【FULL】My Mowgli Boy EP32【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Dunia dengan keberadaan dirimu yang pertama kali kusadari Sepasang mata yang menatap tembus jiwaku Setiap hal kecil yang tiada hubungan Mengapa kau bisa melihatnya Aku yang dulu sebelum bertemu denganmu Tidak pernah terpikirkan cinta seperti apa Apakah kau juga sama kau seperti angin yang datang Membawaku pergi meninggalkan kumpulan manusia
Memeluk langit yang biru Jika kau angin yang lembut Biarlah aku mengembara bersamamu Bergandengan tangan dan mulai lagi memahami jelas pemandangan Memahami jelas pemandangan Mungkin saja suatu hari angin akan berhenti Jika bisa Aku berharap dapat membuat janji denganmu Berjumpa di tempat yang dulu Tidak peduli berapa banyaknya awan Hujan deras ataupun cuaca cerah
Menghirup udara yang sama Apakah kau tetap sama Mempertahankan hati yang paling semula Tetap suka melihat bintang Jika kau angin yang lembut Biarlah aku menjadi lonceng anginmu Setiap hari mendentingkan suara kebahagiaan My Mowgli Boy Episode 32 Jika aku banyak kekurangan, lebih baik kita putus saja. Putus? Kenapa kamu mudah tergoyah?
Jadi apa yang kamu sukai dariku? Apa kamu tahu apa itu efek imprinting? Tidak tahu. Efek imprinting adalah seekor anak angsa yang baru keluar dari cangkangnya, pertama kali dia membuka matanya, dia akan menganggap binatang yang pertama kali dilihatnya sebagai ibunya, ini namanya efek imprinting, sedangkan kamu adalah binatang yang pertama kali aku lihat
Sewaktu aku datang ke dunia manusia ini. Kalau begitu kamu menyukaiku hanya karena efek imprinting? Ini hanya perumpamaan saja, aku akui, waktu pertama kali berpacaran denganmu, memang ada rasa ketergantungan, tetapi lama-kelamaan, ketergantungan ini menjadi rasa suka. Lalu kenapa kamu masih menyukai aku yang penuh dengan kekurangan ini? Masih mau berpacaran denganku?
Tidak ada kerjaan ya? Cari dosa ya? Kamu memang banyak kekurangannya, tapi siapa yang tidak memiliki kekurangan? Lagipula kamu juga sedang berusaha untuk berubah menjadi lebih baik, aku suka pada dirimu yang sebenarnya. Seandainya… seandainya saja kelak aku tidak punya pekerjaan dan karir lagi, dan penuh dengan kekurangan, apa kamu masih menyukaiku?
Tidak masalah, aku yang akan menafkahimu. Aku sudah dapat pekerjaan. Sungguh? Pekerjaan apa? Pekerjaanku… rahasia, kamu tidak boleh tahu, pokoknya itu adalah pekerjaan yang aku sukai. Main merahasiakannya dariku? Baiklah, baiklah, kalau kamu tidak mau bilang, aku juga tidak tanya lagi, tunggu saatnya kamu ingin bilang, baru beritahu aku saja. Untuk merayakannya pekerjaan pertama
Yang kamu dapatkan, hari ini aku yang traktir, aku baik bukan? -Tidak perlu, aku ada uang, pelayan, ambilkan menu! Bocah tampan. Gaya rambut adalah fokus terpenting pada wajah. Model kepang ganda ini sangatlah imut, tidak hanya bergaya retro, juga bisa membuatmu terlihat manis dan muda. Siapa yang bilang kepang dua terlihat manis dan lebih muda?
Ini bukan gaya rambut Nezha ya? Bohong! Perangkat keras sudah tidak mendukung, perangkat lunak tidak boleh kalah lagi! Toner, bubuk mutiara, air lemon, resep ajaib untuk kamu yang ingin awet muda, buat masker pemutih sendiri. Halo, kenapa kamu tidak membuka panggilan video? Aku ingin melihat wajahmu. Aku sudah bersiap untuk tidur. Peringatan sebagai teman,
Besok ada reuni, jangan lupa ya. Kamu tunggu saja, besok aku akan tampil memukau. Kenapa kamu kedengarannya gugup sekali? Hanya reuni sederhana, kamu tidak perlu gugup seperti itu. Gugup? Kamu bercanda saja, aku adalah orang yang sudah berpengalaman tahu, bukannya hanya bertemu dengan adik kecil. Iya, iya, iya, pacarku asalnya memang cantik, penuh dengan pesona.
Sudah, sudah, aku sudah mau tidur, selamat malam. Besok aku jemput kamu ya. Halo? Tidak ada yang mau diobrolkan denganku lagi? Love you, sampai jumpa. Gawat, kejutan gagal. Pangeran program, penyair tenang, abang, apa-apaan? Tidak kenal denganku lagi ya? Ternyata kalian berdua bukan pasangan ya? Aku beritahu kalian ya, para gadis,
Dulu, mereka makan dan tidur bersama, aku kira mereka mau sehidup semati. Maaf ya telah mengecewakan kalian. Aku penasaran sekali, siapa yang begitu hebat yang bisa merebut Ziyue darimu? Oh ya, aku perkenalkan dengan hormat kepada kalian, ini adalah wanita yang sudah kukejar sejak lama dan akhirnya menjadi pacarku, namanya Bai Yiling.
-Halo, halo. -Salam kenal. Tapi kenapa menggunakan masker? Pilek ya? -Pilek. -Pilek. Halo, halo. Aku juga ingin mempernalkan untuk kalian, ini adalah pacarku, Feng Zhiyan. A… Aku adalah rekan kerja Ziyue, guru literatur klasik di Universitas Puhua, senang berkenalan dengan kalian. Halo, halo, halo. Halo, halo. Ini sudah belum? Coba kamu cium.
Kelihatannya belum, bakar lagi. Baik. Ini, kamu haus bukan? Minum dulu. Banyak orang tahu. Tidak apa-apa. Kamu tidak minum? Kamu minum saja sendiri. Ayo. Terima kasih. Zheng Li, bagaimana rupa pacarmu itu? Kami penasaran sekali. Benar. Rupanya seperti bidadari. Jangan-jangan dia adalah gadis yang sering mengejarmu dulu, yang bernama Xi… Bukan, dia namanya Ling Xi,
Dia adikku. Aku sebenarnya lebih suka yang lebih dewasa. Dia lebih tua darimu ya? Tepat. Cukup modis juga kamu, tidak kelihatan kamu juga ada sisi pria keibuan juga. Kamu ini dangkal sekali. Siapa yang bilang berpacaran harus mencari pasangan yang lebih muda dari kita? Menjadikan umur untuk mengukur cinta, dan menjadikan uang untuk mengikat kehidupanmu,
Apa ada perbedaannya? Dangkal. Iya, iya, aku memang dangkal. Aku ketinggalan zaman. Mari bersulang. Bersulang. Ayo, bersulang. Bersulang. Memang Ziyue yang paling hebat, pria tampan wanita cantik, hebat bisa mendapatkan gadis yang cocok dirinya. Tidak. Hebat. Menghabiskan setengah gaji untuk membeli kosmetik, bukan apa-apa, ini adalah investasi jangka panjang, efeknya akan terlihat 10 tahun lagi.
Kolagen sekarang di wajah kita adalah modal semasa muda kita, bagaimana jika sudah berumur 30 tahun? Beberapa tahun lagi, bagaimana jika wajah mulai menua? Waktu tidak akan menunggu wanita mana pun. Benar, semua sering berkata, setelah wanita mulai berumur 30, wajah akan mulai kusut. Meskipun wajahmu tidak berubah, tapi kulitmu sudah mengerut. Benar, benar, benar,
Kamu benar sekali. Bai Yiling, berapa usiamu? Kerutanku sudah muncul 3 tahun lalu. Jika sewaktu aku berumur 30 tahun seperti Yiling, Kakak Yiling, alangkah baiknya. Kita hanya mengobrol saja, ayo, makan, makan. -benar, benar. -makan dulu. Ayo, bersulang. Ayo, ayo, tes kekompakkan. Soal pertama, apa makanan favorit pasanganmu? Tentu saja snack.
Yang terbang di langit, berjalan di daratan, berenang di lautan, semua yang bisa dimakan, pasti dimakannya. Apa-apaan? Memangnya aku babi makan sekuat itu? Maksudku nafsu makanmu bagus. Sudah, sudah tahu. Kuat makan itu bagus. Kita dengarkan Ziyue. Seharusnya makanan di kantin. Dulunya ikan salmon dan salad, tapi sekarang sepertinya makanan yang kumasak, kan? Sudah, sudah.
Kita ke soal berikutnya. Soal kedua, apa minuman favorit pasanganmu? Aku duluan yang menjawab. Kamu lagi. Teh susu, 70% dari tubuh manusia adalah air, 70% dari tubuh wanita adalah teh susu, benar, kan? Benar, aku setuju. Setuju apanya kamu? Bukannya kamu juga sering minum teh susu? Kali ini aku tahu dia suka minum teh oolong.
Pacarku suka minuman yang tidak mengandung gula, air yang mendidih, rebus selama 3 menit, kira-kira sampai 40-50 Co. Baik untuk kesehatan perut, benar, kan? Iri sekali, baik sekali. Kamu ini perhatian sekali. -Salut, salut, salut. Aku akan belajar darimu. Belajar, belajar, belajar. Belajar. Aku umumkan, hasil tes kali ini, Zheng Li peringkat 1.
Sini, kuberi penghargaan 2 sayap bakar. Terima kasih, terima kasih. Ziyue makan atau tidak? Ayo, ayo, bersulang. Tidak disangka kamu masih ingat aku suka minum teh oolong. Mengetahui barang yang disukai pacar adalah hal semestinya. Aku belum melakukannya dengan baik. Kita sudah lama tidak mengobrol seperti ini bukan? Apa kamu masih ingat dengan impianku?
Menikmati senja dan matahari terbenam, bergandengan tangan dan menua bersama. Terima kasih kamu masih mengingatnya. Aku selalu bermimpi, tidak peduli di mana pun, di dalam negeri maupun luar negeri, akan ada orang selalu menemaniku, dan tidak meninggalkanku. Kapan kamu berangkat ke luar negeri? 2 minggu lagi. Buru-buru sekali? Barangmu saja belum siap. Aku tahu,
Bermigrasi ke luar negeri adalah hal besar, banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, tetapi, aku tidak akan memberimu tekanan apapun. Aku ingin bilang, sebelum berpacaran, aku tidak meminta apapun, aku hanya berharap kamu bisa selalu di sisiku. Tapi lama-kelamaan, manusia akan berubah menjadi serakah. Yang aku inginkan tidak banyak, aku hanya ingin, lebih dari sedikit,
Apa kamu bisa menepatinya? Kamu yakin di sini tempatnya? Tutu yang bilang padaku, seharusnya tidak salah. Menurutmu, sekarang masih sempat menebus dosa bukan? Menebus kesalahan sebelumnya, meskipun sudah telat, tetapi lebih baik dari berhutang bukan? Jika ingin menghapus kesalahpahaman, memang harus menghadapinya secara langsung. Aku pergi tanya dulu ya. Permisi,
Apakah ada pasien bernama Wu Yufen? Ada. Kalian siapanya? Nenek Wu, keluarga jauhmu datang menjengukmu. Kamu… Halo nenek, aku adalah Ren He. Kemari, duduk. Ingatan nenek kadang bagus kadang buruk, terkadang tidak ingat apapun, sering kali mengakui orang lain sebagai Ren He. Halo, Nenek. Kalian mengobrol saja, saya tinggal dulu. Kamu juga. Kemari, Nenek lihat,
Kemari. Halo nenek. Li Kai, kamu juga duduk, kamu juga duduk. Sepertinya aku tahu apa itu gosip tersembunyi. Nenek, aku membelikanmu buah-buahan, kamu mau makan apa? Aku kupaskan untukmu. Kamu buang-buang uang lagi, kamu bekerja keras di luar sana tidaklah mudah. Cepat, kembalikan sana. Itu tidak mahal, murah saja,
Sudah beli juga tidak bisa dikembalikan lagi, tidak apa-apa, makan saja, sungguh tidak apa-apa. Lain kali tidak boleh beli lagi ya. Iya, lain kali tidak beli lagi. Bagaimana dengan pekerjaanmu? Baik-baik saja. Mendesain pakaian pasti melelahkan, kelak jangan bergadang lagi ya, sesibuk apapun anak muda tidak boleh begadang, Bagaimana jika jatuh sakit?
Banyak pekerjaan dan sibuk, jangan buru-buru, pelan-pelan saja. Iya, nenek tenang saja. Kamu juga, cucu perempuanku ini, meskipun sifatnya keras kepala, tetapi dia baik hati, dan polos. Kamu harus mentolerirnya dan harus sabar. Nenek tenang saja, aku akan memperlakukannya dengan baik. Baik. Ini. Tidak mau main lagi. Nenek kenapa? Langit sudah mau hujan,
Kamu cepat pulang dan kerja PR, kalau tidak gurumu bisa menghukummu. Sampai jumpa nenek, aku akan datang menjengukmu lagi. Kami akan datang menjengukmu lagi. Aku rasa dulu, aku belum melakukannya dengan baik, aku tidak pernah berdiri di sudut pihak lain untuk mempertimbangkan masalah. Waktu itu aku terlalu memaksa Ren He, dan berbicara terlalu kasar padanya.
Jadikan ini sebagai pengalaman untuk menjadi lebih baik, kelak kita harus sering datang menjenguk nenek. Selain itu, aku juga ingin melakukan 1 hal lagi untuknya. Ayo. -Silakan simpan tanda terimanya. -Terima kasih. Biaya rumah sakit nenek Wu, sudah tertunda 2 bulan, apa masih ada permintaan lain? Tolong jangan beritahu beliau, aku yang melunasi biaya ini,
Dan jangan beritahu dia aku datang menjenguk nenek. -Baiklah. -Terima kasih. Sama-sama. Ayo. Kamu barusan tidak lihat, tidak lihat muka si Lao He itu sudah hijau seperti sayuran. Iya, aku beritahu Bibi, menghadapi orang yang sombong dan suka memuji diri sendiri, serta suka pamer seperti dia, jurus yang harus kita gunakan adalah
Hidup lebih baik darinya. Jika dia memamerkan kesenangannya, kamu harus tertawa lebih senang darinya. Jika dia memamerkan kebahagiaannya, kamu harus hidup lebih bebas darinya. Coba lihat, pemikiran kalian sebagai pengacara memang berbeda, kami yang sudah bertempur bertahun-tahun saja tidak pernah menang, lihat jurus yang kamu gunakan itu, hanya dengan beberapa kalimat saja sudah bisa mengalahkannya.
Ziyue tidak mengajarkannya padamu ya? Yang paling banyak dia katakan adalah lebih baik mengalah saja. Benar, benar, benar, ada lagi, bersabar sama dengan damai, mengalah sama dengan tentram. Benar sekali. Dapat diskon dari supermarket, harus terima ya. Untukku? Benar, kamu sudah berakting lama menjadi menantuku, bagaimanapun juga, harus berperan sesungguh mungkin. Baiklah,
Aku akan berusaha memerankannya dengan baik, dan menyelesaikan misi ini. Aku beritahu kamu ya, saat kamu memanggilku ibu di depan Lao He, masih sedikit kaku, belum cukup alami, lain kali, kamu bisa berakting berlebihan sedikit. Nada akhirnya bisa lebih diperpanjang lagi. Atau kita coba saja sekarang. Sekarang? Kamu tahu tidak peraturan dalam bermain mahjong?
Harus siap siaga bersiap setiap saat, baru bisa mengalahkan lawanmu, dan menang. Ayo, ayo, coba panggil, aku coba dengar, ayo. Ibu. Masih kurang, suaramu harus melengking ke atas. Benar, ke atas, kemudian harus memanggil dengan gaya dan penuh rasa bangga. Melengking ke atas? Benar, ke atas, ke atas. Ibu. Masih kurang sedikit lagi, yaitu
Oh ya. Ka… kamu harus menggunakan suara antara perut dan paru-parumu, itu baru benar. Ayo, coba dulu. Ibu…. Silakan minum teh menantu, terima kasih menantuku. Lucu, lucu sekali. -Ziyue sudah pulang ya? -Iya. -Ziyue. -Ziyue sudah pulang ya? Halo, Bibi. -Ziyue sudah pulang ya? -Iya. Paman Wu. -Sudah pulang ya? -Iya. Aku beritahu kamu,
Pacarmu dan ibumu baru saja pulang berbelanja. Aku beritahu kamu, seleramu bagus sekali, gadis yang sifatnya begitu baik, dan berbudi luhur, mau cari sampai ke mana baru bisa dapat lagi coba? Orang tuamu sudah senangnya minta ampun, bagus, bagus. Aku sudah sampai di rumah. Gawat, gawat, gawat. Bersulang, bersulang. Minum lagi, minum lagi.
Akhirnya kamu memanggilku ibu juga, bahagianya memiliki anak perempuan angkat sepertimu. Sudah pulang ya? Ziyue, jika kamu sudah melihatnya, akan ibu jelaskan padamu, aku dan ayahmu sangat menyukai Tang Cheng, kami berencana untuk menjadikannya sebagai anak angkat kami. Aku angkat kedua tanganku, setuju. Benar, benar, benar. Kenapa kamu bengong? Mana pendapatmu? Iya.
Bukan, kenapa posisi kalian berubah terus? Posisi apanya? Ini, ini, ini. Masalah kita berdua adalah masalah di antara kita berdua, kenapa harus mencampur tangankan orang tuaku? Meskipun kamu ingin menekanku melalui orang tuaku, aku juga tidak akan berubah pikiran. Tidak, kamu salah paham, aku tidak pernah berpikir seperti itu. Dan
Ibuku juga tidak ada hubungan darah denganmu bukan? Kamu memanggilnya ibu, tidak baik, bukan? Aku bisa memanggilnya ibu karena…. Aku beritahu kamu ya, Tang Cheng adalah tamu undanganku, aku yang mengundangnya, kamu kira di hatinya hanya ada kamu? Memangnya tidak boleh untuk kami juga? Benar, kan? Ziyue, aku jujur padamu, kami sudah memutuskan
Tang Cheng untuk menjadi anak angkat kami. Benar, dia sudah menjadi anak angkat kami. Ikut aku. Ada apa? Ayo pergi, lihat mereka. Anak ini. Apa yang kamu lakukan terhadap orang tuaku? Kenapa sikap mereka terhadapmu berubah 180 derajat? Di dalam hatimu, aku ini orang selicik itu ya? Yang selalu memiliki maksud tertentu
Dalam melakukan hal apapun? Aku tahu kamu selalu menang dalam hal percintaan, baiklah, kali ini kamu yang menang, kamu yang meninggalkanku, sudah puas? Jadi kamu tidak bisa mempercayaiku 1 kali saja? Apa aku seburuk itu? Aku baik terhadap orang tuamu, apa tidak boleh karena aku menghormati mereka sebagai orang tua dan juga menggangapnya sebagai teman?
Benar. Atau dari awal kamu sudah menggangapku mati, dan menggangap kita tidak bisa berteman lagi? Kelihatannya memang begitu. Apa hubungan kalian benar-benar baik sekali? Aku bilang pun kamu tidak akan percaya. Di sini aku bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga yang belum pernah kurasakan sebelumnya, saat berinteraksi dengan orang tuamu, aku seperti seorang anak perempuan
Yang sangat mereka sayangi. Baiklah, kalau begitu kamu bisa datang kapan saja, semaumu, lagipula aku sudah mau ke luar negeri. Dia tidak menindasmu bukan? Syukurlah. Paman, Bibi, aku pergi dulu ya. Kamu kan belum makan, kenapa langsung pulang? Semua telah berakhir. Tanyakan pada anakmu. Anak ini. Apa yang kamu lakukan terhadap Tang Cheng.
Barusan dia baik-baik saja, kami mengobrol dengan senangnya, lalu setelah mengobrol denganmu, alhasil, raut wajahnya langsung berubah, memangnya kamu ini kulkas, kerjaannya hanya mendinginkan sesuatu. Aku hanya berharap dia bisa menjahui keluarga kita. Menjahui apanya? Kamu dulu yang selalu mengejarnya, aku dan ayahmu sudah bersusah payah membangun hubungan baik dengannya, kamu dengan seenaknya,
Seperti tidak pernah terjadi hal apa pun. Apa-apaan kamu ini? Tang Cheng sungguh tidak memanfaatkan kami untuk mendekatimu, tetapi saat ibumu ditindas orang lain, dia yang pertama kali datang membantunya. Benar, hari ini dia yang membantuku. Simpan saja. Ini, ini… Ini bukannya yang kamu siapkan untuk Tang Cheng? Iya, kenapa harus disimpan?
-Taruh kembali. -Tidak simpan. Apa-apaan anak ini? Coba lihat dia. Iya, coba lihat. Atau di dalam hatimu, dari awal kamu menganggap aku sudah mati, dan menganggap kita tidak bisa berteman lagi? Barusan aku tidak bisa mengontrol diri. Maaf, aku sudah salah paham terhadapmu. Masalah tadi. Kalau begitu kamu bisa datang kapan saja, semaumu,
Aku juga sudah mau ke luar negeri. Janji ya, tidak peduli apapun yang terjadi nantinya, kamu harus tetap tenang, tidak boleh emosi. Aku tahu, aku datang untuk berdamai, tetapi kamunya, yang pertama kali datang ke rumahku, tidak tahu hubungan rumit dalam keluargaku, aku rasa aku harus menjelaskan sejelasnya untukmu. Kalau begitu coba kamu jelaskan.
Jika semuanya lancar, nanti di rumahku akan ada 4 orang, Satunya adalah ayahku, Bibi Wen Yu, Ling Yu dan Gao Jie. Kita mulai dari Gao Jie, sombong dan angkuh, sangat tidak bersahabat. Ingat baik-baik, jangan memandangnya, jangan saling bertatapan dengannya, jangan berbicara dengannya, mengerti? Sedangkan Ling Yu, lebih munafik lagi, sok berwibawa,
Semuanya perkataannya hanya omong kosong, kamu anggap angin lewat saja. Sedangkan ayahku, dia galak terhadapku, tetapi dia akan menganggap kamu sebagai tamunya, Bagaimana caranya membuat ayahku agar tidak menakutkan? Aku rasa kamu lebih memiliki hak bicara. Bagaimana dengan Bibi Wen? Bagaimana ya? Kamu tahu tidak rasanya memiliki ibu? Tidak tahu. Saat aku masih kecil,
Aku sudah ditinggalkan oleh ibuku, jadi semua kenangan tentangnya ada di rumah tersebut. Semua tentangnya, foto, pakaian, aku baru bisa merasakan kehangatan seorang ibu. Kemudian Bibi Wen datang, semua hal yang berhubungan dengan ibu, dengan pelan-pelan dikemas dan disimpan. Bahkan dalam benakku, rupa ibu pun sudah mulai kabur. Jadi beberapa tahun lalu aku selalu menganggap
Dan merasa Bibi Wen sudah berhubungan dengan ayahku sebelum kepergian ibuku. Aku tidak bersikap baik terhadapnya, tetapi apa yang dia lakukan beberapa tahun belakangan ini, dia orang seperti apa, aku bisa merasakannya, sebenarnya dia tidak buruk juga, mungkin aku yang salah paham terhadapnya. Mungkin aku sudah keterlaluan. Sudah, jangan diteruskan lagi. Kamu harus ingat,
Tidak peduli apapun yang terjadi, kamu harus tetap tenang, tidak boleh emosi terhadap siapa pun. Iya, dari tadi perkataan itu terus, kamu ini mesin pengulang ya? Sudah tahu. Sudah pulang ya? Ayo, masuk. Bibi Wen Yu. Ling Xi, bagaimana dengan kursus pelatihanmu itu? Lancar-lancar saja, setidaknya aku sudah tahu manfaat belajar bagi yang tidak berbudaya.
Penampilan Ling Xi di sekolah sangat bagus, rancangan bisnisnya sudah mendapat persetujuan dari permodalan Mozi, modal pertamanya akan segera cair. Sungguh? Kurang lebih. Proyek apa? Platform desainer. Masih jualan pakaian ya? Maaf, aku juga tidak begitu paham, asal bicara saja, kalian teruskan. Kali ini tidak jual pakaian lagi, Bibi, kali ini aku akan
Mengumpulkan para desainer berbakat ke suatu platform internet. Pasar bisnis online? Ini butuh kreativitas seperti apa? Jangan bicara, perkataanmu ini adalah suatu kesalahpahaman terhadap bisnis baruku ini. Jika kamu tidak keberatan, aku bisa mengirimkanmu rancangan desainku yang sempurna untukmu, mau? Aku tidak tertarik, terima kasih. Sama-sama, lanjutkan makanmu. Demi membangun pondasi bisnis kali ini,
Rancangan bisnis Ling Xi, sudah direvisi lebih dari 50 kali, dan telah berkonsultasi dengan banyak perusahaan besar. Kali ini dia benar-benar serius. Kelihatannya kamu benar-benar ingin menarik batas denganku, dan tidak ingin datang ke Wolf lagi. Aku tidak mau pergi ke gedung 30 tingkat itu lagi, fengshui juga tidak bagus. jika tidak diasah, dan dilatih,
Mana kamu bisa tahu jika kamu tidak mencobanya? Kamu dulunya juga tidak suka sekolah, bukannya sekarang sudah berubah pikiran? Sudah, sudah, mendengarnya emosiku langsung naik, tahu? Aku yang sekarang sudah sangat baik, bebas dan memiliki tujuan yang pasti. Jika aku pergi ke perusahaanmu, usaha kerasmu selama ini bisa dihancurkan olehku? Kamu bersedia?
Lihat kamu pekerja keras ini, coba pikirkan hal lain, jaga baik kesehatanmu itu, begitu banyak lemak, bukannya ada senam lapangan ya. Kamu bisa ikut senam, dan menikmati senja, bermakna bukan? Senam lapangan? Suruh aku ikut senam lapangan? Kamu ini cerewet sekali. Keturunan siapa dulu? Ini makan jamur dulu. Kenapa aku harus ikut serta
Dalam drama keluargamu ini? Jika kamu tidak ingin makan lagi, aku bisa beritahu mereka, kamu sedang tidak enak badan. Minum ini dulu, mumpung masih panas. Aku belum selesai makan. Makan yang banyak. Ambilkan sayur untukku. Kamu ini robot ya, tidak bergerak sama sekali? Bibi, nasinya ada di dapur bukan? Aku mau tambah nasi.
Sini, aku saja, aku ambilkan untukmu. Tidak perlu, Bibi, aku sendiri saja yang ambil. Tidak apa-apa, sini. Terima kasih, Bibi. Terima kasih, Bibi. Tidak tahu siapa yang tua siapa yang muda. Kita ini 1 keluarga, buat apa membaginya begitu jelas, atau kamu yang mengambilkannya untukku? Tidak apa-apa, kebetulan, aku bisa sambil olahraga, baik untuk kesehatan.
Ayo, semuanya makan yang banyak. Aku sudah kenyang, kalian yang makan saja. Ada apa dengan Gao Jie? Porsi makannya kecil. Tidak apa-apa, porsi makanku besar, nanti tambahkan aku nasi lagi ya? Enak. Menyebalkan sekali si Ling Xi, selalu saja membuatku marah! Satu keluarga, kenapa aku bukan bagian darinya? Apa ini?
Ayo, ayo, semuanya makan buah dulu. Terima kasih Bibi Wen Yu. Bibi baik-baik saja? Tidak apa-apa. Kebetulan, di dapur ada kiwi merah, aku ambilkan untuk kalian. Bibi Wen, Paman Ling, apa kalian ada foto sewaktu muda? Aku ingin lihat foto waktu kalian masih muda, aku belum pernah melihatnya. Berbicara yang tidak semestinya. Ayah,
Dinding itu kosong sekali, bukannya ada foto pernikahanmu dengan Bibi Wen? Kenapa tidak digantung saja? Tidak apa-apa. Sudah bertahun-tahun kosong seperti itu, kami juga sudah terbiasa. Ling Xi minta gantung, kalau begitu digantung saja. Ling Yu, ambilkan foto itu di gudang. Baik. Aku ikut denganmu. Secara pribadi, kamu sering berhubungan dengan ayahku bukan? Benar,
Dia akan menghubungiku untuk mengetahui kondisi terbaru Ling Xi. Ada apa? Senjata ini digunakan untuk berburu? Iya, tapi bukan senjata sungguhan, ini adalah model koleksian ayahku. Ayo. Ini, coba kalian lihat. Ini adalah foto Xiao Xi semasa kecil. Coba lihat aku waktu kecil, mata belok, hidung mancung, kakiku juga panjang, manis bukan?
Kamu yang sekarang juga manis. Ini foto waktu SD kelas 1, bergabung dalam grup perintis muda, kamu senang sekali waktu itu. Yang ini? Ini waktu kamu ikut pentas seni, kamu memerankan tokoh siput kecil, dan dapat peringkat 1. Dengar tidak? Peringkat 1. Foto itu, kamu paling suka memakai sepatu olahraga itu,
Itu adalah sepatu olahraga pria, kamu paling suka memakainya. Aku ingat waktu itu sangat suka dengan sepatu ini, lalu ke mana perginya sepatu itu? Suatu hari kamu memakainya pergi sepak bola, sepulang darinya, hanya tinggal setengah pasang saja. Aku juga bisa bermain sepak bola. Ternyata waktu kecil, kamu sudah tidak tampak feminism, ya.
Apa-apaan kamu ini. Kupukul…. Maaf ya Bibi Wen Yu. Tidak apa-apa, kita kan 1 keluarga. Ayah, kamu juga kenal orang ini ya? Kamu menggila lagi ya? Rumah ini hampir hancur karenamu. Untung aku sudah gila, sekarang aku baru tahu buruknya dirimu, diam-diam merekam orang lain. Kamu membongkar barangku? Alam liar, drone, gadis,
Tidak disangka di dalam hatimu masih menyimpan fantasi dongeng seperti ini. Awas! Namanya Chu Shi bukan? Apa yang baik darinya? Aku sedang berbicara padamu, Ling Yu! Aku manusia hidup di depan matamu, kamu tidak lihat ya? Awas kamu! Ling Yu, sebenarnya kurang baik apa aku? Jangan sentuh aku. Jangan sentuh aku!
Halo, mau pesan minum apa? Aku cari dia. Anda mencari Chu Shi? Dia belum datang. Anda siapanya? Apa perlu tinggalkan pesan untuknya? Tidak perlu. Aneh sekali orang ini. Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing
Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sedikit sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu yang menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku
Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan-lahan berpaling melihat wajahmu Tangan yang sedikit hangat dan sinar bulan yang redup Cahaya lampu yang lemah, wajah yang kecil
Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku