【FULL】Standing in the Time EP23【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Standing in the Time Episode 23 Teruslah kamu lindungi dia. Cepat atau lambat dia pasti akan merepotkanmu. Bukankah kamu juga sedang melindunginya? Setelah Cheng Anye terkenal, lalu putus dengan Situ Jiayi. Sekarang Zimo juga sudah terkenal, aku khawatir akan mengulang kesalahan mereka. Apakah kamu masih ingat roti 0,8 Euro? Juga cahaya di atas atap,
Kota yang hanya menjadi milik kalian berdua? Kenapa mengeluarkan Kota Bercahaya? Demi mencarimu. Kak Jiayi ada di dalam. Terima kasih. Li Xiao. Silakan duduk. Aku harap boleh mendapatkan tanda tanganmu dengan begitu buku ini sempurna. Terima kasih. Apa mau kue wortel? Kue wortel. Saat aku di Prancis aku sering membuatnya untuk Cheng Anye. Saat itu
Bagi kamu itu adalah barang mewah. Baiklah. Guru, kali ini kamu datang, ada perintah apa? Apa kamu udah mendengarnya? Mendengar apa? Departemen proofreading Penerbit Huning, akan dibubarkan pada akhir bulan ini. Mulai tahun depan, pekerjaan untuk proofreading di penerbit mereka akan diberikan pada perusahaan lain. Guru apakah kamu masih ingat, seseorang yang lulus
Kelas proofreading denganku, Lao Hou? Bagaimana mungkin lupa. Saat itu aku ingin membawa kamu dan dia masuk kesini bersama. Tapi kemudian, dia dibajak oleh Huning. Katanya Lao Hou ingin pensiun lebih awal. Direktur Lama datang. Lao Niu ada masalah? Tidak, hanya ingin ambil air. Lao Niu, gigimu apa sudah baikkan?
Terima kasih atas perhatian Direktur Lama, gigiku ini sudah dicabut satu dan tambal satu. Sekarang sudah tidak sakit lagi. Dan juga untuk tulang leher, aku sudah pergi ke tempat pijat rekomendasimu, sangat efektif. Baguslah kalau begitu. Dua Direktur, kalian lihat ya, gigi dan leher adalah bagian dari tubuh. Jika gigi berlubang dapat sesukanya dicabut.
Tapi leher tidak bisa. Karena tempat ini sangat penting. Jadi hanya bisa diperbaiki, tidak bisa dicabut, benar kan? Lao Niu, jangan lupa jadwal pijat tuina minggu ini masih harus dilakukan ya. Baiklah…Terima kasih. Kalian bicara dulu. Lihatlah, karyawan lama juga mulai menyadarinya. Guru, apakah rumor tentang departemen kita benar? Saat rapat ringkasan penerbitan yang terakhir,
Ada orang yang mengusulkannya. Ada yang ingin memakai tenaga dari luar. Ada juga yang bilang teknologi proofreading saat ini sudah dapat menggantikan pekerjaan departemen proofreading. Bukankah ini terlalu gegabah?! Meski begitu, tidak dimasukkan dalam perencanaan. Tapi aku yakin suatu hari nanti, pasti terjadi, kita harus siapkan rencana. Maka hari ini datang untuk diskusi denganmu.
Jika hal itu benar-benar terjadi, kamu harus ada persiapan. Tapi juga tidak perlu terlalu banyak tekanan dalam hati. Departemen proofreading sudah ada sampai sekarang jika memang hal itu terjadi, kita pasti ada jalan keluarnya. Benar. Kalau begitu aku pergi dulu. Guru. Ada apa denganmu? Tidak apa-apa. Direktur Lama, kamu sudah mau pergi?
Semuanya, terima kasih ya. Tidak, sudah seharusnya. Sampai jumpa, Direktur Lama. Edisi Resa Plus minggu ini, temanya pembuatan film. Material untuk pakaiannya masih seputar bunga, dan bahan utama adalah katun dan sejenisnya. Gambar terbaru perusahaan mereka Xiao Mo sudah kirimkan pada semuanya. Mengenai pembuatan film besar ini, Xiao Mo akan bagikan pandangan
Pribadi dengan kalian semua. Baiklah. Tekstur dari pakaian ini adalah natural syle. Jika pemotretan dilakukan di dalam ruangan, maka akan ada kesulitan untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Maka dari itu lebih baik pemotretan diadakan di luar ruangan. Seperti padang rumput dan hutan. Dengan adanya suasana yang alami akan menghasilkan gambar lebih baik. Bagaimana menurut kalian?
Aku setuju dengan pendapat Xiao Mo. Bagaimana dengan Xia Fan? Pendapat Xiao Mo tentang pemotretan di luar ruangan, memberikan aku beberapa ide. Tapi kalian perlu perhatikan, pakaian kita kali ini banyak menggunakan buatan tangan dan juga tidak memiliki aura hutan terlalu kuat. Jadi aku ingin memperluas lagi. Jika ingin mengambil gambar keadaan natural alam
Menurutku sudah ketinggalan zaman. Bagaimana jika kita mencari tempat buatan manusia yang memiliki pemandangan alami mungkin hasilnya akan lebih baik. Baiklah. Kalau begitu kita putuskan dengan cara seperti itu. Kalian pergilah mencari tempat sekitar sini yang cocok untuk lokasi pemotretan. Aturan lama, masukkan ke grup lalu selanjutnya akan kita putuskan lebih detail projek selanjutnya. Bagaimana?
Baiklah, rapat bubar. Kopi atau air lemon? Empat gelas air lemon. Kamu ada di mana? Sedang menulis, kenapa? Hari Jumat ada pemotretan, aku sudah mengatur jadwalnya. Apakah untuk fashion? Ya. Menurutku ini lebih baik. Baiklah. Bukan, di luar ruangan. Saat ini tempatnya belum pasti, tunggu sudah ada kepastian akan aku info kamu lagi. Baik.
Empat gelas air lemon Anda. Empat gelas, waktu yang tidak terbatas. Pergi kemana? Ambil pesan antar makan siang. Pesan antar makan siang? Apakah makan siang sudah tiba? Sebentar lagi kan. Apakah kamu tidak ada disiplin berorganisasi? Lao Niu dimana? Dia mengantarkan makanan untuk cucunya. Mengantar makanan cucu? Bukankah istrinya yang antar? Istrinya hari ini
Ada lomba menari sangat penting punya. Jadi meminta Lao Niu yang antarkan. Tapi taman kanak-kanak cucunya tidak jauh dari sini, jadi dia akan segera kembali. Oh iya, aku makan dulu. Direktur Lu. Wu Yu. Literatur dokumenter favoritmu. Cepatlah baca. Bagaimana dengan Gui Guzi. Sebentar lagi. Bukan sebentar lagi, Guru Shi. Anda yang janji padaku,
Hari ini sebelum pulang kantor pasti sudah selesai. Aku usahakan. Ini bukan masalah berusaha, tapi harus. Harus. Editor Wu, bisakah kamu tidak seperti ini? Departemen proofreading dan departemen Editor naskah jika dibandingan jumlah orangnya hampir satu banding empat. Ditambah editor lainnya departemen proofreading dan departemen editorial bisa satu banding sepuluh. Jika kita bekerja lebih lambat
Itu sangat wajar. Kalau tidak, kita tukar tempat bagaimana? Liang Zi, apa kamu salah minum obat hari ini? Begitu banyak buku kamu… Sudahlah… Apa yang kukatakan salah, Direktur? Sudahlah, jangan bicara lagi. Sudahlah, cepat pergi. Editor Wu, jika kamu ada waktu bagaimana jika membantuku satu proofreading? Sungguh tidak ada waktu, aku tidak bohong
Sungguh kurang orang. Jika kurang orang kalian harusnya mencari departemen sumber daya manusia. Jika memang kalian bisa meminjamku ke bagian departemen proofreading, aku akan membantu kalian lakukan proofreading. Guru Shi, hari ini serahkan naskah adalah janjimu sendiri padaku. Aku tidak pernah memaksamu. Benar bukan? Aku tidak salah bicara, kan? Kamu kemari ke ruanganku.
Aku bilang padamu ya, hari ini sebelum pulang kantor serahkan Gui Guzi padaku. Shi Lei, kamu usahakan secepatnya ya. Aku salah pada siapa sih? Satu per satu seperti itu, sungguh tidak tahu apa yang terjadi. Sudah jangan marah. Pameran buku sudah mau dimulai ada apa dengan bawahanmu? Semua orang bicara seperti ada maksud lain saja.
Dan semua menusukku. Apa yang telah aku lakukan? Ini semua juga demi pekerjaan bukan? Jangan marah… Sudahlah. Kamu, sungguh tidak mendengar ada rumor? Rumor? Rumor apa? Rumor Keluarga Mai. Kamu tidak perlu pura-pura, bicara apa adanya saja. Senior Lu. Kamu adalah senior di sini. Ini… Departemen proofreading meskipun sedang ditekan oleh penerbit.
Tapi jika ada sesuatu terjadi begitu ada informasi kamulah orang pertama yang tahu. Siapa yang tidak tahu, hubunganmu yang langsung ke atas. Baiklah… tidak pelu memujiku seperti itu. Sebenarnya apa yang terjadi? Editor Wu, kamu sungguh tidak mendengar departemen proofreading ada pemotongan jumlah karyawan, dan dibubarkan berita seperti itu? Pemotongan karyawan dan bubar?
Sudah gila ya. Maka dari itu, kamu maafkanlah mereka. Lalu bagaimana masalah ini? Bagaimana? Hanya bisa menunggu. Bukan… Bukan itu maksudku. Maksudku, departemen proofreading begitu banyak orang, bagaimana perasaan mereka saat ini? Lagipula jika, jika hal ini adalah benar, bagaimana cara menenangkan emosi mereka? Carikanlah jalan keluar. Otakmu cerdas, carikanlah jalan. Kembalikan padaku…
Kamu masih bisa bermainkah? Aku ajarkan kamu sebentar. Gerakan ini kamu pasti lupa kan. Ini yang kamu ajarkan padaku. Bocah ingusan, kenapa berisik sekali. Saat ini aku sudah ada gerakan baru kuperlihatkan padamu. Tampan tidak? Kenapa kamu begitu bodoh sekarang? Aku bodoh? Bodoh sekali. Terutama postermu itu, seperti orang bodoh. Poster yang mana?
Aku melihatnya saat di halte bus. Kamu kali ini mencariku apa ada masalah? Dasar Bocah! Lihat kamu sombongnya. Jika aku tidak ada masalah apa tidak boleh mencarimu? Pacar wanitamu kenapa tidak datang? Dia sedang sibuk, tidak ada waktu. Aku lihat kamulah yang sibuk. Kenapa semakin lama perkataanmu semakin tajam sama seperti Ayahmu.
Lain kali bawalah Kakak Perempuan bermain bersamaku. Dia sungguh sangat baik. Yang pasti dia lebih baik darimu dan lebih cantik darimu. Baiklah. Mari… Teman-teman, kemari… Kita hentikan dulu semua pekerjaan, semuanya duduk dan dengarkan aku baik-baik. Sini… Meimei. Kemari… Liu Haochen… jangan bermain lagi! Duduklah. Itu…Cepatlah… Kamu sembari makan, sembari dengarkan. Aku ada sebuah
Berita yang sangat penting untuk diumumkan pada kalian semua. Kita, departemen proofreading, bekerja begitu keras, tekanan pekerjaan pun begitu besar. Lalu hal yang dilakukan pun jika bukan sangat penting sekali maka sangat mendesak sekali. Jadi, sedikit banyak pasti mempengaruhi emosi kalian semua, aku juga sama. Jadi bukan masalah. Lalu, Editor Wu
Bisa dianggap sebagai tamu yang sering datang ke departemen proofreading. Dia melihat sendiri pekerjaan kalian begitu kerasnya. Jadi, dia menyarankan kita membuat suatu kegiatan rekreasi kantor. Pertama, dapat menghapuskan tekanan pekerjaan. Kedua, lalu, kita dapat saling memahami satu dengan lainnya. Ketiga, Editor Wu ini, mewakili bagian editor naskah mengucapkan terima kasih kepada departemen proofreading.
Direktur, apa maksudnya? Kenapa berubah aku jadi mewakili bagian editor naskah mengucapkan terima kasih pada kalian? Jangan-jangan maksudmu, aku yang membayar semuanya? Pelit. Apa masalahnya uang? Sama seperti biaya perawatan pasangan, bukan? Coba kamu pikirkan baik-baik. Jika uang ini kamu keluarkan, saat kamu datang ke departemen proofreading, siapa yang berani membalas tatapan matamu?
Kamu sudah dapat untungnya. Baiklah, sudah diputuskan ya… Hari Jumat, rekreasi kantor kita diadakan. Setiap orang boleh membawa satu orang keluarganya. Aku juga berharap setelah kegiatan kali ini, kita dapat menjadi keluarga besar yang sebenarnya. Jadi, mari kita tepuk tangan berterima kasih kepada Editor Wu yang telah memberikan kita kesempatan ini, benar kan?
Terima kasih, Editor Wu. Ini… Direktur, kegiatan ini terlalu banyak menguras tenaga, aku tidak usah ikut saja, tubuhku tidak kuat. Lagipula, aku segera pensiun jadi sudahlah. Kalian saja yang pergi… Paman Niu, apakah kamu mau pulang menjaga cucu? Direktur, aku juga tidak pasti ikut ya. Hari Jumat ada festival anime. Aku justru sedang berpikir
Bagaimana meminta ijin darimu. Direktur, tolong beri kesempatan ya. Terima kasih, Direktur. Sudahlah, Direktur. Niat baikmu kami mengerti. Tapi, ini juga tidak berarti banyak, benar kan? Aku sudah tahu sekarang, bagian editor naskah memang begitu kaya dan banyak uang. Seorang Editor Wu dapat membiayai seluruh kegiatan rekreasi kantor departemen proofreading. Ini tidak pantas, bukan? Direktur,
Ambil makan dari orang, kita akan sulit menolak mereka, bukan? Kelak Editor Wu ada naskah penting atau buru-buru, bukankah kita harus mengikuti maunya? Liang Yujie! Hari ini kamu salah makan obat ya? Aku masih ada dua naskah lagi yang belum sempat dikerjakan. Jika ada waktu untuk ini, lebih baik kerjakan pekerjaan serius.
Apa maksudnya pekerjaan serius? Shi Lei, coba jelaskan pada kita semua apa itu pekerjaan serius? Kekuatan tim departemen proofreading apakah bukan pekerjaan serius? Apakah ini sedang bermain? Apa yang kalian pikirkan? Ini juga disebut bekerja, mengerti? Direktur, jangan marah. Itu… Direktur Lu kalian, dia itu berniat baik. Dan juga aku. Aku juga sangat mendukung.
Selalu mencari kesempatan berterima kasih pada kalian semua teman-teman di departemen proofreading. Baiklah, seperti itu saja. Aku akan bilang sekali lagi. Ini adalah pekerjaan. Kegiatan organisasi tidak boleh absen. Boleh membawa keluarga. Setiap orang membawa keluarga masing-masing. Biar mereka lihat teman sekantor di sisi kita. Biar mereka merasakan isi pekerjaan kita. Biar mereka merasakan
Arti pentingnya pekerjaan kita. Kesempatan seperti ini tidak banyak. Mohon agar kalian dapat menghargainya. Baiklah. Sudah diputuskan. Hari Jumat. Daftar itu, gunakan caraku untuk dikerjakan. Ubah arah perbaikannya saja, sudah cukup. Baik. Xia Fan, untuk lokasi pemotretan bagaiamana? Aku sendiri pergi melihat satu tempat yang tidak begitu cocok. Tempat lainnya, mereka tidak bersedia bekerja sama.
Akan aku coba lagi. Sudah mau hari Jumat. Cepatlah. Baiklah, Amanda. Direktur bilang beberapa tahun lalu, harus mengadakan kegiatan ini satu kali. Tapi setelah itu tidak pernah ada kegiatan lagi. Jadi kali ini kita bisa BBQ, bisa berkemah, dan masih bisa main Counter Strike bukankah menyenangkan? Tidak disangka kalian masih ada keberuntungan ini.
Yang terpenting boleh membawa keluarga, ini yang paling menyenangkan. Kamu masih belum bilang hari apa? Hari Jumat. Kamu bisa ikut kan? Tentu saja. Ini…Bagaimana? Hai, boleh ambilkan sepasang nomor 37? Hai, sepatu ini ukurannya 37, silakan dicoba dulu. Baik. Terima kasih. Oh iya, tolong ambilkan pasangannya juga. Baiklah, harap tunggu sebentar.
Xiaoxiao, kamu coba dulu ya. Aku ke sana melihat-lihat. Baik. Halo? Ada apa? Ada yang ingin kutanyakan padamu. Katakanlah. Hari apa jadwal pemotretan kita? Hari Jumat. Apa bisa ganti harinya? Kenapa ganti hari? Bukankah sudah sepakat waktunya? Bukan, aku hari Jumat belum tentu bisa pergi. Bukankah aku sudah bilang padamu, waktunya sudah dipastikan.
Kamu jangan membuat kerepotan ya. Xia Fan, tolong bantu carikan jalan keluar. Aku bantu kamu carikan jalan keluar? Lalu siapa yang bantu aku cari jalan keluar? Pakaian sudah aku siapkan semua. Bagian riasan wajah juga sudah dipastikan waktunya. Bisakah kamu bersikap lebih profesional? Jika tidak bisa, kamu tukar model saja. Ada apa? Tidak ada apa-apa.
Apa kamu ada urusan hari Jumat? Tidak ada. Aku pasti akan menemanimu ke rekreasi kantor. Bagaimana? Menurutmu, aku beli sepasang sepatu ini bagaimana? Bukankah kamu sudah punya sepatu olahraga? Aku memang sudah punya banyak sepatu olahraga, tapi aku ingin memiliki sepasang yang sepatu pasangan denganmu. Tolong bantu aku ambilkan nomor 44. Baik. Terima kasih. Zimo,
Tunggu sebentar. Apa yang kamu lakukan? Aku adalah pacarmu, aku belikan kamu sepatu ini sangat normal. Justru karena kamu adalah pacarku. Jadi kamu harus mengambilnya. Apa maksudmu? Karena memberikan sepatu artinya mengantarkan pergi seseorang. Kamu masih percaya mitos ini? Tentu saja aku percaya. Perkataan seperti ini kelak harus hati-hati. Ini. Aku mengerti, tenanglah. Aku…
Tidak akan pernah pergi dari sisimu. Zhou Zimo, kamu ini kenapa bicara begitu menyebalkan. Sudah pulang ya? Belanja dengan Li Xiao? Hari Jumat kita pergi bersama. Bagaimana kamu tahu? Bagaimana mungkin aku tidak tahu. Aku yang mencari tempatnya. Kamu yang mencari tempatnya? Dimana? Sebuah peternakan, temanku yang punya. Departemen proofreading sudah tidak memiliki cukup uang.
Di saat badai datang menerpa, ingin menenangkan hati para prajuritnya. Tapi tidak punya uang untuk menenangkan. Jadi siapa yang urus? Hanya aku seorang yang dapat mengurusnya. Xia Fan. Zhou Zimo, apakah kamu sudah gila? Kamu minta ganti hari, langsung bisa ganti hari? Kamu bilang ganti orang, langsung bisa ganti orang? Kamu sungguh menganggap
Dirimu seseorang besar ya? Aku peringatkan ya pemotretan hari Jumat tidak bisa ditawar. Tiga huruf, tidak bisa ditawar. Apa kamu dengar? Guru Xia, kamu jangan panik, jangan marah-marah. Aku adalah Wu Yu. Kamu yang wakili dia bicara ya? Tidak ada hubungannya denganmu. Aku tidak perduli apakah dia keledai yang penurut atau pemberontak,
Zhou Zimo dia tetap seekor keledai. Mengerti tidak? Seekor keledai tanpa bulu. Zhou Zimo dengarkan aku ya, kalau hari Jumat kamu berani tidak datang, lihat saja nanti. Coba saja kalau berani. Tapi, tempat belum diputuskan, bukan? Apa yang kamu foto? Bagaimana fotonya? Kamu jangan marah dulu. Aku berikan kamu ide ya. Kamu beri tahu aku,
Kamu mau ambil gambar seperti apa. Dengar ya, mau dimanapun tempatnya, itu bukan urusanmu. Kamu cukup siap-siap saja untuk hari Jumat, mengerti? Tempat seperti apa yang kamu inginkan? Apa sebuah peternakan? Kalau begitu beri tahu aku detailnya, tempat seperti apa yang kamu perlukan. Aku tidak memerlukan sebuah peternakan. Yang aku mau adalah sebuah tempat
Alami buatan manusia bukan tempat natural. Untuk apa aku bicara ini padamu? Kamu siap-siap saja di waktunya, mengerti tidak? Guru Xia…Guru Xia… Gadis cantik Xia, dengarkan aku. Aku bantu kamu carikan tempatmu, aku jamin kamu akan puas. Xia Fan, kamu jangan marah-marah dengan Zimo. Dia baru saja pulang ke rumah, langusung memohon padaku
Hampir saja berlutut. Aku bilang padanya, masalahmu adalah masalahku juga. Jadi aku terikat tugas sekarang. Jadi setelah berkomunikasi masalah lokasi akhirnya ditemukan. Xia Fan, besok akan aku kirimkan video dan fotonya untuk kamu lihat. Kamu jangan dengarkan omong kosong Wu Yu, lokasinya ditemukan oleh Li Xiao. Sudah begitu saja. Kamu ini keterlaluan ya.
Jelas-jelas aku yang menolongmu dari kobaran lautan api. Aku bilang padamu, tampang sombongmu tadi. Sebentar-sebentar jamin kamu puas, sebentar-sebentar terikat tugas. Xia Fan dia adalah seorang perfeksionis, kamu itu terlihat semua kebohongannya, tahu tidak? Aku sedang menolongmu, mengerti? Makanlah. Nanti makanannya dingin. Zhou Zimo, perilakumu ini adalah mengeksploitasi fasilitas kantor untuk keuntungan pribadi, sungguh memalukan.
Memastikan kembali dengan kalian, jumlah orang di dalam daftar. Direktur Lu, satu orang. Guru Shi, satu orang. Kak Niu, dua orang, bukan? Benar, aku membawa istriku. Meimei, dua orang, bukan? Aku, Liang Zi, tiga orang. Kak Liang Zi, bukankah sudah dibilang hanya boleh satu sampai dua orang saja? Direktur, hari itu bilang boleh
Membawa satu sampai dua orang keluarga, bukan? Benar… Jatahku, kuberikan pada Liang Zi. Tidak masalah… Kalau begitu aku lanjutkan. Xiao Chen, dua orang. Kamu bawa siapa? Direktur Lama? Amy! Bolehkah? Amy juga disebut keluarga? Menikah saja belum. Ini tidak boleh. Bukan, termasuk keluarga ya, keluarga. Lalu, Direktur Lama apa ikut? Jika Ibuku ikut,
Bagaimana dengan Amy? Kak Shi Tou, kamu sengaja ya? Kalau begitu tidak boleh. Tidak ada orang tua yang mengawasi. Kalau terjadi apa-apa, bagaimana? Terjadi apa? Bukan, bisa terjadi apa? Sudahlah… Bisa terjadi apa? Mereka berdua toh tidak tidur bersama. Untuk apa pengawasan orang tua. Tunggu, ada pengawasan darimu, sudah cukup, kan. Liang Zi, lanjutkan.
Baiklah. Aku lanjutkan ya. Li Xiao, kamu… Aku? Aku masih tidak pasti. Aku… Li Xiao. Zimo. Apa sedang rapat? Tidak, sedang hitung orang. Bisa kamu keluar sebentar? Li Xiao, sepertinya kamu harus pergi seorang diri. Kak Liang Zi. Zimo, apa kamu sungguh tidak bisa ikut? Bagus sekali…! Bagaimana kamu lakukan itu? Ide ini bagus sekali!
Wu Yu dia hebat sekali. Bagus sekali. Bukankah hanya rekreasi kantor? Kenapa harus membawa keluarga dan bermain permainan? Melihat kegembiraanmu seperti sedang berbulan madu saja. Cakrawala tanpa batas adalah cintaku. Di kaki pegunungan, buka terus-menerus bermekaran. Jenis ritme lagu seperti apa yang paling mengayun. Apa? Tidak temani anak istri?
Editor Wu, aku tanya sedikit masalah ya. Masalah apa? Berhenti… Bicaralah baik-baik. Bagian editor naskah, apakah sedang mencari editor baru? Benar…Ada rencana seperti itu. Beberapa waktu ini, meskipun secara fisik aku ada di departemen proofreading, tapi hatiku ada dimana, menurutku Anda pasti tahu dengan jelas. Dimana hatimu? Bagaimana aku tahu? Bukan, maksudku adalah
Aku selalu ingin pindah ke bagian editor naskah menjadi seorang editor. Kamu harusnya tahu itu. Kondisimu, semua orang juga tahu, pasti akan dipertimbangkan ya. Baguslah kalau begitu… Kamu juga sudah mendengar, bukan? Saat ini departemen proofreading sedang dalam bahaya. Apa maksudmu? Departemen proofreading ingin dibubarkan apakah kamu tidak tahu? Jangan bicara sembarangan.
Dongfan adalah sebuah penerbitan yang besar apa mungkin mereka membubarkan departemen proofreading? Semua orang sedang bicarakan, apa kamu tidak tahu? Tidak mungkin! Kamu sendiri coba pikirkan, Direktur kita saat ini mengadakan rekreasi kantor, untuk apa? Rekreasi kantor ini untuk mempererat kerjasama tim, mengerti tidak? Kamu… Sudahlah, Lao Liang, jangan berpikiran aneh-aneh
Juga tidak usah bicara sembarangan. Kesempatan jarang ada, temani istri dan anak saja. Bukan, Editor Wu… Lao Liang, jika bicara lagi kamu ini tidak setia kawan ya. Pergilah… Pergilah… Baik, sini. Kamu perhatikan sorotan mata. Apa perlu fokus di sisi ini? Ini? Benar… Coba dulu… Zhou Zimo, sorot matamu bisa kembali sedikit.
Putar sedikit sudutnya kesini. Zimo, lihat kamera. Lihat kamera! Sorot matamu jangan kabur, Zhou Zimo. Zimo! Li Xiao! Zimo. Kamu jangan lari sembarangan. Kembali…! Apa? Li Xiao! Kenapa kebetulan sekali. Kebetulan…Kebetulan. Semua departemen proofreading pun datang. Datang semua. rekreasi kantor, pasti rekreasi kantor Kebetulan! Nanti bicara harus hati-hati. Aku tidak bilang pada Xia Fan,
Untuk mengatur kedua acara disini, mengerti tidak? Jangan khianati Zimo ya. Ayo, teman-teman. Mengerti! Kita berkumpul dulu sebentar. Ayo, jadi begini. Kita taruh dulu barang-barang pada tempatnya. Di belakang nanti kita akan membangun tenda. Kita makan siang dulu sebelumnya. Setelah makan siang, kita akan main Counter Strike. Menurutmu, bagaimana bisa begitu kebetulan?
Xia Fan, kebetulan sekali. Kebetulan sekali. Kalian juga disini? Benar. Kebetulan sekali. Kalian… Kami sedang ada rekreasi kantor. Lihatlah, semua departemen datang kemari. Rekreasi kantor Benar, kebetulan sekali. Xia Fan, ternyata tebakanku benar, acara rekreasi kantor. Kebetulan sekali… Juga tidak kebetulan, nanti setelah selesai disini, kita akan pindah kembali ke kota. Kembali ke kota?
Bagaimana dengan Zimo? Dia juga akan ikut kembali. Dia kan modelnya, siapa yang difoto kalau bukan dia? Zimo. Xia Fan, aku mengaku… Dewi editor, sungguh kebetulan sekali. Kalian jadi pada akhirnya memindahkan lokasi pemotretan ke sini? Benar. Benar-benar, sebuah kebetulan. Benar. Ini namanya jodoh. Jodoh? Iya, departemen proofreading sedang rekreasi kantor memaksaku untuk ikut.
Karena tempat ini aku yang mencarinya. Jadi, benar tidak, Li Xiao? Benar… Sungguh. Kebetulan? Kebetulan…Sungguh kebetulan. Benar bukan? Kebetulan sekali. Kebetulan sekali. Beraktinglah. Lanjutkan aktingnya. Kalian bertiga bekerja sama, berdiskusi bersama menjebakku bukan? Tidak. Xiao, kamu sekarang kenapa bisa belajar berbohong tanpa merasa bersalah? Zhou Zimo, aku justru bingung hari ini kamu tidak terlambat.
Bukannya tidak terlambat, kamu malah datang lebih awal. Dan sudah berias. Kamu ingin secepatnya selesai pemotretan, bukan? Menurutku sekarang riasanmu ini tidak bagus. Kamu hapuskan dulu, kita ulangi riasannya lagi. Hasil foto yang sebelumnya dibuang saja. Jangan… Jangan dibuang, juga jangan diulangi lagi. Editor Xia, kamu lihat, pemandangan disini begitu indah.
Kalian kenapa tidak selesaikan pemotretan, selesaikan pekerjaan, lalu menginap disini? Kita bersama berkumpul. Benar… Biasanya ada di dalam ruangan kerja juga tidak ada kesempatan keluar, benar bukan? Kamu tahu, kalian bertiga saat ini disebut apa? Mengeksploitasi fasilitas kantor untuk keuntungan pribadi. Bukan. Tidak seperti itu. Xia Fan, tidak seserius itu. Oh iya,
Tadi kamu bilang apa? Riasan Zimo tidak bagus? Coba aku lihat, dirapikan sedikit saja lalu cepatlah difoto. Xiao, sudahlah. Jika kalian ingin Zimo secepatnya selesaikan sesi pemotretan lalu bermain dengan bebasnya bersama kalian, maka kalian harus biarkan kami bekerja dulu hingga selesai, bukan? Sembunyilah jauh-jauh. Tidak ada masalah. Setelah selesai pemotretan, kita BBQ bersama. Benar…
Baiklah, tidak masalah. Zimo, saat kamu difoto perhatikan sudutnya ya. Li Xiao! Baik, jauh-jauh… Kamu jangan kehilangan sorot mata ya. Disini…Disini… Menurutmu, bagaimana kamu berterima kasih padaku? Aku terima kasih padamu untuk apa? Aku berhasil mencari tempat sebagus ini. Dapat memuaskan rekreasi kantor departemen proofreading, juga dapat memuaskan pemotretanmu.
Apa kamu tidak patut berterima kasih padaku? Wu Yu, apakah kamu begitu menikmati perasaan disanjung kedua pihak? Ini disebut apa? Memuaskan kedua belah pihak, tahu tidak? Katakan saja, apa kamu menikmatinya? Pelan dikit. Liu Haochen. Tertembak! Meimei! Zimo, hati-hati! Masing-masing lihat satu sisi. Baik. Kamu pelan sedikit, Zimo. Li Xiao! Matilah. Aku tertembak! Aku tertembak!
Aku akan balas dendam untukmu, Zimo. Meimei? Liu Haochen apa maksudmu? Pembunuhan ganda. Li Xiao! Liu Haochen! Menyerah atau bersiap mati? Liu Haochen, kamu berani? Liu Haochen! Liu Haochen, kamu mau apa? Apa kamu bersiap untuk menyerah, atau bersiap untuk gugur? Kamu berani, Liu Haochen! Kenapa aku tidak berani? Amy, apa kamu sakit?
Kenapa merebut senjataku? Aku sakit? Kenapa kamu menempatkanku di depan? Apa maksudmu? Bukan, apa kamu bisa main permainan ini? Jika tidak ditaruh di depan, bagaimana aku bisa lakukan pembunuhan ganda? Jika bukan permainan, bagaimana? Apa maumu? Ini adalah sebuah permainan. Kamu yang melindungi aku, atau aku yang melindungi kamu? Apa kamu seorang pria??
Amy, apa kamu sudah selesai? Lihatlah Zhou Zimo, bagaimana dia perlakukan pacarnya. Ai Xiaomin, akhirnya kamu jujur juga ya. Hari itu, saat kamu mendapatkan majalah Zhou Zimo aku tidak katakan apapun juga. Liu Haochen, pacar orang lain selalu lebih baik dari pacar sendiri, begitu bukan? Jika dia begitu baik, kamu pacaran dengannya saja. Liu Haochen!
Apa yang kamu katakan? Tenang sedikit. Jangan bertengkar… Sudahlah, Xiao Chen ada apa? Berhenti!