【FULL】Standing in the Time EP25【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Standing in the Time Episode 25 Selama kita selalu bersama-sama, sudah pasti indah, tempat yang paling romantis. Kondisi mama kamu sekarang kurang baik, sebaiknya kamu datang sebentar Kali ini koreksi dibanding sebelumnya jauh lebih sulit. Semuanya pakai bahasa China kuno dan julukan artistik. Walaupun koreksi menggunakan persamaan kata, ada beberapa tetap aku tidak paham!
Bagaimana ini? Koreksi kali ini begitu penting. Atasan sangat memperhatikan ini. Kamu masih mengalihkannya! Hari ini mama ku mengomel aku di depan para dokter umum. Terus tanya aku mengenai sarapan pagi. Bagaimana mama kamu bertanya? Mamaku bertanya, kenapa tidak sarapan di rumah? Tanya aku, siapa yang belikan sarapan! Aku tidak boleh bilang,
Sarapan di rumah tidak enak. Tidak boleh bilang! Kamu tau kelebihan aku di mana, tinggal langsung kasih tahu dia saja, beres kan! Tidak boleh begitu! Kalau begitu dia akan paksa aku sarapan di rumah tiap hari! Terus bagaimana aku bisa makan sarapan penuh kasih yang kamu belikan untuk ku? Kamu ini bodoh bukan? Bodoh sekali.
Kamu tinggal kasih tahu mama kamu hubungan kita berdua saja. Guru… Wen Feng… sudah malam masih datang! Ada masalah? Tidak ada. Aku datang untuk ambil sedikit berkas, setelah itu pulang, lembur! Beberapa hari ini sudah repotkan kalian! Tidak, tidak repot. Kebetulan saja, kita bisa memakai urusan ini untuk membangkitkan semangat! Benar kehabisan akal. Sekarang
Pada sibuk dengan masalah yang terlihat! Malah berguna untuk penerbit. Departemen yang tidak terlalu terbuka malah akan luka… Bagaimana aku bisa melawan dia? Semuanya kekurangan tenaga. Mereka selalu bilang ke aku, sebelah sini sudah bubar, sebelah sana ada yang diberhentikan! Siasa kalian tidak bergerak! Benar-benar sedikit bubar juga tidak. Bagaimana dengan Lao Wu?
Kamu jangan khawatir! Masalah Lao Wu, pasti akan aku selesaikan! Baguslah kalau begitu. Koreksi kali ini, mereka tidak ketinggalan untuk membantu. Rumah kita Xiao Chen kita, repotkan kamu untuk lebih perhatikannya! Anak ini tidak bekerja keras, tidak ada kemajuan. Guru, ini… Anak lelaki bukan? Dia telat dewasanya, Cepat atau lambat akan mengerti kesusahan Guru!
Apa maksudnya telat dewasa? Tidak berprestasi! Sangat mengkhawatirkan. Kamu jalan dulu saja! Boleh. Aku jalan dulu ya, Guru! Amy… Ai Xiaomin Aku tidak salah panggil kan? Tidak salah Guru Xu! Sudah pulang kerja. Boleh bicara sebentar? Pimpinan, sudah malam begini belum pulang juga? Benar anggap departemen koreksi menjadi rumah sendiri? Terlalu nyaman kalau pulang rumah,
Kurang efisien. Kekasih kamu mana? Tidak apa-apa kamu tidak temani dia? Aku tidak perlu temani dia. Dia sekarang benar-benar sibuk! Betul juga. Bagaimanapun dia adalah idola kecil! Pimpinan… Sudah malam kenapa balik lagi? Aku datang ambil sedikit berkas, untuk kerjakan di rumah. Oh iya! Jangan terlalu malam ya! Perhatikan keseimbangan kesehatan! Pimpinan,
Aku tahu departemen koreksi kita tekanannya sangat besar. Kalau mengenai Fa Lang Ce ini, aku akan lembur selesaikan! Kalau ada kerjaan lain juga boleh serahkan aku. Serius! Aku merasa Kak Liangzi benar. Koreksi Fa Lang Ce yang ketiga, boleh tidak jangan kasih orang lain! Gini… Besok pagi jam 9, jalan Moganshan M50, aku tunggu kamu.
Mau apa ke sana? Tidak perlu masuk kerja? Kamu sampai sana sudah tahu. Saat pulang jangan lupa matikan lampu ya! Jangan telat ya! Dengar-dengar, Kamu lulusan Taman kanak-kanak Shifan? Diterapkan untuk kerja di sini. Kerja di sini sudah hampir setahun bukan? Sudah hampir setahun. Bagaimana suasana kerja di sini? Lumayan bagus.
Semua yang ada di Dong Fan, seperti keluarga besar. Lumayan bagus. Kenapa ganti profesi? Tidak suka jadi guru? Suka. Menurut papa mama aku kerjaan guru tidak ada masa depan. Jadi ganti profesi. Rencana di posisi ini tahan berapa lama? Maksud aku, kamu sempat berpikir tidak masa depan dan pengembangan diri kamu?
Aku tidak pikir sebanyak itu. Menurut aku, aku di penerbitan dulu saja! Terus aku ingin ikut tes manajemen, atau apa. Kamu pacaran dengan Xiao Chen, Sudah setengah tahun ya? Suka dia apa? Apakah pertanyaan ku terlalu lurus? Guru Xu… Dalam benak ku sudah pikir berkali-kali, saat ketemu Anda aku harus bicarakan apa, aku perhatikan apa.
Aku juga ingin dengan status sebagai kekasih Xiao Chen ketemu dengan Anda. Tapi hari ini ketemu Anda, aku benar merasa grogi. Pertama kali aku suka dengan Xiao Chen, aku merasa dia ganteng, kategori yang aku suka. Aku merasa dia sangat berbeda, intinya aku suka sama dia. Kamu benar-benar grogi sekali. Mungkin aku juga terlalu tiba-tiba.
Tapi aku suka kejujuran kamu. Xiao Chen kita itu malas, tidak ada kemajuan. Jadi aku sangat penasaran sebenarnya kamu suka dia apa! Aku tanya pada mu! Xiao Chen tidak malas, dia juga bukan tidak rajin, dia hanya belum ketemu sesuatu yang dia suka saja. Kamu sangat yakin terhadap dia juga! Sebenarnya,
Aku paling mengerti anakku ini. Dia sekarang masih kurang dewasa. Kondisi dia sekarang masih belum bisa, belum bisa tanggung jawab tergafap satu hubungan. Jadi aku takut kamu akan lebih lelah dalam hubungan ini. Aku juga ingin kamu pikir baik-baik, lebih mengerti. Apa maksud Anda? Apakah Anda harap aku tidak menjalin hubungan dengan Xiao Chen?
Guru Xu, Apakah Anda merasa aku dan Xiao Chen menjalin hubungan ada maksud tertentu? Aku bisa kasih tahu Anda dengan sangat jelas. Aku tidak ada. Sebenarnya Xiao Chen sangat polos, kami pacaran, hanya biasa-biasa juga. Tidak berpikir banyak. Aku juga tidak punya niat apapun. Terima kasih atas kejujuran kamu!
Aku hanya takut kamu terluka di masa depan. Jadi, aku kasih tahu dulu kekurangan anakku ke kamu. Ba…baiklah! Aku jalan dulu. Lihat apa? Aku ganteng ya? Siapa? Siapan di sana? Lihat apa? Merasa aku ganteng? Zhou Zimo, ternyata kamu, kagetin aku saja! Bukankah kamu sedang pemotretan? Kenapa datang? Sekarang kebetulan sedang motret James,
Jadi aku langsung ke sini. Sebelumnya kamu bilang kamu pengen beli boneka, aku tidak ada waktu temani kamu. Hari ini kebetulan ada lewat satu toko, menurut aku, harusnya kamu suka. Jadi aku beli! Suka tidak? Suka. Zimo, kamu ke sini sekarang tidak apa-apa? Kalau nanti Xia Fan cari kamu, tidak ketemu, bagaimana?
Sekarang lagi potret James, kalau selanjutnya giliran kamu, apakah kamu sempat balik? Amanda kalau mau cari permasalahan kamu? Aku kangen kamu! Pelan-pelan. Makan mie, bos! Lucu tidak, dua patung ini? Ini hadiah dari Zimo. Lucu sekali bukan? Aka mau membawanya setiap hari. Tukar variasi baru. Apa yang kamu mau? Mau simpan di dalam kamar? Betul.
Kalau bangun tengah malam bukankah akan mengagetkan orang? Terus ini boneka buta, Tidak memiliki mata. Apa yang terjadi? Lesu sekali! Parah! Yuk…yuk…yuk… Kami naik ke atas! Sudah sebesar ini, berikan tanganmu, sini! Hati-hati! Itu…itu tangan sini aku pegang! Pelan-pelan. Tunggu sebentar. Kenapa? Kamu yang beli bukan? Besar sekali beruangnya. Tidak murah ya! Kenapa mau beli?
Permintaan maaf bukan? Melakukan kesalahan fatal, benar tidak? Beberapa hari lalu Xiaoxiao datang. Ekspresinya tidak terlalu baik! Aku tanya hampir setengah hari, dia juga tidak mau cerita! Anak muda, tidak jauh dari hubungan asmara. Jangan berisik! Aku melihat majalah Resa minggu lalu. Foto apa? Bersama model perempuan pegang-pegang pinggang dan pundak. Pandangan penuh godaan.
Apa maksud kamu? Keponakan besar, aku kasih tau kamu. Keponakan besar, bukan sebutan untuk kamu! Keponakan besar, Itu kerjaannya kamu mengerti tidak? Kamu kenapa hari ini? Bibi ke delapan, kamu… Kamu sedang pacaran bukan? Pacaran sampai kepala pusing. Aku sudah lihat foto itu! Terus bertanya kepada Guru Qin. Guru Qin kasih tahu aku,
Anak muda ini dua bulan ini penuh dengan jalinan asmara. Bibi ke delapan tadinya tidak mau kasih tahu kamu. Karena kamu memaksa. Tadinya aku tidak bermaksud memberi kamu ajaran. Kamu harus ingat, 3 hal. Pertama, jual baik-baik mie kamu. Kedua, jangan sembarangan urus urusan ku, terutama mengenai asmara! Ketiga, Saran ya? Merasa lebih tua,
Bisa benar-benar jadi tua! Selamat tinggal! Yuk…jangan hiraukan dia! Keponakan besar, Ingatlah selalu! Ingatlah selalu! Hati-hati! Bibi ke delapan…bibi ke delapan…bibi ke delapan… jangan biarkan beruang besar itu menutupi kamu. Apapun tidak kelihatan. Sini…hati-hati ya! Letakkan di mana ini? Sini saja! Baik. Letakkan dia dengan posisi yang lebih nyaman. Zimo Kenapa kamu kepikiran belikan aku
Yang besar begini? Karena dia di dalam toko paling menonjol. Saat itu dia seperti ini, dengan pandangan yang sangat manja. Kalau aku, memandang balik dengan cara yang sama, memandang lama sekali. Xiaoxiao, aku juga ingin dalam dunia model menjadi yang menonjol itu! Juga ingin menjadi sebesar dia, bisa menjaga kamu. Jadi, aku akan berusaha secepatnya
Menjadi yang menonjol itu. Yang paling besar. Aku berjanji. Zimo, kamu pasti akan makin bagus. Tapi semua ini karena kamu! Xiaoxiao, Mau tidak masak mie buat kalian? Tidak perlu. Aku sebentar lagi sudah mau jalan! Aku antar kamu pulang. Xiaoxiao, tunggu sebentar! Saat aku tidak ada, Kamu harus bantu aku jaga Xiaoxiao baik-baik! Kekanak-kanakan.
Kamu yang kekanak-kanakan! Zimo, Apa aku temani kamu pergi sama-sama. Sudah malam, kamu besok masih ada kerjaan. Tapi aku ingin… Jangan khawatir! Sampai rumah nanti aku Wechat. Pulanglah! Bye-bye! Aku jalan ya! Setelah pemotretan, pulang lebih awal dan istirahat ya. Terima kasih. Bagus sekali busananya. Lebih bagus dibanding bukunya. Keren sekali! Keren ya? Keren.
Pasti kamu tidak sangka, Serangga Tanpa Kaki yang dulu terhambat oleh kamu muncul lagi saat ini. Merasa lebih mengerti dengan kesedihan kamu dulu. Sempat bersimpati yang mendalam dan berbelasungkawa. Sama-sama. Aku lihat dia sudah semakin mirip seseorang. Siapa? Zeng Jun. Zeng Jun yang dulu. Masa depan anak muda ini memberi kesan pada ku,
Belum tentu bisa memiliki kesadaran dan keberanian seperti Zeng Jun. Lebarkanlah mata hati! Berikan satu kalimat buat kamu. Apakah takut luka? Kamu jangan sembarangan menilai kehidupan orang lain. Itu pola hidupnya, Terbina. Bahas topik utama. Judul buku barunya Zimo apakah sudah ada? Pimpinan redaksi sedang tanya ke aku! Kenapa bisa pimpinan redaksi kalian mulai peduli?
Pimpinan redaksi kita pedulinya posisi Zimo. Yaitu model penulis! Aku juga lebih gampang promosikan. Kerjasama? Sejak kapan literatur kami mulai kerjasama dengan bagian fashion kalian? Sedikit menghina, pasaran jelek. Cukup! Menyindir satu kata sudah cukup! Masih mengikuti panjatan lebih tinggi. Bahas topik utama, sudah keluar belum? Kamu lihat tampangnya,
Apakah kelihatan seperti bisa menulis buku baru? Pulangnya makin malam. Jadwal dari kamu penuh setiap hari. Mana ada waktu buat dia ciptakan buku baru? Betul juga! Kegiatan produk dia belakangan ini semakin banyak. Kadang sehari ada beberapa. Kalau dia terus seperti ini, bisa jadi Serangga Tanpa Kaki juga tidak terselesaikan. Kamu percaya tidak?
Aku tanya pada kamu! Dia sekarang sangat kerjasama dengan kerjaan ku, lebih agresif dibanding sebelumnya! Aku malah sedikit tidak terbiasa. Apakah ini sesuatu yang baik? Baik dong! Baik apanya? Setidaknya kita bisa karena dia jadi sering seperti sekarang ini, kerja sama-sama. Tidak benar! Aku lagi bahas kerjaan sama kamu! Tidak benar bagaimana?
Sebenarnya aku juga merasa anak muda ini apakah benar mau ganti profesi! Sebenarnya dibahas dari sisi tertentu, dia hanya sebagai model juga ada baiknya! Cukup, tanda tangan sudah lumayan terselesaikan. Aku kabur dulu. Bilang pergi langsung pergi? Mata tidak melihat, hatipun tidak emosi. Berikutnya sudah serahkan ke kamu, aku coba pantau lagi lihat apakah ada
Penulis baru. Berharap bisa punya keberanian seperti kamu, hanya potret di jalanan sudah bisa mendapat kedudukan tinggi. Pimpinan, Sudah datang. Kenapa kamu ajak aku ketemu di tempat jauh begini? Sini. Pegang ini. Untuk aku? Pikir apa kamu? Belum sadar dari tidur ya? Ini bukan untuk kamu. Sini, bantu angkat. Berat sekali, barang apa ya?
Ini contoh koreksi Fa Lang Ce Fa Lang Ce? Dokumennya bukannya ada di ruangan kita? Kalau ingin lihat barang asli tinggal ke museum saja. Kenapa datang ke sini? Kenapa banyak sekali omongan kamu? Tutup mulut kamu. Jalan. Mulai sekarang kamu kerja di sini ya! Bagian penerbitan sana. Aku akan bantu kamu ajukan cuti,
Jadi kamu tidak perlu khawatir! Kenapa? Ini tempat apa? Toko barang antik. Pelan-pelan. Taruh di sini. Halo… Dia tidak dengar. Iya juga! Ada yang tidak sesuai? Kamu bicara normal. Kenapa? Setelah sakit. Dialah Wu Weimin. Li Xiao, ini sudah pernah ceritakan ke Anda. Ke depannya kamu belajar sama dia. Aku? Aku sudah sampaikan ke dia.
Kamu jadi asisten dia. Kenapa aku tidak melihat orangnya? Orang cacat, harga diri lebih kuat. Pergatikan baik-baik! Dia minta kamu bantu apa saja, kamu harus siap bantu. Belajar dengan baik! Ini bibit yang baik, bawa dia untuk belajar dengan Anda. Ingat! Rahasiakan perihal ini. Pimpinan, aku… Pimpinan… Pimpinan…pimpinan… Pimpinan…pimpinan…tunggu sebentar. Ada apa?
Dia satu-satunya orang yang bisa menetralkan kesalahan dalam Fa Lang Ce. Serahkan pada kamu! Semangat! Semangat! Guru Wu… Kalau sudah jelas, baca. Untung selesai tepat waktu! Di sana sempat tidak? Acara makan malam dis ana baru selesai. Berangkat sekarang harusnya pas! Baguslah kalau begitu! Zimo… Bagaimana persiapan buku barunya? Bukannya ini seharusnya Wu Yu yang
Perlu perhatikan? Mana orangnya? Dia ada urusan, sudah pulang dulu. Dia kasih tahu aku, penerbit sudah mulai minta judul buku kamu. Mau mengandalkan popularitas sekarang terbitkan buku baru. Aku akan usahakan! Kondisi kamu sekarang Masih bisa menulis? Apa maksud kamu? Tidak apa, Cuma khawatir saja! Jangan khawatir, aku baik-baik saja! Istirahat sebentar, boleh tidak?
Pulang kerja, Lihat di rumah. Ini…pulang? Guru Wu terlalu tertekan! Zimo, kamu masih sibuk ya? Kamu belum tahu bagaimana aku lewati hari ini! Pertama kali aku merasa bisa bicara bisa berbincang merupakan hal yang sangat bahagia. Kamu tidak bisa bayangkan bagaimana cara aku ke sini hari ini! Xiaoxiao… Xiaoxiao… Kenapa belum turun untuk makan?
Kenapa dalam sekai maksudnya! Apakah kamu lelah karena kerjaan? Tidak lelah. Hari ini sudah tersia-siakan. Pokoknya intinya sia-sia. Aku masak daging panggang merah saus telur, lantai atas juga kecium, wangi tidak? Cepat turun sini makan! Cepat! Halo semuanya, aku pulang. Pimpinan, aku pulang dari cuti Ada apa? Kalau bukan kata-kata kamu berlebihan. Kalau tidak,
Berarti si Lao Wu terlalu sombong. Kecilkan suara kamu. Kenapa harus kecilkan? Pimpinan, kamu tahu tidak? Kemarin aku duduk di sana hanya baca buku. Satu kata pun tidak terkoreksi. Menurut aku itu adalah mensia-siakan waktu. Menurut kamu ini sia-siakan waktu? Kamu tahu tidak dia siapa? Wu Weimin lho! Aku tidak peduli dia siapa!
Dia itu seperti pesuruh saja. Aku kasih tahu kamu ya. Aku atur begini, ada alasan aku sendiri. Kamu tahu tidak? Bukan, pimpinan… Begitu banyak pengetahuan profesional, dia menghabiskan waktu sepanjang hidup untuk pelajari. Aku duduk di sana baca buku berhari-hari sudah bisa mengerti. Itu karena kamu tidak menhayatinya. Aku sudah menghayati.
Tapi waktu mepet, tanggung jawab berat. Kamu lihat di luar sana, semua pada sibuk samapi begitu. Aku tiap hari duduk di situ di tahan sama dia. Cukup…cukup…cukup…kamu jangan bicara lagi. Cepat pergi! Cepat pergi! Pimpinan, Aku jujur dengan kamu saja! Aku sangat tersiksa, Serius! Duduk di toko antiknya dia, Tidak ada satupun yang bisa aku
Ajak bertukar pikiran. Aku bisa gila. Aku minta tolong, bolehkah izinkan aku pulang ke sini? Aku janji akan rajin kerja. Aku tidak akan kecewakan harapan kamu terhadap aku! Serius! Aku lanjut kerja dulu ya. Kamu balik sini. Aku kasih tahu ya, jam segini Lao Wu sedang bekerja. Kamu cepat ke sana. Aku tidak mau.
Kamu pemimpin atau aku pemimpin? Kamu pemimpin. Tapi aku juga punya target tugas. Kalau begitu, aku tidak bisa tiap hari bersantai di sana juga Lao Wu itu tidak bisa mendengar, dia tidak bisa bicara. Itu karena dia sudah terbiasa. Tapi aku tidak terbiasa! Kamu membantah! Li Xiao, aku kasih tahu ya!
Lao Wu memang ada cacat, makanya harus lebih hormati dia. Kamu tahu tidak, Aku atur kamu ke sana Karena aku yakin sama kamu. Kamu bukan hanya harus belajar, melainkan harus lebih giat belajar. Pergi. Pergi. Pergi. Wu Tuup telinga dan buka mata. Matikan telepon genggam, baca buku. Kutipan, kasih tanda. Lihat-lihat ke departemen koreksi.
Cacat, tidak ada orang! Anda sangat hebat, bantu sedikit, gembira. Aku masih berguna. Hai, Zimo… Hai, Xiaoxiao… Aku kirim beberapa Wechat ke kamu. Semua tidak dibalas. Lagi tidak bisa bicara? Hari ini aku sibuk seharian. Tidak sempat lihat telepon genggam. Sibuk apa saja? Pameran buku Nan Fang punya koreksi. Pimpinan Lu kenalkan aku seorang legendaris.
Dia dulu editor dari Dong Fang Gu Ji. Jadi, Xiaoxiao, kamu dengarkan aku dulu. Boleh. Tempat aku sini ada pesta fashion, ada 2 undangan. Aku ingin ajak kamu pergi bersama.