【FULL】Eternal Love Rain EP13【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Eternal Love Rain] [Episode 13] [Sejak kecil, aku telah diberkati oleh naga hitam.] [Meskipun kami hanya pernah bertemu sekali saat usiaku lima tahun,] [tapi aku yakin,] [dia adalah takdirku.] [Yin Yin, siapa dia?] [Dia ini adalah kekasihku.] [Kecuali aku, tak boleh ada yang menyentuhnya,] [termaksud dirimu.]
[Jadi, maksudmu, kau dan Tuan Ning sekarang…] [Lin Lin, kecilkan suaramu.] [Sejak saat itu Su Yin Yin,] [merasa dirinya lebih dari kita.] [dan kau tak cukup baik untuknya, mari kita jatuhkan keluarga Su.] [Mereka bilang ayahmu mencuri lukisan istana.] [Rumah yang Diberkahi] [Sekarang dia diskors dan dipenjara di Mahkamah Agung untuk penyelidikan.] [Mahkamah Agung]
[Martabat keluarga Su sudah lama hilang.] [Kediaman Li] [Di mataku, kau ini hanyalah sebuah lelucon.] [Ning Xiu Rui berhutang pada keluarga kita.] [Segel Mahkamah Agung Shengjing] [Kali ini, aku akan membuatnya membayar dua kali lipat.] [Ternyata kau benar-benar naga?] [Katakan padaku, kapan kau akan mengambil sisik terbalik ini?] [Sekarang.] [Sekarang kau putus asa,]
[hanya aku yang bisa membantumu.] [Jika nanti kita akan bertemu lagi karena sisik itu,] [anggap saja kau tak mengenalku.] [Kediaman Ning] [Berkembang Menuju Kesuksesan] Nona Su, apakah semua barangmu sudah dikemasi? Kita harus kembali sekarang. Nona Su, semua barangmu sudah siap. Bawa barang-barang itu dulu. Baiklah. [Ketenangan di Atas Segalanya]
Kita tunggu sebentar dan kembali lagi. Masih ada beberapa barang yang belum aku kemasi. Dia bilang untuk membawa semua barangku. Jangan sampai tinggalkan apa pun. Begitu kau pergi, Kediaman Ning akan tenang setelah ini. Jika kau tak ada urusan penting dengannya, jangan kembali lagi. Aku tahu.
Setelah ini, tak akan ada yang merebut dia darimu lagi. Nona Muda, semuanya sudah dipindahkan. Ayo kita pergi. Cepat sekali mereka memindahkan barangnya. Sepertinya memang tak ada alasan untuk aku tetap tinggal di sini. Nona Muda? Baiklah, ayo pergi. Benar, tunggu apa lagi? Kau tidak aku antar, ya. Selamat tinggal. [Berkembang Menuju Kesuksesan] [Kediaman Su]
Xiao Ru. Xiao Ru. Ada apa, Nona Muda? Apa tetangga sebelah menanyakanku? Nona Muda, kau sudah berkali-kali bertanya padaku. Tetangga sebelah tak pernah ke sini. Satu pertanyaan pun tak ada? Tak ada yang bertanya apakah aku tiba dengan selamat? Nona Muda. Kediaman Ning tepat di sebelah rumah kita. Kau pasti tiba dengan selamat. Walaupun begitu,
Tetap bisa berbahaya. Nona Muda. Apa kau baik-baik saja? Ya, aku baik-baik saja. Tinggalkan aku. Bagaimana ini? Ning Xiu Rui. – Ning Xiu Rui. – Nona Muda, tunggu. Hari ini cuacanya cerah, ya. Cuaca hari ini cerah! Xiao Ru, sudah berapa lama kita meninggalkan Kediaman Ning? Nona Muda,
Tadi pagi kita baru saja dari sana. Baru setengah hari? Kenapa aku merasa seperti sudah lama pergi dari tempat itu? Nona Su, kau sudah berkali-kali bertanya padaku. Kendalikan dirimu, Nona Muda. Ya, aku pasti bisa melaluinya. [Kediaman Ning] Meninggalkan Kediaman Ning, dan melupakan naga bodoh itu, aku pasti bisa melewatinya.
Xiao Ru, coba cari tahu apakah Lin Lin ada di rumah. Aku ingin kami belajar menyulam di rumah sulam. Aku akan menjadi ahli seni, lihat saja nanti. Ayo. Aku akan menusukmu sampai mati. Dasar kau naga bodoh, suasana hatimu mudah sekali berubah. Kemarin kami masih baik-baik saja, hari ini kenapa dia mendadak dingin sekali padaku?
Ada apa sebenarnya? Aku akan menusuk, menusuk, menusukmu. Su Yin Yin, apa yang kau lakukan? Kain sulam itu hampir robek karena ulahmu. Kau tahu ada sesuatu seperti ini? Jika kau terus mengutuk sambil memikirkan orang yang kau cinta, dia pasti akan merespons. Su Yin Yin, apa yang akan kau lakukan? Cinta tak bisa dipaksakan.
Bagaimana jika orang yang kau pikirkan itu tak punya perasaan, dan rasa kemanusiaannya sedikit, sekeras apa pun kau mengutuknya, dia tak akan melihatmu? Maksudmu, Tuan Ning, ‘kan? Kalian baik-baik saja, ‘kan? Sama sekali tidak. Kami sudah putus hubungan. Aku akan menusukmu. [Kediaman Ning] Master. Master. Master. Tintamu mengering. Master, akhir-akhir ini apa kau merasakan
Kalau rumah ini jadi sangat sunyi? Sangat sunyi hingga membuat orang takut. Sedikit lebih sunyi itu baik. Ji’er. Sekarang sudah larut, bawalah gambar ini dan salinlah. Ini tugasmu hari ini. Master, kita baru saja mulai. Juga kau tak menggambar apa pun, apa yang harus aku salin? – Apakah sebaiknya aku mencari… – Jangan. Jangan mencarinya.
Maksudku, aku akan mencari lukisan lain untuk disalin. Kalau begitu, pergilah. Tunggu. Carilah contoh lukisan lain untuk disalin. – Baiklah. – Tunggu. Pergilah ke sebelah, tanyakan apakah Nona Mudanya sudah kembali ke rumah. Master, harusnya dari tadi kau bilang. Kenapa menahannya semalaman? Tunggu. Bisakah kau tak mengagetkanku? Kau menakutiku, kau…
Jangan beri tahu siapa pun, kalau aku yang mencarinya. Bilang saja kau yang ingin tahu. Baiklah. Master, aku ini sudah dewasa. Hal kecil seperti ini aku bisa menanganinya Tenanglah. [Mereka datang.] Targetnya adalah Yin Yin. – Kebakaran. – Kita harus apa? Kebakaran. – Seseorang, tolong! – Padamkan apinya! Padamkan! Ayo cari orang untuk padamkan apinya.
Kau melihat Su Yin Yin? Dia di dalam. [Paviliun Ji Yu] Apa yang terjadi? – Kau tak apa? – Aku tak apa, aku tadi pergi ke toilet. Di mana Luo Qing Xin? – Di sana. – Syukurlah, dia tak terluka. Yin Yin. Tuan Ning tadi pergi ke dalam ingin menyelamatkanmu. Ning Xiu Rui?
Pinjamkan aku sebentar, terima kasih. Yin Yin. Jangan ke sana, jangan masuk. Kenapa kau biarkan dia masuk? Ning Xiu Rui, kau di mana? Ning Xiu Rui. Ning Xiu Rui, kau di mana? Su Yin Yin. Ning Xiu Rui. Kau tak apa, ‘kan? Ning Xiu Rui, kau baik-baik saja, ‘kan? Aku tadi lihat sepertinya kau terluka.
Apa kau terluka? Apa kau baik-baik saja? Ning Xiu Rui. Lukamu cukup serius, kau harus segera mengobatinya. [Lima ratus tahun telah berlalu.] [Ternyata kau masih sama saja.] [Kau bersedia menanggung rasa sakit,] [dan memberikan sisik terbalik itu kepadanya.] [Benar-benar setia.] [Tapi, adikku.] [Semua hukuman yang kau terima ini,] [bukan karena kau kehilangan sisik itu.]
[Tetapi, sisik terbalik itu seharusnya tak pernah menjadi milikmu.] Pangeran Xiu Rui. Beri tahu Pangeran Xiu Ren jika dia berani melukai Yin Yin lagi, aku tak akan pernah diam saja. Ingatkan dia, akulah pemilik Sisik Terbalik itu. [Sepertinya dia sudah tahu,] [bahwa sisik terbalik itu ada di tubuh Yin Yin.]
[Mulai sekarang, Yin Yin harus lebih berhati-hati.] Pangeran Xiu Ren, hamba tak menemukan sisiknya. Su Yin Yin juga tak mati terbakar. Aku sudah tahu itu. Tadi, Pangeran Xiu Rui menemui hamba. Dia menyampaikan pesan untukmu. “Jika dia berani melukai Yin Yin lagi,” “aku tak akan tinggal diam.”
“Dan juga, dia mengingatkanmu bahwa dialah pemilik sisik terbalik itu.” Sangat menyentuh sekali. Baiklah. Kalau begitu, aku akan menemuinya. Aku akan membiarkan dia mati bersama Su Yin Yin di daratan. Bagaimana dengan Mo Cheng Feng? Mo Cheng Feng telah kembali ke Ibu Kota. Hari ini dia menemui mantan bawahannya di kediamannya.
Dia tahu bahwa ayahnya menderita di penjara. Tapi, sepertinya dia masih ragu dengan permintaanmu. Pada akhirnya seseorang akan mati karena usia tua. Dari pada menyia-nyiakan hidupnya di penjara, lebih baik dia membuat rencana demi masa depan anaknya. Lalu, nyawanya akan berharga. Maksudmu, Pangeran Xiu Ren?
Rumor naga pemakan jantung, apa kau memberitahunya ke Mo Cheng Feng? Sepertinya, kita harus membantu anak berbakti ini. [Kediaman Su] – Yin Yin. – Ayah. Apa kau baik-baik saja? – Aku baik-baik saja. – Ayah mendengar Paviliun Ji Yu terbakar. Kemarilah, biar Ayah periksa apa kau terluka atau tidak.
– Aku baik-baik saja, Ayah. – Kau tak terluka? Putrimu ini adalah Gadis Pilihan. Saat bahaya datang, akan ada naga yang melindungiku. Jangan khawatir. – Syukurlah, kau tak apa. – Kalau begitu, aku masuk dulu. Baiklah. [Ini semua salahku.] [Aku ingin memberi Yin Yin harapan yang indah,] [tapi aku tak tahu dia akan sangat terobsesi]
[dengan hubungan antara dia dan Tuan Ning,] [Sepertinya dia takkan merelakannya.] [Kak,] [aku selalu berpikir] [kau dan Ayah menungguku kembali.] [Tapi tak kusangka,] [kau sangat membenciku.] [Ternyata kepulanganku] [adalah] [ancaman besar bagimu.] [Dan kali ini,] [kau mencoba membunuh Su Yin Yin.] [Apa kau masih tak percaya kepadaku?]
[Apa kau akan berhenti begitu kau mendapatkan sisik itu.] [Tapi aku…] [Aku telah kehilangan rumah,] [Ayah,] [bahkan kakakku.] [Kali ini,] [aku tak akan kehilangan Su Yin Yin lagi.] Tidak, tidak. Aku tak boleh pergi. Su Yin Yin, kau harus menahan diri. Dia begitu tegas pada diriku. Kenapa sekarang begini?
Kenapa aku ingin sekali menemuinya di Kediaman Ning? Tapi, hari ini tampaknya Ning Xiu Rui terluka parah. Benar. Kita sudah bertetangga lama, sebaiknya aku menjenguknya. Aku harus menjenguknya. [Kediaman Ning] Ning Xiu Rui. Ning Xiu Rui. Ning Xiu Rui. Kenapa kau asal masuk ke sini? Aku hanya ingin tahu bagaimana lukamu tadi. Aku mau beristirahat,
Jadi, pulanglah. Di siang hari seperti ini, kau seorang gadis berada di kamar bersamaku, itu tidak pantas. [Kenapa kau selalu bersikap bagai aku melecehkanmu?] Baiklah, aku akan pergi. Tunggu sebentar. Ada apa? Kenapa saat itu kau di Paviliun Ji Yu? Itu karena mereka memintaku ke sana. Mereka bilang sebentar lagi Festival Qiqiao,
Jadi aku membantu mereka memberikan saran. – Jadi… – Langsung ke intinya. Aku melihatmu masuk dari arah luar. Hari itu, tiba-tiba saja aku merasakan sesuatu yang aneh. Tanpa sadar aku berjalan keluar pintu. Saat aku kembali, Paviliun Ji Yu sudah terbakar. [Sepertinya memang Yin Yin yang diincar.] [Kakak khawatir untuk mengambilnya secara langsung,]
[karena sisik terbalik itu akan muncul untuk melindungi Yin Yin.] [Jadi, dia membuat kebakaran] [agar Yin Yin mati.] Ning Xiu Rui, aku sedang berbicara denganmu. Kenapa kau tak mendengarkanku? Sudah kubilang, aku ke sini sebagai tetangga yang menjengukmu. Jangan berpikir hal lain. Apa yang kau katakan hari itu, aku masih jelas mengingatnya.
Juga, Ning Xiu Rui, kenapa kau selalu bermuka dua? Jangan salah paham. Hari itu, aku kebetulan lewat sana. Ning Xiu Rui, bukankah alasanmu payah sekali? Baiklah, dilihat dari caramu berbohong, sepertinya kau baik-baik saja. – Kalau begitu, aku pamit dulu. – Su Yin Yin. Kenapa lagi? Bila nantinya kau bertemu seorang pria di pantai,
Tolong menjauh darinya. Apakah dia itu kakakmu? Ternyata… Ternyata… Ternyata apa? Apa yang kau tahu? Ternyata dia juga jatuh cinta padaku? Kalian berdua takkan saling memusuhi, ‘kan? Aku bukan barang yang bisa diperebutkan oleh kalian. Jika kau mau keluar dari rumahmu nanti, bisakah kau mengabariku dahulu? – Aku bisa… – Lihat bagaimana suasana hatiku nanti.
[Kediaman Ning] Aku merasa ada orang yang mengikuti kita. Biarkan saja. Berjalan bersamaku di kerumunan seperti ini, membuatku lebih bersinar, jadi ada banyak penggemar fanatik yang akan mengikutiku di Shengjing. Kau harus terbiasa dengan hal itu. Lucu sekali. Kunci hati, kunci seumur hidup. Kemarilah, Nona. Kunci hati. Kau percaya itu? Simpanlah harapan indah di hatimu.
Tapi kali ini, aku tak akan menggunakannya. Akan kugunakan nanti. Benar sekali, Nona. Jangan meremehkan kunci ini. Selama Festival Qiqiao, jika dua orang saling mencintai mengunci gembok ini bersama, maka mereka akan menikah, dan bahkan bisa bersama seumur hidup. Aku beli dua. Baiklah. Ini. Kau mau berikan itu pada Tuan Ning? Tidak mungkin.
Aku hanya merasa benda ini menarik. Ternyata kau sama sepertiku. Sendirian. Kalau begitu ayo kita lihat, siapa di antara kita yang paling cepat bertemu dengan pria idamannya? – Sudah pasti aku. – Pasti aku. [Festival Qi Qiao yang awalnya sangat menarik.] [Sekarang tidak lagi,] [karena hanya kau yang ada di pikiranku.]
Tang Lin Lin, perlahan jalannya. Tunggu aku! Tunggu aku, Tang Lin Lin. Angkat. Master. Kau kenapa, Master? Master… Dia bukan manusia? Bagaimana kau bisa menjatuhkannya? Berhati-hatilah. – Itu berbahaya. – Kayu sebesar itu, kalau kena orang bagaimana? Kenapa kau di sini? Ning Xiu Rui, apa kau bosan hidup? Kau baru saja terluka kemarin.
Bagaimana jika lukanya semakin parah? Bukankah sudah kubilang, sebelum keluar beri tahu aku dulu. Urus saja dirimu dulu. Ikut denganku. Ke mana? Lepaskan. Cepat sekali dia bertemu dengan pria idamannya. Jangan tinggalkan aku di sini. [Perpustakaan Kerajaan] Kakak! Kakak! Kakak! Kakak! Kakak, masterku, masterku… Ada apa dengannya? Master Ning bukan manusia. Jangan bicara sembarangan.
Kalian semua keluarlah. Baik. Li Ji, kau ini sudah dewasa. Kenapa kau begitu sembrono? Apa kau tahu, hari ini aku melihatnya dia di sana, lalu dia menghilang di depanku. Aku selalu berpikir dia agak aneh. Tapi, hari ini dia benar-benar membuatku takut. Kau dramatis sekali. Kakak, kenapa kau tenang saja? Apa sebelumnya kau sudah tahu?
Saat kau menduduki posisiku ini, kau akan tahu lebih banyak hal. Dengan keberanianmu seperti ini, kau bisa mati setiap hari. Kapan kau bisa tenang sepertiku? Awalnya, kupikir aku akan memberitahumu setelah kau menduduki posisiku. Lupakan, sekarang saja. Dengarkan baik-baik. Mastermu, dia memang bukan manusia. Dia adalah seekor naga raksasa. Naga raksasa? [Kediaman Ning]
Ning Xiu Rui. Sekretaris Agung Ning. Kapan kau akan membiarkanku pergi? Sampai kau memberitahuku semua tindakanmu. Astaga. Apa ini yang akan dikatakan oleh Sekretaris Agung Ning? Kalau aku tak salah ingat, di halaman ini beberapa hari yang lalu, Sekretaris Agung Ning bilang dia tak pernah peduli padaku. Kau membantuku hanya karena sisik terbalik itu.
Jadi, kau menyuruhku segera pindah dari Kediaman Ning. Tapi, ada apa denganmu hari ini? Kau mendadak tak membiarkanku pergi. Yang kulakukan ini juga untuk kebaikanmu. Tapi, aku sangat tak senang sekarang. Kau tak boleh pergi. [Merenung di Bawah Rembulan] Ning Xiu Rui. Tunggu sampai aku memikirkan hal lain, aku akan membalasmu. Berdasarkan kemampuanmu,
Setidaknya perlu sepuluh tahun untuk kau dapat memikirkannya. Ning Xiu Rui, baru beberapa hari tak bertemu, dulu kau adalah naga yang tak bisa bicara dengan baik, sekarang kau bahkan bisa menghina orang lain. [Rumah yang Diberkahi] Yin Yin. Kau ini perempuan ceroboh. Kenapa berlarian seperti itu? Pelan-pelan. Xiao Ru. Tuan. Kemarilah.
Tuan, ada yang bisa kubantu? Ada apa dengan Nona Muda akhir-akhir ini? Sikapnya agak aneh. Bukankah ini karena Festival Qiqiao? Mungkin Nona Muda sedang merencanakan untuk menikah. Menikah? Dengan siapa? [Kenapa pada akhirnya tetap dia?] [Kediaman Ning] [Master Ning, aku Mo Qing Shan, pendosa.] [Aku dengan bodohnya menyinggungmu di masa lalu, Tuanku.]
[Karena kita pernah bekerja sama, kuharap kau akan memaafkanku.] [Surat ini kutulis untuk berterima kasih padamu di akhir hidupku.] [Tak ada yang bisa mengungkapkan rasa terima kasihku.] [Dari Mo Qing Shan, 3 Juni]