【FULL】Standing in the Time EP1【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Standing in the Time Episode 1 Pagi. Xiaoxiao, mau pergi kerja ya? Benar. Semangat, ya. Terima kasih. Pagi. Li Xiao, Kau hari ini sangat cantik. Benar, kan? Dia memang pantas menjadi orang penting di Majalah Fashion Resa kita. Pagi, Li Xiao. Pagi. Li Xiao, setelanmu dipadukan dengan sabuk kecil, bagus sekali. Terima kasih. Li Xiao.
Jasmine. Semua tema kumpulan tema Channel dalam 5 tahun terakhir dengan seri liburan musim semi awal, nanti tolong cetak untukku. Baiklah, tidak masalah. Kak Xiao Mo, mohon maaf. Apa kursinya nyaman? Lumayan. Apakah Kak Xiao Mo sekarang bertanggung jawab terhadap artikel pilihan bertema busana power suit wanita? Benar, bagaimana? Tulisannya bagus. Hanya ada sedikit masalah.
Katakanlah. Mengenai penelusuran sejarah Power Suit wanita, bagian ini dituliskan sangat kurang terlalu tepat. Kau lihat, di sini kau menuliskan akhir tahun lalu hingga awal tahun ini mantel dengan corak kotak abu-abu kembali populer, sehingga power suit wanita kembali menjadi pusat perhatian dalam fashion. Mengenai sejarah power suit, Saint Laurent pada tahun 1966 meluncurkan
Busana profesional wanita, yang merupakan awal kebangkitan power suit wanita yang sebenarnya. Bagian yang ini semua ditulis dengan tidak tepat. Karena pada faktanya, pada tahun 1966 Saint Laurent meluncurkan busana profesional yang dinamakan Le Smoking, yaitu “busana merokok”. Hingga tahun 80-an, Giorgio Armani dan Calvin Klein menggunakan kontur yang lebih luas
Dan potongan yang lebih rapi, menghadirkan kesan power suit yang sebenarnya dalam dunia mode. Ini barulah merupakan indikasi terciptanya busana power suit wanita. Masa percobaan kerjamu sudah akan berakhir, kan? Besok. Kalau begitu aku mengucapkan selamat kepadamu karena bisa bergabung di Resa dengan lancar. Kita bisa lebih awal menjadi rekan kerja.
Terima kasih, Kak Xiao Mo. Hilangkan panggilan “Kak”, panggil Xiao Mo saja. Terima kasih, Xiao Mo. Bisakah bantu aku ambilkan segelas air? Bisa, tidak masalah. Terima kasih. Maaf. Xia Fan. Pekerjaan ini pun mereka juga menyuruhmu? Cepat bantu aku. Terima kasih, Xia Fan. Aku dengar Xiao Lu yang kau gantikan posisinya selama masa percobaan,
Setelah cuti melahirkan, dia tidak kembali lagi. Tidak kembali lagi? Dia merintis bisnis bersama suaminya, membuka perusahaan. Oh. Kau ini apakah tidak mengerti? Kalau Xiao Lu tidak kembali berarti Resa ada sebuah posisi pegawai yang lowong. Kau mungkin bisa menjadi pegawai resmi. Mengerti? Editor fashion resmi. Kau tidak perlu lagi setiap hari membantu orang
Membeli kopi, menyiram bunga, memeriksa arsip. Kau ini bodoh, ya? Menjadi editor resmi Resa? Xia Fan, 8 tahun… pada usia 8 tahun, aku ikut membaca majalah Resa edisi pertama bersama ibuku. Jika… jika aku akan menjadi karyawan resmi, berarti bukankah impianku telah menjadi nyata? Sabar, sabar. Di saat seperti ini, harus lebih tenang.
Anggap saja kau tidak tahu apa-apa. Oke? Tenang, tenang, tenang. Sudah, sudah, sudah. Ambil air panas. Pada tahun 1966 Saint Laurent meluncurkan busana yang dinamakan Le Smoking, Ternyata kau mencampuradukkan karya power suit yang diluncurkan Giorgio Armani dan Calvin Klein pada tahun 1980. Bagaimana kau ini memeriksa arsip? Apa itu Le Smoking?
Itu adalah busana netral. Apa itu busana power suit wanita? Yaitu busana yang menonjolkan otoritas wanita. Busana yang diukur dan dipotong khusus untuk wanita. Apakah dua hal ini sama? Sebagai seorang editor fashion, kau sama sekali tidak punya mengerti dan tidak peka terhadap fashion. Lalu mau kerjakan apa? Pulang saja.
Banyak orang yang ingin bekerja tetapi tidak bisa masuk. Halo semua, apa kabar? Aku undang kalian semua minum kopi. Setengah jam lagi, pergilah ke kantorku untuk mulai rapat memiliih topik. Li Xiao, kau bantu aku hitung, mereka mau minum apa. Baiklah, tidak masalah. Terima kasih. Terima kasih. Xia Fan, Xia Fan. Bantu aku tunda dulu…
Maaf, maaf. Maaf. Halo, Xia Fan. Kenapa kau belum kemari? Aku menumpahkan segelas kopi. Lebih penting menumpahkan kopi atau rapat? Apa kau ini bodoh? Yang kutumpahkan ini milik Amanda, kopi double espresso Lalu bagaimana? Aku beli segelas lagi. Tuan, mohon maaf. Aku akan bereskan sebentar lagi. Xia Fan, kau bantulah aku mengulur waktu 20 menit.
20 menit? Kau ini sedang apa? Sekarang orang yang mengantri sangat banyak. Kau bantu aku mengulur waktu. Jangan bicara lagi. Tuan, ini kopi Anda. Sama dengan miliku, cepatlah pergi. Terima kasih. Aku berikan uangnya kepadamu… Tidak perlu. Terima kasih. Maaf. Aku sudah lama membahasnya dengan kepala editor, bersiap-siap untuk meluncurkan edisi tambahan Resa.
Akan ditambahkan konten tentang model pria sebagai tema utamanya. Model amatir yang bisa diandalkan. Jadi pekan ini, Xiao Mo, Xia Fan, Linda, Jasmine, kalian persiapkanlah untuk memilih model amatir. Sekaligus serahkan foto-foto hasil pemotretan jalanan mereka. Yang berpotensi nantinya bisa dikontrak dan dilatih, sekaligus berpeluang menjadi model eksklusif di Resa. Ada lagi,
Departeman editor naskah menawarkan diri bekerja sama akan melakukan wawancara khusus terhadap penulis ternama, Guru Yun Zhi. Mohon bantuan Xia Fan, keluarkan arsip tentang mode dan pemotretan tokoh tersebut. Xiao Mo juga ikut di dalamnya, bantu dia untuk mengecek. Rapat selanjutnya, kita akan masuk ke dalam pembahasan. Oke? Baiklah. Rapat dibubarkan.
Tolong telepon perusahaan tata cetak. Follow up dulu masalah tata cetak itu, ini sudah hampir seminggu. Telepon sekarang. Editor Wu, ini adalah 3 arsip yang diberikan oleh Guru Bi. Aku tahu. Oke. Apa maksudnya? Belum melihat arsipnya, sudah mau menyogok duluan? Oke, baiklah, coba lihat hasil kerjamu. Tanpa kaki… Kakak, apa-apaan ini?
Bisakah buat lebih bersih? Bagaimana aku melihatnya? Apanya yang tanpa kaki? Tidak bisa baca? Maksudku kau dengan tidak mudah menulis sebuah buku, judul bukunya pun aku tidak mengerti. Menurutmu apa ada orang yang akan membeli? Itu kau yang tidak mengerti. Bukan berarti orang lain juga tidak mengerti. Huruf ini dibaca “zhi”. Zhi Tanpa Kaki.
Dibaca “zhi”? Aku sudah tahu. Nama penamu, Lei Yang. Apakah itu nama tempat? Kalau kau ingin menggunakan nama tempat sebagai nama pena, kenapa kau tidak pilih yang lebih enak didengar? Misalnya Hangzhou, atau Chengdu juga boleh. Setidaknya ada sebuah lagu yang populer. Kalau tidak, piihlah yang mengundang selera. Sungai Bunga Pinus.
Tetapi yang kau pilih itu apa? Judul bukumu ini dan nama penamu, aku tidak memahami apa yang ingin kau ungkapkan. Apa menurutmu pembaca pada umumnya bisa memahaminya? Kau tidak sungkan mengatakan bahwa kau tidak mengerti. Kau adalah seorang editor besar dari Penerbit Dongfan. Bahkan huruf “zhi” dalam kalimat “Zhi” Tanpa Kaki pun
Kau tidak bisa membacanya. Kau pikir aku sungguhan tidak bisa membaca huruf “zhi” ini? “Zhi” sendiri artinya serangga tanpa kaki. Judulmu ini “Zhi” Tanpa Kaki. Kalau dipahami secara umum artinya menjadi Serangga tanpa kaki yang tanpa kaki. Maknanya jadi berulang, mengerti? Begini disebut penulis? Judul bukumu saja sudah ada kesalahan. Kau tidak merasa sungkan?
Bawa kembali, dan perbaiki. Aku beri tahu kau. Naskah buku ini kau sendiri yang memintanya. Setidaknya kau sudah membacanya hingga selesai. Jangan bersikap tidak tahu diri. Kalau bukan karena kau ada sedikit bakat, aku juga malas membantmu. Kau mau perbaiki atau tidak? Kalau tidak mau perbaiki, aku tidak akan melihatnya. Perbaikilah dalam 2 hari.
Ada lagi satu hal. Aku sedang berpikir, bukankah kau mempertimbangkan datang kemari untuk menjadi asisten editor naskah? Kau di rumah hanya bisa menulis karya tak berkualitas. Lebih baik datang kemari mempelajari sesuatu. Di satu sisi, bisa melihat hasil karya orang lain. Di sisi lain, bisa memahami proses penerbitan. Bagaimana? Aku beri tahu kau.
Aku adalah seorang penulis. Yang kujunjung tinggi adalah semangat kebebasan. Pemikiran yang mandiri. Aku tidak mau kemari. Sampai jumpa. Tunggu dulu. Kemari. Dah. Dua hari, ya. Perbaiki. Xia Fan, konsep minimalis dipadukan dengan latar belakang warna polos. Mode dan busananya, gunakanlah gaya pakaian yang biasa dikenakan oleh Guru Yun Zhi.
Lokasi pemotretannya menggunakan tempat sejenis kantor atau rumah tinggal miliknya. Dengan konsep begini, akan semakin cocok dengan status Guru Yun Zhi sebagai seorang penulis. Ada lagi beberapa data lainnya, aku sudah mencetaknya untukmu. Kau harus membacanya dengan baik. Aku mencintamu. Para Pimpinan, silakan. Terima kasih atas kedatangan para pimpinan dari penerbit.
Hari ini telah datang ke Resa untuk melakukan observasi. Ini kebanggaan buat kami. Papan ini adalah papan latar belakang kami. Topik khusus dan arsip lukisan tangan akan dipamerkan di sini. Xia Fan, siapa sekelompok orang itu? Amanda begitu sungkan. Mereka adalah para pimpinan penerbit. Hari ini mungkin mereka datang untuk melakukan observasi.
Pimpinan yang itu muda sekali. Yang memakai celana putih itu. Dia adalah kepala departemen SDM. Asalkan dia sudah tanda tangan, kau akan menjadi pegawai Resa. Para Pimpinan, silakan kemari. Ini adalah ruang sampel pakaian kami. Banyak sampel hasil pemotretan para model. kita lakukan di sini. Ini adalah naskah topik khusus edisi terbaru yang kami buat
Bersama tim topik khusus. Bukankah Yun Zhi adalah seorang penulis? Benar. Kami Resa, selalu memadukan antara budaya dan fashion dalam mebuat majalah fashion yang berkualitas tinggi. Silakan. Terima kasih. Apa kabar, Nenek. Kau memanggilku? Siapa yang kau panggil Nenek? Nenek. Apakah Anda kehilangan anting-anting? Aku hari ini tidak memakai anting-anting. Yang kumaksud yang ini.
Maksudmu brosku? Bros? Baiklah. Untuk sementara anggap saja itu sebagai bros, tetapi sebenarnya itu adalah anting-anting, kan? Anda lihatnya teksturnya adalah perak berongga. Beberapa tahun yang lalu, Chanel dan Pandora meluncurkan anting-anting dengan tema seperti ini. Kalau aku tidak salah ingat, model milik Anda ini seharusnya dipamerkan pada
Pameran perhiasan di New York beberapa tahun lalu. Kau yakin? Aku yakin. Li Xiao, apa datanya sudah diketik? Tunggu sebentar. Dan aku masih ada alasan lain. Karena jika dilihat dari kharisma Anda, aku rasa Anda sepertinya lebih menyukai estetika dengan perpaduan simetris. Jadi, Anda sepertinya telah kehilangan salah satunya,
Lalu menggunakan yang satunya lagi sebagai bros. Tetapi dipakai seperti ini juga sangat bagus. Intinya kan tetap anting-anting. Aku tetap berharap Anda bisa menemukan yang satunya. Sudahlah. Kerjakanlah apa yang mesti kau kerjakan. Apakah naskahnya sudah dibuat. Sudah. Mohon maaf, ini adalah pegawai yang magang di tempat kami. Dia sering kali lancang berbicara.
Jika ada perkataan yang kurang berkenan, mohon Anda tidak keberatan. Aku tidak keberatan. Dia menganalisis dengan sangat masuk akal. Siapa namamu? Namaku Li Xiao. “Xiao” yang artinya “sekolah”? Kebetulan sekali, kata itu juga berarti “memeriksa naskah”. Pegawai magang, kapan akan menjadi pegawai tetap? Mestinya tidak lama lagi. Anak ini lumayan. Bukankah sudah diingatkan untuk bersabar?
Apakah aku tadi tidak bersabar? Dia adalah seorang pimpinan, kau panggil dia nenek. Bukankah itu panggilan yang ramah? Apa yang kau maksud tidak lama lagi menjadi pegawai tetap? Bukan… Kau harus mengubah kebiasaanmu ini, Xiao. Aku merasa aku cukup tenang. Tidak masalah. Anda minta letakkan di mana, aku akan letakkan di sana. Oke?
Tidak bisa, begini saja. Letakkan stiker produk kita di awal pesan-pesan yang ada di platform umum. Dengan demikian, sticky post dan gambar bergerak, dan fluoresensi. Benar. Orang-orang yang menerimanya semua merupakan orang berusia paru baya. Pastilah efek iklan ini akan sangat baik. Anda tenang saja. Anda tenang saja. Besok akan diperbarui. Baiklah, baiklah.
Baik, sampai jumpa. Sudah pulang? Bukankah sudah kubilang? Tanpa seizin aku, jangan sembarangan masuk. Aku meneleponmu, kau juga tidak menjawabnya. Benar, kan? Aku ada hal mendesak mencarimu. Di luar sangat dingin. Kami bedua pun langsung masuk. Kali ini kau minta aku menulis apa? Sebuah artikel yang berhubungan dengan bakti kepada orang tua.
Bisa untuk biaya sewa rumah berapa lama? Satu minggu. Kau lihat. Kutipan ini, orang yang masih memiliki ayah dan ibu di rumah, pasti ingin membacanya. Sangat menarik perhatian. Di bawah ini, langsung dituliskan sebuah peribahasa “di antara ratusan kebajikan, berbakti kepada orang tua adalah yang utama”. Langsung memunculkan pokok pikirannya. Di belakang, semuanya adalah argumen-argumen.
Menurutmu bagaimana? Lihatlah. Bukankah ini ditulis dengan sangat baik? Masalahnya bukan pada artikelnya. Di bagian akhir, aku ingin menambahkan sedikit tips kecil untuk kehidupan. Misalnya tentang kesehatan, merawat diri, kecantikan dan semacamnya. Tanpa hal-hal itu, bagaimana mungkin orang paruh baya akan melihatnya? Seandainya tidak ada orang paruh baya yang melihatnya, dari mana datangnya iklanku ini?
Aku sungguh tidak bisa menulis tentang ini. Aku sudah tahu kau akan berkata seperti ini. Di belakang ini, aku sudah menuliskan begitu banyak situs web untukmu. Kau bantulah aku melihat-lihat dan memilih-milihnya. Seandainya masih tidak bisa, copy paste saja bisa? Satu minggu. Sewa rumah selama satu minggu. Begini baru benar. Jangan mengganggu anak itu.
Tidur di tempatku saja. Boleh juga. Kau harus manfaatkan waktu dengan baik. Besok pagi aku pasti akan datang mengambilnya, sore harinya sudah harus diterbitkan, mengerti? Kau telah berjerih payah. Bangun, cepat. Pakai dengan baik, ya. Ayo. Versi elektroniknya sudah kukirim ke surelmu. Bagus. Semangat, ya. Aku pergi dulu, sampai jumpa. Yang kita lihat ini
Adalah beberapa pertimbangan dalam pemilihan tema kali ini. Berkaitan dengan proposal tentang Guru Yun Zhi, menurut perkiraanku merupakan sebuah konsep gaya pandangan minimalis. Pandangan minimalis bukanlah berarti pandangan yang menolak menggunakan bahan berkualitas, dan juga bukanlah pandangan yang menolak kenyamanan, melainkan sebuah pandangan yang sangat memahami arah keinginan hati sendiri.
Menginginkan kualitas bahan yang diinginkan oleh diri sendiri. Pada umumnya, orang yang memiliki pandangan minimalis memiliki pandangan hidup yang stabil dan memiliki kemampuan yang kuat dalam membuat keputusan sendiri. Aku rasa semua ini sangat sesuai dengan status diri Guru Yun Zhi sebagai penulis, secara bersamaan semuanya telah terpadukan. Editor topik khusus memberikan tema tentang
Arah keinginan hati sendiri. Dalam pemotretan foto utama, aku rasa dengan busana yang biasa dipakai Guru Yun Zhi sehari-hari dipadukan dengan lingkungan pekerjaan yang berurutan, kemudian semakin menonjolkan sisi arah keinginan hati dari Guru Yun Zhi. Isi wawancaranya, aku sudah mendengarnya dengan jelas. Boleh digunakan berdasarkan patokan ini, tetapi berkaitan dengan pemotretan foto utama,
Apakah kau yakin bahwa pengertianmu terhadap pandangan minmalis tidak ada kesalahan? Apakah pandangan minimalis hanyalah begitu sederhana? Xiao Mo, apa kau punya pendapat lain? Aku sudah melihat semua perkerjaan Xia Fan, tetapi sebenarnya aku sendiri lebih condong kepada sebuah gaya yang berbeda pada bahannya. Menggunakan perpaduan dan gaya busana yang paling populer di musim ini,
Untuk menampilkan sosok Guru Yun Zhi sepenuhnya baru. Melampaui kesan tradisional dalam diri Guru Yun Zhi yang selama ini muncul dalam benak pembaca. Latar belakangnya boleh dipilih yang berwarna polos, tetapi kesan kreatif dalam diri si tokoh haruslah ada. Misalnya mantel jas berkelas tinggi Armani tahun 2018, dipadukan dengan jam tangan dan dasi yang mewah.
Ini dapat memberikan sebuah kesan yang mewah dan elegan. Guru Yun Zhi yang seperti ini akan membuat mata para pembaca menjadi terang. Sekaligus juga bisa merasakan bahwa Guru Yun Zhi menghadirkan sebuah minat terhadap kehidupan yang berkualitas dan estetika yang tinggi. Apakah kalian ada pendapat lain? Kepala Editor, aku rasa memberikan kesan baru
Dalam sisi fashionnya sangat bagus. tetapi kita tidak bisa mengabaikan ciri khas dari tokoh yang diwawancarai, dan hanya mengutamakan sisi fashionnya saja. Tadi Xia Fan membahas tentang pandangan minimalis. Itu bukan berarti sederhana, tetapi sangat berselera tinggi. Karena kita semua sangat akbrak dengan Guru Yun Zhi, kita bisa coba bayangkan sejenak.
Rancangan busana yang berkelas tinggi, apakah cocok dengan Guru Yun Zhi? Sebelumnya aku pernah membaca isi buku baru karya Guru Yun Zhi. Sebuah novel tentang kenangan masa lalu. Jadi aku merasa para pembaca masih berharap untuk bisa lebih memahami sosok seperti apakah Guru Yun Zhi yang sesungguhnya dalam kehidupan nyata.
Jadi mengenai busana Guru Yun Zhi, kita bisa lakukan sedikit perubahan. Kita bisa memilih perpaduan busana yang lebih kaya, tetapi untuk perpaduan lokasinya, kita harus kembali pada keseharian, kehidupan dan lingkungan kerja Guru Yun Zhi Menggunakan sentuhan alur kehidupan untuk menghidupkan tulisan tentang Guru Yun Zhi. Aku rasa begini bisa lebih baik.
Xiao Mo, Xia Fan, coba diperinci lagi artikel khusus kalian, lalu serahkan kepadaku. Li Xiao, kau juga persiapkanlah sebuah naskah. Aku akan mempertimbangkannya. Li Xiao itu bukankah bodoh? Terlihat jelas Pimpinan Redaksi meminta Xiao Mo menjelaskan konsep, pasti ada maksud tertentu. Dia berdiri di sana dan berbicara tanpa henti. Bukankah dia masih dalam masa percobaan?
Benar, masa depannya akan mengkhawatirkan. Pemotretan jalananmu apakah sudah selesai? Aku harus belajar dari Xiao Mo, setelah menelopon ke perusahaan agency sebanyak 2 kali, urusannya sudah beres. Tidak bisa, aku juga harus mencari model yang bukan amatir. Hatimu sedang bimbang? Tidak. Setiap orang memiliki caranya sendiri. Berarti karena sudah terbiasa,
Jadi kau tidak peduli sedikit pun. Cara kerja Xiao Mo, meskipun aku tidak sepenuhnya setuju, tetapi setidaknya dia telah mencapai apa yang kuinginkan. Xia Fan, sekarang di dalam masyarakat tidak ada lagi orang yang peduli apa yang kau pertahankan. Mereka hanya peduli apakah kau mampu menunjukkan prestasi. Pekerjaan sebagai editor fashion ini
Ada berapa banyak orang yang bersaing untuk mendapatkannya. Jika kau tidak bisa mengerjakannya dengan baik, pasti hanya karena dua hal. Kalau bukan karena masalah sikap, pasti masalah estetika alami. Namun, adik seperguruanmu itu memiliki banyak ide. Selama masa percobaan ini, Li Xiao begitu serius. Dan juga dia adalah pembaca setia Resa kita.
Terhadap fashion, dia juga memiliki pandangan tersendiri. Terkadang sifatnya ada sedikit emosional. Kalau berbicara atau berbuat sesuatu tidak melihat situasi. Apalagi di tidak tahu itu adalah proposal yang Anda usulkan. Maaf, mohon Anda maklumi dia. Kau pikir aku orang yang seperti itu? Begini saja, kita tetap berjalan sesuai proposalmu. Tetapi harus melakukan sedikit perubahan. Baik.
Aku pasti akan melihat proposal Anda dengan baik. Baiklah. Oh ya, mengenai pemilihan model amatir, kau belum mempersiapkannya dengan baik. Cepatlah selesaikan. Xia Fan, tadi waktu rapat aku berkata seperti itu, pantas saja, kan? TIdak ada masalah. Kalau ada ide memang harus disampaikan. Apakah Amanda tidak senang? Tentu saja ada rasa tidak senang,
Tetapi tadi dia juga berkata hal yang lain kepadaku. Apa? Dia bilang kau ini lumayan. Benarkah? Bagian personalia datang. Bagian personalia datang mencari Amanda, apakah karena aku? Tunggu dulu, tunggu dulu. Sabar dulu. Ingatlah apa yang sudah kusampaikan tadi. Aku pergi untuk melakukan pemotretan jalanan. Perlukah aku pergi bersamamu? Kau jangan pergi.
Aku sarankan sebaiknya kau pastikan sendiri masalah pengangkatan pegawai tetap. Baiklah, baiklah. Nanti hubungi aku, ya. Aku perlihatkan padamu. Lipstikmu ini… Model baru. Bagus atau tidak? Kau lihat, ada juga eye shadow. Kebetulan ketika pulang kerja nanti aku akan bertemu pacarku. Kebetulan aku bisa pinjam untuk merias sebentar. Tolong bantu buka pintu. Mau ke mana?
Departemen editor naskah. Daftar dulu. Daftarlah. Kuas ini sangat menarik. Kemarin aku sudah pernah datang. Tidak ingat. Apakah eye shadow ini bagus? Tetapi aku rasa aku kurang suka cermin ini. Aku lihat kau setiap hari menggunakannya, itu terlihat lebih menyegarkan. Aku pakai lagi sedikit. Sepertinya dia kemarin memang pernah datang. Memang pernah datang.
Mau apa dia sepagi ini? Apa-apaan? Lain kali tolong diingat. Siapa sih orang ini? Kau tidak perlu mengantarkanku. Oke, kalau begitu aku tidak mengantarmu. Baiklah. Mohon bantuanmu untuk masalah ini. Baik, biak, sampai jumpa. Kau Li Xiao, kan? Apa kabar. Apa kabar. Begini, masa percobaanmu berakhir pada hari ini. Terima kasih atas kontribusimu kepada Resa.
Mulai besok, kau tunggulah kabar di rumah. Ketika ada kabar, aku akan segera menyampaikan kepadamu. Baiklah. Kalau begitu aku akan menunggu telepon Anda di rumah. Sekian dulu. Sampai jumpa. Apa-apaan perbaikan yang kaubuat ini? Bab pendahuluan novel tidak sampai 100 kata. Kau malah membuat belasan kata yang sulit dimengerti orang. Jika kau adalah pembaca,
Dan kau membaca buku seperti ini, bagaimana perasaanmu? Aku beri tahu kau, sikapmu ini adalah penghinaan terhadap karya sastra. Kalau aku tidak menghinamu, departemen pemasaran yang akan menghinaku. Mengerti? Aku beri tahu kau, aku Wu Yu, novel-novel yang kuedit, pasti ada jaminan bisa laris. Dan berdasarkan pengalamanku, bukumu ini
Tidak akan terjual lebih dari 500 buku. Ingatlah, Zhou Zimo Baik karya sastra maupun karya seni, asalkan terlepas dari kehidupan nyata, dan tidak menyangkut tentang permasalahan perasaan banyak orang, semuanya omong kosong. Tadi kau bilang apa? Tidak akan terjual lebih dari 500 buku? Wu Yu, aku beri tahu kau. Jika bukuku
Terjual tidak lebih dari 500 buku, aku akan memakan bukuku di hadapanmu. Hebat sekali. Sungguhkah? Aku akan menantinya. Kita tidak perlu menunggu sampai bukunya diterbitkan. Sekarang pun kita bisa bertaruh. Begini saja, kau bawalah naskah bukumu ini ke jalan. Tanyakan kepada 5 orang. Jika ada 1 di antaranya yang mengenal huruf “zhi” ini,
Aku akan memakan naskahmu itu. Tetapi jika tidak ada orang yang mengenalinya, bukankah kau seharusnya mempertimbangkan untuk mengganti judul bukumu dan mengganti isi bukumu? Buatlah yang lebih bagus dan nyata. Oke? Perbaiki lagi dalam satu minggu. Apa kau dengar, Zhou Zimo? Aku sampaikan sekali lagi di tempatmu ini namaku Lei Yang Lei Yang.
Penulis terkenal Lei Yang. Perhatikan yang benar. Kalau rusak, kau harus mengganti kerugian. Apa kau sanggup? Permisi, maaf mengganggu waktu Anda sebentar. Apakah Anda mengenal huruf ini? Tidak tahu, tidak tahu. Terima kasih. Maaf mengganggu sebentar, apakah Anda mengenal huruf ini? Tanpa Kaki… Baiklah, terima kasih. Permisi, mengganggu sebentar. Apakah Anda mengenal huruf ini?
Tidak tahu, maaf. Terima kasih. Permisi, apakah Anda mengenal huruf ini? Tidak tahu. Terima kasih. Halo, aku adalah editor dari Majalah Resa. Kami sedang melakukan seleksi model amatir. Apa aku boleh memfotomu beberapa kali? Jika cocok dan lolos seleksi, ada kemungkinan kau bisa menjadi model eksklusif kami. Aku lihat kharismamu sangat bagus.
Apakah tadi kau yang memfotoku? Benar. Aku ingin melihat apakah kau cukup fotogenik. Tolong hapus foto-foto itu. Apakah kau datang ke Dongfan untuk mengajukan naskah? Ada temanku yang bekerja di departeman editor naskah. Apa perlu bantuan? Itu urusanku, kau tidak perlu mengurusinya. Tolong hapus foto-foto tadi. Aku tidak berminat terhadap pekerjaan di bidang model.
Mari kita ngobrol dulu. Aku bisa menyampaikan kepadamu hal-hal yang lebih detil. Bagaimana? Aku tidak berminat dalam bidang itu. Itu kameraku. Kau mau apa? Ini adalah urusan pribadiku. Setelah fotonya kuhapus, kartu memorinya akan kukembalikan. Tunggu dulu. Kameraku ini sudah rusak. Di dalamnya ada data pekerjaanku. Apa kau tahu itu? Sudah kubilang,
Kartu memorinya akan kukembalikan. Dan kameranya, aku akan menggantinya. Kalau begitu aku minta nomor teleponmu. Kau punya kartu nama, kan? Kau bekerja di majalah apa? Resa, Majalah Resa. Baik. Aku akan mengganti kameranya… dalam 2 hari ini. Apakah naskah milikmu? Aku sudah mengingatmu. Meskipun kau tidak berbuat begini, aku juga pasti akan mengganti kerugianmu.
Wu Yu. Bidadari Xia Fan? (Xia Fan berarti turun ke dunia) Ada apa? Aku ingin bertanya sedikit hal. Siap menjalankan perintah. Siapa editor penanggung jawabnya? “Zhi” Tanpa Kaki. Ternyata kau bisa membaca huruf “zhi” itu. Kenapa bisa ada di tanganmu? Tidak mungkin bocah itu membawa naskahnya ke Resa untuk diajukan.
Dia membawa karya sastra ke bidang fashion. Dia adalah penulismu? Tebakanmu benar. Ada apa? Tadi aku sedang mencari model amatir di jalan, lalu memfoto dirinya dua kali. Dia tidak bersedia, lalu merampas kameraku hingga jatuh dan rusak. Dia? Berarti dia harus ganti rugi. Dia mau ganti rugi, dia sudah bilang. Benar, memang harus ganti rugi.
Kau jangan khawatir, dia adalah penulisku. Kalau dia sampai lari, masih ada aku. Bukan itu maksudku. Aku ingin mencari dia. Sudah pergi. Jangan dipikirkan lagi. Impianku. Sudah yang keberapa kali? Tak terhingga. Beli sebelum pengangkatan pegawai tetap. Ayo, ayo pergi. Bukankah seharusnya berkata sesuatu? Berkata apa? Berdoa dulu. Berdoa apa? Berdoa kau bisa menjadi
Pembaca Resa selamanya. Aku hanya bercanda. Kenapa begitu tidak berlapang hati? Tidak ada rasa humor sedikit pun. Xia Fan, tentu saja aku akan menjadi pembaca Resa selamanya. Kau tidak perlu mengingatkanku hal ini. Kau juga tidak perlu menyuruhku. Lagi pula kau sebelumnya sudah sangat memahami hal itu. Aku anggap sebagai doa untuk diriku sendiri saja.
Oke?