【FULL】Standing in the Time EP16【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Standing in the Time Episode 16 Tidak perduli kemanapun kamu pergi aku akan selalu menemanimu. Karena aku menyukaimu. Aku sudah kembali. Aku akan gunakan waktu tercepat untuk melampaui tingkat koreksi Kak Shi Tou. Aku cocok berada disini. Aku adalah seorang yang memadai sebagai korektor profesional. Penulis untuk mengucapkan terima kasihnya pada penerbit,

Malam ini secara khusus mengundang editor dan penganggung jawab koreksi untuk makan malam bersama. Hidangan yang seprofesional ini baru pertama kali melihatnya. Kalau begitu apakah kita masih dapat bicarakan masalah ini? Aku pribadi tidak pernah menyangka bahwa buku ini ternyata hasil tulis tangan Guru Zeng Jun sendiri. Benar… Halnya sama dengan kebiasaan banyak penulis lainnya.

Kak Jun kami pernah bilang hanya pada saat menulis dengan tangan baru mendapatkan banyak inspirasi dan dapat langsung direkam, benar kan, Kak Jun? Kak Jun pakai tangan menulis, kami pakai komputer untuk rapikan. Ini adalah Xiao Liu. Hanya untuk mengetikkan kembali ke dalam komputer, dia menghabiskan banyak waktu, Apakah kalian berdua tahu,

Kak Jun kami demi buku ini telah berkorban berapa banyak waktu dan tenaga? Salut… Aku sungguh tidak mengerti, orang seperti Zeng Jun ini bahkan bisa memiliki jutaan penggemar. Apa kamu pernah menonton filmnya? Pernah. Bagaimana? Pokoknya cukup bekerja keras dan selalu ada kemajuan. Baiklah. Kalau begitu kita tidak bicara aktingnya, bicarakan bukunya saja.

Apa kamu pernah membaca naskah bukunya? Pernah. Gambar lebih banyak dari huruf, bukan? Dan semuanya tentang makan, tidur, jogging, cuci kaki. Apa bagusnya itu semua? Mana ada nilai sastranya? Mana ada nilai sosialnya? Editor Wu, apa kamu sekarang bicara tentang nilai sastra dan nilai sosial denganku? Bukankah kamu hanya perduli dengan hasil penjualan buku saja?

Aku… Aku ini sedang merefleksi diri, bukan? Aku sedang merefleksi diri apa arti dari kesastraan sebenaranya? Aku juga mengakui bahwa dia dapat menjual sesuatu yang disebut keseharian seorang artis. Tapi, paling tidak harus realistis, bukan? Apa artinya? Tidak mengerti? Tebakanku, orang di sebelah Zeng Jun, yang memakai kacamata itu adalah penulis sebenarnya buku ini.

Kamu jangan lihat buku ini hurufnya sedikit. Tapi mengenai bagaimana Zeng Jun menjadi terkenal bagian deskripsi itu hasilnya cukup bagus. Kalimat yang digunakan pun elegan. Coba kamu pikir bahkan dia tidak dapat membedakan kelompok belajar dan korektor, bagaimana mungkin dapat menulis buku sebesar itu? Aku tidak percaya. Kamu asal tebak, bukan?

Ini adalah intuisi profesional khususku, kamu tidak akan mengerti. Tolong aku bukakan handphone. Siapa? Chat dari Xia Fan. Dia tanya apakah buku catatanmu sudah ketemu? Hampir saja lupa. Coba kamu lihat di bangku belakang apakah ada sebuah buku catatan? Warnanya coklat. Bukan komputer ya buku catatan yang sebenarnya, besar. Apakah ini? Benar, ini. Begitu besarnya.

Hari itu saat menjemputnya dari kantor polisi dia meninggalkannya di mobil. Jadi nanti setelah mengantarmu, aku akan pergi menemui dewiku Xia Fan untuk mengantarkan buku catatannya, mengantarkan ketenangan dan kehangatan. Semua karena aku yang melukainya. Benar, aku sangat setuju dengan perkataanmu ini. Apa kamu tahu siapa yang bertanggung jawab atas wawancara Zeng Jun?

Apa ada hubungan dengan Xia Fan? Seharusnya sih Xia Fan ya. Aku pernah dengar dia bilang pimpinan redaksi ingin dia buatkan rancangan dulu. Tapi apakah dia yang bertanggung jawab penuh, aku tidak tahu. Oh… Sudah sampai. Tunggu. Halo, makan malam dengan artis besar ya? Halo, Zimo kamu sedang apa? Aku sedang di gym.

Aku ingin bertanya padamu, Xia Fan sibuk apa belakangan ini? Dia? Sama sepertimu sedang sibuk masalah Zeng Jun. Masalah Zeng Jun ya. Ada apa? Dulu kan kita berdua telah memberikannya kerepotan, jadi aku ingin membantunya. Kamu mau bantu seperti apa? Dulu semua barang Zeng Jun saat di Resa sudah aku rangkumkan, aku akan berikan padanya

Agar dia memiliki beberapa ide. Menurutku, tidak perlu. Saat ini dia seharusnya tidak ingin diganggu. Tidak apa-apa, aku mengerti. Atau jika kamu benar-benar ingin berikan padanya, besok datang dan antarkan ke kantor saja. Atau aku bantu kamu berikan padanya juga boleh. Baiklah, aku mengerti. Setelah kamu olahraga ingat istirahat lebih awal ya. Bye bye.

Kamu sungguh sudah rangkumkan semua? Tentu saja. Bukan hanya Zeng Jun, semua artis sudah aku rangkumkan. Kamu sungguh begitu mencintai Resa ya. Tentu saja. Aku ada ide. Jangan… Kamu jangan punya ide. Aku masih ada urusan, aku mau antarkan buku catatan kepada Xia Fan. Turun! Bisakah kamu dengarkan dulu perkataanku? Hari ini kita berdua,

Kamu antarkan buku catatan, aku antarkan majalah yang sudah dirapikan. Kita tidak hanya memberikan kehangatan tapi juga kejutan, bagaimana? Apaan? Siapa yang kehangatan? Siapa yang kejutan? Kamu antarkan buku catatan adalah kehangatan, aku antarkan majalah adalah kejutan. Jadi kita langsung mendobrak muncul di hadapannya, dia pasti terharu. Bukan aku ingin sembunyikan darimu,

Aku sudah menyiapkan seseorang untuk mendobraknya. Aku yang antarkan kejutan dan kehangatan, tidak ada urusan denganmu. Turun! Kamu seorang diri hanya dapat antarkan buku catatan. Jika aku yang antarkan maka akan antarkan majalah juga, bukankah dia akan lebih terharu? Sungguh! Ayo. Cepatlah. Kamu ini… Hati-hati. Ponakan besar, aku pergi dulu. Pergi lagi? Minggir sedikit.

Baik… Baik… Maaf merepotkan, Editor Wu. Kamu yang antarkan kejutan tapi justru membuatku lelah. Bisakah kamu membantuku? Aku bantu kamu bukakan bagasi ya. Hati-hati. Jangan disentuh. Jika bukan karena Xia Fan, aku malas meladenimu. Baiklah… Ponakan besar, pergi dulu ya. Cepatlah kembali. Baik. Hati-hati bawa mobilnya. Berikan keranjangnya padaku. Kamu sudah merencanakannya dengan baik ya?

Sepanjang jalan tidak ikut mengangkat sekarang di depan pintu, kamu ingin mengambil keuntungan. Berikan padaku? Ambil keuntungan apa? Kita berdua sudah sepakat, kehangatan adalah milikmu, kejutan adalah milikku. Kehangatan ambil saja, cepatlah. Aku… Ayo… Jika aku yang membawa barang ini, Xia Fan pasti akan sangat senang. Wu Yu, buka pintunya. Minggir… Minggir… Tunggu. Apa?

Pesanan makanan. Siapa? Pesanan makanan datang. Pesanan yang kamu buat. Milikku Pengantar kejutan. Pengantar kehangatan Xia Fan aku minta maaf untuk waktu itu. Karena masalah kita pergi ke Nanjing… Sekarang pesan antar kenapa cepat sekali? Eh… Kalian berdua? Xiao, kamu masuk duluan. Xiaoxiao, dengarkan penjelasanku. Xiaoxiao… Xiaoxiao, dengarkan penjelasanku, bukan seperti yang kamu pikirkan.

Aku dan Xia Fan tidak ada apa-apa. Kamu masih bilang tidak ada apa-apa? Kamu berpakaian seperti ini muncul di rumah Xia Fan, kamu masih bilang padaku tidak ada apa-apa? Xiaoxiao… Xiaoxiao, dengarkan penjelasanku. Kamu mau aku bagaimana percaya padamu, Zhou Zimo? Kamu dengarkan dulu penjelasanku. Aku dan Xia Fan tidak ada apa-apa, Dia sedang melatihku,

Kita berdua tidak ada hubungan apapun. Kita kenal begitu lama, apa kamu tidak punya waktu untuk beri tahu aku, Zhou Zimo? Xiaoxiao, aku sudah lama ingin pindah keluar. Sungguh seperti itu. Bagaimana aku bisa percaya padamu? Xiaoxiao… Xiaoxiao… Zhou Zimo, lepaskan! Kalian sudah salah paham. Dia selama ini tinggal di sini. Selama ini?

Dia adalah seorang model di Resa, dia tidak punya tempat tinggal. Setiap hari masih harus latihan. Dia hanya menumpang. Dia tidak punya uang, kamu tahu, kan? Menumpang? Bagaimana dia tinggal di sini? Bagaimana tinggal? Ya tinggal seperti ini. Habat. Luar biasa. Kamar di rumahku juga tidak kalah banyak darimu. Zhou Zimo jika mau menumpang,

Dia dapat tinggal di rumahku, bukan? Apa kamu kira aku sangat sangat ingin dia tinggal disini? Setelah pengambilan gambar minggu ini, dia secepatnya pindah ke tempatmu boleh tidak? Aku sungguh tidak ingin lagi melihatnya. Kamu bilang, kamu dan Li Xiao datang kemari apa tidak bisa beri tahu aku dulu? Apakah ini pantas?

Aku datang untuk antarkan buku catatanmu. Tapi Li Xiao, dia selalu karena masalah yang dia dan Zhou Zimo ke Nanjing selalu merasa tidak enak padamu. Mendengar kamu mendapat tugas membangun figur Zeng Jun, dia lalu mencari banyak majalah Resa yang lalu untuk diberikan padamu agar kamu mendapat banyak ide. Memberikan kejutan untukmu. Tapi sekarang

Kejutan berubah menjadi ketakutan. Kamu juga bermasalah. Kenapa tidak tinggal di tempat lain? Kenapa harus tinggal di rumahnya Xia Fan? Aku tanya padamu, selama kamu tinggal di sini apa kamu pernah melakukan hal yang tidak seharusnya? Maksudku, apakah kamu pernah dipaksa untuk melakukan sesuatu yang tidak seharusnya? Wu Yu apakah kamu ini sakit?

Kenapa kamu juga berpikiran seperti ini? Terima kasih ya. Tidak perduli kemanapun kamu pergi aku akan selalu menemanimu. Aku menyukaimu. Kamu berpakaian seperti ini muncul di rumah Xia Fan, kamu masih bilang padaku tidak ada apa-apa? Kita kenal begitu lama, apa kamu tidak punya waktu untuk beri tahu aku, Zhou Zimo?

Bagaimana aku bisa percaya padamu? Lepaskan! Jangan panik. Di saat keresahan dan badai akan menyadari betapa hangatnya cinta. Bersama menjaga waktu, hati kami yang berterbangan. Dua orang, dua hati semakin berbenturan, semakin pasti. Pertemuan bukanlah takdir yang kebetulan terjadi. Menangis lagi, tanpa penyesalan. Terluka lagi, tetap saling menghargai. Cinta,

Demi orang yang tepat akan merekah dengan indah. Adalah hati nurani yang bersuara. Adalah mimpi yang membimbing. Kegembiraan setelah kepahitan adalah pemandangan paling indah. Tanganku, kuserahkan padamu. Biarlah waktu yang membuktikan. Masa waktu tidak meninggalkan penyesalan. Jangan kecewakan perjanjian kita terhadap masa. Melewati jalan bercabang, kamu selalu di tempat tersebut. Ini adalah penghargaan dari kehidupan.

Menunjukkan kepada ku harapan yang sedang bersinar. Keesokan hari akan tetap seperti ini. Aku dan kamu mencicipinya perlahan. tidak merasa lama. Berdua, dua hati, semakin terbentur, Semakin yakin. Pertemuan bukanlah kebetulan muncul dalam kehidupan. Air mata mengalir, tidak menyesal. Terluka lagi, Cinta, Akan cerah saat ketemu orang yang benar. Suara dalam hati adalah petunjuk

Menuju impian. Setelah merasakan kepedihan, pemandangan terbagus merupakan kebahagiaan. TKuserahkan tanganku kepada mu. Biarlah waktu menjadi saksi. masa waktu tidak meninggalkan penyesalan. Jangan kecewakan perjanjian kita terhadap masa. Kenapa datang sepagi ini? Tolong bukakan pintunya. Di dalam masih belum ada orang aku boleh tunggu mereka di dalam. Baiklah. Bangun! Ada apa?

Kenapa datang lagi ke tempatku mengungsi? Apa kamu ada rumah untuk ditinggali? Akhirnya kamu memohon padaku. Cepat katakan boleh tidak? Apakah ini seperti orang memohon? Sudah umur berapa? Seharusnya EQ-mu juga naik sedikit, bukan? Apakah kamu mau aku bilang, penulis terkenal Lei Yang, datang dan tinggalah di rumahku? Begitu? Pemisi, apakah boleh menumpang di rumahmu?

Ini kan lebih baik. Kalau begitu, aku akan menampungmu. Baiklah, barangmu taruh disini. Setelah pulang kerja kamu ikut denganku. Kamu mau pergi kemana? Aku sarankan kamu sekarang jangan cari Li Xiao dulu. Pertama, dia sedang marah-marahnya. Kedua, pekerjaannya sangat sibuk sekarang. Jika kamu pergi, pasti akan mempengaruhi dia. Zhou Zimo! Kenapa? Putus cinta? Pacaran itu

Jika cocok akan bersama, jika tidak cocok ya ganti saja. Jangan tidak gembira begitu. Kakak tampan, untuk apa kamu datang kemari? Ada apa? Bertengkar? Itu… Aku ada permohonan untukmu. Katakanlah. Apa bisa membantuku memanggilnya keluar? Aku ada urusan yang ingin dibicarakan dengannya. Kalau begitu beri tahu aku, sebenaranya apa yang terjadi? Ada apa sebenarnya? Bantulah,

Terima kasih. Baiklah. Kamu tunggu sebentar. Terima kasih. Li Xiao, di luar ada kakak tampan yang ingin bertemu denganmu. Dia tidak mau masuk. Di depan ada kakak tampan. Tidak mau bertemu. Apa maksudnya? Tidak mau bertemu. Ada apa dengan kalian? Aku mengerti. Sobat, kalian sebenarnya kenapa? Dia tidak mau bertemu denganmu.

Tidak apa-apa, aku sendiri yang masuk. Tidak bisa. Dia bilang dia tidak mau bertemu denganmu. Tidak apa-apa, aku yang akan jelaskan padanya. Sekarang ini jam kantor, apa yang kamu mau jelaskan? Tidak ada waktu lagi… Tidak pantas. Aku sudah bilang tidak ada waktu lagi. Aku harus dengannya… Kebenaran hanya ada satu,

Dan cinta adalah emosi yang paling mudah salah. Semua yang dilihat manusia merupakan suatu kesadaran subjektif. Jadi mengenai satu masalah, apakah kamu mau mempercayainya atau tidak menjadi sangat penting. Sementara cinta, adalah sebuah penipuan terbesar yang diciptakan kesadaran subjektif. Li Xiao, keluarlah! Ada yang ingin aku katakan. Dengarkan dulu penjelasanku. Li Xiao… Li Xiao, keluar…

Apa yang kalian lakukan? Lao Liang cepatlah bantu tarik dia keluar. Anak muda… Li Xiao, ada yang ingin aku bicarakan… Dengarkan dulu penjelasanku. Li Xiao, percayalah padaku. Li Xiao… Karena aku tidak ada cara lain makanya aku tinggal disana. Aku selalu… Dengarkan penjelasanku. Kamu harus percaya padaku. Justru karena takut kamu salah paham. Li Xiao…

Dengarkan penjelasanku. Kamu harus percaya padaku. Projek sampul Zeng Jun, yang perlu diperhatikan adalah permintaan pribadi dari Zeng Jun sendiri. Kali ini demi bekerja sama untuk buku barunya, Remaja Kala Itu. Maka topik kami putuskan Selamat tinggal aku yang dulu, Selamat tinggal masa lalu dan masa muda. Menunjukkan sisi kejantannya dan sisi kematangannya.

Juga demi bekerja sama dengan Pimpinan Redaksi, yang dulu disarankan untuk memakai model kita sendiri. Maka kali ini tema yang dipakai adalah mafia Italia aura jalanan sebagai referensi utamanya. Di waktu yang sama, pelan-pelan memadukan gaya Zhou Zimo dan beberapa model lainnya. Baiklah. Terima kasih. Semuanya sudah jelas, kan? Besok dari pihak Zeng Jun,

Gaya rambut dan make-up semua diserahkan pada kita dalam waktu lima jam. Di dalamnya termasuk empat tema, satu pengambilan gambar sampul majalah, dan satu konten wawancara. Boleh dikatakan waktu kita sangat ketat Jadi kalian semua harus sudah mempersiapkan semuanya. Setelah rapat selesai, setiap tim kecil harus kembali pastikan semua persiapan peralatan untuk besok.

Jangan sampai terjadi kesalahan. Mengerti? Mengerti! Rapat bubar. Xia Fan, kali ini pilihan pakaian sangat bagus, tapi saat pengambilan gambar besok sangat penting. Kamu harus bilang dulu dengan Zhou Zimo, jangan sampai dia menimbulkan masalah. Tidak perduli demi kamu, demi dia, atau demi aku. Besok sangatlah penting, mengerti? Mengerti. Terlalu dingin. Sudahlah, Tuan Muda.

Naik mobillah. Ayo… Naskah buku dua hari lagi diterbitkan. Sedang dalam tahap koreksi. Setelah dikoreksi seharusnya perlu diganti lagi. Jadi belakangan sebaiknya kita kurangi keluar. Terbitkan dulu bukunya, karena ini lebih penting. Oh ya, itu… projek majalah apa kamu sudah melihatnya? Menurutku sangat bagus. Untuk buku barumu juga dapat digunakan sebagai promosi.

Kamu saja yang putuskan untuk urusan ini. Baik. Kalau begitu dua hari ini apakah boleh untuk tidak diadakan pengambilam gambar majalah? Kami berdua sudah lama tidak bertemu, aku ingin lebih banyak menemaninya. Tidak perlu. Kamu sibuk saja duluan. Bagaimana? Tuan Muda, pengambilan gambar dengan Resa, sudah diputuskan dari jauh hari jadi tidak dapat diganti?

Bukankah dulu aku pernah bilang padamu? Kenapa setiap kali aku harus menurutimu? Kenapa kamu tidak bisa membuat pengecualian sedikit? Pekerjaan yang terpenting, kan? Lagipula yang Kak Yuan Tao lakukan juga demi kebaikanmu, kan? Jun, besok kamu ambil gambar saja. Kelak jika ada kesempatan, aku pasti akan mengatur kalian bertemu, bagaimana? Pergilah, kembali ke hotel.

Selamat datang penulis terkenal. Silakan masuk. Bagaimana rumahku ini? Masih cukup rapi juga. Tentu saja. Jika hidup sendiri tidak rapi, bagaimana bicara tentang karya? Kamu tidak perlu menyindir. Baiklah… Penulis terkenal. Lihatlah, karakter kamar ini apakah kamu suka? Sofa ini, dapat ditarik menjadi ranjang. Lalu, pemandangannya luar biasa. Ukurannya pas dan kemampuannya juga baik,

Tidak mengecewakanmu, kan? Jika ada satu meja tulis, maka akan lebih baik lagi. Meja tulis? Benar. Meja tulis. Dua hari lagi akan kuberikan padamu, sebuah meja tulis. Oh iya, kamarmu ini nanti akan aku buatkan pagar merah untuk membatasimu. Kelak satu hari nanti, hasil karyamu terkenal dan menjadi penulis besar,

Aku akan membuat kotak tiket di depan pintu. Buat sebuah papan diatasnya ditulis rumah lama penulis terkenal Lei Yang, agar dapat membuat penggemar bukumu berkunjung. Aku sendiri juga mendapatkan keuntungan, bukan? Bagaimana menurutmu? Kenapa dari kata-katamu tadi seperti tidak ingin aku tinggal di sini? Semakin didengar semakin terasa asam. Mana mungkin.

Kamu tinggal di tempatku ini, aku sama sekali tidak keberatan. Sebaliknya, jika kamu tinggal di rumah Xia Fan, aku justru akan cemburu. Kenapa kamu bisa lakukan seperti itu? Sudah kubilang, semua demi pekerjaan. Kamu juga jangan marah terus karena masalah ini. Aku tidak marah. Yang penting adalah, aku percaya pada Xia Fan.

Bagaimana dengan Li Xiao? Apakah Li Xiao percaya padamu? Kamu tahu saat seperti ini apa yang paling diuji? Yang paling diuji adalah kepercayaan. Xia Fan. Jam berapa ini? Kenapa terlambat? Macet. Cepatlah masuk ke ruang make-up orangnya sudah datang. Sudah kukatakan berkali-kali, tidak bisa dua hari ini. Kenapa kamu tetap saja menjadwalkannya?

Karena kamu masih ada dua acara penting lagi di belakang. Jadi hanya dapat dijadwalkan hari ini. Apakah kata-kataku tidak dianggap? Begitu? Kak, aku juga harus mengerti dia. Dia menjadwalkan semua waktumu, tentu saja ada beberapa yang tidak memuaskanmu. Dia dimana? Dia kenapa tidak datang? Apa masih mengerti aturan? Dia sedang bertemu dengan editor, segera datang.

Sepertinya Wu Yu. Dia punya warna kulit lebih terang sedikit. Saat ini tubuhku tidak sehat, kita berhenti dulu sebentar. Kalian keluarlah. Semuanya keluar dulu ya. Baik. Guru Zeng, istirahatlah baik-baik. Kemarin bukannya bilang tepat jam sepuluh? Sekarang sudah jam sebelas. Bisakah diam sedikit? Apakah dia memiliki etika kerja? Bisakah kamu sabar sedikit?

Jangan lupa, kamu juga terlambat. Kalau begitu kita sekarang persiapkan lagi beberapa baju lainnya. Apa? Guru Zeng Jun, tidak puas terhadap beberapa bajunya. Projek pengambilan gambar kita hari ini sebelumnya sudah disepakati bersama dulu dengan kalian. Kak Jun tidak menyukainya. Kita sekarang secepatnya selesaikan, bagaimana? Tunggu aku sebentar. Guru Zeng, maaf membuat Anda menunggu lama.

Bagaimana menurut Anda beberapa baju ini? Anda suka yang desain seperti apa? Apakah Anda menyukai desain seperti ini? Pelan sedikit, biar aku lihat dengan jelas. Baik. Jika dilihat lebih seksama, masih lebih bagus beberapa baju yang sebelumnya. Bagaimana kalau pakai yang sebelumnya saja? Baiklah. Kembalikan baju ini, dan ambilkan yang sebelumnya agar dipakai Guru Zeng.

Sudah waktunya makan, bukan? Makan siang sudah disiapkan untuk Anda. Apa? Nasi kotak untuk karyawan. Guru Zeng tolong geser sedikit. Baik. James, James ganti posemu. Bagus sekali. Menghadap kiri sedikit. Sedikit lagi. Baik. James. Baik. Sangat bagus. Zhou Zimo berputarlah. Menunduk sedikit. Tatapan kebawah. Lihat Guru Zeng Jun. Bukan untuk menatap langsung.

Bisa pakai perasaan tidak? Lebih mendalami. Seperti perasaan mengagumi di dalamnya. Waktuku sangat terbatas, bisakah kamu lebih profesional? Maaf… Maaf… Guru Zeng, sungguh mohon maaf. Dia adalah orang baru, mohon dimaklumi dan dimaafkan. Maaf… Maaf… Orang baru? Siapa yang tidak memulainya dari orang baru, sehari demi sehari berkembang? Tapi orang baru bukankah harus lebih

Awal mempersiapkan segala sesuatu dulu? Bukankah ini pengetahuan dasar yang wajib diketahui? Benar. Guru Zeng, Anda benar. Masuk akal. Zhou Zimo, dengarkanlah baik-baik, belajarlah dengan baik. Maaf. Maaf, Guru Zeng. Maaf, Guru. Biarkan aku bicara dengannya. Air. Apa masih mau foto? Lanjut, maaf. Maaf… Lanjutkan. Baiklah. Maaf merepotkan Guru Zeng, kita lanjutkan. Zhou Zimo,

Tatapan mata lebih mengagumi sedikit. Kagum, lebih kagum sedikit. Apa yang kamu lakukan? Zhou Zimo! Baiklah. Jangan bergerak. Jangan bergerak. Baik. Tatapan mata. Baiklah, hari ini sudah merepotkan Anda. Sudah merepotkan Anda, Guru Zeng. Terima kasih. Tinggal dimana? Rumah Wu Yu. Bagaimana dengan Li Xiao? Aku selalu mengira dia tahu kamu tinggal denganku. Semua salahku.

Kenapa pulang seawal ini? Menulis naskah? Menulis surat? Untuk Li Xiao ya? Hari ini bisa dianggap tambah pengetahuan. Pengetahuan apa? Artis besar. Sungguh sulit untuk diledeni. Saat pengambilan gambar makan hotpot. Apa kamu pernah melihatnya? Itu bukan hal aneh lagi. Aku tidak mengerti, orang semacam dia kenapa bisa jadi idola? Kenapa bisa jadi artis?

Apakah penggemarnya tahu? Jika semua orang muda membaca buku yang ditulis oleh orang semacam itu, apa bisa belajar sesuatu yang baik? Dia sama sepertimu, bukunya akan segera terbit. Li Xiao justru sedang sibuk untuk bukunya. Bukankah kamu adalah editor bukunya? Benar, aku. Kenapa? Aku beri tahu ya, setelahnya bukunya terbit,

Dibandingkan dengan bukumu Serangga Tanpa Kaki, pasti lebih laris, percaya tidak? Kamu ini sedang menghinaku. Aku hanya bercanda. Tapi sungguh, jika antara Serangga Tanpa Kaki dan Remaja Kala Itu, aku harus memilih, aku pasti akan memilih Serangga Tanpa Kaki milikmu. Karena paling tidak itu adalah sebuah karya sastra yang tulus. Bagaimana dengannya? Siapa? Li Xiao.

Nanti kita aturkan waktu kita berempat saling bertemu makan bersama. Sudah waktunya jelaskan semua, tetap harus dijelaskan lebih baik. Berpacaran. Sulit. Apa yang harus aku lakukan? Jika suatu hari nanti kamu mengerti arti berpacaran, maka kamu tidak akan lama lagi dapat menulis sebuah buku. Tidak ada gunanya kamu melihatku. Matahari setiap hari akan selalu terbit.

Apakah kamu tidak tahu siapa pemilik kursi itu? kenapa? Remaja Kala Itu, tidak perlu dibuatkan koreksi kedua dan ketiga.