【FULL】Standing in the Time EP5【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Standing in the Time Episode 5 Kalian semua bagian proofreading benar-benar sangat… tak berguna. Kau ini mengapa bicara begitu? Di dunia ini tidak ada… tidak ada pekerjaan yang tidak berguna, hanya ada orang yang tidak berguna. Wanita itu selamanya membutuhkan bantuan pria. Seharusnya katakan pria selamanya harus membantu wanita.

Di rumahmu hanya ada 1 kamar tidur, apakah aku harus terus tinggal di rumahmu? Tetapi aku tidak punya uang lebih untuk menyewa rumah untukmu. Naskahmu. Bagaimana? Apa kau tidak tamat SD? Penggunaan tanda titik dua dan tanda kutip kau tidak tahu? Ada kesalahan 3 kali di dalam. Satupun tidak kau perbaiki. Ada 3 kali.

Di mana? Kau lihat halaman 4. Ini… Abang berjalan kesakitan pulang ke rumah. Mengapa kau harus menggantinya menjadi: Abang berjalan selangkah demi selangkah pulang ke rumah. Mau pamer kepintaranmu? Kutanyakan padamu, ini buku latihan untuk kelas berapa? Kelas 3 SD. Kelas 3 SD. Jadi untuk kelas 3 SD keluar kata-kata seperti ini,

Kau sengaja mau mempersulit anak-anak? – Bukan. – Apakah kau sama sekali tidak memikirkan masalah seperti naskah yang kau lakukan proofreading ini akan dibaca oleh siapa? Hanya memuaskan gengsimu sendiri, tanpa memikirkan perasaan pembaca dan penulis. Kak Shitou, menurutku yang kau katakan terlalu berlebihan. Ini adalah hasil proofreading yang kulakukan dengan susah payah.

Jika kau menemukan masalah kan bisa langsung perbaiki saja di atasnya. Mengapa harus mengatakanku seperti ini. Ini adalah pekerjaanmu bukan pekerjaanku. Ini adalah naskah yang kau proofreading, bukan aku. Apakah kau memerintah aku untuk menyelesaikan pekerjaanmu? Li Xiao, menurutku karakter dan sikapmu seperti ini sungguh tidak cocok untuk melakukan pekerjaan proofreading ini. Kak Shitou…

Kak Shitou, Aku memesan 2 gelas milktea mau minum tidak? Krim yang terdapat di dalam milktea kebanyakan berkualitas rendah, kebanyakan dibuat dari minyak kelapa. Mudah meningkatkan penumpukan lemak di perut. Aku tidak minum. Li Xiao kau mau minum? Li Xiao, dengarkan lebih banyak saran dari Guru Shi, perbaiki lagi. Li Xiao,

Mari, kau ke sini sebentar. Panggil kau itu. Direktur, lihatlah cara bicara dia itu. Tutup pintu. Kok cara bicaranya begitu, aku ini masih orang baru. Mana mungkin sekali kerja langsung sempurna. Guru tegas menghasilkan murid bagus. Dia melakukan itu juga demi kebaikanmu. Demi kebaikanku? Tidak kelihatan. Aku mengerjakannya sampai lembur, melakukannya dengan serius.

Sudahlah, kita bicarakan hal lain. Mari, kuperlihatkan barang bagus. Apa? Kau lihat, ini naskah proofread pertama yang kukerjakan. Masih ada yang lebih tua. Ini adalah naskah proofread pertama yang di lakukan nenek bros. Nenek bros juga pernah melakukan proofread pertama. Tentu saja. Saat itu ketika nenek bros mengajariku lebih galak lagi dibandingkan dengan Guru Shi.

Jadi, semua proofreading itu pengerjaannya dimulai dari dasar tahap pemeriksaan pertama. Perlahan-lahan baru bisa menjadi pemeriksaan tahap kedua dan pemeriksaan tahap ketiga. Kau lihat, Ini adalah naskah proofread pertama yang dikerjakan oleh Guru Shi-mu. masih ada punya Xiao Chen, punya Meimei, punya Lao Niu semuanya di sini. Lihatlah, begitu banyak naskah disimpan bersamaan di sini,

Kelihatannya seperti sejarah silsilah keluarga. Aku akan jujur padamu. Aku ini, dulu pernah menjadi penanggung jawab editor. Juga pernah bekerja di Bagian Pemasaran selama 2 tahun. Setiap orang yang ada di bagian proofreading ini semua memiliki asal-usul yang berbeda. Kelak kau akan tahu. Namun karena kau sudah sampai di sini, maka kita adalah satu keluarga.

Maksudku adalah sejak kau bergabung ke bagian proofreading kita, maka kami sudah menganggapmu sebagai keluarga. Coba kau pikir, orang tua kita sendiri saat mendidik anak-anaknya bukankah juga sangat tegas. Yang penting ibuku saat berbicara itu sangat lemah lembut. Guru Shi-mu itu sebenarnya orangnya sangat baik. Dia begitu terhadapmu karena kau masih pemula. Aku memang pemula.

Makanya jika terjadi kesalahan, tanggung jawab dan resikonya terlalu besar. Begitu terjadi kesalahan, kau tidak sanggup menanggungnya, apa kau mengerti? Shi Lei itu sedang melindungimu. Dia melindungi aku? Mesinnya bisa hidup, hanya saja lampu tanda hati-hati hidup terus Menampilkan sistem transmit kecelakaan. Kau lihat, coba kau lihat seperti ini. Aku benar-benar… Sore…

Baik, aku sudah tahu. Kalian kembali dulu, nanti sore kita bicarakan lagi. Baik, baik, lakukan tugas penting dulu. Baik, terima kasih, Guru. Sudahlah kalau begitu, terimakasih. Aku akan memikirkan cara lain. Kenapa kau ada di sini? Mobil bermasalah lagi. Aku sudah tahu, kenapa kau menjualnya dengan harga murah padaku. Ditambah dengan uang perbaikan mobil

Sudah cukup untuk membeli satu mobil. Sudah kukatakan sejak awal. Mobil ini sama seperti kulit wanita. Harus setiap saat dirawat. Toko perawatan dari sini juga tidak jauh, kau sendiri yang tidak peduli, oke? Tentu saja aku peduli, tapi aku mana ada waktu. Tidak sepertimu kepala penanggungj awab editor hanya minum kopi dan ngobrol

Juga termasuk kerja. Fitnah, semua adalah fitnah. Usaha yang dikorbankan oleh seorang editor naskah, tidak semua orang bisa melihatnya. Namun terhadap seseorang beserta masalahnya, aku sangat bersedia diam-diam berkorban dari belakang. Bisakah kita tidak bercanda di sini? Kita menghalangi orang. Turun dari mobil. Ada apa? Aku sudah selesai minum kopi dan ngobrol,

Bantu kau bawa mobil ke toko perawatan mobil. Selesai kau lembur langsung ke toko ambil saja. Silahkan. Hari ini hari perayaan, tidak ada rencana? Hal sepertinya tidak ada hubungan lagi denganku. Aku adalah orang hampir merayakan Festival Double Nine. Merepotkanmu. Tidak repot. Aku juga bisa sekalian melihat mobil yang pernah kucintai

Sudah kau siksa menjadi apa. Kau paling mengerti mobilmu, aku telepon setelah kerja. Aku telepon setelah kerja! Liang Zi, kau belikan untuk putrimu sebagai hadiah perayaan ya? Anak masih kecil mana ngerti ini. Jika mau beli pasti beli kasih istri. Sudahlah kau, orang sepertimu ini semua biaya sehari-hari saja harus minta dari istrimu.

Masih mau beli hadiah, mau bohongi siapa? Jika dengan kalian, aku tidak bisa bilang apa-apa. Jalan dulu. Sudahlah jika tidak bisa siap, besok lanjutkan lagi. Tidak, aku mau selesaikan dulu baru pergi. Tidak usah terburu-buru, Meski sekali makan langsung banyak juga tidak bisa membuatmu langsung gemuk. Jika berjalan saja masih belum beres

Juga tak akan sanggup berlari. Begini Li Xiao, gurumu ini juga demi kebaikanmu. Belajar ilmu proofreading tak akan siap dalam 2 hari ini, pulanglah untuk perayaan. Direktur, apakah kau ingin bersama Guru Shi-ku melewati perayaan? – Sembarang ngomong. – Konyol. Malam ada rencana apa? Jangan katakan kau hanya sendirian. Mentang-mentang punya Amy.

Acaraku sangat banyak sekali, kau tidak perlu khawatir. Baik, baik, tidak pedulikan kau lagi. Xia Fan, Kami bergegas ke acara Fashion Show, kau tanggung jawab follow-up sebentar. Proposal rajutan baju pria. Bolehkah? Kakak senior, malam ada rencana apa? Maukah kita pergi bersenang-senang sebentar? Malam ini harus lembur, aku tidak ikut. Kau mainlah dengan senang.

Mobil tidak ada masalah lagi. Baik, terimakasih. Tidak ada masalah lagi. Terima kasih. Tidak apa-apa. Kau sudah pesan tempat? Tenang saja, aku sudah pesan semuanya. Sekarang hari perayaan, susah pesan tempat di restoran. Ayo jalan. Xia Fan, kok kau belum jalan, sudah jam 9 malam. Selamat hari perayaan. Bye. Ada apa Xiao Chen? Sekarang? Baik.

Aku ke sana sekarang. Manusia kayu! Manusia kayu! Manusia kayu! Manusia kayu! Manusia kayu! Manusia kayu! Tak disangka kau juga berada di sini. Jika tahu, kupersiapkan hadiah untukmu. Tak disangka, aku mengira kau sudah meninggalkan tempat ini. Hari itu jika bukan karena kau, mungkin aku sudah meninggalkan kota ini. Bagaimana kau bisa…

Aku baru pulang kerja. Kau sudah melakukan pekerjaan yang kau suka, rasanya bagaimana? Sebenarnya hari itu, aku yang salah paham. Aku bukan diterima oleh departemen yang aku inginkan, tapi paling tidak aku merasa jarak ke sana sudah dekat. Bagus! Bagus? Bagus! Kalau kamu? Sudah menemukan rumah? Sementara menemukan tempat untuk tinggal, dan mempunyai pekerjaan sampingan.

Bagus! Bagus! Lihat. Sangat cantik. Ini adalah bola keberuntungan yang kau berikan padaku. Aku akan melindunginya dengan baik. Kembalikan padamu. Menurutku dia bisa mendatangkan keberuntungan untukmu, berarti dia adalah milikmu. Anggap saja adalah hadiah yang kuberikan padamu. Hadiah untukku. Benar-benar cantik. Terimakasih. Kalian berdua benar-benar ketemu. Menurutku kalian berdua sedang pacaran. Bao Xiaobao, kembali kau.

Jangan lari, kembali kau. Sudah sangat malam, bus terakhir harusnya tidak ada lagi, taksi juga sangat sedikit. Semua salahku. Jika aku melihat waktu dengan baik maka tidak akan begini. Bukan. Rumahmu jauh dari sini? Tidak terlalu jauh. Kalau begitu aku temani kau jalan pulang. Baik. Itu… Kalian berdua mau naik tidak? Sungguh kebetulan. Naiklah.

Kalau begitu kau hati-hati. Bye. Lambaikan tangan pada masa lalu kita, belum dewasa dan belum matang. Pada saat berpaling, melihat kilauan mimpi, warna yang luar biasa indah. Pak, pak tolong berhenti! Berhenti, pak! Ada apa? Aku belum punya nomor teleponmu. Guru Shi Lei, buku latihan sastra sudah selesai di-proofreading? Sudah selesai. Sangat bagus.

Baiklah, aku balik dulu. Sudah merepotkan kalian semua. Bye. Hati-hati. Sudah merepotkan. Siapa wanita itu? Namanya Wei Ke, dari Bagian Publisher. Sering kemari mengambil naskah yang sudah selesai di-proofreading. Selamat untukmu atas penyelesaian proofreading buku pertama. Sudah dalam tahap pencetakan. Sama-sama. Xiao Chen, terimakasih. Jus blueberry untuk melindungi mata. Minggu ini lebih perhatikan pengecekan kata.

Sangat banyak penggunaan inventaris yang salah. Kau bisa pelajari pelan-pelan. Mari, mari, mari! Cepat, cepat, cepat! Tanaman hijau sudah datang. Cepat, cepat, cepat! Kemari, kemari, kemari! Sudah datang, sudah datang, sudah datang. Ini beli di mana? Sangat bagus. Direktur, kau membeli sebanyak ini. Kak Meimei, ini cocok untukmu. Ini terlalu besar. Aku suka yang ini.

Aku suka yang ini. Kau lihat yang warna-warni ini sangat cantik. Yang ini saja. Aku suka yang ini. Bagian proofreading kita sudah ada warna hijau. Kau lihat yang warna-warni ini sangat cantik. Sisakan sukulen itu untukku. Direktur, Menurutku yang besar ini taruh di sana, yang besar itu taruh di sini, bagaimana? Letakkan

Di dua sisi sana. Betul, satu di sini, satu di sana. Ayo bantu, ayo bantu. Mari, mari, mari Kak Liang Zi. Pagi, pagi, pagi! Pergi kerja dulu. Pergi kerja. Xia Fan. Maaf ya. Tidak apa-apa, aku cari lagi. Tidak bicara lagi, mau naik untuk rapat. Kau juga cepatlah, jangan sampai terlambat. Baik. Editor Wu,

Ada paket untukmu. Paketku? Kok bisa dikirim ke tempatmu sini? Aku mana tahu. Di perusahaan ini masih ada hal yang tidak kau tahu? Jangan mengejekku lagi. Xia Fan, paketmu. Tidak sempat lagi. Kau tidak apa-apa? Tidak apa-apa. Kenapa? Kenapa paketnya juga dikirim ke tempetmu ini? Ini dokumen pribadinya selalu aku yang terima.

Dikirim dari rumah sakit. Dia tidak ingin rekan-rekan kerjanya tahu dikirim dari rumah sakit. Ada masalah apa? Mau tahu? Tentu saja aku tidak boleh sembarang ngomong. Aku bukan orang yang sembarang menggosipkan orang. Berikan padaku. Aku antarkan ke atas untuknya. Di antara kalian ada apa-apa ya? Bukankah kau bilang tidak sembarang menggosipkan orang? Tunggu!

Kau juga ke Resa? Mengantarmu. Kakimu tidak apa-apa? Tidak apa-apa. Ada paketmu. Terimakasih. Dari rumah sakit. Kenapa? Kau sakit? Oh iya, Zhou Zimo, anak itu sudah setuju? Boleh dibilang setuju, tetapi semangatnya tidak tinggi. Mungkin kelak masih banyak masalah. Kau ingat saja yang kukatakan padamu waktu itu. Jika masih ada masalah, kau cari aku,

Aku membantumu menyelesaikan. Terimakasih. Tidak apa-apa. Cepat jalan, hampir terlambat. Direktur, apa yang anda lakukan? Menggunting daun-daun jelek. Yang anda pelihara ini memang daun jelek. Direktur, ini adalah… Buku yang kau-proofreading sudah diterbitkan menjadi buku. Pekerjaan proofreading pertamamu diselesaikan dengan baik. Ini adalah pemberi semangat untukmu. Terimakasih Direktur. Sebagai seorang pendatang baru,

Kau menyelesaikannya dengan baik. Mari, rekan kerja sekalian beri tepuk tangan untuk Li Xiao. Terima kasih. Saat kerja tolong diam. Jika Liu Haochen di sini pasti sudah memberiku tepuk tangan. Kenapa dia belum datang. Pasti semalam bergadang main game lagi, jadi minta izin untuk istirahat. Xiao Chen pergi ke Singapura menghadiri pameran kartun.

Apa? Dia pergi ke Singapura. Saat kerja, diam. Kapan dia pergi? Aku dengar di Haji Lane Singapura sangat banyak toko-toko desainer kecil. Aku akan memintanya mencari dan membeli beberapa barang untukku. Sedang menulis apa? Membuatku terkejut saja. Pagi-pagi sudah terkejut begini, aku yang dikejutkan olehmu. Di jam kerja mencari barang di internet.

Awalnya kukira gadis sepertimu berbeda dengan yang lain, begitu serius. Kelihatannya sama saja dengan yang lain, hanya datang untuk melewati hari saja. Aku sudah selesai kerja, ini namanya meringankan beban, mengerti? Kenapa kau ke sini? Berhenti. Tanpa Kaki… Sudah kuduga kau tidak tahu. “Zhi”, kata ini dibaca “Zhi” (serangga). Yang ada kaki disebut ulat,

Yang tak berkaki disebut serangga. Dalam kamus Erya disebut ulat. Apa artinya? Artinya ulat yang tak berkaki. Kalau begitu sebut ulat tanpa kaki saja. Siapa yang tulis? Ditulis oleh Lai Yang. Setiap membuka mulut selalu pamer diri sendiri sangat berpendidikan. Lei … Lei Yang. Kau belum tahu dia, dia bahkan membaca namamu menjadi Wu Huo.

Tidak heran. Makanya kubilang Li Xiao, kau ini, di jam kerja seperti ini mencari-cari barang di internet. Lebih baik kau melakukan proofreading buku-buku latihan level rendah. Barang seperti ini tidak cocok untukmu. Betul, betul, betul, berikan padaku. Aku adalah penerus editor naskah berikutnya. Aku cocok. Baiklah, naskah ini kuserahkan padamu untuk proof… Terima kasih.

Direktur di sini. Wu Yu, sejak kapan kau yang mengatur pembagian kerja di bagian proofreading? Tidak… Tidak, tidak, tidak. Bukan, Direktur, aku cepat lambat akan dipindahkan ke bagian editor naskah. Sebelum aku pergi… Sebelum kau pergi, kerjakan dulu naskah proofreading-mu. Jangan tubuhmu di sini tapi hatimu di sana. Bisakah? Li Xiao,

Mari, cobalah yang tingkat tinggi. Kau yang kerjakan. Diberikan padaku? Direktur, level sastranya rendah, tidak bisa. Banyak kata-kata yang tidak dia kenal. Ini bukan main-main, ini pekerjaan. Tidak mengenal kata, bisa mencari di kamus, apa susahnya. Menurutku, naskah ini paling cocok untuk Guru Shi Lei. Direktur, aku bisa, berikan padaku saja. Liang Zi,

Bukankah kau masih punya beberapa buku yang belum selesai di-proofreading? Aku bisa lembur tidak masalah. Dia benar-benar tidak cocok. Kak Liang Zi… Kau jangan bicara. Direktur, jujur kukatakan padamu, bagiku penulis ini sangat penting. Nanti jika ada masalah siapa yang tanggung jawab? Menurut pendapatku, setiap orang yang ada di sini lebih cocok…

Lebih cocok dibandingkan dengannya. Wu Yu, penentuan proofreader ini adalah tugasku. Iya. Semua penulis bagiku sama pentingnya. Betul, betul, betul. Pekerjaan proofreading Li Xiao sebelumnya diselesaikan dengan sangat bagus. Kali ini pasti akan berusaha sepenuh hati untuk menyelesaikannya. Li Xiao, kerjakan. Aku jamin akan meyelesaikan tugasku. Direktur… Jika ada masalah, masih ada aku di sini.

Shi Lei, Liang Zi, kalian bantu Li Xiao selesaikan. Direktur, direktur, kukatakan padamu, tidak boleh serahkan padanya. Jika tidak kau ke sini saja jadi direktur. Baiklah, kau yang putuskan. Pelan-pelan. Tidak diantar lagi ya, cumi-cumi. Terima kasih Direktur. Sesi berikutnya, pemotretan produk baru Yibeishi boleh pertimbangkan James. Menurutku karakter professional James sangat kuat.

Juga mudah diarahkan dalam berbagai macam pose. Prospeknya sangat bagus. Di samping itu aku merasa bentuk tubuh Wu Hao lumayan, bagus dalam berpakaian. Aku juga suka dia. Kalau aku, merasa Zhou Zimo momennya kurang dapat saat dilakukan pemotretan. Saat pemotretan di jalan meskipun hasilnya bagus, namun saat pemotretan ekspresi dan postur tubuhnya agak kaku.

Hasil fotonya tidak begitu bagus. Hasil fotonya kali ini memang tidak tinggi, tetapi jika dibandingkan dengan semua peserta karakternya paling menonjol. Lagipula sekarang juga sedang ngetren karakter pria yang agak berseni dan melankolis seperti dia. Betul. Saat dilakukan pemotretan di jalan karakternya sangat menonjol, tetapi karena dia belum berpengalaman. Jadi di setiap bagian…

Apa kau sudah membawanya ke gym? Sudah. Tetapi mood-nya masih naik turun mungkin kelak akan ada masalah. Jika tidak aku mencari beberapa cadangan saja. Kesempatan berkembang Zhou Zimo sangat besar, aku sangat suka dia. Jika kau tidak sanggup selesaikan maka serahkan ke orang lain. Xiao Mo, topik pemotretan setiap minggu selanjutnya

Kau yang rencanakan dan pimpin mereka, Apa ada masalah? Tidak masalah. Baik. Pemilihan pertama kali ini, semuanya menyelesaikan dengan bagus. Setiap model memiliki style mereka masing-masing. Namun saat berlangsung pemotretan selanjutnya, aku berharap kalian bisa dari sudut yang baru menemukan sisi yang lebih kaya dari mereka. Rapat hari ini berakhir di sini. Lanjutkan kesibukan kalian.

Xia Fan, model yang kau temukan berasal dari mana? Amanda sepertinya sangat memandang tinggi dia. Kutip dari jalanan. Topiknya adalah model amatir. Kau benaran mengambil dari jalanan. Dengar-dengar model yang dicari Xiao Mo adalah model professional. Sudah melakukan banyak show. Dan juga bentuk badan serta efek kamera dia semua sangat bagus. Amanda juga sangat puas.

Karakter yang ada pada Zhou Zimo, tidak dimiliki oleh model professional. Tetapi model professional sudah punya pengalaman. Kau sekarang pasti sangat pusing. Lumayan. Jika kau tidak ingin melatih Zhou Zimo, aku bisa mencoba. Aku sudah katakan pada Amanda, dia sudah setuju. Boleh, aku juga bukan manajer dia. Jika kau ingin mencarinya pergi saja.

Jika begitu berikan nomor Wechatnya padaku. Akan kuhubungi dia. Nanti kukirim padamu. Anggap aku sudah minta izin padamu. Ai dai. Mu yun ai dai. Menjelaskan lapisan awan yang sangat tebal. Langsung tulis lapisan awan yang sangat tebal kan sudah. Sastra. Ini adalah sastra, mengerti? Apakah rasanya seperti melihat buku surga? Kak Liang Zi,

Jangan kau ungkit lagi. Aku pasti akan meyelesaikan proofreading buku ini. Li Xiao, jika tidak berikan saja buku ini padaku. Kau juga tidak perlu menderita begini. Lagipula kau tidak perlu begitu stres. Kau tidak akan mengerti melihat buku ini. Kak Liang Zi, jika tidak mengerti kau bisa mengajariku. Kau dengar ini. Seekor nyamuk yang mempunyai

18 tentakel dan 4 kaki. Mengapa dia bisa berubah menjadi makhluk hidup yang mengeksploitasi manusia? Ini adalah perumpamaan abstrak. Menaikkan kata eksploitasi yang diumpamakan sebagai nyamuk. Menggunakan nyamuk yang menghisap darah diumpamakan sebagai eksploitasi menghisap darah manusia. Pelankan suaramu. Kak Shi Tou, menurutmu ditulis begini apa orang-orang akan mengerti maksudnya? Terkadang kata-kata dari penulis adalah

Untuk melampiaskan emosi dia sendiri dan tidak berharap agar semua orang harus mengerti. Kalau begitu dengarkan lagi yang ini. Hidup itu seperti dilahirkan di tengah lembah. Seiring berhembusnya angin tua ke puncak gunung. Itulah mengapa kita harus selangkah demi selangkah naik gunung. Agar kita bisa turun gunung dengan mobil. Pertanyaannya:

Untuk apa kita naik ke gunung? Bukankah begini sangat bertolak belakang? Ini… Naik gunung, turun gunung… Mengumpamakan… Aku tahu adalah perumpamaan, tetapi dia mengumpamakan apa? Pamer. Sekarang ada beberapa penulis suka meggunakan kata-kata yang sulit dimengerti untuk pamer agar terkesan hebat. Mengejutkanku saja kau ini. Hampir saja aku menyirammu dengan air panas. Kau sengaja kan?

Apa sengaja? Kau yang tiba-tiba berdiri di sini. Kau tahu apa yang kutanyakan. Kau tahu Li Xiao sama sekali tidak punya dasar terhadap sastra. Kau menyerahkan naskah Lei Yang padanya. Naskahnya itu tidak biasa dan sulit dimengerti, bagaimana mungkin dia bisa selesaikan. Kenapa tidak bisa selesaikan? Bukan, lihatlah dia. Bukankah semangat dia sekarang sangat tinggi?

Lagipula baru saja mulai dengan rendah hati ingin belajar darimu. Dia itu ingin melawan Wu Yu, jika begini cepat lambat akan terjadi masalah. Namanya anak muda, benarkan? Mana ada yang tidak melakukan kesalahan. Tidak melakukan kesalahan itu tidak benar. Asalkan sudah membentur tembok, mengalami kesulitan baru bisa pelan-pelan tumbuh dewasa. Obat ini yang kau jual

Di botol labu-mu? Hatinya tidak berada di bagian proofreading. Tembok ini akan dibenturnya sampai lari. Kata-kata ini tidak seperti yang kau katakan. Apakah kau sangat menginginkan dia meninggalkan bagian proofreading? Aku melakukan ini demi nama baik bagian proofreading. Sudahlah, aku tahu apa yang kulakukan. Maaf, sudah mengganggu waktu gym-mu. Tidak apa-apa, aku baru selesai latihan.

Kelihatannya Xia Fan mengatur kegiatan sehari-harimu dengan sangat ketat. Dia juga demi kepentingan kerja. Ada apa kau mencariku? Apakah kau masih terbiasa kerja sama dengan Xia Fan? Lumayan. Lumayan. Apakah benar lumayan? Jika tidak benar, aku rasa kau punya pilihan yang lebih bagus. Kenapa pintunya tidak dikunci? Bagaimana jika orang jahat masuk? Sedang menunggumu. Lelah.

Jogging sampe kepalaku pusing. Gym juga sampai badan pegal. Coba kau pikir setiap hari hanya makan… sangat sedikit makanan. Mana bisa tahan. Bahkan daging pun tidak ada. Berolahraga sampai badanku sakit. Coba kau pikir setiap hari hanya 2 butir telur. Bagaimanapun makan juga tidak akan kenyang. Lihatlah apa ini? Tabel makanan pembangun otot.

Xiao Mo juga bilang ini tidak benar. Harus makan daging. Daging. Sayur, telur, ketimun, tomat, susu segar. Coba kau lihat setiap hari hanya ini. Tidak bisakah kau ganti yang baru. Daging ada tidak? Kau mau makan? Aku tambahkann telur untukmu. Telur aku tidak mau makan. Sangat bagus ngobrol dengan Xiao Mo. Kata Xiao Mo,

Jika dia yang melatihku, karirku pasti meningkat dengan cepat. Bukan saja perkerjaan yang lebih banyak, jika ada merek terkenal juga akan mempertimbangkanku lebih dulu. Mungkin saja di saat itu aku sudah bebas. Sudah bebas. Apa aku masih perlu tinggal di sini? Aku sudah punya uang. Aku akan keluar mencari tempat yang bebas

Dan melanjutkan karya sastraku sendiri. Bagaimana menurutmu? Selamat untukmu. Aku juga dengar Xiao Mo bilang jika aku keluar, pekerjaanmu mungkin akan hilang. Ini kau tidak perlu khawatir. Kau begitu yakin aku tidak akan pergi? Ini adalah pilihanmu. Aku menghormatinya. Tentu saja. Aku hanya berkata saja, aku juga tidak menyetujuinya. Aku, dari awal memang tidak tertarik

Menjadi model. Hanya karena aku tidak ada jalan lain, baru aku melakukannya. Sebagus apapun syarat dari Xiao Mo, tetapi di saat aku mengalami kesulitan kau pernah membantuku, menyelamatkanku dari air dan api. Aku tidak boleh melupakan jasamu. Lagipula, di tempat mu atau di tempat Xiao Mo aku juga tetap menjadi model.

Tentu saja aku berada di pihakmu. Itu… Kau setiap hari melarangku makan ini, melarangku makan itu, kudapan malam juga diputus. Setiap hari menyuruhku berolahraga, aku tidak sanggup. Lapar. Makan sesendok mie bolehkah? Tinggal di tempatku maka ikuti peraturanku. Tanda tangan. Tiga poin perjanjian hukum. Itu… Xia Fan, Bagaimana kau bisa tahu aku…

Aku pasti tidak akan pergi? Wu Yu telah mengikat hidupmu ini dengan sangat ketat. Kalian keterlaluan. Keterlaluan. Kalau mau tanda tangan, Kalau tidak… Bacakan dan hafalkan. Tiga poin perjanjian hukum. Pertama: selama masa sewa, makan dan minum sehari-hari termasuk isi dari latihan, semua ikuti peraturan. Ini sedikit keterlaluan. Aku lakukan ini untuk menghindari

Kesalahan kekanak-kanakan yang kau lakukan hari. Kedua: Jangan mengotori lantai. Jika membuat kotor tolong segera dilap bersih. Yang ini gampang. Cukup beritahu aku kain lapnya di mana. Tidak ada kain lap, gunakan ini. Ini mana bisa lap bersih? Apa sudah cukup? Apa kau fobia kebersihan? Aku tidak. Ketiga: Jika menggunakan dapur, Talenan yang berbeda warna

Harus dicocokkan dengan makanan yang dipotong. Yang ini tenang saja. Paling cuma satu untuk daging, satu untuk sayur. Aku tidak akan salah. Salah. Lihat ke sini. Sayuran, buah, daging merah, daging putih. Jangan coba-coba digabung. Kau ini bukankah seperti satu set menu pelangi.