【FULL】Standing in the Time EP6【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Standing in the Time Episode 6 Aku rasa sifat dan sikapmu yang seperti ini sangat tidak cocok menjadi seorang proofreader. Shi Lei ingin melindungimu… karena kau adalah orang baru. Aku memang orang baru. Zhou Zimo mempunyai… peluang berkembang yang besar. Jika kau tidak bisa menyelesaikannya, akan aku alihkan ke orang lain. Apa kau sudah terbiasa…
Bekerja sama dengan Xia Fan? Lumayan. Sungguh? Kau harus menuruti… aturan di rumahku. 3 aturan wajib. Yang terakhir, jangan masuk ke kamarku, dan jangan mematikan lampu toilet? Tidak masalah. Kalau begitu tanda tangan. 3 aturan wajib? Aturan tidak hanya untuk sepihak! Aku juga ada syarat! 3 aturan wajib. Pertama, harus menjaga ketenangan… dalam rumah ini.
Meskipun kau memang pendiam. Kedua, Aku sering beraktivitas di malam hari. Jadi jangan kaget, jika bertemu denganku di malam hari. Terutama… di saat tidak ada jadwal pemotretan. Ketiga, ini juga yang terpenting. Tidak boleh menyentuh komputerku. Aku tidak tertarik dengan… pekerjaan menulismu ini. Kau turuti saja aku, dan bekerjalah sebagai… model yang baik. Oh ya…
Ini adalah kunci cadangan rumah ini, simpan dengan baik, jangan sampai hilang. Besok masih ada pemotretan, cepat tidur. Terima kasih. Mie yang aku buat. Hari ini kau sudah membuat… kesalahan yang sangat konyol, apa kau masih ada hak untuk makan? Kau harus sit-up. Tanda tanganlah. Cepat, cepat, cepat. Kemarin kau tidak bilang pakai ini.
Memangnya kenapa… dengan baju ini? Aku rasa tidak masalah. Sudah mulai, cepat. Xia Fan. Siapa yang akan pergi olahraga… dengan memakai baju seketat ini? Siapa juga yang bilang… semua merek baju olahraga… itu longgar? Hari ini adalah pemotretan… baju olahraga. Kami tidak memotret badanmu, tetapi hanya meminjam badanmu… untuk menampilkan baju ini. Tidak masalah bukan?
Aku rasa bentuk tubuhmu bagus, tidak dibuat-buat. Sudah mau di mulai, cepat. Ok, lebih dekat lagi. Ok, bagus sekali. Tatapan. Kalian harus berkomunikasi. Ok. Model ini sangat berpotensi. Ok. Xia Fan. Bagus sekali. Aku rasa mundur saja. Bagus sekali. Ok. Coba saja. Bagus, ok. Selanjutnya. Model prianya sudah siap. Ok, kita mulai ya. Santai.
Kau tatap ke arahnya. Tatap dia. Ok, senyum. Ganti gerakan lain. Zhou Zimo, jangan tegang. Mundur sedikit, dekat dengannya. Tetap tatap dia. Kesampingkan badanmu, senyum sedikit. Ganti. Ganti gerakan lain lagi. Hadap ke arah dia, jangan terlalu kaku. Putar sedikit lagi. Ok, senyum. Senyum. Begini saja, Zhou Zimo, coba kau bayangkan… kalian sedang berduaan…
Di pantai, dan sedang berbulan madu. Zimo, peluk dia. Cepat. Ok, kita coba lagi ya. Ok. Terlalu kaku, jangan tegang, sekali lagi. Ok, grup selanjutnya. Lihat ke kamera, kita mulai. Lumayan. Aku sungguh tidak cocok di bidang ini. Ini adalah pertama kalinya, sudah cukup bagus. Memakai baju seperti ini… di depan banyak orang. Coba lihat,
Mereka semua sedang menertawaiku. Kenapa kau bisa… berpikiran seperti itu? Mereka sedang membahas hasil pemotretan, kau percaya diri. Jangan terlalu comel, ok? Ini bukan diriku. Ini… Ini sedang jual diri namanya. Tapi bagi seorang model, ini adalah pekerjaan yang normal. Penampilan James bagus sekali. Coba hitung. Tetap semangat. Bagus sekali, kau juga sudah melihatnya,
Semua sangat puas… dengan penampilanmu. Bagus, tetap semangat. Info untukmu. Baik, itu saja. Terima kasih, sampai jumpa. Sampai jumpa. Modelmu belagu sekali. Dia bilang hari ini… dia ada urusan. Liu Haochen. Liu Haochen. Berhenti! Siapa ini? Bukankah ini adalah Liu Haochen dari bagian proofreading? Jangan keras-keras. Sudah, ibumu sudah pergi. Mungkin pergi rapat,
Jadi tidak akan cepat kembali. Aku sudah berdandan seperti ini, kau masih bisa mengenaliku? Meski berubah menjadi abu pun, aku tetap kenal. Kau yang paling pintar, aku naik dulu ya. Berhenti! Masalah kita belum selesai. Tidak membalas Wechatku, dan menghilang beberapa hari, apa maksudmu? Tidak, ada pameran anime di Singapura. Hanya sekali dalam setahun,
Kau juga tahu… itu adalah hobiku. Aku membawakanmu oleh-oleh. Ingat juga ya. Ibumu tidak tahu… kau pergi, kan? Mungkin tidak tahu, dia juga tidak meneleponku. Baguslah. Ayo pergi makan setelah pulang kerja? Anggap saja sebagai permintaan maafku. Kapan kau mau membawaku ke rumahmu… dan makan bersama ibumu? Jangan buru-buru, bukannya kita… baru berpacaran?
Sudah 3 bulan tahu? 3 bulan ya? Nanti kita bicarakan lagi ya. Pekalah sedikit! Tenang saja. Selesai. Rasanya seperti dicambuk. Kakak Shitou, bagaimana barang seperti ini… bisa diterbitkan? Ini namanya penipuan publik anak muda. Memangnya sekarang tidak ada… penulis muda lagi ya? Barang ini juga bisa diterbitkan? Li Xiao, jangan banyak komentar ya.
Ini urusan editor, kau tidak boleh ikut campur, hanya boleh bertanya. Si busuk itu… juga tidak melakukan pekerjaannya sebagai editor dengan baik. Kakak Shitou, coba kau lihat tulisan di dinding itu. Periksa kejanggalan yang terjadi, pikirkan yang benar dan salah. Apa itu benar dan salah? Bukankah ini salah? Kau tidak mendengar… perkataanku ya? Aku…
Li Xiao, berikan naskahnya padaku. Tidak boleh, Kak Liang Zi, kau tidak boleh mengambilnya. Guru Shi, coba bujuk dia. Tidak boleh, aku harus menemukan penulisnya. Biarkan dia pergi? Direktur, aku pergi ke departemen editor dulu ya. Direktur, jangan lihat saja, cepat cegat dia. Li Xiao, kembali! Kau ingin melangkahi atasan ya! Li Xiao! Direktur Lu!
Kau juga tidak peduli lagi ya? Aku sudah tahu dari awal. Lalu bagaimana? Dia akan membuat keributan di departemen editor. Apanya yang bagaimana? Bukannya ada Wu Yu yang mencegatnya. Bagaimana jika Wu Yu membiarkannya… menghubungi penulis? Aku rasa itu bukanlah hal yang buruk… bagi penulis tersebut. Baiklah. Halo semuanya, aku kembali.
Pameran anime mereka menakjubkan sekali. Terima kasih untuk semua… yang telah membantuku sewaktu aku pergi. Aku bawakan oleh-oleh untuk kalian, 1 orang 1, 1 orang 1. Direktur, ini untuk Anda. Liu Haochen! Pekerjaan proofreading-mu sudah selesai? Aku… Sudah tanggal berapa ini? Cepat kerjakan! Mana oleh-olehku? Direktur. Direktur, ini untukmu. Sana! Li Xiao, kau jangan gegabah,
Ini sudah diluar aturan. Aturan itu mati, orang itu hidup. Li Xiao, jangan keras-keras, ini adalah departemen editor, bukan bagian proofreading. Kembalilah denganku. Semua sedang sibuk. Lama tidak berjumpa. Si busuk! Li Xiao. Untuk apa kau datang? Li Xiao. Tidak ada apa-apa. Anak muda memang lebih gegabah. Dia… Berikan kontak Lei Yang untukku.
Kau seorang proofreader untuk apa menanyakan ini? Menghubungi penulis adalah pekerjaan editor. Iya, aku sudah bilang, dia sudah bertindak di luar aturan. Kak Liang Zi, setelah aku menghubungi Lei Yang, aku baru bisa melanjutkan pekerjaan proofreading-ku. Aku sudah menjadi editor naskah bertahun-tahun, belum pernah ada proofreader yang pernah meminta kontak penulis. Li Xiao,
Bilang saja jika kau tidak bisa menanganinya. Aku bisa menyuruh Direktur Lu Wenfeng… mencari orang lain. Benar, benar, atau aku saja, itu… Kenapa harus ganti orang? Buku itu untuk dibaca, bukan untuk ditebak. Kata-kata yang digunakan Lei Yang… memang beragam, tapi dia seharusnya… mengungkapkan dengan jelas, apa yang ingin disampaikannya untuk pembaca. Dan sekarang…
Aku sebagai seorang pembaca, ingin memberikannya sedikit saran. Editor Wu, anak kecil memang lebih gegabah, kau jangan marah, aku akan membawanya pergi. Kak Liang Zi, apa-apaan? Ayo. Sekomplotan atau bukan… Liang Zi, tunggu sebentar. Aturan itu mati, orang itu hidup, memang bisa dibicarakan lagi. Begini, aku bisa memberikan… email Lei Yang untukmu.
Aku izinkan kalian berkomunikasi lewat email, ok? Tetapi, kau harus memberikan semua… salinan percakapan emailmu untukku. Tidak masalah. Baik. Editor Wu. Malam ini ketemu? Jangan berisik. Makan malam saja. Kau suka makan apa? Editor Wu, apa emailnya? Kau serahkan saja masalah ini padaku. Kau yang tentukan. Shabu-shabu. Sudah belum? Terima kasih. Kak Liang Zi, ayo.
Editor Wu, Ini… Aku punya alasan tersendiri… berbuat seperti itu. Iya, itu sudah pasti. Baiklah, kembalilah. Ah… Editor Wu, aku sudah berlatih banyak di bagian proofreading, kapan aku bisa… kembali ke departemen editor? Rapat selanjutnya, akan akan aku coba usulkan, jangan cemas. Terima kasih, Editor Wu. Kalau begitu aku pergi dulu. Untuk apa malam-malam…
Berpakaian begitu cantik? Menemui seorang teman. Berkencan. Kau butuh bodyguard? Tidak perlu. Kau tidak makan daging ya? Makan. Kau tidak lapar? Aku seorang model. Kau seorang model? Kau seorang model? Coba berdiri, aku lihat. Berdiri di situ, agar lebih jelas. Cepat. Tinggi badan 185 cm ke atas, lebar bahu sekitar… 52-55 cm,
Lebar pinggul sekitar 70-80 cm. Coba menyamping, menyamping, menyamping, ok. Kakimu lebih panjang 10 cm. Hadap ke sini dan rentangkan tanganmu. Selebar-lebarnya. Rentang tanganmu lebih dari tinggimu. Zhou Zimo, kau ini standar seorang model. Ahli sekali kau. Duduk. Aku bisa seahli ini, karena impianku adalah… menjadi seorang editor fashion. Jadi, aku sangat pandai…
Dalam menilai seorang model. Kau tahu tidak? Kau telah memenuhi persyaratan itu, asalkan kau berusaha, dan pembawaan khusus… dalam dirimu, kau pasti bisa menjadi… seorang model yang hebat. Menurutmu apa aku bisa? Tentu saja bisa, kau harus percaya padaku. Aku beritahu kau ya, hari ini… aku ada pemotretan, dan aku seperti orang bodoh,
Aku seperti hewan ternak saja, ditarik kesana dan kemari, ditarik kesana dan kemari. Kenapa bilang begitu? Semua sangat… menghormati seorang model. Kau lihat saja sendiri, canggung tidak? Aku beritahu kau ya, berfoto seperti ini adalah salah satu syarat… untuk menjadi seorang model. Kau tidak tahu, betapa beratnya aku. Aku beritahu kau,
Jika waktu itu ada sepanci shabu-shabu, aku pasti akan melompat ke dalamnya. Zhou Zimo. Apa kau pernah melihat… iklan pakaian dalam… Calvin Klein? Sebenarnya itu juga keseksian yang merupakan fashion tingkat tinggi. Sekarang banyak iklan yang tidak hanya menampilkan tubuh sang model, tetapi juga menunjukkan kehidupan sehat yang dimiliki sang model. Lagipula coba kau lihat,
Dari foto ini, terlihat temperamen asli… dan ceria… yang kau miliki. Sedangkan dirimu… punya sedikit… temperamen melankolis. Banyak model yang tidak… memiliki temperamen tersebut. Jadi kau sangat cocok menjadi seorang model. Tentu, jika ingin menjadi seorang model, banyak pantangan yang harus dijalani. Anggap saja hari ini sebagai… hari spesial, kau bisa makan sesukamu.
Ini, makanlah yang banyak. Ini. Bersulang untukmu. Terima kasih. Beruntung sekali kau bisa menjadi seorang model, pekerjaan yang bagus. Sebenarnya tidak juga. Tidak, coba kau pikir. Para designer terkenal akan… membuatkan kalian pakaian, lalu kau bisa mengenakannya, dan berjalan di atas panggung internasional, bukankah itu hal yang sangat membanggakan? Tidak seperti aku,
Yang sudah berusaha keras… dan serius bekerja, tapi tidak ada yang memahamiku, malah akan diomeli. Tidak juga. Aku percaya, suatu hari nanti, kau bisa menggapai impianmu. Terima kasih. Sebagai seorang model, apa kalian akan berjalan seperti ini? Harus berjalan lurus, kan? Kamu yang tidak bersuara, seperti matahari yang hangat menyinari. tanpa sadar mengisi dasar hati.
Adalah rahasia merah muda ku. Saat catwalk, kau harus mengangkat kepalamu. Berdiri tegak, tarik nafas dalam-dalam, dan percaya diri. Lihat aku, seperti ini. Benar, dan kau harus percaya diri. Angkat kepala, berdiri tegak… Pelan-pelan. Tarik nafas, dan… tarik nafas. Kemudian, bayangkan semua yang ada di depan panggung… adalah milikmu sendiri. Sulit juga menjadi seorang model.
Ayo. Biarkan aku bersatu dengan nafasmu. Waktu sedikit demi sedikit, hari demi hari berubah menjadi kenangan. Kita sedikit demi sedikit, hari demi hari berubah menjadi kompak. Kebahagiaan tidak harus datang tiba-tiba, cukup keindahan yang sederhana. Waktu sedikit demi sedikit, hari demi hari berubah menjadi kenangan. Kita sedikit demi sedikit, hari demi hari berubah menjadi kompak.
Kebahagiaan tidak harus datang tiba-tiba, cukup keindahan yang sederhana. Aku sudah sampai. Restoran mieku. Hari ini aku senang sekali. Aku juga. Shabu-shabu tadi enak juga. Lain kali jika ada waktu, kita pergi makan lagi. Aku… Kalau begitu aku masuk dulu. Ok Aku pulang. Selamat malam. Bibi ke-8 sudah pulang ya? Kenapa hari ini cantik sekali?
Cepat, beritahu aku. Sebegitu senangnya? Kau kenapa hari ini? Bocorkan sedikit untuk kami. Cepat beritahu aku. Selamat menikmati Bibi ke-8, bibi ke-8. Xia Fan, aku pulang. Kau pergi makan shabu-shabu? Makan sedikit saja. Apa kau sudah pergi fitness? Hari ini tidak pergi. Zhou Zimo. Jika kau tidak ingin menjadi model,
Jika kau sangat tidak suka menjadi model, kau bisa bilang langsung padaku, tetapi kau jangan… berbuat onar seperti ini. Aku tidak peduli kau orang baru atau bukan, kau berdiri depan kamera dan berpose, maka kau adalah seorang model. Tidak ada orang yang peduli… kau model baru atau bukan. Yang publik butuhkan adalah… hasil yang memuaskan.
Kau sudah dewasa, aku tidak perlu mengaturmu lagi, kan? Zhou Zimo. Apa dulunya aku berutang padamu? Ini dan itu, semuanya tidak kau lakukan dengan benar, kau masih berani menatapku seperti itu? Kartu fitness yang aku buatkan untukmu itu… untuk dipajang ya? Kau masih berani pergi makan Shabu-shabu? Bicaralah. Kenapa? Kau sekarang merasa… aku sedang menindasmu?
Hari ini suasana hatiku sedang buruk, ini salahku, maafkan aku. Minta maaf denganku? Iya, aku tulus meminta maaf padamu. Baru terima gaji, lalu pergi belanja di supermarket. Ini semua untukmu. Ini gaji pertamaku… sebagai seorang model. Aku lihat kau sering… makan makanan cepat saji. Jadi aku belikan kau buah-buahan, sayur dan jus,
Yang bisa menambah vitamin C untukmu. Anggap saja sebagai… ucapan terima kasihku untukmu. Kau sebenarnya pergi makan shabu-shabu… dengan siapa? Otakmu sudah dicuci oleh… organisasi MLM ya? Makan shabu-shabu sendirian, beli sayur dan buah… untuk menghiburku. Xia Fan, ada hal penting yang ingin… aku bicarakan denganmu… Aku angkat telepon dulu ya, segera kembali.
Kenapa? Sudah malam begini. Sudah lihat email? Email? Kau belum lihat? Bagian proofreading sedang mengkoreksi naskahmu. Proofreadermu sangat tertarik dengan bukumu itu, jadi dia sengaja meminta kontakmu. Sebagai seorang pembaca, dia ingin mengkoreksi sedikit kesalahanmu. Aku sudah melihat isinya, yang dikatakannya memang benar. Apa yang harus dikoreksi? Aku tidak mengerti. Lihat saja sendiri,
Sudah dulu ya. Halo? Halo, Lei Yang. Aku adalah proofreadermu, dan juga sebagai pembaca pertamamu. Mengenai bukumu, aku sudah membacanya dengan saksama, menurutku sedikit sulit dipahami. Aku juga sudah mengecek semua… bagian yang aneh itu, tetapi… ada beberapa bagian yang tidak pasti, jadi aku ingin memastikannya langsung. Misalnya, nyamuk yang kau bahas itu.
Di dalam Ensiklpodia Britania… tertulis, nyamuk dari dulu sampai sekarang… hanya punya 6 kaki, tetapi dalam bukumu ada 8 kaki. Apa ada maksud khusus? Dan laba-laba yang kau tulis itu. Dalam teori biologi, jenis laba-laba yang berbeda, besar kecil dan bentuk sarangnya… juga berbeda. Ada banyak faktor… yang menentukan… bagaimana sutranya bisa menyatu. Laba-labamu…
Termasuk jenis yang mana? Zhou Zimo! Jika kau tidak senang, kau bisa bilang langsung padaku. Jangan emosi sendiri di dalam sana. Aku bukan marah padamu. Jangan salah paham. Hal penting yang kumaksudkan… tadi itu, sebenarnya aku tidak… begitu benci dengan model. Aku akan berusaha… mencintai pekerjaan ini. Kalau begitu lain kali kau marah,
Jangan pukul meja, pukul sofa saja, jangan menggangu orang lain. Baik. Tidak, tidak. Lain kali aku akan berusaha untuk tidak emosi. Aku… Kau seharusnya perbanyak baca buku. Semua yang aku sebutkan dalam buku ini… adalah makhluk pencitraan, demi apa kau mencari tahu itu… di Eksiklopedia Britania? Kau menunjukkan bakat proofreadingmu lewat bukuku? Pengetahuanmu terlalu sempit.
Kau sangat tidak berbakat menjadi seorang proofreader. Kalau tahu begitu, lebih baik aku yang mem-proofreading buku itu. Anak ini hanya mempersulit diri sendiri, kasihan sekali dia. Kak Liang Zi, kau lebih baik diam. Keterlaluan sekali! Lei Yang ini, membalas email saja tidak benar, sok tahu sekali. Memangnya kau siapa? Jangan marah,
Nanti aku traktir kau makan, sebagai ganti kerja kerasmu. Tidak. Lei Yang! Wu Yu, kenapa kau memberikan emailku kepada orang lain? Kenapa? Aku tidak pernah bertemu dengan proofreader seperti itu. Aku rasa dia sangat serius. Aku sudah melihat percakapan email kalian. Dan aku rasa dia benar. Benar apanya? Dia tidak punya dasar… sastra sama sekali.
Kenapa kau bisa mendapatkan proofreader seperti dia? Dia sangat bertanggung jawab. Dia sangat serius… membaca bukumu sampai habis. Bukumu itu memang… sangat sulit dipahami. Dia termasuk hebat karena bisa membaca habis buku itu. Tidak hanya itu, dia juga berinisiatif berkomunikasi denganmu, kau masih begitu? Buku-ku… tidak ditargetkan untuk pembaca seperti dia. Jadi bukumu itu…
Ditargetkan untuk pembaca seperti apa? Aku beritahu kau ya, kau seharusnya menanggapi dengan serius… kritik dan saran darinya, kemudian berkomunikasi dengannya. Memangnya harus tunggu bukumu terbit, menggunakan terompet besar, dan menjelaskan pada semuanya, apa isi buku yang kau tulis? Apa yang ingin kau ungkapkan? Editor Wu. Penanggung jawab Editor Wu, aku mohon padamu,
Untuk segera mengganti proofreaderku. Selama aku menerbitkan buku sampai sekarang, belum pernah terjadi hal seperti ini, aku tidak ingin beradu dengannya lagi. Zhou Zimo, Kau membujuk proofreader baru seperti dia saja tidak bisa, kau mau membujuk siapa lagi? Aku tidak mau tahu, bagaimanapun juga, kau harus cari orang lain untuk menggantikannya. Tidak mau. Maaf ya,
Aku terlambat datang. Ayo, kita mulai. Aku main sendiri dulu, aku masih ada kerjaan. Apa yang kau lihat? Aku beritahu kau ya. Mengesalkan sekali! Coba lihat. Halo penulis, meskipun kau bilang… ingin menghentikan… perang adu mulut ini, tetapi masalah yang ada di depan mata, tetap saja harus diselesaikan. Kalau tidak bagaimana bisa bertanggung jawab…
Terhadap pembaca. Ini atasanmu? Dengan pengetahuan dangkal seperti ini, kau sebut dia atasanku? Dia adalah proofreader-ku. Apa itu proofreader? Proofreader adalah orang yang memperbaiki masalah, serta memberikan saran terhadap buku yang dikoreksinya. Berarti sama halnya dengan guru sekolah yang mengkoreksi PR? Kira-kira seperti itu. Menurutku proofreader-mu ini sangat bagus, dan sangat bertanggung jawab.
Setiap kami selesai ujian, guruku memberikanku tanda salah. Aku bertanya padanya, dia tidak mau menjelaskannya padaku. Dia baru akan memberitahuku setelah aku ikut les tambahan. Coba lihat proofreader-mu itu, sudah menjelaskan begitu detail untukmu, tidak minta uang lagi. Aku beritahu kau ya, kau masih kecil, tidak tahu apa-apa. Semua yang dikatakannya itu salah.
Kau ini, jangan membantah dulu, kau lihat sampai selesai. Kau membantah, tanda dari kekanak-kanakanmu, kau belum dewasa. Kau jangan mengajariku… dengan cara gurumu itu. Kau beritahu aku, berapa umurnya sekarang? Dari gaya bicaranya, kemungkinan umur 20-an, masih kecil. Sudah dewasa. Ya, sudah dewasa. Aku tidak mengerti, karena aku masih kecil,
Tetapi jika orang dewasa juga tidak mengerti, berarti masalahnya ada pada dirimu, kau renungkan saja. Dasar gila. Benar. Makan. Iya. Tambah daging lagi. Kau suka makan daging, kan? Ini. Hari ini aku… akan makan sepuasnya. Zimo, kau sudah makan? Belum. Kemarin kau sudah mentraktirku makan. Kali ini aku yang akan… mentraktirmu makanan yang enak.
Meskipun ada kesalahan dalam kalimatmu, tetapi aku mau mencobanya. Bocah. Kau dari mana? Kerja apa? Umur berapa? 22 tahun. Keponakan tua, bantu aku. Terima kasih. Terima kasih. Dia adalah keponakanku, aku ada bibi ke-delapannya. Tidak perlu sungkan. Tahu tidak? Restoran mie kami adalah… restoran terenak… dalam jarak 5 km sekitar sini. Coba makan. Enak. Enak?
Kau coba ini. Bocah, apa mienya enak? Enak. Enak? Enak tetapi… kenapa kau memakannya satu persatu? Kenapa bicara seperti itu? Apanya yang bocah? Namanya Zhou Zimo, ingat baik-baik, Zhou Zimo. Kau tahu kenapa dia… makan mie seperti itu? Karena dia adalah seorang model. Kau tahu apa itu model? Model? Model, model.
Seperti yang ada dalam majalah Resa. -Kenapa kau bisa tahu? -Tidak ada gunanya. Penulislah memliki pengetahuan luas, benar, kan? Penulislah memliki pengetahuan luas? Zhou Zimo, apa kau tahu? Belakangan ini, aku bertemu dengan seseorang yang sangat aneh. Seorang penulis sial. Aku sudah bersusah payah memberikan dia saran, tetapi dia tidak menerimanya sama sekali.
Dia malah bilang aku tidak pandai mem-proofreading bukunya. Apa bagusnya orang yang sok tahu seperti itu? Kau bekerja sebagai proofreader? Kau tahu proofreader, ya? Keponakanku, coba kau lihat, apa itu orang berpengetahuan? Kau dari penerbit mana? Dongfan. Sudah, jangan lihat lagi, masakkan sayur lagi untuk aku dan Zhou Zimo.
Beri sedikit garam dan jangan tambah minyak. Terima kasih. Buku siapa yang kau lakukan proofreading?