapi kau adalah buah cinta dari aku dan ibumu. Sebuah keajaiban baru yang aku ciptakan bersama dengan orang yang paling kucintai sepanjang hidup ini. Pemahaman seperti ini merupakan campuran rasa gembira dan ketakutan,
Serta kebahagiaan. Kehidupan ini ada banyak hal yang kita tidak berdaya mengerjakannya. Lahir adalah hal yang paling awal. Kematian adalah hal yang paling akhir. Kehidupanmu baru saja dimulai. Ayah mendoakanmu, semoga melalui penempaan diri yang kau lalui, kau bisa mendapatkan kehidupan yang paling memuaskan bagi dirimu sendiri. Ada orang yang bertanya kepadaku, apa yang paling
Membanggakan dari kenangan masa lalu? Pastilah jawabannya adalah ketika kau pertama kali dengan terbata-bata memanggil Ayah…Ayah…Ayah. Zimo, selang waktu dari surat pertama sudah berlalu bertahun-tahun. Dibandingkan dengan dahulu, kau sudah tumbuh tinggi besar, sudah dewasa. Yang paling penting adalah kau telah memiliki pemikiran dan sikap yang mandiri. Meskipun terkadang kau galau, tetapi berdasarkan pengamatan Ayah,
Kau hidup dengan cukup tenang dan leluasa. Tentu saja kau mulai mempedulikan pengaruh yang timbul karena perkataan dan perbuatan sendiri. Kau mulai memiliki cara berpikirmu sendiri yang unik. Ayah mengetahuinya dengan jelas. Ini adalah perwujudan dari dirimu yang memiliki sikap menjaga harga diri yang kuat. Zimo, Ayah bangga terhadap dirimu. Xiao Chen, tuangkan airnya. Baik.
Rekan-rekan, mari kita makan dulu. Bereskan dulu baru makan. Li Xiao tahap pengecekan ketiga yang ada di tanganku semuanya sudah selesai. Tahap pengecekan pertamamu masih tersisa berapa banyak? Masih kurang dua surat. Kalau begitu berikan satu surat kepadaku. Biar aku kerjakan pengecekan tahap pertama salah satu surat. Kalau sudah selesai, nanti kita saling bertukar melihatnya.
Cepat. Terima kasih, Kakak Shi. Apa kabar, Zimo. Waktu berlalu begitu cepat, kau sudah dewasa. Setelah dewasa, kau akan menghadapi segala tantangan dan cobaan yang berbeda dengan ketika masa kecil. Di dalam dunia ini, akan menghadapi nafsu keinginan yang muncul tanpa ada habisnya. Menghadapi kehilangan. Kita bisa merasa marah dan sedih.
Ketika dewasa kau akan bisa merasakan bahwa di dalam dirimu akan ada semakin banyak hal yang tidak bisa didapatkan. Semasa kecil tidak mendapatkan mainan yang kau sukai, itu adalah kesedihan di masa kecil. Kau bisa menangis. Tetapi Anakku yang tercinta, setelah dewasa, kau tidak boleh bersedih terlalu lama. Karena waktu tidak akan berhenti untuk menunggumu.
Cintailah orang yang ada di dekatmu. Jangan membenci mereka. Karena cinta dapat mendatangkan enegri yang tak terhingga besarnya. Sedangkan kebencian justru sebaliknya, kebencian bisa membuatmu hancur lebur. Ketika aku menuliskan perkataan ini, aku sudah menjadi ayah selama sekian tahun, tetapi aku merasa diriku bukanlah seorang ayah yang baik. Masa lalu selalu meninggalkan
Banyak sekali penyesalan dan keluh kesah. Di sisa hidup Ayah yang terbatas ini, aku berharap ingin menjadi seorang ayah yang lebih baik, Tentang kau dan aku, tentang waktu. Aku belum ada nomor teleponmu. Aku rasa dia bisa memberikan keberuntungan untukmu, ini menjelaskan bahwa dia memang milikmu. Aku menyukaimu. Sehingga aku ingin menjadi
Model yang paling hebat demi dirimu Tidak peduli di mana pun kau berada, aku rela menemanimu. Jadi kalau dibandingkan dengan si penulis Lei Yang, kau lebih menyukai Zhou Zimo yang merupakan seorang model. Apa kau tahu, apa yang paling kuinginkan sekarang? Aku tidak tahu. Aku juga tidak tahu kau sekarang ingin apa.
Karena aku ingin membawamu pergi ke tempat yang lebih banyak, lebih indah dan lebih romantis. Asalkan kita berdua bisa bersama, itulah tempat yang paling indah dan paling romantis. Aku rasa komunikasi dan pandangan di antara kita semakin lama semakin jauh. Sebaiknya kita berpisah saja. Baru pulang kerja? Aku tadi lembur untuk rapat. Masuklah. Barangku ketinggalan,
Kau turunlah duluan. Selamat pagi, Li Xiao. Setelah dilakukan perbandingan, hasilnya sudah keluar.