【FULL】Standing in the Time EP22【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Standing in the Time Episode 22 Aku lebih peduli dengan perasaan kita berdua dibandingkan masalah publikasi buku ini. Apakah kalian sudah menemukannya? Coba kamu katakan terlebih dahulu. Berani bertemu atau tidak? Kamu lebih menyukai Li Xiao yang menjadi seorang proofreading atau Li Xiao yang menjadi seorang fashion editor?

Apapun aku suka, yang penting orangnya adalah kamu. Penjualan bukumu sangat bergantung kepada penampilanmu, apakah kamu tahu itu atau tidak? Itu adalah tanggungjawab kalian sebagai seorang editor, kenapa promosi bukuku tidak berjalan dengan baik. Kerabat kalian Zhou Zimo saat ini sangat terkenal, apakah kamu tahu itu? Benar ya, memang lagi terkenal.

Xiao Chen, siapa yang sudah membuatmu marah seperti ini? Kerabat kalian Zhou Zimo! Zhou Zimo? Seharian ini dia mengikuti rapat sales, kenapa bisa membuatmu marah? Kemarin aku pergi berbelanja bersama Ai Xiaomin, Ai Xiaomin ini, setelah melihat posternya Zhou Zimo di jalan, lansung menjadi seperti orang bodoh, ketika aku sedang berbelanja baju,

Dia menarik dan memaksaku membeli baju yang sama dengan miliknya Zhou Zimo, ini masih belum apa-apa, setelah aku keluar dari ruang ganti, semua komentar tidak suka dikeluarkan, dia komentar kalau aku tidak seganteng Zhou Zimo, komentar kalau aku tidak setinggi Zhou Zimo, temperamenku tidak sebagus Zhou Zimo, bilang aku menghina idolanya.

Apakah kamu bilang kalau sekarang Amy sudah menjadi penggemarnya Zhou Zimo? Ai Xiaomin ini, sebelum Zhou Zimo terkenal seperti sekarang, dia juga tidak begitu bersemangat, sekarang setelah idolanya menjadi terkenal, kenapa dia bisa menjadi begitu bersemangat? Lipstik, betul lipstiknya, dia beli yang sama persis, dia bilang kalau Zhou Zimo paling menyukai lipstik ini,

Lalu dia dan adik-adiknya, satu orang membeli satu, lalu dia bersama temannya juga menjadi relawannya Zhou Zimo, mainan macam apa itu. Sudahlah, sudah, sudah, saatnya bersenang-senang sudah habis, bukan, maksudku Xiao Chen, apakah pekerjaanmu sudah selesai? Li Xiao, bagaimana tentang proses pemeriksaan keduanya “Cinta”? Walaupun Situ Jiayi tidak bersedia untuk maju, bukunya tetap harus dipublikasikan.

Pimpinan, aku tidak ingin menyerah, aku masih ingin berjuang sekali lagi. Kamu sudah berusaha sekuat tenaga, tapi kalau orang yang bersangkutan tidak ingin diperiksa, kita juga tidak bisa berbuat apa-apa. Apa yang sedang kamu lakukan? Mengirim kartu ucapan, menarik perhatiannya sebentar, aku ingin Situ Jiayi maju ke depan dengan gagah berani,

Melihat dari buku hasil penulisan dia begitu disambut orang-orang, setidaknya dia harus bertanggungjawab untuk mendukung pembacanya. Pernahkah kamu berpikir kalau ini bisa menyebabkan satu tekanan untuk dia? Seorang penulis itu tidak hanya bertanggungjawab terhadap diri mereka sendiri, tapi juga harus bertanggungjawab terhadap pembacanya, aku mendukungmu. Baiklah, masalah ini biar kamu yang atasi saja,

Cepat atau lambat hatinya pasti akan luluh oleh kamu. Bukannya kamu juga sedang melindungi dia? Selain itu, aku juga nggk merasa dia ada berbuat salah, kegiatan pemeriksaan ini bukan semata-mata kesalahan dari orang yang memeriksanya. Pimpinan, aku ingin bertemu dengan Situ Jiayi sekali lagi, kalau kali ini masih gagal, aku akan menyerah,

Dan menyelesaikan pemeriksaan kedua dengan baik. Terima kasih Pimpinan! Pimpinan Lu, kita melihat saja, sebelum kamu pensiun, kamu sudah tidak bisa dinilai berdasarkan gelarmu itu. Benarkah, lembar yang satu cukup bagus, pakaian yang satu ini terlihat cocok. Li Xiao, mau keluar ya. Coba kamu liat, yang ini bagus. Amy! Warna lipstikmu terlihat bagus.

Apa lagi yang kamu inginkan? Ke mana bos kalian? Kak Jiayi tidak ingin menemuimu. Aku harus menemuinya sekarang. Lihatlah sekeliling toko ini, setiap orang memegang buku kota bercahaya, kak Jiayi tidak bisa keluar ruangan lagi. Kamu tidak boleh masuk ke sana! Kamu tidak boleh masuk ke sana! Nona Situ! Kamu tidak boleh masuk ke sana!

Nona Situ! Kak Jiayi, dia memaksa untuk… Tidak apa-apa, tutup pintunya. Nona Situ, benar-benar mohon maaf, aku terpaksa mengunggah ke forum internet karena tidak dapat menemukan cara lain yang lebih baik, semoga kamu bisa memaafkanku. Kalau kamu ke sini untuk minta maaf, aku terima permintaan maafmu, tapi kalau kamu ingin agar aku memajukan diri,

Aku sudah menyatakan sikapku dari awal. Nona Situ, aku percaya kamu sudah melihat bahwa 95% dari orang-orang yang ada di sana juga mendukungmu untuk maju dan mengeluarkan suara, seperti ketika tadi aku masuk pintu, rekan kerjaku berkata kalau unggahan itu sudah masuk dalam jajaran halaman populer, berarti apa artinya itu?

Lalu di dalam ruangan minum tehmu, setiap orang memegang satu buku kota bercahaya, itu artinya apa? Itu berarti mereka sedang mendukungmu, mereka mendukungmu secara diam-diam, hal ini tidak ada kaitannya dengan aku, juga tidak ada kaitannya dengan kantor penerbit kami, tapi ini berhubungan dengan para pembaca yang sudah membaca buku kota bercahaya ini,

Mereka orang yang tidak bersalah, coba kamu berpikir, kenapa mereka bisa menerima sebuah hasil karya yang mampu menyentuh perasaan mereka? Sekarang nama buku diganti, nama penulis juga diganti. Sekarang bisa muncul karya-karya tiruan seperti ini, itu karena sikap kamu yang menyerah. Mereka tidak tahu tentang hubunganmu dengan Cheng Anye, tapi karena perasaanmu itu,

Kamu sudah melukai hati mereka. Itu adalah kata terakhir yang ingin aku katakan, maaf sudah mengganggu. Nona Li, apakah kamu ingin mendengar kisah dari buku ini? Tujuh tahun yang lalu, aku baru tiba di Paris, sinar matahari di sore hari itu terlihat bagus, aku duduk di teras depannya cafe Shuang Long,

Pertama kali melihat Cheng Anye, dia duduk di bawah sinar matahari, menggunakan sebuah pena, lalu menulis dan menggambar di atas sebuah buku, akhirnya aku minta sebatang rokok ke dia, setelah itu kita sudah bersama, aku berkata jujur, saat itu kita berdua sedang mengalami kesulitan keuangan, tapi mungkin karena kita masih muda,

Dan juga karena atmosfer udara yang ada di sana, sinar matahari, aroma, benar-benar membuat kita gampang terinspirasi dan jatuh cinta. Aku dan An ye, kita berdua tinggal di atas loteng sebuah rumah tua di distrik enam, di atas loteng sebuah rumah berukuran 12 meter persegi yang begitu hangat, tiap hari kita mengunyah

Sebuah roti yang harganya 0.8 Euro, menghisap sebatang rokok merek unta yang sulit sekali dihisap, menyaksikan beberapa pertunjukan dan pameran yang gratis, secara perlahan-lahan merasakan di dalam hati terdapat banyak sekali perkataan yang mau diutarakan, lalu setelah mendapatkan inspirasi, kita mulai menulis sedikit, mendapatkan inspirasi lagi, lalu menulis lagi,

Akhirnya sampai menerbitkan buku kota bercahaya ini. Satu-satunya cahaya di atas loteng hanya aku dan kotanya dia. Lalu kemudian kita berpisah, seperti itu kisahnya, jadi tidak ada yang dinamakan kamu atau aku, tapi ini adalah kenangan kita bersama. Jadi, buku kota bercahaya ini merupakan hasil karya kalian berdua.

Akhirnya dia mulai membuat plagiat dari buku ini, dia meniru buku pertama, tidak ada yang mau, dia berpikir itu karena tiruan dia kurang bagus, lalu dia mulai meniru buku kedua, buku ketiga, dia berbohong lewat tulisan dia, menggunakan tulisan hasil tiruan dia dan memasukkannya dalam buku, membangun sebuah kisah

Yang sama sekali tidak memiliki emosi perasaan di dalamnya, aku bisa melihat penderitaan dia ketika meniru buku tersebut, aku bisa melihat penderitaan dia ketika ditolak, sekali demi sekali, mengulang dan mengulangnya lagi, kita berdua pernah bertengkar karena hal ini, bertengkar dengan sangat hebat, juga berulang-ulang kali, akhirnya aku sudah tidak tahan,

Aku mengalah dan pergi dari sana, aku pergi tanpa pamit. Aku pernah membujuknya, aku bilang, kenapa kita tidak mencoba menerbitkan buku kota bercahaya ini? Tapi dia tidak mau, dia bilang mau menunggu buku ini menjadi terkenal, baru akan menerbitkannya, dengan begitu baru tidak bisa mengkhianati buku kota bercahaya ini. Sampai hari ini, menurutmu

Apakah ini sudah termasuk dikhianati atau bukan? Mari, Zimo, lebih dekat lagi. Sungguh terlihat bagus. Li Xiao! Mari ini, kita foto bersama. Aku… Aku karena ingin membantu saudari perempuanku, jadi minta tanda tangannya Zhou Zimo, Apakah ini dekat teras air yang di bulan pertama? Aku tidak bisa ke konferensi penandatanganan. Li Xiao,

Kamu jangan salah faham, biar kujelaskan, aku sedang membantu saudari-saudariku, mendirikan klub penggemar Zimo, untuk memenangkan popularitas dia, tidak mudah bagi teman dekat kita untuk menjadi seorang artis. Zimo! Jangan kerjakan lagi, jangan kerjakan lagi, cepat kejar dia ya. Orang ini… Aku tidak tahu. Li Xiao, kenapa kembali lagi? Kak Shi Tou. Melihat ekspresimu,

Sepertinya ditolak oleh Situ Jiayi lagi, benarkah? Sepertinya memang sesuai dengan yang kita bayangkan, unggahanmu ke forum itu, terlalu ceroboh, tidak peduli Situ Jiayi atau Cheng Anye, keduanya akan merasa tersakiti dan mengalami kesulitan. Apa yang sedang kamu pikirkan? Tidak ada apa. Ada apa? Malam ini lembur ya?

Wu Yu sudah mendesak, besok sudah harus serahkan naskah. Kak Shi Tou, menurutmu jka kesenjangan antara dua orang terlalu besar, apakah tidak mungkin bisa muncul perasaan cinta? Bahkan kalau mereka berdua saling jatuh cinta. Ketika Cheng Anye mulai terkenal, dia ingin putus dengan Situ Jiayi, sekarang Zimo juga mulai terkenal, aku takut kita akan mengulangi

Kesalahan yang sama seperti mereka. Hubungan asmara setiap orang itu berbeda, alasan untuk berpisah juga berbeda, jangan terlalu membebani diri sendiri. Tapi aku benar-benar khawatir kalau dia bisa berubah. Di dalam dunia ini yang tidak bisa berubah adalah perubahan itu sendiri, kalau dia berubah, tapi kamu juga bisa berubah, tapi sekarang ini kamu

Berubah menjadi minder, karena itu, daripada kamu mengasihani dirimu sendiri, lebih baik kamu memperkaya dirimu sendiri, seorang wanita kalau sudah mandiri, baru akan bisa mempunyai inisiatif, ingat itu. Mohon maaf, mohon maaf. Aku ingin bertanya, apakah kamu tahu di sekitar sini ada tempat untuk menetap? Lupakan saja, maaf mengganggu. Apakah maksudmu hotel atau yang lainnya?

Bukan, aku tidak membawa banyak uang, hotel… Aku tahu satu tempat, aku akan membawamu ke sana. Benarkah? Kamu belum makan malam ya, ini baru diseduh. Baik, terima kasih. Apakah kamu seorang penyanyi? Benar ya, kalau kamu? Aku, aku seorang model. Model. Kenapa bisa kepikiran datang ke Shanghai? Aku merasa di Shanghai terdapat banyak kesempatan,

Sekarang terdapat banyak sekali bar, lalu tempat untuk bernyanyi juga ada, aku percaya suatu saat nanti akan ada seorang pemusik yang melirik lagu yang aku tulis ini. Tapi, tekanan hidup di Shanghai juga sangat besar. Tidak apa-apa, sedikit lelah juga tidak masalah, aku percaya kalau aku terus bertahan, aku pasti akan berhasil.

Cepatlah dimakan, seharusnya sudah panas. Baik. Sudah kembali ya, barang-barang kiriman untukmu sudah hampir segunung, untung ada petugas keamanan yang membantuku bawa ke atas. Ini semua untukku? Benar ya, para penggemarmu yang mengirimnya ke sini, di sana juga ada beberapa surat dan kartu ucapan, ditulis untuk Lei Yang. Untuk Lei Yang? Benar. Kuberitahu ya,

Mengintip surat orang itu sesuatu yang ilegal. Menurutmu aneh atau tidak, surat yang ditujukan ke Lei Yang, semuanya bertanya tentang masalah kamu menjadi seorang model, yang ditujukan ke Zhou Zimo, semua bertanya tentang buku apa yang akan kamu tulis selanjutnya, coba kamu berpikir, sebenarnya kamu ini Zhou Zimo atau Lei Yang? Apakah masih ada?

Aku juga ingin makan. Menjadi seorang model, tidak boleh makan makanan seperti ini. Dulu ketika berada di toko serba ada, aku selalu makan ini, jadi agak sedikit serakah. Menurutmu, kalau kamu disuruh makan lobak dan acar, mana yang akan kamu pilih dulu? Sebenarnya makan keduanya juga bisa, tapi setelah kamu bertanya seperti itu,

Aku merasa makan yang manapun akan salah, apa sebenarnya maksudmu? Kalau begitu aku akan mengganti dengan pertanyaan lain, misalnya, pada awalnya kamu suka makan lobak, tapi di suatu hari, kamu tidak sengaja makan acar dan menemukan kalau rasanya acar juga tidak terlalu buruk, di saat seperti itu, baik lobak ataupun acar,

Keduanya sudah berada di depanmu, yang mana yang akan kamu pilih? Aku akan memilih lobak. Kenapa? Karena tadi kamu sudah bilang, kalau dari awal yang aku suka adalah lobak, biar kuberitahu, selera seseorang itu sangat sulit diubah. Baiklah, jangan bahas acar lobak lagi, acar punya rasanya tersendiri, lobak juga punya rasainya tersendiri,

Tidak peduli mana yang kamu suka, yang penting makannya jangan dicampur. Xiaoxiao sudah kembali. Apa yang sedang kamu lakukan? Aku sedang memindahkan poster ini, biar lebih menempel, lebih menempel, di sini bagus, terlihat jelas, begini, coba kamu lihat, Zimo sekarang begitu terkenal, memiliki begitu banyak penggemar, dia janji untuk membuat sebuah blog kecil tentangku,

Setelah ini tempat kita akan menjadi toko online, bisnis juga akan menjadi lebih baik. Jangan menempel lagi. Apakah kamu dan Zimo sedang bertengkar? Menurutmu apakah dua orang dapat saling menghargai ketika mereka berdua sedang mengalami kesulitan bersama? Apakah kamu masih ingat tentang masalah plagiat yang pernah aku ceritakan? Masih ingat.

Sebenarnya dulu Cheng Anye dan Situ Jiayi merupakan sepasang kekasih, kota bercahaya adalah hasil karya mereka bersama, juga merupakan kisah kesaksian dari cinta mereka, tapi ketika Cheng Anye sudah mulai terkenal, hubungannya dengan Situ Jiayi menjadi semakin menjauh, sekarang Zimo menjadi begitu hebat, aku merasa jarak antara kita berdua juga semakin menjauh,

Ketika aku memikirkan dia, aku akan merasa bingung sendiri. Xiaoxiao, kamu juga sangat hebat, menurutku kamu hanya terlalu khawatir, jangan terlalu kebanyakan berpikir dan merenungkan diri, kalau pikiranmu sedang buntu, kamu bisa ajak Zimo berbicara ya. Tapi sekarang setiap bertemu dia, aku tidak tahu apa yang harus aku bicarakan ke dia. Menurutku kamu hanya

Belum bisa menerima kenyataan kalau dia sudah menjadi orang terkenal. Tidak peduli apa yang kamu katakan, carilah dia dan ajak bicara dari muka ke muka. Aku lapar, apakah ada sesuatu yang bisa dimakan? Ada, wonton yang baru saja selesai dibungkus, aku menyiapkannya dulu, 10 atau 25? 30. Baik. Sinar bintang dim alam hari,

Terang seperti mata mu. Aku di keramaian, membelakangi arahnya. Tiba lagi malam tanpa lelap. Berpikir wajahmu yang tersenyum. Tersembunyi dalam dinding hatiku. Cinta jatuh dari langit, menuju jalan mencari mimpi. Ada kamu berjalan disamping ku. Pandangan yang sudah dipastikan. Tidak akan panik. Ada kegilaan, ada badai angin. Baru sadar cinta itu seberapa mendidihnya.

Menjaga cahaya waktu bersama. Hati kita terbang Kuserahkan tanganku kepada mu. Biarlah waktu menjadi saksi. masa waktu tidak meninggalkan penyesalan. Jangan kecewakan perjanjian kita terhadap masa. Pimpinan. Li Xiao, apakah pemeriksaan kedua sudah selesai? Ada apa? Bekerja semalaman? Pimpinan, aku masih belum bisa menerima, Situ Jiayi begitu kasihan, perbuatannya Cheng Anye

Itu jelas-jelas tidak menghargai masa lalu mereka. Kamu sudah berusaha sekuat tenaga, yang penting adalah prosesnya, tidak semua hal akan memiliki akhir yang indah. Apakah aku ada salah bicara? Ini, walaupun akhirnya tidak begitu bagus, tapi setidaknya ini akan menjadi sebuah pengalaman, benar tidak? Jangan bicara kalau kamu tidak bisa memakai kata-kata yang tepat.

Bukan, apakah aku salah bicara lagi? Liang Zi, coba kasih komentar. Benar, benar, benar, yang dikatakan pimpinan itu tidak salah. Apakah kamu sudah mengantarkan pemeriksaan ketiga itu? Sekarang juga aku pergi mengantarnya. Kenapa kamu bisa datang, ada apa mencariku? Anggota tim proofreading kamu itu bernama Li Xiao bukan? Benar, kenapa? Aku ingin menemuinya.

Apakah kamu yang mengirim unggahan ini? Aku yang mengirimnya. Apakah kamu tidak merasa kalau sudah melewati batas? Masalah ini seharusnya bukan menjadi perhatian khusus bagi seorang proofreading? Kamu begitu saja mendorong dia sampai puncak permasalahan, ini akan berdampak buruk terhadap kehidupan dia, apakah kamu sudah memikirkan akibatnya? Apakah kamu sedang mengkhawatirkan dia?

Kelihatannya kamu lebih mengkhawatirkan buku barumu. Kamu jangan khawatir, Situ Jiayi tidak akan menuntut kamu, karena bagi dia masa-masa bersama di Perancis lebih berarti dibandingkan dengan masalah plagiarisme itu sendiri. Apa yang kamu katakan? Aku pernah mendengarkan sebuah kisah, ada sepasang anak muda, berada di negara orang lain, kisah cinta yang sederhana tapi mendalam.

Tidak peduli apakah itu kesempurnaan cinta ataupun kota bercahaya, keduanya juga merupakan kesaksian cinta mereka, setiap kata berisikan tentang sebuah perasaan yang paling tulus. Apakah teringat akrab? Kalau begitu, apakah kamu masih ingat tentang roti yang seharga 0.8 Euro? Loteng rumah yang berukuran 12 meter persegi, lalu cahaya langit di atas atap rumah,

Ini hanya berkaitan dengan kamu dan kotanya. Apakah kamu masih mengingat semua ini? Atau apakah kamu merasa kalau kamu sudah memenuhi syarat untuk menerbitkan buku kota bercahaya ini? Benar, sekarang kamu sudah menjadi terkenal, tapi kamu mengubah namanya, menurutmu apakah kamu berhak untuk melakukan itu? Perbuatanmu ini,

Apakah kamu tidak merasa bersalah terhadap masa-masa yang sudah lewat itu? Aku menebak, dia pasti akan pergi mencari Situ Jiayi lagi. Li Xiao, mengenai masalah emosi dan perasaan, kalau timbul ketidaknyamanan, harus dijelaskan lansung dari muka ke muka, seperti yang pernah kamu katakan, Situ Jiayi ketika pergi meninggalkannya, satu katapun tidak diucapkan,

Itu adalah hal yang tidak benar, hubungan di antara dua orang, kalau ada sesuatu yang tidak nyaman, salah paham, pertentangan, semuanya harus diperjelas melalui tatap muka lansung, benarkah menurutmu? Wortel, aku paling benci makan wortel, kamu malah berhasil belajar membuat kue tart wortel ini, aku berpikir hanya bisa memakannya dalam mimpiku di sisa hidupku.

Sekarang menjadi favorit dalam toko ini, penjualannya juga sangat bagus. Kapan kamu meninggalkan loteng rumah itu? Bukankah kamu sudah menemukan rumah penerbit untuk buku barumu di saat itu? Yaitu buku salinan tentang Yunzhi itu. Hari kedua setelah kamu pergi, aku juga lansung pergi. Aku sudah menemukan rumah penerbit, mereka setuju untuk bantu menerbitkan,

Aku merasa sangat gembira, buru-buru pulang untuk memberitahumu, dan akhirnya pemilik rumah itu mengatakan kalau kamu sudah pindah keluar, aku mencarimu ke mana-mana, aku menghubungi semua temanmu yang ada di Paris, teman dari China, teman dari Francis, dan tidak bisa menemukan, lalu aku kembali ke rumah kecil itu, setiap sudut terdengar hembusan nafasmu, aku,

Segera meninggalkan rumah itu, aku membayar biaya sewa rumah dan kembali ke China. Membayar biaya sewa rumah? Saat itu kamu sedang menulis buku, dari mana mendapatkan uang? Aku, aku sudah menyerahkan seluruh gajiku, aku sudah membayarkan biaya sewa rumah selama 6 bulan untuk kamu. Berarti kita dua kali membayar biaya sewa rumah itu. Ya Tuhan,

Kenapa dia harus berbuat seperti itu? Benar-benar Apakah kamu masih ingat betapa galaknya dia terhadap kita? Tentu saja masih ingat. Tuan, yang ini tidak boleh, Nona, yang itu tidak boleh, kita adalah orang Francis yang berpendidikan, tidak seperti orang China seperti kalian, kalian bukan berada di China. Ada beberapa orang Francis memang seperti itu,

Kamu sudah tahu tentang itu. Singkatnya, setelah kamu pindah keluar, kemana kamu pergi? Aku, aku kembali ke China. Tidak mungkin, aku pernah mencari ke rumahmu, tapi kamu tidak di sana, ibumu bilang kalau kamu belum pernah pulang. Sebenarnya aku ada di lantai dua, kamu juga belum pernah masuk ke sana, benarkah begitu? Ya Tuhan, Benar-benar.

Kamu, kamu bilang buku salinanmu yang tentang Yunzhi sudah mendapatkan rumah penerbit, kenapa tidak pernah diterbitkan? Aku menariknya kembali, sewaktu kita berdua masih bersama, demi masalah meniru atau tidak meniru ini, kita sering bertengkar dan tidak ada habisnya. Tiba-tiba kamu pergi, akhirnya aku mengerti, lansung mengerti di saat itu juga. Sebenarnya

Aku selalu ingin bertanya padamu, kamu, kenapa sekarang, kenapa menerbitkan buku kota bercahaya ini? Apakah benar mau memenuhi janjimu? Demi menemukanmu, aku sengaja mengganti nama buku, sengaja menghilangkan namamu, lalu menunggu ketika buku tersebut diterbitkan, kamu akan datang menuntutku, karena kamu paling benci aku yang seperti itu, ini adalah salah satunya cara untuk menemukan kamu,

Tidak menyangka, sebelum buku diterbitkan, pemeriksa dari kantor penerbit DongFan yang bernama Li Xiao sudah membantuku menemukanmu, menurutmu apakah aku harus berterima kasih kepadanya? Sekarang kamu sudah menemukannya, lalu? Ada dua pilihan, aku menambahkan namamu dan mengubah buku kota bercahaya, atau aku akan menariknya kembali. Li Xiao sudah memperlihatkan naskahmu kepadaku.

Banyak isi konten yang sudah kamu tambahkan, menurutku itu cukup bagus, seharusnya buku itu kamu terbitkan. Kalau begitu berarti pilihan yang pertama. Tokoku yang sekarang ini masih cukup bagus, damai dan tenang, lagipula aku juga tidak ingin menerbitkan buku lagi, aku sudah tidak mempunyai kemampuan itu. Jia Yi, menurutmu apakah aku masih bisa

Makan kue tart wortel ini? Maksudku setiap saat. Aku ini pemilik toko, sepotong harganya 14 Yuan, setiap saat. Baik! Lolos! Baik, matikan itu, arahkan sedikit ke arah kanan. Jangan, jangan, jangan, lihat videonya, lihat videonya, bagaimana videonya mengayun, kamu ikutin ayunannya. Apakah ini videonya? Hari ini begitu dingin, kenapa kamu tidak memberinya mantel? Ini…

Letakkan kamera itu di sini, sebelah kanan, benar. Apakah kamu sudah memastikan? Sudah pasti. Baik, tidak masalah. Biar kuberitahu, aku harus menyamakan ini video ini sama persis, yang terakhir adalah sisi kanan jembatan. Sebenarnya sebelah mana? Sebelah kanan, kanan. Apakah sebelah kanan? Ini sebelah kanankah? Benar ya, baik. Nanti kamu juga memberitahu kepada aktornya,

Agar dia mengambil pose. Modelnya berpose seperti apa. dia juga harus ikuti. Baik. Apakah sudah benar? Baik. Apakah sudah terasa hangat? Sudah terasa hangat. Xiaoxiao, apakah aku masih memiliki peluang?