【FULL】Eternal Love Rain EP18【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Eternal Love Rain] [Episode 18] Kakak Luo. Lama tidak jumpa. Ternyata benar-benar kau. Kakak Luo. Keluarga Mo memiliki hubungan baik dengan Keluarga Luo. Keluargaku hancur karena bajingan yang berbohong itu. Kakak Luo, terima kasih karena tidak menolakku. Katakanlah. Kenapa kau menyuruhku kemari? Aku yakin kau telah berusaha yang terbaik

Dalam kasus sebelumnya yang sedang kau tangani. Namun, Ning Xing Rui mengambil pujianmu. Terlebih Ning Xiu Rui mencoba mengambil alih kasus ini secara paksa karena hubungannya dengan Yang Mulia. Kakak Luo, aku yakin kau tidak bahagia. Apa yang kau coba katakan? Aku datang hari ini untuk membantu memulihkan martabatmu sebagai Ketua Mahkamah Agung.

Aku pernah menjadi rekan ayahmu. Berkat ayahmu, aku mendapatkan posisi ini. Karena sekarang kau menghadapi kesulitan, aku akan membantumu. Kakak Luo, aku tenang mendengarnya. Kudengar jantung orang-orang dicuri di kota. Kudengar seseorang kehilangan jantungnya kemarin. Ya. Mahkamah Agung sedang menyelidiki ini, tapi tidak ada kemajuan. Malah naga jahat itu makin berani. Ini sebuah tragedi.

Kakak Luo. Kuharap kau bisa meminta Yang Mulia untuk mengirim lebih banyak pengawal ke kota. Lindungilah kota dengan baik. Hanya dengan begitu, kita bisa mencegah jantung orang dicuri. Juga melindungi kedamaian rakyat kita. Karena kau memikirkan istana dan rakyat, jangan khawatir. Aku akan berusaha untuk membantu. Kakak Luo. Aku butuh bantuanmu lagi. Katakanlah.

Kau telah menyaksikannya sendiri. Aku terlalu menyedihkan untuk disebut sebagai manusia. Mo Cheng Feng yang lama sudah meninggal. Kakak Luo, itu sebabnya aku ingin kau membuat pemberitahuan. Katakan kepada mereka Mo Cheng Feng dan kedua pengawal itu dimakan oleh laut. Tidak ada yang selamat dari badai. Lebih mudah aku membantumu diam-diam jika kau akan melakukannya.

Baik. Asalkan kau bisa menangkap pelakunya, aku akan membantumu. Terima kasih, Kakak Luo. [Ning Xiu Rui,] [kau akan segera mati.] Kakak Luo, aku akan pergi sekarang. Aku akan berhenti di sini. Kakak Luo, akan kuserahkan kepadamu. Lewat sini. Siapa orang itu? Dia tampak familier. [Naga Bodoh, kau mengikutiku ke negeri di luar Tembok Besar.]

[Akan menyenangkan jika ini bisa bertahan selamanya.] Berhenti! Kau siapa? Apa? Kau tidak mengenaliku? – Kau pasti orang baru. – Ya. Siapa namamu? Apa posisimu? Aku Feng Cheng. Aku salah satu pengawal kota. Feng Cheng? Lepaskan baju zirahmu. Kau dipecat. Pergilah. Bodoh. Kenapa kau menoleh? Sayang sekali baju zirahmu. Feng Cheng. Feng Cheng?

Aku di sini. Tuanku, ada apa? – Di mana kau? Kembalilah ke posisimu. – Ya. [Mantra tipu daya Ning Xiu Ren bekerja dengan baik.] Semua pengawal kota ada di sini. Mulai hari ini dan seterusnya, tim kita akan membantu Tuan Ning menyelidiki kasus pencurian jantung. Tuan Ning akan menjadi pemimpin kalian. Mengerti?

– Ya! – Ya! Ikuti aku. Ning Xiu Rui. Dasar naga bejat. Sudah kubilang kita seharusnya jangan bertemu lagi. Aku harus mengikuti perjodohan Yang Mulia. Katakan. Apa kau datang untuk mengambil Sisik itu? Aku akan mengembalikannya kepadamu. Aku… Tidak. Tidak? Kalau begitu, kenapa kau gagap? Aku berada di luar Tembok Besar sekarang.

Kau mengikutiku meskipun itu sangat jauh dari Shengjing. Lalu, kau bilang kau datang bukan untuk Sisik itu? Ning Xiu Rui, apa yang kau lakukan? Bukankah sudah kubilang? Kita tidak berhubungan sekarang. Yang Mulia memberitahuku segalanya. Kau tidak harus pergi karena perkataannya. Ini jalan paling terkenal yang kita miliki di luar Tembok Besar. Ini tandus.

Kita tentu harus memiliki ciri khas masing-masing. Apa dia masih mengikuti kita? Ya. Bagaimana Tuan Ning bisa bepergian ke negeri ini dalam waktu sesingkat itu? Akan kuberi tahu pada waktunya. Berhenti bersikap misterius. Lihatlah. – Lihatlah! – Apa? Apa dia bangsawan dari Shengjing? Bagaimana bisa ada pria setampan itu di dunia?

– Ya! – Dia sangat tampan! – Bagaimana dia bisa begitu tampan? – Lin Lin, aku lelah. Ayo istirahat. Jalan ini sangat ramai hari ini. Baik. Tampan sekali! – Dia sangat tampan! – Ya! Beri kami teh. Baik. Ayo duduk di sana. Baik. – Selamat menikmati. – Cepat. Penjaga Kedai, berikan kudapan terbaikmu. Tentu!

Sayang sekali kita melihatnya lagi. Tuan, apa ada yang duduk di sampingmu? Tidak ada. Aku terbiasa sendirian. Lihatlah wanita itu! Jauhkan tanganmu darinya! Kau lagi? Kau tidak melihat aku sedang mendiskusikan pernikahanku dengan tuan ini? Mendiskusikan pernikahanmu dengannya? Kau sudah akrab dengannya? Kau tahu namanya? Mendiskusikan pernikahan? Jangan bercanda! Bercanda? Memangnya kau sudah akrab dengannya?

Kaulah yang jangan bercanda. Tuan ini sudah memiliki seseorang. Hentikan angan-anganmu itu. Angan-angan? Apa hubunganmu dengannya? Kau tidak berhak mengatakan itu! Apa hubunganku dengannya? Dia adalah calon suamiku! Sekarang kau tahu. Kalau begitu, kenapa kalian tidak duduk bersama? Bukan urusanmu. Tuan, katakan yang sebenarnya. Lihat, ‘kan? Dia mengakuinya.

Lain kali, jangan pernah mengobrol dengan gadis lain, kau dengar? Yin Yin, kecuali aku, kau adalah gadis paling berani yang kukenal. Penjaga, berikan kambing panggang. Aku akan mentraktir kalian. Tidak, aku perlu memberitahumu sesuatu. – Yin Yin! – Lin Lin, kau makan dulu! [Kenapa kau berpura-pura sopan?] [Kau tidak mendengar nona ini?] [Kau harus memperhatikan.]

[Kenapa kau menyentuhnya?] [Makanlah stroberi.] [Srikandi, aku sangat terkesan] [dengan tindakan heroikmu.] [Dengan Langit sebagai hakimku,] [terimalah aku sebagai muridmu.] [Ke mana pun kau pergi,] [aku akan mengikutimu!] Bukankah kau bilang kau akan memberitahuku sebelum pergi? Ya. Aku menjilat ludahku sendiri. Aku tidak tahan saat kau memperlakukan gadis lain lebih baik dariku!

Ning Xiu Rui ini. Kenapa dia menghilang? Jangan bilang sesuatu terjadi kepadanya. Apa itu karena kakaknya? Tidak. Jangan bilang sesuatu yang lebih berbahaya dari itu? Dia menghindariku agar aku aman? – Yin Yin! – Lin Lin? Terjadi kasus mengerikan di Shengjing! Ayahku bilang Tuan Ning yang menangani penyelidikan itu.

Sepertinya dia sedang menyelidiki kasus itu belakangan ini. Kami seharusnya bersama, tapi terganggu karena ini. Tidak, aku harus kembali ke Shengjing. Aku harus membantunya menangani kasus ini. Bagaimana? Aku akan melindunginya! Kau akan melindunginya? Sudah kubilang sebelumnya, ‘kan? Akulah Gadis Pilihan. Meskipun aku tidak bisa menjelaskan terlalu banyak kepadamu sekarang, kuharap kau bisa kembali bersamaku.

Kuharap aku tidak harus kembali. Lin Lin, kita bersaudara! Aku butuh bantuanmu jika aku terlibat dalam perkelahian. Keretamu sudah siap. Kau butuh bantuan lain? – Aku akan minta orang menyiapkan… – Tidak! Aku harus kembali hari ini! Namun, ayahku memesan kereta untuk besok. Namun, sudah tidak ada waktu! Lin Lin, ini darurat!

Kalau begitu, bantu aku beri tahu Paman. Aku harus pergi sekarang. – Jangan lupa beri tahu dia! – Su Yin Yin! Su Yin Yin! Bagaimana dengan pakaianmu? [Tiga Hari Kemudian] Satu nyawa lagi telah dikorbankan. Kita hidup dalam ketakutan setiap hari. Ya. Berapa banyak orang yang terbunuh? – Ya. – Ya. Dia pasti sudah meninggal.

Aku harus bagaimana jika dia jatuh di depanku? Mungkin kita akan menjadi korban berikutnya. Bagaimana kita bisa hidup dalam ketakutan setiap hari? – Ya! – Ya! Kita bahkan tidak berani meninggalkan rumah! – Benar, ‘kan? – Ya. Ya. Aku penasaran apa mereka bisa menangkap naga jahat itu.

Kita tidak akan hidup damai selama naga itu masih berkeliaran. Ya. Aku tidak akan meninggalkan rumah. Aku tidak mungkin membiarkan anakku keluar rumah. Ya. Kita tidak boleh membiarkan mereka keluar. Tinggal di rumah adalah pilihan teraman. Tidak ada yang tahu kapan dia akan menyerang. Bagaimana jika dia membunuh orang lain? Lihatlah. Pria yang begitu muda.

Ya. Kenapa dia terpilih? Ini sungguh bencana. – Tidak bisa kubayangkan. – Kematian yang mengerikan. Aku tidak berani membayangkan. Aku tidak berani melihat tubuhnya. Su Yin Yin, kau sedang apa? Lepaskan aku! Bagaimana kau tahu namaku? Apa aku setenar itu? Bahkan sosok misterius sepertimu tahu namaku? Su Yin Yin, kau bodoh?

Tang Lin Lin? Kukira kau tidak ingin kembali? Aku mengkhawatirkanmu! Lepaskan aku! Dia melarikan diri! Baik! Cepat! Aku tidak akan mengganggumu! Pergi sekarang! Dia memang keturunan seorang jenderal. Dia hebat. Kenapa kau ada di sini? Ceritanya panjang. Singkatkan saja. Aku di sini… Aku di sini untuk melindungimu. Melindungiku? Kau? Lihatlah dirimu. Ini kasus yang berbahaya.

Kau tidak memiliki pengawal atau Sisik itu bersamamu. Bagaimana jika sesuatu terjadi kepadamu? Juga naga jahat itu mencuri jantung. Aku tidak bisa hanya berdiri dan diam saja ketika naga itu mungkin mencoba membunuhmu! Menurutmu ini juga ulah naga jahat? Tuan Ning. Aku tidak bisa menyusulnya. Aku hanya menemukan ini. [Jadi, seseorang dari suku naga]

[telah memantau pergerakanku.] Sepertinya penyelidikan kita sudah selesai. Lin Lin, ayo pulang. Tuan Ning, sampai jumpa. Cepat! [Mahkamah Agung] Tuan Ning. Tunggu. Pasti sulit bagi kalian membantuku menyelidiki kasus ini. Tuan Ning, itu memang tugas kami. Tubuhnya tidak terluka. Sama seperti korban pertama. [Manusia tidak bisa membuat luka seperti itu.] Jangan bilang

Ini adalah ulah Kakak? Kasus pembunuhan itu membuat semua orang panik. Semua orang tahu tentang naga jahat itu sekarang. Sekarang, kita hanya perlu melakukan ini beberapa kali lagi dan mengumpulkan semua dendam mereka. Lalu, Ning Xiu Rui akan mati ketika kita mengungkapkan kepada mereka bahwa dia adalah seekor naga. Kau harus bergegas.

Ning Xiu Rui sudah menyadarinya sekarang. Akan merepotkan jika kau menundanya lebih lama lagi. [Kediaman Ning] [Kakak.] [Aku telah mengirim pesan kepadamu dengan belati itu.] [Kau harus bertemu denganku malam ini.] [Aku ingin tahu] [apakah kau adalah dalang di balik segalanya.] [Jika itu benar,] [kuharap kau bisa berhenti membunuh orang yang tidak bersalah.]

Berbahaya di sini. Pulanglah sekarang. Tuan Ning? Naga jahat mencuri jantung lagi! Keluar! Naga jahat mencuri jantung lagi! Semuanya, kemarilah! Ada apa? Naga jahat itu mencoba mencuri jantungku! Dia mencoba mencuri jantungmu? Dia mencoba mencuri jantungnya? Itu dia! – Dia? – Dia? Dia mencekikku! Dia mencoba mencuri jantungku! Untung ada orang datang menyelamatkanku.

Itu sebabnya aku selamat! Naga jahat! Ayo lari! Wanita ini pasti sedang bingung. Aku yakin kau salah. Tuan Ning adalah pejabat terbaik. Tidak mungkin dia melakukan tindakan seperti itu. Aku yakin ini kesalahpahaman. Nenek, kurasa kau salah. Tidak! Itu dia! Kita tidak tahu dia manusia atau naga. Itu dia! Itu dia! Cukup!

Kalian semua harus kembali. Kami akan membiarkan Tuan Ning kembali malam ini. Besok, kami akan melaporkan ini kepada Yang Mulia. Lalu, menyelidiki masalahnya. Dia mencoba melindungi pejabat itu! Ya! Kalian semua bersekongkol! Kau mengabaikan rakyat! Hentikan. Kalian mendengarnya sendiri. Pejabat itu tahu cara terbang! – Apa? – Memang kenapa jika dia bisa terbang?

– Itu sebabnya… – Cukup! Semuanya, percayalah kepada kami. Sudah kubilang aku akan mengurus semua masalah ini. Pulanglah sekarang. Nenek, jangan khawatir. Aku pasti akan memberimu penjelasan. – Ayo. – Ayo. – Ayo. – Ayo pulang. Hati-hati. Ya. Ayo. Tuan Ning, para penduduk kota itu bebal. Kau harus berhati-hati mulai sekarang.

– Hukum pembunuhnya! – Hukum pembunuhnya! – Hukum pembunuhnya! – Hukum pembunuhnya! – Hukum pembunuhnya! – Hukum pembunuhnya! [Pembunuh] – Jangan biarkan dia lolos! – Hukum pembunuhnya! – Tangkap dia! – Dia harus membayar dengan nyawanya! [Naga Jahat Memakan Manusia, Hukum Naga Jahat] – Hukum pembunuhnya! – Hukum pembunuhnya! [Kediaman Ning] – Pembunuh! – Pembunuh!

Tangkap dia! – Pembunuh! – Jangan biarkan dia lolos! Kalian sedang apa? Turun! – Kau sedang apa? – Turun! – Hukum pembunuhnya! – Hukum pembunuhnya! Kalian sedang apa? Kalian melempar barang kepadanya padahal putusan belum keluar? Bukankah kalian terlalu gegabah? Nona Su. Kau wanita bangsawan.

Bagaimana kau tahu teror yang kami alami di jalan setiap hari? Shengjing tidak akan pernah aman kecuali naga jahat itu ditangkap! – Hukum naga jahat itu! – Hukum naga jahat itu! Bagaimana kalian bisa yakin bahwa seekor naga adalah pelakunya? Meskipun itu benar, bagaimana kalian bisa yakin itu adalah Ning Xiu Rui?

Nona Su, Ning Xiu Rui muncul di TKP setiap hari. Dia bisa terbang juga. Semua orang melihatnya sendiri! – Ya! – Nona Su, kau membelanya? Aku yakin kau bersekongkol dengannya! Ya! Kami menginginkan keadilan! – Hukum naga jahat itu! – Kami menginginkan keadilan! – Kami menginginkan keadilan! – Kami menginginkan keadilan!

Dia bukan pelakunya! Kalian memfitnahnya! Saksinya ada di sini! Dia masih berusaha menyangkal kebenaran? Jika pengadilan tidak membantu kami, – kami akan turun tangan. – Ya! Dia mencekikku dan mencoba mencuri jantungku! Itu Ning Xiu Rui! Itu Ning Xiu Rui! Neraka kosong karena naga jahat itu berada di alam kita!

– Naga jahat! – Naga jahat! Dia bukan naga jahat! Bukan! Semua orang di Shengjing tahu kau mencoba untuk bersama dengan Ning Xiu Rui. Kau melindunginya! Berarti kau melakukan kejahatan! Kau kaki tangannya! Kita harus menyingkirkan kaki tangannya! – Singkirkan dia! – Singkirkan dia! Dia bukan naga jahat! – Singkirkan dia! – Singkirkan dia!

Apa yang sedang terjadi? Naga jahat itu ada di sini! Naga jahat itu ada di sini! – Naga jahat itu ada di sini! – Dia naga jahat! – Pembunuh! – Sialan kau, Naga Jahat! – Pembunuh! – Pembunuh! – Pembunuh! – Naga jahat! Dunia ini tidak adil! Naga jahat itu terlalu kuat!

Kita tidak berdaya melawannya! Kita hanya bisa pergi ke Mahkamah Agung dan meminta keadilan! – Ya! Ayo! – Ayo ke Mahkamah Agung! Ayo! – Ayo! – Ayo! Ayo cari keadilan di Mahkamah Agung! Itu menakutkan. Untung aku berada di sana. Keributan sudah berakhir sekarang. Apa yang kau gumamkan? Tidak ada. Jangan lakukan ini untukku lagi.

Ning Xiu Rui. Namun, terima kasih sudah memercayaiku. Omong-omong, mereka bilang mereka akan pergi ke Mahkamah Agung. Kakak Luo Qin Xin adalah Ketua Mahkamah Agung. Keduanya tidak terlalu pintar. Jangan bilang mereka akan menghukummu tanpa alasan? Bagaimana jika mereka memenjarakanmu seperti mereka memenjarakan ayahku? Tidak. Kita harus mempersiapkan diri. Untung ayahku pernah dipenjara sebelumnya.

Aku harus tanya sedikit saran ketika aku kembali. Tunggu aku!