【FULL】Standing in the Time EP8【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Standing in the Time Episode 8 Kau bilang di saat cinta mulai bersemi, sebenarnya harus menunjukkan diriku yang sebenarnya, atau harus menunjukkan kesempurnaan namun aku yang tidak begitu nyata. Siapa yang di awal mula mau menampakkan sisinya yang paling jahat dan buruk kepada pasangannya. Tetapi ini adalah kebohongan. Aku memutuskan menyerahkan kepadamu

Untuk mengerjakan proofreading tulisan terbaru Guru Yun Zhi, awan cantik di sungai kecil. Cumi-cumi penipu busuk itu memberikan kau kartu. Apa maksudnya? Orang yang mengejarmu tidak hanya satu orang. Kau jangan mau dibohongi. Sudahlah. Guru Yun Zhi ingin bertemu. Kau harus banyak berkomunikasi dengan Lei Yang. Pendapat gadis kecil ini singkat tetapi benar.

Lebih dalam dibandingkan kau. Baik. Aku akan berkomunikasi dengan dia. Kita tidak membahas tentang Lei Yang. Membuat kepala menjadi sakit jika membahas tentang dia. Aku selalu penasaran. Guru Yun Zhi. Isi dan cerita di dalam buku terbaru anda ini, apakah pengalaman pribadi anda? Bagaimana mungkin? Jika di setiap isi buku aku harus mengalaminya sendiri.

Mungkin juga aku tidak akan ada waktu untuk menulis. Benar. Walaupun cerita ini hanya rekaan. Tetapi setiap rumput, kayu, gunung, sungai di kota kecil itu semuanya benar ada. Karena bagaimanapun aku selama puluhan tahun hidup disana. Apa aku bilang. Ternyata anda begitu lama menjalani kehidupan disana. Tetapi ada satu bagian kecil,

Di bagian paling akhir buku. Disebutkan ada sebuah tempat bernama menara kebahagiaan. Karena bagian lain semuanya benar ada. Hanya menara kebahagiaan ini yang tidak bisa aku temukan. Baik. Diminum kopinya. Jangan hanya berbicara saja. Seorang anak yang minum minuman berkarbonasi, tidak akan bisa merasakan kopi yang bagus dan yang jelek. Kau yang tumbuh dewasa dengan

Minum minuman berkarbonasi. Di rumahku minum minuman keras saat mengobrol. Minum. Baik. Minum minuman keras. Pelayan. Bawakan segelas Whiskey yang sama dengan yang aku minum. Mau ditambahkan es batu, tidak? Anda tambah, ya? Tidak. Aku juga tidak. Guru Yun Zhi. Jangan, jangan, jangan. Dia hanya sekedar berbicara saja.

Minum minuman keras di saat membicarakan pekerjaan dengan guru. Guru yang memesankan untukku. Tidak apa. Hari ini mengundang kalian datang. Awalnya bukan demi membicarakan tentang pekerjaan. Jika mengobrol harus mengobrol dengan gembira. Betul tidak, Li Xiao? Guru Yun Zhi. Bagaimana? Sangat menusuk. Tadi belum selesai mengatakannya. Mengenai menara kebahagiaan

Yang ada di dalam buku baru anda. Sudah lama aku tidak mengunjungi tempat ini. Mungkin… Mungkin dia sudah berganti nama. Kita ganti topik pembicaraan saja, ya? Apakah kau pernah melihat karyaku yang terdahulu? Jujur saja, Guru Yun Zhi. Ini adalah kali pertamaku mendapat kehormatan untuk membaca karya anda. Tetapi sebelumnya di saat aku

Menjadi seorang asisten di Resa. Ada mengerjakan beberapa pekerjaan yang berkaitan dengan anda. Aku ada terlibat dalam wawancara dengan anda. Wawancara Resa? Kenapa aku… Kenapa aku tidak mengingatmu? Aku tidak terlibat saat proses pemotretan. Tetapi di sesi sebelumnya aku ada membantu editor untuk mengumpulkan beberapa bahan data. Setelah videonya selesai, Aku rasa anda seharusnya bisa

Memadukan beberapa akesoris dengan tingkat kejenuhan warna yang lebih tinggi. Mungkin bisa lebih menampilkan kepribadian anda. Kalau dipikir-pikir sayang sekali. Gadis kecil ini benar-benar hebat. Aku saja tidak mengingat baju apa yang aku gunakan di hari itu. Aku katakan begini saja kepada anda. Guru Yun Zhi. Di bagian proofreading, aku sekarang masih seorang murid.

Tetapi di bagian memadukan fashion, aku rasa aku adalah seorang guru. Bagus. Kalau begitu selanjutnya jika aku ada acara. Pakaian apa yang harus aku pakai, aku akan meminta petunjuk darimu. Tidak masalah. Serahkan semua kepadaku. Karena 10 tahun yang lalu, di saat aku pertama kali membaca Resa. Sampai sekarang sudah 300 majalah Resa. Semua isinya

Aku hafal dengan baik. Selama anda memberitaku aku apa tema utama dari wawancara ini. Aku pasti akan memadukan semuanya secara khusus untuk anda. Aku pasti akan memadukan semuanya untuk anda. Mulai dari make-up, pakaian, akesoris, termasuk properti. Membuat keseluruhan penampilan dengan sangat selaras. Kemudian lebih menonjolkan kepribadian anda. Kita akan mengisi kekurangan di bagian sebelumnya

Yang pernah kita sesali. Anda harus mempercayaiku. Mari bersulang lagi. Li Xiao membalas pesanku. Apa yang dikatakan? Tidak mengatakan apapun. Hanya mengirimkan sebuah foto. Apa yang mereka lakukan? Minum minuman keras? Tidak heran kalau Li Xiao. Siapa saja bisa dibereskan. Aku peringatkan kau. Jangan terlalu lupa daratan. Hari ini Guru Yun Zhi

Ada waktu dan suasana hati yang bagus mengobrol banyak dengan kau. Selanjutnya jangan pernah sedikit-sedikit pergi menganggu dia. Dan juga foto bersama itu, jangan pernah sembarangan mengirimkannya di kalangan teman. Dengar tidak? Dia melakukan sesuatu dengan berhati-hati. Jangan memberikan aku masalah. Aku tahu apa yang dipikirkan di dalam hatimu. Tadi sewaktu membantu Guru Yun Zhi

Mendaftarkan akun WeChat. Aku melihat pandangan matamu. Ingin menambahkan dia sebagai teman. Tetapi dia melupakan kau. Hatimu pasti sangat sedih. Aku dan Guru Yun Zhi sudah saling mengenal lama kau tahu tidak? Menambahkan WeChat? Tambah atau tidak, sebenarnya tidak berpengaruh apapun terhadap hubunganku dengan dia. Baik, baik, baik. Tidak ada pengaruh.

Pokoknya aku adalah teman pertama dia. Sebagai seorang teman. Di kemudian hari jika Guru Yun Zhi ada masalah, aku pasti akan memberikan bantuan. Pokoknya apa yang harus diperingatkan sudah aku katakan semua. Bagaimana melakukannya. Kau lihat saja sendiri. Tetapi jujur saja, aku tidak menyangka Guru Yun Zhi di masa seperti ini.

Di luar dugaan tidak menggunakan aplikasi komunikasi seperti ini. Guru Yun Zhi dia tidak bisa menggunakannya. Tidak ingin menggunakannya. Dia takut aplikasi komunikasi seperti ini, bisa berpengaruh pada kehidupan dan karyanya. Tidak bisa menggunakan?! Juga tidak bisa mengurung dirinya sendiri, kan? Kau sudah lihat. Tadi waktu setelah mendaftar di WeChat. Aku menemukan temannya

Yang sudah lama tidak berhubungan. Kau lihat dia sangat senang sekali. Sekarang kau pikir. Pendapat yang kau sebutkan di dalam proofreading. Tokoh utama tidak mempunyai uang saat akan membayar. Kenapa harus meminta bantuan kepada teman? Bukan menggunakan ponsel untuk membayar? Apa semua ini? Menggelikan! Yang aku katakan tidak ada masalah. Di bagian itu

Dituliskan dua orang anak muda di jaman sekarang. Bukan menuliskan dirinya sendiri. Sudah, sudah, sudah. Aku tidak ingin berdebat denganmu. Tidak ingin berdebat denganmu. Apa yang dimaksud dengan tidak ingin berdebat denganku? Yang aku katakan adalah kejujuran. Ini juga bukan menuliskan otobiografi dia. Dia sebelumnya sudah mengatakan cerita dan tokoh di dalam cerita.

Semuanya adalah rekaan. Sudahlah. Kau jangan mengatakannya lagi. Bisa tidak biarkan aku tenang sebentar? Aku tidak ada membuat kau tidak tenang. Aku ini sedang mempertahankan alasanku kepadamu. Yang kau katakan tadi… Dengarkan musik, dengarkan musik. Dengarkan musik saja. Semua yang aku katakan benar. Kau jangan mengangguku mengemudikan mobil. Bisa berbahaya. Aku beritahu kau.

Kau itu cemburu. Ini sudah pasti tidak bisa. Proofreading pertama dan kedua bagaimana bisa diselesaikan oleh orang yang sama? Kau adalah pemimpin. Peraturan di bagian proofreading kau sangat mengerti. Ini tidak bertanggung jawab kepada naskah, dan juga tidak bertanggung jawab kepada pembaca. Tentu saja aku mengerti dengan jelas aturannya. Tetapi aku tidak ada cara.

Li Xiao diminta secara langsung oleh Guru Yun Zhi. Penulis itu pikirannya kacau. Kau tidak bisa memperingatkan dia, ya? Orang yang sama menyelesaikan dua proofreading. Itu tidak mungkin bisa obyektif dan akurat. Aku tanya kau. Jika sampai ada masalah, siapa yang akan menanggungnya? Bukan. Jangan begitu gelisah, bisa tidak? Kau lihat Li Xiao.

Bisa mendapatkan kepercayaan Guru Yun Zhi. Bukankah ini hal yang baik? Lagi pula Sekarang semangat proofreading dia begitu tinggi sekali. Persis seperti yang kita harapkan berdua, kan? Tidak benar. Kenapa tidak merevisi menara kebahagiaan? Kak Liang Zi. Kau bilang apakah Guru Yun Zhi melalaikannya? Aku nasehati kau jangan begitu penasaran. Mungkin saja Guru Yun Zhi

Sengaja mengaturnya seperti itu. Tidak masuk akal. Naskah ini menggunakan semua nama tempat yang asli. Hanya satu ini yang rekaan. Li Xiao. Proofreading kedua ini kau berikan saja kepadaku. Begitu menyulitkan. Kamu sampai kesulitan seperti ini. Aku rasa sudah cukup. Kak Liang Zi. Kenapa kau begitu memikirkan Awan cantik di sungai kecil? Yun Zhi.

Ini adalah buku Guru Yun Zhi. Andai kata suatu hari dia naik darah, ingin melihat proofreading kedua. Apa yang dinamakan naik darah? Kak Liang Zi. Apa yang kau perebutkan dengan seorang gadis kecil? Hanya sebuah proofreading kedua. Aku rasa dia sangat pintar. Seharusnya tidak menjadi soal, ya? Ini tidak ada hubungannya dengan kepintaran.

Ini adalah aturan. Aturan yang diturunkan dari para senior. Proofreading kedua ini harus ganti orang! Harus diganti! Untuk apa kau galak kepadaku? Jika kau ada kemampuan cari saja direktur. Jika direktur memberikan proofreading kedua ini kepadamu. Besok aku akan menurunkan harga saham. Berani tidak bertaruh denganku? Jangan sembarangan mebuat keributan. Direktur. Direktur.

2 buku ini sudah aku selesaikan. Kalau tidak aku menggantikan Li Xiao untuk mengerjakan proofreading kedua Guru Yun Zhi. Sudah selesai? Bagus sekali. Kebetulan revisi pertama karya Lei Yang, Serangga Tanpa Kaki, sudah selesai. Proofreading kedua diserahkan kepada kau. Ini. Cepat, ya. Kak Liang Zi. Pinjamkan aku sebentar Serangga Tanpa Kaki. Lihat sebentar.

Proofreading kedua ini juga mau kau rebut? Aku tidak mau berebut. Aku hanya melihat sebentar. Tidak ada satupun yang dirubah. Sia-sia saja mengatakan begitu banyak kepada dia. Kak Liang Zi. Naskah yang sulit ini tetap harus diberikan kepadamu. Seharusnya dari awal diberikan kepadamu. Kak Liang Zi, Kak Liang Zi. Jika seperti ini

Apakah sahamku sudah mencapai di tingkat batas paling atas? Kerjakan yang harus kau kerjakan. Anak muda, bagaimana rasanya? Sangat enak. Aku berkata yang sesungguhnya, mie kami dalam radius 5 km adalah mie yang paling enak. Lumayan. Bibi ke-8. Hari libur. Untuk apa kau bangun sepagi ini? Pasti pergi berkencan, kan? Kencan apa? Bekerja. Bekerja?

Terima kasih. Gulungan bola nasiku. Maling kecil. Kau yang diam-diam tanpa sadar mengisi dasar hati. Secara tidak sadar mengisi relung hatiku, adalah sebuah rahasia merah jambuku. Aku melihatnya di matamu. Tersenyum sendiri. Kau adalah jawaban dari teka teki aku. Jawabannya sangat jelas seperti bola kristal. Jalan Ciyun adalah jalan berbatu yang melintasi seluruh kota kecil.

Berliku-liku. Setiap musim semi, seluruh jalan kecil ini dipenuhi dengan kesegaran aroma bunga zaitun. Apa kabar. Makan sepotong kue bunga zaitun yang manis dan lengket di sebuah toko di pinggir jalan. Merupakan hal yang sangat menyenangkan. Danau Xiu Shui Membagi jalan Ciyun menjadi dua bagian, bagian timur dan barat. yang juga membesarkan setiap generasi

Di kota kecil ini. Di atas danau berdiri sebuah jembatan batu melengkung. Berdiri di atas jembatan melihat ke arah timur. Bayangan menara kebahagiaan di bawah cahaya latar terlihat sangat jelas. Cerita ini terjadi di sebuah kota kecil yang sederhana dan tenang ini. Nona, mau semangkuk kembang tahu, tidak? Iya. Boss. Aku ingin bertanya sesuatu.

Apakah menara itu bernama menara kebahagiaan? Itu bukan menara kebahagiaan. Itu menara 3 suci. Menara 3 suci? Betul. Di sekitar sini ada tempat yang bernama menara kebahagiaan? Aku sudah hidup disini selama separuh hidupku. Tidak pernah mendengar tentang menara kebahagiaan. Awan cantik di sungai kecil kami ini hanya mempunyai satu menara.

Tidak ada lagi menara yang lain. Aku ambilkan kau kembang tahu. Terima kasih. Menara 3 suci. Ayo. Ini. Terima kasih. Disini ada cuka dan cabai. Terima kasih. Sekali lagi. Sangat bagus. Kak Mo. Tampilan James sangat bagus. Ayo. Tampilkan lebih banyak ekspresi yang menggoda. Pandangan mata. Bagus. Sekali lagi sedikit menggoda. Sangat bagus. Xia Fan.

Aku sedikit gelisah. Aku rasa perbedaan antara aku dan model Xiao Mo terlalu besar. Kau tidak perlu mempedulikan dia. Kau jadi dirimu saja. Santai saja. Jangan gelisah. Aku percaya kepadamu. Bagus. Ganti tim lain. Zhou Zimo. Santai, santai. Ayo, ayo, ayo. Cepat, cepat. Maju. Bukan. Kau bersiap untuk berfoto seperti ini? Santai, santai sedikit.

Bagus. Duduk saja dulu. Ayo. Lihat ke kamera. Bukan. Santai sedikit lagi. Kau terlalu gelisah, santai saja. Ayo. Berikan aku sisi muka. Ayo. Sisi muka. Bukan. Maksudku adalah badanmu mengarah ke sana. Mukamu menghadap ke aku. Ayo. Begini. Kau letakkan tanganmu di sebelah atas meja. Tangan menopang bawah dagu. Kita lakukan.

Ayo. Menopang, menopang bawah dagu. Ayo. Lihat ke arahku. Bukan. Aku memintamu untuk berpura-pura menopang sebentar. Menahan dagu saja. Ayo. Kita coba sekali lagi. Bagus. Ayo. Senyum sedikit. Xia Fan, kemari sebentar. Bukan. Xia Fan. Modelmu ini terlalu kaku. Aku benar-benar tidak bisa melakukan pemotretan dengan dia yang seperti ini. Mengerti, mengerti, mengerti. Senyuman.

Kau liat senyuman dia tidak? Dia bukan sedang tersenyum kepadaku. Dia sedang tersenyum kepada ibunya. Maaf, maaf. Kalau tidak hari ini sampai disini saja. Merepotkan anda. Aku akan menyesuaikan kondisinya. Maaf. Zhou Zimo. Kemari sebentar. Kemari sebentar. Maaf. Sudah merepotkan. Xia Fan. Kau kemari sebentar. Pemotretan sebelumnya, penampilan Zhou Zimo sangat biasa saja.

Kali ini kau menghentikannya. Kau tahu biayanya meningkat berapa untuk melakukan pemotretan ulang? Sudah semakin mendekati waktu seleksi peserta. Modelmu kenapa masih begini? Kau lihat modelnya Xiao Mo. Penampilannya sudah sangat bagus. Amanda, kau berikan aku sedikit waktu. Aku pasti bisa membuat Zhou Zimo kembali bersiap untuk melakukan pemotretan ulang.

Jika penampilan dia tidak bagus lagi. Dia tidak perlu mengikuti pemilihan model eksklusif. Itu pasti sangat sayang sekali. Kau sudah mengerti maksudku, kan? Mengerti. Aku akan mencari jalan keluarnya. Boss, apa kabar. Apa kabar, apa kabar. Ingin melihat apa lihat saja sendiri, ya. Kau punya toko buku Suxi. Begitu ada rasa berada di beberapa masa.

Yang tidak tahu pasti akan beranggapan sedang memasuki sebuah museum. Semuanya mengatakan seperti ini. Awalnya ini adalah bangunan sebuah perpustakaan. Diwariskan oleh leluhur. Aku menambahkan sedikit renovasi. Jadi sebuah bisnis kecil. Kau bisa membaca semua buku tua yang ada disini. Tetapi tidak dijual. Kau pelan-pelan saja cari apa yang kau butuhkan. Baik. Terima kasih. Boss.

Foto ini adalah Guru Yun Zhi, kan? Kau bisa melihatnya. Foto ini sudah lama sekali. Dia sangat tampan di saat masih muda. Apakah ini keluarganya berjumlah 3 orang? Ini adalah istri dan anaknya. Saat itu Yun Zhi masih belum seperti sekarang yang begitu terkenal. Boss. Kau pasti sangat mengenal Guru Yun Zhi, kan?

Kalau tidak, dia sering menyebutkan nama toko buku ini di dalam bukunya. Duduk. Terima kasih. Ada, ya? Ada. Aku sudah membaca bukunya. Tidak ada kesan. Sudahlah. Aku bacakan satu bagian kepadamu. Terima kasih. Pelataran paling besar di kota kecil ini ada di bagian utara jembatan melengkung ini. Menurut dia bukan hanya pelatarannya saja yang besar.

Yang paling penting di dalam kota kecil ini ada sebuah toko buku besar, toko buku Suxi. Saat melangkah masuk ke dalam toko buku, akan disambut dengan suara derakan lantai papan kayu. Dilanjutkan dengan bau buku yang menyergap hidung. Aroma kayu, aroma teh. Yang kau baca ini… Ini adalah buku terbaru Guru Yun Zhi,

Yang belum diterbitkan. Aku adalah anggota proofreading untuk buku terbaru ini. Ternyata begini. Tidak disangka dia masih mengingat toko buku usang ini. Sudah lebih dari sepuluh tahun. Boss. Aku ingin bertanya sesuatu kepada anda. Di dalam buku dia menyebutkan sebuah tempat yang bernama menara kebahagiaan. Setelah aku datang ke kota kecil ini.

Berkonsultasi dengan banyak orang. Mereka semua tidak pernah mendengar. Tidak tahu apakah anda mengetahuinya atau tidak, detail tempatnya ada dimana. Menara kebahagiaan? Sama sekali tidak pernah. Tetapi saat itu dia setiap hari harus melewati jalan ini. Benar, kah? Apakah anda bisa menceritakan kepadaku, cerita tentang dia di saat itu? Keluarganya pindah kemari sekitar tahun 90-an.

Sebenarnya ini adalah kampung halaman istrinya. Kami dari kecil sudah saling kenal. Dia bekerja sebagai akuntan di sebuah toko obat. Dan juga Yun Zhi selalu teguh menulis. Di awal dia agak sedikit tidak bisa menyesuaikan diri. Seorang penulis muda. Berkutat dengan masalah dapur, sampai membuat dia kelabakan. Tempatku ini malah membuatnya merasakan kenyamanan.

Setiap pagi hari, asal melihat dia berjalan di atas jembatan, aku akan menyeduh teh. Menunggu dia datang kemari. Di saat itu kami membicarakan banyak hal. Semua dibahas. Setelah lelah berbincang. Dia akan duduk di tempat khusus untuk dia. Membaca buku dan menulis. Sama sekali tidak ada gagasan tentang waktu. Sampai anaknya berlari kemari membuat gaduh.

Dia baru bersedia berhenti. Jujur saja. Sayuran segar yang dibelinya di pagi hari. Sudah layu saat berada di tangan istrinya. Saat itu melihat mereka satu keluarga bertiga. Walaupun kehidupannya kekurangan uang. Tetapi di hatiku tetap mengaguminya. Kau lihat. Aku masih menyimpan ini. Apa ini? Ini adalah daftar buku yang dia tuliskan untuk anaknya.

Karena mendapat pengaruh dari dia, anaknya juga menyukai seni sastra. Kau tidak perlu mengatakannya. Ini tetap sangat berguna. Aku menghabiskan banyak tenaga, baru bisa mengumpulkan semua buku ini, diletakkan di lemari. Di barisan paling atas, setiap kali anak perempuanku pulang liburan, jika tidak ada kerjaan, aku akan meminta dia untuk membacanya.

Guru Yun Zhi terlalu baik hati. Kenapa dia kemudian pindah lagi? Hidup ini ada kalanya membuat orang sangat tidak berdaya. Istrinya mengidap penyakit keras. Tidak berapa lama meninggal dunia. Saat itu Yun Zhi selalu terlihat sangat putus asa. Kemudian aku mendengar dia mengirimkan anaknya untuk sekolah ke Shanghai. Dia seorang diri berkeliling untuk menulis.

Semenjak saat itu kami tidak pernah lagi bertemu. Kemudian. Melihat novelnya satu demi satu terbit. Reputasinya semakin lama semakin besar. Aku tahu. Sekarang dia menjalani kehidupan yang sangat bagus. Bertahun-tahun Guru Yun Zhi sekalipun tidak pernah pulang kemari? Bisa dimengerti. Manusia. Ada beberapa yang bersedia menghadapi masa lalunya yang menyakitkan. Ayo. Coba dicicipi

Kopi dari departemen editor naskah. Pasti lebih baik dibandingkan kalian di Resa. Ini aku masak sendiri untukmu, biji kopi dari Kuba. Foto dia, ya? Sangat bagus. Xia Fan. Kau sudah menemukan super model masa depan. Selamat. Bisa tidak jangan bercanda? Kau ini. Di awal kau benar-benar ingin dia menjadi modelmu. Sangat lama memohhon kepadaku.

Mengatakan harus mendapatkan orang ini. Tetapi ini baru beberapa hari, kau mau dia segera berubah menjadi seorang model yang dewasa, seksi dan profesional. Kau bilang ini kau yang bermasalah atau dia yang bermasalah? Baik. Jika kau benar merasa dia tidak bisa. Jika aku bilang selagi masih bisa… Sudah terlambat. Editor kami sangat mengagumi dia.

Tidak bisa diganti. Jika ingin diganti. Sekalian bawa surat pengunduran diriku. Tidak akan sampai begitu. Demi seorang model? Wu Yu. Aku beritahu kau sekali lagi. Di saat pertama kali aku melihatnya, Kepribadian unik dia sangat menyentuh hatiku. Setelah menjadi model, semua kepribadian tidak ada. Aku mengerti maksudmu. Ini mudah. Kau.

Perlakukan dia seperti sedang memperlakukan seekor anjing kecil. Sudah cukup. Apa maksudnya? Di satu sisi. Kau harus dengan ketat melatih dia. Tetapi di sisi lain, kau masih harus memberikan dia makan gula. Selama kau melakukan 2 hal ini, tidak peduli dia anjing kecil seperti apa, pasti akan bisa dilatih sangat patuh kepadamu. Mungkinkah? Pasti bisa.

Berapa usianya dia? Dia masih seorang anak kecil. Xia Fan. Kau tahu tidak. Apa perbedaan daging segar dengan paman? Daging segar sebagian besar adalah vas bunga. Hanya paman yang bisa diandalkan. Sabar dan serius. Jadi cara memperlakukan 2 orang seperti ini adalah… Wu Yu. Aku sedang sering membicarakan pekerjaan denganmu.

Ini berkaitan dengan mata pencaharianku selanjutnya. Aku juga sedang serius memberikan kau saran. Aku akan mencobanya. Terima kasih. Jangan pergi dengan tergesa-gesa. Kau lihat. Kau terlalu kusut. Jika kau seperti ini, kondisi modelmu juga pasti akan tidak bagus. Kalau tidak begini saja. Malam hari ini kita makan malam bersama. Tidak bisa. Aku harus melatih

Anjing kecilku. Guru Yun Zhi. Guru Yun Zhi. Apakah anda sedang melihat foto yang aku kirimkan kepada anda? Selama ada disebutkan di dalam buku anda. Semua aku ambil fotonya. Kota kecil itu benar-benar sangat indah. Jika bukan karena tergesa-gesa pulang untuk bertemu anda. Aku masih ingin tinggal beberapa hari. Kenapa kau ingin kesana?

Aku pergi untuk membuktikan menara kebahagiaan. Karena waktu itu aku berkonsultasi dengan banyak orang. Termasuk pemilik toko buku Suxi. Bertahun-tahun pemilik toko selalu memikirkan anda. Dia menggantungkan di dinding daftar buku yang anda tulis untuk anak anda, dan juga foto sekeluarga anda. Bisa dilihat kalau dia benar-benar bangga kepada anda. Kami di sana

Membicarakan tentang kehidupan anda saat berada di sana. Termasuk… Termasuk keluarga anda. Masih ada? Tidak ada. Anda juga sebelumnya pernah mengatakan sudah sangat lama tidak kembali. Aku rasa anda bisa meluangkan waktu untuk kembali melihat-lihat kesana. Sekarang kota kecil itu sangat indah. Aku pergi menyelidiki menara kebahagiaan itu. Sebenarnya aslinya bernama menara 3 suci. Bertahun-tahun

Nama panggilannya tidak pernah berubah. Guru Yun Zhi anda pasti salah mengingatnya. mengenai Menara kebahagiaan ini, aku tidak akan melakukan revisi. Mengapa? Di dalam bukuku dia dinamakan menara kebahagiaan. Tidak bisa. Jika tempat lain semuanya memakai nama yang asli. Tidak masuk akal kalau seperti ini. Karena pembaca mereka bisa mencampuradukkannya. Mereka bahkan ada kemungkinan mengira

Proofreading kami yang ada masalah. Jika kau benar ingin mencari tahu yang sebenarnya. Aku bisa memberitahumu! Aku sengaja! Tetapi aku tidak punya cara untuk sengaja. Kalau tidak begini saja. Guru Yun Zhi. Apakah anda bisa di dalam buku menambahkan sedikit kata. Mencoba untuk menjelaskan sedikit kepada para pembaca. Di belakang penyebutan nama Menara Kebahagiaan,

Mungkin ada cerita lain yang mengikutinya. Tidak perlu seperti ini! Kisahku tidak perlu dijelaskan kepada siapapun! Kau boleh pergi. Apa kabar. Ahli pembuktian tulisan yang tidak bernama. Mengenai teman model yang kau sebutkan sebelumnya. Ini kali kedua kau menyebut tentang dia. Apakah dia adalah pacarmu? Aku sangat gembira dia menyukai bukuku. Dia pasti juga seorang

Penggemar seni sastra. Proofreading pertamamu sudah aku terima. Sangat berterima kasih. Kita juga termasuk sudah saling mengenal setelah bertengkar. Sangat gembira bisa berkenalan denganmu. Kau adalah proofreader menarik yang pernah aku temui. Selama kau memperlakukan dia seperti seekor anjing sudah cukup. Di satu sisi kau harus dengan ketat melatih dia. Tetapi di sisi lain,

Kau masih harus memberikan dia makan gula. Selama kau melakukan 2 hal ini, tidak peduli dia anjing kecil seperti apa, pasti akan bisa kau latih sampai sangat patuh. Lei Yang, apa kabar. Aku rasa kali ini kau membicarakan hal yang sedikit menyangkut kea rah pribadi. Wu Yu memberikan emailmu kepadaku, utamanya demi

Kelancaran komunikasi dalam pekerjaan. Jadi selanjutnya kita hanya membicarakan tentang pekerjaan. Sebelumnya aku menyebutkan tentang teman modelku juga hanya demi sebagai contoh saja. Aku sekarang sedang mengerjakan proofreading buku penulis ternama Guru Yun Zhi. Guru Yun Zhi sebagai seorang sastrawan besar. Isi novelnya sangat sederhana dan mudah dimengerti, juga sangat bagus diberikan masukan.

Setelah membacanya bisa membuat orang semangat, merasakan penghiburan. Sebagai perbandingan. Sebagai orang baru di dunia seni sastra, aku pribadi merasa di bukumu terangkai kata-kata yang muluk. Terlalu berlebihan. Terlalu emosional juga terlalu merasa benar sendiri. Yang terpenting dari buku adalah isinya. Dan bukan sebagai alat untuk menyalurkan perasaanmu. Kau sedang apa?

Aku merebus pangsit untuk makan malam. Kau makan tidak? Jika ingin makan harus mengerjakan sesuatu. Ambil keluar. Baik. Kau sedang apa? Potong sedikit daun bawang, masukkan ke dalam kuah. Kau sedang apa? Lanjutkan memotongnya. Ingin makan telur? Ganti kesini. Xia Fan. Hari ini aku melakukan pemotretan berakhir seperti itu. Kau tidak hanya tidak menegurku

Masih merebus pangsit untukku. Apa yang ingin kau lakukan? Ingin mengusirku keluar, ya? Apa yang kau pikirkan? Kau adalah seorang yang sangat mudah gelisah, ya? Tidak. Aku baru akan gelisah jika berada di depan kamera. Jadi mungkin tidak sesuai untuk menjadi seorang model. Siapa yang bilang? Kau lihat. Ini yang tadi aku foto.

Keadaannya sangat santai. Sangat tampan. Tetapi ini kau ambil secara sembunyi-sembunyi. Kau anggap saja setiap pemotretan diambil secara sembunyi-sembunyi. Tetapi itu karena aku dan kau lebih dekat. Kau bilang saja fotografer hari ini. Dia Sebentar-sebentar meminta aku untuk memutar ke arah kiri. Sebentar memintaku untuk memutar ke arah kanan.

Juga meminta aku mengangkat kepala, membusungkan dada. Muka tersenyum. Dia begini terus mengoceh, mengoceh, mengoceh. Jika jadi kau, apa kau tidak akan gelisah? Mengerti. Kau hanya belum cukup pengalaman. Tetapi ini tidak bisa menyalahkan kau. Seharusnya aku yang disalahkan. Kita sebelumnya selalu menempatkan inti latihan pada pengelolaan bentuk badan. Mengabaikan hal ini.

Kau lihat lagi dia, model Xiao Mo. Semenjak mulai sampai akhir. Dia punya gaya, sikapnya tidak ada pengulangan. Dalam hal ini benar aku tidak sebanding dengan dia. Kau juga bisa. Aku benar bisa, kah? Kau bisa. Satu. Dua. Tiga. Jika tangan tidak diletakkan di wajah? Empat. Lima. Enam. Tujuh. Delapan. Sembilan. Coba tarik baju. Sepuluh.

Sekarang aku butuh kau cepat sedikit. Satu. Dua. Tiga. Empat. Lima. Enam. Bahu. Tujuh. Delapan. Sembilan. Sepuluh. Dirangkaikan lagi. Bersiap. Satu. Dua. Tiga. Empat. Lima. Enam. Tujuh. Delapan. Sembilan. Sepuluh. Sekarang aku butuh ekspresimu dan pandangan mata. Bersiap. Satu. Dua. Tiga. Empat. Lima. Enam. Tujuh. Delapan. Sembilan. Sepuluh. Xia Fan. Boleh juga.

Hanya dalam waktu satu malam. Bagaimana kau melakukannya? Zhou Zimo benar-benar seperti berganti orang. Kemarin hanya kondisinya saja yang tidak bagus. Sebenarnya dia sangat unggul. Selanjutnya aku yang akan memotret. Terima kasih. Ayo. Zhou Zimo sangat bagus. Hari ini sangat bagus penampilannya. Kita lanjutkan. Ekspresi. Lebih banyak. Berikan aku sedikit. Sangat bagus. Bagus sekali.

Bagus, bagus. Gerakannya lebih besar. Sangat bagus. Li Xiao. Aku benar tidak mengerti. Apa yang sebenarnya kau lakukan? Guru Yun Zhi baru saja meneleponku. Mengatakan ingin menarik naskah dari kita, mengatakan tidak akan bekerja sama dengan kita. Dia… Seperti ini lagi, ya? Berpura-pura bingung. Aku beritahu kau. Dia sudah sangat jelas mengatakan kepadaku alasan detailnya.

Meminta aku untuk mencarimu, Li Xiao! Dia hanya seorang gadis, untuk apa begitu galak? Diam! Ayo. Katakan. Apa yang sudah kau lakukan? Bicara! Aku… Aku hanya pergi ke kota kecil yang ditulis di dalam buku. Mencari bukti tentang menara kebahagiaan. Memahami sedikit kehidupan mereka. Apa hubungannya menara kebahagiaan dengan kau?

Kehidupan mereka harus kau yang memahaminya? Aku seorang editor ada disini. Apa yang tidak kau pahami, bisa menanyakannya kepadaku. Kau tahu tidak? Guru Yun Zhi tidak bekerja sama dengan Dongfan. Berapa besar kerugian seluruh penerbit? Itu. Aku juga demi proofreading kali ini lebih bagus sedikit. Tidak meninggalkan penyesalan apa-apa. Sekarang kesempatan untuk menyesal pun

Kau tidak ada. Kau tahu tidak? Demi membuat Guru Yun Zhi bekerja sama dengan kita. Aku menghabiskan berapa banyak tenaga dan pikiran. Sekarang karena kau semuanya hancur berantakan. Aku benar tidak memahami kau. Apakah kau ada kecerdasan? Apakah ada perasaan? Apakah bisa mengerjakan sesuatu demi orang? Kau kira minum-minum sedikit dengan orang lain,

Menyimpan akun WeChat, mengambil beberapa foto bersama. Kau bisa terbang ke atas langit, ya? Kau lupa pekerjaanmu? Kau seorang proofreader! Proofreader! Jangan berikan aku ekspresi seperti ini. Bereskan barang. Pergi dari sini! Wu Yu, Wu Yu! Wu Yu, ada apa ini? Wu Yu. Apa maksudmu? Wu Yu! Pikirkan sendiri, harus bagaimana.