【FULL】Eternal Love Rain EP11【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Eternal Love Rain] [Episode 11] Apa yang kau bisikan? Apakah kau sedang berpikir untuk menceramahiku lagi? Aku selalu tidak berdaya denganmu. [Melihatmu, melihat keluargamu.] [Bahkan keluargaku sendiri seperti apa] [aku tak dapat mengingatnya dengan jelas.] [Apakah karena kau yang menemaniku untuk terlahir kembali,] [memberikanku ikatan yang paling besar di dunia ini?]

Naga Bodoh, kau sedang memikirkan apa? Omong-omong, pria tampan yang waktu itu, apakah kau tahu dia tinggal di mana? Kalian adalah kakak-adik, dan juga Naga. Kalau begitu beri tahu aku, di mana Istana Naga kalian? Agar Ayahku bisa datang melamarnya. Apakah kau begitu menyukainya? Tentu saja. Dia adalah orang yang menyaksikan kelahiranku.

Ibuku menderita saat melahirkanku, aku sekarat, saat hampir divonis janin mati, dialah yang menyelamatkanku. Kemudian saat aku kecil, aku bermain di pinggir laut, aku hampir saja terbawa ombak, lagi-lagi dia yang menyelamatkanku. Sekarang dengan tidak mudah aku bertemu dengannya. Mungkin dia adalah takdirku seperti yang dikatakan orang-orang. Kupikir ayahku berbohong kepadaku, tapi sekarang tampaknya

Ternyata benar aku adalah pengantin Naga. Su Yin Yin, kuberi tahu kau, dari awal hingga akhir, semuanya adalah aku. Orang yang bertemu denganmu 18 tahun kemudian adalah aku. Kau dibangkitkan dengan Sisik Naga 18 tahun yang lalu juga karena aku. Sekarang, orang yang hidup bersamamu adalah aku. Orang yang melewati kesulitan bersamamu juga aku.

Su Yin Yin, kalau kau tidak mempedulikan semua ini, dan masih ingin menikah dengan dia, kau pergi saja. Aku tidak akan menghalangimu. Baiklah! Aku pergi sekarang. Juga Sisik Naga Terbalik payahmu itu! Kalau kau tidak ingin memberikannya padaku, ambil saja! Pergi saja dan jangan kembali lagi! Katakanlah!

Kapan kau akan membawa pergi Sisik Naga payah itu? Sekarang. Kau kenapa? Ning Xiu Rui… Kau punya tanduk. Akhirnya kau berubah wujud! Aku juga ingin menyentuhnya. Apakah aku boleh menyentuhnya, Ning Xiu Rui? Ning Xiu Rui! Biarkan aku menyentuhnya sebentar! Tunggu aku! Tidak tahu apa yang dia sembunyikan. Bukankah aku sebelumnya sudah berkata padanya,

Memberikan kesempatan padanya untuk suka padaku? Dia masih tidak mengakuinya. Tapi hari ini dia tidak bisa menahannya. Dia melakukan hal itu di depan umum. Memalukan sekali! Aku tidak tahu apakah dilihat orang? Memalukan sekali! Su Yin Yin! [Berkembang Menuju Kesuksesan] [Aku takut pada akhirnya seperti khayalan saja.] [Berkembang Menuju Kesuksesan] [Berkembang Menuju Kesuksesan] [Mahkamah Agung]

Tuan Mo. Mengapa kau baru datang sekarang? Bagaimanapun aku sedang bekerja, aku tak bisa senggang setiap waktu. Apa maksudmu? Bagaimana dengan uang suapku kepadamu di masa lalu? Menurutku, Tuan Mo, ini adalah Mahkamah Agung, bukanlah tempat yang bisa kau masuki seenaknya. Sekarang sudah berbeda dengan dulu. Sedangkan aku… Aku juga mempertimbangkan hubungan kita dulu,

Jadi masih memanggilmu Tuan Mo. Kita bicara baik-baik. Mungkin aku bisa membantu menjaga ayahmu di penjara. Bai Ding! Dulu, aku sendiri juga memperlakukanmu dengan baik. Aku ingin bertemu Ayahku sekali saja. Apakah kau tidak bersedia membantuku? Tuan Mo, kau tak bisa berkata seperti itu. Kau adalah anak dari pejabat tingkat pertama,

Bagaimana orang serendahku bisa membantumu? Benar, ‘kan? Bai Ding, Ayahku sudah tua, aku hanya ingin bertemu dengannya sekali saja. Kelak aku tidak akan merugikanmu. Di sini kita punya aturan. Kau juga tahu itu. Tunggulah sebentar. Aku harus menunggu berapa lama? Ini tidak bisa dipastikan. Tunggu kabar saja. [Kediaman Ning] Master. Apakah kau ada di dalam?

Master, aku ingin berdiskusi denganmu. Katakanlah. Apakah kau merasa akhir-akhir ini ada yang aneh? Apanya yang aneh? Kau yang aneh. Apakah kau… Kau melihatku? Ya. Benar, kau bersikap aneh. Master, kau sekarang selalu tidak fokus. Sebelumnya kau tidak pernah melakukan kesalahan. Sekarang kau seperti ini, aku sebagai murid, sulit menerimanya. Apakah karena Su Yin Yin?

Bagaimana kau bisa tahu itu? Semenjak dia datang, kau setiap hari cemas. Kau juga selalu tidak fokus. Jangan-jangan dia… Dia terhadap aku… Apa maksudmu? Aku tahu. Si gila Su Yin Yin itu… pasti telah menyihirmu. Master, dia mencoba mencelakaimu! Sudah larut, cepat pulang dan beristirahatlah. Master, aku masih belum selesai bicara.

Besok lusa adalah hari Upacara Penobatan Kedewasaan aku. Walaupun aku tahu Master tidak pernah memedulikan urusan duniawi, tapi kau harus datang, ya? Master, ada lagi. Setelah Upacara Penobatan Kedewasaanku, aku akan menepati janji dengan Kakak untuk kembali ke Istana. Master, kau harus jaga diri baik-baik, terutama saat malam hari.

Kau harus berhati-hati dengan Su Yin Yin itu. Master, besok malam aku sudah akan kembali ke Istana. Bagaimana kalau aku hari ini tidur di sini? Pergi! – Master. – Pergi! [Mahkamah Agung] [Penjara] Ayah. Feng’er. Mengapa kau ada di sini? Bukankah Ayah sudah bilang padamu jangan ada hubungan apa pun denganku. Tidak. Ayah,

Aku adalah putramu, aku takkan membiarkanmu menanggung semua ini sendiri. Jangan khawatir. Aku akan membuat Ning Xiu Rui membayar perbuatannya kepada keluarga kita. Berjanjilah kepadaku, jangan terpaku pada masalah ini. Ayah sudah bilang kepada Kaisar bahwa Ayah menanggung semua kesalahan. Tidak. Semua ini demi masa depanmu yang lebih baik. Tidak. Ayah! Jangan mengunjungiku lagi.

Aku juga tidak akan mengakuimu. Ayah, tenang saja. Aku akan menyelamatkanmu. Pergilah, Feng’er! Jangan terlibat dengan masalah ini lagi. Ini hanya akan mencelakai dirimu sendiri. Ayah. Pergilah! Ayah. Jaga dirimu. [Kediaman Ning] [Merenung di Bawah Rembulan] [Ada apa denganku?] [Aku sudah menyaksikan kelahiran dan kematian selama 500 tahun.] [Tidak disangka, saat ini aku merasakan kesepian.]

[Sepertinya inilah yang sering dikatakan orang,] [sebagai sudah tua.] Mengapa kau ada di sini? Sekarang aku akan kembali. Tunggu. Aku pergi. Aku tadi belum bisa tidur. Aku kembali melanjutkan tidur lagi saja. Kau… Mengapa kau selalu menghalangi jalanku? Yang aku katakan padamu waktu itu masih berlaku. Kau boleh menyukaiku. [Merenung di Bawah Rembulan]

Dunia orang dewasa itu sebenarnya seperti apa? Master. Ini adalah hari Upacara Penobatan Kedewasaanmu. Kelak saat kau melakukan apa pun, ingatlah untuk harus berhati-hati. Ji’er melaksanakan perintah Master. Dengan kau yang selalu menemani di sisiku, mengawasiku, aku takkan berani membuat onar. Aku mungkin akan terus mengawasimu sampai kau tua. Sungguh? Kau harus menepati janjimu.

Yang Mulia, ada satu hal yang ingin kukatakan padamu. Aku selama ini tidak sama dengan orang lain. Kuharap kau kelak bisa menerimaku apa adanya. Maksud Master… Istri Master kelak kemungkinan adalah si wanita gila, Su Yin Yin itu? Master, jangan menyerahkan diri semudah itu. Di Upacara Penobatan Kedewasaanku hari ini…

Ada banyak perempuan cantik di Shengjing. Nanti kau bisa memilih wanita yang kau suka. Waktunya sudah akan tiba. Kuantar kau keluar. Master, apakah kau tidak pergi bersamaku? Lebih baik aku datang secara terpisah. Tapi, Master, sebenarnya di dalam hatiku selalu ada tanda tanya. Apakah saat aku masih kecil, aku pernah bertemu denganmu?

Jangan kemari! Semuanya harus menunduk padaku! Aku akan bebas hanya dengan melompati pagar ini. Kemudian aku bisa menjadi pahlawan! Yang Mulia, berhati-hatilah! – Yang Mulia! – Yang Mulai! Yang Mulia, cepat turun! Berbahaya sekali! Yang Mulia! Aku juga punya belati yang mirip dengan ini. Ini adalah pemberian Kakakku. Punyamu juga pemberian Kakak?

Kau tidak jelek, mengapa harus menutupi wajahmu? Aku hanya tidak ingin bertemu dengan orang aku kenal. Aku juga, setiap hari mereka mengendalikanku. Aku juga tidak ingin bertemu mereka. Semuanya berdirilah di tempat asal! Tidak boleh kemari! Aku mau dia yang mengantarku ke kamar Istana. – Baik. – Baik.

Lain kali, jangan lupa bawa kemari pisau belatimu, kita bisa coba bertarung. Saat itu di bawah tembok kota, orang yang menangkapku adalah dirimu, benar ‘kan? Itu senyumannya! Itu senyumannya! Master, kalau kau tersenyum sejak awal, aku akan mengenalimu. Master, apakah kau masih ingat janjimu kepadaku? Katamu… kau harus membawa pisau belati pemberian Kakakmu,

Dan memperlihatkannya kepadaku. Ji’er, Aku pasti akan memberikan pisau belati itu padamu. tapi sekarang… kemungkinan pisau belati itu masih berguna untukku. Baiklah. Nanti… Aku akan menukarkannya dengan pisau belati pemberikan Kakakku. Sudahlah. Sudah hampir waktunya. Sebaiknya kau bergegas. [Gerbang Shangyang] Kau adalah Tuan Ning, ‘kan? Bukan… Mengapa kau menunggu bersama mereka? Sejak pagi

Aku sudah mengutus kereta kuda untuk menjemputmu. Tidak perlu repot-repot. Apa maksudmu? Tidak merepotkan sama sekali. Kalau begitu, hamba undur diri dulu. Benar-benar merepotkan Tuan Ning. Menunggu bersamaku di sini. Tutup mulutmu! Perhatikan jalan di depan. Tuan Muda. Pasukan kita sudah siap. Nong Xiu Rui, hari ini, aku pasti akan membuatmu menderita.

Tuan Muda, Ning Xiu Rui sangat kuat. Aku khawatir kita bukan tandingannya. Kita sudah mengatur penyergapan di dalam Istana. Jika ada apa pun yang terjadi, akan ada sejumlah besar pengawal kerajaan yang datang. Sehebat apa pun kemampuan Ning Xiu Rui, dia tidak akan berani berubah di depan banyak orang. Tapi sebelumnya Tuan Besar sudah menganjurkan…

Jangan banyak bicara lagi! Aku harus melakukan ini, walaupun berarti aku melawannya. Selamat, Yang Mulia! Ini adalah putriku, Chen Lin Shuang. Ini adalah putriku, Zhao Ling Er. [Tidak! Itu Tang Lin Lin!] [Jangan sampai dia tahu identitasku yang sebenarnya.] [Dia akan merasa aku telah membohonginya.] [Usaha sebelumnya akan sia-sia.] [Ya, ampun! Ya, ampun!]

[Apa dia memberi hormat kepadaku>] [Ini salah sekali!] Selamat, Yang Mulia! Ini adalah putriku, Tang Lin Lin. Selamat, Yang Mulia! [Cepat, cepat, cepat!] Cari cara agar aku bisa keluar! Yang Mulia, ini upacara penting. Kau tidak boleh pergi! Cepat pikirkan! Jika tidak, aku akan menghukummu karena lalai! Aku akan memukuli bokongmu

Kalau begitu, kita hanya bisa pergi dengan samaran. Ini… Yang Mulia ini… Yang Mulia kenapa? Ini adalah Upacara Penobatan Kedewasaannya. Mengapa dia pergi? Ning Xiu Rui ini… Kenapa sesampainya di Istana dia langsung menghilang? Istana Kerajaan begitu besar, bagaimana kalau aku sampai tersesat? Dasar! Kasim kecil… Mengapa kau mengendap-endap seperti itu? Ke sini!

Nona Su, ada permintaan apa? Aku… Aku tidak pernah masuk ke Istana, bagaimana kau tahu margaku Su? Begini… Hamba dari… Tapi ini juga tidak mengherankan. Kecantikanku, Su Yin Yin, sudah menyebar ke seluruh Shengjing. Walaupun kau hanya seorang kasim rendahan, tapi mengetahui semua ini juga tidak aneh. Yang Nona Su katakan benar sekali.

Semua orang di Shengjing pasti tahu siapa dirimu. Itu… Kalau tidak ada masalah, hamba undur diri dulu ya. Tunggu! Aku terpisah dengan Tuan Ning. Bantu aku mencarinya. Baiklah, hamba cari sekarang. Nona, tolong tunggu sebentar. Silakan! Dia pergi ke mana? Sepertinya Pengikat Naga ini benar-benar berguna. Ning Xiu Rui, bukankah kau suka mencampuri urusan orang?

Aku malah ingin melihat siapa yang akan mencampuri urusanmu. Ayahmu sudah menanggung semuanya demi melindungimu. Kau masih tidak menyesalinya? Yang harus menyesalinya adalah dirimu! Hari ini aku akan menghabisimu! Ada apa ini? Tutup mulutmu! Yin Yin? Kenapa kau ada di sini? Apa? Apa kau takut? Sudah kubilang, aku adalah Gadis Pilihan. Sekarang kau percaya, ‘kan?

Tidak, tidak. Kalian sedang apa? Kalian sedang apa? Kalian semuanya tidak tahu apa-apa. Ding Xiu Rui bukan manusia, dia adalah monster. Kalian harus menangkap monster itu! Tuan Ning. Bawa dia pergi! Cepat pergi! – Lepaskan aku! – Jalan! Ning Rui Xiu, kau tidak apa-apa, ‘kan? Apakah kau terluka? Aku lihat dulu.

– Bukan aku… – Apa kau terluka? tapi, kau yang terluka. Aku? Aku terluka? Ning Rui Xiu, cepat! Cepat panggilkan tabib kerajaan! Tidak boleh ada bekas luka pada diriku! Aku masih belum menikah, cepat! Cepat bantu aku panggilkan tabib! Putra Mahkota. ada kabar dari daratan, Pangeran Xiu Rui bertemu pembunuh di Istana Kerajaan.

Sepertinya orang itu berani sekali. Bagaimana dengan Rui’er? Tali yang kita kirim… tidak berhasil mengikat Pangeran Xiu Rui. Perempuan yang terus berada di sisi Pangeran Xiu Rui juga tiba-tiba muncul. Tidak disangka, demi perempuan itu, Rui’er mau mempertaruhkan nyawanya. Dia masih sama saja. Ning Mo, utus orang untuk mengawasi orang yang ingin membunuh Rui’er juga.

Baik. Kelak dia mungkin akan berguna bagi kita. Ning Rui Xiu, tunggu aku! – Nona Su, tunggu aku! – Aku tadi menyelamatkanmu. Apa kau tak tahu cara berterima kasih? Nona Su, biarkan aku membalut lukamu dulu! Pergilah. Dia akan baik-baik saja. Kau tahu aku adalah naga. Mengapa kau bersikeras menghadang anak panahnya?

Aku tidak berencana begitu. Aku hanya tidak sengaja berlari ke arah yang salah saja. Apa kau dipanggil olehku kali ini? Dadaku terasa sesak, jantungku berdebar semakin kencang. Kemudian tiba-tiba aku muncul di sana. [Bahaya?] [Jangan bilang dia terpanggil saat pertemuanku dengan Kakak,] [karena Sisik Naga Terbalik merasakan aku dalam bahaya?] Kali ini kau kupanggil kemari,

Apakah rasanya sama dengan bertemu dengan kakakku saat itu? Sepertinya sama. Apakah karena Sisik Naga Terbalik merasakan bahaya dan ingin menyelamatkanmu? Tapi ia juga tidak mempertimbangkan perasaanku sama sekali. Hei, akankah ke depannya kalau kau menemui bahaya, kau akan memerlukan perlindunganku? Kalau begitu ke depannya kau tidak bisa berpisah denganku. [Sepertinya Tali Pengikat Naga tadi…]

[ada di tangan Mo Cheng Feng] [tanpa ada alasannya.] [Jangan bilang Kakak ingin…] [Tidak mungkin.] Kau… Apa yang kau lakukan? Bagaimana dengan lukamu?