【FULL】Eternal Love Rain EP23【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Eternal Love Rain] [Episode 23] [Kediaman Ning] Ning Xiu Rui, apakah itu kau? [Ketenangan di Atas Segalanya] Ning Xiu Rui! Ning Xiu Rui! Guru! Kenapa kau di sini? Kenapa kau di sini? Kau datang dan pergi seperti bayangan. Sejak pertama kau datang, kau tak pernah kelihatan.
Aku datang ke sini karena ruangannya menyala. Aku pikir dia sudah kembali. Kalau kau… Kenapa kau datang ke sini larut malam? Sebelum ini, setiap kali aku menghadapi sesuatu, aku akan mencari bimbingan dari Guru. Sekarang, aku tak bisa melakukannya lagi. Kau ke sini karena Tang Lin Lin, ‘kan? Dia akan segera menikah, ‘kan? Ya.
Apakah menurutmu dia bahagia? Itu yang dia inginkan. Sepanjang hari, dia melamun saat menjalani kehidupan yang dia mau. Tampaknya dia lebih peduli kepadamu sekarang. Menurutmu aku harus bertahan lebih lama? Kau selalu percaya diri. Apa yang membuatmu ragu sekarang? Su Yin Yin! Aku adalah Putra Mahkota. Bisakah kau setidaknya sedikit menghormati ketika kau berbicara denganku?
Baik. Yang Mulia, kau selalu punya rasa keadilan yang kuat dan siap membantu yang lemah. Saat kau menghadapi gadis muda yang dalam masalah besar, tapi tak menyadari bahayanya ini, bukankah kau seharusnya menyelamatkannya? Aku punya keinginan kuat untuk menyelamatkannya. Lin Lin paling peduli dengan aturan. Kau adalah Putra Mahkota. Kau seharusnya melanggar aturan.
Lin Lin, jangan khawatir. Aku tak akan membiarkanmu terlibat dalam konflik di istana. Percayalah kepadaku. Aku akan membiarkanmu hidup dengan damai. Aku jelas tahu siapa yang paling aku cintai. Aku tak akan melupakanmu. Yang Mulia, mari berpamitan. Aku akan datang menemuimu lagi! Nona Muda Tang, tandunya sudah siap. Tolong bersiap-siap. Baik. [Kediaman Pegawai] [Kebahagiaan]
Pengantin wanitanya datang. Bagus sekali. – Lin Lin, ikuti kata hatimu! – Nona Muda Su. – Jangan menunggu waktu baik! – Nona Muda Tang. Ayo kita pergi. Waktunya berangkat. – Selamat! – Sungguh pasangan dari Langit. Tentu. – Selamat! – Selamat! Tunduklah kepada Langit dan Bumi. Aku keberatan! Ini… Ada apa ini? Guru.
Aku sudah berjanji akan menjagamu selama sisa hidupmu. Hari ini, kau akan menikah. Aku tak bisa memenuhi janjiku lagi. Itu tak sesuai dengan norma sosial. Guru. Aku datang untuk membawamu bersamaku. Dalam kehidupan ini, hanya aku yang bisa menjagamu. Guru. Aku akan memberimu kebahagiaan. Sejak aku mulai melihat keadaan sebenarnya, aku meyakinkan diriku sendiri
Bahwa aku harus menjadi wanita yang sempurna di mata semua orang. Semuanya, apa pun yang terjadi, aku yang salah. Aku akan kembali untuk meminta pengampunan suatu hari nanti. Li Ji. Aku mau memutuskan sendiri untuk sekali ini. – Bagaimana bisa dia kabur? – Kenapa mereka pergi? Kenapa mereka kabur? [Lin Lin.]
[Kau adalah wanita paling berani yang pernah aku temui.] [Kau pasti akan menjalani hidup bahagia.] Naga Bodoh! Tahukah kau? Aku sangat merindukanmu. Kita membuat kekacauan besar. Bagaimana kita membenahinya? Jangan khawatir. Aku di sini. Langit dan Bumi akan menjadi perantara kita. Laut akan menjadi saksi kita. Kau dan aku telah resmi menjadi suami dan istri.
Mulai hari ini dan seterusnya, kau akan menjadi istriku. Mulai sekarang, tak ada yang bisa menyentuhmu. Kalian berdua membutuhkan saksi, ‘kan? Karena guruku tak di sini, kau akan menjadi penggantinya. Tentu. Dengarkan aku. Tunduklah kepada Langit dan Bumi. Membungkuk ke laut. Membungkuk kepada satu sama lain. Ritualnya selesai! Ning Xiu Rui, apakah kau sudah melihatnya?
Li Ji dan Tang Lin Lin akhirnya menikah! Yang Mulia! – Yang Mulia! – Yang Mulia! Yang Mulia! Apakah kalian mau memberi ucapan selamat kepadaku? Tidak, Kaisar mengeluarkan titah. Tolong ikut kami kembali ke istana. Demi Nona Muda Tang, kau lebih baik ikut kami. Lin Lin, tunggu aku.
Su Yin Yin, jaga baik-baik istri Putra Mahkota. – Apakah kau dengar aku? – Jangan khawatir. Pergilah. Jangan sentuh aku. Tak apa-apa, biarkan dia pergi. Apakah kau mau pergi ke tempatku untuk bersembunyi dari bahaya? Tentu. Tang Lin Lin, kau pasti akan bahagia! Su Yin Yin, kau juga akan bahagia!
Tang Lin Lin dan Su Yin Yin akan bahagia! Kami pasti akan berbahagia! [Kediaman Su] Jangan ribut. Yin Yin. Kau tidak sopan. Bukankah kau seharusnya menyapa Paman Tang-mu? Salam, Paman Tang. Ayah. Paman Tang. Ini konyol! Tapi aku sangat terharu. Mendiang ibumu akan merasa sangat bahagia untukmu. Ayah. Tang. Lihat mereka. Mereka jauh lebih berani
Daripada saat kita muda. Su Bin Quan! Apa maksudmu? Mereka jauh lebih berani daripada saat kau muda? Aku hanya… Aku harus pulang. Pulang dan bersiaplah. Sampai nanti. [Perpustakaan Istana] Yang Mulia. Kau telah berlutut selama enam jam. Lantainya dingin. Kau menimbulkan masalah besar. Kemarahan Yang Mulia takkan segera mereda. Maafkan aku karena berterus terang.
Tak ada gunanya melakukan itu. Yang Mulia. Mohon izinkan aku menikahi Tang Lin Lin. Yang Mulia. Kau tak perlu menyiksa diri sendiri. Aku merasa sangat kasihan kepadamu. Li Si. Guru. [Guru.] [Aku belum membuka surat itu karena rasa bersalah.] [Tapi aku menghadapi masalah hari ini.]
[Aku pikir hanya kau yang bisa membimbingku dalam mengatasi masalah ini.] [Yang Mulia.] [Kita telah saling menemani selama lebih dari 10 tahun.] [Meski itu hanya waktu yang singkat dalam 100 tahun yang aku jalani,] [itu sangat berharga bagiku.] [Kita memiliki benda paling berharga yang tak terjangkau di dunia,]
[tapi kita tak bisa merangkul perasaan paling sederhana.] [Hari ini,] [ketika aku harus pergi,] [aku menyadari] [yang kita tak mampu dapatkan] [adalah keberanian untuk melindungi orang yang kita cintai.] [Jangan terlalu keras kepada siapa pun.] [Perlakukan Ji’er dan dirimu sendiri dengan adil.] [Ji’er telah menemukan cinta sejatinya.] [Jika mimpinya menjadi kenyataan,]
[itu akan menjadi ketenteraman terbesar] [dalam hidupnya.] [Guru.] [Aku salah sejak awal.] [Aku khawatir kau akan terus berbuat jahat] [karena kesukaanmu akan nafsu duniawi.] [Tapi] [ketakutan dan keraguanku] [adalah pemicu perbuatan jahat.] [Kau punya Su Yin Yin.] [Ji’er akan ditemani kekasihnya.] [Selama bertahun-tahun,] [di tempat tertinggi di dunia,] [hanya kau temanku.] [Tapi aku meninggalkanmu sebelumnya.]
[Dalam sisa hidupku,] [aku hanya bisa mengikuti nasihat terakhirmu] [selagi menjalani hidupku yang sepi.] [Zhang You Lan muncul di dunia setelah menghilang selama 18 tahun.] [Guru.] [Apakah aku masih bisa] [bertemu dirimu lagi dalam hidup ini?] Akhirnya kau bangun. Lin Lin. Kenapa kau di sini? Karena kita adalah suami istri,
Kita harus tetap bersatu dalam kebaikan atau keburukan, sesuai dengan norma sosial. Istana adalah tempat yang sangat besar. Bagaimana kau bisa masuk? Tak ada dinding, setinggi apa pun, yang bisa menghentikanku. Tidurlah. Yang Mulia. – Ada apa? – Aku punya kabar baik. Kaisar telah mengizinkanmu menikah! – Betulkah? – Betul!
– Terima kasih, Kaisar. – Terima kasih, Kaisar. Memanggil Putra Mahkota dan istri Putra Mahkota. [Paviliun Ji Yu] Di pernikahanmu, aku melihat Ning Xiu Rui. Su Yin Yin. Bunga wisteria telah layu. Tak mungkin guruku masih di sini. Aku serius. Di saat-saat penting kita masing-masing, dia akan muncul. Jadi, maksudmu, guruku mengunjungiku saat aku menikah?
Berhentilah menunggunya. Tanpa jantung, meski seekor naga bisa tetap hidup, dia tak akan bisa datang ke daratan lagi. Tapi dia adalah Ning Xiu Rui. Lihat dirimu. Bahkan jika dia masih hidup, dia akan merasa tak nyaman di laut dalam. Aku punya firasat dia masih menungguku di suatu tempat. Sebagaimana aku menunggunya.
Semuanya akan menjadi lebih baik. Mari kita pulang. Yang Mulia! Ini adalah tanah yang kau tinggali selama 500 tahun. Sisik Naga Terbalik masuk ke tubuh Pangeran Xiu Ren. Itu selalu haus akan darah dan air. Semua air di dunia tak dapat memadamkan keinginan tak berujung Sisik. Bangun dan lihatlah. Pangeran Xiu Rui!
Raja Naga, Sisik di tubuhmu mengisap darahmu setiap hari. Jika situasi ini berlanjut, bahkan jika kau menyerap semua air di dunia, kau tak akan bisa memuaskan keinginannya. Kenapa? Kenapa aku dihukum karena mendapatkan Sisik Naga Terbalik? Raja Naga. Menyerah saja. Kembalikan Sisik itu kepada Pangeran Xiu Rui. Pangeran Xiu Rui? Rui’er… Rui’er bersembunyi di istana.
Aku akan pergi menemuinya. Raja Naga. Raja Naga! Raja Naga! Rui’er, tolong katakan yang sebenarnya. Meskipun kau memberiku Sisik itu, aku tak bisa benar-benar menguasainya. Apakah kau memberi kutukan ke Sisik itu? Makin aku berusaha mengendalikannya, makin aku dicengkeramnya. Aku bahkan tak punya sempat bernapas. Rasanya seperti saat aku
Dipaksa oleh semuanya 500 tahun yang lalu. Rasa sakitnya sama. Rui’er. Bangun. Katakan yang sebenarnya. Kenapa ini terjadi? Kenapa ini terjadi? Rui’er. Jangan abaikan aku. Apakah kau menyalahkanku? Apakah kau menyalahkanku telah meninggalkanmu demi Sisik Naga Terbalik? Tapi dengarkan aku. Jika Sisik Naga Terbalik tak ada, kupikir kita akan menjadi kakak adik yang baik.
Hanya karena kau punya sisik itu, aku kehilangan semua yang aku miliki. Adik. Aku tahu kau tak akan memaafkanku. Kau tak akan pernah memaafkanku. Tapi selama ini, bahkan tak sekali pun aku memaafkan diriku sendiri. Raja Naga. Semua pejabat berkumpul di aula utama. Tolong atasi situasi Sisik Naga Terbalik. Hentikan, Raja Naga.
Jika kau tak bisa mengendalikan Sisik dengan baik, kau akan menghancurkan dirimu sendiri! Kita akan menghadapi konsekuensi fatalnya bersama-sama!