【FULL】Eternal Love Rain EP19【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Eternal Love Rain] [Episode 19] [Kediaman Ning] [Gerbang Shangyang] Yang Mulia. Ada apa sampai kau amat cemas? Hari ini Nona Tang akan kencan buta di Paviliun Ji Yu. Kencan buta? Kencan buta dengan siapa? Tuan Yun. Tidak bisa, aku harus pergi ke sana. Yang Mulia,
Kaisar berkata kau tidak boleh keluar Istana. Ini berkaitan langsung dengan pemilihan selir Putra Mahkota. Berpengaruh kepada keturunan keluarga kerajaan di masa depan. Jika terjadi masalah, apakah kau bisa bertanggung jawab? Sudah diputuskan. Aku akan menjelaskannya sendiri kepada Kakak. Putra Mahkota, Anda harus menjelaskannya kepada Paduka. Sekarang aku akan pergi, menyebalkan. Yang Mulia! Yang Mulia!
Asalkan kau memasukkan surat ini ke dalam novel yang dikirimkan Su Yin Yin ke Kediaman Ning. Kau akan mendapatkan 100 tahil. Tuan, tenang saja, pasti akan kulaksanakan. Pergilah. Baiklah. [Paviliun Ji Yu] Tuan Yun, maaf merepotkanmu untuk datang kemari. Nona Tang, jangan sungkan. Walau orang tua yang menentukan kencan buta ini,
Tapi keluargaku amat berpikiran terbuka. Kami sangat menghormati setiap menantu perempuan yang masuk ke dalam keluarga kami. Jadi, hari ini aku datang untuk melihat apakah calon istriku sesuai dengan keinginanku. Aku tidak tahu, apa yang biasanya disukai Nona Tang? – Aku suka… – Tehnya datang! Kalian berdua sudah menunggu lama. Kenapa ini? Ada debu.
Ayo, Tuan, minum tehnya. Ayo, Nona, silakan minum tehnya. Kau boleh pergi. Tuan, daun teh kami semuanya baru, dan juga semua menggunakan pucuk daun teh yang lembut. Setelah kau mencicipinya, aku akan pergi. Sekarang kau sudah bisa pergi, ‘kan? Tuan, itu bukan cara meminum teh, kau hanya menenggaknya. Teh ini harus dinikmati secara bertahap.
Satu cangkir diminum sebanyak tiga teguk. Kau harus menikmatinya. Kau harus menikmatinya dengan perlahan, paham? Ayo, ayo, ayo, minum lebih banyak. Tuan, aku sungguh menyesal! – Kau terlalu ceroboh. – Kenapa ada teh di wajahmu? Aku akan membersihkannya! Aku beri tahu, pria sejati tidak sembarangan memukul! Sakit sekali. Hormat kepada Putra Mahkota.
Bukan, kau salah mengenaliku! Aku bukan Putra Mahkota. Aku lebih tampan dari Putra Mahkota yang kau maksud, bukan? Kau pasti salah mengenali orang, cepat berdiri! Hamba pernah bertemu dengan Putra Mahkota di upacara penobatan kedewasaan. – Diamlah kau. – Aku tak mungkin salah mengenalimu. Hormat… Hormat kepada Putra Mahkota. Cepat berdiri. Bagaimana penyelidikannya?
Lapor, Yang Mulia. Hamba ingin melaporkan sesuatu. Katakanlah. Penjaga kota melaporkan kasus yang diawasi Ning Xiu Rui berjalan lambat. Mereka mencurigai dia menutupi kejahatan temannya. Ini jadwal Tuan Ning yang dicatat oleh sekretarisnya. Silakan Paduka memeriksanya. Yang tertulis di sini semuanya benar? Hamba sudah memeriksa, semuanya benar. Semuanya dicatat oleh Feng Cheng dari Penjaga Kota.
Dia sangat teliti. Dia selalu bekerja baik. Ini tidak cukup membuktikan ada ketidakadilan dalam peran Tuan Ning. Tuan Ning selama ini sangat adil. Memang tak mudah untuk menyelidiki banyak hal pada kasus itu. Yang Mulia, hari ini ada seorang wanita yang bersaksi bahwa Ning Xiu Rui adalah pelakunya. Identitas Ning Xiu Rui sangat mencurigakan.
Dia membuat rakyat resah. Hamba tahu Paduka selama ini menaruh perhatian pada Sekretaris Agung Ning. Tapi jika ini tidak segera diselesaikan pasti akan memicu kemarahan banyak orang dan membahayakan istana. Musibah yang muncul nantinya akan sulit diselesaikan. Lapor, Paduka. Desas-desus pencurian jantung oleh naga yang jahat sudah diketahui rakyat secara luas.
Kasus pencurian jantung sama sekali tidak ada perkembangan. Rakyat menjadi resah. Saat ini ada banyak orang yang melihat Tuan Ning muncul di lokasi kejadian. Gerak gerik Tuan Ning juga sangat mencurigakan. Saat ini semua orang di Shengjing mengecam dia. Akan berbahaya jika aspirasi rakyat tidak dipenuhi. Jabatan Tuan Ning sekarang sebagai pengawas
Juga sangat memicu kecurigaan. Mohon Paduka memeriksa dengan jelas. Istana harus segera bertindak untuk menenangkan rakyat, meredam desas-desus yang tidak benar. Kalau begitu, sementara hentikan semua tugas Ning Xiu Rui sekarang. Serahkan kasus ini kepada Mahkamah Agung. – Lebih baik begitu. – Ya, itu lebih baik. Aku sudah lelah. Pertemuan dibubarkan. Pertemuan dibubarkan!
Paduka memerintahkan untuk memeriksa kasus ini hingga tuntas. – Geledah sebaik-baiknya. – Baik. Jangan-jangan desas-desus itu benar. Benar, mereka akhirnya menangkapnya. – Mereka akhirnya ke sini. – Ternyata itu Tuan Ning. Tetap Mahkamah Agung lebih baik. Sembarangan! Ini kediaman Sekretaris Agung yang terhormat, guru dari Putra Mahkota, apakah kalian diizinkan bertindak sembarangan?
Nona Su, kami juga bertindak sesuai hukum. Ini kasus pembunuhan yang serius. Harap Nona Su bisa memakluminya. Ada perkembangan apa pada kasus pencurian jantung? Tuan Ning, Paduka memerintahkan untuk menarikmu dari penyelidikan kasus ini. Kini akulah yang akan berkuasa penuh menanganinya. Kau dicurigai terkait dengan kasus ini, sehingga aku datang menggeledah Kediaman Ning. Lapor, Tuan.
Benda ini ditemukan di ruang baca. Apakah akan digeledah tanpa bukti kuat? [Legenda Naga] – Benar. – Ya. Dia masih tidak mengaku. Lihatlah wajahnya, terlihat mirip seekor naga. Tuan Ning, apakah kau mengenali benda ini? Tidak tahu. Tidak tahu? Ini ditemukan dari ruang bacamu. Tidak peduli kau tahu atau tidak, tolong ikutlah bersama kami.
Siapa yang memberitahumu ini adalah perbuatan Ning Xiu Rui? Bagaimana jika dia difitnah? Nona Su, aku pasti akan memeriksa hal ini. Meskipun ada orang yang ingin mencelakai Tuan Ning, aku juga tidak akan melepaskan orang itu. Tuan Ning, ayo kita pergi. Ning Xiu Rui! Akhirnya pembunuhnya tertangkap. Ini bagus!
Benar, korban sudah bisa merasa tenang sekarang. – Akhirnya bisa tidur nyenyak lagi. – Benar. – Hari ini kita bisa keluar rumah lagi. – Aku juga bisa tidur nyenyak lagi. Hatiku selama ini selalu gelisah. – Benar, akhirnya bisa keluar rumah lagi. – Keadilan sudah ditegakkan. Minggir, minggir! Nona Su juga keterlaluan! Xiao Ru!
[Rumah Yang Diberkahi] Xiao Ru. Nona Muda, ada apa? Xiao Ru, cepat panggil orang yang memindahkan bukuku tempo hari. Nona Muda, ada masalah apa hingga begini panik? Hal ini berkaitan dengan nyawa Ning Xiu Rui. Cepatlah! Tapi orang itu sudah pulang desanya. Dia sudah pulang? Dari semua waktu dia sudah pulang ke desanya.
Xiao Ru, minta semua orang di sini untuk mencarinya. Tidak peduli sudah pergi jauh sejauh apa, dia harus ditemukan. Baik, Nona Muda. Bicara dari sana saja. Paduka, Tuan Luo menemukan barang bukti di Kediaman Ning. Tuan Ning sudah ditangkap untuk diinterogasi. Utus sebuah tim untuk memeriksa keseluruhan masalah ini secara diam-diam. Ingat,
Kita tidak boleh melepaskan seorang pun yang bersalah, tapi juga tidak boleh menghancurkan orang yang tak bersalah. Baik, Paduka. Guru, kau ratusan tahun menjauh dari urusan dunia, akhirnya tetap terjebak ke dalam pusaran ini juga. [Mahkamah Agung] Tidak disangka. Ternyata Tuan Ning bisa berakhir seperti ini? Kenapa kau bisa memiliki Rantai Kupu-kupu dari laut dalam?
Tentu saja. Bagaimana mungkin penjara Mahkamah Agung bisa mengurungmu, Tuan Ning? Apa sebenarnya yang ingin kau lakukan? Apa yang ingin aku lakukan? Delapan belas tahun lalu kau tidak melepaskan Keluarga Mo. Delapan belas tahun kemudian kau muncul kembali demi Su Yin Yin. Mo Qing Shan sudah menjalani hukuman atas kesalahannya,
Tapi kau tetap tidak bersedia melepaskannya. Hingga dia mati dengan tragis di dalam penjara. Bukan hanya itu. Kau juga telah mencelakai banyak orang yang tidak berdosa. Omong-omong. Tempat kau berada saat ini, adalah tempat di mana Mo Qing Shan mati dengan tragis. Ning Xiu Rui, kau harus membayar atas semua perbuatanmu. Kau dari Keluarga Mo?
Keluarga Mo? Seluruh Keluarga Mo sudah mati. Aku tidak membunuh orang. Sepertinya kemampuan untuk mencuri jantung hanya kaulah yang memilikinya. Pasti ada dalang di balik semua ini. Benar. Bukan hanya aku yang menginginkan kematianmu! Tapi aku tak akan membiarkanmu mati dengan mudah. Selanjutnya, kau akan menerima hukuman terakhir di dalam penjara ini.
Awasi dia dengan baik. Baik. Apakah masih ada laporan yang ingin kalian sampaikan? Kakak, kau tidak boleh seperti ini kepada Guru. Dia dijebak! Sembarangan! Kakak, masalah pencurian jantung oleh naga yang jahat masih belum jelas. Kamu tak bisa berbuat seperti itu kepadanya. Ada bukti kuat pada masalah ini, jangan berbuat onar lagi.
Kakak tahu Guru adalah Naga Besar, tetapi dia tidak makan jantung manusia. Diam! Pengawal, kurung Putra Mahkota selama tiga hari di kamarnya. – Larang dia keluar Istana. – Kakak. Kakak, tidak boleh berbuat seperti itu kepadanya. – Putra Mahkota. – Kakak, dia adalah guruku. – Dia juga adalah gurumu. – Putra Mahkota.
Ning Xiu Rui sudah dipenjara. Aku juga mengikatnya dengan Rantai Kupu-kupu. Kali ini dia pasti akan mati. Akhirnya dendamku terbalaskan. Tidak tahu apakah kau terlalu angkuh atau terlalu meremehkan Ning Xiu Rui. Bagaimanapun dia adalah Pangeran Kedua dari Suku Naga. Dia bisa memanggil hujan dan angin, serta bisa berjalan sangat cepat.
Orang biasa tidak bisa melukainya. Meskipun saat ini dia terkurung, apakah menurutmu pintu besi penjara yang kokoh dan rantai kupu-kupu yang mengikatnya akan bisa menahannya? Ini tidak bisa ditunda lagi. Kalau tidak, akan merugikan kita. Ingat. Serang titik kelemahannya. Serang titik kelemahannya. Titik kelemahan Ning Xiu Rui adalah Su Yin Yin. Benar. Su Yin Yin!
Ning Xiu Rui pasti akan tunduk demi dia. [Kediaman Su] Apa yang kau gambar? Mengejutkanku saja! Aku sedang membantu Ning Xiu Rui kabur dari penjara. Kabur dari penjara? Tidak ada orang! Cepat masuk, cepat masuk. Katakan lebih awal. Coba lihat. Ini peta jalur keluar dari penjara yang aku gambar.
Bagaimana kau bisa tahu peta lokasi penjara Tuan Ning? Bukankah ayahku tiap tahun masuk penjara? Setiap tahun aku sering berkunjung ke penjara. Dengan mengandalkan ingatanku yang kuat, ini masalah mudah. Aku kagum kepadamu. Menurutmu kenapa Ning Xiu Rui begitu bodoh? Dia patuh saja ketika disuruh masuk penjara.
Dia tidak boleh diperlakukan tidak adil dalam kasus pencurian jantung ini. Tidak bisa, aku harus menasihatinya. Lin Lin, tunggu aku di sini. Su Yin Yin. Ini Mahkamah Agung, kau pikir bisa sembarangan datang ke sini? – Pergi, pergi!. – Tidak, kau pasti salah paham. Cepat, cepat, cepat! Aku adalah putri dari Menteri Ritus.
Aku adalah istri Sekretaris Agung di masa depan. Mungkin masih terlalu awal dibicarakan saat ini. Tetapi kau tahu aku sering datang berkunjung. Nona Su, aku bukan tidak mengenalimu. Kasus ini sangat serius. Ini berbeda dengan kasus ayahmu. Tuan Feng sudah berpesan secara khusus, tidak boleh ada yang datang berkunjung. Tuan Feng? Tuan Feng yang mana?
Feng Cheng. Dia adalah pengawas yang dipilih langsung oleh Tuan Luo. Dia sangat tegas. Apa kau masih ingat dengan ini? Sebelumnya kau tidak mau. Kali ini ambil saja. Aku akan berpura-pura tidak melihat. Ambillah. Ambillah. Aku tidak mau, bawa pergi saja, pergilah. Tidak, kenapa kau jadi orang jujur? Jadi, kau tak bisa disuap lagi?
Ada apa dengan Ning Xiu Rui? Tidak bisa, aku harus memikirkan sesuatu. Aku akan memanggil dia secara paksa. Keterlaluan. Selalu membuat orang cemas. Dasar Ning Xiu Rui ini, aku yakin aku bisa memanggilmu. Kenapa kau datang kemari? Aku… Ada yang ingin kubicarakan denganmu. Bukankah aku orang yang paling kau benci? Sikapmu masih seperti ini.
Hari ini aku sibuk, tidak ada waktu bertengkar denganmu. Cepat katakan apa yang ingin kau katakan. Apakah Tuan Ning sudah masuk penjara? Apakah kau ingin menggunakan hal ini untuk mengejekku? Bukan, bukan. Pada waktu kejadian, Tuan Ning menyelamatkan nyawaku. Apa yang kau katakan? Dia menyelamatkan nyawamu? Cepat ikut aku untuk menjadi saksi.
– Aku tidak bisa. – Kenapa? Kakakku bekerja untuk Mahkamah Agung. Jika aku menjadi saksi, dia akan dihukum karena salah tangkap. Apakah kau tega melihat Ning Xiu Rui menerima ketidakadilan? Apa kau tak punya hati nurani? Tuan Ning berilmu tinggi. Minta saja dia untuk melarikan diri saja. Kau datang hanya untuk mengatakan hal ini kepadaku?
Yin Yin, tengah malam adalah waktu pergantian sif penjaga penjara Mahkamah Agung. Sering kali ada yang pulang lebih awal atau datang terlambat. Penjagaannya akan kendur. Aku hanya bisa memberitahukan hal ini kepadamu. Sebelumnya aku tidak bisa membantumu. Sekarang anggap saja aku menebusnya. Tuan Ning adalah orang yang baik. Luo Qing Xin.
Dasar Ning Xiu Rui ini, jelas-jelas hal ini merugikanmu. Tidak disangka kau masih sempat menyelamatkan orang. Aku akan menanyainya setelah dia keluar. Tetapi aku tidak bisa masuk ke dalam Mahkamah Agung. Tidak bisa. Aku harus memikirkan cara yang lain. [Legenda Nyonya Naga] Menjengkelkan, menjengkelkan! Ada apa? Aku benar-benar sial.
Menurutmu kenapa petugas penjara itu tiba-tiba menjadi orang jujur? Dia bahkan tidak mau menerima batu ambarku yang paling bagus. Walaupun aku berusaha keras untuk coba menyuapnya. Memangnya siapa dia? Yin Yin, tenanglah. Jika kasus ini sudah dipecahkan, dia akan dilepaskan. Lin Lin, aku beri tahu kau. Kasus ini tidak akan diselidiki dengan adil.
Mereka akan menyelidikinya. Kemarilah, aku beri tahu kau. Karena Ning Xiu Rui, dia juga seekor Naga. Ning Xiu Rui adalah seekor Naga? Benar. Dia adalah seekor Naga. Benar. Bagaimana biasanya kalian saling berhubungan dengan romantis? Jangan tanyakan hal ini kepadaku. Bukan, menurutmu, selanjutnya kalian… – Selanjutnya kalian… – Kau jangan pedulikan lagi.
– Apakah anak kalian adalah manusia naga? – Lin Lin! Yang terpenting saat ini bagaimana Ning Xiu Rui bisa keluar dari penjara. Aku beri tahu kau. Jika tidak bisa melakukannya secara terbuka, kita hanya bisa bertindak secara diam-diam. Lin Lin, ilmu bela dirimu sangat tinggi. Sebaiknya malam ini kau bantu aku ke Mahkamah Agung?
Beri tahukan semua rencanaku kepada Ning Xiu Rui. Jika berhasil aku pasti akan meminta Ning Xiu Rui memperkenalkan pria tampan dari Suku Naga kepadamu. Bagaimana menurutmu? Kita adalah saudari. – Bicara apa… – Tetapi jika tidak berhasil aku dan Ning Xiu Rui mungkin takkan pernah bisa bertemu lagi.
Ning Xiu Rui mungkin akan mati di dalam penjara. Lin Lin. Aku akan membantumu! Tengah malam nanti adalah waktunya. Cepat sekali. Aku akan menyerahkannya kepadamu. – Pergilah. – Katakan dulu kepadaku, bagaimana cara kalian memadu kasih? Lin Lin, cepatlah pergi! Aku mohon kepadamu! Baik, baik, baik! Menurutmu apa bedanya pria dan naga?
Lin Lin, cepat pergi, akan terlambat. Nanti akan aku ceritakan kepadamu. Nanti ceritakan kepadaku, ya? Baik, pergilah, cepat pergi. Aku tidak tahu apakah Lin Lin akan berhasil atau tidak. Bagaimana jika tak ada naga tampan yang bisa dikenalkan kepadanya? Tuan Ning. Kenapa kau kemari? Kondisinya darurat, aku takkan bicara panjang lebar.
Ini peta jalur keluar dari penjara yang digambar oleh Yin Yin. Dia mengatakan kau pasti bisa kabur dari dalam penjara ini. Saat ini rakyat sangat resah. Sebaiknya kau secepatnya melarikan diri. Jangan menerima penderitaan yang sia-sia di sini. Bantu aku beri tahu Yin Yin. Aku tidak bersalah dan hati nuraniku jelas.
Aku tak perlu kabur dari penjara. Aku percaya semua kebenarannya akan terungkap. Aku tidak berharap timbul masalah baru yang melibatkan lebih banyak orang yang tidak berdosa. Bantu aku beri tahu Yin Yin. Aku baik-baik saja, tak perlu khawatir. Kalau begitu, Tuan Ning, jaga dirimu baik-baik. Aku pasti akan menyampaikan pesanmu kepada Yin Yin.
Tang Lin Lin, bantu aku untuk melindungi Yin Yin. Jaga dirimu baik-baik. Seorang wanita? Tuan, apakah kau baik-baik saja? Aku tidak apa-apa. Pergi, sebarkan perintahku. Tambah petugas untuk berpatroli. Seekor lalat pun tidak boleh ada yang masuk. Baik, Tuan. [Kediaman Pejabat] Putra Mahkota, silakan kau pulang saja. Nona kami tidak memberikan jawaban.
Kami juga tidak bisa memaksanya. Aku tidak akan pergi. Hari ini aku harus bertemu dengan Nona kalian. Nona Muda, Putra Mahkota tidak mau pergi dari sini. Aku juga tidak berani memaksa Nona kami. Aku hanya bisa meminta kau kemari. Bujuklah Putra Mahkota. Paman Li, berdirilah dulu. Masuklah. Baik.
Li Ji, Lin Lin berkata kepadaku, kau jangan bertindak memalukan. Su Yin Yin, kau jelas-jelas tahu aku adalah Putra Mahkota. Tak disangka kau masih berani seperti ini. Langsung menyebut namaku, tidak sopan. Aku memanggil namamu karena aku menganggapmu sebagai teman. Su Yin Yin. Begitu banyak orang di dunia ini,
Kau orang pertama yang menganggapku sebagai teman. Aku sangat terharu! Putra Mahkota kita benar-benar orang yang emosional. Katakan yang sebenarnya kepadaku. Lalu kenapa setelah Lin Lin tahu aku adalah Putra Mahkota, dia tidak memedulikanku dan tidak mau berteman denganku? Kau adalah Putra Mahkota. Jika bukan karena aku memiliki keberanian yang tinggi,
Aku juga tidak berani berteman denganmu. Tapi aku benar-benar menyukai Lin Lin. Aku tidak peduli dia siapa, cantik atau jelek, miskin atau kaya. Hari ini dia tidak bisa menemuimu. Bagaimana jika kau pulang dulu saja? Untuk apa kau mempersulit pelayan yang ada di sini? Dulu ketika guruku, Ning Xiu Rui, tidak memedulikanmu,
Bukankah kau juga mengganggunya terus-menerus? Kenapa aku tidak boleh? Kau masih berani menceramahiku. Bukan tidak boleh. Benar. Kau sama sekali tidak memahami perasaan Lin Lin. Kau tidak tahu apa yang akan terjadi pada Lin Lin di masa depan . Dengan identitasmu sebagai Putra Mahkota, meskipun kalian bersama-sama setelah melewati rintangan yang berat,
Di hari-hari selanjutnya Lin Lin harus hidup dengan kecemasan. Sama seperti aku dan Ning Xiu Rui. Jelas-jelas saling mencintai, tapi tidak bisa bersama. – Kasihan sekali kau. – Ini terlalu sulit bagiku. Aku juga sangat kasihan. Su Yin Yin, kau harus membantuku. Kau juga, kau juga harus membantuku. – Baik. – Kalau begitu kita sepakat.
Ada yang ingin aku rundingkan denganmu hari ini di Paviliun Ji Yu. Cepat sekali kau meminta tolong kepadaku. Jika kau membantuku, aku punya cara agar kau bisa bertemu Lin Lin. Seorang yang berbudi harus menepati ucapannya. Tenang saja. Kalau begitu aku akan bersiap-siap dulu. Baik, semangat! – Aku pergi dulu. – Semangat!
– Sampai bertemu nanti. – Semangat! Aku pergi dulu. Tidak aman jika pintunya terbuka seperti ini. Siapa kau? Ini aku. Kenapa kau berpakaian seperti ini? Sebagai seorang Putra Mahkota, sebelumnya identitasku bocor di sini. Tentu kali ini aku harus berhati-hati. Benar juga. Baik, begini saja. – Mari bicarakan pokok permasalahannya. – Tunggu dulu.
Kapan Lin Lin akan kemari? Tentang itu… Aku gelisah, hatiku terasa seperti terbakar Lin Lin, kau sudah datang. Kau jangan pergi. Ada hal penting yang ingin kubicarakan denganmu. Ada hal penting. Duduklah. Aku sungguh ada hal yang penting. Sungguh.